cover
Contact Name
Wilda Syam Tonra
Contact Email
wildaunkhair@gmail.com
Phone
+6285146375650
Journal Mail Official
wildaunkhair@gmail.com
Editorial Address
Jalan Bandara Sultan Baabullah, Kelurahan Akehuda Kampus 1 Universitas Khairun, Kota Ternate Utara, Maluku Utara-Indonesia
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
Delta-Pi : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Published by Universitas Khairun
ISSN : 2089855X     EISSN : 25412906     DOI : 10.33387/dpi
Core Subject : Science, Education,
Delta pi jurnal adalah jurnal yang memuat hasil penelitian pendidikan matematika dan matematika yang dipublikasi sebanyak 2 kali dalam setahun di bulan April dan Oktober di Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Khairun.
Articles 226 Documents
Karakteristik bernalar mahasiswa dalam memecahkan masalah geometri ditinjau dari perbedaan gender Sukayasa Sukayasa
Delta-Pi: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/dpi.v11i2.5104

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik bernalar mahasiswa dalam memecahkan masalah geometri ditinjau dari perbedaan gender.Untuk mencapai tujuan tersebut, peneliti melakukan prosedur penelitian dalam dua tahap yakni (1) mengkaji teori-teori tentang penalaran, masalah dan pemecahan masalah, materi geometri dan gender; menentukan lokasi penelitian dan merancang instrument penelitian; (2) menentukan responden penelitian, melaksanakan wawancara berbasis tugas dan menganalisis data penelitian. Data yang terkumpul dianalisis melalui tahapan reduksi data, paparan data dan penarikan kesimpulan.Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yakni: (1) karakteristik bernalar mahasiswa laki-laki dalam memecahkan masalah geometri melibatkan berpikir dasar, berpikir kritis dan berpikir kreatif. Khusus untuk berpikir kreatif, penalaran mahasiswa laki-laki muncul saat merencanakan dan melaksanakan pemecahan masalah. Mereka kreatif membangun ide-ide baru dan mengkontruksi menjadi beberapa strategi pemecahan masalah. (2) Karakteristik bernalar mahasiswa perempuan dalam memecahkan masalah geometri secara umum melibatkan berpikir dasar dan berpikir kritis. Mereka juga mampu membangun ide-ide baru dan mengkonstruksinya menjadi strategi pemecahan masalah. Perbedaan bernalar kedua kelompok mahasiswa ini dalam memecahkan masalah geometri bahwa kelompok mahasiswa laki-laki nampak lebih kreatif dalam membangun ide-ide baru dalam memecahkan masalah geometri dibandingkan kelompok mahasiswa perempuan. Sedangkan persamaan kedua kelompok mahasiswa ini dalam memecahkan masalah geometri keduanya melibatkan berpikir dasar dan berpikir kritis.
Upaya guru meningkatkan motivasi belajar siswa kelas XII melalui penerapan metode contextual teaching and learning pada pembelajaran matematika Johanes Pardamean Saragih Simarmata; Robert Harry Soesanto
Delta-Pi: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/dpi.v12i1.5219

Abstract

Motivasi belajar berperan signifikan untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Sebab motivasi belajar merupakan tenaga yang berperan sebagai pendorong, pengarah, dan penggerak untuk mencapai tujuan pembelajaran. Nyatanya, motivasi belajar siswa masih menjadi masalah dalam pembelajaran. Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada siswa kelas XII di sebuah sekolah di kawasan Lampung, ditemukan rendahnya motivasi belajar siswa. Hasil observasi menunjukkan rendahnya konsetrasi belajar, yang ditandai dengan hanya 61,4% siswa yang memiliki konsentrasi belajar yang baik. Salah satu cara yang dapat digunakan adalah melalui pemilihan metode yang tepat. Contextual Teaching and Learning (CTL) merupakan salah satu metode yang dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Adapun penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan tujuan memaparkan upaya guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa kelas XII melalui penerapan metode CTL pada pembelajaran. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner dan lembar penilaian afektif siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan motivasi belajar siswa. Pada penerapan pertama terjadi peningkatan sebesar 6,9% menjadi 60,2%. Selanjutnya pada penerapan kedua terjadi peningkatan sebanyak 11,9 % menjadi 72,1%. Lalu pada penerapan ketiga terjadi peningkatan sebanyak 19,13% menjadi 91,23%. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan penggunaan metode CTL dapat meningkatkan motivasi belajar siswa.
Analisis kemampuan numerasi matematis siswa dalam menyelesaikan masalah TIMSS ditinjau dari gender Alfarisi Alfarisi; Christine Wulandari Suryaningrum; Hana Puspita Eka Firdaus
Delta-Pi: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/dpi.v12i1.6046

Abstract

Kemampuan numerasi adalah keterampilan dalam menggunakan, memahami, serta menganalisis matematika untuk mengerjakan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian memiliki tujuan mencari tahu perbedaan kemampuan numerasi matematika siswa dalam mengerjakan masalah TIMSS (Tren in Internasional  Mathematics and Science Study) dilihat dari gender yaitu pengkatagorian berdasarkan jenis kelamin. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Berdasarkan studi pendahuluan dari 28 siswa hanya terdapat 4 siswa yang mampu  mengerjakan masalah TIMSS. Oleh karena itu, subjek yang terpilih sebanyak 4 siswa kelas VIII E salah satu SMP  di kabupaten Jember provinsi Jawa Timur dengan 2 siswa laki-laki serta 2 siswa perempuan. Instrumen menggunakan 2 soal masalah TIMSS terkait pemecahan masalah di kehidupan sehari-hari, wawancara, serta dokumentasi. Selain itu, analisis data menggunakan pertama reduksi data, kedua penyajian data, serta terakhir penarikan kesimpulan, dilanjutkan pengujian kesahihan data menggunakan triangulasi sumber. Peneliti memilih subjek berlandaskan indikator kemampuan numerasi dari 4 siswa sebagai subjek penelitian tersebut menunjukkan kemampuan numerasi siswa laki-laki lebih unggul daripada siswa perempuan. Perbedaan kemampuan numerasi siswa dilihat berdasarkan 3 komponen indikator kemampuan numerasi. Perbedaan dikarenakan kemampuan penalaran siswa laki-laki lebih baik dibandingkan siswa perempuan dalam mengerjakan masalah di kehidupan nyata. Siswa laki-laki juga lebih unggul dalam pemahaman konsep mengerjakan masalah matematika. Kata kunci: Kemampuan Numerasi ; Masalah TIMSS ; Gender
Penerapan metode VAKT (visual, auditori, kinestetik, taktil) untuk meningkatkan kemampuan mengenal angka pada anak tunagrahita sedang In Hi Abdullah; Wilda Syam Tonra; Wahyuni Ansar; Weni Dwi Pratiwi; Astuti Sailila; Yati Ismadi; Winda Syam Tonra; Dahlan Wahyudi
Delta-Pi: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/dpi.v12i1.5722

Abstract

Anak tunagrahita adalah anak yang mengalami hambatan dalam kecerdasan, yang berdampak pada rendahnya kemampuan terutama dalam bidang akademik seperti mengenal angka. Anak yang mempunyai hambatan mengenal angka akan berpengaruh terhadap kemampuan dasar matematika. Oleh karena itu, dalam penelitian ini peneliti akan menerapkan metode VAKT (visual, auditori, kinestetik, taktil) untuk mengatasi hambatan mengenal angka pada anak tunagrahita ringan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas metode VAKT terhadap kemampuan mengenal angka pada anak tunagrahita ringan di salah satu sekolah inklusif di Kota Ternate. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif yang menggunakan metodologi pendekatan penelitian kualitatif. Penelitian menggunakan single subject research terhadap seorang anak tunagrahita ringan yang sedang duduk di bangku sekolah PAUD. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa metode VAKT dapat meningkatkan kemampuan mengenal angka pada anak tunagrahita ringan. Kata Kunci : Metode VAKT, Kemampuan Mengenal Angka, Tunagrahita 
Kemampuan berpikir reflektif siswa dalam menyelesaikan soal PMRI konteks ornamen jati diri Sumatera Selatan Belinda Ambarwati; Zulkardi Zulkardi; Ely Susanti
Delta-Pi: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/dpi.v12i1.5455

Abstract

Abstrak :Berpikir reflektif dalam matematika merupakan salah satu kemampuan berpikir yang harus dikuasai oleh siswa dalam menyelesaikan masalah. Dengan berpikir reflektif siswa dapat mengkaitkan beberapa pengetahuan yang ada untuk merumuskan dan memecahkan suatu masalah baru. Namun kenyataannya berpikir reflektif tidak terpenuhi secara optimal karena kurang diperhatikan dan kurang kesempatan dalam mengembangkannya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemunculan indikator kemampuan berpikir reflektif siswa dalam menyelesaikan soal PMRI konteks ornamen jati diri Sumatera Selatan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian yaitu 3 siswa kelas VIII SMP. Penelitian dilakukan dalam tiga tahapan, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap analisis data. Data penelitian dikumpulkan melalui tes tertulis dan wawancara. Hasil yang diperoleh dianalisis menggunakan tiga aktivitas, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian didapatkan bahwa indikator yang banyak muncul adalah reacting dan elaborating. Sedangkan indikator yang sedikit muncul adalah contemplanting. Kata kunci: Berpikir Reflektif; PMRI; Ornamen Jati Diri Sumatera Selatan
Kemampuan berpikir kreatif matematis konteks monpera pada materi kaidah pencacahan Dyna Meriza; Zulkardi Zulkardi; Ely Susanti
Delta-Pi: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/dpi.v12i1.5454

Abstract

Abstrak : Berpikir kreatif matematis adalah kemampuan berpikir dengan memiliki tujuan dalam menyelesaikan permasalahan dengan menggunakan satu atau lebih gagasan atau ide yang baru dengan didasarkan konsep materi yang sudah dimengerti. Aspek kemampuan berpikir kreatif matematis yang digunakan adalah Fluency, Flexibility, Elaborasi dan Originality. Tujuan penelitian ialah mengetahui kemampuan berpikir kreatif matematis siswa. Penelitian menggunakan subjek siswa kelas XII SMA. Jenis penelitian menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang mana tujuannya untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif matematis dalam mengerjakan soal PMRI dengan konteks Monpera pada materi Kaidah pencacahan. Prosedur pelaksanaan yang digunakan terdiri dari tiga tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan dan analisis data. Selanjutnya, teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah tes dan waawancara. Kemudian, teknik analisis data pada penelitian ini terdiri dari (1) reduksi data, (2) penyajian data, (3) penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil yang diperoleh dalam penelitian yaitu penggunaan konteks monpera berdampak pada kemunculan aspek kemampuan berpikir kreatif matamatis, diantaranya aspek yang paling sering muncul yaitu Fluency (Kelancaran) dan Flexibility (Keluwesan). Sedangkan aspek yang jarang muncul yaitu Elaborasi dan Originality (Keaslian).Kata kunci : Kemampuan berpikir kreatif, PMRI, Kaidah Pencacahan
Penggunaan media tangram untuk meningkatkan minat dan hasil belajar matematika kelas IV Sirajuddin Sirajuddin; Hamdana Hadaming; Nurtisa Amelia
Delta-Pi: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/dpi.v12i1.6117

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media tangram terhadap minat dan hasil belajar matematika materi bidang datar pada siswa Kelas IV UPT SD Negeri Bissoloro Kecamatan Bungaya Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen jenis Pre-eksperimental Design dengan bentuk design One Group Pretest Posttest Design. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil belajar matematika sebelum menggunakan media tangram (pretest) ada sekitar 71,3% siswa yang belum mencapai nilai KKM dan 28,6% siswa telah memenuhi KKM dengan nilai rata-rata 65,00. Sedangkan setelah menggunakan media tangram 100% siswa telah memenuhi KKM dengan nilai rata-rata 84,07. Data hasil minat belajar matematika sebelum menggunakan media tangram diperoleh nilai rata-rata 68,6% dan setelah menggunakan media tangram nilai rata-ratanya 88,86%. Hasil uji hipotesis yang diperoleh yaitu thitung ttabel atau 7.026 2.160 dengan nilai signifikansi 0.000 0.05. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa minat dan hasil belajar matematika materi bidang datar pada siswa kelas IV UPT SD Negeri Bissoloro dengan menggunakan media tangram mengalami peningkatan. Kata kunci: media tangram, minat dan hasil belajar
Analisis kesalahan berdasarkan prosedur newman dalam menyelesaikan soal cerita SPLDV ditinjau dari gaya belajar Ni Komang Mas Cahya Mithia; Kadek Adi Wibawa; I Ketut Suwija
Delta-Pi: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/dpi.v12i1.5842

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis kesalahan dan faktor penyebab terjadinya kesalahan berdasarkan prosedur newman yang dilakukan siswa kelas VIII  SMP Negeri 12 Denpasar dalam menyelesaikan soal cerita SPLDV ditinjau dari gaya belajar. Metode penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik tes menggunakan soal cerita dan non tes menggunakan angket dan wawancara. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 12 Denpasar dengan jumlah 30 orang siswa dan diambil 9 siswa sebagai sampel untuk dianalisis dan diwawancarai. Berdasarkan hasil analisis angket diperoleh 10 siswa memiliki gaya belajar visual, 9 siswa memiliki gaya belajar auditorial dan 11 siswa memiliki gaya belajar kinestetik. Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa siswa dengan siswa gaya belajar visual melakukan jenis kesalahan pada tahap memahami dan penulisan jawaban. Siswa dengan gaya belajar auditorial melakukan jenis kesalahan pada tahap memahami, keterampilan proses dan penulisan jawaban. Siswa dengan gaya belajar kinestetik melakukan jenis kesalahan di semua tahap, yaitu tahap membaca, memahami, transformasi, keterampilan proses dan penulisan jawaban. Pada umumnya penyebab kesalahan siswa dengan gaya belajar visual, auditorial dan kinestetik adalah siswa tidak memahami soal, tidak tepat membuat diketahui dan ditanyakan, salah dalam melakukan perhitungan dan tidak menuliskan kesimpulan jawaban.
Penggunaan video pembelajaran dalam membantu pemahaman Konsep matematika siswa selama pembelajaran daring Sintia Ester Telaumbanua; Tanti Listiani
Delta-Pi: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/dpi.v12i2.6414

Abstract

Pemahaman konsep adalah kemampuan sangat penting dimiliki oleh siswa untuk membantu siswa merasakan kegunaan matematika dalam keseharian. Pemahaman konsep merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh siswa terlebih dahulu sebelum digunakan untuk memecahkan suatu permasalahan. Berdasarkan praktik mengajar, ditemukan bahwa pemahaman konsep matematika siswa masih kurang. Hal ini terlihat dari hasil tes formatif siswa dimana terdapat dua indikator yang masih belum dapat dicapai oleh siswa. Selain itu, berdasarkan umpan balik diperoleh bahwa siswa menyampaikan jika lebih memahami jika materi disampaikan menggunakan video pembelajaran. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas 11 dan 12 SMA di sebuah sekolah swasta di Yogyakarta dengan total 31 siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Instrumen yang digunakan adalah soal kemampuan pemahaman konsep siswa pada mata pelajaran matematika, umpan balik siswa dan refleksi guru selama pengajaran. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mendeskripsikan penggunaan video pembelajaran dalam membantu pemahaman konsep matematika siswa selama pembelajaran daring. Kesimpulannya kemampuan pemahaman konsep siswa yang menggunakan video lebih baik daripada yang tidak menggunakan video pada saat pembelajaran daring. Hal ini terlihat dari nilai rata-rata secara keseluruhan dimana rata-rata sebelum menggunakan video adalah 77,3 sementara setelah menggunakan video adalah 94,7.
Investigasi pemanfaatan geogebra untuk pembelajaran matematika di Indonesia: Sebuah analisis bibliometrik Della Maulidiya; Tria Utari; Nur Aliyyah Irsal; Mela Aziza
Delta-Pi: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/dpi.v12i1.6557

Abstract

GeoGebra adalah perangkat lunak pembelajaran matematika yang membantu guru dalam meningkatkan kinerja siswa. Pemahaman tentang pemanfaatan GeoGebra diperlukan untuk memandu pengembangan dan penerapannya dalam pendidikan matematika di masa depan. Analisis bibliometrik digunakan untuk mengidentifikasi penelitian ilmiah sebelumnya. Penelitian ini secara kuantitatif meneliti 309 artikel ilmiah yang diterbitkan di jurnal-jurnal Indonesia antara tahun 2012 - 2022 dengan menggunakan text mining pada daftar kata kunci penulis. Analisis bibliometrik kemudian diolah dengan analisis konten kualitatif untuk menentukan sejauh mana penggunaan Geogebra dalam pendidikan matematika di Indonesia. Artikel-artikel diklasifikasikan sebagai 85,76% hasil dari penelitian dan 14,24% laporan kegiatan pengabdian masyarakat. Penggunaan Geogebra telah dievaluasi melalui penelitian kuantitatif, kualitatif, metode campuran, pengembangan, penelitian tindakan kelas, dan tinjauan literatur. Kompetensi yang banyak dieksplorasi dengan Geogebra adalah pemecahan masalah, berpikir kreatif, pemahaman konsep, dan komunikasi matematis. Penelitian ini menemukan pembelajaran penemuan, pembelajaran berbasis masalah, pembelajaran daring, matematika realistik, pembelajaran berbasis teknologi, dan pembelajaran mandiri dinilai sesuai untuk menerapkan Geogebra dalam pembelajaran matematika. Temuan penelitian ini menyimpulkan ada empat faktor yang harus dipertimbangkan ketika mengimplementasikan Geogebra dalam pengajaran matematika: 1) fitur-fitur Geogebra, 2) karakteristik materi matematika, 3) pendekatan atau model pembelajaran, dan 4) kompetensi (hasil belajar) baik kognitif dan non-kognitif yang diharapkan. Hasil analisis bibliometrik ini memberikan dasar untuk menentukan faktor-faktor penting untuk mengimplementasikan Geogebra dalam menciptakan lingkungan belajar yang diperkaya teknologi untuk mengajar dan belajar matematika. Kata kunci Geogebra, Pembelajaran matematika, Analisis bibliometrik