cover
Contact Name
Syahril Furqany
Contact Email
jurnal.albayan@ar-raniry.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.albayan@ar-raniry.ac.id
Editorial Address
Jl. Syeikh Abdul Rauf Kopelma Darussalam Banda Aceh, Gedung Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah
The focus of Al Bayan Media Kajian dan Pengembangan Dakwah is Dawah and Social Sciences Editor of Al Bayan Journal accepts scientific articles related to the development of Islam in terms of various aspects so the scope of this journal (Islamic Communication (Tabligh) Islamic Counselling (Irsyad) Dawah Manajemen (Tadbir) Islamic Community Development (Tamkin) that can be correlated with the latest issues of dawah
Articles 150 Documents
Metode Dakwah Kontemporer Abdul Rani Usman
Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 19, No 2 (2013): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/albayan.v19i28.109

Abstract

Tidak Ada Abstrak
GAYA RETORIKA DAKWAH USTADZ ABDUL SOMAD PADA CERAMAH PERINGATAN MAULID NABI MUHAMMAD SAW TAHUN 1440 H DI MESJID RAYA BAITURAHMAN BANDA ACEH Deni Yanuar
Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 25, No 2 (2019): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/albayan.v25i2.5269

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gaya retorika dakwah ustadz Abdul Somad ketika menyampaikan ceramahnya di Aceh. Penelitian ini berfokus pada saat ustadz Abdul Somad berceramah di Masjid Raya Baitturrahman Banda Aceh. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori retorika Aristoteles yaitu  five canons of rhetorics yang berfokus kepada kajian Elocutio / Style (gaya bahasa, dan gaya gerak tubuh), menggunakan konsep Gorys Keraf. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif analisis. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data yang diperoleh melalui dokumentasi rekaman video dan juga diperoleh melalui wawancara informan secara langsung. Untuk menganalisis data penelitian ini menggunakan model analisis data Miles dan Huberman, sedangkan pemilihan informan menggunakan metode key informant. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ustadz Abdul Somad menerapkan gaya retorika dengan sangat baik ketika menyampaikan ceramahnya. Ustadz Abdul Somad menerapkan gaya bahasa berdasarkan pilihan kata, gaya bahasa berdasarkan nada, gaya bahasa berdasarkan struktur kalimat dan gaya bahasa berdasarkan langsung tidaknya makna. Kemudian ustadz Abdul Somad juga menerapkan gaya gerak tubuh ketika berceramah mulai dari berpakaian yang sopan, berdiri dengan tegap, menunjukkan ekspresi wajah dan gerakan tangan sampai dengan pandangan mata menghadap ke seluruh jama’ah. Keseluruhan hasil Menemukan fakta bahwa Ustadz Abdul Somad tidak mempelajari retorika dan tidak pernah menyiapkan konsep apapun dalam berceramah. Setiap berceramah ustadz Abdul Somad hanya menyampaikan sesuai dengan pengetahuan beliau secara langsung. Maka retorika ustadz Abdul Somad selama ini ketika berceramah adalah retorika spontan dan intuisif.Kata kunci: Ceramah, Dakwah, Gaya Retorika, Ustadz Abdul Somad
TALKSHOW RADIO SEBAGAI PROGAM FAVORIT PENDENGAR (STUDY TERHADAP PROGAM “FRIDAY TALKSHOW” PADA RADIO SIARAN RUMOH PMI) rusna wati; ummi habibah
Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 23, No 2 (2017): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/albayan.v23i2.2497

Abstract

Radio merupakan salah satu media massa elektronik yang menggunakan sistem audio (suara) tertua yang masih berkembang dan digunakan oleh masyarakat sampai dengan sekarang, dikeranakan ekonomis, mudah dijangkau, bisa didengar dimana saja dan kapan saja tanpa memerlukan waktu dan tempat yang khusus. Stasiun radio banyak menyajikan progam-progam acara salah satunya talkshow. Dimana talkshow merupakan suatu obrolan atau perbincangan yang menyampaikan suatu informasi oleh narasumber yang dipandu seorang pembawa acara atau penyiar yang nantinya akan ada sesi tanya jawab baik itu secara tatap muka (face to face) atau telepon (by phone). Dalam upaya pencapaian progam talkshow untuk menjadi salah satu progam favorit bagi pendengar maka produser dan penyiar radio harus bekerja sama dalam merancang serta memberikan ide topik berbincangan semenarik mungkin dengan memancing isu dan pertanyaan yang disampaikan bagi pendengar serta menghadirkan narasumber yang berkompeten dibidangnya, supaya para pendengar radio bisa bertanya langsung kepada narasumber tersebut melalui sms atau telepon. Kata Kunci: Talkshow, Radio, Progam Favorit Pendengar
PERUBAHAN SOSIAL DALAM PERSPEKTIF DAKWAH Juhari Juhari
Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 21, No 2 (2015): Jurnal Al Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/albayan.v21i32.428

Abstract

Perubahan sosial merupakan fenomena umum yang terjadi dalam kehidupan manusia sebagai makhluk bermasyarakat tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu. Selama ini terdapat kecenderungan bahwa term tentang perubahan sosial cenderung dibahas dalam studi ilmu-ilmu sosial khususnya sosiologi. Namun secara akademik, studi ini tidak saja menjadi klaim ilmu sosiologi saja, akan tetapi dapat juga dianalisis menurut ilmu-ilmu lain khususnya ilmu dakwah. Secara teoritis, ketika sosiologi memandang perubahan sebagai fenomena umum yang bersifat bebas nilai, maka perspektif dakwah memandang perubahan itu sebagai fenomena umum yang terikat oleh nilai-nilai tertentu, sehingga perubahan itu telah menjadi bagian dari tujuan dakwah itu sendiri. Hanya saja konteks perubahan sosial itu belum dirumuskan secara baik dalam studi ilmu dakwah. Karena itu penelitian ini mencoba merumuskan konsep perubahan sosial dalam perspektif ilmu dakwah melalui data terkait. Kata Kunci : Perubahan Sosial – Dakwah. Social change is a common phenomenon that occurs in the life of social beings without being limited by time and space. This time there is a tendency that the term of social change tends to be discussed in the study of the social sciences , especially sociology . But in academically, this study is not only a claim of sociological science , but can also be analyzed with the other sides of sciences, especially the science of dakwah. In theoretically , when sociology views change as a common phenomenon that is value-free , then the dakwah perspective view the change as a common phenomenon that is bound by certain values , so that the changes it has become part of the purpose of dakwah itself . But today the context of the social changes that have not been well defined in the study of dakwah . Therefore, this study tries to formulate the concept of social change in the perspective of the science of dakwah. Key word : Social change – dakwah.
METODE KOMUNIKASI DA’I PERBATASAN ACEH SINGKIL DALAM MENJAWABTANTANGAN DAKWAH Abizal Muhammad Yati
Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 24, No 2 (2018): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/albayan.v24i2.4602

Abstract

Pemerintah Aceh melalui dinas Syiariat Islam telah membentuk da’i yang ditugaskan di wilayah yang rawan terjadi pendangkalan akidah khususnya daerah perbatasan dan wilayah terpencil. Salah satu daerah yang menjadi perhatian pemerintah Aceh adalah Aceh Singkil tepatnya Kecamatan Danau Paris, kecamatan ini berbatasan langsung dengan Manduamas Tapanuli utara  dimana mayoritas penduduknya beragama kristen. Tentunya tantangan da’wah yang ada disana sangatlah berat. Diantara tantangan dakwah berupa pendangkalan akidah dengan berbagai modus dan media, penyusupan budaya-budaya negatif  dari luar, dan lemahnya ekonomi umat. Da’i perbatasan di Kecamatan tersebut telah berupaya telah menjalankan tugasnya namun belum menunjukkan hasil yang signifikan. Tentu ada alasan kenapa belum ada hasil yang memuaskan sesuai harapan pemerintah Aceh,   atas dasar ini peneliti tertarik melakukan penelitian yang berkaitan dengan metode komunikasi da’i perbatasan dalam menjawab tantangan dakwah di Kecamatan Danau Paris Aceh Singkil. Peneliti mengajukan dua pertanyaan penelitian pokok, pertama: Bagaimana Metode komunikasi da’i perbatasan dalam menjawab tantangan dakwah di Kecamatan Danau Paris Aceh Singkil? Kedua: Apa saja peluang dan tantangan da’i perbatasan dalam menerapkan metode komunikasi untuk menjawab tantangan  Dakwah di Kecamatan Danau Paris Aceh Singkil. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan  (field research) dengan pendekatan Kualitatif. Data penelitian dilakukan melalui observasi nonpartisipan, wawancara semiterstruktur, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Metode komunikasi da’i perbatasan dalam menjawab tantangan dakwah di Kecamatan Danau Paris Aceh Singkil, pertama: komunikasi persuasif, da’i perbatasan menyampaikan kata-kata yang lembut yang penuh dengan hikmah. Kedua: komunikasi Koersif, sebahagian da’i dalam menyampaikan dakwah dengan bahasa-bahasa yang kasar dengan nada-nada ancaman, menyiggung perasaan, mudah menyalahkan. Ketiga: komunikasi Intrapersonal, da’i melakukan dakwah ke rumah-rumah warga untuk menyampaikan pesan-pesan dakwah dengan cara bersliaturrahim. Peluang dan Tantangan da’i perbatasan dalam menerapkan metode komonikasi untuk menjawab tantangan dakwah di Kecamatan Danau Paris Aceh Singkil. Pertama, peluang: Membangun komunikasi aktif dengan pemuka masyarakat, membentuk mitra dakwah dengan orang-orang yang se-profesi, dan Melakukan komunikasi dengan lembaga-lembaga yang memilki kekuatan dalam berbagai bidang. Kedua, Tantangan: Tidak mendapat dukungan dari kepala Desa karena mayoritas kepala Desa di daerah perbatasan berasal dari kalangan non Muslim, akses jalan menuju desa masih belum di aspal, dan tidak adanya aliran listrik, hal ini juga membuat komunikasi tidak lancar. Kata Kunci: Metode Komunikasi, Da’i Perbatasan, Tantangan Dakwah
THE ROLE OF MULTIMEDIA IN ISLAMIC TEACHING PROPAGATION (DA’WAH): An Indonesian Experience Gunawan Adnan
Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 25, No 2 (2019): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/albayan.v25i2.6676

Abstract

This study is aimed at elaborating the role of multimedia in spreading out Islamic teaching among Muslim society, particularly as it is practiced and experienced in Indonesia. It is found that high technology, particularly information technology extraordinarily influence almost all aspects of human life. The development of technology has indeed contributed to the emergence of various inventions and simplified human daily lives, including the methods of preaching Islamic teaching to the Moslems. This research finds out that there are many programs and strategies of doing da’wah (Islamic teaching propagation) and developing its methods, among others, by utilizing multimedia both electronic and printed, both digital and non-digital ones. This sort of program integrates different kinds of media, such as, radio, television, text, internet, picture, MP3, animation, narration, video, and music and others. Another important role of this multimedia is to strengthen interactive and communicative ability and attitude between the da’i (propagator/communicator) and his/her mad’u (communicant/audience). By utilizing multimedia the so-called ummah (moslem society) would not only get information passively but also could select information they need and like based on sort of media they like. In other word, this program generates the intense relationship between the da’i (the da’wah doer/preacher) and the media. This program is very important to develop the strategies of spreading Islamic teaching among Muslim society in order to cope with the impact of high technology.Keywords : Multimedia and Islamic Teaching Propagation 
PESIJUEK SEBAGAI MEDIA DAKWAH DI ACEH Sakdiah Sakdiah; Yunaidi Yunaidi
Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 21, No 1 (2015): Jurnal Al Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/albayan.v21i31.147

Abstract

Budaya Peusijuek dalam masyarakat Aceh telah menjadi suatu amalan yang turun temurun dan tidak mungkin terhapus, bahkan senantiasa mengiringi setiap upacara, apakah sosio-budaya, sosio-kemasyarakatan maupun sosio-keagamaan. Contohnya orang yang melakukan ibadah haji juga tidak terlepas dari upacara peusijuek bahkan ketika pulang melaksanakan ibadah haji juga disambut dengan upacara peusijuek. Upacara peusijuek yang dilakukan masyarakat Aceh disesuaikan dengan tuntutan adat masing-masing daerah, masyarakat mempercayai bahwa jika segala sesuatu tanpa dibarengi dengan peusijuek, maka sesuatu yang buruk akan terjadi nantinya, peusijuek menjadi hal yang sangat bermakna dan sangat sakral bagi masyarakat Aceh dan diyakini sebagai ritual yang berkaitan dengan keagamaan, sehingga peusijuek menjadi budaya yang sangat sukar untuk dipisahkan dari masyarakat Aceh pada umumnya. Sebagaimana yang kita lihat sekarang yang berkembang di dalam masyarakat, peusijuek adalah suatu budaya yang tidak boleh ditinggalkan oleh masyarakat, khususnya kalangan awam, sebagaimana kita ketahui bahwa budaya peusijuek selain dipraktikkan oleh masyarakat Aceh yang khas budaya keislamannya, budaya ini juga dilakukan oleh masyarakat di luar Aceh salah satunya Hindu. Dan orang yang melakukan peusijuek bukan hanya kalangan awam tetapi juga tokoh agama, cendikiawan, dan ulama-ulama juga ikut melakukannya. Ajaran Islam konsepsi yang sempurna dan komprehensif, karena ia meliputi segala aspek kehidupan yang sempurna yang meliputi segala aspek kehidupan manusia, baik yang bersifat duniawi maupun ukhrawi. Sedangkan aspek sosiologi, Islam merupakan fenomena peradaban, kultural, dan realitas sosial dalam kehidupan manusia. Salah satu aktivitas keagamaan yang secara langsung digunakan untuk mensosialisasikan ajaran Islam bagi penganutnya dan umad manusia pada umumnya adalah aktivitas dakwah. Aktivitas ini dilakukan baik melalui lisan, tulisan, maupun perbuatan nyata.
Pelayanan Publik: Kajian Pendekatan menurut Perspektif Islam Jailani Jailani
Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 19, No 1 (2013): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/albayan.v19i27.100

Abstract

Public service is all service activities undertaken by public service providers as addressing the needs of service recipients as well as the implementation of the provisions of the legislation. Public can also be interpreted as many people or too general. The principle of transparency means a unit of public services should be open, easy and accessible to all who need and provided adequately and easy to understand. The principle of accountability; Conditional; Participatory; Equal rights; Simplicity; Clarity; Certainty time; accuracy; Security; responsibility; Completeness means and Keprasaranaan; Then access; discipline, politeness and friendliness, as well as comfort. Service approach is Islam that is the approach teleology and deontology approach "approach of teleology that is contrary to the understanding that what is good and what is bad or what should be done by public officials based on the value of the benefit to be obtained or generated, that is good or bad views of konsekkuensi decisions or actions taken are comprehensively. Deontological approach is based on the moral principles that should ditegakkkan because of the truth that was in him and not associated with the effect or consequences of decisions or actions that have been done .. This approach is based on values and moral belandaskan binding. Emperis in the world, enter into the moral values of public service management is not an easy thing, because it deals with an attempt to make changes in the mindset of bureaucrats who have internalized as bureaucratic officials.
Perubahan Sosial Budaya Masyarakat Indonesia Dan Perkembangan Teknologi Komunikasi Salman Yoga
Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 24, No 1 (2018): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/albayan.v24i1.3175

Abstract

Perkembangan teknologi komunikasi dan iformasi saat ini telah mencapai tingkat kebutuhan bagi manusai yang vital. Bukan saja dalam pemanfaatannya sebagai saluran komunikasi informasi antara individu dalam interaksi sosial, tertapi juga dalam lingkup yang lebih luas antar lembaga dengan lembaga, antar wilayah dengan wilayah hingga antar negara dan benua.
KORELASI PERAN KELUARGA TERHADAP PENYESUAIAN DIRI REMAJA Juli Andriyani
Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 22, No 2 (2016): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/albayan.v22i34.878

Abstract

ABSTRACT: There are some teens who have failed in the adjustment itself, such as inability to undertake real appearance, unable to adapt to a variety of groups, can not interact socially with the community, can not accept his situation. This failure was provoked by a problem with the family, such as economic status of parents down to the middle, the parents are very busy at work, parents who are less attentive to their children, parents who are too authoritarian, causing the child lacks self-esteem, no confidence , academic achievement is low, less able to hang out with friends, having problems when adjustments with friends that the economic status of their parents upper middle, the child became naughty, hostility, anxiety, and aggressive.The purpose of this study to determine the extent of the role of family environment on the adolescent ctadjustment.. This research uses quantitative methods. The independent variable is the family environment and the dependent variable is the adjustment. Subjects numbered 125 respondents were selected using random sampling techniques. In collecting the data, researchers used the method in the form of Likert scale. Data analysis using correlation techniques Product Moment Karl Person, with SPSS version 17.0 for Windows. Based on the results of data analysis in this study obtained the r value of 0.769 and significance of P = 0.000 (P

Page 7 of 15 | Total Record : 150


Filter by Year

2013 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 28, No 1 (2022): JURNAL AL-BAYAN: MEDIA KAJIAN DAN PENGEMBANGAN ILMU DAKWAH Vol 27, No 2 (2021): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 27, No 1 (2021): JURNAL AL-BAYAN: MEDIA KAJIAN DAN PENGEMBANGAN ILMU DAKWAH Vol 26, No 2 (2020): JURNAL AL-BAYAN: MEDIA KAJIAN DAN PENGEMBANGAN ILMU DAKWAH Vol 26, No 1 (2020): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 25, No 2 (2019): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 25, No 1 (2019): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 24, No 2 (2018): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 24, No 1 (2018): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 23, No 2 (2017): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 23, No 1 (2017): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 22, No 2 (2016): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 22, No 1 (2016): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 21, No 2 (2015): Jurnal Al Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 21, No 1 (2015): Jurnal Al Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 20, No 2 (2014): Jurnal Al Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 20, No 1 (2014): Jurnal Al Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 19, No 2 (2013): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 19, No 1 (2013): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah More Issue