cover
Contact Name
Andi Alim Syahri
Contact Email
andialims@unismuh.ac.id
Phone
+6285255384303
Journal Mail Official
sigma@unismuh.ac.id
Editorial Address
Prodi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar Jln. Sultan Alauddin No. 259 Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
SIGMA: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 28053610     EISSN : 27467503     DOI : https://doi.org/10.26618/sigma
Core Subject : Education,
The aim of this journal is to publish research in mathematics education including teaching and learning, curriculum development, learning environments, teacher education, educational technology, and educational development from many kinds of research such as survey, research and development, experimental research, classroom action research, etc.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 1: Juni 2020" : 12 Documents clear
Analisis Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis dalam Menyelesaikan Soal Persamaan Linear Satu Variabel Ditinjau dari Kemampuan Awal Siswa Kelas VII SMP Negeri 6 Makassar Muhammad Rizal Usman
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 12, No 1: Juni 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.74 KB) | DOI: 10.26618/sigma.v12i1.5296

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 6 Makassar tahun ajaran 2019/2020, tujuan penelitian yang ingin dicapai adalah mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif matematis dalam menyelesaikan soal persamaan linear satu variabel ditinjau dari kemampuan awal siswa kelas VII SMP Negeri 6 Makassar. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII. Pengambilan subjek penelitian dengan melihat hasil tes kemampuan awal matematika siswa hingga memperoleh subjek yang diinginkan yaitu siswa yang memiliki kriteria kemampuan awal matematika tinggi, sedang, dan rendah. Subjek yang diambil sebanyak 3 orang siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan tes yang berupa tes tertulis dan non tes yang berupa wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah model Miles and Huberman yang meliputi 3 tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi (penarikan kesimpulan). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa subjek berkemampuan awal tinggi, memenuhi indikator-indikator berpikir kreatif kefasihan (fluency), keluwesan (flexibility) dan keaslian (originality). Jadi, dapat di simpulkan bahwa subjek yang berkemampuan awal tinggi memiliki kemampuan berpikir kreatif tingkat tengah. Subjek berkemampuan awal sedang, memenuhi indikator-indikator berpikir kreatif kefasihan (fluency), keluwesan (flexibility), keaslian (originality) dan keterincian (elaboration). Jadi, dapat di simpulkan bahwa subjek yang berkemampuan awal sedang memiliki kemampuan berpikir kreatif tingkat atas. Subjek berkemampuan awal rendah, memenuhi indikator-indikator berpikir kreatif kefasihan (fluency), dan keaslian (originality). Jadi, dapat di simpulkan bahwa subjek yang berkemampuan awal rendah memiliki kemampuan berpikir kreatif tingkat bawah.
ANALISIS KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIKA SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA DITINJAU DARI KEMAMPUAN PENYELESAIAN SOAL SISWA KELAS XI Nur Khalisa Syafar; Nurdin Arsyad; Djadir Djadir
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 12, No 1: Juni 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.707 KB) | DOI: 10.26618/sigma.v12i1.3915

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi dengan adanya kesulitan-kesulitan yang dialami siswa dalam menyelesaikan soal cerita. Rata-rata kesulitan-kesulitan tersebut muncul karena rendahnya kemampuan koneksi matematika yang dimiliki oleh siswa. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kemampuan koneksi siswa kelas XI dari beberapa kategori yang dikelompokkan berdasarkan kemampuan penyelesaian soal siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metodelogi penelitian deskriptif.  Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes kemampuan penyelesaian soal untuk memilih subjek, tes kemampuan koneksi matematika untuk mengetahui kemampuan koneksi matematika subjek secara tertulis, dan wawancara untuk mengetahui kemampuan koneksi matematika siswaa secara lisan sekaligus sebagai triangulasi metode. Selain triangulasi metode, penelitian ini juga menggunakan triangulasi waktu pada tahap wawancara. Subjek yang dipilih berujumlah 6 orang siswa dari kelas XI yang mewakili tiap kategori tes kemampuan penyelesaian soal. Subjek yang terpilih terdiri dari 2 orang dari kategori kemampuan penyelesaian soal tinggi, 2 orang dari kategori kemampuan penyelesaian soal sedang, dan 2 orang dari kategori kemampuan penyelesaian soal rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan kategori kemampuan penyelesaian soal tinggi mampu memenuhi 2 dari 3 indikator koneksi matematika. Siswa dengan kategori kemampuan penyelesaian soal sedang mampu memenuhi 1 dari 3 indikator koneksi matematika, dan siswa dengan kategori kemampuan penyelesaian soal rendah tidak mampu memenuhi ketiga indikator koneksi matematika This research is motivated by the difficulties experienced by students in solving story problems. The average of these difficulties arises because of the low ability of the mathematical connections possessed by students. The purpose of this study was to find out how the connection ability of class XI from several categories were grouped based on students' problem solving abilities. The type of research used is qualitative research with descriptive research methodology. The research instrument used was a test of problem solving ability to select subjects, test the ability of mathematical connections to determine the ability of the subject's mathematical connections in writing, and interviews to determine the ability of students' mathematical connections orally as well as triangulation methods. In addition to method triangulation, this study also uses time triangulation in the interview stage. The selected subjects consisted of 6 students from class XI who represented each test category of problem solving abilities. The subjects selected consisted of 2 people from the category of high problem solving abilities, 2 people from the medium problem solving ability category, and 2 people from the low problem solving ability category. The results showed that students with high problem solving ability categories were able to meet 2 of the 3 mathematical connection indicators. Students with the ability to solve the medium problem were able to fulfill 1 of the 3 indicators of mathematical connections, and students with the low problem solving ability category were not able to fulfill the three mathematical connection indicators.
IMPLEMENTASI PENDEKATAN ETNOMATEMATIKA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA Ajmain Ajmain; Herna Herna; Sitti Inaya Masrura
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 12, No 1: Juni 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.288 KB) | DOI: 10.26618/sigma.v12i1.3910

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas, penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan pembelajaran matematika dengan pendekatan etnomatematika sebagai upaya untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa dikelas VII  MTs yayasan Perama Tutallu pada materi segitiga dan segiempat. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah teshasil belajar, angket respon siswa, dan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum dengan mengimplementasikan pendekatan etnomatematika dalam pembelajaran matematika dapat meningkatkan hasil belajarsiswa
ANALISIS KEMAMPUAN MAHASISWA CALON GURU DALAM PROJECT BASED LEARNING, VIDEO PEMBELAJARAN Khadijah Khadijah; Nursakiah Nursakiah
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 12, No 1: Juni 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.929 KB) | DOI: 10.26618/sigma.v12i1.3916

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan dan menganalisis kemampuan-kemampuan yang telah dimiliki mahasiswa calon guru setelah melaksanakan Project Based Learning (PjBL) video pembelajaran di STKIP Pembangunan Indonesia. Tahapan Project Based Learning (PjBL) video pembelajaran terdiri atas: (1) pra proyek, yaitu: (a) penyampaian proyek dan ketentuan-ketentuannya, penjelasan materi perkuliahan, pembagian kelompok dan materi proyek; (2) pelaksanaan proyek dan evaluasi. Subjek penelitian sebanyak 37 orang mahasiswa dalam 7 kelompok proyek. Data-data penelitian dikumpulkan dalam bentuk file video pembelajaran hasil karya mahasiswa dan laporan pelaksanaan proyek. Teknik analisis data berdasarkan indikator analisis kemampuan pembuatan video pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dengan mengikuti rubrik Final Report Proyek Video Pembelajaran oleh Santyasa, dengan komponen yang diniliai terdiri atas: (1) format laporan, (2) deskripsi temuan, (3) pembahasan, (4) kesimpulan, (5) daftar pustaka. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh 86 % dari keseluruhan kelompok atau sebanyak 6 dari 7 kelompok memenuhi kriteria 4 dalam penilaian format laporan, berarti masuk dalam kriteria lengkap, sistematis dan bahasannya tidak lugas, dan menunjukkan kemampuan kognitif pada tingkatan C2 memahami (understand) dan C3 menerapkan (apply); dalam penilaian deskripsi temuan 71 % memenuhi kriteria 3 yaitu tidak lengkap, sistematis dan ada upaya mencapai tujuan, yang menunjukkan kemampuan C4 menganalisis (analyse); dalam penilaian pada pembahasan 57 % memenuhi kriteria 5 yaitu menyajikan isu, mengungkap temuan, ada justifikasi temuan, dan ada implikasi temuan, yang menunjukkan kemampuan kognitif C6 membuat (create) dan kemampuan penyampaian materi yang lengkap; dalam penyajian kesimpulan 57 % memenuhi kriteria 5 yaitu lengkap, sesuai tujuan, dan tepat; untuk komponen daftar pustaka 57 % memenuhi kriteria 4 yaitu bervariasi, mutakhir, penulisan tidak tepat. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dalam pelaksanaan Project Based Learning (PjBL) video pembelajaran, mahasiswa calon guru mampu memiliki kemampuan kognitif hingga pada tingkatan C6 membuat (create) dan mahasiswa calon guru memiliki kemampuan menyampaikan materi yang lengkap dan tepat. The purpose of this study was to describe and analyze the abilities of pre service teacher after implementing Project Based Learning (PjBL) learning videos at STKIP Pembangunan Indonesia. Project Based Learning (PjBL) stages of learning video consist of: (1) pre-project, namely: (a) project submission and its provisions, explanation of lecture material, group division and project material; (2) project implementation and evaluation. Research subjects were 37 students in 7 project groups. Research data were collected in the form of video files of student work and project implementation reports. The data analysis technique was based on an indicator of the ability to produce Project Based Learning (PjBL) learning videos by following the Final Report of the Learning Videos Project by Santyasa, with the assessed components consist of: (1) report format, (2) description of findings, (3) discussion , (4) conclusion, (5) bibliography. Based on the results of the study obtained 86% of the whole group or as many as 6 out of 7 groups met criterion 4 in the assessment of the report format, meaning that it was included in the complete, systematic criteria and the discussion was not straightforward, and showed cognitive ability at the level of C2 understanding and C3 apply; in the assessment of the description of the findings 71% meet criteria 3, which are incomplete, systematic and there are efforts to achieve the objectives, which shows the ability of C4 analyze; in the assessment of the discussion 57% meet criteria  5, namely presenting the issue, revealing the findings, there was justification of the findings, and there were implications of the findings, which showed C6's cognitive ability to create and the ability to deliver complete material; in the presentation of conclusions 57% meet the criteria of 5, which are complete, in accordance with the objectives, and appropriate; for the bibliography component 57% meet criterion 4 which is varied, current, incorrect writing. Thus it can be concluded that in the implementation of Project Based Learning (PjBL) learning videos, pre service teacher were able to have cognitive abilities up to the C6 level create and pre service teacher had the ability to deliver complete and accurate material.
PENGARUH BIMBINGAN BELAJAR TERHADAP KESULITAN BELAJAR MATEMATIKA PADA MURID KELAS IV SD INPRES BERTINGKAT BUTUNG KECAMATAN WAJO KOTA MAKASSAR S. Akhmad Ilyas; Muh. Yamin Wahab; Sitti Fithriani Saleh
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 12, No 1: Juni 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.928 KB) | DOI: 10.26618/sigma.v12i1.3912

Abstract

Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian korelasional yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara bimbingan belajar dengan kesulitan belajar matematika Siswa SD Inpres Bertingkat Butung. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Siswa SD Inpres Bertingkat Butung. Sampelnya yaitu Siswa kelas IV SD Inpres Bertingkat Butung yang berjumlah 36 orang dengan menggunakan metode total sampling. Hasil analisis statistik deskriftif menunjukkan bahwa Bimbingan belajar Siswa kelas IV SD Inpres Bertingkat Butung secara kualitatif dikategorikan baik dengan skor rata-rata 85,88 dan angket kesulitan belajar matematika secara kualitatif dikategorikan “rendah” dengan skor rata-rata 14,41. Analisis korelasi sederhana digunakan dalam menguji pengaruh antara Bimbingan belajar dengan kesulitan belajar matematika Siswa SD Inpres Bertingkat Butung. Hasil penelitian dengan menggunakan 36 responden tersebut menunjukkan hasil sebagai berikut : didapat bahwa thitung sebesar 2,643 lebih besar dari nilai ttabel sebesar 1,690 atas dasar taraf signifikan sebesar 5 % dengan jumlah responden 36 orang. Variabel kesulitan belajar yang disebarkan pada ke 36 Siswa yang terpilih sebagai responden penelitian dengan menggunakan angket terdapat 6 orang dalam kategori sangat rendah, 13 orang dalam kategori rendah, 8 orang dalam kategori sedang, 9 orang dalam kategori tinggi, dan tidak ada Siswa dalam kategori sangat tinggi, sedangkan variabel bimbingan belajar diperoleh dari nilai tes hasil ulangan tengah semester pada mata pelajaran Matematika terdapat 10 orang dalam kategori sangat baik, 11 orang dalam kategori baik, 3 orang dalam kategori cukup baik, 8 orang dalam kategori kurang, dan 4 orang dalam kategori sangat kurang. Berdasarkan uraian diatas maka dapat disimpulkan bahwa dari tabel Distribusi t untuk  a = 0,05 dan dk n-2 =34 diperoleh t tabel = 1,690. Katena t hitung lebih besar dari t tabel 2,643 1,690 maka Ho ditolak sehingga disimpulkan terdapat Pengaruh yang signifikan antara Bimbingan Belajar dengan Hasil Belajar Matematika. Dan dikatakan korelasi “cukup kuat” yang ditunjukkan oleh harga rhitung sebesar 0,413.
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE INSIDE OUTSIDE CIRCLE (IOC) Sultan Sultan
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 12, No 1: Juni 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.368 KB) | DOI: 10.26618/sigma.v12i1.3918

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan pembelajaran matematika melalui model Kooperatif Tipe inside outside circle pada siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Pallangga Tahun Ajaran 2018/2019. Jenis penelitian ini adalah penelitian pra-eksperimen yang melibatkan satu kelas sebagai kelas eksperimen. Penelitian ini mengacu pada tiga kriteria keefektifan pembelajaran yaitu tercapainya ketuntasan belajar secara klasikal, peningkatan hasil belajar, aktivitas siswa yang berkaitan dengan kegiatan pembelajaran, dan respons positif siswa. Desain penelitian yang digunakan adalah One Group Pretest-Posttest Design, yaitu sebuah eksperimen yang dilaksanakan tanpa adanya kelompok pembanding (kontrol). Subjek  dalam penelitian ini yaitu siswa kelas VIII.A SMP Negeri 5 Pallangga sebanyak 36 orang sebagai kelas uji coba. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah tes hasil belajar untuk mengukur hasil belajar, teknik observasi aktivitas siswa untuk mengamati aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung, teknik observasi keterlaksanaan pembelajaran untuk mengamati kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran sesuai dengan RPP, dan angket respons siswa untuk mengetahui tanggapan siswa terhadap pelaksanaan pembelajaran matematika melalui model Kooperatif tipe inside outside cirle. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) skor rata-rata tes hasil belajar matematika siswa melalui model Kooperatif tipe inside outside circle adalah 86,61 dengan standar deviasi 8,9. Dari hasil tersebut diperoleh bahwa 36 siswa (89%) telah mencapai ketuntasan individu dan ini berarti bahwa ketuntasan secara klasikal telah tercapai. (2) Terjadi peningkatan hasil belajar siswa dimana nilai rata-rata gain ternormalisasi yaitu 0,78 dan umumnya berada pada kategori tinggi. (3) Rata-rata persentase frekuensi aktivitas siswa untuk setiap indikator mencapai kriteria efektif, yaitu 83%. (4) Respons siswa menunjukkan bahwa respons siswa terhadap model Kooperatif tipe Inside outside circle positif yaitu 83%. Hasil analisis statistik inferensial pada uji normalitas menunjukkan skor rata - rata pretest nilai Pvalue α yaitu 0,164 0,05 dan skor rata – rata posttest Pvalue  α yaitu 0,200 0,05 dengan Zhitung  ≥ - Ztabel   = 1,8571≥ -1,64. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa model Kooperatif tipe Inside outside circle (IOC) efektif diterapkan dalam pembelajaran matematika pada siswa kelas VIII.A SMP Negeri 5 Pallangga.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE EXAMPLES NON EXAMPLES Muh. Satria
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 12, No 1: Juni 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.6 KB) | DOI: 10.26618/sigma.v12i1.3901

Abstract

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika pada siswa kelas VIIA SMP Negeri 25 Bulukumba pada semester ganjil tahun pelajaran 2018-2019 melalui model pembelajaran kooperatif tipe Examples Non Examples. Subjek penelitian ini adalah kelas VIIA SMP Negeri 25 Bulukumba dengan jumlah siswa 37 orang yang terdiri dari 12 laki-laki dan 25 perempuan. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 (dua) siklus tiap siklus terdiri dari lima kali pertemuan. Pada pelaksanaanya pembelajaran kooperatif tipe Examples Non Examples merupakan suatu tindakan yang diberikan untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa. Data yang terkumpul dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa hasil belajar matematika siswa kelas VIIA SMP Negeri 25 Bulukumba meningkat dari siklus I ke siklus II. Setelah dilakukan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Examples Non Examples selama dua siklus, diperoleh hasil sebagai berikut: (1) Hasil belajar matematika siswa pada siklus pertama berada pada ketegori rendah, dengan skor rata-rata 63,19. Skor tertinggi 92 dan skor terendah 30 dari skor maksimal yang mungkin dicapai yaitu 100 dengan standar deviasi 20,54. (2) Hasil belajar matematika siswa pada siklus kedua berada pada kategori tinggi dengan skor rata-rata 87,57. Skor tertinggi 100 dan skor terendah 60 dari skor maksimum yaitu 100 dengan standar deviasi 10,97. (3) Dari hasil analisis menunjukkan adanya perubahan yang terjadi pada sikap siswa selama proses pembelajaran sesuai dengan hasil observasi, yaitu dengan adanya penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Examples Non Examples dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas VIIA SMP Negeri 25 Bulukumba, maka dari itu model pembelajaran kooperatif tipe Examples Non Examples efektif diterapkan dalam pembelajaran matematika pada siswa Kelas VIIA SMP Negeri 25 Bulukumba
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA DITINJAU DARI PERBEDAAN GENDER PADA SISWA KELAS VIII.1 SMP NEGERI 2 LABAKKANG Resky Hidayanti; Alimuddin Alimuddin; Andi Alim Syahri
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 12, No 1: Juni 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.71 KB) | DOI: 10.26618/sigma.v12i1.3913

Abstract

Masalah utama dalam penelitian ini yaitu bagaimana kemampuan berpikir kritis dalam memecahkan masalah matematika ditinjau dari perbedaan gender pada siswa kelas VIII.1 SMP Negeri 2 Labakkang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kritis siswa dalam memecahkan masalah matematika ditinjau dari perbedaan gender. Analisis keterampilan berpikir kritis dalam penelitian ini menggunakan kriteria dari Ennis yang terdiri dari Focus, Reason, Inference, Clarity and Overview. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII.1 SMP Negeri 2 Labakkang sebanyak empat orang siswa yaitu dua orang siswa laki-laki dan dua orang siswa perempuan. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrumen utama yaitu peneliti sendiri dan instrumen pendukung berupa tes pemecahan masalah dan pedoman wawancara. Teknik pengumpulan data yaitu teknik tes dan teknik non tes. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan yaitu tahap reduksi data, tahap penyajian data dan tahap penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada subjek laki-laki memenuhi lima kriteria berpikir kritis yaitu Focus, Reason, Inference, Situation, Clarity, sementara kriteria overview tidak terpenuhi. Sedangkan pada subjek perempuan memenuhi semua kriteria berpikir kritis yaitu Focus, Reason, Inference, Situation, Clarity dan Overview. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa perempuan lebih baik dari laki-laki dalam hal keterampilan berpikir kritis karena perempuan melakukan pengecekan kembali secara menyeluruh yaitu pada indikator overview dan terdapat perbedaan dalam prosesnya. The main problem in this study is how critical thinking skills in solving mathematical problems in terms of gender differences in students of class VIII.1 SMP Negeri 2 Labakkang. This study aims to analyze students' critical thinking skills in solving mathematical problems in terms of gender differences. Analysis of critical thinking skills in this study uses the criteria of Ennis consisting of Focus, Reason, Inference, Clarity and Overview. This type of research is a descriptive study with a qualitative approach. The subjects in this study were eighth grade students of SMP Negeri 2 Labakkang with four students, namely two male students and two female students. The research instrument used in this study is the main instrument that is the researcher himself and the supporting instruments in the form of problem solving tests and interview guidelines. Data collection techniques namely test techniques and non-test techniques. While the data analysis techniques used are the data reduction stage, the data presentation stage and the conclusion drawing stage. The results showed that male subjects met the five criteria of critical thinking, namely Focus, Reason, Inference, Situation, Clarity, while the overview criteria were not met. Whereas the female subject fulfills all the criteria of critical thinking, namely Focus, Reason, Inference, Situation, Clarity and Overview. Based on the results of this study, it can be concluded that women are better than men in terms of critical thinking skills because women do a thorough re-checking of the indicator overview and there are differences in the process. 
UPAYA MENGATASI KESULITAN-KESULITAN SISWA PADA MATERI ALJABAR MELALUI MODEL PEMBELAJARAN INQUIRI Nidia Winda Sari; Nissia Dzimar Sabrina
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 12, No 1: Juni 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.521 KB) | DOI: 10.26618/sigma.v12i1.3920

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meminimalisir kesulitan-kesulitan siswa pada materi aljabar melalui model pembelajaran inquiri . Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode library research yang menjabarkan apa yang menjadi perhatian dari penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk. Berdasarkan literature beberapa kesulitan yang dialami siswa pada materi aljabar disebabkan oleh kurangnya kemampuan pemecahan masalah matematis siswa, kurangnya kemampuan berpikir kritis, kurangnya kemampuan penalaran matematis siswa sehingga mempengaruhi hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa model pembelajaran inquiri dapat meminimalisir kesulitan-kesulitan belajar matematika siswa. Model pembelajaran inquiri dapat mempengaruhi kemampuan pemecahan masalah matematis, kemampuan penalaran matematis, kemampuan berpikir kritis siswa sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa . Dengan kemandirian belajar siswa dapat menyebabkan siswa lebih aktif sebelum dan sesudah pembelajaran matematika berlangsung.This research aims to minimize student difficulties in algebra material through inquiry learning models. The method used in this study is the library research method that describes what is the concern of research. This research aims to. Based on the literature some of the difficulties experienced by students in algebraic material are caused by the lack of students 'mathematical problem solving abilities, lack of critical thinking skills, lack of students' mathematical reasoning abilities so that it affects student learning outcomes. Based on the results of the study it was found that the inquiry learning model can minimize students' mathematical learning difficulties. Inquiry learning model can affect the mathematical problem solving ability, the ability of students 'reasoning, students' critical thinking skills so that it can improve student learning outcomes. With the independence of student learning can cause students to be more active before and after mathematics learning takes place  
KOMPARASI HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA YANG DIAJAR MELALUI MODEL KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE DENGAN TIPE TEAM GAMES TOURNAMENT PADA KELAS IX SMP MUHAMMADIYAH 12 MAKASSAR Alfi Nurkhauly; Hastuty Musa
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 12, No 1: Juni 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.582 KB) | DOI: 10.26618/sigma.v12i1.3902

Abstract

Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi experiment yang melibatkan dua kelas sebagai kelas eksperiment dengan tujuan untuk mengetahui perbandingan hasil belajar belajar matematika yang diajar Melalui Model Kooperatif Tipe TPS dengan Tipe TGT Pada Siswa Kelas IX SMP Muhammadiyah 12 Makassar tahun ajaran 2019/2020. Desain penelitian yang digunakan adalah nonequivalent control grup design. Sampel dalam penelitian ini yaitu siswa kelas IX SMP Muhammadiyah 12 Makassar yang terdiri dari dua kelas antara lain kelas IXa sebanyak 26 orang sebagai kelas eksperimen I untuk diterapkan model kooperatif tipe TPS dan kelas IXb sebanyak 26 orang sebagai kelas eksperimen II untuk diterapkan model kooperatif tipe TGT. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa: 1) Rata-rata hasil belajar siswa sebelum menggunakan tipe TPS 34,46. Berada pada kategori sangat rendah dengan persentase 62%, sedangkan rata-rata hasil belajar setelah penerapan tipe TPS 84,69 berada pada kategori tinggi dengan persentase 50%. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model tipe TPS dapat meningkatkan hasil belajar siswa. 2) Rata-rata hasil belajar siswa sebelum menggunakan tipe TGT 30,46. Berada pada kategori sangat rendah dengan persentase 88%, sedangkan rata-rata hasil belajar setelah penerapan tipe TGT 79,12 berada pada kategori tinggi dengan persentase 81%. Dari hasil analisis inferensial diperoleh p = 0,007 α = 0,05 jadi hipotesis penelitian yang menyatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar matematika siswa yang pembelajarannya melalui tipe TPS dengan tipe TGT pada kelas IX SMP Muhammadiyah 12 Makassar di terima.This type of research is a quasi-experimental study involving two classes as an experimental class with the aim to find out the comparison of mathematics learning outcomes taught through the TPS Type Cooperative Model with the TGT Type in Class IX Students of SMP Muhammadiyah 12 Makassar in the academic year 2019/2020. The research design used was nonequivalent control group design. The sample in this study was grade IX students of Makassar Muhammadiyah 12 Junior High School which consisted of two classes, including class IXa of 26 people as experimental class I to apply the cooperative type TPS type and class IXb as many as 26 people as experimental class II to apply the TGT type cooperative model . Descriptive analysis results show that: 1) The average student learning outcomes before using the TPS type 34.46. Being in the very low category with a percentage of 62%, while the average learning outcomes after applying the 84.69 TPS type is in the high category with a percentage of 50%. This shows that learning by using the TPS type model can improve student learning outcomes. 2) The average student learning outcomes before using the TGT type 30.46. It is in the very low category with a percentage of 88%, while the average learning outcomes after applying the TGT type 79.12 is in the high category with a percentage of 81%. From the results of inferential analysis p = 0.007 α = 0.05 so the research hypothesis which states that there is a significant difference between the results of students learning mathematics through TPS type and TGT type in class IX SMP Muhammadiyah 12 Makassar is accepted

Page 1 of 2 | Total Record : 12