cover
Contact Name
Muhammad Furqan
Contact Email
muhammadfurqan_0407@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
alijtimaiyahpmi@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Al-Ijtimaiyyah
ISSN : 26545217     EISSN : 24610755     DOI : -
Journal Al-Ijtimaiyyah is an open access journal that contributing to publishing various research results and literature review in the field of Islamic community development and social welfare. The journal welcomes the new idea and concepts on the community development field to be published academically. This journal was initiated by a group of academicians who concern with development and social issues at Ar-Raniry Islamic University, Banda Aceh, Indonesia. Focus; Journal Al-Ijtimaiyyah publishes an academic article on Islamic community development and social welfare based on research, project report, book reviews and new concept on Islamic community development that based on deep literature review. Scope; Journal Al-Ijtimaiyyah accepts the submission of articles in the fields of Islamic community development, Islamic microfinance, disaster and development, poverty reduction, social welfare, entrepreneurship and gender, and development.
Arjuna Subject : -
Articles 256 Documents
PARTISIPASI TENAGA KERJA PEREMPUAN DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN KELUARGA (STUDI KASUS DI PASAR NALOGATEN KEC. SLEMAN YOGYAKARTA) Maudy, Anita; Noor, Nina Mariani
JURNAL AL-IJTIMAIYYAH Vol 8, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/al-ijtimaiyyah.v8i2.15634

Abstract

Abstract: In a family, apart from being a wife, women also work as housewives who educate children and are devoted to their husbands. Many things are considered to create a prosperous family so that life is more comfortable and also various motivations for working, one of which is to ease the burden on households with a high number of dependents, want to earn their own money, seek experience, and want to transfer their knowledge to others. This study aims to find out whether working women's welfare has increased or there are many problems behind it. As for this research, it can be seen from working women in terms of age, work done by women, and family welfare conditions. This study uses an approach approach with the interview method to 4 informants who can provide correct and clear information related to the research being conducted. The research findings show that women in the Nologaten market who are over 40 years old are self-willed, self-employed and want to have their own money. Even though their children are well off and have enough jobs, the mothers who work in the Nologaten market still want to work alone because they are used to it, and they also have the help of their husbands. There are various kinds of work at that place, such as selling spices, vegetables, and also selling chicken. This research was conducted at Nologaten Caturtunggal Market, Depok District, Sleman Regency, Special Region of Yogyakarta.Keywords: Women; Welfare; Family. Abstrak: Dalam sebuah keluarga perempuan selain berperan sebagai istri juga berfungsi sebagai ibu rumah tangga yang mendidik anak dan berbakti kepada suami. Banyak hal yang dipertimbangkan untuk menciptakan keluarga yang sejahtera agar hidup lebih nyaman Berbagai motivasi perempuan ingin bekerja yaitu untuk meringankan beban rumah tangga dengan jumlah tanggungan cukup tinggi, ingin mencari uang sendiri, mencari pengalaman, dan ingin mentransfer ilmunya kepada orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perempuan bekerja apakah kesejahteraan keluarganya meningkat atau banyak permasalahan dibaliknya. Adapun penelitian ini dapat dilihat perempuan bekerja dari segi umur, pekerjaan yang dilakukan perempuan, dan kondisi kesejahteraan keluarga. Dalam penelitian ini merupakan suatu pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode wawancara kepada 4 informan yang bisa memberikan tanggapan atau infomasi dengan benar dan jelas yang terkait dengan penelitian yang ingin dilakukan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa perempuan yang bekerja di pasar Nologaten yang berusia di atas 40 tahun adalah kemauan diri sendiri, kesenangan sendiri dan ingin mempunyai uang sendiri. Walaupun anak-anaknya sudah berkecukupan dan mempunyai pekerjaan yang cukup namun ibu-ibu yang bekerja di pasar Nologaten tetap ingin bekerja sendiri dikarenakan sudah terbiasa berdagang. Berbagai macam kerjaannya ditempat tersebut seperti menjual rempah-rempah, sayur-sayuran dan juga menjual ayam. Penelitian ini dilakukan di Pasar Nologaten Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.Kata Kunci: Perempuan; Kesejahteraan; Keluarga.
PENDAMPINGAN PEMERINTAHAN GAMPONG DALAM MENINGKATKAN TATA KELOLA ADMINISTRASI DESA (BEST PRACTICE DI GAMPONG TEUNGOH BARO) Fanzikri, Mirza
JURNAL AL-IJTIMAIYYAH Vol 8, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/al-ijtimaiyyah.v8i2.15622

Abstract

Abstract: Gampong Teungoh Baroh Kecamatan Peukan Baro Kabupaten Pidie is a locus that requires strengthening and improving village administration governance by the mandate of the Minister of Home Affairs regulation on Number 47 of 2016 concerning Village Government Administration. This study explains efforts to assist village administration in Gampong Teungoh Baroh Kecamatan Peukan Baro Kabupaten Pidie. This research was carried out in conjunction with community service using the Participatory Learning and Action (PLA) method, a participatory learning and practice process which positions the target of coaching and the subject of implementing village administration. This activity is designed in two dimensions. The research dimension uses data collection techniques through observation, interviews, document review, and the coaching dimension, which consists of several activities. Participants who were targeted and informants in this community service consisted of elements of Keuchik, Gampong Apparatus, TPG, and village cadres. Data analysis in this study uses data collection techniques, reduction, simplification, and conclusion. The results of the study describe the stages of assistance in four functions. Namely, the function of; empowering, protecting, supporting and facilitating. Assistance activities for village administration governance were held in the form; of socialisation for the regulation of Minister of Home Affairs Number 47 of 2016, workshops for filling out village administration register books, supervision and consultation on village administration.Keywords: Village Administrations; Village Assistance; Community Service.Abstrak: Gampong Teungoh Baroh Kecamatan Peukan Baro Kabupaten Pidie merupakan lokus yang membutuhkan penguatan dan peningkatan tata kelola administrasi pemerintahan desa. Di sana ditemukan bahwa belum tersedianya buku register administrasi desa sesuai dengan amanat Permendagri Nomor 47 tahun 2016 Tentang Administrasi Pemerintahan Desa. Penelitian ini memberikan penjelasan terkait upaya pendampingan tata kelola administrasi desa di Gampong Teungoh Baroh Kecamatan Peukan Baro Kabupaten Pidie. Penelitian yang dilaksanakan bersamaan dengan pengabdian masyarakat ini menggunakan metode Participatory learning and Action (PLA) atau proses belajar dan praktik secara partisipatif, yang memposisikan sasaran pembinaan juga sebagai subjek pelaksana administrasi desa. Kegiatan ini didesain dalam dua dimensi. Dimensi penelitian menggunakan teknik pengumpulan data secara observasi, wawancara, dan telaah dokumen serta dimensi pembinaan yang terdiri dari beberapa kegiatan. Peserta yang menjadi sasaran merangkap informan dalam pengabdian masyarakat ini terdiri dari unsur Keuchik, Aparatur Gampong, TPG, dan para kader LKD Gampong Teungoh Baroh. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data, reduksi, penyederhanaan, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menguraikan tahapan pendampingan dalam empat fungsi, yaitu fungsi penguatan (empowering), perlindungan (protecting), pendukungan (supporting), dan fasilitasi (facilitation). Kegiatan pendampingan tata kelola administrasi desa diselenggarakan berupa sosialisasi Permendagri Nomor 47 tahun 2016, lokakarya (workshop) pengisian buku register administrasi desa, serta supervisi dan konsultasi penyelenggaraan administrasi pemerintahan desa.Kata Kunci: Administrasi  Desa; Pendampingan Desa; Pengabdian Masyarakat.
STRATEGI PENGEMBANGAN KARIR DALAM MENINGKATKAN KREATIVITAS KERJA PADA STAF PALANG MERAH INDONESIA KOTA BANDA ACEH Hatta, Kusmawati; Azhari, Azhari; Zubaidah, Zubaidah
JURNAL AL-IJTIMAIYYAH Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/al-ijtimaiyyah.v9i1.15854

Abstract

Abstract: Career development is urgently needed in increasing the resources of the Indonesian Red Cross in Banda Aceh City so that staff are ready when facing a sudden disaster. Therefore, the purpose of this study was to determine the qualifications of Indonesian Red Cross workers, the Indonesian Red Cross Staff Work Program that was applied to the implementation and creativity of employees, and how the stages of career development of Indonesian Red Cross Staff were. In taking the sample, the writer uses purposive sampling technique. Data collection techniques with observation techniques, interviews and documentation. After getting data from the field, the results of the research can be seen that the career development strategy in increasing the creativity of the Indonesian Red Cross staff in Banda Aceh City. First, the qualifications of workers are very diverse and not in accordance with their field of work, so they need data from individuals to adjust their work. Second, having a work program from each field, namely: (a) Searching for blood donor locations in collaboration with partners and granting charters; (b) perform services and data collection and fulfill the facilities and infrastructure; (c) Complete documentation to complete requests from the Food and Drug Administration in the process of complying with Good Manufacturing Practices; (d) Training on logistics and disaster management assessment; (e) Socialization and simulation of public and school health; (f) Proposing permanent employees and refresting data collection. Third, the career development strategy of Indonesian Red Cross staff consists of three strategic processes, namely: (a) scheduled training; (b) internship; (c) seminars and workshops.Keywords: Strategy; Career Development; Work Creativity; PMI Staff.Abstrak: Pengembangan karir sangat dibutuhkan dalam meningkatkan sumber daya Palang Merah Indonesia Kota Banda Aceh sehingga staf siap bertugas saat ada bencana yang melanda tiba-tiba. Oleh karena itu tujuannya dilaksanakan penelitian ini ialah untuk mengetahui kualifikasi para pekerja staf Palang Merah Indonesia, Program kerja Staf Palang Merah Indonesia yang diterapkan untuk pencapaian kinerjanya dan kreativitas kerjanya, serta bagaimana tahapan pengembangan karir Staf di Palang Merah Indonesia. Dalam pengambilan sampel penulis menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Setelah mendapatkan data yang diperoleh dari lapangan, maka hasil penelitian dapat diketahui bahwa strategi pengembangan karir dalam meningkatkan kreativitas pada staf Palang Merah Indonesia Kota Banda Aceh. Pertama, kualifikasi para pekerja sangat beragam dan belum sesuai dengan bidang pekerjanya, sehinga membutuhkan data dari perorang untuk menyesuaikan pekerjaanya. Kedua, memiliki program kerja dari masing-masing bidang yaitu: (a) Pencarian lokasi donor darah dengan bekerja sama dengan mitra-mitra dan pemberian piagam; (b) Melakukan pelayanan dan pendataan serta  memenuhi perlengkapan sarana dan prasarana; (c) Melengkapi dokumentasi untuk melengkapi permintaan dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan dalam proses pemenuhan Good Manufacturing Practices; (d) Pelatihan logistic dan dan manajemen bencana assesmen; (e) Sosialisasi dan simulasi kesehatan ke masyarakat dan sekolah; (f) Pengusulan pegaawai tetap dan refrest pengimputan data. Ketiga, strategi pengengembangan karir staf Palang Merah Indonesia terdapat tiga proses strategi yaitu: (a) pelatihan dengan jadwal schedule; (b) magang; (c) seminar dan workshop.Kata Kunci: Strategi; Pengembangan Karir; Kreativitas Kerja, Staf PMI.
CELEBRITY PHILANTHROPY: KEDERMAWANAN MUSLIM KELAS MENENGAH DI INDONESIA Lyansari, Kirana Nur
JURNAL AL-IJTIMAIYYAH Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/al-ijtimaiyyah.v9i1.17871

Abstract

Abstract: This article describes the phenomenon of celebrities involvement in Islamic philanthropy in Indonesia. The author focuses on Peggy Melati Sukma, a celebrity figure who had hijrah (spiritual transformation). She was actor, host and model. However, after hijrah, she was committed to focus on managing Islamic philanthropic. The data of this article are collected from Peggy Melati Sukma’s autobiography books, social media observations (netnography) and joined Peggy Melati Sukma's taklim offline. To analyze this phenomenon, the author uses qualitative research with narrative analysis method. This article finds that celebrity philanthropy tends to take advantage of the Islamic market momentum, combined of piety, happiness and satisfaction, as well as fashion. In contrast to other philanthropic institutions that utilize cultural capital, celebrity philanthropy emphasizes the celebrity popularity or their images to gain the trust of the public. Furthermore, celebrity philanthropy is an alternative choice among the other philanthropic institutions. This research contributes to the Islamic philanthropy discussion in Indonesia, specifically celebrity involvement.Keywords: Covid-19; Philanthropy; Islamic Market; Piety; Celebrity.Abstrak: Artikel ini mendiskripsikan fenomena keterlibatan selebriti dalam kegiatan filantropi Islam di Indonesia. Penulis fokus melihat satu figur selebriti hijrah yaitu Peggy Melati Sukma. Dia sebelumnya berprofesi sebagai pemain sinetron, pembawa acara juga model. Namun setelah hijrah, ia berkomitmen untuk fokus mengelola kegiatan filantropi Islam. Data di artikel ini dikumpulkan dari buku-buku autobiografi, observasi media sosial (netnografi) dan mengikuti taklim Peggy Melati Sukma secara offline. Untuk menganalisis fenomena ini, penulis menggunakan penelitian kualitatif dengan metode analisis naratif. Artikel ini menemukan bahwa filantropi selebriti cenderung memanfaatkan momentum pasar Islam, bentuk kombinasi antara kesalehan, kebahagiaan dan kepuasan, juga fesyen. Berbeda dengan lembaga filantropi lainnya yang memanfaatkan modal kultural, filantropi selebriti lebih menonjolkan kepopuleran figure atau image selebriti untuk mendapat kepercayaan dari masyarakat. Selain itu, keberadaan filantropi selebrity menjadi pilihan alternatif di antara lembaga filantropi lainnya. Penelitian ini berkontribusi menambah diskusi tentang filantropi Islam di Indonesia, secara khusus mengenai keterlibatan selebriti.Kata Kunci: Covid-19; Filantropi; Pasar Islam; Kesalehan; Selebriti.
MAQASHID AL-SYARIAH KESEPAKATAN PASANGAN SUAMI ISTERI TIDAK MEMILIKI ANAK (CHILDFREE) DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM Syarif, Muhammad; Furqan, Furqan
JURNAL AL-IJTIMAIYYAH Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/al-ijtimaiyyah.v9i1.17545

Abstract

Abstract: Childfree reaps many pros and cons, then what is the law in Islam if a husband and wife decide not to have children. This library research study aims to explain the position of childfree (unwillingness to have children) within the framework of Islamic law by using the maqashid al-shari'ah theories. The results of this study indicate that deciding to be childfree is due to financial reasons and academic education. Having a child is not just about giving birth but also having to be prepared to create quality children so that it costs quite a lot to get a proper education. In Islamic law, marriage has several purposes, one of which is to get offspring (hifẓ an-nasl). Therefore, if a husband and wife marry and deliberately decide not to have children, then this decision is contrary to Islamic law.Keywords:  Husband and wife; Childfree; Islamic Law.Abstrak: Childfree menuai banyak pro dan kontra, lalu bagaimana hukumnya dalam Islam apabila pasangan suami istri memutuskan untuk tidak memiliki anak. Penelitian studi kepustakaan (library research) ini bertujuan untuk menjelaskan kedudukan childfree (keengganan untuk memiliki keturunan) dalam kerangka hukum Islam dengan menggunakan teori maqashid al-syariah. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa memutuskan childfree karena alasan finansial dan pendidikan akademik. Memiliki anak tidak hanya sekedar melahirkan tetapi juga harus dipersiapkan untuk menciptakan anak yang berkualitas sehingga membutuhkan biaya yang cukup banyak untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Dalam hukum Islam perkawinan memiliki beberapa tujuan, salah satunya adalah untuk mendapatkan keturunan (hifẓ an-nasl). Oleh sebab itu, apabila pasangan suami istri menikah dan memutuskan dengan sengaja untuk tidak memiliki anak maka keputusan ini bertentangan dengan hukum Islam.Kata Kunci: Suami Istri; Childfree; Hukum Islam.
PENGARUH PROGRAM ACEH BESAR SEJAHTERA (PRO ABES) TERHADAP PENGENTASAN KEMISKINAN DI KABUPATEN ACEH BESAR Khalezar, Khalezar; Noor, Nina Mariani; Fadli, Fadli; Zulkifli, Muchlis; Maulida, Muhammad Hashemi
JURNAL AL-IJTIMAIYYAH Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/al-ijtimaiyyah.v9i1.18036

Abstract

Abstract: Aceh is still the poorest province in Sumatra, this condition was conveyed by the Central Bureau of Statistics (BPS) of Aceh Province. Aceh Besar District is located next to Banda Aceh City as the provincial capital, but the poverty rate in Banda Aceh City is much lower than in Aceh Besar. The author focuses on the Central Bureau of Statistics data that presents the poverty rate in Aceh Besar District as higher even though the two are located side by side. On that basis, the Regent of Aceh Besar launched the Aceh Besar Sejahtera Program (Pro Abes) with the aim of overcoming and reducing the burden of spending on the poor in Aceh Besar with a target of reducing the poverty rate by 10%. The purpose of this study was to determine the extent of the influence of the Aceh Besar Sejahtera Program in overcoming the problem of poverty in the Aceh Besar District and how much a percentage of the poverty rate fell from the impact of the program. This research uses qualitative methods with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The results showed that the effect of the Aceh Besar Sejahtera Program in reducing the expenditure burden of the poor had been achieved, but significantly had not emphasized the reduction in poverty in Aceh Besar District. From 2017 the program was launched until 2022 the end of the term of office, the percentage of poor people in Aceh Besar District only decreased by 0.91% and the number of poor people decreased by 4.51%.Keywords: Influence; Aceh Besar Sejahtera Program; Poverty Alleviatio.Abstrak: Aceh masih menjadi provinsi termiskin di Sumatera, kondisi ini disampaikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh. Secara kedudukan Kabupaten Aceh Besar berdampingan dengan Kota Banda Aceh sebagai ibu kota provinsi, akan tetapi angka kemiskinan di Kota Banda Aceh jauh lebih rendah dari Aceh Besar. Penulis fokus pada data Badan Pusat Stastistik yang menyajikan tingkat kemiskinan di Kabupaten Aceh Besar lebih tinggi padahal letak keduanya berdampingan. Atas dasar itu Bupati Aceh Besar meluncurkan Program Aceh Besar Sejahtera (Pro Abes) dengan tujuan untuk mengatasi dan mengurangi beban pengeluaran masyarakat miskin di Aceh Besar dengan target penurunan angka kemiskinan sebesar 10%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sejauh mana pengaruh Program Aceh Besar Sejahtera dalam mengatasi masalah kemiskinan di Kabupaten Aceh Besar serta berapa persen angka kemiskinan turun dari dampak program tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh Program Aceh Besar Sejahtera dalam mengurangi beban pengeluaran masyarakat miskin sudah tercapai, namun secara signifikan belum menekankan pada penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Aceh Besar. Dari tahun 2017 program ini diluncurkan sampai dengan tahun 2022 berakhirnya masa jabatan, persentase penduduk miskin di Kabupaten Aceh Besar hanya turun sebesar 0,91% dan jumlah penduduk miskin turun sebesar 4,51%.Kata Kunci: Pengaruh; Program Aceh Besar Sejahtera; Pengentasan Kemiskinan.
PEMIKIRAN KIAI SAHAL MAHFUDH TENTANG PERAN PUBLIK PEREMPUAN DI ERA MILENIAL Asofik, Mohammad Rif’an
JURNAL AL-IJTIMAIYYAH Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/al-ijtimaiyyah.v9i1.17729

Abstract

Abstract: This research investigates Kiai Sahal Mahfudh opinion about the public roles of women in the recent era. This discourse becomes interesting for some authors since there are still some Muslim people who discriminates the role of women and place women as domestic resident. These contemporary issues about the role of women in public scope become a fascinating issue to be discussed among the educational activist. For instance, how is the law of a woman who becomes a leader? Whether or not if a woman is allowed to have a carrier in the political and entrepreneur field, or even becomes a foreign labour? This matter still produces different point of views and opinions among the people. To some extend it is considered as completely haram by showing some of their arguments, while to some others it is considered as halal because of some fundamental reasons. These two different opinions are the reasons why the researcher feels like to initiate the research by collaborating Kiai Sahal Mahfudh opinion in answering such matter as well as knowing the methodology of his thought. This research uses qualitative research with library research approach. The result of the research proves that the three methods of Kiai Sahal Mahfudh’s opinion make women’s rights are preserved as what is in the Islamic teachings, so that women can play their public role in the millennial era.Keywords:  Kiai Sahal Mahfudh Thought; Women’s Public Roles; Millennial Era.Abstrak: Tulisan ini mengkaji pemikiran Kiai Sahal Mahfudh tentang peran publik perempuan di era milenial, yang mana diskursus ini menjadi begitu menarik bagi penulis sebab masih ada sebagian orang Islam yang masih mendiskriminasikan peran perempuan dan memposisikan perempuan sebagai manusia domestik. Isu-isu kontemporer tentang peran perempuan di dunia publik menjadi tema yang menarik untuk dikonsumsi civitas akademik. Misalnya, bagaimana hukum perempuan menjadi pemimpin? Apakah boleh dalam Islam, perempuan (istri) berkarir di dunia politik, entrepreneurship, bahkan menjadi TKW?. Problematika tersebut masih menimbulkan silang pendapat, ada yang mengatakan tidak boleh (haram) secara mutlak dengan memaparkan argumentasinya. Di sisi lain juga ada yang menyampaikan boleh (halal) disebabkan beberapa alasan yang fundamental. Dari dua silang pendapat itulah penulis merasa terpanggil untuk mengelaborasi pemikiran Kiai Sahal Mahfudh dalam menjawab problematika tersebut sekaligus mengetahui metodologi berpikirnya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan library research. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa ketiga metodologi pemikiran Kiai Sahal Mahfudh inilah yang menjadikan hak-hak perempuan dapat terjaga sebagaimana yang ada dalam syariat Islam sehingga perempuan dapat memainkan peran publiknya di era milenial.Kata Kunci: Pemikiran Kiai Sahal Mahfudh; Peran Publik Perempuan; Era Milenial.
REPRESENTASI FEMINISME DALAM FILM ‘GANGUBAI KATHIAWADI’ Miswa L, Rifqa Imelda
JURNAL AL-IJTIMAIYYAH Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/al-ijtimaiyyah.v9i1.18077

Abstract

Abstract: The social phenomenon that places women in a lower position than men in power relations is an important issue that is often discussed in the context of the struggle for gender equality. However, women's struggle against attachment to power relations is also a relative and contextual social phenomenon. In the Indian context, women in countries that still maintain patriarchal structures often face difficulties and difficult experiences. Patriarchy refers to a social system that gives greater power and control to men in various aspects of life, including in political, economic, cultural and social matters. Women struggle not to be looked down upon or looked down upon, regardless of their position, profession or social status. Those who feel shackled by patriarchal culture and masculine domination are referred to as the feminist movement. Film ‘Gangubai Kathiawadi’ and the characters used as data sources in this study are material objects, while the formal subject of the research is a critical discourse about the characters behind the portrayal of feminism in films. The purpose of this research is to find out the depiction of feminism in the film ‘Gangubai Kathiawadi’. The researcher uses Roland Barthes' theory to describe the combination of characters and the rules behind them to create meaning from the text. Roland Barthes's levels of meaning are denotation, meaning and myth. In addition, theories and parameters to see the understanding of gender in film, gender analysis and social construction theory by Peter L. Berger & Thomas Luckman. The results of the analysis in this study found that there is a sign of the construction of women in scene film ‘Gangubai Kathiawadi’. This is the impact of patriarchal culture and structural poverty that occurs in India. Based on the meaning through Barthes' three sign systems; denotation, connotation, and myth found the existence of symbols and signs of representation of liberal feminism in the film ‘Gangubai Kathiawadi’.Keywords: Representation; Feminism; Film; Semiotics.Abstrak: Fenomena sosial yang menempatkan perempuan pada posisi yang lebih rendah dari laki-laki dalam hubungan kekuasaan adalah isu penting yang sering dibahas dalam konteks perjuangan kesetaraan gender. Tetapi, perjuangan perempuan untuk melawan keterikatan pada hubungan kekuasaan tersebut juga merupakan fenomena sosial yang relatif dan kontekstual. Pada konteks India, perempuan di negara-negara yang masih mempertahankan struktur patriarki sering menghadapi kesulitan dan pengalaman yang sulit. Patriarki merujuk pada sistem sosial yang memberikan kekuasaan dan kontrol yang lebih besar kepada laki-laki dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam hal politik, ekonomi, budaya, dan sosial. Perempuan berjuang untuk tidak dipandang sebelah mata apalagi rendah terlepas dari apapun posisi, profesi, maupun status sosial mereka. Mereka yang merasa terbelenggu oleh budaya patriarki dan dominasi maskulin ini disebut sebagai gerakan feminis. Film ‘Gangubai Kathiawadi’ dan karakter yang dijadikan sumber data dalam penelitian ini adalah objek material, sedangkan subjek formal penelitian adalah wacana kritis tentang karakter di balik penggambaran feminisme dalam film. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penggambaran feminisme dalam film ‘Gangubai Kathiawadi’. Peneliti menggunakan teori Roland Barthes untuk menguraikan kombinasi karakter dan aturan dibaliknya untuk menciptakan makna dari teks. Tingkatan makna Roland Barthes adalah denotasi, makna dan mitos. Selain itu, teori dan parameter untuk melihat pemahaman gender dalam film, analisis gender dan teori konstruksi sosial oleh Peter L. Berger & Thomas Luckman. Hasil analisis dalam penelitian ini ditemukan bahwa adanya tanda konstruksi perempuan dalam scene film ‘Gangubai Kathiawadi’. Hal ini merupakan dampak dari budaya patriarki dan kemiskinan struktural yang terjadi di India. Berdasarkan pemaknaan melalui tiga sistem tanda Barthes; denotasi, konotasi, dan mitos ditemukan adanya simbol dan tanda representasi feminisme liberal dalam film ‘Gangubai Kathiawadi’.Kata Kunci: Representasi; Feminisme; Film; Semiotika.
PENGARUH KONDISI SOSIAL EKONOMI TERHADAP PEMBERDAYAAN MASYARAKAT, MITIGASI BENCANA, DAN DAMPAK ABRASI DI KRAGAN-REMBANG Hamid, Nur; Jauza', Nur Faridatul; Riyadi, Agus; Mudhofi, M.
JURNAL AL-IJTIMAIYYAH Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/al-ijtimaiyyah.v9i1.17731

Abstract

Abstract: The coastal area is a transitional area between the sea and the land. This situation causes coastal areas to experience pressure from various activities and events at sea or on land. An event that often occurs on land is beach abrasion. Abrasion in Kragan Village has threatened 200 residents' settlements with a wave height of about 500 meters. As a result, the socio-economic situation has decreased due to the impact of abrasion. Therefore, it is necessary to empower the community and mitigate disasters. The research objective was to determine the effect of community empowerment, mitigation, and the impact of abrasion in the village of Kragan Rembang. This type of research uses quantitative research methods with a survey approach. Collection technique with a questionnaire (questionnaire). The population used in this study was 571 people, and the sample selection used purposive sampling with a total sample of 85 people. During the statistical test used to determine the effect of using individual parameter significant test (T-test) through the SPSS 16.0 for Windows program. The results of this study are that community empowerment and disaster mitigation have a positive impact on socio-economic conditions and the effect of abrasion harms socio-economic conditions.Keywords: Socioeconomic Conditions; Community Empowerment; Disaster Mitigation and Impact of Abrasion.Abstrak: Daerah pesisir pantai ialah wilayah peralihan antara lautan dan daratan. Keadaan seperti ini mengakibatkan daerah pesisir memperoleh tekanan dari berbagai kegiatan dan kejadian yang terdapat di laut ataupun di darat. Kejadian yang sering terjadi di daratan yaitu abrasi pantai. Abrasi di Desa Kragan sudah mengancam 200 pemukiman warga dengan tinggi ombak sekitar 500 meter. Akibatnya keadaan sosial ekonomi menurun akibat dampak abrasi, maka dari itu perlu adanya pemberdayaan masyarakat dan mitigasi bencana. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberdayaan masyarakat, mitigasi dan dampak abrasi di desa Kragan-Rembang. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan survei. Teknik pengumpulan dengan angket (kuesioner). Populasi pada penelitian ini yaitu Masyarakat Desa Kragan yang terdampak abrasi dan bertempat tinggal di sekitar pesisir pantai dengan kriteria berdasarkan usia, pendidikan dan warga yang berdomisili di Desa Kragan, jenis kelamin perempuan dan laki-laki berdasarkan usia 18-65 tahun dengan jumlah 571 orang, pemilihan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 85 orang. Populasi masyarakat Desa Kragan berdasarkan usia, dengan menetapkan toleransi kesalahan 10%. Sedangkan uji statistik yang digunakan untuk mengetahui adanya pengaruh menggunakan uji signifikan parameter individual (Uji T) melalui program SPSS 16.0 for windows. Hasil dari penelitian ini berupa bahwa pemberdayaan masyarakat dan mitigasi bencana berdampak positif terhadap kondisi sosial ekonomi dan dampak abrasi berdampak negatif terhadap kondisi sosial ekonomi.Kata Kunci: Kondisi Sosial Ekonomi; Pemberdayaan Masyarakat; Mitigasi Bencana dan Dampak Abrasi.
PENDEKATAN DAKWAH WASATHIYYAH FORUM DAKWAH PERBATASAN (FDP) DALAM PEMBINAAN SAUDARA BARU DI WILAYAH PERBATASAN ACEH Fakhri, Fakhri; Fairus, Fairus; Zuhdi, Ahmad
JURNAL AL-IJTIMAIYYAH Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/al-ijtimaiyyah.v9i1.17221

Abstract

Abstract: The coaching of converts to Islam has been an important aspect in the border areas of Aceh Province. This program is conducted considering that the region is prone to silting of faith, drug abuse and negative influence of foreign culture, which could affect the faith and aqidah (creed) of Muslim residing in the border area. This issue becomes the background of this study in an attempt to figure out the approaches of dakwa wasathiyyah (moderate) carried out by the organization of Forum Dakwah Perbatasan (FDP) in implementing its coaching programs for the converts to Islam in the border area. This study employed qualitative approach, in which interview and document analysis were used for collecting the data. The result of this study shows that Forum Dakwah Perbatasan (FDP) has performed the Dakwa fundamentally and consistently within the framework of Islam Wasathiyyah to the Muslim society in the border and remote areas of Aceh. The da’i (callers to Islam) of FDP performed the dakwa in accordance with their vision, that Islamic dakwa should be developed based on the tenets of Islam Wasathiyyah. Among the tenets of Dakwa Wasathiyyah conducted by the FDP are; tawazzun, tawasshut, i’tidal, tasamuh, musawah, syura ishlah, aulawiyah, and tathawwur wa ibtikar. While in implementing those dakwa programs, the FDP performed dakwa by using various approaches as follows: dakwa tauhid, social dakwa, transformative dakwa, and humanist dakwa. This study concluded that the FDP has greatly contributed and assisted in strengthening and coaching the aqidah of the converts to Islam in Aceh.Keywords: Dakwa Wasathiyyah; Forum Dakwah Perbatasan; Converts to Islam.Abstrak: Pembinaan saudara baru menjadi aspek penting di wilayah perbatasan Aceh. Mengingat kawasan tersebut rawan terjadinya pendangkalan akidah, peredaran narkoba dan pengaruh budaya asing yang dapat mempengaruhi keyakinan dan akidah umat Islam di perbatasan. Hal inilah yang menjadi latar belakang penelitian ini dengan tujuan untuk mengkaji tentang gambaran pendekatan dakwah Wasathiyyah yang dilaksanakan oleh Forum Dakwah Perbatasan (FDP) dalam pembinaan berbagai program terhadap saudara baru di perbatasan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara prinsipil dan komitmen Forum Dakwah Perbatasan (FDP) telah melakukan dakwah dalam kerangka Islam Wasathiyyah di kalangan umat Islam di perbatasan dan pedalaman Aceh. Para da'i Forum Dakwah Perbatasan (FDP) menjalankan dakwah sesuai dengan visinya di mana  dakwah Islam selayaknya dikembangkan dengan konsep Islam Wasathiyyah.Adapun prinsip -prinsip Dakwah Wasathiyyah yang dilakukan Forum Dakwah Perbatasan (FDP), sebagai berikut: tawazzun, tawasshut, i'tidal, tasamuh, musawah, syura ishlah, aulawiyah, dan tathawwur wa ibtikar. Dalam mengimplementasi program dakwah tersebut, Forum Dakwah Perbatasan (FDP) melakukan dakwah dalam berbagai pendekatan, di antaranya: dakwah tauhid, dakwah sosial, dakwah transformatif dan dakwah humanis. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Forum Dakwah Perbatasan (FDP) telah memberikan kontribusi dan andil besar terhadap penguatan dan pembinaan akidah saudara baru di perbatasan Aceh.Kata Kunci: Dakwah Wasathiyyah; Forum Dakwah Perbatasan; Saudara Baru.

Page 9 of 26 | Total Record : 256