cover
Contact Name
Muhammad Furqan
Contact Email
muhammadfurqan_0407@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
alijtimaiyahpmi@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Al-Ijtimaiyyah
ISSN : 26545217     EISSN : 24610755     DOI : -
Journal Al-Ijtimaiyyah is an open access journal that contributing to publishing various research results and literature review in the field of Islamic community development and social welfare. The journal welcomes the new idea and concepts on the community development field to be published academically. This journal was initiated by a group of academicians who concern with development and social issues at Ar-Raniry Islamic University, Banda Aceh, Indonesia. Focus; Journal Al-Ijtimaiyyah publishes an academic article on Islamic community development and social welfare based on research, project report, book reviews and new concept on Islamic community development that based on deep literature review. Scope; Journal Al-Ijtimaiyyah accepts the submission of articles in the fields of Islamic community development, Islamic microfinance, disaster and development, poverty reduction, social welfare, entrepreneurship and gender, and development.
Arjuna Subject : -
Articles 256 Documents
MAKNA LOGIKA NUBUWWAH DALAM DAKWAH KH. AHMAD BAHAUDDIN NURSALIM: ANALISIS TRILOGI EPISTEMOLOGI ARAB-ISLAM DAN ANALISIS RESEPSI ENCODING/DECODING Himam, Aliyul
JURNAL AL-IJTIMAIYYAH Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/al-ijtimaiyyah.v7i1.9330

Abstract

Abstract: This article examines the meaning of the Logic of Nubuwwah by KH. Ahmad Bahauddin Nursalim and his dakwah broadcast. The results of this study indicate that: 1) The logic of nubuwwah is a rational and humane way of thinking based on wisdom so that it can glorify oneself in the presence of Allah Swt. As for understanding it can be through an approach based on texts: Al-Qur’an, Hadith and religious books (bayani epistemology), a coherent and reasonable logic, even if it comes from the words of an a'rabi, (burhani epistemology) and direct experience of the spiritual reality of religion (irfani epistemology). 2) KH. Ahmad Bahauddin Nursalim uses a pattern a) an explanation based on a typical Islamic boarding school knowledge framework b) the arrangement of material that is discusive with the students and society b) an open dialogical explanation and communicative based on the religious book which contains the Koran, Hadith and the thought of the ulama c) contains a contextual interpretation that can relate to the students and society d) contains cultural values that apply in society such as manners, morals, ethics, local wisdom and so on.Keywords: Logic of Nubuwwah; Dakwah; KH. Ahmad Bahauddin Nursalim.Abstrak: Tulisan ini mengkaji tentang makna Logika Nubuwwah dalam dakwah dakwah KH. Ahmad Bahauddin Nursalim dan proses penyiaran dakwah KH. Ahmad Bahauddin Nursalim. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Logika nubuwwah adalah cara berpikir yang masuk akal dan manusiawi yang serat akan keluhuran dan ketinggian derajat manusia sehingga dapat memuliakan dirinya di hadapan Allah Swt. Adapun dalam memahaminya dapat melalui pendekatan yang didasarkan pada nash: Al-Qur’an, Hadits dan kitab-kitab klasik (epistemologi bayani), logika yang runtut dan masuk akal, sekalipun itu berasal dari omongan seorang a’rabi/awam (epistemologi burhani) dan pengalaman langsung atas realitas spiritual keagamaan, tidak terbatas hanya untuk hal-hal yang melangit saja namun juga termasuk amaliah sehari-hari (epistemologi irfani). 2) Proses penyiaran dakwah KH. Ahmad Bahauddin Nursalim menggunakan pola a) penjelasan yang berdasarkan kerangka pengetahuan khas pondok pesantren b) penyusunan materi yang bersifat diskusi dengan para santri b) penjelasan yang dialogis yang bersifat terbuka dan komunikatif berdasarkan kitab kuning yang di dalamnya terkandung Al-Qur’an, Hadits dan pemikiran ulama c) mengandung tafsir dan interpretasi yang kontekstual sehingga bisa relate dengan kehidupan para santri dan masyarakat d) memuat nilai-nilai budaya yang berlaku di masyarakat seperti tata krama, akhlak, etika, moral, adab, sopan santun, susila, kearifan lokal dan lain sebagainya.Kata Kunci: Logika Nubuwwah; Dakwah; KH. Ahmad Bahauddin Nursalim.
KONSEP PEMBANGUNAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN PERSPEKTIF IBNU SINA DAN RELEVANSINYA DALAM KONTEKS PENGEMBANGAN MASYARAKAT ISLAM Haq RD, Amirul; Ichsan, Muhammad; Putra, Rahmad Syah
JURNAL AL-IJTIMAIYYAH Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/al-ijtimaiyyah.v7i1.9499

Abstract

Abstract: Educational Human Resources are sources that play an active role in an educational institution in the process of creating qualified and competent graduates in their fields. This paper will examine the concept of developing educational resources from Ibn Sina's perspective and its relevance to the context of developing Islamic society. This article is a literature review with the sources used in consisting of primary data and secondary data. Primary data is the main source that is used as a reference in this writing, namely books or journals related to Ibn Sina's educational thoughts, and secondary data in the form of supporting sources related to education, development, and education. The data analysis technique uses the content analysis method with 4 stages, namely: 1) data classification; 2) data sorting; 3) leveraging/deepening data; and 4) Drawing conclusions. Based on the results of the study, it was found that the concept of development of Human Resources for Education in Ibn Sina's perspective is very relevant to the context of developing Islamic society today, he argues that the development of human resources for education is the first step that must be done directly or indirectly. Because educational human resources are closely related to efforts to prepare development education graduates for the community in the context of developing Islam by implementing a social system that has Islamic philosophical values (khaira ummah), which includes developing the abilities possessed by a human being, namely Spiritual which consists of reason, character and body which consists of limbs, through a process obtained during education.Keywords: Development; Human Resources; Education; Ibn Sina.Abstrak: Sumber Daya Manusia Pendidikan merupakan sumber yang berperan aktif terhadap jalannya suatu lembaga pendidikan dalam proses menciptakan lulusan yang bermutu dan berkompeten di bidangnya. Tulisan ini akan mengkaji tentang konsep pembangunan sumber daya manusia pendidikan perspektif Ibnu Sina dan relevansinya dengan konteks pengembangan masyarakat Islam. Artikel ini merupakan kajian kepustakaan dengan sumber yang digunakan dalam terdiri dari data Primer dan data sekunder. Data Primer berupa sumber utama yang menjadi rujukan dalam penulisan ini yaitu buku atau jurnal yang berkaitan dengan Pemikiran pendidikan Ibnu Sina, dan Data Sekunder berupa sumber pendukung yang berkaitan dengan pembangunan pendidikan, pembangunan, dan pendidikan. Adapun teknik analisis data menggunakan metode analisis konten dengan 4 jenis tahapan yaitu: 1) klasifikasi data; 2) pemilahan data; 3) verifikasi/pendalaman data; dan 4) penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil kajian diperoleh hasil bahwa dalam konsep pembangunan Sumber Daya Manusia Pendidikan dalam perspektif Ibnu Sina sangat relevan dengan konteks pengembangan masyarakat Islam saat ini, dirinya berpendapat bahwa pembangunan sumber daya manusia pendidikan merupakan langkah awal yang harus dilakukan secara langsung maupun tidak langsung. Karena pembangunan sumber daya manusia pendidikan berhubungan erat kepada upaya mempersiapkan lulusan lembaga pendidikan untuk mengabdi kepada masyarakat dalam rangka melakukan pengembangan masyarakat Islam dengan mengimplementasikan sistem kemasyarakatan yang memiliki nilai-nilai philosofis keislaman (khaira ummah), yang di dalamnya berupa pengembangan kemampuan-kemampuan yang dimiliki oleh seorang manusia yaitu Rohani yang terdiri dari akal, budi pekerti dan Jasmani yang terdiri dari anggota badan, melalui proses yang diperoleh selama pendidikan.Kata Kunci: Pembangunan; Sumber Daya Manusia; Pendidikan; Ibnu Sina. 
PEMBERDAYAAN LOCAL WISDOM USAHA KERAJINAN NOKEN PAPUA BERBASIS DIGITAL DI KELURAHAN ARDIPURA JAYAPURA SELATAN Sawir, Muhammad; Laili, Izzatul; Qomarrullah, Rif'iy; Wulandari S, Lestari
JURNAL AL-IJTIMAIYYAH Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/al-ijtimaiyyah.v7i1.9328

Abstract

Abstract: This empowerment activity is aimed at the people of South Ardipura Jayapura. The purpose of this activity is to take advantage of opportunities by diversifying superior products with social media-based marketing media. The approach used is descriptive qualitative phenomenology which is integrated with quantitative data. The stages of implementing activities are carried out starting from socialization, implementation of activities and evaluation and mentoring. The results of this activity are from 15 craftsmen. The data instrument used observation techniques, and structured interviews. Then, to complete the data needed, both in the grand tour question, focused and selection stage, carry out data collection, analysis and make conclusions. Data analysis uses data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results and discussion of the activities carried out were that there was a high level of participation from the participants of the activity, and it was seen from the presence of enthusiastic residents to participate and support from government officials by participating in the activity. Based on these activities in the future, the government and the community can provide improvements to micro-enterprise empowerment programs, especially aspects of handling human resources, management, administration and production, and transfer of appropriate technology.Keywords: Local Wisdom; Noken Papua; Empowerment.Abstrak: Kegiatan pemberdayaan yang dilaksanakan ini ditujukan kepada masyarakat Ardipura Jayapura Selatan. Adapun tujuan kegiatan ini adalah memanfaatkan peluang dengan membuat diversifikasi produk unggulan dengan media pemasaran berbasis media sosial. Pendekatan yang dilakukan menggunakan deskriptif kualitatif fenomonologis yang terpadu dengan data kuantitatif. Tahapan pelaksanaan kegiatan dilakukan mulai dari sosialisasi, pelaksanaan kegiatan dan evaluasi serta pendampingan. Adapun hasil dari kegiatan ini yakni dari 15 pengrajin. Instrumen data menggunakan teknik oservasi, dan wawancara terstruktur. Kemudian, untuk melengkapi data yang dibutuhkan, baik pada grand tour question, tahap focused and selection, melakukan pengumpulan data, analisis dan membuat kesimpulan. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Hasil dan pembahasan dari kegiatan yang dilaksanakan yakni bahwa tingkat partisipasi yang tinggi peserta kegiatan, dan terlihat dari kehadiran warga yang antusias untuk mengikuti serta dukungan dari perangkat pemerintah dengan turut serta hadir dalam kegiatan. Berdasarkan kegiatan tersebut ke depan pemerintah dan masyarakat dapat memberikan peningkatan program pemberdayaan usaha mikro terutama aspek penanganan sumber daya manusia, manajemen, administrasi dan produksi, dan transfer teknologi tepat guna.Kata Kunci: Local Wisdom; Noken Papua; Pemberdayaan.
PERAN LPTP MELALUI PENDEKATAN AGAMA DAN MULTISEKTOR DALAM PENANGANAN PENURUNAN ANGKA STUNTING DI DESA PAGAREJO WONOSOBO Subqi, Imam; Hasan, Saipullah; Riani, Erin
JURNAL AL-IJTIMAIYYAH Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/al-ijtimaiyyah.v7i1.9523

Abstract

Abstract: There are 41.12% (29.0370) children experiencing a lack of nutritional intake in children in Wonosobo Regency, this has adversely affected the growth of both physical and non-physical for children due to breast milk intake and unhealthy environment. The purpose of this study was to find out how the role of the LPTP through the religious approach in handling the reduction of stunting rates, and how the role of the LPTP in assisting the reduction of stunting rates in the village of Pagarejo Wonosobo with qualitative research using the Participatory Action Research (PAR) approach. The results of this study indicate that (1) that the assistance provided by LPTP with a religious approach is based on the Al-Qur’an Al-Baqarah verse 233, that is, Allah has instructed a mother to breastfeed her child for up to two years. A father also has a responsibility to be able to provide for the family such as giving proper clothes to his children. (2) In creating conditions of social welfare and a good quality of life, it is necessary to create an environment that is supportive, responsive and empowers individuals and communities. Through the coordination carried out by the LPTP, the Village Government and Local Government to reduce stunting rates is one way to realize community welfare through the RPJM, RKP and APBDes.Keywords: LPTP; Religion; Stunting.Abstrak: Ada 41,12% (29,0370) anak mengalami kurangnya asupan gizi pada anak di Kabupaten Wonosobo, ini telah berdampak buruk bagi pertumbuhan baik fisik maupun non fisik bagi anak akibat asupan air susu ibu dan lingkungan yang kurang sehat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran LPTP melalui pendekatan Agama dalam penanganan penurunan angka stunting, dan bagaimana peran LPTP dalam pendampingan penanganan penurunan angka stunting di Desa Pagarejo Wonosobo dengan penelitian kualitatif menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR). Hasil penelitian tersebut menunjukan bahwa (1) pendampingan yang dilakukan oleh LPTP dengan pendekatan agama di dasarkan pada Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 233, yakni Allah telah memperintahkan pada seorang ibu agar menyusui anaknya sampai dua tahun lamanya. Seorang ayah juga memiliki tanggung jawab untuk bisa memberikan nafkah bagi keluarga seperti memberi pakaian yang layak kepada anak-anaknya. (2) Dalam menciptakan kondisi kesejahteraan sosial dan kualitas hidup yang baik diperlukan penciptaan lingkungan yang mendukung, responsif dan memberdayakan individu dan masyarakat. Melalui koordinasi yang dilakukan oleh LPTP, Pemerintah Desa dan Pemerintah Daerah untuk mengurangi angka stunting adalah salah satu cara untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui RPJM, RKP dan APBDes.Kata Kunci: LPTP; Agama; Stunting.
HUBUNGAN SOSIAL MAYORITAS ISLAM DENGAN MINORITAS AGAMA-AGAMA LAIN DI KOTA BANDA ACEH-INDONESIA M. Nur, Hasan Basri; Packeer Mohamed, Syed Sultan Bee; Sham Rambely, Nor Azlah
JURNAL AL-IJTIMAIYYAH Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/al-ijtimaiyyah.v7i2.11521

Abstract

Abstract: Assumption from outsiders that Aceh is intolerant is truly disadvantage for Aceh which its majority is Muslims and implement Syria law. Looking on religious perspectives, the composition of Banda Aceh inhabitant is: Islam (97,96%), Buddha (1,13%), Christian (0,70%), Catholic (0,20), and Hindu (0,01). This research to find out how is social relationship between Muslim majority and other religious minority believers in Band Aceh. Social relationship framed in five aspects are religious, social, education, politic, economy and culture. This research used qualitative descriptive approach with observational data collection techniques, interview, and literature review. The finding of research showed that social relationship between believers in Banda Aceh runs in peace and interrelated. The existence of Muslims as great majority and Syria law implementation in Aceh has not been an obstacle in social activities of the minority. Muslims play roles as protectors and back shield for minority. Otherwise, the minorities are capable to adjust themselves and respect the existence of Islam showed on their attitudes, such as doing their formal prayer in designed places, their children wear polite dresses at schools even though not wearing hijab, participate in national and national election, close shops on Friday prayer, Muslim holidays, and mutual sending invitations to wedding party, involve in social work, and other activities.Keywords:  Social; Religion; Majority; Minority; Banda Aceh.Abstrak: Anggapan orang di luar bahwa Aceh tidak toleran sangat merugikan Aceh yang mayoritas penduduknya menganut agama Islam dan menerapkan Syariat Islam. Komposisi penduduk Banda Aceh berdasarkan agama adalah: Islam (97,96%), Buddha (1,13%), Kristen (0,70%), Katolik (0,20), dan Hindu (0,01). Penelitian ini hendak mengetahui bagaimana hubungan sosial antara mayoritas penduduk Islam dengan minoritas agama-agama lain di Banda Aceh. Hubungan sosial dibatasi dalam lima aspek, yaitu sosial agama, pendidikan, politik, ekonomi, dan budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data secara observasi, interview, dan kajian dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan sosial antar agama di Banda Aceh berlangsung damai dan saling mengisi. Keberadaan umat Islam sebagai mayoritas mutlak dan pemberlakuan Syariat Islam di Aceh tidak menjadi penghambat dalam aktivitas sosial umat minoritas. Umat Islam mampu memainkan peran sebagai pengayom dan pelindung bagi umat minoritas. Sebaliknya umat minoritas mampu menyesuaikan diri dan menghormati keberadaan Islam yang terlihat dari beberapa perilaku mereka, seperti beribadah di tempat-tempat resmi yang telah disediakan, anak-anak mereka mengenakan pakaian sopan di sekolah walau tak memakai jilbab, berpartisipasi dalam setiap momen Pemilu/Pilkada, menutup toko menjelang pelaksanaan shalat Jumat, hari raya Islam, serta saling mengundang/menghadiri pada pesta perkawinan, gotong royong dan lain-lain.Kata Kunci: Sosial; Agama; Mayoritas; Minoritas; Banda Aceh.
STUDI KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT NELAYAN DALAM UPAYA PEMANFAATAN BERKELANJUTAN TERHADAP KONSERVASI LAUT DI KAWASAN LAMPULO KOTA BANDA ACEH Furqan, Furqan; Khairani, Yuli; Surya, Erdi; Armi, Armi; Ridhwan, M.; Noviyanti, Anita; Hakim, Lukmanul; Muchsin, Muchsin
JURNAL AL-IJTIMAIYYAH Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/al-ijtimaiyyah.v7i2.10124

Abstract

Abstract: Fisheries sector, where in Aceh is a considerable amount of natural resource, has become a significant economic contributor for fishermen in particular and people of the province of Aceh. More than 55% of Aceh’s population depends on it both directly and indirectly. Therefore, it should be a priority for development in the province of Aceh and develop a positive impact on the widespread economic development in the region. While recognizing its economic values, research on how lokal fishermen’s communities use marine conservation in TPI Lampulo Banda Aceh to improve their awareness of marine conservation and its use sustainably is still largely lacking. This study, hence, aims to shed lights what sort of lokal wisdom is employed by the community. The approach in the study was the whole fishing community at the surrounding of TPI Lampulo along with five seas and two village sets. The sample in this study was 20 people, 14 people were fishermen, 2 seamen, 1 sea marshal, 1 village secretary and 1 village chief. Data are gathered through interviews and observations. Research suggest that the lokal wisdom of the fishing community in TPI Lampulo on ocean conservation is among other things: firstly, Taking care of the coastal environment like the mangrove forest use. Next, Fishing techniques that do not damage the ecosystems around the ocean coast, and than, Rules enforcement. Finally, and customary witnesses for breaking those rules have been in place for a long time. All of those remains maintained by the people especially the fishing community in TPI Lampulo.Keywords: Lokal Culture; Sustainable Utilization; Marine Conservation.Abstrak: Provinsi Aceh merupakan salah satu provinsi yang memiliki potensi kekayaan sumber daya alam yang cukup besar terutama disektor perikanan. Sumber daya perikanan telah menjadi salah satu sektor andalan bagi nelayan dan masyarakat di provinsi Aceh. Lebih dari 55% penduduk Aceh tergantung pada sector ini baik langsung maupun tidak langsung, pengembangan sektor perikanan harus menjadi salah satu prioritas pembangunan di provinsi Aceh sehingga memberikan dampak positif bagi perkembangan ekonomi secara luas di kawasan ini. Permasalahan dasar dalam penelitian adalah’ bagaimana kearifan lokal masyarakat nelayan dalam upaya pemanfaatan konservasi laut di TPI Lampulo Banda Aceh dalam rangka meningkatkan bentuk kesadaran masyarakat nelayan terhadap menjaga konservasi laut dan pemanfaatannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk kearifan lokal. Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriftif. Yaitu dengan menggunakan metode observasi dan wawancara terhadap responden, sedangkan populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat nelayan yang berada di TPI Lampulo beserta panglima laot dan dua perangkap Desa. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 20 orang yaitu 14 orang masyarakat nelayan, 2 orang pawang laut, 1 orang panglima laot, 1 orang sekretaris desa dan satu orang kepala desa. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat kearifan lokal masyarakat nelayan di TPI Lampulo terhadap konservasi laut antara lain. Pertama, mengatur berbagai hal seperti pemanfatan hutan mangrove, selanjutnya, penangkapan ikan yang tidak boleh menganggu ekosistem di sekitar pesisir laut, berikutnya, aturan-aturan yang boleh dikerjakan dan ada aturan yang tidak boleh dikerjakan. Dan terakhir sangsi adat apabila ada yang melanggar, aturan-aturan tersebut sudah ditetapkan sejak lama. dan hingga saat ini masih dipertahankan oleh masyarakat khususnya masyarakat nelayan yang berada di TPI Lampulo.Kata Kunci: Kearifan Lokal; Pemanfaatan Berkelanjutan; Konservasi Laut.
KESEJAHTERAAN SUBJEKTIF (SUBJECTIVE WELL-BEING) DITINJAU DARI SOSIO-DEMOGRAFIS DI KALANGAN REMAJA YATIM YANG TINGGAL DI PANTI ASUHAN/PESANTREN YATIM Ibda, Fatimah; Ishak, Noor Azniza binti; Mohd Nasir, Mohd Azrin bin
JURNAL AL-IJTIMAIYYAH Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/al-ijtimaiyyah.v7i2.10907

Abstract

Abstract: Although there was a little interest in investigating the well-being issues of orphaned adolescents. This study is preliminary research of subjective well-being and socio-demographic correlation among orphanaged adolescents. The main aim of this study was to assessed the relationship between subjective well-being and socio-demographic (gender, length of stay orphanage, source of funds orphanage, education level of orphan, location and model of orphanage). Participants were a total 285 orphanage youth (age range of 11-20 years) from 5 orphanage in Banda Aceh and Aceh Besar District, Aceh Province, Indonesia. Data were collected using the Multidimensional Student Life Satisfaction Scale and socio-demographic profiles. The data were analyzed by using chi-square  analysis. The results showed that, there was a significant correlation between subjective well-being and socio-demographic (gender and location of the orphanage). While subjective well-being and socio-demograhic (length of stay orphanage, source of fund orphanage, education level of orphan and orphanage model) was no significant correlation. Further research is needed to gain comprehensive understanding for subjective well-being of socio-demografic factors among orphanaged adolescents. Recommendations for further research in this context are discussed.Keywords:  Subjective Well-Being; Socio-Demographic; Orphan Adolescents; Orphanages.Abstrak: Meskipun minat dalam penyelidikan isu kesejahteraan subjektif remaja yatim masih sangat sedikit, penelitian ini merupakan studi awal untuk menyelidiki kesejahteraan subjektif dan sosio-demografis di kalangan remaja yatim. Penelitian ini bertujuan menguji hubungan antara kesejahteraan subjektif dan sosio-demografis (jenis kelamin, lama tinggal, sumber dana, tingkat pendidikan, lokasi panti asuhan/pesantren yatim, dan model panti asuhan/pesantren yatim) remaja yatim yang tinggal di panti asuhan/pesantren yatim. Partisipan berjumlah 285 remaja yatim yang tinggal di panti asuhan/pesantren yatim (usia 11-20 tahun) dari 5 panti asuhan/pesantren yatim yang ada di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh, Indonesia. Data dikumpulkan menggunakan Multidimensional Students’ Life Satisfaction Scale dan profil sosio-demografis. Analisis data menggunakan analisis chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan hubungan yang signifikan antara kesejahteraan subjektif dan sosio-demografis (jenis kelamin dan lokasi panti asuhan/pesantren yatim). Sedang kesejahteraan subjektif dan sosio-demografis (lama tinggal, sumber dana, tingkat pendidikan, model panti asuhan/pesantren yatim) memiliki hubungan yang tidak signifikan. Penelitian lanjutan dibutuhkan untuk mendapatkan pemahaman lebih luas dan menyeluruh terkait domain spesifik sosio-demografis dari kesejahteraan subjektif remaja yatim. Rekomendasi untuk penelitian lanjutan dalam konteks ini didiskusikan.Kata Kunci: Kesejahteraan Subjektif; Sosio-Demografis; Remaja Yatim; Panti Asuhan/Pesantren Yatim.
DAMPAK NIKAH SIRI TERHADAP ISTRI DAN ANAK PERSPEKTIF MAQASHID AL-SYARI’AH AL-SYATHIBI (STUDI DESA BANGSALSARI KECAMATAN BANGSALSARI KABUPATEN JEMBER) Firdaus, Sauqi Noer; Sj, Fadil; Thoriquddin, Moh.
JURNAL AL-IJTIMAIYYAH Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/al-ijtimaiyyah.v7i2.9726

Abstract

Abstract: Bangsalsari Village is the village with the most cases of unregistered marriage among other villages in the Jember Regency area. Among the problems that occur there are men and women who want to get married, perform the sacred contract in front of an ustaz or community leader as a penghulu by fulfilling the pillars and conditions according to religion, but do not report and register their marriage at the Office of Religious Affairs. This is influenced by the culture and beliefs of the local community. The approach and type of research used in this research is qualitative-empirical. Collecting data by means of interviews and documentation, then processed by the stages of Editing, Classifying and Verifying. Based on the results of the study, the negative effects received by the wife and children from the absence of marriage registration such as not being able to go to school, not being able to sue for divorce from their husbands when experiencing and not being able to inherit from their husbands in Bangsalsari Village, Bangsalsari District, Jember Regency. The maqashid al-Syari'ah Al-Syathibi perspective, namely marriage registration is included in the Dlaruriyat aspect, as well as sakinah, mawaddah and rahmah which are also the most important components in household life in Bangsalsari Village.Keywords: Marriage Siri; Impact on Wife and Children; Maqashid Sharia.Abstrak: Desa Bangsalsari merupakan merupakan desa terbanyak terjadinya kasus nikah siri di antara desa-desa lainnya yang ada di wilayah Kabupaten Jember. Di antara permasalahan yang terjadi di sana yaitu laki-laki dan perempuan yang ingin melangsungkan pernikahan, melakukan akad sakral tersebut dihadapan seorang ustaz atau tokoh masyarakat sebagai penghulu dengan terpenuhi rukun dan syaratnya menurut agama, akan tetapi tidak melaporkan dan mencatatkan pernikahan mereka di Kantor Urusan Agama, hal ini dipengaruhi oleh budaya dan kepercayaan masyarakat setempat. Pendekatan dan jenis penelitian yang digunakan penelitian ini adalah kualitatif-empiris. Pengumpulan data dengan cara wawancara dan dokumentasi, kemudian diolah denga tahapan Editing, Classifying dan Verifying. Berdasarkan hasil penelitian, pengaruh negatif yang diterima oleh istri dan anak dari tidak adanya pencatatan nikah seperti tidak dapat bersekolah, tidak dapat menggugat cerai suami ketika mengalami dan tidak dapat jatah waris dari suami di Desa Bangsalsari, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember. Perspektif maqashid al-Syari’ah Al-Syathibi, yaitu pencatatan nikah termasuk dalam aspek Dlaruriyat, sama halnya dengan sakinah, mawaddah dan rahmah yang juga menjadi komponen paling penting dalam kehidupan rumah tangga di Desa Bangsalsari.Kata Kunci: Nikah Siri; Dampak Terhadap Istri dan Anak; Maqashid Al-Syari’ah.
PENDAMPINGAN ANAK KORBAN PERUNDUNGAN PERSPEKTIF TAFSIR Al-QUR’AN SURAT AL-HUJURAT AYAT 11 DAN HAK ASASI MANUSIA Haris, Ahmad Faishal; Cholil, Mufidah; Isroqunnajah, Isroqunnajah
JURNAL AL-IJTIMAIYYAH Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/al-ijtimaiyyah.v7i2.10766

Abstract

Abstract: This article is related to guaranteeing the rights of every child from rampant bullying cases that occur in society. Children are very difficult to speak out against what they receive, because they are limited in terms of knowledge of the law and moreover they are in the grip of adults. Children who are victims of acts of violence will become perpetrators of violence themselves when they are adults if they are not accompanied or handled optimally. Although prohibition of bullying or violence has been explained and affirmed in the Qur'an or Human Rights Act, in reality there are still many cases of Peru or violence. This article aims as additional knowledge for the community to provide more assistance to children and can avoid bullying. In Surah Al-Hujurat verse 11, it is clearly explained that Allah Swt expressly forbids his actions to do wrong to others by criticizing or obliging his dignity. Human rights analysis Bullying against children is a disgraceful act that can eliminate a person's rights, because in Article 28b paragraph (2) of the 1945 Constitution, it is emphasized that every child has the right to live, grow and develop and is entitled to protection from violence and discrimination.Keywords:  Accompaniment; Child Victim of Bullying; Interpretation; Human Rights.Abstrak: Artikel ini mendiskusikan terkait dengan jaminan atas hak-hak setiap anak dari maraknya kasus perundungan yang terjadi di masyarakat. Anak-anak sangat susah untuk bersuara menggugat apa yang mereka terima, hal tersebut dikarenakan mereka terbatas dalam hal pengetahuan terhadap hukum dan mereka berada dalam cengkraman orang dewasa. Anak yang menjadi korban tindak kekerasan akan menjadi pelaku kekerasan itu sendiri ketika sudah dewasa jika tanpa ada pendampingan atau penanganan secara maksimal. Meski larangan perundungan atau kekerasan telah banyak dijelaskan dan ditegaskan dalam Al-Qur’an ataupun dalam Undang-Undang Hak Asasi Manusia, namun dalam realitanya kasus perundungan atau kekerasan masih banyak terjadi. Artikel ini bertujuan sebagai tambahan pengetahuan bagi masyarakat agar memberikan pendampingan lebih kepada anak dan bisa menghindari sikap perundungan kepada anak. Pada surat Al-Hujurat ayat 11 dengan tegas dijelaskan bahwa Allah Swt secara tegas melarang makhluknya untuk berbuat dzolim kepada yang lain dengan mencela maupun merendahkan harkat dan martabatnya. Berdasarkan analisis HAM perundungan terhadap anak merupakan perbuatan tercela yang dapat menghilangkan hak-hak seseorang, karena dalam pasal 28b ayat (2) UUD 1945, ditegaskan bahwa setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang dan berhak atas perlindungan dari kekerasan maupun diskriminasi.Kata Kunci: Pendampingan; Anak Korban Perundungan; Tafsir; Hak Asasi Manusia.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI BANK SAMPAH BERKAH JAYA PLASTINDO OLEH DINAS LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT Mustafirin, Mustafirin; Riyadi, Agus; Saputri, Jihan Irwana
JURNAL AL-IJTIMAIYYAH Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/al-ijtimaiyyah.v7i2.10199

Abstract

Abstract: This study aims to determine the empowerment process and the impact of the Induk Berkah Jaya Plastindo Waste Bank. The method used in this research is descriptive qualitative with a sociological approach where the researcher focuses and describes a variable related to the problem under study. Data collection techniques in the study used observation, interviews, and documentation, then data validity and data analysis were carried out. The results of this study are the community empowerment process carried out by the Berkah Jaya Plastindo Waste Bank as the main waste bank that can be seen through three stages, namely the awareness stage and the behavior formation stage, the knowledge transformation stage, the intellectual ability improvement stage and the impact of community empowerment through the Waste Bank. Parent Berkah Jaya Plastindo is able to increase the community's economic income, a clean and healthy environment, the emergence of high solidarity, and being able to become an inspiration for other waste banks.Keywords: Community Empowerment, Jaya Plastindo Berkah Waste Bank, Environmental Service.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pemberdayaan dan dampak dari Bank Sampah Induk Berkah Jaya Plastindo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan sosiologis di mana peneliti fokus dan menggambarkan suatu variabel yang berkenaan dengan masalah yang diteliti. Teknik pengumpulan data dalam penelitian menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi selanjutnya dilakukan validitas data, dan analisis data. Hasil dari penelitian ini yaitu proses pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh Bank Sampah Induk Berkah Jaya Plastindo sebagai bank sampah induk dapat dilihat melalui tiga tahap yaitu tahap penyadaran dan tahap pembentukan perilaku, tahap transformasi pengetahuan, tahap peningkatan kemampuan intelektual dan dampak dari pemberdayaan masyarakat melalui Bank Sampah Induk Berkah Jaya Plastindo yakni mampu menambah pendapatan ekonomi masyarakat, lingkungan yang bersih dan sehat, timbulnya solidaritas yang tinggi, dan mampu menjadi inspirasi bank sampah lainnya.Kata Kunci: Pemberdayaan Masyarakat, Bank Sampah Berkah Jaya Plastindo, Dinas Lingkungan Hidup.

Page 6 of 26 | Total Record : 256