cover
Contact Name
Wilda Syam Tonra
Contact Email
wildaunkhair@gmail.com
Phone
+6285146375650
Journal Mail Official
wildaunkhair@gmail.com
Editorial Address
Jalan Bandara Sultan Baabullah, Kelurahan Akehuda Kampus 1 Universitas Khairun, Kota Ternate Utara, Maluku Utara-Indonesia
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
Delta-Pi : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Published by Universitas Khairun
ISSN : 2089855X     EISSN : 25412906     DOI : 10.33387/dpi
Core Subject : Science, Education,
Delta pi jurnal adalah jurnal yang memuat hasil penelitian pendidikan matematika dan matematika yang dipublikasi sebanyak 2 kali dalam setahun di bulan April dan Oktober di Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Khairun.
Articles 226 Documents
Analisis Disparitas Skor Tampak dan Estimasi Skor Murni dengan Pengkategorian Acuan Normatif pada Tes Hasil Belajar Siswa Hikamudin, Eviana; Hairun, Yahya
Delta-Pi: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/dpi.v10i1.2905

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis disparitas skor tampak dan skor murni dengan menggunakan pengkategorian berdasarkan acuan normatif pada Tes Hasil Belajar Siswa. Analisis data dalam penelitian ini didasarkan pada skor hasil ujian nasional SMP mata pelajaran matematika tahun 2016/2017. Responden yang dianalisis dalam penelitian ini sebanyak 250 orang dan banyaknya butir soal yang dianalisis sebanyak 40 butir. Responden yang terpilih dikelompokkan menjadi 5 grup yang masing-masing berjumlah 50 repsonden dengan jumlah butir yang sama sebanyak 40 butir. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan teori klasik. Pengolahan data yang dilakukan adalah dengan melakukan estimasi terhadap skor murni (T) dengan menggunakan persamaan regeresi. Pengkategorian skor dilakukan berdasarkan acuan normatif dengan memperhitungkan standar eror pengukuran (SEM) untuk meningkatkan kecermatan. Kategori skor yang dihasilkan adalah sebanyak tiga kategori yaitu rendah, sedang, dan tinggi. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat disparitas skor tampak (X) dan skor murni (T) setelah dilakukan estimasi terhadap skor murni (T) berdasarkan pengkategorian secara normatif pada masing-masing kelompok. Disparitas skor tampak (X) dan skor murni (T) paling tinggi terdapat pada grup yang memiliki koefisien reliabilitas tesnya paling rendah, sedangkan pada grup yang koefisien reliabilitasnya paling tinggi, disparitas skor tampak (X) dan skor murni (T) paling rendah. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa koefisien reliabilitas tes dan tingkat disparitas pengkategorian berdasarkan acuan normative menentukan kualitas alat tes.
Pengembangan instrumen tes hasil belajar matematika berbasis pendekatan kontekstual siswa kelas IV sekolah dasar wilayah II marioriwawo kabupaten soppeng Sutriani, Sutriani; Sukmawati, Sukmawati; Rukli, Rukli
Delta-Pi: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/dpi.v10i1.2559

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil pengembangan instrumen tes hasil belajar matematika berbasis pendekatan kontekstual di sekolah dasar ditinjau dari validitas isi, tingkat kesukaran, daya beda butir, efektivitas pengecoh, validitas butir dan reliabilitas. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan model 4-D yang melibatkan 65 siswa kelas IV sekolah dasar di kabupaten Soppeng sebagai sampel penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes dan dianalisis dengan pendekatan deskriptif kuntitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa instrumen yang terdiri dari 25 butir soal ini memenuhi aspek validitas isi dengan koefisien konsistensi internal sebesar 1. Dari 25 butir soal yang dikembangkan sebanyak 2 butir soal sulit, 9 butir soal sedang, dan 14 butir soal mudah. Selain itu, 22 butir soal yang memiliki daya beda yang baik dan 3 butir soal memiliki daya beda cukup. Lebih lanjut, terdapat 22 butir soal yang memiliki pengecoh yang berfungsi dan 3 butir soal lainnya memiliki pengecoh yang kurang berfungsi. Dari aspek validitas butir, terdapat 22 butir soal yang valid secara empirik sementara 3 butir soal lainnya direvisi karena tidak valid. Untuk aspek reliabilitasnya, instrumen tes hasil belajar ini telah reliabel dengan koefisien reliabilitas 0,820. Dengan demikian, instrumen tes hasil belajar matematika layak digunakan untuk mengukur hasil belajar matematika siswa.
Kemampuan Berpikir 4C Matematika dalam Pembelajaran di Masa Covid-19 Terutama Di Era New Normal Suharna, Hery; Hi Abdullah, Nurningsih
Delta-Pi: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/dpi.v9i2.2295

Abstract

Pada masa pandemi covid-19 ini, kita dipaksa untuk melakukan pembelajaran secara daring. Kesiapan dalam pembelajaran daring tentunya masih banyak masalah, hal ini dikarenakan ada langkan antisipasi sebelumnya. Meningkatkan berpikir 4c sangat penting dalam pembelajaran di kelas, demikian juga berpikir 4c juga dapat meningkatkan proses belajar dengan baik.Diantara permasalahan tersebut yaitu (1) pada pembelajar belum ada kesiapan yang baik dalam menghadapi Covid-19; (2) Kendala jaringan internet di daerah tertentu (3) fasilitas laptop, hp, dll belum bisa dimanfaatkan dengan baik; (4) semua orang tua dipaksa untuk menjadi guru di rumah; (5) pesan-pesan baik tidak tersampaikan. Berdasarkan hasil kajian dapat disimpulkan yaitu (1) Memberikan kebebasan kepada siswa/mahasiswa yang luas untuk mengeksplorasi dalam memecahkan masalah; (2)Memberikan Kesempatan Siswa/mahasiswa mengemukakan pendapat dalam berdiskusi dengan kawan sebaya; (3) Mengontruksi dan mengartikulasikan Pengetahuannya lewat belajar mandiri; (4) Orientasikan siswa pada masalah, membangun penyelidikan individu dan kelompok, menganalisis dan mengevaluasi hasil karya.Kata Kunci: Berpikir 4c, matematika, Covid-19, New normal (kebiasaan baru).
Eksplorasi Etnomatematika pada Ukiran Toraja Jainuddin, Jainuddin; Steven Silalong, Elia; Syamsuddin, Agustan
Delta-Pi: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/dpi.v9i2.2273

Abstract

Penelitianinimengkajikonsep-konsepgeometriukiranToraja yang terdapat padabangunanadatTorajayaitu lumbung. Penelitianinimerupakanpenelitiankualitatifdenganpendekatanetnografi, dimanateknikdalampengumpulan data akandilakukandengancaraobservasi, wawancara, catatanlapangan, dan dokumentasi. Hasil penelitianmenunjukkan, ukiran yang terdapat pada lumbung mempunyainilaiseni yang tinggi yang memuatkonsepgeometri. Konsepgeometriyang terdapat pada ukiranlumbung (alang)diantaranyaadalah garis sejajar, garis lengkung,segitiga, persegi, persegipanjang,belah ketupatlingkaran, sudut, dan simetrilipat. Motif ukiranTorajaterinspirasidariceritarakyat, binatang yang disakralkan, benda di langit, peralatanrumahtangga,bendaberharga, dan tumbuh-tumbuhanyang tertuangdalamkonsepgeometriinimemiliki arti dan maknafilosofimasing-masing berupapesan dan nasehatberdasarkanfalsafahpandanganhidup orang Toraja. Uniknya, arti dan maknasetiap motif ukiransesuaidenganajarankepercayaananimismetua (aluktodolo) yang dianut oleh nenekmoyangmasyarakatTorajayang bersumberdariduaajaranutama,yaitu: (1) ajarantertua yang menyebarsecaraluas di Toraja (aluksandapitunna)yang bersumberdariajaran agama (sukaranaluk) yang meliputialuk(upacara),pemali (larangan), sangka’ (kebenaranumum), dan salunna (kejadiansesuaialurnya). (2) aluksandasaratu’ yang hanyaberkembang di daerahtallulembangna. Kata Kunci :Kebudayaan, Etnomatematika, Ukiran, KonsepGeometri
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika Model Quantum Teaching And Learning Berbasis Web Materi Geometri Transformasi pada Siswa SMK di Era New Normal Chandra, Fitriana Eka; Rahman, Sendy
Delta-Pi: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/dpi.v10i1.2974

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran menggunakan model pembelajaran Quantum Teaching and Learning (QTL) berbasis WEB yang digunakan untuk mengcover permasalahan guru selama menghadapi masalah Pendidikan di masa New Normal, dimana jam pertemuan tatap muka dipangkas lebih singkat dari biasanya dan selebihnya dilanjutkan dengan pembelajaran daring yang dilakukan di rumah siswa. Metode dalam penelitian ini merupakan RnD (Research and Development) yang menggunakan model pengembangan 4-D (Define, Design, Develope, and Disseminate) dari Thiagarajan. Produk dari penelitian berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Siswa (LKS), dan Tes Hasil Belajar (THB). Subjek penelitiannya adalah siswa SMK Darussalam Blokagung kelas XI TKR1 dan XI TKR2. Kelas XI TKR1 mendapatkan perlakuan pembelajaran QTL, sedangkan kelas X TKR 2 mendapatkan perlakuan pembelajaran konvensional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) perangkat pembelajaran yang dikembangkan menurut expert judgement secara umum termasuk dalam kategori baik, dan 2) guru dan siswa secara umum memberikan respon positif terhadap pembelajaran QTL berbasis web. Dari hasil penelitian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa pengembangan perangkat pembelajaran merupakan valid, praktis, dan efektif untuk membantu siswa dan guru dalam kegiatan pembelajaran secara daring.
Pengembangan eksplorasi MAR (Matematika Augmented Reality) dengan penguatan karakter pada materi bangun ruang sekolah dasar Rachmawati, Rachmawati; Wijayanti, Rina; Putri Anugraini, Asri
Delta-Pi: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/dpi.v9i2.2315

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Produk pengembangan yang dihasilkan berupa  lembar kerja siswa untuk mata pelajaran matematika dengan penguatan karakter yang berbantuan media Augmented Reality yaitu aplikasi Assemblr. Prosedur pengembangan mengacu pada model pengembangan 4D (Define, Design, Develope dan Disseminate). Pada tahap Define, peneliti melakukan observasi pembelajaran kepada guru dan siswa. Tahap design, peneliti merancangan lembar kerja siswa yang disebut Eksplorasi MAR (Matematika Augmented Reality). Selanjutnya, tahap development ini peneliti melakukan tahap validasi dan ujicoba produk kepada siswa dan guru dan pemberian angket respon siswa.. Tahap disseminate, peneliti membentuk classroom melalui aplikasi Assemblr  untuk menyebarluaskan produk Eksplorasi MAR                                                                 Kata kunci : Pengembangan Media; Augmented Reality, Bangun Ruang
Pointing Gesture dan Tuturan Guru pada Pola Inisiasi Respon Feedback dalam Pembelajaran Matematika Ruhama, Mustafa A. H.; Tamrin Bakar, Marwia
Delta-Pi: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/dpi.v9i2.2286

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pointing gesture dan tuturan guru pada pola inisiasi, respon, dan feedback dalam pembelajaran matematika.Jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus.Pada penelitian ini, studi kasus diarahkan padapointing gesture dan tuturan guru di SMP Negeri 2 dan SMP Negeri 7 Kota Ternate. Subjek dalam penelitian ini adalah 2 guru matematika  SMP yang berkualifikasi S1 Pendidikan Matematika yang terdiri dari 1 guru SMP Negeri 2 dan 1 guru  SMP Negeri 7 Kota Ternate. Prosedur pengumpulan data yang digunakan adalah merekam pembelajaran menggunakan handycam dan handphone android, observasi/pengamatan menggunakan lembar observasi dan alat rekam serta wawancara kepada guru berbasis rekaman video dan lembar observasi.Analisis data yang digunakan adalah transkripsi wawancara, rekaman video dan observasi tentang pointing gesturedan tuturan guru, membaca keseluruhan data dengan cara menuliskan catatan-catatan khusus atau gagasan-gagasan umum tentang pointing gesture dan tuturan guru,penyajian data dalam narasi, serta menginterpretasikan atau memaknai data tentang pointing gesture dan tuturan guru pada pola inisiasi, respon, dan feedback. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada tahap inisiasi, guru menggunakan pointing gesture di papan tulis dengan jari tangan  dan tuturan direktif, yaitu mengajukan pertanyaan untuk memperoleh jawaban atau respon siswa dan memfokuskan perhatian siswa. Pada tahap respon, siswa merespon secara verbal pertanyaan guru. Respon verbal ini terjadi karena siswa langsung merespon secara cepat pertanyaan guru dan siswa sudah memahami materi yang ditanyakan guru. Pada tahap feedback, guru menggunakan pointing gesture di papan tulis dengan jari tangan  dan tuturan asertif, yaitu membenarkan atau menegaskan jawaban atau respon verbal siswa untuk  memfokuskan perhatian siswa dan memudahkan siswa memahami materi.  Kata kunci:Pointing gesture, tuturan, inisiasi, respon, dan feedback 
Gestur Siswa Operasional Konkret dalam Menyelesaikan Tugas Generalisasi Pola Mu'jizatin Fadiana
Delta-Pi: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/dpi.v10i1.2624

Abstract

Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk mendeskripsikan gestur yang dihasilkan oleh siswa tahap operasional konkret dalam menyelesaikan tugas generalisasi pola. Gestur siswa dibatasi pada tiga jenis, yaitu; gestur menunjuk, gestur representasional dan gestur menulis. Penelitian dilakukan di SMP di Kabupaten Tuban Jawa Timur Kelas VII. Pemilihan subjek penelitian menggunakan instrumen tes kemampuan berpikir logis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa operasional konkret menggunakan gestur menunjuk, gestur representasional dan gestur menulis. Gestur menunjuk lebih sering digunakan siswa dalam menyelesaikan tugas generalisasi pola. Gestur siswa muncul sebelum ucapan, bersamaan dengan ucapan, setelah ucapan, maupun tanpa ucapan. Gestur berfungsi untuk mengarahkan perhatian pada aspek penting dalam gambar pola, menunjukkan posisi sesuatu dalam soal, menarik, memusatkan, dan mempertahankan perhatian pada aspek penting yang sedang dibicarakan, mengongkritkan sesuatu yang sedang dipikirkan, serta menuntun atau mengarahkan proses berpikir. 
Efektivitas Pembelajaran Berbasis Proyek Berbantuan ICT dalam Peningkatan Kemampuan Komunikasi Statistis Siswa SMP Negeri 2 Kota Ternate pada Materi Statistika Karman La Nani; Idrus Alhaddad
Delta-Pi: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/dpi.v9i2.2297

Abstract

Dasar masalah penelitian ini yaitu rendahnya kemampuan komunikasi statistis (KKS), sehingga tujuannya  untuk mendeskripsikan efektivitas pembelajaran berbasis proyek berbantuan  (PBP berbantuan ICT) dalam peningkatan KKS siswa SMP. Jenis penelitian quasi eksperimen ini menggunakan desain kelompok kontrol pretes-postes dan menjadikan 39 siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Kota Ternate sebagai sampel  yang diambil secara purposive sampling dari 224 siswa. Variabel penelitian adalah pembelajaran berbasis proyek berbantuan ICT sebagai variabel bebas dan kemampuan komunikasi statistis siswa sebagai efek PBP Berbantuan ICT sebagai variabel tak bebas. Pengumpulan data menggunakan instrumen tes kemampuan komunikasi statistis dan pedoman observasi. Efektivitas PBP berbantuan ICT diukur berdasarkan: (1) ketuntasan KKS siswa, (2) pencapaian dan peningkatan KKS siswa kelas eskperimen secara signifikan lebih tinggi daripada kelas kontrol, (3) aktivitas siswa selama proses pembelajaran mencapai kategori baik, dan (4) aktivitas guru dalam mengelolah pembelajaran dalam  kategori baik.  PBP berbantuan ICT dikatakan efektif apabila paling sedikit tiga dari empat dasar  tersebut terpenuhi dengan syarat aspek ketuntasan terpenuhi (efektif). Data primer kemampuan komunikasi statistis siswa dianalisis secara deskriptif dan inferensial. Analisis deskriptif, meliputi: pencapaian,  peningkatan  dan ketuntasan KKS, aktivitas siswa selama proses pembelajaran dan aktivitas guru dalam mengelolah pembelajaran. Analisis inferensial menggunakan statistik uji Mann-Whitney U. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PBP berbantuan ICT efektif dalam meningkatkan KKS siswa karena memenuhi keempat aspek efektivitas, yaitu: (1) pencapaian dan peningkatan KKS mahasiswa yang memperoleh PBP berbantuan ICT secara signifikan lebih tinggi daripada yang memperoleh pembelajaran konvensional, (2) aktivitas mahasiswa tergolong sangat baik, dan (3) aktivitas guru dalam mengelolah PBP berbantuan ICT tergolong baik. Selanjutnya, komunikasi statistis siswa secara klasikal yang dihasilkan PBP berbantuan ICT sebesar 84,62% dari 29 mahasiswa yang mencapai kompetensi individu lebih dari sama dengan 65%.  Kata Kunci: Komunikasi statistis, Kemampuan Komunikasi Statistis, Pembelajaran Berbasis Proyek Berbantuan ICT, Materi Statistika. 
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Means Ends Analysis terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Kristiawati Kristiawati; Ikrima Ikrima
Delta-Pi: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/dpi.v9i2.2276

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh penerapan model pembelajaran Means Ends Analiysis terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Kelas VII SMP Pesantren Guppi Samata Kabupaten Gowa tahun ajaran 2019/2020. Jenis penelitian ini adalah Pre Experimental Desain dengan desain penelitian One Group Pretest-Posttest Design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Pesantren Guppi Samata. Sampel pada penelitian ini adalah kelas VII.b. Adapun instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar keterlaksanaan pembelajaran dan tes kemampuan pemecahan masalah matematika. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis siswa setelah diberikan perlakuan (posttest)  lebih tinggi dibandingkan dengan sebelum diberikan perlakuan (pretest).  Hal ini dapat dilihat dari hasil posttest siswa sebesar 77,50 yang berada pada kategori tinggi. Dan  hasil pretest  siswa sebesar 39,68 yang berada pada kategori sangat rendah. Demikian pula hasil analisis secara inferensial menggunakan uji t satu sampel terhadap data pretest dan posttest, diperoleh hasil bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis siswa setelah diberikan perlakuan (posttest) lebih tinggi dibanding siswa yang diajar sebelum diberikan perlakuan (pretest). Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Means Ends Analiysis berpengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada kelas VII SMP Pesantren Guppi Samata Kabupaten Gowa.