JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika)
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) is a semiannual journal, published on March and September. JIPM published by Universitas PGRI Madiun. JIPM provides a forum for lecturers, academicians, researchers, practitioners, and students to deliver and share knowledge in the form of empirical and theoretical research articles. The journal invites professionals in study of Mathematics Education, especially teaching and learning, curriculum development, learning environments, teacher education, educational technology , and educational developments.
Articles
315 Documents
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW MENGGUNAKAN ALAT PERAGA DENGAN TANPA MENGGUNAKAN ALAT PERAGA TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI KECERDASAN EMOSIONAL SISWA KELAS VII SMP N 2 WUNGU
Tri Andari;
Agung Prastyo Pambudi
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Universitas PGRI Madiun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (113.025 KB)
|
DOI: 10.25273/jipm.v4i1.838
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Apakah model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw menggunakan alat peraga lebih efektif dari pada Jigsaw tanpa menggunakan alat peraga terhadap prestasi belajar matematika. (2) Apakah siswa dengan kecerdasan emosional tinggi lebih baik dari pada kecerdasan emosional sedang dan kecerdasan emosional sedang lebih baik dari pada kecerdasan emosional rendah terhadap prestasi belajar matematika. (3) Apakah ada interaksi antara model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw menggunakan alat peraga lebih baik dari pada model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw tanpa menggunakan alat peraga terhadap prestasi belajar matematika pada siswa yang mempunyai kecerdasan emosional tinggi, sedang maupun rendah. Hasil dari penelitian ini adalah (1) Fobs=2,42Ftabel=3,165, Prestasi belajar matematika siswa yang memiliki kecerdasan emosional tinggi lebih baik dari pada siswa yang memiliki kecerdasan emosional sedang, siswa yang memiliki kecerdasan emosional sedang sama dengan siswa yang memiliki kecerdasan emosional rendah dan siswa yang memiliki kecerdasan emosional tinggi lebih baik dari pada siswa yamg memiliki kecerdasan emosional rendah. (3) Fobs=3,28>Ftabel=3,165, Ada interaksi antara pembelajaran dengan model pembelajaran Jigsaw menggunakan alat peraga dan model pembelajaran jigsaw tanpa menggunakan alat peraga ditinjau dari kecerdasan emosional siswa tinggi, sedang maupun rendah terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Wungu.
Analisis Pengajuan Soal Matematika Siswa SMP Ditinjau Dari Gaya Kognitif Fast Accurate dan Slow in Accurate
Ana Rahmawati
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas PGRI Madiun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (193.365 KB)
|
DOI: 10.25273/jipm.v5i2.1172
this research is a descriptive research with qualitative approach as it is meant to describe question submission of Junior High School students seen from cognitive style, namely; fast-accurate style cognitive style and slow-inaccurate style. The data collection method used in this research are test and interview. The data credibility is then tested through triangulation of time. the result shows that the description of question submission submitted by subject of fast-accurate are; most of the questions submitted are mathematical questions except few of them are not, the questions submitted by the subject are varied, most of the questions submitted are from visual information, all questions submitted can be solved, the questions submitted by the fast-accurate subject are balance between medium and high difficulty, the solution of all questions submitted are correct. The submission of questions done by slow-inaccurate group are: most of the questions submitted by slow-inaccurate group are mathematical questions except one, the questions submitted are varied, the questions submitted from visual and verbal information are balance where 6 questions are from visual and the other 6 are from verbal, most of the questions can be solved except one, most of the questions are in medium level of difficulty, most of the questions can be solved correctly except question number 9 which can be solved as the information given are not enough to solve the problem.
PROFIL BERPIKIR SISWA DITINJAU DARI KREATIVITAS SISWA DALAM MENYELESAIAKAN KESEBANGUNAN DAN SIMETRI PADA BANGUN DATAR KELAS V SDN REJOMULYO KABUPATEN MAGETAN TAHUN AJARAN 2012/2013
Anis Dwi Wijayanti;
Sanusi Sanusi;
Benny Handoyo
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Universitas PGRI Madiun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (332.528 KB)
|
DOI: 10.25273/jipm.v1i2.471
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas siswa dan mendeskripsikan kreativitas siswa dalam pembelajaran matematika khususnya pada sub bab kesebangunan dan simetri pada bangun datar. Penentuan subjek di dalam penelitian ini berdasarkan nilai tes formatif yang dilakukan guru pada ulangan harian siswa kelas V SDN Rejomulyo yang berjumlah 16 siswa. Teknik pengambilan subjek menggunakan hasil tes formatif berupa ulangan harian yang dilakukan guru sehingga di diperoleh 2 siswa berkategori tinggi, 2 siswa berkategori sedang dan 2 siswa berkategori rendah. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode tes dan wawancara. Analisis data yang digunakan adalah kegiatan mereduksi data, menampilkan data, dan melakukan verifikasi untuk membuat kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan siswa kategori tinggi memiliki kecenderungan yang sedang dalam memeriksa proses dan hasil. Sedangkan untuk tahapan kreativitas yang lain siswa tergolong baik yaitu siswa mampu memahami masalah, merencanakan penyelesaian masalah dan melaksanakan rencana penyelesaian masalah dengan tepat dan benar dalam menyelesaikan masalah kesebangunan dan simetri pada bangun datar. Siswa kategori sedang memiliki kecenderungan yang sedang dalam tahapan kreativitas yaitu siswa mampu memahami masalah, merencanakan penyelesaian masalah, melaksanakan rencana penyelesaian masalah dan memeriksa proses dan hasil sehingga siswa dapat menyelesaikan soal kesebangunan dan simetri pada bangun datar dengan cukup runtut walaupun ada yang kurang tepat. Siswa kategori rendah memiliki kecenderungan yang sedang dalam menguraikan jawaban secara terperinci sedangkan untuk tahapan kreativitas yang lain siswa tergolong kurang yaitu siswa belum mampu memahami masalah, siswa belum mampu merencanakan penyelesaian masalah dan siswa belum mampu dalam melaksanakan rencana penyelesaian masalah kesebangunan dan simetri pada bangun datar dengan tepat dan benar.
EKSPERIMEN MODEL PEMBELAJARAN THINK-PAIR-SHARE DENGAN MODUL(TPS-M) TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI MINAT BELAJAR
Jatmiko Jatmiko
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas PGRI Madiun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (221.038 KB)
|
DOI: 10.25273/jipm.v3i2.511
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) manakah diantara Model PembelajaranTPS-M atau Think-Pair-Share” (TPS) yang menghasilkan prestasi yang lebih baik, (2) Manakah yang lebih baik, prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai minat belajar tinggi, sedang atau rendah, (3) manakah yang menghasilkan prestasi belajar matematika yang lebih baik, di antara Model Pembelajaran TPS-M dan Think-Pair-Share (TPS) pada siswa yang mempunyai minat belajar tinggi, sedang dan rendah.Penelitian ini menggunakan metode eksperimental semu (Quasi experimental), dengan desain faktorial 2x3. Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas X SMK kelompok Teknik di Kabupaten Nganjuk Tahun Akademik 2012/2013. Sampel terbagi dalam 2 kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama. Berdasarkan hasil analisis diperoleh kesimpulan bahwa: (1) Model pembelajaran TPS-M menghasilkan prestasi belajar matematika yang lebih baik dibandingkan model pembelajaran. (2) Siswa dengan minat belajartinggi, sedang dan rendah memiliki hasil belajar matematika yang sama.(3) Pada masing-masing minat belajar siswa baik tinggi, sedang ataupun rendah prestasi belajar matematika pada model pembelajaran TPS-Mlebih baik dari pada model pembelajaran TPS.
ANALISIS KESULITAN BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR KOTA BALIKPAPAN PADA MATERI SATUAN WAKTU TAHUN AJARAN 2015/2016
Rahayu Sri Waskitoningtyas
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Universitas PGRI Madiun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (157.053 KB)
|
DOI: 10.25273/jipm.v5i1.852
This study is meant to describe: a) The difficulty faced by fifth grader of Balikpapan City in learning mathematics especially in learning about “Time Unit”. b). the reasons behind those difficulty faced by the students of fifth grade of Balikpapan City in learning “Time Unit”. the type and approache of the research are descriptive with qualitative approach. The data collection method used in this research are documentation, test, observation and Questionnaire. Based on the final analysis data, the researcher found that the difficulty percentage faced by the students in factual is 14,4%, the difficulty face in conceptual is 56,9%, the difficulty in skills is 42,2% and the difficulty faced by the students in principal is 76,7%. The causes of those difficulty in learning comes from inside and outside of students themselves. It is hoped that teacher can drill students in mastering the concept, skills and principal of “Time Unit” in the hope to reduce the students’ difficulty in mastering the Time Unit material.
KEMAMPUAN MAHASISWA DALAM MELAKSANAKAN KOMPETENSI GURU PROFESIONAL PADA PEMBELAJARAN DISKUSI KELAS BERBASIS DISKUSI KELOMPOK INTUITIF MATA KULIAH SISTEM GEOMETRI
Adamura, Fatriya
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Universitas PGRI Madiun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (157.928 KB)
|
DOI: 10.25273/jipm.v1i1.459
Mahasiswa di Prodi Pendidikan Matematika untuk menguasai geometri secara mendalam sekaligus menguasai empat kompetensi guru profesional. Akan tetapi penguasaan materi sistem geometri dan kompetensi guru profesional masih kurang, sehingga mahasiswa perlu dilatih untuk berpikir intuitif dan menguasai kompetensi guru profesional. Salah satu pembelajaran yang melatih mahasiswa untuk berpikir intuitif dan menerapkan kompetensi guru profesional adalah pembelajaran diskusi kelas berbasis proses berpikir intuitif. Berdasarkan hal tersebut, maka perlu dilakukan penelitian untuk mendeskripsikan kemampuan mahasiswa dalam melaksanakan kompetensi guru profesional pada pembelajaran diskusi kelas berbasis diskusi kelompok intuitif mata kuliah sistem geometri.Penelitian ini dilakukan dengan Lesson Study sebanyak empat siklus. Subyek Penelitian meliputi 40 orang mahasiswa kelas III G Prodi Pendidikan Matematika IKIP PGRI Madiun, seorang dosen model, dan tiga orang pengamat.Hasil penelitian menunjukkan bahwa banyaknya kemampuan guru profesional yang belum terlaksana dengan baik pada Do I, Do II, dan Do III di pembelajaran diskusi kelas berbasis diskusi kelompok intuitif secara berturut-turut adalah dua, tiga, dan empat kemampuan dari delapan kemampuan guru profesional yang diamati. Sedangkan pada Do IV, semua kemampuan guru profesional yang diamati bisa dilakukan dengan baik oleh mahasiswa.
PENGGUNAAN METODE PEMBERIAN TUGAS TERBIMBING BERBASIS MULTIMEDIA INTERAKTIF DALAM MATA KULIAH TEORI GRAF UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA
Reza Kusuma Setyansah;
Ika Krisdiana
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Universitas PGRI Madiun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (372.23 KB)
|
DOI: 10.25273/jipm.v2i1.497
Penelitian ini bertujuan untuk melihat dampak perkembangan aktivitas belajar mahasiswa berdasarkan pengembangan penggunaan media pembelajaran interaktif berupa power point pada perkuliahan teory graf mahasiswa yang selanjutnya diharapkan akan membantu meningkatkan prestasi belajar mahasiswa. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari tiga siklus. Pada masing-masing siklus memiliki empat tahap yaitu, tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap pengamatan dan tahap refleksi. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa semester genap (kelas VI-A) tahun akademik 2012/2013 yang berjumlah 37 orang. Adapun teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi langsung dan tes. Analisa data yang dilakukan adalah analisis diskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian 37 orang mahasiswa pada siklus I diperoleh banyaknya mahasiswa yang tuntas adalah 13,51% dan 86,49% mahasiswa yang tidak tuntas.Pada siklus II diperoleh banyaknya mahasiswa yang tuntas adalah 27,03% dan 72,97% mahasiswa yang tidak tuntas. Pada siklus III diperoleh banyaknya mahasiswa yang tuntas adalah72,97% dan 27,03% mahasiswa yang tidak tuntas. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan yang cukup berarti. Pada perlakuan Siklus II dan siklus III selain terdapat peningkatan prestasi, penerapan metode pemberian tugas terbimbing memiliki pengaruh yang cukup berarti dalam meningkatkan kemandirian belajar mahasiswa.
Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa SMP pada Materi Bangun Ruang
Harry Dwi Putra;
Nazmy Fathia Thahiram;
Mentari Ganiati;
Dede Nuryana
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Madiun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (340.677 KB)
|
DOI: 10.25273/jipm.v6i2.2007
This study aims to analyze students 'mathematical problem-solving abilities in solving the problem of build space and knowing students' opinions on mathematics. The study was conducted on grade VII students at one of SMPN in Cimahi. The research approach used is qualitative with descriptive method. Instruments have been validated and consist of problem-solving test, interview guides, and questionnaires. The test that students do is given a score and an analysis of error answers. Questionnaires are used to obtain information about students' opinions in solving problems. The results showed that as many as 5 students made comprehensions error, as many as 13 students made transformation error, as many as 29 students made process skill error, and as many as 33 students made encoding error, so it can be concluded that the problem-solving ability of students in one of SMPN in Cimahi is still low so it is necessary to do improvement effort. However, students have a positive opinion on mathematics with an average of 69.41%.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN KOOPERATIF BERBASIS INFORMASI BERMAKNA MATERI PERSAMAAN DIFERENSIAL ORDE DUA UNTUK MELATIHKAN KOMPETENSI GURU PROFESIONAL
Fatriya Adamura;
Vera Dewi Susanti;
Swasti Maharani
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Universitas PGRI Madiun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (434.433 KB)
|
DOI: 10.25273/jipm.v3i1.486
Karena belum ada perangkat pembelajaran kooperatif berbasis informasi bermakna materi persamaan diferensial ordo dua, maka dilakukan penelitian pengembangan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran kooperatif berbasis informasi bermakna materi persamaan diferensial ordo dua. Penelitian yang telah dilakukan adalah penelitian pengembangan. Penelitian dilakukan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran kooperatif berbasis informasi bermakna materi persamaan diferensial ordo dua. Penelitian pengembangan dilakukan dengan menggunakan model 4-D yang telah dimodifikasi. Tahap model 4-D yang telah dimodifikasi terdiri dari pendefinisian (define), perancangan (design), dan pengembangan (develop). Kesimpulan yang didapatkan berdasarkan hasil penelitian adalah perangkat pembelajaran kooperatif berbasis informasi bermakna materi persamaan diferensial ordo dua yang baik telah didapatkan karena tim validator (ahli atau praktisi) menyatakan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan valid (berdasarkan pada rasional teoritik yang kuat dan terdapat konsistensi di antara komponen-komponen perangkat), dan dalam pelaksanaan uji coba, perangkat memenuhi syarat-syarat tertentu, yaitu: kemampuan dosen dalam mengelola pembelajaran baik, aktivitas mahasiswa selama pembelajaran sesuai dengan batas toleransi waktu ideal, mahasiswa memberi respon positif terhadap komponen-komponen perangkat pembelajaran, dan tes hasil belajar reliabel, valid dan sensitif, serta kemampuan mahasiswa dalam melaksanakan kompetensi guru profesional baik. Perangkat pembelajaran kooperatif berbasis informasi bermakna materi persamaan diferensial ordo dua yang dikembangkan: Satuan Acara Perkuliahan, Lembar Kegiatan Mahasiswa, dan Tes Hasil Belajar.
ACTIVE SHARING KNOWLEDGE UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN GURU- GURU MATEMATIKA SMA/SMK BINAAN MELALUI PENDAMPINGAN DI KULON PROGO
Giyarsih Giyarsih
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas PGRI Madiun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (98.421 KB)
|
DOI: 10.25273/jipm.v4i2.843
This research is meant to explain the problem solving efford which is found in academic supervision toward teachers of Mathematics in some guided schools, explains the problem solving steps by the supervisor in guided schools, and shows the teaching quality improvement by the Mathematics teachers in those guded schools. This research was done to some guded schools where ten Mathematics teachers of Senior High Schools or Vocational High School in Kulon Progo District are the subject. The strategy for improving the quality of Mathematics teaching application is through treatment of companion teaching in active sharing knowledge for instance through planning, the step of treatment in the teaching, teaching procedures and class management. The result of acompaniying the teachers of Mathematics shows that Mathematics teachers in Kulon Progo Distric still need some guidance from the supervisors especially in term of innovative teaching process, where most teachers lack of motivation, the Active Sharing Knowledge method can improve the activism of the teachers through out the whole teaching activities, improve the quality of teaching process, students’ activism, concept mastery and teacher’s skills in teaching process as can be seen as followed: the teaching quality of Mathematics teachers using Active Sharing Knowledge is 5%, student’s participations is 46%, while teachers’ mastery of the concept is 14%, and positive reflection as a result of Mathematics Teachers guided teaching implementation using Active Sharing Knowledge where 84% stated agree and totally agree.