cover
Contact Name
Khoirul Huda
Contact Email
khoirulhuda@unipma.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
agastya@unipma.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA
ISSN : 20878907     EISSN : 25022857     DOI : -
Agastya: Jurnal Sejarah dan Pembelajarannya is a biannual journal, published by Universitas PGRI Madiun on January and July, with regitered number ISSN 2087-8907 (printed), ISSN 2502-2857 (online). Agastya provides a forum for lecturers, academicians, researchers, practitioners, to deliver and share knowledge in the form of empirical and theoretical research articles on historical education and learning.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 2 (2020)" : 8 Documents clear
Dari Orang Belanda Sampai Elit Bumiputera: Kajian Sejarah Freemasonry di Kota Cirebon 1900-1942 Asep Ahmad Hidayat; Faizal Arifin; Tia Ruli Dais; Endang Sari Wahyuni
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 10, No 2 (2020)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/ajsp.v10i2.5402

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi penemuan keramik bersimbol Freemasonry pada makam Sunan Gunung Jati. Sebagai sebuah gerakan yang menentang doktrin keagamaan, Freemasonry seringkali berkonfrontasi dengan kelompok-kelompok agama namun simbol Freemasonry ditemukan di makam tokoh besar penyebar Islam yang berada di Cirebon, kota para wali. Sehingga diperlukan kajian historis untuk mengetahui perkembangan Freemasonry sebagai organisasi rahasia pada masa Hindia Belanda dan bagaimana gerakan tersebut diorganisasikan sampai ke seluruh kota-kota yang dikuasai Belanda dan diharapkan membendung potensi perlawanan dari pusat penyebaran Islam tertua di Jawa yaitu Cirebon. Freemasonry adalah perkumpulan rahasia yang kontroversial, didirikan tahun 1717 dan menyebar ke Belanda tahun 1756. Penelitian Th. Stevens dan Hylkema, menunjukkan bahwa di Hindia Belanda, Freemasonry telah berdiri sejak 1767 dan pernah memiliki 25 loji dengan 1.500 anggota, namun belum membahas perkembangannya di Cirebon. Penelitian bertujuan mengungkapkan sejarah sosial tentang bagaimana perkembangan Freemasonry dalam kajian sejarah lokal dengan bersumber pada arsip-arsip kolonial dan menggunakan metode sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Freemasonry memiliki cabang dengan nama "Vrijmetselaar-Kring Cheribon" yang didirikan orang-orang Belanda tahun 1920. Pada perkembangan selanjutnya, terdapat Freemason yang berasal dari elit bumiputera adalah R. M. A. Pandji Ariodinoto, Bupati Cirebon tahun 1920-1927. Freemasonry memiliki peranan penting untuk mendukung kepentingan-kepentingan Kolonialisme Belanda. Penelitian ini menunjukkan bahwa proses kolonialisasi dilakukan juga melalui peran perkumpulan masyarakat yang secara struktural tidak terikat terhadap Pemerintah Kolonial seperti Freemasonry, bahkan memiliki jaringan di ‘kota wali’ yang dikenal religius yaitu Cirebon.
Islamofobia Di Australia: Imigrasi, Integrasi Dan Terorisme Dari Perspektif Sejarah Labibatussolihah Labibatussolihah; Wawan Darmawan; Nour Muhammad Adriani; Nurdiani Fathiraini
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 10, No 2 (2020)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/ajsp.v10i2.5510

Abstract

Sebagai negara bercorak Barat di kawasan Asia-Pasifik, pemerintah Australia mempromosikan semangat multikulturalisme yang mendorong kesetaraan di antara komunitas masyarakatnya termasuk antarumat beragama. Di sisi lain kampanye “war on terror” yang digagas Amerika Serikat pasca serangan 11 September juga berpengaruh pada persepsi masyarakat dunia yang melahirkan stigma “ketakutan terhadap Islam” atau Islamofobia termasuk di Australia. Melalui metode sejarah, telaah pustaka dilakukan untuk memunculkan alternatif sudut pandang Islamofobia di Australia secara historis. Dari perspektif ini ada beberapa hubungan yang dapat diambil, bahwa 1) kehadiran Islam di Australia meskipun sudah cukup lama tetapi belum berakar kuat secara historis; 2) persepsi orang Australia non-muslim terhadap Islam tidaklah buruk, namun terdapat sekelompok ekstrimis yang membenci Islam karena faktor citra negatif dan kebencian pribadi (personal dislike); 3) terdapat permasalahan integrasi masyarakat muslim di Australia salah satunya karena faktor perbedaan kultur asal muslim yang distigmatisasi secara umum; 4) penetrasi pemikiran radikal dikalangan umat Islam di Australia terjadi seperti halnya di masyarakat lain yang merasa tertindas atau termarginalkan.
Sejarah Tradisi Sendang Dan Nilai Sosial-Religius Desa Tetep Kelurahan Randuacir Kecamatan Argomulyo Kota Salatiga Aida Fitriyani; Tri Widiarto; Sunardi Sunardi
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 10, No 2 (2020)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/ajsp.v10i2.5500

Abstract

Sendang merupakan sumber air yang tidak pernah mengalami kekeringan. Kebanyakan sendang di tanah Jawa bersifat sakral serta di hormati. Di Desa Tetep sendang adalah tempat yang di sakralkan dan di hormati dengan melaksanakan tradisi atau upacara adat. Tradisi Sendang di Desa Tetep dilakukan pada dua sendang yang biasa disebut dengan sendang Ki Godong mPlati, Nyi Godong mPlati, dan Ki Gambreng. Tradisi ini dilaksanakan oleh masyarakat Desa Tetep saat mengadakan acara besar. Tradisi Sendang dilaksanakan bertujuan untuk menghormati dan meminta kelancaraan acara tersebut kepada Yang Maha Esa melalui perantara sendang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui makna dan nilai sosial-religius yang terdapat pada tradisi sendang pada masyarakat Desa Tetep. Metode penelitian yang digunakan adalah wawancara, observasi, dokumentasi, dan kajian pustaka. Hasil penelitian ini mengambarkan tatacara pelaksanaan tradisi sendang di Desa Tetep. Pelaksanaan tradisi menjadi pelestarian budaya lokal. Tradisi ini mengandung mitos turun-temurun yang dipercaya masyaratkat Desa Tetep. Mitos yang di implementasikan dalam budaya inilah yang membuat Tradisi Sendang mengandung nilai sosial-religius.
Kampung Wayang Dan Penguatan Materi Bahan Ajar Entreprenuer Sejarah Andry Jadi Saputro; Soebijantoro soebijantoro
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 10, No 2 (2020)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/ajsp.v10i2.6868

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengkaji sejarah perkembangan kampung wayang di desa Kepuhsari dan potensinya sebagai penguatan materi bahan ajar entrepreneur sejarah bagi mahasiswa Program studi Pendidikan Sejarah Universitas PGRI MADIUN. Pendekatan yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah dengan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Observasi dilakukan dengan pengamatan langsung secara non partisipasi dalam berbagai kegiatan masyarakat. Wawancara dilakukan baik secara terstruktur dengan daftar pertanyaan yang telah disistematisasikan berdasarkan gambaran awal yang didapat.  Analisis data penelitian ini berpedoman pada langkah-langkah analisis data penelitian kualitatif  yaitu: reduksi data, penyajian data, dan  penarikan simpulan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Seni tatah sungging wayang kulit di desa Kepuhsari sudah berlangsung sejak abad ke 18. Keterampilan yang diperoleh dari abdi dalem keraton Mangkunegaran menjadikan kualitas produk seni tatah sungging wayang kulit kulit di desa Kepusari diakui secara nasional. Sampai saat ini kerajinan tatah sunggih wayang kulit dinilai oleh masyarakat desa Kepuhsari lebih menjanjikan secara ekonomi dari pada bertani. Hingga tahun 2015 di Desa Kepuhsari ini telah memiliki 135 kepala keluarga yang menekuni usaha sebagai pengrajin wayang kulit sehingga oleh Pemerintah Kabupaten Wonogiri mendapat predikat  sebagai Kampung Wayang. 2) Terdapat karakter entreprenuer yang dapat dibangun oleh mahasiswa melalui pembelajaran entrepreneur yaitu a) Berani mengambil resiko, b) Mandiri dan c) cerdas dalam melihat peluang ekonomi pada kondisi exciting yang menjadi kekuatan dalam usaha pengembangan wisata sehingga potret kampung wayang di desa Kepuhrejo dapat diaplikasikan dalam praktik entrepreneur khususnya potensi seni budaya yang bersinergi dengan pariwisata di Indonesia.
Studi Historis Sekolah Kedokteran Di Indoensia Abad XIX Aulia Novemy Dhita SBK
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 10, No 2 (2020)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/ajsp.v10i2.6481

Abstract

Pandemi Covid-19 saat ini menggemparkan dunia. Berbagai pihak dari seluruh negara, putar haluan fokus pada Covid-19, terlebih tenaga medis. Peristiwa semacam ini pernah dialami Indonesia pada masa Pemerintahan Kolonial Belanda yang kewalahan menghadapi penyakit Cacar. Berangkat dari peristiwa tersebut, sangat menarik untuk mengangkat permasalahan yaitu bagaimana sejarah sekolah kedokteran di Indonesia. Tujuan penelitian ini untuk merekonstruksi sejarah sekolah kedokteran di Indonesia. Adapun metode yang digunakan adalah metode historis yang meliputi tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah kedokteran di Indonesia berawal dari epidemi Cacar yang melanda Jawa pada abad ke-19 dan perkembangnnya tidak lepas dari Politik Etis. Pemerintah Kolonial Belanda lalu membentuk Dokter Djawa School, yang kemudian bermetamorfosa menjadi STOVIA dan Geneeskundige Hoge School. Berbagai kebijakan dan revitalisasi kurikulum mewarnai perjalanan sekolah kedokteran di Indonesia. Saat ini sekolah kedokteran tersebut termasuk pendidikan vokasi dan fakultas kedokteran pada lembaga pendidikan tinggi di Indonesia.
Kehidupan Sosial-Ekonomi Masyarakat Samin Kabupaten Bojonegoro dan Potensinya Sebagai Sumber Belajar Sejarah Lokal Marga Bayu Kurniawan; Novi Triana Habsari; Muhammad Hanif
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 10, No 2 (2020)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/ajsp.v10i2.6809

Abstract

Kebudayaan masyarakat Samin tidak mengajarkan anak cucu mereka untuk bekerja di luar dari desa, karena takut melupakan kultur budayanya. Suasana kehidupan ini berpengaruh terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat Samin. Penelitian bertujuan menungkap kehidupan sosial ekonomi masyarakat Samin Kabupaten Bojonegoro. Metode penelitian menggunakan  kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan dokumentasi dengan analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan  interaksi sosial masyarakat di Desa Meduri masih terjaga seperti gotong royong dan kekeluargaan hingga saat ini. Akses jalan masih berbatu dan tempat tinggal di dalam hutan semakin terisolasi. Sehingga terpengaruh pada ekonomi yang berdampak pada anak-anak yang belum menempuh pendidikan. Kehidupan ekonomi pengrajin dan pencari bonggkahan bonggol jati berada di lapiasan bawah karena upah yang diterima tidak terlalu besar dan menentu. Kehidupan sosial ekonomi masyarakat Samin ini berpotensi sebagai sumber pembelajaran sejarah lokal. Berdasarkan kurikulum 2013 edisi revisi pada kelas X mata pelajaran sejarah, terdapat KD 3.6 Menganalisis perkembangan kehidupan masyarakat, pemerintahan, dan budaya pada masa kerajaan-kerajaan Hindu dan Buddha di Indonesia serta menunjukkan contoh bukti-bukti yang masih berlaku pada kehidupan masyarakat Indonesia masa kini yang sesuai dengan penelitian ini. Dengan mempelajari kehidupan sosial ekonomi masayarakat Samin secara langsung, mahasiswa dapat menambah wawasan kebangsaan tentang tradisi masa lampau yang tetap dilestarikan sebagai pemersatu bangsa.
Pengembangan Media Pembelajaran IPS Sejarah Berbasis Kesenian Ambiya Untuk Meningkatkan Ketahanan Budaya Lokal Arif Wahyu Hidayat; Dany Miftahul Ula
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 10, No 2 (2020)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/ajsp.v10i2.5387

Abstract

Merasuknya nilai-nilai Barat pada kalangan masyarakat merupakan ancaman bagi budaya asli yang mencitrakan lokalitas kekhasan daerah. Kesenian daerah seperti Ambiya menghadapi ancaman serius karena banyak generasi muda yang menganggapnya kuno dan tidak menarik. Gerakan pelestarian kesenian tradisional dalam bentuk multimedia perlu diterapkan dalam pembelajaran sehingga kebudayaan lokal tetap terjaga. Tujuan penelitian 1) Mengembangkan media pembelajaran interaktif berbasis kesenian ambiya untuk meningkatkan ketahanan budaya lokal, 2) Menguji efektivitas pengembagan media pembelajaran interaktif berbasis kesenian ambiya dalam meningkatkan ketahanan budaya lokal. Metode penelitian menggunakan penelitian pengembangan untuk menghasilkan video interaktif berbasis kesenian ambiya. Populasi penelitian adalah siswa kelas VII SMP Islam swasta di kabupaten Blitar dengan teknik sampel Cluster Random Sampling. Pengumpulan data menggunakan wawancara dan angket ketahanan budaya lokal. Analisis data menggunakan pendekatan kualitatif berupa saran ahli media dan Pendekatan kuantitatif yaitu Uji Normalitas, Uji Homogenitas serta Uji t.  Hasil penelitian menunjukkan melalui penerapan media pembelajaran video interaktif, siswa mampu mengetahui dan memahami kebudayaan lokal yang ada di kabupaten Blitar yaitu kesenian Ambiya. Berdasarkan data angket terdapat peningkatan ketahanan budaya lokal siswa. Hal ini dikarenakan siswa mampu menyerap nilai-nilai yang terdapat dalam kesenian Ambiya yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan masyarakat.
Upaya Meningkatkan Kemampuan Berpikir Historis Melalui Penerapan Model Pembelajaran Resource Based Learning Di SMA Trenggalek Danan Tricahyono; Aditya Nugroho Widiadi
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 10, No 2 (2020)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/ajsp.v10i2.6462

Abstract

Guna menghasilkan pembelajaran sejarah yang bermakna maka setiap siswa harus dibekali dengan kemampuan berpikir untuk memahami sejarah. Salah satu kemampuan berpikir yang harus dimiliki siswa kaitannya dengan pembelajaran sejarah adalah berpikir historis. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan berpikir historis melalui penerapan model pembelajaran Resource Based Learning (RBL). Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian tindakan dan jenis penelitian PTK. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI IPA 1 SMA Negeri 1 Durenan dengan jumlah 11 siswa laki-laki dan 24 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan tes. Analisis data menggunakan naratif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan Resource Based Learning (RBL) dapat meningkatkan kemampuan berpikir historis. Dari hasil tes kemampuan berpikir historis pada siklus 1 perolehan rata-rata skor sebesar 52.82. Sementara pada siklus 2 mengalami kenaikan menjadi 72.88. Dari hasil analisis dapat diketahui jika siswa mampu menguasai lima aspek kemampuan berpikir historis yang meliputi: (1) berpikir kronologis, (2) pemahaman sejarah, (3) analisis dan interpretasi kesejarahan, (4) kemampuan penelitian kesejarahan, (5) analisis isu kesejarahan dan pengambilan keputusan.

Page 1 of 1 | Total Record : 8