cover
Contact Name
Khoirul Huda
Contact Email
khoirulhuda@unipma.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
agastya@unipma.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA
ISSN : 20878907     EISSN : 25022857     DOI : -
Agastya: Jurnal Sejarah dan Pembelajarannya is a biannual journal, published by Universitas PGRI Madiun on January and July, with regitered number ISSN 2087-8907 (printed), ISSN 2502-2857 (online). Agastya provides a forum for lecturers, academicians, researchers, practitioners, to deliver and share knowledge in the form of empirical and theoretical research articles on historical education and learning.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 1 (2022)" : 8 Documents clear
Nasionalisme dalam lintasan sejarah perjuangan bangsa di Lombok Barat 1942-1950 Abdul Rasyad; B Badarudin; Sadikin Ali; Muchamad Triyanto; Bambang Eka Saputra; Abdul Hafiz
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 12, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/ajsp.v12i1.8678

Abstract

Penelitian ini mengkaji bahwa nasionalisme rakyat Indonesia sesungguhnya telah tumbuh jauh sebelum kemerdekaan Indonesia. Hal ini seiring dengan munculnya kaum terpelajar Indonesia. Memasuki masa kemerdekaan dan perjuangan mempertahankan kemerdekaan, sumbangan perlawanan rakyat di Lombok Barat dapat dipahami merupakan penguatan atas apa yang telah dicapai sejak proklamasi 17 Agustus 1945. Permasalahan yang dibahas adalah bagaimana peran nasionalisme masyarakat Lombok Barat dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia tahun 1942-1950? Tujuan penelitian untuk menjelaskan mengenai sumbangan masyarakat Lombok Barat melalui semangat nasionalisme ikut berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia tahun 1942-1950. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan tahapan yaitu, heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan sosial budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang melatarbelakangi peristiwa perlawanan masyarakat Desa Bayan/Sesait dan peristiwa-peristiwa penting di Lombok Barat setelah proklamasi merupakan bentuk nasionalisme baru dalam konteks Indonesia sebagai cita-cita para kaum terdidik Indonesia sebelum merdeka. Tekad Amak Jaliyah menginisiasi perlawanan terhadap pemerintah Jepang menandakan bahwa kesadaran nasional sebagai buah pikir nasionalisme telah tumbuh pada lokalitas daerah di Lombok Barat. Hal ini membuktikan bahwa jati diri bangsa dan kesadaran nasional telah tumbuh dan berkembang di daerah-daerah sebelum Indonesia merdeka.
Zonasi kawasan wisata sejarah Monumen Kresek berbasis CBT (community-based tourism) Yudi Hartono; Andri Saputra
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 12, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/ajsp.v12i1.11887

Abstract

Desa Kresek Kecamatan Wungu Kabupaten Madiun telah mengembangkan kawasan wisata sejarah Monumen Kresek melalui kelompok sadar wisata (Pokdarwis) “MEKAR”. Kendala yang dihadapi adalah belum adanya kesepakatan tentang zonasi yang berdampak pada kurang tertata dan kurang jelasnya arah pengembangan wisata serta memunculkan masalah lain seperti pedagang dari luar daerah yang secara liar menempati tempat-tempat tertentu untuk membuka lapak dagangannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi dan masalah dalam penataan zona wisata sejarah Monumen Kresek dan memetakan zona wisata sejarah Monumen Kresek berbasis CBT (Community-Based Tourism). Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, FGD, dan studi dokumentasi. Penelitian terdiri dari 2 tahapan: 1) Menganalisis potensi dan masalah penataan zona kawasan wisata Monumen Kresek; dan 2) Memetakan zona wisata Monumen Kresek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diperlukan zonasi kawasan wisata sejarah Monumen Kresek, yaitu zona inti, zona penyangga, zona pengembangan, dan zona penunjang. Zonasi kawasan wisata terdiri dari: pertama, area apa yang harus dipertahankan keasliannya; kedua area transisi yang berfungsi edukasi, dan ketiga zona komersial. Ketiga zona tersebut tidak boleh saling tumpang tindih.
The reinforcement of sumpah Satie Bukik Marapalam values for character building of students in the learning of history Piki Setri Pernantah; S Sariyatun; W Warto; A Aisiah
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 12, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/ajsp.v12i1.7976

Abstract

Sumpah Satie Bukik Marapalam is a concept of ideological order that contains a long historical meaning. This text is the local wisdom of the Minangkabau community that contains a moral message and high values to become the philosophy of life of the community. The values contained in the Sumpah Satie Bukik Marapalam can serve as the basis for character formation. The values contained can also be a strengthening attitude in learning in school, contributing to building better student character. Therefore, character development becomes very important through learning, especially through strengthening character values derived from local wisdom carried out in the process of historical learning in schools. This is particularly relevant because historical learning has an important role in the character-building process that seeks to educate students to have more reflective thinking and meaningful learning. The methods used in this study are descriptive-qualitative with a literature study approach and a methodological review between historical learning related to character formation strategies and educational values. This article consists of three steps, as follows: 1) Conduct literature studies and methodological reviews, 2) Analyze literature data and come up with new ideas, 3) report the results of the analysis. This article describes an innovative form of historical learning that is integrated with the strengthening of the local wisdom values of the Minangkabau community so as to contribute to the development of student character. Strengthening the values of local wisdom integrated in the form of religion, responsibility, courage, independence, honor, caring, intellectual, tolerance, movement, and solidarity. In short, this paper formulates other strategies in educational value through historical learning relevant to the goal of historical learning to better shape student character.
Internalisasi nilai-nilai nasionalisme di Pondok Pesantren Miftahul Mubtadi’in Krempyang Kabupaten Nganjuk Nur Huda; S Soebijantoro; Anjar Mukti Wibowo
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 12, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/ajsp.v12i1.11956

Abstract

Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam dengan berbagai kekhasannya. Keberadaan pesantren semakin penting di era perkembangan teknologi informasi yang berdampak pada perubahan nilai-nilai. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap kurikulum Pondok Pesantren Miftahul Mubtadi’in Krempyang dan internalisasi nilai-nilai nasionalisme dalam pembelajarannya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Validasi data dengan triangulasi sumber. Teknik analisis data dengan analisis interaktif Hasil penelitian menunjukkan: 1) Pondok pesantren Miftahul Mubtadi’in menerapkan kurikulum Salafiyah yang disusun berdasarkan kebijakan yayasan dan kurikulum formal (madrasah) dari Kementerian Agama Republik Indonesia; 2) Internalisasi nilai-nilai nasionalisme di Pondok Pesantren Miftahul Mubtadi’in Krempyang berdasarkan muatan kurikulumnya dilakukan melalui kegiatan-kegiatan formal (madrasah) dan kegiatan-kegiatan dalam pelaksanaan kurikulum salafiyah yang  memadukan kajian kebangsaan dalam kurikulum formal dengan kurikulum salafiyah yang berbasis ilmu agama Islam.
Menilik sejarah lokal: Riwayat pulau Onrust tahun 1613-1883 Muhamad Abi Fadila
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 12, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/ajsp.v12i1.9044

Abstract

Pulau Onrust sesuai yang diberikan Belanda (VOC) dan dikenal masyarakat lokal tentang pulau Onrust adalah gambaran eksistensi pulau tersebut pada pertengahan abad 17, dari kegiatan perkapalan yang tidak pernah henti-hentinya bekerja. Namun, struktur masyarakat di pulau Onrust, agaknya sedikit sekali diungkap yang kebanyakan statusnya sebagai budak dan sekaligus pekerja yang handal. Kesuksesan monopoli perdagangan Belanda (VOC) di Batavia, berbanding terbalik dengan struktur masyarakat di pulau Onrust sebagai pekerja di galangan kapal, yang berpengalaman dalam memperbaiki kapal-kapal yang hendak berlabuh ke Batavia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur masyarakat terhadap perubahan sosial yang terjadi akibat monopoli perdagangan di pulau Onrust pada pertengahan abad ke 17 sampai abad ke 18. Dalam penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan kajian teori sosial Karl Marx dalam fenomena perubahan sosial dari feodalisme menuju kapitalisme, yang menganalisis fenomena tersebut terjadi akibat peralihan kekuasaan dari pangeran Jayakarta ke Belanda (VOC) dan perubahan sistem perilaku perdagangan. Penelitian menghasilkan pengetahuan sejarah lokal tentang pulau Onrust pada pertengahan abad ke 17 sampai abad ke 19, yaitu pola penjajahan Belanda (VOC) terutama mempunyai karakteristik yang menegaskan pada perdagangan dalam mekanisme pendistribusian yang berpusat di Batavia yang juga berpengaruh di pulau Onrust serta fenomena sosial yang terbentuk akibat kepentingan monopoli perdagangan Belanda (VOC).
Pemanfaatan fungsi Museum Mahameru sebagai sumber pembelajaran sejarah lokal di SMA Cepu Serviana Mintartik; Muhammad Hanif; Novi Triana Habsari
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 12, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/ajsp.v12i1.11957

Abstract

Pendidikan memiliki peran terpenting dalam memajukan cita-cita bangsa, karena tujuan pendidikan adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Demikian pula halnya dengan pendidikan sejarah, terutama pengajaran sejarah diperlukan dalam proses pembelajaran. Namun hingga saat ini masih ditemukan permasalahan yang muncul dalam pembelajaran sejarah. Salah satunya adalah kurangnya minat siswa dalam mempelajari sejarah lokal. Padahal sejarah lokal penting untuk dipelajari. Untuk menarik minat siswa dalam mempelajari sejarah lokal dapat memanfaatkan peninggalan benda sejarah sebagai sumber pembelajarannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pemanfaatan museum Mahameru di kabupaten Blora yang nantinya akan digunakan sebagai sumber pembelajaran sejarah di SMA. Metode penelitian adalaha desktiptif kualitatif, dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data terdiri atas reduksi, sajian data dan penarikan simpulan. Validitas data dengan triangulasi sumber. Hasil dari penelitian ini adalah sekolah-sekolah di Kabupaten Blora sebagian sudah memanfaatkan peninggalan benda-benda bersejarah di  museum Mahameru sebagai pendukung sumber pembelajaran sejarah lokal di SMA Cepu kabupaten Blora.
Jejak kolonial dalam wawacan regen boncel bupati Caringin karya H.S. ranggawaluja Danan Darajat; Dedi Koswara; Agus Suherman
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 12, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/ajsp.v12i1.9091

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ditemukannya jejak kolonial pada wawacan Regen Boncel bupati Caringin yang merupakan karya sastra Sunda klasik. Dalam wawacan ini diceritakan seorang tokoh bernama Boncel yang asalnya hidup sengsara, tetapi karena dipercaya dan diangkat anak oleh Tuan Asisten Residen, akhirnya dia bisa menjadi seorang bupati di Caringin. Namun, karena durhaka pada ibunya, di akhir kisah hidupnya, Si Boncel menjadi celaka dan sengsara. Secara deksriptif-kualitatif, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan struktur formal, struktur naratif, dan unsur poskolonial (mimikri, hipokritas, hibriditas, dan ambivalensi) yang terdapat dalam wawacan Regen Boncel Bupati Caringin karya H.S. Ranggawaluja. Hasilnya dapat disimpulkan bahwa struktur yang terdapat dalam wawacan tersebut sudah lengkap, yang meliputi struktur formal (guru lagu dan guru wilangan, watak pupuh, dan sasmita pupuh), struktur naratif (alur, motif cerita, pelaku, latar, dan tema). Selanjutnya, dalam wawacan ini juga ditemukan adanya unsur poskolonial yang meliputi mimikri, hipokritas, hibriditas, dan ambivalensi.
Literasi sikap kemandirian dalam berwirausaha melalui metode pembelajaran daring bagi mahasiswa peserta PMM prodi Pendidikan Sejarah UNIPMA S Soebijantoro; Bela Septianingrum
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 12, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/ajsp.v12i1.11955

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi literasi  kemandirian dapat meningkatkan sikap kemandirian mahasiswa peserta Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) melalui metode daring pada pembelajaran  historiopreneurship di era  pandemi Covid 19. Metode penelitian yang dipergunakan adalah metode deskriptif kualitatif yaitu berupa studi kasus. Sumber data diperoleh melalui wawancara, angket , studi arsip dan dokumen serta observasi langsung. Adapun pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Observasi dilakukan dengan pengamatan langsung secara non partisipasi dalam berbagai kegiatan pembelajaran di kampus. Wawancara dilakukan baik secara terstruktur dengan daftar pertanyaan yang telah disistematisasikan berdasarkan gambaran awal yang didapat ataupun secara. Sedangkan data peningkatan sikap kemandirian dilakukan dengan menggunakan angket yang dianalisa melalui skala likert. Secara keseluruhan analisis data penelitian ini berpedoman pada langkah-langkah analisis data penelitian kualitatif dari Moleong (2011), yaitu: reduksi data, penyajian data, dan  penarikan simpulan. Dari analisis data diperoleh hasil 1)  Diperlukan literasi kesejarahan sebagai sebuah ilmu pengetahuan tentang masa lampau yang bermanfaat bagi manusia serta melakukan komersialisasi dengan jiwa dan semangat yang mampu menghadirkan produk-produk hasil kajian kesejarahan yang bisa diterima oleh masyarakat.2) Terdapat data peningkatan sikap kemandirian mahasiswa yaitu dengan 75,2 % responden mahasiswa PMM menunjukkan sikap sangat setuju bahwa  sikap kemandirian merupakan kunci keberanian seseorang untuk menekuni bidang kewirausahaan, 3) 81,3 % mahasiswa menyatakan bahwa di era transformasi digital, pariwisata sejarah merupakan bidang garapan lulusan prodi Pendidikan sejarah serta merupakan peluang bisnis yang sangat menjanjikan.

Page 1 of 1 | Total Record : 8