cover
Contact Name
Wilda Syam Tonra
Contact Email
wildaunkhair@gmail.com
Phone
+6285146375650
Journal Mail Official
wildaunkhair@gmail.com
Editorial Address
Jalan Bandara Sultan Baabullah, Kelurahan Akehuda Kampus 1 Universitas Khairun, Kota Ternate Utara, Maluku Utara-Indonesia
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
Delta-Pi : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Published by Universitas Khairun
ISSN : 2089855X     EISSN : 25412906     DOI : 10.33387/dpi
Core Subject : Science, Education,
Delta pi jurnal adalah jurnal yang memuat hasil penelitian pendidikan matematika dan matematika yang dipublikasi sebanyak 2 kali dalam setahun di bulan April dan Oktober di Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Khairun.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2013): Periode Bulan April" : 10 Documents clear
MENGUKUR TINGKAT PENCAPAIAN PERKEMBANGAN KOGNITIF SISWA SMA MENGGUNAKAN OPERASI LOGIKA PIAGET Cecep Anwar H. F. Santosa
Delta-Pi: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 2, No 1 (2013): Periode Bulan April
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.978 KB) | DOI: 10.33387/dpi.v2i1.96

Abstract

Penelitian ini mencoba mengklasifikasikan siswa SMA ke dalam sublevel perkembangan kognitif pada tahap operasi kongkrit dan formal berdasarkan pada jawaban yang diberikan siswa yang diperoleh dari tes operasi logika (Test of Logical Operations disingkat TLO). Penelitian ini juga dilakukan untuk melakukan konfirmasi teori perkembangan kognitif manusia pada tahap operasi formal menggunakan TLO dalam matematika yang dipublikasikan dan dilakukan validasi dan tes realibilitas oleh Leongson dan Limjap (2003).Subyek penelitian adalah siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) sebanyak 14 orang di SMAN 1 Subang, Jawa Barat. Tes (TLO) ini sudah divalidasi dan diuji realibilitasnya pada mahasiswa semester satu akhir di Bataan Polytechnic State College, Kampus Balanga di Kota Balanga, Filipina. Soal terdiri dari dua soal  untuk masing-masing operasi logika. Hasil Penelitian menunjukkan tidak satu pun yang berada pada tahap operasi kongkrit awal, 4 siswa atau 28,5% siswa berada pada tahap operasi kongkrit akhir, sebanyak 5 siswa atau 35,7% berada pada tahap operasi formal awal, dan sebanyak 5 siswa atau 35,7% berada pada tahap operasi formal akhir.Operasi logika yang paling dipahami oleh siswa adalah kompensasi, kemudian logika penggandaan, keproporsionalan, klasifikasi, hubungan, peluang, dan yang paling sulit adalah  pola barisan.Penelitian ini mengkonfirmasi teori perkembangan kognitif Piaget yang menyatakan bahwa usia SMA (sekitar 15 – 19 tahun) berada pada tahap operasi formal dikonfirmasi dengan hasil penelitian sebanyak 71,4% siswa berada pada tahap operasi formal, sedangkan sisanya masih berada pada tahap operasi konkrit.
SOSIALISASI MODEL-MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF PADA SMA NEGERI 4 KOTA TERNATE Tamrin, Marwia
Delta-Pi: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 2, No 1 (2013): Periode Bulan April
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.945 KB) | DOI: 10.33387/dpi.v2i1.106

Abstract

Kegiatan ini merupakan  kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dikemas dalam  bentuk sosialisasi model-model pembelajaran, khususnya pembelajaran kooperatif.Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan di SMA Negeri 4 Kota Ternate pada tanggal 22 Januari 2013 dengan melibatkan 20 orang guru kelas X (Sepuluh). Kegiatan ini dimaksukan untuk memberikan pemahaman tentang model-model pembelajaran kooperatif yang bermuara pada kemampuan menerapkan dalam proses pembelajaran di kelas, serta dapat meningkatkan motivasi  bagi guru-guru dalam hal melalukan inovasi  pembelaajaran untuk meningkatkan prestasi siswa.Materi yang dipaparkan dalam kegiatan ini adalah jenis-jenis pembelajaran kooperatif yang terdiri atas Numbered Heads Together (NHT), Think Pair Share (TPS), Team Game Turnament (TGT), Student Teams-Achievement Divisions (STAD), Jigsaw (Model Tim Ahli), Inside-Outside-Circle , Dua Tinggal Dua Tamu (Two Stay Two Stray), Snowball Throwing, Role Playing, Talking Stick, Make-A Match.
KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIK SERTAKEMAMPUAN DAN DISPOSISI BERPIKIR KRITIS MATEMATIK Hendriana, Heris; Sumarmo, Utari; Rohaeti, Euis Eti
Delta-Pi: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 2, No 1 (2013): Periode Bulan April
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.241 KB) | DOI: 10.33387/dpi.v2i1.97

Abstract

This studyis a post test experimental control group design conducted in 2013by using Problem Based Learning (PBL)to investigate students? mathematical communication,mathematicalcritical thinking abilityand disposition. The study involves 76 students of grade-11 from a senior high school in Cimahi. The study employs three kinds of instrument namely mathematical communication and mathematical critical thinking tests and mathematical critical thinking scale. The study found that the grade of mathematical communication ability of students taught by PBL was classified as fairly good and it was better than the grade of students taught by conventional teaching that classified as medium. However, there was no different grades of mathematical critical thinking ability and of disposition of students in the both classes. The grades of mathematical critical thinking of students were classified as medium, and the grades of mathematical critical thinking disposition of students were classified as fairly good.  The other findings there were not association among mathematical communication,critical thinking abilities and mathematicalcritical thinkingdisposition.
OPERATOR KOMPAK Mustafa A. H. Ruhama
Delta-Pi: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 2, No 1 (2013): Periode Bulan April
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.034 KB) | DOI: 10.33387/dpi.v2i1.107

Abstract

Diketahui H1 dan H2 dua ruang Hilbert, B(H1,H2) merupakan koleksi semua operator (fungsi linear kontinu) dari H1 ke H2 . Jika H1 separabel dengan basis orthonormal {en: n anggota N} maka T elemen B(H1, H2) disebut operator Hilbert-Schmidt. Koleksi semua operator Hilbert-Shcmidt  dari ruang Hilbert separabel  ke ruang Hilbert separabel dinotasikan dengan . disebut operator kompakjika untuk setiap barisan  yang terbatas, terdapat barisan bagian  yang konvergen.Koleksi semua operator kompak  dari ruang Hilbert  ke ruang Hilbert dinotasikan dengan . Akan ditunjukan setiap T elemen B2 (H1, H2) merupakan operator kompak.
PENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATISMELALUI MODEL SIKLUS BELAJAR (LEARNING CYCLE) Idrus Alhaddad
Delta-Pi: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 2, No 1 (2013): Periode Bulan April
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.913 KB) | DOI: 10.33387/dpi.v2i1.98

Abstract

Dalam proses pembelajaran matematika, siswa perlu dibiasakan untuk memecahkan masalah, menemukan sesuatu yang berguna bagi dirinya, dan bekerja dengan ide-ide.Guru tidak akan mampu memberikan semua pengetahuan pada siswa. Siswa harus dapat mengkonstruksikan pengetahuan dibenak mereka sendiri. Ini sesuai dengan esensi dari teori konstruktivisme bahwa siswa harus menemukan dan mentransformasikan suatu informasi kompleks ke situasi lain, dan apabila dikehendaki, informasi itu menjadi milik mereka sendiri.Perkembangan konsep matematika menurut Dienes dapat dicapai dengan baik melalui sederetan pola melingkar, pola tersebut meliputi kawasan aktivitas belajar dari konkrit ke simbolik. Sehingga proses belajar siswa melalui tahap-tahap tertentu. Daur belajar “learning cycle” dimaksudkan generalisasi dari model pengajaran yang dapat digunakan untuk mendisain materi kurikulum dan strategi pengajaran. Model ini diturunkan dari teori perkembangan dari Jean Piaget dan selanjutnya model daur belajar ini dirinci menjadi tiga tahap yang berurutan, yaitu tahap eksplorasi, tahap pengenalan konsep dan tahap penerapan konsep.Model daur belajar selalu dimuali dengan aktivitas siswa sehingga model ini termasuk dalam jenis pengajaran taklangsung (indirect instruction). Siswa diberikan pengalaman yang berhubungan dengan konsep yang akan diajarkan melalui pertanyaan-pertanyaan atau masalah-masalah. Ini dapat dilakukan dengan memberikan lembar kerja siswa (LKS) untuk didiskusikan bersama temannya, sehingga siswa secara aktif menyiapkan sendiri pengalaman-pengalaman yang berhubungan dengan konsep yang akan dipelajari. Sehingga siswa benar-benar telah siap untuk mempelajari konsep baru. Menurut hukum kesiapan (law readines) bahwa belajar akan berhasil bila peserta didik telah siap untuk belajar.Fase pertama dinamakan fase eksplorasi. Sedangkan fase kedua dari model ini kegiatan guru dan siswa diarahkan menuju ke pengenalan konsep, dari data atau informasi yang diperoleh pada tahap eksplorasi. Siswa selalu terlibat secara mental dan sosial melalui diskusi kelas dan menemukan sendiri konsep yang sedang dipelajari. Pada fase terakhir kegiatan siswa diarahkan ke penerapan konsep kedalam situasi baru. Dalam hal ini transfer belajar telah terjadi dalam diri siswa.
UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN BANTUAN TUTOR SEBAYAPADA MATERI MENENTUKAN KELILING DAN LUAS JAJAR GENJANG Siti Zaenab Nursyam
Delta-Pi: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 2, No 1 (2013): Periode Bulan April
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.186 KB) | DOI: 10.33387/dpi.v2i1.99

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang bertujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa dalam menentukan Keliling dan Luas Jajar Genjang dan untuk mengetahui bahwa bantuan tutor sebaya dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam menentukan Keliling dan Luas Jajar Genjang. Subyek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD Advent Akediri Jailolo Kabupaten Halmahera Barat tahun pelajaran 2012-2013 yang berjumlah 18 siswa. Teknik pengumpulan data yaitu dengan menggunakan teknik tes, instrumen tes mengacu pada materi Menentukan Keliling dan Luas Jajar Genjang, dengan kriteria penilaian yang digunakan adalah Penilaian Acuan Patokan (PAP) skala lima.Pada Siklus I hasil belajar siswa adalah, 2 atau 11,1% siswa yang memiliki tingkat penguasaan dengan kualifikasi gagal; 9 atau 50% siswa memiliki tingkat penguasaan dengan kualifikasi kurang; dan 7 atau 38,9% siswa memiliki tingkat penguasaan cukup. Pada siklus II hasil belajar siswa adalah 1 atau 0,56% siswa yang memiliki tingkat penguasaan kurang; 7 atau 38,8% siswa yang memiliki tingkat penguasaan dengan kualifikasi cukup; 9 atau 50% siswa yang memiliki tingkat penguasaan baik dan 1 atau 0,56% siswa yang memiliki tingkat penguasaan baik sekali.Peningkatan hasil belajar siswa dengan bantuan tutor sebaya diperoleh hasil pada siklus I diperoleh N-gain = 0,21 yang diinterpretasikan rendah, sedangkan pada siklus II diperoleh N-gain = 0,65 yang diinterpretasikan sedang.
KEMAMPUAN KOMUNIKASI DAN BERPIKIR LOGIS MATEMATIKSERTA KEMANDIRIAN BELAJAR Hidayat Wahyu; Utari Sumarmo
Delta-Pi: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 2, No 1 (2013): Periode Bulan April
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.701 KB) | DOI: 10.33387/dpi.v2i1.94

Abstract

This paper reports the findings from a postest experimental control group design  conducted in 2011 to investigate students’ mathematical communication and logical thinking abilities and self regulated learning. The study involves 76 students of grade-11 from a senior high school in Cimahi. The study employs three kinds of instrument namely mathematical communication and mathematical logical thinking test and self regulated learning scale. The study found that there was no difference grades of  mathematical communication and mathematical logical thinking abilities and self regulated learningbetween students taught by problem based learning and think-talk-write strategy (PBL-TTW) and students taught by conventional teaching. Students’ mathematical communication and mathematical logical thinking abilies were classified as medium, and self regulated learning of student were classified as fairly good. The other findings were there were not association among mathematical abilities and self regulated learning.
BERPIKIR KRITIS MATEMATIK In Hi Abdullah
Delta-Pi: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 2, No 1 (2013): Periode Bulan April
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.692 KB) | DOI: 10.33387/dpi.v2i1.100

Abstract

Artikel ini membahas tentang salah satu kemampuan berpikir tingkat tinggi dalam bidang matematika, yaitu berpikir kritis matematik. Berpikir matematik diartikan sebagai aktivitas mental dalam melaksanakan proses matematika (doing math)  atau tugas matematika (mathematical task). Kemampuan berpikir matematik mencakup: pemahaman konsep (conceptual understanding), pemecahan masalah (problem solving), penalaran dan pembuktian (reasoning and proof), komunikasi (communication), koneksi (connection)  dan representasi (representation). Berpikir kritis adalah aktivitas mental yang dilakukan menggunakan langkah-langkah dalam metode ilmiah, yaitu: memahami dan merumuskan masalah, mengumpulkan dan menganalisis informasi yang diperlukan dan dapat dipercaya, merumuskan praduga dan hipotesis, menguji hipotesis secara logis, mengambil kesimpulan secara hati-hati, melakukan evaluasi dan memutuskan sesuatu yang akan diyakini atau sesuatu yang akan dilakukan, serta  meramalkan konsekuensi yang mungkin terjadi. Dengan demikian, berpikir kritis matematis adalah aktivitas mental dalam bidang matematika yang dilakukan  menggunakan langkah-langkah metode ilmiah.
PROFESIONALITAS GURU DITINJAU DARI BAKAT, TANGGUNG JAWAB, DAN KOMITMEN Yahya Hairun
Delta-Pi: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 2, No 1 (2013): Periode Bulan April
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.175 KB) | DOI: 10.33387/dpi.v2i1.95

Abstract

Pendidikan adalah salah satu parameter kemajuan suatu bangsa. Untuk menghasilkan Pendidikan yang bermutu dan berkualitas membutuhkan beberapa komponen penunjang, seperti sarana dan prasarana pendidikan, kurikulum dan tenaga pendidik atau guru yang berkualitas. Pemerintah dari tahun ke tahun selalu berupaya untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas melalui penyediaan sarana dan prasrana pendidikan, peningkatan mutu guru melalui pendidikan dan pelatihan para guru. Upaya pemerintah ini didukung dengan diundangkannya Undang-undang no. 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen. Salah satu fasilitas yang diberikan pemerintah melalui UU tersebut adalah diberikannya sertifikasi guru yang implikasinya guru memperoleh tunjangan sertifikasi. Tunjangan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kinerja guru sebagai suatu kegiatan profesi. Perhatian pemerintah tersebut belum mengangkat kualitas mutu pendidikan kita secara Nasional. Sejumlah masalah masih mengitari persoalan guru sebagai tenaga profesi. Masalah hulu dari proses rekruritmen guru (tidak ada uji bakat dan uji kompetensi) sampai pada hilirnya yaitu evaluasi berkesinambungan terhadap para guru yang bersertifikasi masih menjadi problema. Sejumlah problema ini masih menjadi kajian peningkatan mutu pendidikan. Tuntutan guru untuk meningkatkan mutu pendidikan erat kaitannya dengan bakat, tanggung jawab dan komitmen guru dalam melaksanakan tugasnya untuk menjadi guru yang profesional.
KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGANPENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH MODEL POLYADITINJAU DARI KEMAMPUANPENALARAN, BERPIKIR KRITIS, DAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIKPADA SISWA SMA NEGERI 5 KOTA TERNATE Jalal, Ariyanti
Delta-Pi: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 2, No 1 (2013): Periode Bulan April
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.74 KB) | DOI: 10.33387/dpi.v2i1.101

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mendeskripsikan keefektifan pembelajaran matematika dengan pendekatan pemecahan masalah model Polya ditinjau dari kemampuan penalaran, kemampuan berpikir kritis dan kreatif matematik dan 2) Menyelidiki pendekatan pembelajaran yang lebih efektif antara pendekatan pemecahan masalah model Polya dibandingkan dengan pembelajaran konvensionl ditinjau dari masing-masing kemampuan yaitu kemampuan penalaran, kemampuan berpikir kritis dan kreatif matematik pada siswa SMA Negeri 5 Kota Ternate. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen semu, yang terdiri atas dua kelompok kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Populasi dalam penelitian ini  adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 5 Kota Ternate. Sampel ditentukan secara acak dengan mengundi 2 kelas dari 7 kelas X pada  SMA Negeri 5 Kota Ternate. Adapun sampel yang diperoleh yaitu siswa kelas XF sebagai kelas eksperimen yang menerapkan pendekatan pemecahan masalah model Polya dan  siswa kelas XB yang menerapkan pembelajaran konvensional. Untuk mengetahui keefektifan pendekatan pemecahan masalah model Polya ditinjau dari ketiga variabel digunakan uji one samples t-test. Selanjutnya dilakukan uji Manova untuk mengetahui perbedaan keefektifan antara kedua kelompok, dan dilanjutkan dengan uji lanjut yaitu uji t sampel independen untuk menyelidiki apakah pendekatan pemecahan masalah model Polya lebih efektif dari pembelajaran konvensional ditinjau dari ketiga variabel tersebut.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Pendekatan pemecahan masalah model Polya efektif ditinjau dari kemampuan penalaran, berpikir kritis, dan berpikir kreatif matematik siswa. 2) Pembelajaran matematika dengan pendekatan pemecahan masalah model Polya lebih efektif dibandingkan pembelajaran konvensional ditinjau dari masing-masing kemampuan yaitu kemampuan penalaran, berpikir kritis, dan berpikir kreatif matematik siswa SMA Negeri 5 Kota Ternate pada materi Trigonometri.

Page 1 of 1 | Total Record : 10