cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Sains Dan Teknologi Lingkungan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 68 Documents
Pengolah Air Backwash Tangki Filtrasi Menggunakan Proses Koagulasi Flokulasi Dan Sedimestasi (Studi Kasus Unit Pengolahan Air Bersih Rsup Dr. Sarjito) Asrifah, Dina
Jurnal Sains Dan Teknologi Lingkungan Vol 7, No 1 (2015): SAINS & TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air backwash memiliki kadar Fe dan Mn masing-masing sebesar 74,87 mg/liter dan 1,74 mg/liter. Pengolahan dilakukan dengan koagulasi (terjunan), flokulasi (bak kelok) dan sedimentasi. Tujuan penulisan ini adalah mengetahui dosis koagulan dan waktu pengendapan optimum pengolahan air bekas backwash. Pengolahan secara koagulasi dilakukan variasi terhadap dosis koagulan (0 mg/L, 0,1 mg/L, 0,5 mg/L, 0,7 mg/L, 0,9 mg/L) dan dilakukan dengan metode jar test. Proses sedimentasi dilakukan variasi terhadap waktu tinggal/waktu pengendapan yaitu 0 menit, 30 menit dan 60 menit. Hasil penelitian ini diperoleh dosis optimum 0,1 g/L dan waktu optimum pengendapan adalah 30 menit. Kata Kunci : pengolahan, air backwash, koagulasi, flokulasi
Pengaruh Variasi Bobot Bulking Agent Terhadap Waktu Pengomposan Sampah Organik Rumah Makan Widiarti, Ika Wahyuning
Jurnal Sains Dan Teknologi Lingkungan Vol 2, No 1 (2010): SAINS & TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Volume sampah organik yang cukup besar selalu dihasilkan dari usaha rumah makan. Untuk mengatasitimbulan sampah organik ini maka upaya yang dapat dilakukan adalah pengomposan. Namun karenasampah ini memiliki kadar air tinggi maka diperlukan bulking agent untuk menurunkan kadar airtersebut. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan bulking agent terhadap waktupengomposan sampah rumah makan. Variasi bobot bulking agent yang ditambahkan ke sampah rumahmakan adalah 10%, 20% dan 30%. Hasil penelitian menunjukkan bahawa bulking agent 30% mempunyaiwaktu pengomposan yang tercepat yaitu 26 hari, bulking agent 20% selama 34 hari dan bulking agent10% selama 46 hari. Secara umum, kandungan hara dalam kompos yang dihasilkan dari penelitianmemenuhi SNI (19-7030-2004).Kata kunci: Sampah rumah makan, bulking agent, kadar air, waktu pengomposan
Kajian Kualitas Air Sumur Gali dan Perilaku Masyarakat di Sekitar Pabrik Semen Kelurahan Karangtalun Kecamatan Cilacap Utara Kabupaten Cilacap Hapsari, Dhani
Jurnal Sains Dan Teknologi Lingkungan Vol 7, No 1 (2015): SAINS & TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji kualitas air sumur gali warga di sekitar pabrik semen, mengkaji perilaku masyarakat dan menganalisis hubungan perilaku masyarakat dengan kualitas air sumur gali di Kelurahan Karangtalun. Penelitian dilaksanakan pada survey skala, adalah kualitas air sumur dianalisis dengan Metode Storet dan perilaku masyarakat secara purposive random sampling dengan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas air sumur gali di Kelurahan Karangtalun tercemar ringan hingga tercemar berat, terutama pada Stasiun I, V, dan XIII yang berada pada kondisi “cemar berat”. Masyarakat Kelurahan Karangtalun memiliki pengetahuan yang cukup, bersikap negative dan bertindak aktif sehingga perilaku masyarakat secara umum adalah berperilaku netral mengenai keberadaan tempat penyimpanan kapur. Kualitas air sumur gali di Kelurahan Karangtalun sebagian besar tercemar sedang dan perilaku masyarakat cenderung netral. Hasil analisa Chi – Square menunjukkan bahwa nilai Sig 0,506 > 0,05 maka Ho ditolak, sehingga antara kualitas air sumur gali dengan perilaku masyarakat tidak ada hubungan. Sebaiknya kajian kualitas air sumur gali dilakukan pula pada musim hujan untuk diperoleh perbandingan hasil pengamatan. Kata Kunci : kualitas air, sumur gali, perilaku masyarakat, storet
Karakteristik Fisiko-Kimiawi (Morfologi, Higroskopisitas, pH dan Toksisitas) Panel Bangunan yang Dihasilkan dari Komposit Limbah Abu Terbang Batu Bara (Fly Ash), Daun-Ampas Tebu, Jerami-Sekam Padi dan Ijuk (Palm Fiber) Prihatmaji, Yulianto P.; Firdaus, Feris
Jurnal Sains Dan Teknologi Lingkungan Vol 1, No 2 (2009): SAINS & TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang karakteristik fisiko-kimiawi (morfologi, higroskopisitas, ph dantoksisitas) panel bangunan yang dihasilkan dari komposit limbah abu terbang batu bara (fly ash), daunampastebu, jerami-sekam padi dan ijuk (palm fiber). Berdasarkah hasil uji dan analisis fisiko-kimiawikaitannya dengan morfologi secara makroskopis menunjukkan bahwa komposit panel bangunan dariberbagai macam jenis bahan baku tersebut tampak menyatu secara solid dengan ikatan kimia antarbahan yang terlibat. Bahan organik yang berupa limbah ampas-daun tebu, jerami-sekam padi, dan ijuktampak menyatu padu dengan komponen anorganiknya berupa fly ash dan semen. Kaitannya denganhigroskopisitasnya, produk panel bangunan yang dihasilkan tampaknya tidak terpengaruh oleh iklim dankelembaban di dalam maupun di luar ruang karena kadar air panel bangunan yang diuji pada hari ke-30dan hari ke-60 relatif stabil yakni 19,65% yang berarti normal. Kaitannya dengan tingkat keasaman(pH), panel bangunan yang dihasilkan menunjukkan kondisi yang aman/tidak menyebabkan iritasi karenapH: 7-8 yang berarti tidak mengiritasi/aman. Adapun hasil uji dan analisis toksisitas fly ash dilakukanmenggunakan indikator biologis; mencit menunjukkan harga LD50: 32,915 mg/kg (bb) yang berarti relatiftidak berbahaya. Kutu air menunjukkan harga LC50: 75,515 ppm (7,552%) yang berarti hampir tidaktoksik dan ikan mas menunjukkan harga LC50: 121,943 ppm (12,194%) yang berarti tidak toksik. Olehsebab itu produk panel bangunan yang dihasilkan dapat dipastikan aman dikonsumsi.Kata kunci: panel bangunan, fly ash, daun-ampas tebu, jerami-sekam padi, ijuk
Analisis Kualitas Udara di Ruang Parkir Bawah Tanah dan Pengaruhnya Terhadap Pengguna Kristanto, Gabriel Andari; Sumabrata, Jachrizal; Astuti, Siti Kurnia
Jurnal Sains Dan Teknologi Lingkungan Vol 6, No 1 (2014): SAINS & TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semakin mahal dan terbatasnya lahan di perkotaan membuat pihak pengembang gedung banyak membangun berbagai fasilitas di bawah tanah, termasuk diantaranya adalah fasilitas parkir. Sayangnya keadaan ini seringkali mendorong perancang lebih memperhatikan kekuatan atau keindahan gedung dan ruangan dibandingkan faktor-faktor lain seperti kesehatan, sirkulasi udara, dan pencahayaan. Kondisi ruangan yang lebih tertutup dan lalu lintas sekitar yang seringkali macet, menyebabkan kualitas udara dalam ruang parkir bawah tanah menurun akibat pencemar udara terkonsentrasi hingga mencapai level membahayakan. Penelitian ini bertujuan mengukur kualitas udara di ruang parkir bawah tanah di Mall X di Jakarta dengan parameter CO, NO, dan total jamur dan bakteri dengan waktu pengukuran dilakukan pada hari kerja dan akhir pekan. Tingkat resiko kesehatan diukur dengan menggunakan kuesioner dengan klasifikasi responden berdasarkan lama waktu paparan dan maksud atau fungsi keberadaan responden tersebut di mall. Hasil pengamatan konsentrasi CO dalam parkir bawah tanah melebihi baku mutu yang dikeluarkan oleh Peraturan Gubernur DKI Jakarta No. 56/2006. Tidak terdapat baku mutu dalam ruangan untuk NO, tetapi tingginya kadar NO di ruang parkir bawah tanah memungkinkan pembentukan NO 2 melalui proses oksidasi di udara ambient dan menaikan konsentrasi NO 2 yang diemisikan secara lansung oleh kendaraan bermotor. Pertumbuhan jamur dan bakteri di dalam parkir bawah tanah dimungkinkan akibat kelembaban tinggi dan suhu yang hangat serta pemeliharaan gedung yang kurang. Kata kunci : pencemaran udara dalam ruangan, parkir bawah tanah, travel time, resiko kesehatan
Tinjauan Literatur Pengolahan Air Limbah dengan Biomassa Granular Aerobik pada Mode Operasi Kontinu Yulianto, Andik; Soewondo, Prayatni; Handayani, Marisa; Dwi Arisyady, Herto
Jurnal Sains Dan Teknologi Lingkungan Vol 7, No 2 (2015): SAINS & TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan paradigma pengolahan air limbah yang menjadikan limbah sebagai sumberdaya membawa konsekuensipada strategi pengolahan limbah yang harus dilakukan. Salah satu strategi adalah dengan menggunakan teknologipengolahan air limbah menggunakan biomassa granular aerobik (Granular Aerobic Sludge, GAS) yang mempunyaikelebihan dalam beberapa hal dibandingkan dengan pengolahan air limbah dengan lumpur aktif konvensional.Penelitian yang dilakukan sebagaian besar menggunakan reaktor dalam mode operasi sequencing batch dan masihsedikit yang menggunakan mode operasi kontinu. Makalah ini mengkaji penggunaan reaktor kontinu denganmenggunakan GAS. Kajian dilakukan dengan penelusuran literatur. Hasil penelusuran literatur meunjukkan, modeoperasi kontinu sudah dicoba sejak awal tahun 2000. Strategi untuk pembentukan GAS pada rektor kontinu yangdilakukan adalah dengan menambahkan inti presipitat dan memodifikasi reaktor konvensional. Apabila dibandingkandengan penggunaan reaktor dengan mode operasi sequencing batch, maka mode operasi kontinu ini belum banyakdikembangkan, dan cenderung menghasilkan GAS dengan kualitas yang lebih rendah. Dengan demikian ruang untukpengembangan reaktor untuk GAS pada mode operasi kontinu masih cukup luas.Kata Kunci : biomassa granular aerobik, reaktor kontinu1. PENDAHULUAN
Studi Kualitas Bakteriologis Air Sumur Gali pada Kawasan Permukiman Menggunakan Biosensor TECTA TM B16 (Studi Kasus: Dusun Blimbingsari dan Dusun Wonorejo, Kabupaten Sleman Yogyakarta) Ramadita, Fadilah; Risky, Noveriza Agrista; Hakim, Luqman; Mahardika, Ilya Fadjar
Jurnal Sains Dan Teknologi Lingkungan Vol 6, No 1 (2014): SAINS & TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumur gali merupakan salah satu sumber penyediaan air bersih bagi masyarakat di pedesaan dan perkotaa. Sumur gali harus ditunjang dengan konstruksi sumur yang baik dan jarak lokasi sumur dengan sumber pencemar yang sesuai dengan yang dipersyaratkan, serta tindakan masyarakat dalam menggunakan sumur gali yang tepat, agar air sumur gali terbebas dari pencemaran, dan dapat dikonsumsi oleh masyarakat secara aman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas bakteriologis air sumur gali pada kawasan permukiman dengan tingkat kepadatan tinggi, yaitu Dusun Blimbingsari; dan kawasan permukiman dengan tingkat kepadatan rendah, yaitu Desa Hargobinangun; serta mengetahui gambaran kondisi fisik sumur gali dan pengguna sumur gali terhadap kandungan Escherichia coli.Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling, yaitu pada 8 (titik) sumur gali. Pengamatan kondisi fisik sumur gali menggunakan checklist sebagai instrumen penelitian, sedangkan perilaku pengguna sumur gali menggunakan kuesioner. Pengujian kualitas bakteriologis air sumur gali dilakukan dengan menggunakan Biosensor TECTA TM B16. Biosensor TECTA TM B16 merupakan alat pengukuran kualitas air untuk mendeteksi dan mengetahui konsentrasi Escherichia coli dengan metode Colony Forming Units (CFU). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah Escherichia coli bervariasi antara 0 CFU/100 ml sampai 1.049 CFU/100 ml. Berdasarkan hasil analisa, pada Dusun Blimbingsari terdapat hubungan yang positif antara konstruksi sumur gali dan tindakan penggunanya terhadap kualitas bakteriologis air sumur gali. Sementara itu pada Dusun Wonorejo terjadi hal yang sebaliknya. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, anatara lain tingkat kepadatan penduduk yang berbeda. Untuk itu perlu adanya perhatian dari masyarakat dalam membuat sumur gali yang aman dan baik, serta memerhatikan tindakannya dalam menggunakan sumur gali agar diperoleh kualitas air yang memenuhi syarat kesehatan. Kata Kunci : Sumur Gali, Biosensor TECTA TM B16, Escherichia coli, Total Coliform
Pemetaan Kelembagaan dalam Kajian Lingkungan Hidup Strategis DAS Bengawan Solo Hulu Giyarsih, Sri Rum
Jurnal Sains Dan Teknologi Lingkungan Vol 2, No 2 (2010): SAINS & TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fakta empiris memberikan pembuktian terhadap pentingnya pengembangan kelembagaan dalam rangkamencapai keberhasilan suatu program pembangunan, bahkan seringkali program pembangunan yangmengabaikan pengembangan kelembagaan berakhir dengan kegagalan. Pengembangan kelembagaantelah menjadi bagian dari strategi pembangunan tak terkecuali dalam Kajian Lingkungan HidupStrategis di DAS Bengawan Solo Hulu. Sasaran yang ingin dicapai dari kegiatan pengembangankelembagaan adalah tumbuhnya kelembagaan yang tangguh, dinamis, dan berdaya saing serta mandiridalam melakukan pengelolaan lingkungan. Untuk mencapai hal ini maka perlu dilakukan pemetaankelembagaan di DAS tersebut. Dari pemetaan kelembagaan yang ada di wilayah ini terdapat tigalembaga yang dapat melakukan kegiatan Koordinasi, Intergrasi, Sinergitas, Sinkronisasi (KISS) yaituBKPRD (Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah), BP DAS (Badan Pengelolaan Daerah AliranSungai)/Forum DAS, dan TKPSDA WS Bengawan Solo (Tim Koordinasi Pengelolaan Sumberdaya AirWilayah Sungai Bengawan Solo). Di antara ketiga lembaga tersebut maka TKPSDA adalah lembagayang dipercaya untuk melakukan Koordinasi, Intergrasi, Sinergitas, Sinkronisasi (KISS) dalampengelolaan lingkungan DAS Bengawan Solo Hulu.Kata kunci: DAS, pemetaan kelembagaan, lingkungan hidup