cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Sains Dan Teknologi Lingkungan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 68 Documents
Pengaruh Aerasi Terhadap Pretreatment Eceng Gondok Oleh Phanerochaete Chrysosporium Septria, Rully; Purwono, Suryo; Syamsiah, Siti; Sari, Eka
Jurnal Sains Dan Teknologi Lingkungan Vol 7, No 2 (2015): SAINS & TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Eceng gondok (Eichornia Crassipe) memiliki potensi dapat dikonversi menjadi bioetanol. Pretreatment biologi denganPhanerochaete Chrysosporium memerlukan waktu lama karena kurangnya pasokan oksigen untuk pertumbuhanP.Chrysosporium. Upaya untuk memenuhi kebutuhan oksigen dapat dibantu dengan aerasi. Variasi kecepatan aerasiyang digunakan 0 L/m2.men sampai 30,10 L/m2.men. Sampel diambil setiap 4 hari selama 24 hari. Kecepatan aerasi2,15 L/m2.men sampai dengan hari ke 24 menghasilkan degradasi lignin sebesar 0,3076 gram. Sedangkan kecepatanaerasi 15,05 L/m2.men; 17,20 L/m2.men; dan 30,10 L/m2.men menunjukkan degradasi lignin yang lebih tinggi yaitu0,3374 gram; 0,4151 gram; dan 0,3944 gram. Aerasi 2,15 L/m2.men merupakan kecepatan optimum. Hal tersebutdapat dilihat dari hasil lignin yang paling rendah.Kata Kunci : Aerasi, pretreatment, eceng gondok, lignoselulosa
Penurunan Logam Timbal (Pb) pada Limbah Cair TPA Piyungan Yogyakarta dengan Constructed Wetlands Menggunakan Tumbuhan Eceng Gondok (Eichornia Crassipes) Siswoyo, Eko; Kasam, Ir; Subhan Abdullah, L.M.
Jurnal Sains Dan Teknologi Lingkungan Vol 3, No 1 (2011): SAINS & TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu permasalahan lingkungan yang ditimbulkan dari adanya lindi di TPA Piyungan yaitupencemaran pada badan air, sungai dan air tanah. Untuk mengatasi permasalahan ini salah satunyadengan sistem Constructed Wetlands dengan menggunakan tumbuhah eceng gondok. Tujuan daripenelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat penurunan konsentrasi Timbal (Pb) yang terdapat dalamlimbah cair TPA Piyungan dengan Constructed Wetlands menggunakan tumbuhan eceng gondok danuntuk mengetahui seberapa besar kapasitas serapan tumbuhan eceng gondok terhadap kandunganTimbal (Pb) dalam limbah cair TPA Piyungan.Dalam penelitian ini digunakan reaktor yang terbuat dari kayu yang dilapisi plastik dengan ukuran 0,5 mx 1,0 m. Setiap reaktor diberi media tanah 5 cm, dan diberi tumbuhan sebanyak 14 buah. Reaktor tersebutdiberi perlakuan dengan konsentrasi limbah yang bervariasi (100%, 75%, 50%, 25%, dan 0%), danwaktu pengambilan sampel (0, 3, 6, 9, 12 hari). Dengan menggunakan metode SSA (SpektrofotometriSerapan Atom)Berdasarkan pengujian diperoleh bahwa penurunan logam Pb pada limbah cair TPA Piyungan hari ke-12, yaitu sebesar 0.0501mg/L pada konsentrasi 100%, 0.0295mg/L pada konsentrasi 75%, 0.0267mg/Lpada konsentrasi 50% dan 0.0041 mg/L pada konsentrasi 25%.Kata kunci: constructed wetlands, eceng gondok, lindi, 73imbale (Pb),
Studi Hubungan antara Tingkat Pendidikan dan Pendapatan Keluarga terhadap Sikap dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga (studi kasus di Desa Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta) Putra, Hijrah Purnama; Taufiq, Anggun Reza; Juliani, Any
Jurnal Sains Dan Teknologi Lingkungan Vol 5, No 2 (2013): SAINS & TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Laju produksi sampah terus meningkat tidak hanya sebanding dengan laju pertumbuhan penduduk namun juga meningkat seiring dengan perubahan pada pola konsumsi masyarakat. Paradigma lama tentang pengelolaan sampah yang dilakukan masyarakat adalah tentang bagaimana membuang dan memusnahkannya. Sampah yang tidak dikelola dengan baik akan berpengaruh terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat. Peran serta masyarakat secara aktif dalam mengelola sampah sangat menentukan keberhasilan pelaksanaannya. Faktor keadaan masyarakat dalam segi tingkat pendidikan dan pendapatan sangat berpengaruh terhadap keikutsertaan seseorang dalam mengelola sampah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara tingkat pendidikan dan pendapatan terhadap sikap dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Adapun responden pada penelitian ini adalah 120 keluarga di Desa Condongcatur, Kecamatan Depok yang dipilih secara acak. Metode analisis yang digunakan untuk menguji hipotesis di dalam penelitian ini adalah Multiple Regression Analysis. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa tingkat pendidikan dan pendapatan berpengaruh secara positif terhadap sikap keluarga dalam pengelolaan sampah rumah tangga di Desa Condongcatur yang ditunjukkan dari data statistik p-value 0.000 untuk tingkat pendidikan, 0.022 untuk pendapatan dengan tingkat signifikan 5%. Kata kunci : Tingkat Pendidikan, Tingkat Pendapatan, Pengelolaan Sampah Rumah Tangga
Studi Potensi Pemanfaatan Biogas Sebagai Pembangkit Energi Listrik di Dusun Kaliurang Timur, Kelurahan Hargobinangun, Pakem, Sleman, Yogyakarta Yulianto, Andik; Adi, Agung Nugroho; Priyambodo, Hervian Lanang
Jurnal Sains Dan Teknologi Lingkungan Vol 2, No 2 (2010): SAINS & TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biogas adalah gas mudah terbakar yang dihasilkan dari proses fermentasi bahan-bahan organik olehbakteri anaerob. Dengan kandungan utama berupa gas metana, biogas mempunyai potensi yang sangatbesar untuk dikembangkan sebagai sumber energi alternatif. Pemanfaatan biogas sebagai sumber energidapat dilakukan secara langsung, dengan membakar biogas tersebut, atau secara tidak langsung denganmengubahnya menjadi bentuk energi lain seperti listrik. Sebagian warga Dusun Kaliurang Timur,Kelurahan Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Sleman selama ini telah memanfaatkan biogas secaralangsung. Studi terdahulu pada lokasi yang sama (Yulianto dan Purnomo, 2009) menunjukkan potensibiogas yang dapat dihasilkan oleh 54 ekor sapi di dusun tersebut adalah 362,88 m3/hari. Studi lanjutanini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan biogas di dusun tersebut dengan mengonversi terlebih dahulumenjadi energi listrik. Kajian dilakukan pula pada estimasi pembangkitan daya, jenis mesin penggerak,dan analisa ekonomi. Dari volume biogas yang diproduksi per hari diperkirakan energi ini setara denganlistrik sebesar 18,75 kW. Sedangkan dari analisa teknis dan ekonomis, mesin penggerak pembangkitlistrik berbahan bakar biogas skala rumah tangga yang cocok dikembangkan di Dusun Kaliurang Timuradalah menggunakan mesin diesel dengan estimasi pembangkitan daya sebesar 3kW dan waktuoperasional 12 jam/hari. Kondisi ini layak secara ekonomi layak dengan BC ratio 1,76 serta simple payback 1,9 tahun.Kata kunci: biogas, energi listrik, konversi, mesin penggerak,
ANALISIS DAMPAK LALULINTAS PEMBANGUNAN PUSAT PERBELANJAAN: STUDI KASUS PLAZA AMBARUKMO Munawar, Ahmad
Jurnal Sains Dan Teknologi Lingkungan Vol 1, No 1 (2009): SAINS & TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

diperlukan pada suatu rencana pembangunan suatu pusat kegiatan, yang diperkirakan akan memberikandampak terhadap arus lalulintas di sekitarnya. Metoda yang digunakan adalah dengan memperkirakandampak lalulintas jika dibangun pusat kegiatan tersebut, dan usaha yang dilakukan untuk mengatasinya.Penerapan metodologi ini diuraikan dengan studi kasus analisis dampak lalulintas pembangunan PlazaAmbarrukmo di Yogyakarta. Pertama-tama dilakukan survai lalulintas, geometri di sekitarnya, serta tatabangunan plaza tersebut. Hasil analisis memberikan rekomendasi tentang perbaikan-perbaikan lingkunganPlaza Ambarrukmo tersebut, termasuk ruas-ruas jalan di sekitarnya guna menghindari kemacetan yangmungkin terjadi akibat pembangunan plaza tersebut.Kata kunci: dampak lalulintas, pusat perbelanjaan, lingkungan
Contributor and Victim - Indonesia’s Role in Global Climate Change with Special Reference to Kalimantan Prinz, Dieter
Jurnal Sains Dan Teknologi Lingkungan Vol 1, No 2 (2009): SAINS & TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Through rapid deforestation, forest fires, degrading peatlands, and diminishing carbon ‘sinks’ Indonesiais one of the main contributors to the phenomenon of Global Climate Change. On the other hand,Indonesia will also be a major victim of Climate Change. The combination of high population density onsome islands and high levels of biodiversity, together with 80,000 kilometres of coastline and 17,500islands, makes Indonesia one of the most vulnerable countries to the impacts of Climate Change. Expertsexpect a warming from 0.2 to 0.3°C per decade in Indonesia during this century, together with anincrease in annual precipitation across the majority of the Indonesian islands. Additionally there will bea change in the seasonality of precipitation; Borneo may become 10 to 30% wetter by the 2080’s duringDecember-February. As rainfall decreases during critical times of the year this translates into higherdrought risk, consequently a decrease in crop yields, economic instability and drastically moreundernourished people. On the other hand, increased rainfall during already wet times of the year willlead to high flood risk. Rising sea levels and many more extreme weather events will contribute to themany problems caused by Global Climate Change. Indonesia, and Kalimantan in the first instance, hasto take up the challenge of climate change in taking actions at all levels to reduce greenhouse gasemissions, including promoting sustainable use of land and water resources, and putting adaptation intothe development agenda.
Pengaruh Modifikasi Iklim Mikro dengan Vegetasi Ruang Terbuka Hijau (RTH) dalam Pengendalian Penyakit Malaria Susanto, Arif
Jurnal Sains Dan Teknologi Lingkungan Vol 5, No 1 (2013): SAINS & TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kasus malaria dan faktor iklim serta pengaruh modifikasi iklim melalui ruang terbuka hijau dalam upaya pencegahan malaria. Metode penelitian yang digunakan yaitu kausal-komparatif dengan menyelidiki kemungkinan hubungan sebab-akibat insieden malaria dengan ruang terbuka hijau yang berpengaruh terhadap iklim mikro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara wilayah yang memiliki ruang terbuka hijau dengan wilayah yang tidak memiliki ruang terbuka hijau dengan memiliki nilai korelasi positif 0.637 dan nilai uji beda (t-test) 4.174 dengan nilai signifikansi 0.09. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ruang terbuka hijau mampu memodifikasi iklim mikro maupun meso agar dapat memutuskan mata rantai penularan yang pada gilirannya dapat menurunkan angka kesakitan malaria pada daerah tertentu. Elemen iklim mikro dalam hal ini adalah suhu, kelembapan, intensitas cahaya dan curah hujan. Kata kunci: iklim mikro, malaria, ruang terbuka hijau
FUTURE WATER MANAGEMENT PROBLEMS IN ASIAN MEGACITIES Prinz, Dieter; Juliani, Any; Brontowiyono, Widodo
Jurnal Sains Dan Teknologi Lingkungan Vol 1, No 1 (2009): SAINS & TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Today, about half of the world population lives in urban areas and in the coming 20 years, urbanization isexpected to increase steadily, especially in the Developing World. Based on UN data and projections, about4 out of the 5 billion world urban population will live in developing countries by 2030. Large cities in theDeveloping World face the problem of unplanned growth, coupled with the financial and operationalinability to offer the public services needed to sustain a decent life in urban environments. Water is one ofthose essential commodities which is often short in supply and/or of low quality. Additionally, flood poses athreat to urban dwellers during rainy season. The water management challenges in tropical urban areastoday and in the decades to come can be characterized by (1) fighting physical shortcomings in waterresources, (2) coping with contamination of groundwater, rivers, lakes, and reservoirs by domestic,agricultural or industrial waste and waste water, (3) mitigating environmental impacts of water extraction(such as loss of wetlands, subsidence and seawater intrusion) , (4) preventing / mastering flood situationsand (5) overcoming administrative and financial strains and operational incapacities. Solutions to theproblems of urban water in 20 years time are to be found in supply side and demand side measures. The firstgroup includes (1) optimal use of surface water and groundwater resources, (2) pollution protection, (3)watershed management and (4) more water storage. The second group includes (1) educational training, (2)technological innovation, (3) water conservation and (4) water pricing.
Teknologi Hijau Warisan Nenek Moyang di Tanah Parahyangan Asriningpuri, Handajani; Kurniawati, Fajar; Pambudi, Galih
Jurnal Sains Dan Teknologi Lingkungan Vol 7, No 1 (2015): SAINS & TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat tradisional umumnya tidak berkebutuhan majemuk; sederhana; bersahaja; dan menerima keberadaan alam sebagai sahabat, bahkan merupakan bagian kehidupannya. Keadaan ini terjadi di Kampung Naga, Garut, Tanah Parahyangan sebagai suatu kearifan lokal. Dari sudut pandang arsitektur, hal tersebut menginspirasi konsep perancangan. Penelitian ini, membuktikan dari sudut pandang ilmu lingkungan dan arsitektur tentang adanya kaitan kearifan lokal dengan teknologi hijau yang menerapkan “green concept”(ZEB – Zero Energy Building dan 3R – Reuse, Reduce, Recycle). Metoda yang dilakukan adalah metoda diskriptif kualitatif berdasarkan data primer dan sekunder hasil observasi lapangan dan literatur. Kemudian dikaji melalui teori Aarsitektur dan pendekatan Teknologi Hijau, dan dibuktikan melalui Greenship Home Assestment (ketentuan GBCI – Green Building Council Indonesia) Hasil kajian dan temuan pemahaman kearifan lokal, akan menginspirasi, membangkitkan semangat hijau, dan menambah wawasan bagiperancang bangunan. Bagi para regulator (pemerintah daerah) kearifan lokal harus di pertahankan dan dapat menyadarkan penduduk kampung Naga untuk tetap berkehidupan sesuai ketentuan yang di yakini. Kata Kunci : Green Concept, Kampung Naga, Kearifan lokal, Teknologi Arsitektur
Analisis Resiko Lingkungan pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah (Studi Kasus: TPA Piyungan Bantul) Kasam, Ir
Jurnal Sains Dan Teknologi Lingkungan Vol 3, No 1 (2011): SAINS & TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembuangan sampah perkotaan pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA) adalah cara yang paling banyakditerapkan di beberapa kota di Indonesia termasuk di Kota Yogyakarta. Timbulan sampah di wilayahperkotaan Yogyakarta sampai saat ini dilakukan di TPA Piyungan Kabupaten Bantul. Meskipun hal inimerupakan metode yang paling konvesional dan tidak sesuai dengan beberapa alternative yang lebih baikdalam rangkaian teknologi manajemen sampah perkotaan. Dengan adanya TPA maka akan diikutidampak negatif terhadap lingkungan. Dampak negatif tersebut adalah dihasilkan timbulan gas dan lindiyang sangat berpotensi merusak lingkungan. Risiko lingkungan ini muncul jika Instalasi Pengolahan AirLimbah (IPAL) tidak mampu mengolah lindi sehingga melebihi standard baku mutu serta lapisan dasarTPA yang tidak memenuhi syarat sehingga lindi merembes kedalam tanah.Oleh karena itu dibutuhkan aplikasi sistematis dalam meminimasi kemungkinan terjadinya risikoterhadap lingkungan. Dalam studi ini dilakukan identifikasi dan analisis risiko lingkungan berdasarkankonsep manajemen risiko lingkungan dengan menggunakan metode kualitatif dan metode semi kuntitatif.Berdasarkan hasil identifikasi risiko dan analisis risiko terdapat empat komponen lingkungan yangmempunyai risiko tinggi yaitu pencemaran udara, pencemaran air tanah, berkurangnya estetikalingkungan dan pencemaran air permukaan yang disebabkan adanya timbulan gas, aliran lindi,rembesan lindi pada tanah serta bau.Kata kunci: Sampah perkotaan, TPA, Resiko Lingkungan