cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Kantor LP3M Unismuh Makassar Jl. Sultan Alauddin No. 259 Makassar, Indonesia
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
OCTOPUS : Jurnal Ilmu Perikanan
ISSN : 23020670     EISSN : 27464822     DOI : https://doi.org/10.26618/octopus
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Octopus Ilmu Perikanan terbit dua kali setahun yakni Januari dan Juli berisi artikel ilmiah dalam bentuk hasil penelitian dan non penelitian berupa kajian. Jurnal Octopus Ilmu Perikanan bertujuan untuk menyebarluaskan ilmu dan pengetahuan perikanan dari para akademisi, peneliti, praktisi, mahasiswa, dan pemerhati perikanan.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 12 No. 2 (2023): OCTOPUS" : 8 Documents clear
PEMANFAATAN BUBUK DAUN SAMBILOTO UNTUK MENINGKATKAN STATUS KESEHATAN IKAN NILA GIFT (Oreochromis niloticus) Hamsah, Hamsah; Malik, Abdul; Hidayatullah, Dendi
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 12 No. 2 (2023): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/o.v12i2.14873

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas bubuk daun sambiloto yang dicampur dalam pakan (pelet) untuk meningkatkan status kesehatan ikan nila Gift dengan mengukur nilai hematokrit dan jumlah leukosit.  Pengukuran nilai hematokrit dan jumlah leukosit darah ikan nila Gift dilakukan setelah ikan uji diberi pakan yang telah dicampur bubuk daun sambiloto (2 g/100 g pakan;  3 g/100 g pakan; dan 4 g/100 g pakan) selama 4 minggu masa pemeliharaan.  Sementara untuk ikan kontrol selama masa pemeliharaan diberi pakan yang tidak dicampur bubuk daun sambiloto.  Nilai hematokrit dan jumlah leukosit ikan nila Gift diukur setiap minggu (selama 4 minggu) dengan cara mengambil darah pada bagian vena caudal (ekor) ikan uji.  Pengambilan darah dilakukan dengan menggunakan jarum suntik steril yang berukuran 26G, yang terlebih dahulu dibasahi Na-Sitrat 3,8% sebagai antikoagulan. Selanjutnya, darah yang telah diambil ditampung dalam tabung eppendorf yang juga telah dibasahi Na-Sitrat, kemudian dipreparasi lalu diukur nilai hematokrit dan jumlah leukositnya. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa nilai hematokrit ikan nila Gift yang diberi pakan yang dicampur bubuk daun sambiloto mengalami peningkatan dari 24,33 % (minggu I) menjadi 32,67 % (minggu IV).  Sementara untuk jumlah leukosit meningkat dari 33.280 sel/mm3 (minggu I) menjadi 37.700 sel/mm3 (minggu IV).  
SISTEM EVALUASI DAN MANAJEMEN PRODUKSI BENIH IKAN KOI (Cyprinus carpio) DI OMAH KOI FARM INDONESIA Fauzan, Agung Luthfi; Effendi, Irzal
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 12 No. 2 (2023): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/o.v12i2.14875

Abstract

Ikan koi (Cyprinus carpio) merupakan salah satu komoditas ikan hias air tawar yang memiliki potensi ekonomis penting, baik secara nasional maupun international. Pembenihan merupakan suatu kegiatan dalam budidaya untuk menghasilkan benih yang sangat menentukan pada tahapan kegiatan budidaya selanjutnya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi sistem dan pengelolaan produksi benih ikan koi di Omah Koi Farm Indonesia. Parameter uji yang diukur yaitu fekunditas, fertilization rate (FR), hatching rate (HR), kelangsungan hidup benih, kualitas benih, dan kualitas air. Proses pembenihan meliputi persiapan kolam, seleksi induk, pemijahan, penetasan telur, pemeliharaan larva, pemanenan larva, penebaran larva, pemberian pakan, pemberian pakan benih, pemanenan benih, seleksi benih, dan pengelolaan kualitas air. Hasil penghitungan fekunditas Kohaku dan Showa masing-masing 30.000 butir dan 35.000 butir. Nilai FR yang didapatkan yaitu 90,71% dan HR sebesar 82,93%. Rata-rata kelangsungan hidup benih koi umur 45 hari 91,75% dengan rata-rata benih grade high quality (HQ) 150 ekor, grade A sebanyak 450 ekor, dan grade B sebanyak 450 ekor. Kisaran suhu pada kolam pemeliharaan larva 25-27 0C, pH air berkisar 7,9-8,5, DO berkisar 5,0-6,0, dan amonia sebesar 0,01.
DERAJAT HIDROLISIS PROTEIN LIMBAH ROTI YANG DIINKUBASI DENGAN LAMA WAKTU BERBEDA UNTUK PENINGKATAN KANDUNGAN NUTRISI PAKAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Ahmad, Ahmad; Murni, Murni; Khaeriyah, Andi
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 12 No. 2 (2023): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/o.v12i2.14884

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui derajat hidrolisis protein yang diinkubasi dalam cairan rumen sapi dengan lama waktu yang berbeda terhadap kualitas limbah roti. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai April 2016. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan sehingga terdapat 9 satuan percobaan. Data yang diperoleh dari penelitian ini akan dianalisis dengan menggunakan analisis varian, sesuai dengan rancangan acak lengkap (RAL). Hasil penelitian menunjukkan rata-rata derajat hidrolisis protein (PK) optimal diperoleh pada perlakuan C (18 jam) sebesar 14,05%, disusul perlakuan B (12 jam) sebesar 1,25% dan terendah pada perlakuan A (6 jam). Rata-rata kandungan BETN meningkat sekitar 48-51%, nilai tersebut memenuhi kebutuhan karbohidrat ikan nila. Rata-rata kadar serat kasar dan kadar lemak kasar mengalami penurunan dengan waktu inkubasi 6 jam.
DERAJAT HIDROLISIS LIMBAH SAYUR MELALUI PROSES FERMENTASI DENGAN PENAMBAHAN CAIRAN RUMEN SEBAGAI PAKAN ALTERNATIF UDANG VANNAMEI Ashar, Ashar; Murni, Murni; Haris, Abdul
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 12 No. 2 (2023): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/o.v12i2.14887

Abstract

Adapun tujuan dari penelitian ini untuk menentukan dosis cairan rumen dan lama waktu fermentasi limbah sayur yang optimal untuk meningkatkan derajat hidrolisis limbah sayur melalui proses fermentasi menggunakan cairan rumen sebagai pakan udang vannamei. Metode yang digunakan adalah limbah sayur dipotong kasar selanjutnya dilakukan fermentasi menggunakan cairan rumen dengan dosis dan waktu fermentasi sesuai perlakuan. Semua bahan disemprot dengan larutan cairan rumen secara merata, selanjutnya dimasukkan dalam wadah plastik. Setelah proses fermentasi selesai, limbah sayur yang telah difermentasi dijemur dan dioven selanjutnya dilakukan analisis proksimat untuk mengetahui kandungan protein kasar dan serat kasar dengan metode AOAC (1990). Pada penelitian ini menggunakan pola faktorial, faktor pertama adalah dosis cairan rumen yang ditambahkan dalam proses fermentasi limbah sayur yaitu perlakuan A (1% cairan rumen), perlakuan B (2% cairan rumen), dan perlakuan C (3 % cairan rumen) sedangkan faktor kedua adalah adalah lama waktu fermentasi limbah sayur dengan perlakuan yaitu perlakuan A ( 4 hari), perlakuan B (6 hari), perlakuan C (8 hari), dan perlakuan D (10 hari). Hasil yang diperoleh selama penelitian menunjukkan bahwa interaksi  antara penambahan dosis cairan rumen dengan lama waktu fermentasi limbah sayur tidak berpengaruh nyata (P< 0,05) terhadap derajat hidrolisis protein limbah sayur fermentasi, demikian halnya dengan lama waktu fermentasi tidak berpengaruh signifikan terhadap derajat hidrolisis protein limbah sayur, sedangkan dosis cairan rumen berpengaruh signifikan (P>0,05) terhadap derajat hidrolisis protein limbah sayur.
KADAR GLIKOGEN, DAN PROKSIMAT IKAN NILA YANG DIBERI TEPUNG DAUN KELOR Moringa oleifera HASIL INKUBASI ENZIM CAIRAN RUMEN DENGAN DOSIS YANG BERBEDA Fatmawati, Fatmawati; Murni, Murni; Malik, Abdul
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 12 No. 2 (2023): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/o.v12i2.14888

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis cairan rumen yang optimal  dalam tepung daun kelor terhadap kadar glikogen, dan proksimat tubuh benih ikan nila. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap  (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan sehingga berjumlah 12 unit. Pada  masing-masing perlakuan terdiri dari Perlakuan A (Tanpa tepung eceng gondok)  dan Perlakuan B (Tepung eceng gondok terfermentasi cairan rumen sapi). Ikan uji  dipelihara dalam Baskom, berisi air tawar sebanyak 20 L dengan kepadatan 5 ekor  L-1. Ikan uji diberi pakan perlakuan selama 40 hari. Hasil penelitian ini  menunjukkan bahwa perlakuan pemberian tepung eceng gondok terferentasi  cairan rumen pada menghasilkan nilai FCR terendah dan laju pertumbuhan harian  (SGR), pertumbuhan panjang, retensi lemak, retensi protein dan kadar glikogen  ikan lele yang lebih baik dibandingkan kontrol.
OPTIMASI KADAR SILASE LIMBAH SAYUR DALAM PAKAN TERHADAP KONSUMSI PAKAN DAN EFISIENSI PAKAN UDANG VANNAMEI (Litopenaeus vannamei) Jamil, Jamil; Murni, Murni; Haris, Abdul; Rasyadi, Andy
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 12 No. 2 (2023): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/o.v12i2.14962

Abstract

Udang vannamei, spesies yang populer dalam budidaya perikanan di Indonesia, merupakan alternatif yang hemat biaya dibandingkan sistem budidaya intensif yang sangat bergantung pada pakan buatan. Penelitian yang dilakukan pada bulan September hingga Juni 2017 ini bertujuan untuk mengoptimalkan penggunaan silase limbah nabati pada pakan udang untuk meningkatkan konsumsi dan efisiensi. Penelitian ini melibatkan produksi pakan, pemeliharaan udang, dan analisis laboratorium khusus. Akuarium kaca dengan air laut digunakan untuk menampung remaja udang, dan penelitian ini menguji pakan yang diformulasikan dengan limbah sayuran yang difermentasi dengan cairan rumen sapi. Penelitian menemukan bahwa penambahan silase limbah sayuran fermentasi dengan cairan rumen berpengaruh nyata terhadap konsumsi pakan udang, efisiensi, dan rasio konversi. Perlakuan C (silase 20%) menghasilkan konsumsi dan efisiensi pakan tertinggi, sedangkan Perlakuan B (silase 10%) menunjukkan rasio konversi pakan terendah. Parameter kualitas air berada dalam kisaran optimal sehingga mendukung kelangsungan hidup dan pertumbuhan udang. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa Perlakuan C (20% limbah silase sayuran) menghasilkan konsumsi pakan dan efisiensi pemanfaatan pakan tertinggi, sedangkan Perlakuan B (10% limbah silase sayuran) menghasilkan konsumsi pakan dan efisiensi pemanfaatan pakan terendah. 
OPTIMASI LAMA PERENDAMAN LARUTAN DAUN PEPAYA (Carica papaya) TERHADAP PREVALENSI SERANGAN JAMUR DAN DAYA TETAS TELUR IKAN LELE (Clarias batrachus) Rachman, Siti Hardiningsih; Khaeriyah, Andi; Salam, Nur Insana
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 12 No. 2 (2023): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/o.v12i2.14965

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lama waktu optimal perendaman larutan daun pepaya guna mengetahui dampaknya terhadap prevalensi infeksi jamur dan daya tetas telur ikan lele (Clarias batrachus). Penelitian tersebut menggunakan teknik pemanfaatan telur ikan lele yang diperoleh melalui pemijahan alami yang bersumber dari Pusat Benih Ikan Bontomanai di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Sebanyak 100 butir telur ikan lele dimanfaatkan per wadah, beserta 10 liter air yang mengandung nutrisi. Wadah penelitian berjumlah 12 buah, yaitu toples plastik yang mampu menampung 15 liter air. Percobaan dilakukan untuk mengetahui pengaruh perendaman lama dalam larutan daun pepaya terhadap keberadaan jamur dan kelangsungan hidup telur lele dumbo. Penelitian ini terdiri dari empat perlakuan yaitu perlakuan A yaitu perendaman selama 5 menit, perlakuan B yaitu perendaman selama 10 menit, perlakuan C yaitu perendaman selama 15 menit, dan perlakuan D yaitu perendaman selama 20 menit. Temuan penelitian yang diperoleh selama kurang lebih satu bulan menunjukkan bahwa perlakuan D menunjukkan kejadian infeksi jamur pada telur ikan lele paling rendah, dengan angka prevalensi sebesar 3,33%. Sedangkan daya tetas telur ikan lele pada perlakuan D mencapai angka 82,67%. Disarankan untuk melakukan pengujian efektivitas perendaman dengan durasi lebih dari 20 menit untuk memberikan penilaian yang lebih akurat terhadap efektivitas waktu perendaman yang berbeda. Saat melakukan penelitian atau budidaya, sangat penting untuk memantau dan menjaga kualitas air dengan cermat untuk memastikan stabilitasnya dan mencapai hasil yang ideal.
ANALISIS KUALITAS FISIKA DAN KIMIA PERAIRAN DI TAMBAK MARGINAL DESA MANAKKU, KABUPATEN PANGKAJENE DAN KEPULAUAN, PROVINSI SULAWESI SELATAN Anggraeni, Anggraeni; Sambu, Abdul Haris; Soadiq, Syawaluddin
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 12 No. 2 (2023): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/o.v12i2.14997

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai Agustus 2019 untuk mengetahui parameter fisika dan kimia kawasan marginal tambak di Desa Manakku, Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Provinsi Sulawesi Selatan. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada petani tentang prinsip-prinsip ilmiah dan sifat-sifat air di kolam marginal. Temuan penelitian ini dapat dijadikan acuan dalam budidaya tambak. Penelitian ini menggunakan metodologi deskriptif, dengan pengambilan sampel dilakukan pada tiga titik tertentu: Kolam, Outlet, dan Inlet. Pengukuran dilakukan baik di lokasi maupun di luar lokasi. Parameter yang diuji secara in situ adalah suhu, salinitas, tingkat keasaman (pH), dan oksigen terlarut (DO). Sedangkan karakteristik yang dinilai di luar lingkungan alaminya antara lain amonia, nitrit, nitrat, fosfat, dan kebutuhan oksigen biologis (BOT). Parameter kualitas air diukur di tiga stasiun pengambilan sampel. Suhu berkisar antara 26,30 hingga 29,12℃, salinitas berkisar antara 4,87 hingga 33,12 ppt, pH berkisar antara 5,14 hingga 9,2, oksigen terlarut berkisar antara 2,28 hingga 6,02 mg/l, amonia berkisar antara 0,00325 hingga 1,3641 mg/l, nitrit berkisar kurang dari 0,007 hingga kurang dari 0,0010 mg/l, nitrat berkisar antara 0,13 hingga 0,93 mg/l, fosfat berkisar antara kurang dari 0,0021 hingga 0,0087 mg/l, dan kebutuhan oksigen biologis berkisar antara 14,4 hingga 23,23 mg/l.

Page 1 of 1 | Total Record : 8