cover
Contact Name
Muhammad Furqan
Contact Email
muhammadfurqan_0407@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
alijtimaiyahpmi@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Al-Ijtimaiyyah
ISSN : 26545217     EISSN : 24610755     DOI : -
Journal Al-Ijtimaiyyah is an open access journal that contributing to publishing various research results and literature review in the field of Islamic community development and social welfare. The journal welcomes the new idea and concepts on the community development field to be published academically. This journal was initiated by a group of academicians who concern with development and social issues at Ar-Raniry Islamic University, Banda Aceh, Indonesia. Focus; Journal Al-Ijtimaiyyah publishes an academic article on Islamic community development and social welfare based on research, project report, book reviews and new concept on Islamic community development that based on deep literature review. Scope; Journal Al-Ijtimaiyyah accepts the submission of articles in the fields of Islamic community development, Islamic microfinance, disaster and development, poverty reduction, social welfare, entrepreneurship and gender, and development.
Arjuna Subject : -
Articles 256 Documents
STRATEGI PEMBINAAN DALAM MENANAMKAN NILAI-NILAI RELIGIUS PADA MUALAF ETNIS TIONGHOA DI ORGANISASI PERSATUAN ISLAM TIONGHOA INDONESIA (PITI) SURABAYA Hidayatulloh, Dedi
JURNAL AL-IJTIMAIYYAH Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/al-ijtimaiyyah.v7i2.10534

Abstract

Abstract: This research is based on religious phenomena that occur in Indonesia, especially regarding religious conversion. The religious conversion is dominated by other religions who want to embrace Islam, where the majority of religious conversions occur in the ethnic Chinese environment. The Indonesian Chinese Islamic Association (PITI) in Surabaya is one of the institutions that oversees the development of converts to Islam and has a special strategy in fostering converts, especially the Chinese. This research is a qualitative research with a case study approach to determine the strategy of converting converts in the Indonesian Chinese Islamic Association Organization (PITI) Surabaya. Collecting data in this research is observation, interview and documentation. This study aims to answer, describe and analyze the problem of general description regarding the strategy of fostering ethnic Chinese converts at the Indonesian Chinese Islamic Association (PITI) Surabaya. The results showed that the general description of the strategies applied in instilling religious values in fostering ethnic Chinese converts to the Chinese Indonesian Islamic Association Organization (PITI) Surabaya included: 1) teaching; 2) habituation; 3) exemplary; 4) motivation; and 5) regulations.Keywords: Development Strategy; Chinese Ethnic Converts; PITI Surabaya.Abstrak: Penelitian ini didasarkan pada fenomena agama yang terjadi di Indonesia terkhusus perihal konversi agama. Konversi agama tersebut didominasi oleh agama lain yang ingin memeluk agama Islam, di mana perpindahan agama tersebut mayoritas terjadi di lingkungan etnis Tionghoa. Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Surabaya merupakan salah satu lembaga yang menaungi pembinaan mualaf dan memiliki strategi khusus dalam membina mualaf terkhusus etnis Tionghoa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk mengetahui strategi pembinaan mualaf di Organisasi Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Surabaya. Pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab, mendeskripsikan serta menganalisis permasalahan gambaran umum mengenai strategi pembinaan mualaf etnis Tionghoa di Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan temuan bahwa gambaran umum mengenai strategi yang diterapkan dalam menanamkan nilai-nilai religius membina mualaf etnis Tionghoa di Organisasi Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Surabaya meliputi: 1) pengajaran; 2) pembiasaan; 3) keteladanan; 4) motivasi; dan 5) peraturan.Kata Kunci: Strategi Pembinaan; Mualaf Etnis Tionghoa; PITI Surabaya.
POLA ASUH ORANG TUA PENGGUNA NARKOBA (STUDI TERHADAP REMAJA DALAM KONTEKS ACEH) Ismiati, Ismiati; Mat Saad, Zarina binti; Mustaffa, Jamaludin
JURNAL AL-IJTIMAIYYAH Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/al-ijtimaiyyah.v7i2.10434

Abstract

Abstract: This study aims to determine the relationship between parenting and drug abuse among adolescents. The study used a cross sectional survey, which involved 181 adolescent drug users who underwent rehabilitation programs at rehabilitation centers in Aceh. Their ages ranged from 12 to 22 years. The instrument used in this study was the Parental Authority Questionnaire (PAQ) from Buri (1991) which was used to measure parenting patterns from adolescents' perceptions. The data collected was analyzed using the computer application program Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) version 23.0. The results showed that there was a significant relationship between parenting and drug abuse behavior. Authoritative parenting has a significant negative effect on drug abuse, while authoritarian and permissive parenting has a significant positive effect on drug abuse. This study generally informs that parenting patterns can influence the behavior of adolescents involved in drug abuse. Therefore, this research has implications for families and educational institutions.Keywords: Parenting Style; Drug Users; Adolescence.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh orang tua dengan penyalahgunaan narkoba dalam kalangan remaja. Penelitian dilakukan dengan menggunakan survei cross sectional, yang melibatkan 181 orang remaja pengguna narkoba yang menjalani program rehabilitasi pada pusat-pusat rehabilitasi narkoba di Aceh. Usia mereka berkisar antara 12 sampai dengan 22 tahun. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Parental Authority Questionnaire (PAQ) dari Buri (1991) yang digunakan untuk mengukur pola asuh orang tua dari persepsi remaja. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan bantuan aplikasi komputer program Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) versi 23.0. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan perilaku penyalahgunaan narkoba. Pola asuh demokratis mempunyai pengaruh negatif yang signifikan terhadap penyalahgunaan narkoba, sementara pola asuh otoriter dan permisif mempunyai pengruh positif yang signifikan terhadap penyalahgunaan narkoba. Penelitian ini secara umum menginformasikan bahwa pola asuh orang tua dapat mempengaruhi perilaku remaja terlibat dalam penyalahgunaan narkoba. Oleh karena itu, penelitian ini memberikan implikasi bagi keluarga dan lembaga-lembaga pendidikan serta pusat rehabilitasi narkoba.Kata Kunci: Pola Asuh Orang Tua; Pengguna Narkoba; Remaja.
KONFLIK PEMIKIRAN METODE ISTINBATH HUKUM MADZHAB HANAFIYYAH DAN SYAFI’IYYAH DALAM HUKUM NIKAH TANPA WALI Muhammad, Yasfin Maulana; Israqunnajah, Israqunnajah; Fakhruddin, Fakhruddin; Rahmani, Mufti
JURNAL AL-IJTIMAIYYAH Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/al-ijtimaiyyah.v8i1.13397

Abstract

Abstract: The role of the guardian in marriage in Islamic family law is an important requirement with the presence of a guardian in the marriage. Basically, the presence of a guardian in a marriage or contract intends to maintain and protect the rights of a woman. Discussions about guardians in marriage, scholars differ in their opinion, including on the role of a guardian in marriage. The guardian has the full right to guardianship (prospective bride) in marriage, including as the utterance of the Ijab sentence to the prospective groom. A guardian in a marriage has a position. The Syafiiyyah Madhhab said that the role of a guardian in a marriage is a condition for the validity of a marriage contract. This is different from the opinion of the Hanafiyyah School which says that marriage is considered valid even though there is no female guardian. From this explanation, there are differences of opinion between Hanafiyyah and Syafi'iyyah in the law of tabpa wali marriage. (1) The Hanafiyyah School concludes that the marriage of a woman (a virgin or a widow) is considered valid even though she does not use a guardian in her marriage and the pillars of marriage according to the Hanafiyyah scholars are only consent and qabul. (2) The Syafii'iyyah school concludes that any woman who wants to get married is obliged to present her guardian and two just men as witnesses and the pillars of marriage according to the Syafi'iyyah scholars are consent and qabul, both the bride and the guardian.Keywords: Thought; Legal Istinbath Method; Madhab; Marriage without Guardian.Abstrak: Peran wali dalam perkawinan dalam hukum keluarga Islam merupakan syarat penting dengan hadirnya seorang wali dalam perkawinan. Pada dasarnya hadirnya seorang wali dalam perkawinan atau akad bermaksud untuk menjaga dan melindungi atas hak seorang perempuan tersebut. Pembahasan seputar wali dalam pernikahan para ulama berbeda-beda dalam berpendapat diantaranya pada peran seorang wali dalam pernikahan. Wali berhak penuh atas pewalian (calon mempelai perempuan) dalam perkawinan diantaranya sebagai pengucap kalimat ijab terhadap calon pengantin laki-laki. Seorang wali dalam sebuah pernikahan mempunyai kedudukan. Madzhab Syafiiyyah mengatakan peran seorang wali dalam sebuah pernikahan adalah sebagai syarat sah nya sebuah akad pernikahan. Berbeda dengan pendapat madzhab Hanafiyyah yang mengatakan pernikahan dianggap sah walaupun tidak adanya wali dari pihak perempuan. Dari pemaparan tersebut terdapat adanya perbedaan pendapat anatara hanafiyyah dan Syafi’iyyah dalam hukum nikah tabpa wali. (1) Madzhab Hanafiyyah menyimpulkan pernikahan perempuan (perawan atau janda) dianggap sah walaupun tidak menggunakan wali dalam pernikanya dan rukun nikah menurut para ulama Hanafiyyah hanya ijab dan qabul. (2) Madzhab Syafii’iyyah menyimpulan bahwa seorang perempuan mana pun yang hendak ingin menikah maka wajib menghadirkan walinya dan dua orang lelaki yang adil sebagai saksi dan rukun nikah menurut para ulama Syafi’iyyah adalah ijab dan qabul, kedua mempelai dan wali.Kata Kunci: Pemikiran; Metode Istinbath Hukum; Madzhab; Nikah Tanpa Wali.
HAKIKAT DAN TUJUAN PERNIKAHAN DI ERA PRA-ISLAM DAN AWAL ISLAM Januario, Ridwan Angga; Sj, Fadil; Thoriquddin, Moh.
JURNAL AL-IJTIMAIYYAH Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/al-ijtimaiyyah.v8i1.11007

Abstract

Abstract: Marriage is a sacred event experienced by a man and a woman. According to the marriage, there is inner and outer peace, but looking at the historical facts, especially in the pre-Islamic era, women did not get a favorable position at that time. Which is influenced by the socio-cultural society that adheres to a patriarchal system. So, that men monopolize all matters related to family matters. This results in inequality in social life. The existence of a marriage tradition rooted in the patriarchal system, resulted in the marriage being like a sale and purchase contract, where women became the object of merchandise. From the results of the study it was found that in the pre-Islamic era, the nature of marriage was something that was natural and cultural. Meanwhile, the purpose of marriage is only to obtain offspring and satisfy lust. As long as for the Islamic era, the nature of marriage is something that is instinctive and the law is regulated by religion. With the result that marriage is intended to worship, find happiness, produce offspring, and vent lust.Keywords:  Marriage; Pre-Islamic; Early Islam.Abstrak: Pernikahan merupakan suatu peristiwa sakral yang dialami oleh pasangan pria dan wanita. Yang mana dengan adanya pernikahan tersebut, maka diperoleh ketenteraman lahir dan batin, Namun melihat fakta sejarah yang ada, terlebih di era pra Islam, maka perempuan tidaklah mendapatkan posisi yang menguntungkan kala itu. Yang mana hal tersebut terpengaruh oleh sosio kultural masyarakat yang menganut sistem patriarki. Sehingga pria memonopoli segala urusan terkait dengan masalah keluarga. Hal ini mengakibatkan adanya ketidaksetaraan di dalam kehidupan sosial bermasyarakat. Adanya tradisi perkawinan yang mengakar pada sistem patriarki, mengakibatkan pernikahan tersebut tak ubahnya sebagai kontrak jual beli, di mana wanita menjadi obyek barang dagangan. Dari hasil penelitian didapati bahwa pada era pra-Islam, hakikat pernikahan adalah sesuatu yang sifatnya alamiah dan kultural. Sedangkan tujuan pernikahan hanya semata untuk memperoleh keturunan dan memuaskan syahwat. Adapun pada masa Islam, hakikat pernikahan adalah sesuatu yang sifatnya naluriah dan hukum yang diatur oleh agama. Sedangkan pernikahan ditujukan untuk beribadah, mendapatkan kebahagiaan, memperoleh keturunan, dan melampiaskan syahwat.Kata Kunci: Pernikahan; Pra Islam; Awal Islam.
DAKWAH TRANSFORMATIF MELALUI FILANTROPI: FILANTROPI ISLAM DALAM MENGENTAS KEMISKINAN DAN KETIDAKADILAN Abrori, Abrori; Kharis, Ahmad
JURNAL AL-IJTIMAIYYAH Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/al-ijtimaiyyah.v8i1.13009

Abstract

Abstract: The condition of poverty and injustice that is felt, especially Muslims, will cause sustainable problems, it needs strategic and relevant efforts to unravel the deterioration through da'wah activities. That preaching is not just to spread religion and call for truth. Rather it's about how we can see what we can do for our surroundings. This study aims to know and analyze the potential, role and opportunities of Islamic philanthropy to alleviate poverty and injustice. This type of research is qualitative using descriptive-analytical approach. Data obtained from extracting information through interviews, observations and documentation. The results of the study explained that open transformative da'wah on the problems of poverty and injustice that occur in the community needs to be parsed through Islamic Da'wah. Islamic philanthropy is a manifestation of our love and care as fellow human beings elevates ethical values. The agenda of Islamic Da'wah through zakat, infaq, Sadaqah, and waqaf should be able to parse domestic issues. Effective communication channels, propaganda delivered on target, as well as support from government institutions and institutions, the implementation of Islamic philanthropy relies on solutions to address the problems of poverty and injustice in Indonesia.Keywords: Transformative Da'wah; Injustice; Poverty; Islamic Philanthropy. Abstrak: Kondisi kemiskinan dan ketidakadilan yang dirasakan khususnya umat Islam akan menimbulkan problematika berkelanjutan, maka perlu upaya strategis dan relevan mengurai keterpurukan melalui aktivitas dakwah. Bahwa dakwah bukan sekedar untuk menyebarkan agama dan menyerukan kebenaran. Melainkan dakwah itu tentang bagaimana kita dapat melihat apa yang bisa kita lakukan untuk sekitar kita. Penelitian ini bertujuan mengetahui dan menganalisis potensi, peran dan peluang filantropi Islam mengentaskan kemiskinan dan ketidakadilan. Jenis penelitian ini adalah kualitatif menggunakan pendekatan deskriptif-analitis. Data diperoleh dari penggalian informasi melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menjelaskan dakwah transformatif yang terbuka mengenai permasalahan kemiskinan dan ketidakadilan yang terjadi di masyarakat perlu diurai melalui dakwah Islam. Filantropi Islam merupakan wujud cinta dan peduli kita sebagai sesama manusia mengangkat nilai etis. Agenda dakwah Islam melalui zakat, infaq, shadaqah, dan waqaf hendaknya mampu mengurai persoalan domestik. Saluran komunikasi yang terjalin dengan efektif, dakwah yang disampaikan tepat sasaran, serta dukungan dari lembaga dan institusi pemerintahan, implementasi filantropi Islam menyandarkan pada solusi untuk menangani masalah kemiskinan dan ketidakadilan di Indonesia.Kata Kunci: Dakwah Transformatif; Ketidakadilan; Kemiskinan; Filantropi Islam.
PERKAWINAN TRANSEKSUAL PERSPEKTIF TEORI HAK KODRATI Auliyak, Waro Satul; Sumbulah, Umi; Suwandi, Suwandi
JURNAL AL-IJTIMAIYYAH Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/al-ijtimaiyyah.v8i1.11186

Abstract

Abstract: Along with the development of the times, some individuals perform sex reassignment surgery because they feel that their current body is not following their psyche. Individuals who perform sex reassignment surgery are called transsexuals. In Indonesia, after performing a sex change operation, you can apply to the District Court to get a change of identity on your residence card. When they have officially changed their gender and identity, the question that will be asked is whether the rights they will get will be the same as the rest of the general public. One of the rights of each individual is to carry out marriage, which is a marriage between a man and a woman. However, in Indonesia, there are no regulations regarding marriages carried out by transsexuals. So there is a need for a study of transsexual marriage, which would be appropriate if viewed from the perspective of natural rights theory. The purpose of this study is to describe transsexual marriage from the perspective of natural rights theory. This type of research is normative legal research using a conceptual approach. Based on the analysis carried out, it can be seen that marriages performed by transsexuals are not legal according to religion and the state because they violate the boundaries and rules that have been set by the state.Keywords:  Marriage; Transsexual; Natural Rights.Abstrak: Seiring dengan perkembangan masa terdapat beberapa individu yang melakukan operasi pergantian kelamin karena merasa tubuh yang dimilikinya sekarang tidak sesuai dengan kejiwaannya. Individu yang melakukan operasi pergantian kelamin disebut dengan transeksual. Di Indonesia sendiri, setelah melakukan operasi pergantian kelamin maka dapat mengajukan ke Pengadilan Negeri untuk mendapatkan perubahan identitas pada kartu kependudukannya. Ketika secara resmi telah berubah kelamin serta identitasnya, maka yang akan menjadi pertanyaan adalah terkait hak-hak yang akan didapatkannya apakah akan dipersamakan dengan masyarakat umum lainnya. Salah satu hak setiap individu adalah melaksanakan perkawinan, yang mana perkawinan tersebut antara laki-laki dengan perempuan. Namun di Indonesia tidak ada aturan terkait perkawinan yang dilakukan oleh transeksual. Sehingga perlu adanya kajian tentang perkawinan transeksual, yang mana akan tepat jika ditinjau dari perspektif teori hak kodrati. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perkawinan transeksual yang ditinjau dari perspektif teori hak kodrati. Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum normatif dengan menggunakan pendekatan konseptual. Berdasarkan analisa yang dilakukan dapat diketahui bahwa perkawinan yang dilakukan oleh transeksual tidak sah menurut agama dan negara karena melanggar batasan-batasan dan aturan yang telah ditetapkan oleh negara.Kata Kunci: Perkawinan; Transeksual; Hak Kodrati.
PEKERJA MIGRAN SIRKULER DALAM PENINGKATAN KESEJAHTERAAN SOSIAL KELUARGA DI DESA NGEMBOH KECAMATAN UJUNGPANGKAH KABUPATEN GRESIK Yulianto, Fadly; Furqan, Muhammad
JURNAL AL-IJTIMAIYYAH Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/al-ijtimaiyyah.v8i1.13024

Abstract

Abstract: Research on circular migrants and improving their family's social welfare has been carried out in Ngemboh Village, Ujungpangkah District, Gresik Regency. This study involved 30 respondents who came from 30 families whose members were circular migrant workers. Data were collected through interviews, observation, and document review, then analyzed descriptively and qualitatively. The results show that every family supports its members to become circular migrant workers. In addition to the limited employment opportunities in the area of origin, the main reason for becoming a circular migrant worker is to meet economic needs and improve family welfare. The money earned at this time was bought in the form of milling machines and chainsaws, as well as pets to raise. Actually, this method has good potential to advance the business sector in the area of origin. Therefore, local governments in villages or sub-districts are advised to form microfinance institutions to manage some of their funds and as savings or investments for business financing. Business actors can be encouraged through the formation of an economic community initiated by the Ministry of Social Affairs through the local Social Service. The contribution of this research to the wider community is to provide an overview of circular migrant workers in the organization and form of their work. Financial management and any impacts that occur both personally and as a community in society.Keywords: Circular Migrant Workers; Family Social Welfare.Abstrak: Penelitian tentang migran sirkuler dan peningkatan kesejahteraan sosial keluarganya telah dilakukan di Desa Ngemboh Kecamatan Ujungpangkah Kabupaten Gresik. Penelitian ini melibatkan 30 responden yang berasal dari 30 keluarga yang anggotanya merupakan pekerja  migran sirkuler. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan telaah dokumen, kemudian dianalisis secara deskriptif dan kualitatif. Hasilnya menunjukkan bahwa setiap keluarga mendukung anggotanya menjadi pekerja migran sirkuler. Selain terbatasnya kesempatan kerja di daerah asal, alasan utama menjadi pekerja migran sirkuler adalah untuk memenuhi kebutuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan keluarga. Uang yang diperoleh saat ini dibelikan dalam bentuk mesin giling dan gergaji mesin, serta hewan peliharaan untuk diternak. Sebenarnya cara ini memiliki potensi yang baik untuk memajukan sektor bisnis di daerah asal. Oleh karena itu, pemerintah daerah di desa atau kecamatan disarankan untuk membentuk lembaga keuangan mikro untuk mengelola sebagian dana mereka dan sebagai tabungan atau investasi untuk pembiayaan usaha. Pelaku usaha dapat digalakkan melalui pembentukan masyarakat ekonomi yang diinisiasi oleh Kementerian Sosial melalui Dinas Sosial setempat. Kontribusi penelitian ini bagi masyarakat luas adalah untuk memberikan gambaran terkait pekerja migran sirkular dalam mengatur dan bentuk dari pekerjaan mereka. Pengelolaan keuangan serta dampak apa saja yang terjadi baik secara pribadi maupun secara komunitas dalam masyarakat.Kata Kunci: Pekerja Migran Sirkuler; Kesejahteraan Sosial Keluarga.
PEMBERDAYAAN EKONOMI RAKYAT BERBASIS EKOWISATA MELALUI LEMBAGA PEMERINTAH DI GAYO LUES-ACEH Sukri, Sukri
JURNAL AL-IJTIMAIYYAH Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/al-ijtimaiyyah.v8i1.12588

Abstract

Abstract: The Agusen Village area, Blangkejeren District, which is located in the hilly area of Gayo Lues Regency, has a long history. This village is a village where leprosy is dumped, the village is left behind and far from the city center, the level of education is low, economic growth is low, and this village is popularly known as the cannabis village. This study aims to reveal the efforts of government agencies in the Blangkejeren District in empowering the community's economy based on ecotourism and the stages of its empowerment to improve the economy of the Agusen Village community. The type of research used is field research with a descriptive approach. Data analysis by collecting data, reducing, presenting data and drawing conclusions. Based on the results of the study, it can be concluded that the collective ability of the community in promoting and developing tourism is implemented through systematic efforts made by local governments (sub-districts and districts); by providing non-formal education in increasing awareness, strengthening community capacity and strengthening village institutions as institutional bonds that foster harmonious harmony in building the Agusen community. Through various outreach activities, efforts were made to raise awareness of the potential existence of Agusen Village. Meanwhile, technical skills and skills in managing tourism-based economic activities are provided through the provision of training, both economically and technically.Keywords: Economic Empowerment; Ecotourism; Government Agencies.Abstrak: Kawasan Desa Agusen Kecamatan Blangkejeren yang berada di daerah perbukitan Kabupaten Gayo Lues memiliki sejarah yang cukup panjang. Desa ini merupakan desa tempat pembuangan penderita kusta, desa tertinggal dan jauh dari pusat kota, tingkat pendidikan rendah, pertumbuhan ekonomi rendah, dan desa ini populer dengan sebutan desa ganja. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap upaya lembaga pemerintahan Kecamatan Blangkejeren dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat yang berbasis ekowisata dan tahapan pemberdayaannya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Agusen. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan pendekatan deskriptif. Analisis data dengan mengumpulkan data, reduksi, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kemampuan kolektif masyarakat dalam memajukan serta mengembangkan pariwisata yang di implementasikan melalui upaya sistematis yang dilakukan oleh pemerintah daerah (kecamatan dan kabupaten); dengan memberikan pendidikan nonformal dalam meningkatkan kesadaran, penguatan kapasitas masyarakat dan memperkuat kelembagaan desa sebagai ikatan kelembagaan yang memupuk keharmonisan yang selaras dalam membangun masyarakat Agusen. Melalui berbagai kegiatan sosialisasi dilakukan upaya penyadaran akan potensi keberadaan Desa Agusen. Sedangkan keterampilan teknis dan keterampilan dalam mengelola kegiatan ekonomi berbasis pariwisata diberikan melalui pemberian pelatihan, baik secara ekonomi maupun teknis.Kata Kunci: Pemberdayaan Ekonomi; Ekowisata; Lembaga Pemerintah.
ANALISA KINERJA PERUSAHAAN DAN TRANSAKSI INVESTOR SAHAM BANK SYARIAH PASCA MERGER TERHADAP IHSG Widiarma, In'am
JURNAL AL-IJTIMAIYYAH Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/al-ijtimaiyyah.v8i1.13230

Abstract

Abstract: The potential of the Islamic capital market in Indonesia is still very large and it is still possible to continue to experience growth and develop into one of Indonesia's economic instruments that supports development carried out by the government and the private sector. The purpose of this study was to determine the effect of the stock performance of Bank Syariah Indonesia before and after the merger of the three government-owned Islamic banks, namely Bank BNI Syariah, Bank BRISyariah and Bank Syariah Mandiri, merging into one using the stock code BRIS. The research method used is data collected primary and secondary, data analysis techniques are carried out using paired t test and simple linear regression test using SPSS version 23 software. This analysis includes three things, namely to determine the performance of Islamic bank shares, transactional stock investors Islamic banks and the financial performance of Islamic banks affect the JCI movement. The results of the research from the data obtained that the fundamental aspect does not really affect stock movements, but news related to strategic policies such as mergers makes the euphoria of positive news sentiment that affects the increase in share prices of Islamic banks.Keywords: Merger; Islamic Bank; Capital Market.Abstrak: Potensi pasar modal syariah di Indonesia masih sangat besar dan masih memungkinkan untuk terus mengalami pertumbuhan dan berkembang menjadi salah satu instrumen ekonomi Indonesia yang membantu pembangunan yang dilakukan pemerintah maupun swasta. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kinerja saham Bank Syariah Indonesia sebelum dan sesudah merger dari ketiga Bank Syariah milik Pemerintah yaitu Bank BNI Syariah, Bank BRISyariah dan Bank Syariah Mandiri, penggabungan menjadi satu dengan menggunakan kode saham BRIS. Metode penelitian yang digunakan adalah data dikumpulkan secara primer dan sekunder, teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan uji paired t test dan uji regresi linier sederhana dengan menggunakan software SPSS version 23. Analisa ini mencakup tiga hal yakni untuk mengetahui kinerja saham bank syariah, transaksional investor saham bank syariah dan kinerja keuangan bank syariah mempengaruhi pergerakan IHSG. Hasil penelitian dari data yang didapat bahwa aspek fundamental tidak terlalu mempengaruhi pergerakan saham akan tetapi berita terkait kebijakan strategis seperti merger menjadikan euforia sentimen berita positif yang mempengaruhi peningkatan harga saham bank syariah.Kata Kunci: Merger; Bank Syariah; Pasar Modal.
PERCERAIAN AKIBAT DISABILITAS MENTAL PERSPEKTIF SURAH AN-NUR AYAT 61 DAN HAK ASASI MANUSIA NASUTION Setiyoningrum, Nurlaila Indah; Yasin, Raden Cecep Lukman
JURNAL AL-IJTIMAIYYAH Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/al-ijtimaiyyah.v8i1.12842

Abstract

Abstract: Divorce is the release of marriage bonds through the Religious Courts. Divorce with mental disabilities is a divorce carried out by the plaintiff against a defendant with a mental disability. The purpose of this study is to analyze divorce due to mental disability from the human rights perspective of Adnan Buyung Nasution and to analyze divorce from mental disability perspective from Surah An-Nur verse 61. This research method is a normative research with a case approach. The results of this study are that law enforcement on the rights of mental disabilities should also be supported by the government and law enforcement. Divorce for mental disabilities should not be granted, because it is increasingly painful and difficult to recover. In Surah An-Nur verse 61 it is stated that the rights of persons with mental disabilities are the same as normal humans, so that in treating persons with disabilities they are the same in the eyes of Allah and Islam strongly rejects discrimination against anyone.Keywords:  Divorce; Mental Disability; Human Rights. Abstrak: Perceraian merupakan terlepasnya ikatan pernikahan melalui peradilan Agama. Perceraian disabilitas mental merupakan perceraian yang dilakukan oleh penguggat terhadap tergugat yang penyandang disabilitas mental. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk menganalisis perceraian akibat disbilitas mental perspektif hak asasi manusia Adnan Buyung Nasution dan untuk menganalisis perceraian disabilitas mental perspektif surah An-Nur ayat 61. Metode penelitian ini yaitu penelitian normatif dengan pendekatan kasus. Hasil dalam penelitian ini yaitu penegakan hukum terhadap hak-hak disabilitas mental sebaiknya didukung pula oleh pemerintah dan penegak hukum. Perceraian terhadap disabilitas mental sebaiknya tidak dikabulkan, sebab semakin menderita dan sukar untuk sembuh. Dalam surah An-Nur ayat 61 menyatakan bahwa hak penyandang disabilitas mental itu sama seperti manusia normal, sehingga dalam memperlakukan penyandang disabilitas-pun sama di mata Allah dan Islam sangat menolak diskriminasi terhadap siapapun.Kata Kunci: Perceraian; Disabilitas Mental; Hak Asasi Manusia.

Page 7 of 26 | Total Record : 256