cover
Contact Name
Eko Sumartono
Contact Email
ekosumartono@relawanjurnal.id
Phone
+6282138129668
Journal Mail Official
ekosumartono@relawanjurnal.id
Editorial Address
Jl. Meranti Raya No. 32. Sawah Lebar, Kota Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
AGRITEPA: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian
ISSN : 24071315     EISSN : 27221881     DOI : https://doi.org/10.37676/agritepa
Jurnal AGRITEPA scientific periodical publication on Agricultural Food Technology, Agribusiness, Agricultural Socio Economics and Business. Jurnal AGRITEPA is a scientific communication media which is issued by Agribusiness Study Program and Agricultural Food Technology Study Program, Faculty of Agriculture, Universitas Dehasen in collaborations with Asosiasi Jurnal Pertanian Indonesia. Its the contribution to the development of social science and Agricultural Economy in Agribusiness, Agricultural Food Technology field which is divided into the English Language which contains research results, literature review, field cases or concepts in the socio economic field of agriculture and Agricultural Food Technology. Jurnal AGRITEPA, pISSN 26857243 and eISSN 27221881 in a year published twice year. Special editions in English can be issued required. The Jurnal AGRITEPA fits well for researchers and academics who are inheriting the results of research, scientific thought, and other original scientific ideas. Jurnal AGRITEPA publishes research papers, technical papers, conceptual papers, and case study reports. Jurnal AGRITEPA is dedicated to researchers and academics intent on publishing research, scientific thinking, and other original scientific ideas. The article published in the Jurnal AGRITEPA is the authors original work with a broad spectrum of topics covering Agricultural Food Technology, Agricultural and Resources Economics, Agribusiness Management, Rural Sociology, Agrarian Studies, Agribusiness Development, Agricultural Politics and Policies, Natural Resource and Environmental Technology and Management, as well as Agricultural and Rural Extension. Media for information dissemination of research result for lecturer, researcher and practitioner. The article published in the Jurnal AGRITEPA is the authors original work with a broad spectrum of topics. Detailed scopes of articles accepted for submission to Agricultural Food Technology, Agricultural Socio Economics and Agribusiness study involve two approaches, macro and micro approach.
Articles 260 Documents
Analisis Fisik, Kimia dan Organoleptik Mie Basah Berbasis Umbi Talas (Colocasia Esculenta l) Ali Akbar
AGRITEPA: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 5 No 1 (2018)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.965 KB) | DOI: 10.37676/agritepa.v5i1.726

Abstract

Mie basah adalah mie yang belum dimasak dengan kandungan air yang cukup tinggi hingga mencapai 52 %.Pengolahan mie basah dapat dilakukan dengan pencampuran tepung terigu dan tepung lainnya. Tepung talas telah digunakan dalam berbagai produk pangan diantaranya adalah makanan ASI (tambahan pendamping ASI), makanan kaleng untuk bayi, snack, mie, roti, dan biskuit. Hal ini dilakukan sebagai upaya diversifikasi pangan, pemanfaatan sumber pangan lokal serta peningkatan nilai gizi pangan. Telah dilakukan penelitian Untuk menganalisis pengaruh penambahan talas terhadap kandungan kadar air, elastisitas dan sifat organoleptik mie basah. Metode dalam penelitian meliputi Pencampuran, Pembentukan lembaran mie dan pembaluran, Pencetakan mie, Perebusan 3 menit, suhu 900 C, Penirisan dan Pembaluran. Perlakuan terhadap masing-masing sampel yaitu perbandingan Tepung terigu 450 gr : talas kukus 50 gr, Tepung terigu 400 gr : talas kukus 100 gr, Tepung terigu 350 gr : talas kukus 150 gr, Tepung terigu 450 gr : tepung talas 50 gr, Tepung terigu 400 gr : tepung talas 100 gr dan Tepung terigu 350 gr : tepung talas 150 gr. Analisa pada penelitian ini meliputi kandungan kadar air, elastisitas dan sifat organoleptik mie basah. Hasil analisa kandungan kadar air dengan perlakuan subtitusi tepung talas dan talas kukus berkisar antara 57.38% hingga 60.55%, menunjukkan perbedaan yang nyata pada perlakuan. Hasil analisa elastisitas mie basah dengan perlakuan subtitusi tepung talas dan talas kukus berkisar antara 65.33 detik hingga 76.41 detik. Menunjukkan perbedaan yang nyata pada tiap perlakuan, dimana semakin tinggi subtitusi tepung talas dan talas kukus maka elastisitas mie semakin berkurang. Hasil uji sensoris mie basah berdasarkan parameter rasa menunjukkan perbedaan yang nyata pada setiap perlakuan dimana semakin tinggi subtitusi tepung talas dan talas kukus maka tingkat kesukaan panelis terhadap mie berkisar antara 2.55 hingga 2.95 (tidak suka) , sedangkan penilai mie basah berdasarkan parameter warna dan tekstur menunjukkan perbedaan nyata pada setiap perlakuan dengan skor penilaian terhadap warna 2.45 (tidak suka) hingga 3.40 (agak suka) dan penilaian terhadap tekstur 2.30 (tidak suka) hingga 3.45 (agak suka). Kata Kunci: Subtitusi, mie basah, umbi talas
Pengaruh Kosentrasi Edible Coating Sarang Lebah Terhadap Susut Bobot, Tekstur, dan TPT Jeruk RGL Selama Penyimpanan Taufik Hidayat; Lina Ivanti; Wilda Mikasari
AGRITEPA: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 5 No 2 (2018)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (728.806 KB) | DOI: 10.37676/agritepa.v5i2.775

Abstract

Jeruk merupakan komoditas hortikultura yang sangat potensial untuk dikembangkan di Indonesia karena paling banyak dikonsumsi masyarakat dan menempati urutan pertama untuk pengeluaran belanja buah rata-rata masyarakat Indonesia, baik di desa maupun di kota. Jeruk Rimau Gerga Lebong (RGL) atau yang biasa dikenal dengan sebutan jeruk Gerga merupakan salah satu komoditas hortikultura unggulan daerah di provinsi Bengkulu. Penanganan pascapenen jeruk RGL perlu dilakukan untuk mempertahankan kualitas jeruk RGL agar sampai ditangan konsumen dalam keadaan yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kosentrasi edible coating dari sarang lebah terhadap penurunan susut bobot, tekstur dan TPT buah jeruk RGL selama penyimpanan. Rancangan penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap Faktorial yang terdiri dari dua faktor perlakuan yaitu faktor kosentrasi edible coating dari sarang lebah L1 = 6%, L2 = 9% dan L3 = 12 % serta L0 = 0% sebagai kontrol dan faktor kedua umur simpan T1 = 0 hari, T2 = 3 hari, T3 = 6 hari, T4 = 9 hari, T5 = 12 hari, T6 = 15 hari, T7 = 18 hari, T8 = 21 hari, T9 = 24 hari, T10 = 27 hari dan T11 = 30 hari dengan jumlah sampel yang diukur sebanyak 30 butir buah jeruk sebagai ulangan. Variabel yang diamati antara lain adalah susut bobot, tekstur kekerasan kulit jeruk (penetrometer) dan total padatan terlarut/TPT (refraktometer). Data yang diperoleh kemudian dianalisis statistik menggunakan sidik ragam. Apabila hasil F hitung > atau sama dengan F tabel maka dilakukan uji beda DMRT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan edible coating sebagai lapisan pelindung di bagian luar kulit jeruk diketahui mampu menahan kerusakan dan mempertahankan kualitas jeruk RGL. Perbedaan kadar edible coating yang diberikan untuk melapisi permukaan kulit luar jeruk RGL menekan laju respirasi sehingga mengurangi susut bobot yang terjadi. Kadar edible coating 12% diketahui yang paling baik dalam melindungi jeruk RGL selama penyimpanan terlihat dari susut bobot dan tekstur jeruk RGL, sementara peedible coatingan jeruk RGL tidak memberi pengaruh terhadap total padatan terlarut (TPT) jeruk RGL tetapi dipengaruhi oleh lama penyimpanan. Kata Kunci: kualitas jeruk RGL, peedible coatingan, umur simpan, susut bobot
Pemanfaatan Tumbuhan Bawah pada Tegakan Kelapa Sawit Oleh Masyarakat Lokal (Kasus di Desa Kungkai Baru, Kecamatan Air Periukan, Kabupaten Seluma – Bengkulu) Jhon Firison; Andi Ishak; Taufik Hidayat
AGRITEPA: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 5 No 2 (2018)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.584 KB) | DOI: 10.37676/agritepa.v5i2.776

Abstract

Tumbuhan bawah pada tegakan kelapa sawit seringkali dianggap sebagai gulma yang merugikan petani, padahal tumbuhan bawah memiliki banyak manfaat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi manfaat tumbuhan bawah pada tegakan kelapa sawit oleh masyarakat lokal di Desa Kungkai Baru, Kecamatan Air Periukan, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus sampai dengan September 2018. Identifikasi tumbuhan bawah yang telah dimanfaatkan masyarakat lokal dilakukan melalui pengamatan lapangan dan wawancara dengan empat orang petani sebagai informan kunci untuk menggali informasi tentang manfaat tumbuhan bawah. Jenis-jenis tumbuhan bawah diidentifikasi dengan menggunakan buku panduan identifikasi dan situs internet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 27 spesies tumbuhan bawah dari 25 genus dan 15 famili yang telah dimanfaatkan oleh masyarakat. Sebanyak 19 spesies tumbuhan bawah (70,37%) dimanfaatkan sebagai pakan ternak sapi potong, 11 spesies (40,74%) untuk obat herbal, dan 3 spesies (11,11%) untuk bahan kuliner. Kata Kunci : tumbuhan bawah, kelapa sawit, pemanfaatan, masyarakat lokal.
Karakterisasi Sumberdaya Pangan Lokal Spesifik Daerah di Kabupaten Muko-muko Provinsi Bengkulu Hesti Nur'aini; Andika Saputra
AGRITEPA: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 5 No 2 (2018)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.292 KB) | DOI: 10.37676/agritepa.v5i2.777

Abstract

Pangan lokal merupakan salah satu kekayaan alam yang mempunyai potensi cukup tinggi untuk dikembangkan demi kemajuan suatu daerah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis makronutrien komoditas pangan lokal yang ada di Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu. Tahapan penelitian yang dilakukan meliputi identifikasi produk pangan lokal, inventarisasi metode pengolahan dan analisis makronutrien produk pangan lokal di Kabupaten Mukomuko. Analisis makronutrien yang dilakukan meliputi kadar karbohidrat, protein dan lemak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kabupaten Mukomuko memiliki produk pangan lokal sebanyak 12 (dua belas) jenis, yang terdiri dari makanan atau lauk pauk sebanyak 6 (enam) jenis yaitu rendang lokan, sambal lokan, sate lokan, krasak mungkus, samba nioh, ikan kering kurau dan jajanan (cemilan) sebanyak 6 (enam) jenis yaitu juodak karyok, juodak sangengek, juodak itai, juodak sagon kering, atau kerupuk tortila. Hasil analisis makronutrien juodak itai menunjukkan kadar karbohidrat sebesar 25,29%, kadar protein 4,62% dan kadar lemak 8,63%, sedangkan untuk juodak sangengek, menunjukkan kadar karbohidrat 18,14%, kadar protein 3,12% dan kadar lemak 22,36%. Selanjutnya, juodak sagon pasir memiliki kadar karbohidrat 16,38%, kadar protein 2,58% dan kadar lemak 1,86%. Kata kunci : pangan lokal, Kabupaten Mukomuko, makronutrien
Analisis Protein Kecap Ikan Belut (Monopterus albus) dengan Variasi Volume Ekstrak Nanas (Ananas comosus) Lina Widawati
AGRITEPA: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 5 No 2 (2018)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.869 KB) | DOI: 10.37676/agritepa.v5i2.778

Abstract

Ikan belut memiliki kandungan protein tinggi (18,49%) sehingga ikan belut dapat diolah menjadi kecap. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar protein kecap ikan belut dan kualitas kecap ikan belut melalui uji organoleptik dengan penambahan volume ekstrak nanas. Rancangan penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan variasi volume ekstrak nanas (5%, 10%, dan 15%). Analisis yang dilakukan adalah analisis protein dan analisis organoleptik (uji pembanding). Hasil penelitian didapat bahwa semakin tinggi volume ekstrak nanas maka semakin meningkat kadar protein yang dihasilkan, dimana kadar protein kecap ikan belut paling tinggi adalah pada kecap ikan belut dengan variasi volume ekstrak nanas 15% sebesar 10,57%. Berdasarkan parameter warna panelis menilai warna kecap ikan belut dengan variasi volume ekstrak nanas 5% berbeda dengan kontrol, sedangkan pada kecap ikan belut dengan variasi volume ekstrak nanas 10% dan 15% hampir sama dengan kontrol. Berdasarkan parameter rasa panelis menilai rasa kecap ikan belut dengan variasi volume ekstrak nanas 5% dan 10% berbeda dengan kontrol, sedangkan kecap ikan belut dengan variasi volume ekstrak nanas 15% hampir sama dengan kontrol. Berdasarkan parameter aroma panelis menilai kecap ikan belut dengan variasi volume ekstrak nanas 5% sangat berbeda dengan kontrol, variasi volume ekstrak nanas 10% berbeda dengan kontrol, dan variasi volume ekstrak nanas 15% hampir sama dengan kontrol. Berdasarkan parameter tekstur panelis menilai kecap ikan belut dengan variasi volume ekstrak nanas 5% lebih encer dibanding kontrol, sedangkan tekstur kecap ikan dengan variasi volume ekstrak nanas 10% dan 15% sama dengan kontrol. Kata Kunci : ikan belut, kecap ikan, protein, ekstrak nanas
Substitusi Tepung Sukun Pada Pengolahan Kue Perut Punai Merdian Merdian; Methatias Ayu Moulina
AGRITEPA: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 5 No 2 (2018)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.458 KB) | DOI: 10.37676/agritepa.v5i2.780

Abstract

Kue perut punai adalah salah satu olahan lokal yang dibuat oleh masyarakat Kota Bengkulu yang berbahan tepung beras. Tingginya tingkat penggunaan tepung beras, membuat banyak alternatif diupayakan untuk mengurangi pemakaian tepung beras. Salah satu alternatif yang dapat dilakukan ialah subtitusi terhadap tepung beras. Tepung sukun tinggi akan karbohidrat, mineral, vitamin, dan serat sehingga dapat meningkatkan kualitas nilai buah sukun pada kalangan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh subtitusi tepung sukun terhadap sifat karbohidrat dan kadar air dari kue perut punai, dan untuk menganalisis pengaruh perlakuan tepung sukun terhadap sifat organoleptik (rasa, warna, aroma) kue perut punai. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 variasi subtitusi yaitu tepung sukun tanpa modifikasi (0% tepung sukun, 25% tepung sukun, 50% tepung sukun), dan sukun modifikasi (0% tepung sukun, 25% tepung sukun, 50% tepung sukun), serta menggunakan 6 variasi perlakuan komposisi. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu kue perut punai dengan subtitusi tepung sukun tanpa modifikasi menghasilkan nilai kadar air antara 1,94 % - 5,53%, kadar karbohidrat antar 37,29% - 39,51% sedangkan untuk tepung sukun yang modifikasi menasilkan kadar air antara 1,75% - 7,23%, kadar karbohidrat antara 37,40 - 39,18%. Kue perut punai dengan subtitusi tepung sukun tanpa modifikasi dan tepung sukun modifikasi 50% : 50% tepung beras memiliki kualitas paling baik ditinjau dari sifat kimia yaitu : kadar air, kadar karbohidrat, serta dari sifat fisik orangoleptik yaitu : warna, rasa aroma. Kata kunci : tepung sukun, tepung beras, kue perut punai, tepung modifikasi
Analisis Mutu Kerupuk Talas Dengan Perlakuan Bahan Dasar dan Penambahan NaHCO3 Selvia Oktaviani
AGRITEPA: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 5 No 2 (2018)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.458 KB) | DOI: 10.37676/agritepa.v5i2.781

Abstract

Talas merupakan salah satu sumber karbohidrat yang mempunyai potensi tinggi untuk dikembangkan menjadi produk pangan. Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk menganalisis sifat kimia, fisik dan organoleptik kerupuk talas dengan perlakuan bahan dasar dan penambahan NaHCO3, serta untuk mendapatkan jumlah konsentrasi penambahan bahan dasar dan NaHCO3 yang tepat dalam pembuatan kerupuk talas terhadap sifat organoleptik. Penelitian dilakukan 2 tahap, yaitu pembuatan kerupuk talas dengan perlakuan bahan baku dan penambahan natrium bikarbonat NaHCO3 dengan variasi konsentrasi 0,4%, 0,8 dan 1,2% serta tahap analisis. Analisis yang dilakukan meliputi kadar air, volume pengembangan dan uji sensoris untuk menentukan tingkat kesukaan konsumen terhadap kerupuk talas berdasarkan parameter warna, rasa dan kerenyahan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air tertinggi pada sampel kerupuk talas adalah dengan bahan dasar tepung talas 150 g + tapioka 50 g, konsentrasi 0,4% yaitu sebesar 11,342%. Selanjutnya, volume pengembangan kerupuk talas tertinggi terdapat pada perlakuan bahan dasar tepung talas 50 g + tapioka 150 g dengan konsentrasi 1,2% yaitu sebesar 650,233% serta nilai tekstur tertinggi terdapat pada perlakuan bahan dasar tepung talas 50 g + tapioka 150 g dengan konsentrasi 1,2% yaitu sebesar 63,05%. Hasil uji sensoris menunjukkan bahwa kerupuk talas yang paling disukai oleh panelis adalah kerupuk dengan bahan dasar tepung talas 150 g + tapioka 50 g, konsentrasi 0,4% yaitu sebesar 1,60 dengan kategori sangat menarik, untuk parameter warna, kerupuk talas dengan bahan dasar tepung talas 150 g + tapioka 50 g, konsentrasi 0,4% yaitu sebesar 1,75 dengan kategori sangat enak, untuk parameter rasa dan kerupuk talas dengan bahan dasar tepung talas 150 g + tapioka 50 g, konsentrasi 1,2% yaitu sebesar 1,25 dengat kategori sangat renyah, untuk parameter tekstur. Kata kunci : talas, kerupuk talas, natrium bikarbonat (NaHCO3)
Pengaruh Perbedaan Jenis Ikan (Ikan Laut dan Ikan Air Tawar) dan Penambahan Ekstrak Kunyit Terhadap Mutu Kamaboko Erwin Susanto; Andwini Prasetya
AGRITEPA: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 5 No 2 (2018)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.765 KB) | DOI: 10.37676/agritepa.v5i2.782

Abstract

Rendahnya konsumsi protein yang berasal dari ikan karena belum banyaknya penganekaragaman produk ikan yang disenangi masyarakat sehingga perlu adanya pengolahan ikan air tawar (ikan mujair) dan ikan laut (ikan gebur) menjadi kamaboko sebagai salah satu alternatifnya. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan menganalisis pengaruh perbedaan jenis ikan (ikan laut dan ikan air tawar) dan penambahan ekstrak kunyit terhadap mutu kamabako dan mengetahui jumlah perlakuan kombinasi terbaik antara jenis ikan (ikan laut dan ikan air tawar) dan penambahan ekstrak kunyit yang berkualitas baik dan disukai konsumen. Metode penelitian meliputi pengolahan kamaboko dengan perlakuan jenis ikan yaitu ikan air tawar (ikan mujair) dan ikan laut (ikan gebur) serta penambahan ekstrak kunyit 0 %, 2 % dan 4 %. Hasil analisis kadar air Kamaboko perlakuan jenis ikan yaitu ikan air tawar (ikan mujair) dan ikan laut (ikan gebur) dengan penambahan ekstrak kunyit 0 %, 2 %, dan 4 % berkisar antara 62,247 sampai dengan 68,487, sedangkan analisa protein Kamaboko berbeda tidak nyata pada taraf signifikan 5% berkisar antara 12,700% sampai dengan 13,780%. Hasil analisa tekstur kamaboko berkisar antara 62,247% hingga 70,423 g/mm2. Tingkat kesukaan panelis terhadap kamaboko perlakuan jenis ikan yaitu ikan air tawar (ikan mujair) dan ikan laut (ikan gebur) dengan penambahan ekstrak kunyit 0%, 2%, dan 4% menunjukkan berbeda tidak nyata berdasarkan parameter warna, rasa dan tekstur. Namun kombinasi terbaik untuk menghasilkan mutu Kamaboko berkualitas baik dan disukai konsumen yaitu pada perlakuan ikan mujair dengan penambahan kunyit 2%, dan perlakuan ikan gebur dengan penambahan kunyit 4%. Kata Kunci: kamaboko, ekstrak kunyit, jenis ikan
Perbaikan Pertumbuhan dan Hasil Kacang Tanah Di Tanah Ultisol dengan Aplikasi Pupuk P dan K Edi Susilo; Parwito Parwito; Hesti Pujiwati
AGRITEPA: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 6 No 1 (2019)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.237 KB) | DOI: 10.37676/agritepa.v6i1.804

Abstract

Kacang tanah merupakan salah satu tanaman pangan penting di Indonesia dan mempunyai peran strategis dalam perekonomian nasional, mengingat fungsinya yang multiguna, sebagai sumber pangan, pakan, dan bahan baku industri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuai dan mendapatkan dosis pupuk P dan K yang tepat untuk perbaikan tanaman kacang tanah di tanah Ultisol. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Ratu Samban Arga Makmur Kabupaten Bengkulu Utara pada bulan Desember 2018 sampai Maret 2019. Bahan penelitian yang digunakan adalah benih kacang tanah varietas Talam, pupuk organik, pupuk TSP, KCl, Urea dan tanah Ultisol. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok pola faktorial dua faktor. Faktor pertama perlakuan pupuk P berasal dari TSP terdiri atas empat taraf yaitu 3 g tan-1, 4 g tan-1, 5 g tan-1, dan kontrol. Faktor kedua perlakuan pupuk K berasal dari KCl terdiri atas empat taraf yaitu 3 g tan-1, 4 g tan-1, 5 g tan-1, dan kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan TSP 4 g tan-1 menghasilkan komponen vegetatif dan generatif kacang tanah terbaik. Pada perlakuan kalium tidak terdapat perbedaan yang nyata terhadap semua variabel pengamatan, namun terdapat kecenderungan, perlakuan pupuk KCl 4 g tan-1 menghasilkan komponen generatif yang lebih baik. Tidak terdapat interaksi antara phosfor dan kalium yang nyata terhadap semua variabel pengamatan kacang tanah. Kata kunci : kacang tanah, phosfor, kalium, Ultisol.
Pemanfaatan Jamur Tandan Kosong Kelapa Sawit (Volvariellavolvacea) Sebagai Bahan Baku Sosis Sapi Lina Widawati; Eva Ramalia Sari
AGRITEPA: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 6 No 1 (2019)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.897 KB) | DOI: 10.37676/agritepa.v6i1.805

Abstract

Jamur merupakan sumber makanan yang memiliki kandungan gizi tinggi. Tingginya kandungan protein jamur tandan kosong kelapa sawit diharapkan dapat memberikan kontribusi nilai protein pada sosis sapi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh substitusi jamur tandan kosong kelapa sawit dengan tepung talas termodifikasi terhadap mutu sosis sapi. Metode dalam penelitian ini meliputi proses pembuatan tepung talas termodifikasi serta pengolahan sosis sapi dengan substitusi jamur tandan kosong kelapa sawit. Analisis penelitian ini meliputi kadar protein, tekstur serta sifat organoleptik sosis daging sapi. Hasil analisis kandungan protein sosis berkisar antara 13,15% hingga 16,02%. Hasil analisis tekstur sosis berkisar antara 2,78 mm/gram detik hingga 4,41 mm/gram detik. Hasil penilaian uji organoleptik terhadap warna sosis tidak berbeda nyata pada semua perlakuan, panelis menilai warna sosis pada skala suka. Penilaian rasa sosis dengan rerata berkisar antara antara 3,30 (agak suka) hingga 4,30 (suka). Penilaian rerata tekstur sosis berkisar antara 3,00 (agak suka) hingga 4,40 (suka). Kata Kunci :jamur tandan kosong kelapa sawit, sosis sapi, protein

Page 8 of 26 | Total Record : 260