cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika)
ISSN : 23017929     EISSN : 25021745     DOI : -
Core Subject : Education,
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) is a semiannual journal, published on March and September. JIPM published by Universitas PGRI Madiun. JIPM provides a forum for lecturers, academicians, researchers, practitioners, and students to deliver and share knowledge in the form of empirical and theoretical research articles. The journal invites professionals in study of Mathematics Education, especially teaching and learning, curriculum development, learning environments, teacher education, educational technology , and educational developments.
Arjuna Subject : -
Articles 315 Documents
PROSES BERPIKIR KREATIF SISWA SMP YANG MENGIKUTI BIMBINGAN BELAJAR DALAM MENYELESAIKAN SOAL-SOAL UJIAN NASIONAL Natalia Desi A.; Sardulo Gembong; Tri Andari
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.367 KB) | DOI: 10.25273/jipm.v1i2.475

Abstract

Dalam menyelesaikan soal-soal ujian nasional matematika, siswa yang mengikuti bimbingan belajar memiliki kemampuan berpikir kreatif yang baik. Dengan mengikuti bimbingan belajar sangat membantu siswa dalam menyelesaikan kesulitan-kesulitan yang mereka temukan saat menyelesaikan soal-soal dalam menghadapi ujian nasional. Proses bepikir kreatif merupakan suatu proses aktivitas mental yang terkait dengan kepekaan terhadap masalah, mempertimbangkan informasi baru dan ide-ide yang tidak biasanya dengan suatu pikiran terbuka. Dalam berpikir kreatif ada 5 tahapan yang harus dilewati yaitu orientasi, inkubasi, iluminasi, verifikasi, dan aplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses berpikir siswa SMP yang mengikuti bimbingan belajar ketika menyelesaikan soal-soal ujian nasional. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dan penelitian dilakukan pada 6 orang siswa SMP yang mengikuti bimbingan belajar di luar sekolah yang dibagi menjadi 3 kategori yaitu kategori tinggi, kategori sedang, dan kategori rendah yang masing-masing kategori berjumlah dua orang siswa. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu menggunakan metode tes dan wawancara sedangkan teknik keabsahan data penelitian ini mengunakan teknik triangulasi teknik. Pada penelitian ini peneliti dalam menganalisis data menggunakan 3 komponen yaitu reduksi data, sajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukan bahwa pada tahap (1) orientasi: a. semua subyek kategori tinggi, sedang dan rendah mampu mengumpulkan informasi dengan baik. b. Mengidentifikasi masalah, subjek kategori tinggi dan sedang dapat mengidentifikasi masalah dengan baik, sedangkan pada kategori rendah dapat mengidentifikasi masalah dengan cukup. (2) inkubasi: subyek kategori tinggi dan sedang mampu melewati dengan baik sedangkan subyek kategori rendah mampu melewatinya dengan cukup. (3) iluminasi: subyek kategori tinggi dapat menemukan ide atau inspirasi dengan baik, subyek kategori sedang belum dapat disimpulkan secara umum. (4) verifikasi:a. Mengevaluasi pemecahan masalah, subyek kategori tinggi dan sedang mampu mengevaluasi pemecahan masalah baik, sedangkan subyek kategori rendah belum dapat disimpulkan secara umum, b. Memutuskan solusi, semua subyek dapat memutuskan solusi dengan baik. (5) aplikasi: semua subyek mengambil langkah-langkah solusi dengan cukup.
UPAYA MENINGKATKAN KEAKTIFAN DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF DAN PEMANFAATAN HANDOUT Davi Apriandi
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.914 KB) | DOI: 10.25273/jipm.v2i2.703

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penggunaan model pembelajaran kooperatif dan pemanfaatan handout dapat meningkatkan keaktifan belajar mahasiswa pada matakuliah nilai awal dan syarat batas. Penelitian ini termasuk penelitian tindakan kelas yang dilakukan secara kolaboratif dan partisipatif. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa kelas VII-F tahun akademik 2012/2013 di IKIP PGRI Madiun.  Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar observasi pembelajaran dan lembar observasi keaktifan belajar. Data yang telah terkumpul kemudian dilakukan analisis dengan teknik interaktif.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran pada matakuliah nilai awal dan syarat batas dengan menggunakan  model pembelajaran kooperatif dan pemanfaatan handout dapat meningkatkan keaktifan belajar mahasiswa. Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan rata-rata persentase keaktifan belajar mahasiswa berdasarkan hasil observasi, yaitu pada siklus I sebesar 59,51%, siklus II sebesar 66,10%, siklus III sebesar 70,37% dan siklus IV sebesar 78,17%. 
PENGEMBANGAN DESAIN PEMBELAJARAN INQUIRY MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA MATERI LUAS DAN VOLUME BENDA PUTAR Sulistyawati Sulistyawati
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.482 KB) | DOI: 10.25273/jipm.v5i1.856

Abstract

Learning strategy which gives less chance for the students to be actively included in the learning process will reduce the interest of students in learning which resulted in the lack of students’ motivation in learning which also will affect the students achievement in learning. The active learning strategy is a strategy which actively includes students to be active physically, mentally and socially. Based on these fact, the strategy of learning used by teacher plays a very important role in improving the students’ motivation as well as the success of learning. To achieve the goal of learning, teacher should pay attention to: (1) reduce the direct lecture method, (2) assigns different assignment to each students, (3) groups students based on their ability, (4) the material must be modified and enriched accordingly, (5) uses variation of procedures, (6) tries to develop the learning situation based on the students’ abilities, (7) motivate students to me actively engage in all learning activities. Inquiry Based Learning is an important component of constructivist approach which has a long history in innovative learning. Learning through inquiry will gives benefits for students. It spur on students’ interest to know more things, motivates them to continue learning to get the final answer. Students will learn to solve problem independently and think critically as they must analyzed and arrange information.
EFEKTIFITAS PEMBELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL SISWA KELAS V SD SE-KECAMATAN BANGUNREJO KABUPATEN LAMPUNG TENGAH Tri Andari
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.69 KB) | DOI: 10.25273/jipm.v1i1.465

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui:(1) apakah prestasi belajar matematika siswa dengan menggunakan pendekatan kontekstual lebih baik dibandingkan siswa dengan menggunakan pendekatan konvensional pada materi pokok bangun datar (2) apakah siswa yang mempunyai kemampuan awal tinggi lebih baik dari prestasi belajarnya dari pada siswa yang mempunyai kemampuan awal sedang dan  rendah, dan siswa yang mempunyai kemampuan awal sedang lebih baik prestasi belajarnya dibandingkan dengan siswa yang mempunyai kemampuan awal rendah pada materi pokok bangun datar. (3) apakah pada siswa yang memiliki kemampuan awal sedang, prestasi belajar siswa yang diberi pembelajaran matematika dengan pendekatan kontekstual lebih baik dibandingkan dengan siswa yang diberi pembelajaran matematika dengan pendekatan konvensional. Di sisi lain, pada siswa yang memiliki kemampuan awal tinggi atau rendah, prestasi belajar siswa yang diberi pembelajaran matematika dengan pendekatan kontekstual sama dengan siswa yang diberi pembelajaran matematika dengan pendekatan konvensional, pada materi pokok bangun datar.            Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD di Kecamatan Bangunrejo tahun pelajaran 2009/2010. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah kelompok eksperimen yang terdiri dari SD N I Bangunrejo, SD N Sinarseputih, dan SD N 02 Bangunrejo. Sedangkan kelompok kontrol SD N 03 Bangunrejo, SD N I Sidoluhur, dan SD N 02 Sidoluhur yang diperoleh dengan cara stratified cluster random sampling cara undian. Teknik pengambilan data adalah dengan menggunakan tes untuk mengetahui prestasi belajar matematika siswa pada materi pokok bangun datar. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) Pembelajaran matematika dengan menggunakan pendekatan kontekstual pada pokok materi bangun datar menghasilkan prestasi belajar matematika lebih baik apabila dibandingkan menggunakan pendekatan konvensional. (Fa= 9,8067 > Ftabel= 3,8410); (2) Kemampuan awal siswa memberikan pengaruh yang berbeda terhadap prestasi belajar matematika siswa pada pokok materi bangun datar. (Fb=3,0904 > Ftabel= 3,0000). Siswa yang memiliki kemampuan awal tinggi mempunyai prestasi belajar matematika siswa yang sama dengan siswa yang mempunyai kemampuan awal sedang, siswa yang memiliki kemampuan awal tinggi mempunyai prestasi belajar matematika siswa yang lebih baik dengan siswa yang mempunyai kemampuan awal rendah, dan siswa yang memiliki kemampuan awal sedang mempunyai prestasi belajar matematika siswa yang sama dengan siswa yang mempunyai kemampuan awal rendah. (3) Tidak ada interaksi antara pendekatan pembelajaran yang digunakan dengan kemampuan awal siswa terhadap prestasi belajar matematika siswa pada materi pokok bangun datar (Fab = 0,5698 < Ftabel= 3,0000). Artinya siswa yang mengikuti pembelajaran matematika dengan menggunakan pendekatan kontekstual mempunyai prestasi belajar yang lebih baik daripada siswa yang mengikuti pembelajaran matematika dengan menggunakan pendekatan konvensional baik secara umum maupun kalau ditinjau dari masing-masing kategori kemampuan awal. Di sisi lain siswa dengan kemampuan awal tinggi mempunyai prestasi belajar yang lebih baik dengan siswa dengan kemampuan awal sedang dan rendah, siswa dengan kemampuan awal sedang mempunyai prestasi belajar yang lebih baik dengan siswa dengan kemampuan awal rendah baik siswa yang mengikuti pembelajaran matematika dengan menggunakan pendekatan kontekstual maupun siswa yang mengikuti pembelajaran matematika dengan menggunakan pendekatan konvensional.
EFEKTIVITAS METODE PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE (TPS) DENGAN METODE PEMBELAJARAN GUIDED NOTE TAKING (CATATAN TERBIMBING) TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA POKOK BAHASAN GARIS DAN SUDUT SISWA KELAS VII MTs NEGERI KOTA MADIUN TAHUN AJARAN 2013/2014 Sri Isari; Sanusi Sanusi; Ika Krisdiana
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.784 KB) | DOI: 10.25273/jipm.v3i1.504

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) apakah pembelajaran matematika denganmenggunakan metode Think Pair Share (TPS) lebih efektif dibanding dengan metode Guided NoteTaking (Catatan terbimbing), (2) adakah perbedaan prestasi belajar matematika antara siswa yangdiajar menggunakan metode pembelajaran Think Pair Share (TPS) dan yang menggunakan metodepembelajaran Guided Note Taking (Catatan terbimbing). Penelitian ini merupakan penelitianeksperimen semu. Populasi yang diambil dalam penelitian ini adalah seluruh siswa di MTs NegeriKota Madiun. Sampel diambil dengan menggunakan teknik Simple Random Sampling dan kelasyang dipilih adalah siswa kelas VII E sebagai kelas eksperimen dengan jumlah 32 siswa dan siswakelas VII D sebagai kelas kontrol dengan jumlah 30 siswa. Metode pengumpulan datamenggunakan metode tes untuk memperoleh data prestasi belajar matematika dan dokumentasiuntuk data pendukung. Analisa data yang digunakan adalah uji keseimbangan dengan uji-t.Berdasarkan hasil uji-t diperoleh nilai thitung = 2,864 dan nilai 1,645 tabel t Sehingga hitung tabel t  tmaka H0 ditolak atau H1 diterima, artinya metode pembelajaran Think Pair Share (TPS) lebihefektif dibandingkan dengan metode pembelajaran Guided Note Taking (Catatan Terbimbing).Dapat dilihat pula dari nilai rata-rata kelas tes prestasi belajar. Kelas eksperimen memperoleh nilairata-rata 74,69 sedangkan kelas kontrol memperoleh nilai rata-rata 67,33. Ini berarti, prestasibelajar matematika siswa yang diajar dengan metode pembelajaran Think Pair Share (TPS) lebihbaik daripada yang diajar dengan menggunakan metode pembelejaran Guided Note Taking(Catatan terbimbing).
Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Aljabar Siswa SMP Melalui Pembelajaran Modul Aljabar Berbasis Relational Thinking Darsono Darsono; Ika Santia; Jatmiko Jatmiko
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.445 KB) | DOI: 10.25273/jipm.v6i2.1517

Abstract

Abstrak—Kemampuan berpikir relasional merupakan bagian yang penting dari pembelajaran matematika sekolah. Pada materi persamaan aljabar, siswa mengalami kesulitan dalam menyelesaikan masalah tersebut karena kurangnya pemahaman simbol relasi ekuivalensi. Hal ini menunjukkan bahwa pemecahan masalah selama ini hanya menuntut siswa mengaplikasikan algoritma untuk mendapatkan jawaban akhir, tidak mendukung siswa untuk berpikir dan menemukan sendiri konsep relasi ekuivalensi. Oleh karena itu dikembangkan suatu media pembelajaran aljabar yang merangsang kemampuan berpikir relasional siswa SMP dengan harapan akan mendukung kemampuan pemecahan masalah aljabar siswa SMP. Untuk itu, penelitian ini bertujuan menganalisis ada tidaknya peningkatan pemecahan masalah aljabar siswa SMP setelah menggunakan modul aljabar berbasis berpikir relasional.  Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif  yang menggunakan uji-t dua sampel berpasangan untuk menganalisis peningkatan kemampuan pemecahan masalah. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes tulis relasi. Sampel yang digunakan adalah siswa kelas VII sebanyak 30 siswa. Data dianalisis dengan bantuan Program SPSS 21. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan kemampuan pemecahan masalah aljabar setelah penggunaan modul aljabar berbasis berpikir relasional dengan sig = 0,00 < 5% dengan t hitung = -6,43 > -t0,05. Jadi penggunaan modul dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah aljabar siswa SMP.
PROSES BERPIKIR SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA DITINJAU DARI ADVERSITY QUOTIENT Titin Masfingatin
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.888 KB) | DOI: 10.25273/jipm.v2i1.491

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan proses berpikir siswa kelas 8 SMP yang memiliki tinggi, sedang , dan tingkat AQ yang rendah dalam memecahkan masalah matematika berdasarkan aturan Polya itu . Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif . Subyek penelitian adalah siswa kelas 8 MTs Negeri Dolopo yang terdiri dari tiga mahasiswa saja. Kriteria pemilihan subjek didasarkan pada tingkat AQ siswa (yaitu tinggi, sedang , dan rendah AQ ) dan kelancaran komunikasi ( lisan dan tulisan ) . Pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara berbasis tugas yaitu uji pemecahan masalah tentang pesawat bentuk . Analisis data dilakukan berdasarkan data yang diperoleh dari teknik wawancara berbasis tugas . Maka metode triangulasi dilakukan untuk mendapatkan data penelitian yang valid . Hasil penelitian yang menggambarkan proses berpikir siswa berdasarkan tingkat mereka Adversity Quotient ( AQ ) adalah sebagai berikut : The high- AQ mahasiswa menggunakan proses asimilasi berpikir dalam masalah pemahaman . The high- AQ mahasiswa menggunakan asimilasi dan proses berpikir akomodasi dalam membuat rencana pemecahan masalah . Dalam melaksanakan rencana pemecahan masalah dan memeriksa hasil dari pemecahan masalah , siswa high- AQ digunakan asimilasi proses berpikir . Media - AQ mahasiswa menggunakan asimilasi dan proses berpikir akomodasi di masalah pemahaman . Dalam membuat dan melaksanakan rencana pemecahan masalah , siswa menengah - AQ digunakan asimilasi proses berpikir . Dalam mengecek kembali hasil pemecahan masalah , siswa menengah - AQ digunakan asimilasi dan proses berpikir akomodasi . Sementara siswa rendah - AQ tidak lengkap dalam masalah pemahaman karena siswa memiliki ketidaksempurnaan proses asimilasi berpikir . Mahasiswa juga tidak lengkap dalam membuat rencana pemecahan masalah karena siswa memiliki ketidaksempurnaan asimilasi dan proses berpikir akomodasi . dalam melaksanakan rencana pemecahan masalah dan mengecek kembali hasil pemecahan siswa rendah AQ tidak melakukan keduanya asimilasi dan akomodasi masalah .
PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH BANGUN DATAR Fatqurhohman Fatqurhohman
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.974 KB) | DOI: 10.25273/jipm.v4i2.847

Abstract

This research is meant to describe the students’ understanding of Mathematics Concept related to non-routine problem in contour Shapes. This research is a qualitative research. The subject of this research are 25 students of fourth (VI) grade of SDN Mojorejo 02 Kota Batu. The data are collected through students’ response on a test given. Based on the result of this research shows that students are still unable to use Mathematics concept well in solving some problems (still tent to be procedural), students are still unable to compare by presenting alternative solution aside from response obtained, students’ mastery and understanding concept of Mathematics in solving non-routine questions are still low. Teachers are hoped to be able to provide non-routine questions in order to allow students to be accustomed with and develop ability in relation to problem solving
Analisis Hambatan Belajar Mahasiswa Pada Mata Kuliah Program Linear Indah Puspita Sari; Ratni Purwasih; Adi Nurjaman
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (612.427 KB) | DOI: 10.25273/jipm.v6i1.1569

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hambatan mahasiswa dalam belajar mata kuliah program linear. Metode penelitian ini adalah deskritif kualitatif. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa pendidikan matematika STKIP Siliwangi Bandung yang mengikuti mata kuliah program linear. Subjek penelitian adalah mahasiswa pendidikan matematika STKIP Siliwangi Bandung yang mengikuti mata kuliah program linear pada semester genap Tahun Ajaran 2016/2017 semester 4. Untuk memperoleh data penelitian digunakan instrumen berupa tes diagnostik dan wawancara. Hasil penelitian didapat kesimpulan: (i) tingkat kemampuan mahasiswa awal pembelajaran masih level rendah; (ii) kesalahan mahasiswa pada umunya belum memahami soal dan prakonsep masih rendah; (iii) mahasiswa belum tertanam rasa belajar secara mandiri. Adapun solusi untuk mengatasi hambatan tersebut melalui latihan atai drill soal secara terstruktur dan memberikan soal yang beragam sebagai bahan untuk berlatih. Dosen mencoba menggunakan metode yang berbeda setiap pertemuan di kelas agar mahasiswa tidak mudah jenuh dan berlatih berpikir solusi terhadap persoalan  program linear. 
ANALISIS KESALAHAN PENYELESAIAN SOAL URAIAN MATEMATIKA SISWA MTs PADA POKOK BAHASAN UNSUR-UNSUR LINGKARAN Agita Apriliawan; Sardulo Gembong; Sanusi Sanusi
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.349 KB) | DOI: 10.25273/jipm.v1i2.480

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesalahan-kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal uraian pokok bahasan unsur-unsur lingkaran.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif karena penelitian mengarah pada pendeskripsian secara rinci dan mendalam mengenai potret kondisi tentang apa yang sebenarnya terjadi dilapangan. Dalam penelitian ini dipilih subyek sebanyak 6 siswa MTs Negeri Caruban. Subyek dipilih berdasarkan rekomendeasi guru mata pelajaran matematika dengan kriteria 2 siswa dengan kemampuan matematika tinggi, 2 siswa dengan kemampuan matematika sedang, dan 2 siswa dengan kemampuan matematika rendah.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes dan wawancara. Tes digunakan untuk menganalisis kesalahan siswa dalam menyelesaikan masalah matematika pokok bahasan unsur-unsur lingkaran, sedangkan wawancara digunakan untuk menelusuri kesalahan yang dilakukan siswa secara lebih mendalam. Teknik keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi sumber atau triangulasi data. Triangulasi ini mengarahkan peneliti agar di dalam mengumpulkan data, peneliti wajib menggunakan beragam sumber data yang tersedia. Sumber data yang digunakan adalah data hasil tes, dan data hasil wawancara. Dari hasil tes dan wawancara maka dapat disimpulkan bahwa 1) kesalahan dalam menginterprestasi bahasa yang dilakukan siswa MTs kelas VIII adalah a) siswa dengan kemampuan matematika tinggi dan rendah cenderung tidak mengalami kesalahan dalam memahami maksud soal. b) siswa dengan kemampuan matematika tinggi dan rendah cenderung tidak mengalami kesalahan dalam menerjemahkan soal dari bahasa umum ke model matematika. 2) kesalahan konsep yang dilakukan siswa MTs kelas VIII adalah a) siswa dengan kemampuan matematika tinggi dan sedang cenderung tidak mengalami kesalahan dalam menerapkan konsep. b) siswa dengan kemampuan matematika tinggi dan sedang cenderung tidak mengalami kesalahan dalam dalam menerapkan rumus. c) siswa dengan kemampuan matematika rendah cenderung mengalami kesalahan dalam menentukan prosedur pengerjaan soal. 3) kesalahan teknis yang dilakukan siswa MTs kelas VIII adalah a) siswa dengan kemampuan matematika tinggi dan sedang cenderung tidak mengalami kesalahan dalam melakukan operasi hitung. 4) kesalahan kealpaan yang dilakukan siswa MTs kelas VIII adalah a) siswa dengan kemampuan matematika rendah cenderung mengalami kesalahan dalam menyelesaikan soal. b) Siswa dengan kemampuan matematika tinggi cenderung tidak mengalami kesalahan dalam kecermatan meneliti hasil pekerjaannya.

Page 9 of 32 | Total Record : 315