cover
Contact Name
Wilda Syam Tonra
Contact Email
wildaunkhair@gmail.com
Phone
+6285146375650
Journal Mail Official
wildaunkhair@gmail.com
Editorial Address
Jalan Bandara Sultan Baabullah, Kelurahan Akehuda Kampus 1 Universitas Khairun, Kota Ternate Utara, Maluku Utara-Indonesia
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
Delta-Pi : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Published by Universitas Khairun
ISSN : 2089855X     EISSN : 25412906     DOI : 10.33387/dpi
Core Subject : Science, Education,
Delta pi jurnal adalah jurnal yang memuat hasil penelitian pendidikan matematika dan matematika yang dipublikasi sebanyak 2 kali dalam setahun di bulan April dan Oktober di Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Khairun.
Articles 226 Documents
Proses Berpikir dalam Memecahkan Masalah Matematika ditinjau dari Kemampuan Matematika Siswa Kelas VII Mts.N 4 Enrekang Erni Ekafitria Bahar; Rina Rina
Delta-Pi: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/dpi.v10i1.2911

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses berpikir siswa dalam memecahkan masalah matematika dengan tingkat kemampuan yang berbeda yaitu: kemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Instrumen dalam penelitian ini adalah lembar tes dan pedoman wawancara. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak tiga subjek yang diambil dari kelas VII MTs.N 4 Enrekang. Subjek penelitian ini diambil dengan menggunakan tes pemecahan masalah materi himpunan. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu dengan tes dan wawancara. Sedangkan teknik triangulasi yang digunakan yaitu teknik triangulasi dengan metode. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan proses berpikir subjek pada tahap pemecahan masalah yaitu subjek rendah tidak terjadi proses berpikir memanggil kembali dimana subjek tersebut tidak bisa menjelaskan konsep yang terkait dengan soal pada tahap memahami masalah sedangkan pada tahap menyusun rencana dan melaksanakan rencana, indikator proses berpikir yang di maksud yaitu mengolah, terjadi pada ketiga subjek meskipun terdapat hasil yang didapatkan masih ada yang salah dan proses menyimpan, ketiga subjek melakukan pengulangan sedangkan pada tahap memeriksa kembali, proses berpikir mengolah tidak terjadi pada subjek sedang dan subjek rendah.     
Pengembangan Alat Peraga Papan Al-Sintacs Materi Trigonometri Siswa Kelas X MA DDI Galesong Baru Muhammad Rizal Usman
Delta-Pi: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/dpi.v9i2.2314

Abstract

Penelitian ini membahas tentang pengembangan alat peraga PAPAN AL-SINTACS pada materi trigonometri kelas X. Bertujuan untuk mengembangkan alat peraga matematika materi trigonometri yang valid, praktis, dan efektif.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Research & Development atau penelitian dan pengembangan dengan mengacu pada model ADDIE yaitu analysis, desain, development, implementation, dan evaluation yang disarankan oleh Steven J McGriff. Subjek uji coba pada penelitian ini adalah siswa kelas X MA DDI Galesong Baru Kota Makassar. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar validasi, lembar pengamatan pengelolaan pembelajaran, lembar aktivitas siswa, lembar angket respons guru dan siswa, serta tes hasil belajar.Berdasarkan hasil ujicoba yang dilakukan, diperoleh bahwa (1) hasil validasi alat peraga oleh validator media sebesar 3,7 berada pada kategori sangat valid dengan interval , (2) Praktis diperoleh berdasarkan respons guru dalam kategori positif yakni 89,5% dan kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran diperoleh rata-rata 3,6berada pada kategori sangat baik dengan interval ,(3) Efektif berdasarkan respons siswa terhadap alat peraga dengan persentase sebesar 91%, aktivitas siswa  dalam kategori sangat baik yakni 83%dengan interval persentase , dan tes hasil belajar berada dalam kategori tinggi dengan persentase ketuntasan belajar keseluruhan siswa sebesar 83,3%. Dapat disimpulkan bahwa pada tahap uji coba yang dilaksanakan, alat peraga PAPAN AL-SINTACS materi trigonometri siswa kelas X MA DDI Galesong Baru Kota Makassar telah memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif.
Analisis kemampuan pemecahan masalah dalam menyelesaikan soal cerita matematika materi aritmatika sosial berdasarkan prosedur Newman Wike Pratiwi Vitaloka; Mhmd Habibi; Rahmi Putri; Aan Putra
Delta-Pi: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/dpi.v9i2.2294

Abstract

Pemecahan masalah merupakan suatu rangkain proses tertentu yang dilakukan siswa dalam menghadapi situasi yang direpresentasikan ke dalam pertanyaan. Permasalahan dalam kehidupan sehari-hari yang terkait dengan matematika biasanya dituangkan dalam soal cerita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penyebab terjadinya kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal cerita materi Aritmetika Sosial berdasarkan prosedur Newman. Penelitian yang dilakukan secara deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Instrumen penelitian menggunakan soal tes dan wawancara terhadap siswa MTsS Nurul Haq Semurup. Berdasarkan hasil tes, 17 dari 23 siswa telah memahami soal dengan baik dan mengerti istilah, kata-kata, kalimat dan simbol dalam masalah melalui ketepatan mengartikan kedalam bahasa. Selain itu 73.91% siswa menguasai tahapan membaca masalah, memahami masalah dan transformasi masalah. Namun hanya 17.39% siswa yang menguasai keterampilan proses/prosedur dan penulisan jawaban.
Studi Kasus Kemampuan Representasi Matematis Siswa pada Kelas IX SMP Negeri 2 Telukjambe Timur Kabupaten Karawang Putri Fatwa Athallah; Lessa Roesdiana
Delta-Pi: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/dpi.v10i1.2713

Abstract

Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengkaji kemampuan representasi matematis siswa SMP pada materi lingkaran. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian ini adalah 30 siswa kelas IX-A SMP Negeri 2 Telukjambe Timur. Instrumen yang digunakan dalam penelitian yaitu berupa soal uraian sebanyak enam soal, setiap soal mengacu pada indikator kemampuan representasi matematis. Hasil jawaban siswa dianalisis dan dikelompokkan ke dalam kategori dengan kriteria ketuntasan minimal sekolah (KKM) dan kategori: tinggi, sedang, dan rendah. Kemudian dianalisis secara mendalam dengan memilih jawaban lima siswa melalui teknik selective coding. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kemampuan representasi matematis siswa kelas IX SMP Negeri 2 Telukjambe Timur masih tergolong rendah. Hal ini dikarenakan hampir seluruh siswa kurang mampu memenuhi ketiga indikator kemampuan representasi matematis yang harus dicapai. Pada indikator pertama, yaitu representasi visual terdapat 63,4% siswa yang belum memenuhi ketercapaian indikator. Indikator kedua, yaitu representasi persamaan atau ekspresi matematika  terdapat 76,7% siswa yang belum memenuhi ketercapaian indikator. Dan pada indikator ketiga, yaitu representasi verbal terdapat 50% siswa yang belum memenuhi ketercapaian indikator.
Pengaruh Model Pembelajaran terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika (Studi Kasus Siswa SMP Negeri 5 Kota Tidore Kepulauan) La Yusran La Kalamu; Soleman Talib
Delta-Pi: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/dpi.v9i2.2298

Abstract

Permasalahan yang ada di SMP Negeri 5 Kota Tidore Kepulauan:  1) siswa kurang terlibat secara aktif pada kegiatan pembelajaran matematika di kelas. 2) sebagian besar siswa kurang peduli pada kegiatan pembelajaran matematika sedang berlangsung, 3) siswa kesulitan menganalisis informasi yang ada, cenderung menerima apa adanya informasi yang disampaikan maupun yang tertulis di buku, dan pasif mengajukan pertanyaan-pertanyaan maupun menjawab pertanyaan dari permasalahan yang diajukan guru, 4) Sebagian besar siswa menyelesaikan soal uraian tidak membuat penyelesaian dengan baik, ada yang mengerjakan soal tanpa sistemetika yang jelas, kurang memahami soal. Kondisi demikian sangat berpengaruh terhadap kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah dalam belajar matematika yang berakibat kemampuan pemecahan masalah matematika siswa rendah. Dengan demikian perlu adanya pembelajaran yang mengkondisikan siswa aktif dalam belajar matematika. Salah satu model pembelajaran yang dimaksud adalah model pembelajaran penemuan terbimbing. Tujuan penelitian adalah mengetahui perbedaan kemampuan pemecahan masalah antara siswa kelas VIII SMP Negeri Kota Tidore Kepulauan yang dibelajarkan dengan model pembelajaran penemuan terbimbing danmodel pembelajaran langsung.Pengambilan sampel dengan tehnik klusterrandom sampling dengan tujuan untuk menentukan kelas yang akan diterapkan model pembelajaran penemuan terbimbing dan model pembelajaran langsung. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan  desain tipe Posttest Only Control Group Design. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan model pembelajaran penemuan terbimbing  dengan model pembelajaran langsung.
Pengembangan Soal HOTS pada Materi Aljabar Nok Izatul Yazidah; Dian Fitri Argarini; Yunis Sulistyorini
Delta-Pi: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/dpi.v9i2.2253

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengahasilkan soal HOTS yang valid dan efektif  pada materi aljabar. Penelitian ini mengacu pada model pengembangan 4D. Model pengembangan 4D ini terdiri dari empat tahap, yaitu define, design, develop dan yang terakhir adalah disseminate, namun pada penelitian ini hanya sampai pada tahap develop. Hasil dari validasi para ahli materi ini menyatakan bahwa soal HOTS ini valid dengan rata-rata nilai 3,39. Berdasarkan  hasil ujicoba pertama dengan menggunakan penyebaran angket yang menyatakan bahwa menurut para siswa memang perlu adanya soal HOTS dalam pembelajaran matematika. ujicoba kedua ini adalah ujicoba soal, yang mana pada ujicoba ini memang karena siswa belum terbiasa dengan soal HOTS ini siswa masih banyak yang tidak bisa menyelesaikankannya namu mereka sudah mampu memahami maksud dari soal tersebut. Dari hasil penelitian ini maka dapat disimpulkan bahwa pengembangan soal HOTS adala valid dan efektif untuk digunakan pada pembelajaran matematika.
Representasi Pola Penurunan Luas Lingkaran Dengan Menggunakan Figural-Geometris-Analitis Wahid Umar; In Hi. Abdullah; Bety Miliyawati
Delta-Pi: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/dpi.v10i1.2969

Abstract

Dalam artikel ini membahas mengenai komponen lingkaran (juring) yang dihasilkan dari pembagian menurut sudut pusat atau pembagian menurut garis tengah lingkaran. Juring-juring lingkaran (sering diwakili segitiga sama kaki) disusun melalui proses figural-geometris hingga membentuk bangun datar geometri elementer seperti persegi panjang, jajargenjang, segitiga, dan trapesium. Sesuai bentuk bangun datar geometri elementer yang terbentuk, diturunkan rumus luas lingkaran (L=pr2) dari dan dengan menghitung luas bangun datar elementer yang terbentuk melalui proses analisis-geometris, sampai setiap bangun elementer yang terbentuk menghasilkan luas yang sama, yakni sebesar pr2. Kemudian pada bagian akhir dicoba dicari hubungan antara jumlah juring yang diperoleh melalui pembagian menurut garis tengah lingkaran (juring berjumlah: 2,4,8,16,32,64,…,2n; n =1,2,3,..) dengan jenis bangun datar elementer yang dapat disusun darinya (termasuk yang tidak dapat disusun), serta merangkum sejumlah sifat tertentu yang dapat ditarik dari hubungan yang terjadi. Dengan cara ini, siswa mudah merepresentasikan pemahaman matematika yang dipelajarinya.Untuk dapat mengetahui seberapa memahami materi bagun datar geometri elementer khususnya penurunan rumus luas lingkaran yang dipelajari, maka perlu mempresentasikan beberapa konsep terkait bangun datar geometri yang dapat menurunkan rumus luas lingkaran, dan dimengerti oleh siswa. Dengan demikian representasi menjadi penting baik sebagai alat komunikasi maupun alat berpikir. Disamping itu, siswa terbantu dalam mengembangkan penalarannya. Karena itu, yang menjadi fokus dalam kajian literatur ini adalah bagaimana mempresentasikan pola penurunan rumus luas lingkaran dengan menggunakan figural-geometris-analitis. Kata Kunci:bangun datar, juring & luas lingkaran, representasi
Analisis Kemampuan Matematis dalam Menyelesaikan Soal PISA (Programme For International Student Assessment) pada Konten Kuantitas Erni Ekafitria Bahar; Ahmad Syamsuadi; Abdul Gaffar; Andi Alim Syahri
Delta-Pi: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/dpi.v9i2.2327

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan matematis dalam menyelesaikan soal PISA pada konten kuantitas pada siswa kelas X SMAN 11 Pinrang yang berkemampuan tinggi dan sedang. Data yang diperoleh tentang data kemampuan matematis siswa yaitu kemampuan penalaran matematis, kemampuan representasi matematis, dan kemampuan pemecahan masalah matematis. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah pemberian tes, dan wawancara. Soal yang digunakan dalam tes mengukur kemampuan matematis adalah soal-soal yang diadaptasi dari PISA yang berjumlah 3 soal. Wawancara bertujuan untuk mengetahui kemampuan matematis siswa dalam menyelesaikan soal PISA pada konten kuantitas. Hasil penelitian menunjukkan: 1) kemampuan matematis subjek tinggi yaitu: (a) kemampuan penalaran matematis subjek tinggi sangat baik karenaa subjek mampu memperkirakan jawaban atau solusi dan melakukan perhitungan yang tepat, (b) kemampuan representasi matematis subjek tinggi cukup baik karena subjek mampu merepresentasikan masalah matematis yang diberikan, (c) kemampuan pemecahan masalah matemais subjek tinggi sangat baik karena subjek mampu memahami soal dengan mengidentifikasi unsur yang diketahui dan yang ditanyakan dalam soal, mampu merencanakan penyelesaian dan menyelesaikan masalah, serta mampu melakukan pemeriksaan kembali sehingga subjek sangat yakin jawaban yang diberikan sudah benar; dan 2) kemampuan matematis subjek sedang yaitu: (a) Kemampuan penalaran matematis subjek sedang sangat baik karena mampu memperkirakan jawaban atau solusi dari masalah matematis dan mampu menerapkan rumus tertentu serta melakukan perhitungan berdasarkan rumus tersebut dengan tepat, (b) Kemampuan representasi matematis subjek sedang kurang baik karena belum mampu merepresentasikan soal tersebut, (c) Kemampuan pemecahan masalah matematis Subjek Sedang sangat baik karena mampu memahami soal dengan menyebutkan unsur-unsur yang diketahui dan ditanyakan dalam soal, mampu membuat rencana penyelesaian dan menyelesaikannya, serta mampu melakukan pemeriksaan kembali
Analisis kemampuan berpikir kritis matematis siswa dalam pemecahan masalah matematika pada materi sistem persamaan linear dua variabel (SPLDV) Riska Sriyanti Konoras; Fitriana Eka Chandra; Ahmad Afandi
Delta-Pi: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/dpi.v11i1.4307

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas VIII SMP dalam pemecahan masalah matematika pada materi sistem persamaan linear dua variabel (SPLDV). Jenis penelitian ini adalah penelitian  deskriptif kualitatif. Instrumen yang digunakan adalah tes dan pedoman wawancara. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Subjek dalam penelitian ini meliputi siswa kelas VIII-1 SMP yang diambil 3 siswa sebagai perwakilan dari tiap-tiap kategori kemampuan berpikir kritis dalam memecahkan masalah matematika untuk dianalisis dan diwawancarai. Hasil penelitian menunjukan bahwa : Siswa dengan kemampuan berpikir kritis kategori tinggi mampu memenuhi semua indikator pemecahan masalah yaitu mampu memahami masalah, merencanakan penyelesaian, menyelesaikan masalah sesuai rencana dan melakukan pengecekan kembali. Siswa dengan kemampuan berpikir kritis kategori sedang dalam indikator pemecahan masalah sudah mampu menuliskan yang diketahui dan yang ditanya dengan tepat tetapi kurang lengkap, membuat model matematika dari soal yang diberikan namun masih belum tepat, menggunakan strategi yang belum tepat dan  penyelesaian yang diperoleh  juga belum tepat, sehingga kesimpulan yang diperoleh juga tidak tepat. Siswa dengan kemampuan berpikir kritis kategori rendah belum mampu memenuhi indikator kemampuan pemecahan masalah matematika, yakni siswa belum mampu menuliskan yang diketahui dan yang ditanya dengan tepat, membuat model matematika dari soal yang diberikan namun belum tepat, menggunakan strategi yang belum tepat dan penyelesaian yang diperoleh juga belum tepat dan membuat kesimpulan yang tidak tepat
Deskripsi Pemahaman Konsep Matematika dalam Menyelesaikan Soal Fungsi Komposisi Siswa Kelas X SMAN 11 Pinrang Erni Ekafitria Bahar; Andi Alim Syahri
Delta-Pi: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/dpi.v10i2.3420

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman konsep dalam menyelesaikan soal fungsi komposisi siswa kelas X SMAN 11 Pinrang yang terdiri dari tiga indikator yaitu menyatakan ulang sebuah konsep, memberi contoh dan bukan contoh, menerapkan konsep dalam pemecahan masalah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang dapat dijadikan acuan adalah siswa SMAN 11 Pinrang untuk mengetahui pemahaman konsepnya dalam menyelesaikan soal fungsi kompsisi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah pemberian tes dan wawancara. Tes bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai pemahaman konsep subjek mengenai materi tersebut sedangkan wawancara bertujuan untuk menguatkan hasil tes pemahaman konsep dalam menyelesaikan soal fungsi komposisi. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Pemahaman konsep subjek tinggi dalam menyelesaikan soal fungsi komposisi yaitu: (a) kemampuan dalam menyatakan ulang konsep cukup baik karena subjek mampu membedakan makna  dan  namun subjek lupa syarat dua buah fungsi dapat dikomposisikan; (b) kemampuan memberikan contoh dan non contoh dari konsep termasuk baik karena subjek mampu memberikan contoh dua buah fungsi yang jika dikomposisikan maka  = ; (c) kemampuan subjek menerapkan konsep dalam pemecahan masalah temasuk kategori baik; (2) Pemahaman konsep subjek sedang dalam menyelesaikan soal fungsi komposisi yaitu: (a) kemampuan menyatakan ulang konsep termasuk kategori baik karena subjek mampu membedakan makna  dan  dan menyebutkan syarat dua buah fungsi dapat dikomposisikan; (b) kemampuan memberikan contoh dan bukan contoh kurang baik karena subjek belum mampu memberikan contoh dua buah fungsi yang tidak dapat dikomposisikaan; (c) kemampuan subjek menerapkan konsep dalam pemecahan masalah temasuk kategori cukup baik.