cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika)
ISSN : 23017929     EISSN : 25021745     DOI : -
Core Subject : Education,
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) is a semiannual journal, published on March and September. JIPM published by Universitas PGRI Madiun. JIPM provides a forum for lecturers, academicians, researchers, practitioners, and students to deliver and share knowledge in the form of empirical and theoretical research articles. The journal invites professionals in study of Mathematics Education, especially teaching and learning, curriculum development, learning environments, teacher education, educational technology , and educational developments.
Arjuna Subject : -
Articles 321 Documents
Practicality of Treffinger Model-Based Linear Program Student Worksheets in Grade XI High School Hadi, Luthfia; Suhendra, Suhendra
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol. 13 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jipm.v13i2.20593

Abstract

Masalah yang terjadi pada pembelajaran matematika seringkali disebabkan oleh materi matematika yang abstrak, sehingga sulit bagi peserta didik untuk memahaminya terutama pada materi program linear. Peserta didik dituntut untuk mampu memahami kalimat pada soal dan mengubahnya menjadi model matematika, serta mampu membuat dan membaca grafik. Materi yang abstrak ini perlu dipoles dengan penyampaian tulisan yang mengajak belajar serta tampilan yang menarik, dengan begitu penyampaian materi mampu dipahami oleh peserta didik. Salah satu solusi yang diberikan ialah dengan membuat lembar kerja peserta didik (LKPD) yang berbasis model treffinger yang praktis agar dapat diterapkan dalam kegiatan pembelajaran matematika pada materi program linear. Jenis penelitian ini yaitu Research and Development (R&D) dengan menggunakan model 4-D yaitu Define, Design, Develop, dan Disseminate. Penelitian dibatasi sampai pada tahap develop dikarenakan hanya melakukan uji praktikalitas. Pengambilan data praktikalitas dilakukan dengan memberikan angket respon kepraktisan kepada seorang guru matematika dan 27 orang peserta didik kelas XI di SMA Kota Medan, Sumatera Utara. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa tahap define, design, dan develop telah teruji dengan hasil kevalidan dinyatakan sangat valid. Hasil uji praktikalitas pada peserta didik diperoleh sebesar 3,6 dengan kategori praktis. Demikian bahwa LKPD berbasis model treffinger praktis digunakan dalam kegiatan pembelajaran matematika pada materi program linear.   Problems that occur in mathematics learning are often caused by abstract mathematical material, making it difficult for students to understand, especially in linear program. Students are required to be able to understand the sentences in the problem and convert them into mathematical models, as well as being able to create and read graphs. This abstract material needs to be polished with the delivery of writing that invites learning and an attractive appearance, so that the delivery of material can be understood by students. One of the solutions provided is to make worksheets based on the practical Treffinger model, so they can be applied in mathematics learning activities on linear program. This type of research is Research and Development (R&D) using the 4-D model, namely Define, Design, Develop, and Disseminate. Research was limited to the development stage due to the practically test only. Practicality data were collected by giving a practicality response questionnaires to a mathematics teachers and 27 student grade XI at SMA in Medan City, Sumatera Utara Province. The previous research show that the define, design, and develop stages have been tested with the results of the validity declared very valid. The results of the practicality test on students were obtained at 3.6 with the practical category. Thus, the LKPD based on the Treffinger model is practically used in mathematics learning activities on linear program.
Pengembangan LKPD Berbasis SFAE Terhadap Literasi Numerasi Dan Minat Belajar Siswa Kelas II SDN Kalipucang Kecamatan Kasihan Kabupaten Bantul Danuri, Danuri; Safitri, Rina
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol. 13 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jipm.v13i2.21110

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan, mengevaluasi, dan menganalisis dampak LKPD berbasis SFAE terhadap literasi numerasi dan minat belajar siswa sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah penelitian pengembangan (R&D) menggunakan model pengembangan ADDIE dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif, yang mencakup tahap desain, validasi, uji coba, dan revisi LKPD. Instrumen penelitian meliputi angket, observasi, dan tes literasi numerasi. Data dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif untuk mengukur peningkatan literasi numerasi, serta analisis kualitatif untuk mengevaluasi minat belajar, kepraktisan, dan efektivitas LKPD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Pengembangan model ADDIE (analysis, design, development, implementasion, dan evaluasion) pada LKPD berbasis SFAE memberikan dampak positif yang signifikan terhadap literasi numerasi dan minat belajar siswa. 2) Kelayakan dari ahli media memperoleh penilaian sebesar 80% dan ahli materi 86% yang masuk dalam kategori "Layak". 3) Kepraktisan dari penilaian/respon guru berada di persentase 90%. Sementara itu, penilaian siswa untuk produk 96,67%, persentase minat 62,33% menunjukkan bahwa LKPD ini praktis dalam meningkatkan pemahaman materi dan minat belajar siswa. 4) Efektivitas menunjukkan skor 69.75%, mengindikasikan respon positif yang konsisten dari sebagian besar siswa yang menandakan pemahaman materi kuat. Penelitian menunjukkan bahwa LKPD berbasis SFAE tidak hanya membantu siswa dalam memahami materi dengan lebih baik tetapi juga meningkatkan minat dan motivasi belajar mereka.   This study aims to develop, evaluate, and analyze the impact of SFAE-based LKPD (Student Worksheets) on elementary school students' numeracy literacy and learning interest. The method used is development research (R&D) employing the ADDIE development model with both quantitative and qualitative approaches, which includes the stages of design, validation, trial, and revision of the LKPD. Research instruments include questionnaires, observations, and numeracy literacy tests. The data were analyzed using descriptive statistical techniques to measure the improvement in numeracy literacy, as well as qualitative analysis to evaluate learning interest, practicality, and effectiveness of the LKPD. The research results show that: 1) The development of the ADDIE model (analysis, design, development, implementation, and evaluation) for the SFAE- based LKPD has a significant positive impact on numeracy literacy and students' learning interest. 2) The feasibility assessment from media experts received a score of 80%, and from material experts, 86%, both of which fall into the "Feasible" category. 3) The practicality assessment/response from teachers is at a percentage of 90%. Meanwhile, the student assessment for the product is 96.67%, and the interest percentage is 62.33%, indicating that this LKPD is practical in enhancing material understanding and students' learning interest. 4) Effectiveness shows a score of 69.75%, indicating a consistent positive response from most students, which signifies a strong understanding of the material. The study shows that the SFAE-based LKPD not only helps students better understand the material but also enhances their learning interest and motivation.
Analisis Pemahaman Konsep Materi Operasi Perkalian Dan Pembagian Menggunakan Soal Hots Berdasarkan Teori APOS Fikri, Kaisra Alfikri Islami; Nurtini, Sri; Pribadi, Ilham Wahyudi; Yucery, Haniba Syalsabiella
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol. 13 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jipm.v13i2.21405

Abstract

Pemahaman konsep dalam mata pelajaran matematika terutama pada materi perkalian dan pembagian bilangan cacah di Sekolah Dasar, sangat penting agar siswa dapat mengaitkan prinsip-prinsip dasar untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dibutuhkanlah trobosan dengan menerapkan soal HOTS pada mata pelajaran matematika agar pemahaman konsep pada siswa dapat maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana siswa kelas IV di Sekolah Dasar Kota Malang memahami konsep operasi perkalian dan pembagian menggunakan soal HOTS yang ditinjau berdasarkan teori APOS. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskrptif. Terdapat 3 siswa yang dipilih dari Gugus 1 Lowokwaru kota Malang yang menjadi subjek dalam penelitian ini. Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tes, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini yaitu menggunakan model Miles and Huberman meliputi tahap reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), dan penarikan kesimpulan atau verifikasi (conclusion drawing). Hasil menunjukkan pada tahap aksi, sebagian siswa sudah mampu memberikan penyelesaian yang tepat. Pada tahap proses, sebagian siswa telah mampu menentukan langkah pengerjaan yang digunakan dalam menyelesaikan soal perkalian dan pembagian bilangan cacah. Pada tahap skema, sebagian siswa telah mampu membuat kesimpulan dari langkah pengerjaan serta jawaban terhadap soal perkalian dan pembagian bilangan cacah. Meski tidak sepenuhnya sempurna, siswa telah berhasil melalui semua langkah dalam Teori APOS. Di tahap aksi, proses, objek dan skema siswa memiliki pemahaman konsep yang berbeda-beda. Concept understanding in mathematics subjects, especially in the material of multiplication and division of integers in elementary schools, is very important so that students can relate basic principles to be applied in everyday life. A breakthrough is needed by applying HOTS questions in math subjects so that students' understanding of concepts can be maximized. This study aims to describe how fourth grade students in Malang City Elementary School understand the concept of multiplication and division operations using HOTS questions based on APOS theory. This research was conducted using descriptive qualitative approach. There were 3 students of SDN 1 Gugus Lowokwaru Malang city who became the subjects in this study. The data collection instruments used in this study were tests, interviews and documentation. Data analysis in this study is using the Miles and Huberman model including data reduction, data display, and conclusion drawing. The results show that at the action stage, some students have been able to provide the right solution. At the process stage, some students have been able to determine the working steps used in solving multiplication and division problems of integers. At the schema stage, some students have been able to make conclusions from the working steps and answers to the multiplication and division of integers problems. Although not completely perfect, students have successfully gone through all the steps in APOS Theory. At the action, process, object and scheme stages, students have different conceptual understandings.
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Realistic Mathematics Education Berbasis Etnomatematika Terhadap Pemahaman Konsep Geometri Siswa Rahma, Suci; Andi Mattoliang, Lisnasari; Sriyanti, A.
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol. 13 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jipm.v13i2.22047

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran RME (Realistic Mathematics Education) berbasis etnomatematika terhadap pemahaman konsep geometri siswa. Subjek penelitian kelas eksperimen sebanyak 35 siswa dan kelas kontrol sebanyak 35 siswa dengan teknik pengambilan sampel yaitu Proporsive sampling. Metode penelitian yang digunakan merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian Quasi Eksperimental Design dengan desain penelitian Non Equivalent Control Group Design. Adapun instrumen penelitian yang digunakan pada penelitian ini, yaitu perangkat pembelajaran berupa modul saja, LKPD, lembar tes, lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, lembar aktivitas peserta didik, dan lembar angket respon didik. Hasil penelitian menunjukan pemahaman konsep geometri siswa sebelum diterapkan pembelajaran (RME) berbasis etnomatematika pada kelas eksperimen rata-rata sebesar 22,86, sedangkan pada kelas kontrol rata-rata sebesar 31,31. Sedangkan hasil belajar matematika setelah diterapkan pembelajaran (RME) berbasis etnomatematika pada kelas eksperimen dengan nilai rata-rata sebesar 68,23, sedangkan pada kelas kontrol nilai rata-rata sebesar 59,03. Berdasarkan hasil uji independent sample t-test diperoleh nilai sig. (2-tailed) adalah 0,003  Sehingga terdapat perbedaan penerapan model realistic mathematics education berbasis etnomatematika terhadap pemahaman konsep geometri siswa.   This study aims to determine the effect of implementing the RME (Realistic Mathematics Education) learning model based on ethnomathematics on students' understanding of geometric concepts. The subjects of the experimental class were 35 students and the control class was 35 students with a sampling technique of Proportional sampling. The research method used was quantitative research with the type of Quasi Experimental Design research with a Non Equivalent Control Group Design research design. The research instruments used in this study were learning devices in the form of modules only, LKPD, test sheets, observation sheets for the implementation of learning, student activity sheets, and student response questionnaire sheets. The results of the study showed that students' understanding of geometric concepts before the implementation of ethnomathematics-based learning (RME) in the experimental class averaged 22.86, while in the control class the average was 31.31. While the results of mathematics learning after the implementation of ethnomathematics-based learning (RME) in the experimental class with an average value of 68.23, while in the control class the average value was 59.03. Based on the results of the independent sample t-test, the sig. value was obtained. (2-tailed) is 0.003 <0.05 So there is a difference in the application of the realistic mathematics education model based on ethnomathematics to students' understanding of geometric concepts..    
Model Pembelajaran Think Pair Share Guna Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VI Widyantoro, Agung; Nur Samsiyah; Pratiwi, Cerianing Putri; Widyaningrum, Heny Kusuma
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol. 13 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jipm.v13i2.22100

Abstract

Matematika sering dianggap sulit bagi siswa kelas 6karena belum menguasai konsep materi dari kelas. Hal ini terjadi di sekolah dasar Duren 02. Kesulitan yang dihadapi siswa salah satunya pada materi pecahan, di mana siswa kesulitan dalam operasi hitung pecahan yang berbeda bentuk pecahannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar matematika melalui model pembelajaran Think Pair Share pada siswa kelas kelas 6. Tempat penelitian di SDN Duren 02 Pilangkenceng Madiun. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas. Subyek penelitian adalah kelas 6 SDN Duren 02ngan jumlah 14 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan tes soal matematika berupa operasi hitung pecahan dengan jenis soal pilihan ganda dan uraian. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes dan observasi. Analisis data dilakukan dengan mengumpulkan data hasil observasi dan tes, reduksi data, penyajian dan penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan pembelajaran dengan model think pair share menunjukkan dampak positif dan peningkatan ketuntasan belajar yaitu siklus 1 sebanyak 43% dan siklus 2 sebesar 79%. Penggunaan model pembelajaran think pair share diharapkan  tidak hanya digunakan di kelas 6 tetapi juga kelas lain.   Mathematics is often considered difficult for 6th-grade students because they have not mastered the concept of the material from the class. This happened at Duren 02 Elementary School. One of the difficulties faced by students is in the fraction material, where students have difficulty in calculating fractions that have different fraction forms. This study aims to determine the improvement in mathematics learning outcomes through the Think Pair Share learning model in 6th-grade students. The research location was at SDN Duren 02 Pilangkenceng Madiun. This study is a qualitative study with the type of classroom action research. The subjects of the study were 14 students in class 6 of SDN Duren 02. The instrument used in this study used a mathematics test in the form of fractional arithmetic operations with multiple choice and descriptive questions. Data collection techniques were carried out using tests and observations. Data analysis was carried out by collecting data from observations and tests, data reduction, presentation, and drawing conclusions. The results showed that learning with the think pair share model showed a positive impact and increased learning completeness, namely cycle 1 by 43% and cycle 2 by 79%. The use of the think pair share learning model is expected to be used not only in class 6 but also in other classes.
Proses Berpikir Matematis Siswa Diskalkulia dalam Mengonstruksi Pengetahuan melalui Permainan Congklak Rahmadani, Wullan; Kamid; Anwar, Khairul
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol. 14 No. 2 (2026): Article in Press
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jipm.v14i2.22688

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi keterampilan proses berpikir matematis siswa sekolah dasar melalui aktivitas permainan tradisional congklak. Fokus utama penelitian adalah menganalisis bagaimana anak membangun dan menyesuaikan skema kognitifnya saat terlibat dalam permainan, berdasarkan teori perkembangan kognitif Piaget. Subjek penelitian terdiri dari dua siswa kelas 4 SD, yaitu Subjek 1 (S1) yang belum pernah bermain congklak sebelumnya dan Subjek 2 (S2) yang sudah memiliki pengalaman bermain. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi langsung, wawancara semi-terstruktur, dan analisis dokumen berupa lembar kerja siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa S1 mengalami proses asimilasi secara bertahap—dimulai dari kebingungan awal, lalu membentuk pemahaman melalui pengamatan, perhitungan manual, hingga refleksi terhadap strategi yang digunakan. Sebaliknya, S2 mengalami hambatan dalam mengembangkan keterampilan proses seperti mengamati, mengklasifikasi, menghitung, membuat prediksi, dan mengomunikasikan hasil. Meskipun S2 telah memiliki pengalaman bermain sebelumnya, ia tidak menunjukkan kemampuan yang berkembang secara signifikan, baik dalam proses asimilasi maupun akomodasi. Hal ini mengindikasikan bahwa pengalaman bermain sebelumnya belum tentu berkontribusi pada pengembangan keterampilan berpikir matematis apabila tidak disertai dengan pendampingan kognitif yang memadai. Secara umum, hasil penelitian ini menegaskan bahwa permainan congklak dapat menjadi media edukatif yang efektif dalam menstimulasi proses berpikir matematis anak, asalkan didukung oleh strategi pembelajaran yang terarah dan adaptif terhadap kondisi kognitif masing-masing siswa.   This study aims to explore the process of assimilation and accommodation in the mathematical thinking skills of elementary school children through traditional congklak game activities. The main focus of the research is to analyze how children construct and adjust their cognitive schemas while playing, based on Piaget's theory of cognitive development. The research subjects consisted of two 4th-grade elementary school students: Subject 1 (S1), who had never played congklak before, and Subject 2 (S2), who had experience with the game. This study uses a qualitative approach with direct observation, semi-structured interviews, and document analysis of student worksheets. The results of the study show that S1 undergoes a gradual assimilation process—starting from initial confusion, then forming understanding through observation, manual calculations, and reflection on the strategies used. In contrast, S2 experiences obstacles in developing process skills such as observing, classifying, calculating, making predictions, and communicating results. Although S2 has prior playing experience, he has not shown significant development in either assimilation or accommodation. This indicates that prior playing experience does not necessarily contribute to the development of mathematical thinking skills without adequate cognitive support. In general, the results of this study confirm that the game of congklak can be an effective educational medium for stimulating children's mathematical thinking, provided it is supported by a directed learning strategy that is adaptive to each student's cognitive level.
Kemampuan Computational Thinking Siswa SMP dalam Pemecahan Masalah Deret Aritmatika Aulia Ahmad, Fildzah; Nurlaelah, Elah; Cahya Mulyaning A, Endang
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol. 14 No. 2 (2026): Article in Press
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jipm.v14i2.22722

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan Computational Thinking (CT) siswa SMP dalam menyelesaikan soal matematika pada materi deret aritmetika ditinjau dari Kemampuan Awal Matematis (KAM). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek siswa kelas VIII yang dipilih berdasarkan kategori KAM tinggi, sedang, dan rendah. Instrumen penelitian terdiri dari tes uraian dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan KAM tinggi mampu memenuhi seluruh indikator CT, yaitu decomposition, pattern recognition, abstraCTion, dan algorithm. Siswa dengan KAM sedang hanya mampu memenuhi sebagian indikator, sedangkan siswa dengan KAM rendah cenderung hanya memenuhi dua indikator awal. Temuan ini diperkuat oleh hasil wawancara yang menunjukkan bahwa siswa dengan KAM rendah mengalami kesulitan dalam menyusun strategi penyelesaian yang sistematis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa KAM berperan penting dalam mendukung kemampuan CT siswa, sehingga diperlukan pendekatan pembelajaran yang adaptif dan kontekstual.   This study aims to analyze the Computational Thinking (CT) skills of junior high school students in solving arithmetic sequence problems based on their prior mathematical ability (KAM). A descriptive qualitative approach was employed, involving grade VIII students categorized into high, medium, and low KAM levels. Research instruments included problem-solving tests and interview guidelines. The findings indicate that students with high KAM were able to meet all CT indicators: decomposition, pattern recognition, abstraction, and algorithm. Students with medium KAM demonstrated partial mastery, while those with low KAM mostly fulfilled only the first two indicators. Interview results confirmed that low-KAM students had difficulty constructing systematic problem-solving strategies. The study concludes that prior mathematical ability plays a significant role in supporting students' CT skills, thus emphasizing the need for adaptive and contextual learning approaches.
Analysis of Numeracy Skills in Solving Contextual Problems in Madrasah Aliyah Students Sugiman; Astuti, Erni Puji; Nurhidayati, Siti
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol. 14 No. 2 (2026): Article in Press
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jipm.v14i2.23039

Abstract

Perkembangan era digital dan tantangan global menuntut siswa memiliki kemampuan numerasi yang mencakup kemampuan memahami, menganalisis, dan menafsirkan informasi kuantitatif dalam konteks kehidupan nyata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan numerasi siswa Madrasah Aliyah dalam menyelesaikan soal kontekstual matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui tes dengan soal kontekstual dan wawancara mendalam terhadap 6 siswa kelas XII MIPA yang  dipilih secara purposive dan snowball. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan kemampuan numerasi tinggi mampu menganalisis informasi dan merepresentasikannya ke dalam gambar dan model matematika; menentukan dan menerapkan strategi untuk menyelesaikan masalah; serta menafsirkan dan mengevaluasi hasil penyelesaian ke dalam konteks masalah. Siswa dengan kemampuan numerasi sedang mampu menganalisis informasi; menentukan dan menerapkan strategi untuk menyelesaikan masalah; tetapi tidak mampu menafsirkan dan mengevaluasi hasil penyelesaian ke dalam konteks masalah. Siswa dengan kemampuan numerasi rendah tidak mampu menganalisis informasi dan merepresentasikannya ke dalam gambar dan model matematika; menentukan dan menerapkan strategi untuk menyelesaikan masalah; serta menafsirkan dan mengevaluasi hasil penyelesaian ke dalam konteks masalah. Oleh karena itu, guru perlu merancang pembelajaran matematika berbasis konteks dan menekankan penalaran matematis untuk menyelesaikan masalah dalam berbagai konteks kehidupan sehari-hari guna mengembangkan kemampuan numerasi siswa secara optimal.   The development of the digital era and global challenges requires students to have numeracy skills that include the ability to understand, analyze, and interpret quantitative information in real-life contexts. This study aims to analyze the numeracy skills of Madrasah Aliyah students in solving contextual mathematical problems. This study uses a descriptive qualitative approach. Data were obtained through tests with contextual questions and in-depth interviews with 6 purposively selected grade XII MIPA students, using snowball sampling. The results showed that the student with high numeracy skills can analyze information and represent it in images and mathematical models, determine and apply strategies to solve problems, and interpret and evaluate the solution in the context of the problem. The student with moderate numeracy skills can analyze information and determine and apply strategies to solve problems, but the student can’t interpret and evaluate the results of the solution in the context of the problem. The student with low numeracy skills can’t analyze information and represent it into images and mathematical models, determine and apply strategies to solve problems, and interpret and evaluate the results of the solution in the context of the problem. Therefore, teachers need to design context-based mathematics learning and emphasize mathematical reasoning to solve problems across various contexts of daily life to optimally develop students' numeracy skills.
Utilization of ASGeoTri Media to Support the Development of Computational Thinking Skills in SMK Students Sumarno, Fauziah; Suparman; Robiatul Mahmudah, Kunti
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol. 14 No. 2 (2026): Article in Press
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jipm.v14i2.23221

Abstract

Keterbatasan media pembelajaran berbasis teknologi masih menjadi kendala dalam pembelajaran perbandingan trigonometri di sekolah kejuruan, sehingga diperlukan inovasi media yang mampu mendukung pembelajaran interaktif sekaligus mengembangkan keterampilan berpikir komputasional (computational thinking) siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran matematika ASGeoTri berbantuan Articulate Storyline 3 yang terintegrasi dengan GeoGebra serta menguji kevalidan, kepraktisan, dan efektivitasnya. Penelitian menggunakan metode research and development dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian terdiri atas 25 siswa kelas X jurusan PPLG di SMKS Muhammadiyah Bitung. Data dikumpulkan melalui validasi ahli, angket respons siswa, tes hasil belajar, dan lembar analisis keterampilan berpikir komputasional. Implementasi pembelajaran dilakukan dalam tiga pertemuan dengan menggunakan model Problem-Based Learning. Hasil penelitian menunjukkan media ASGeoTri valid dengan skor 4,27 (ahli media) dan 4,03 (ahli materi), serta sangat praktis dengan respons siswa sebesar 85,47%. Sebanyak 80% siswa mencapai ketuntasan belajar. Analisis deskriptif menunjukkan peningkatan keterampilan berpikir komputasional pada aspek dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan pemikiran algoritma. Temuan ini menunjukkan bahwa media ASGeoTri layak digunakan sebagai media pembelajaran interaktif dan berpotensi mendukung pengembangan keterampilan berpikir komputasional siswa pada materi perbandingan trigonometri.   The limitations of technology-based learning media continue to pose challenges in the teaching of trigonometric comparisons in vocational schools. Therefore, there is a need for innovative media that facilitate interactive learning and enhance students' computational thinking (CT) skills. This research aims to develop the ASGeoTri mathematics learning media, which is supported by Articulate Storyline 3 and integrated with GeoGebra, and to evaluate its validity, practicality, and effectiveness. The study employs a research and development approach based on the ADDIE model, which includes the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation. The subjects of the research consist of 25 students from class X of the PPLG program at SMKS Muhammadiyah Bitung. Data was collected through expert validation, student response questionnaires, learning outcome tests, and analysis sheets for CT skills. The learning process was implemented over three sessions using the Problem-Based Learning model. The results indicate that the ASGeoTri media is valid, with scores of 4.27 (media expert) and 4.03 (content expert), and is highly practical, receiving a student response rate of 85.47%. Furthermore, 80% of students achieved complete learning. Descriptive analysis reveals an improvement in CT skills in decomposition, pattern recognition, abstraction, and algorithmic thinking. These findings suggest that ASGeoTri media is suitable for use as an interactive learning tool and has the potential to support the development of students' CT skills in the context of trigonometric comparisons.
Systematic Literature Review: Tren Penelitian dan Faktor Penentu Kemampuan Numerasi Siswa Indonesia Tahun 2020–2024 Yani, Fitri; Rahayu, Chika; Caswita
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol. 14 No. 2 (2026): Article in Press
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jipm.v14i2.23473

Abstract

Kemampuan numerasi merupakan kompetensi penting dalam pembelajaran matematika dan kehidupan sehari-hari. Berbagai hasil asesmen menunjukkan bahwa kemampuan numerasi siswa Indonesia masih relatif rendah, khususnya pada aspek penalaran dan pemecahan masalah kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren penelitian dan faktor-faktor yang memengaruhi kemampuan numerasi siswa Indonesia pada periode 2020–2024 melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Metode penelitian menggunakan protokol PRISMA dengan sumber data dari Google Scholar, Dimensions, dan Web of Science. Sebanyak 30 artikel terpilih dianalisis menggunakan analisis tematik dan analisis bibliometrik dengan bantuan perangkat lunak VOSviewer. Hasil penelitian menunjukkan terbentuknya empat klaster utama, yaitu: (1) interpretasi data dan literasi matematika, (2) numerasi berbasis konteks kehidupan nyata, (3) model dan strategi pembelajaran, serta (4) faktor kognitif dan afektif siswa. Temuan menunjukkan bahwa siswa masih mengalami kesulitan dalam menafsirkan data, menghubungkan konsep matematika dengan konteks nyata, serta menentukan strategi penyelesaian masalah. Model pembelajaran kontekstual dan berbasis masalah terbukti berkontribusi positif terhadap peningkatan numerasi siswa, meskipun dipengaruhi oleh kesiapan guru dan desain pembelajaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan kemampuan numerasi memerlukan pendekatan pembelajaran yang terintegrasi antara aspek pedagogis, kognitif, dan afektif.                          Numeracy is a fundamental competence in mathematics learning and everyday problem-solving. Assessment results indicate that Indonesian students’ numeracy skills remain relatively low, particularly in reasoning and contextual problem-solving. This study aims to analyze research trends and key factors influencing Indonesian students’ numeracy skills from 2020 to 2024 using a Systematic Literature Review (SLR). The study applied the PRISMA protocol with data sources from Google Scholar, Dimensions, and Web of Science. A total of 30 selected articles were analyzed using thematic analysis and bibliometric mapping with VOSviewer. The results revealed four main research clusters: (1) data interpretation and mathematical literacy, (2) real-life context-based numeracy, (3) learning models and instructional strategies, and (4) cognitive and affective factors. Findings indicate that students commonly experience difficulties in interpreting data, connecting mathematical concepts to real-life contexts, and selecting appropriate problem-solving strategies. Contextual and problem-based learning models contribute positively to improving numeracy skills, although their effectiveness depends on teachers’ readiness and instructional design. This study concludes that improving numeracy skills requires an integrated approach combining pedagogical, cognitive, and affective dimensions.