cover
Contact Name
Khoirul Huda
Contact Email
khoirulhuda@unipma.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
agastya@unipma.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA
ISSN : 20878907     EISSN : 25022857     DOI : -
Agastya: Jurnal Sejarah dan Pembelajarannya is a biannual journal, published by Universitas PGRI Madiun on January and July, with regitered number ISSN 2087-8907 (printed), ISSN 2502-2857 (online). Agastya provides a forum for lecturers, academicians, researchers, practitioners, to deliver and share knowledge in the form of empirical and theoretical research articles on historical education and learning.
Arjuna Subject : -
Articles 304 Documents
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Make A Match Untuk Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Siswa Dalam Pembelajaran IPS Pokok Bahasan Usaha Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia Pada Siswa Kelas IX-G Semester Ganjil SMP Negeri 4 Kota Madiun Tahun Pelajaran 2015/2016 Reny Yuhana
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 6, No 02 (2016)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.524 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v6i02.1455

Abstract

Pembelajaran IPS di SMP Negeri 4 Kota Madiun diharapkan dapat mendorong siswa untuk aktif dan rasa ingin tahu. Dalam pembelajaran aktivitas siswa kurang, guru cenderung monoton, masih menggunakan ceramah sehingga hasil belajar siswa rendah. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu apakah aktivitas siswa dan hasil belajar siswa dapat meningkat melalui penerapan model Make a Match dalam pembelajaran IPS kelas IX-G SMP Negeri 4 Kota Madiun? Model Make a Match merupakan salah satu solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Tujuan dalam penelitian ini adalah mendiskripsikan aktivitas siswa dan meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPS siswa kelas SMP Negeri 4 Kota Madiun melalui penerapan model Make a Match. Model Make a Match dikembangkan secara khusus untuk meningkatkan aktivitas siswa dengan memanfaatkan kartu soal dan jawaban sebagai media bermain sambil belajar. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subyek penelitian adalah guru dan siswa kelas kelas IX-G SMP Negeri 4 Kota Madiun. Teknik pegumpulan data menggunakan tes dan nontes. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas siswa pada siklus I pertemuan I dan II jumlah skor rata-rata aktivitas siswa 15 dan 16,6 termasuk dalam kategori cukup. Pada siklus II pertemuan I dan II jumlah skor rata-rata aktivitas siswa 23,7 dan 27,6 termasuk dalam kategori baik dan sangat baik.  Hasil belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I pertemuan I sebesar 74 menjadi 77,66 siklus I pertemuan II dan Siklus II pertemuan I 83,24 menjadi 85,69 pada siklus II pertemuan II. Pencapaian hasil belajar klasikal pada siklus II pertemuan II sudah mencapai indikator keberhasilan yaitu 89,2% Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model Make a Match  dinyatakan berhasil.
Penerapan Model Pembelajaran STAD Menggunakan Media Film Dokumenter Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar dan Kesadaran Sejarah Siswa SMA Plus Informatika Ciamis Aan Suryana
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.603 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v8i2.2485

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievment Division (STAD) dengan film documenter pendudukan Jepang di Indonesia dalam pembelajaran sejarah dalam meningkatkan motivasi belajar dan kesadaran sejarah siswa kelas XI SMA Plus informatika Ciamis. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Data penelitian diperoleh dari pengamatan kegiatan pembelajaran, informan (siswa, guru, dan kepala sekolah), dokumen, dan foto kegiatan dengan tahapan planning, action, observing, dan reflecting. Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga siklus. Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan yang dicapai siswa pada siklus I untuk sikap motivasi belajar rata-rata 67,9, siklus II meningkat 76,66, dan siklus III mencapai 83,11. Untuk sikap kesadaran sejarah siswa memperoleh rata-rata siklus I 68,8, siklus II meningkat 79,4, dan siklus III mengalami peningkatan 85,05. Selanjutnya, peningkatan prestasi atau hasil belajar siswa dilihat dari rata-rata post test yakni siklus I 69,5 meningkat 74,42, dan pada siklus III meningkat 79,8. Dengan persentase ketuntasan klasikal siklus I 42,85%, siklus II meningkat 60%, dan siklus III meningkat 85,71%. Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) Sejarah adalah 75 dengan persentase ketuntasan klasikal minimal ditentukan 75%. Persentase Ketuntasan Klasikal Minimal skala sikap motivasi belajar dan kesadaran sejarah adalah 80%.
Pengembangan Model Pembelajaran Sejarah Lokal Di SMA Kota Madiun Anjar Mukti Wibowo
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 6, No 01 (2016)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (721.298 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v6i01.880

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan model pembelajaran berbasis situs sejarah lokal bagi siswa sekolah menengah atas di Madiun. Sejarah lokal penting sebagai sumber pembelajaran sejarah karena memungkinkan siswa untuk berhubungan secara sangat "intim" dengan peristiwa yang sangat lokal dan mungkin selama ini dianggap tidak besar, tetapi sesungguhnya memiliki peran penting dan berharga dalam membentuk peristiwa yang lebih besar. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan. Model pengembangan dalam penelitian ini adalah model prosedural. Prosedur atau langkah penelitian dan pengembangan merujuk pada siklus R & D dari Borg dan Gall (1983:626) yang meliputi kegiatan: pengumpulan informasi dan identifikasi masalah, perencanaan model, pengembangan model awal, uji terbatas, revisi model, uji skala kecil, revisi model, uji skala besar, revisi model, model akhir, diseminasi dan implementasi. Penelitian dilakukan selama dua tahun. Hasil penelitian menemukan masalah-masalah yang muncul disebabkan adanya penolakan dari sekolah ketika lawatan sejarah, keterbatan waktu jam pelajaran dan transportasi ke lokasi. Berdasarkan pemetaan kebutuah yang ditemukan, selanjutnya disusun draf model pemanfaatan situs sejarah lokal Madiun sebagai sumber pembelajaran. Draf model tersebut diujikan kepada ahli pembelajaran sejarah. Hasil kegiatan tersebut adalah model awal pengembangan model pemanfaatan situs sejarah lokal sebagai sumber pembelajaran di Sekolah Menengah Atas Kota Madiun yang diujicobakan pada tahun kedua.
MODEL PEMBELAJARAN NILAI-NILAI KARAKTER BANGSA DI INDONESIA DARI MASA KE MASA Yudi Hartono
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 7, No 01 (2017)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (659.801 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v7i01.1059

Abstract

Pembangunan karakter bangsa telah menjadi agenda penting sejak awal kemerdekaan Indonesia. Selanjutnya, kebijakan-kebijakan yang diambil oleh pemerintah Indonesia dari masa ke masa berpengaruh terhadap model pembelajaran nilai-nialai karakter bangsa di sekolah. Pada masa Orde Lama terutama era demokrasi terpimpin, cenderung menggunakan model indoktrinatif dengan materi Tubapi (tujuh bahan pokok indoktrinasi), yaitu  Pancasila dan Manipol USDEK (UUD 1945, Sosialisme Indonesia, Demokrasi Terpimpin, Ekonomi Terpimpin, dan Kebudayaan Indonesia). Pada masa Orde Baru juga cenderung indoktrinatif melaui Penataran P4, Mata Pelajaran PMP dan PSPB. Pada era reformasi pembelajaran nilai-nilai karakter bangsa di sekolah diintegrasikan ke dalam setiap masa pelajaran, kegiatan pengembangan diri, dan budaya sekolah. Pendidikan karakter semestinya dilaksanakan dalam rangka membentuk dan memperkuat karakter bangsa, sehingga perlu dipersiapkan dengan matang dan dilaksanakan secara bertahap agar tidak menjadi sekadar pengetahuan atau indoktrinasi. Pendidikan karakter yang dikembangkan sudah seharusnya berakar dari budaya bangsa Indonesia yang menyepakati Bhineka Tunggal Ika. Pendidikan karakter yang ditanamkan pada anak-anak lewat pendidikan formal meliputi nilai-nilai yang khas Indonesia dan nilai-nilai universal.
Masyarakat Geopark Gunung Sewu Pacitan Dalam Perspektif Ekonomi, Tradisi Dan Budaya Erista Zulki Fahrudi; Dheny Wiratmoko
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 8, No 01 (2018)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (682.844 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v8i01.1485

Abstract

Geopark gunung sewu dengan suasana pedesaannya menyimpan banyak keindahan didalamnya termasuk salah satunya adalah pantai. Wilayah yang tidak hanya konservasi namun, juga keindahan dan kekayaan alamnya dimanfaatkan untuk kepentingan ekonomi masyarakat. Pacitan adalah salah satu didalamnya. Meskipun belum semua, sebagian destinasinya telah dikelola Pemda. Dengan adanya kepariwisataan pada wilayah gunung sewu Pacitan diharapkan perekonomian masyarakat bisa tumbuh dan mengangkat taraf kehidupan mereka. Dengan dua wilayah yaitu pesisir pantai dan pegunungan membuat masyarakat berkebudayaan berbada. Daerah pantai maju dengan pariwisata pantainya, sedang daerah yang tidak berada di garis pantai memanfaatkan kekayaan alam yang ada didalamnya. Pertanian menjadi lahan dan penghasilan utama bagi sebagian besar penduduk Pacitan. Apabila kesulitan mencari pekerjaan di sekitar, mereka merantau keluar baik ke kota maupun luar kota. Selain itu sebagai masyarakat tradisional menjaga dan melestarikan tradisi leluhur tetap dipegang teguh oleh masyarakat sekitar.
Tinjauan Teori Rekrutmen Pimpinan Daerah Dalam Dimensi Historis Debi Setiawati
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 1, No 2 (2011)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.831 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v1i2.709

Abstract

Kedudukan Kepala Daerah dipandang sebagai suatu posisi yang strategis dalam keberhasilan pembangunan nasional. Hal tersebut dipengaruhi oleh karena pemerintahaan daerah memilikin peran sebagai motor penggerak, kreator, inovator pemikiran dan perencanaan dalam pencapaian tujuan nasional yang merupakan subsistem dari pemerintah pusat. Oleh karena itu dalam perekrutannya perlu diterapkan adanya sistem demokrasi yang dapat memberikan peluang rotasi pejabat politik secara teratur dan damai.Di samping itu dengan melihat gambaran masyarakat Indonesia yang bersifat Plural dan Heterogen, maka dalam pelaksanaan PILKADA diserahkan secara otonom penuh daerah. Hal itu disebabkan karena yang mengetahui kebutuhan dan karekter pemimpin yang diingingkan masyarakat daerah itu sendiri.
Studi Perkembangan Aliran Kebatinan Kerohanian Sapta Darma Di Kabupaten Magetan Tahun 1956-2011 Andriawan Bagus Hantoro; Abraham Nurcahyo
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 4, No 02 (2014)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (721.126 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v4i02.828

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan aliran kebatinan kerohanian Sapta Darma di Kabupaten Magetan Tahun 1956-20011. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Pengambilan data menggunakan dua sumber yaitu sumber data primer dari hasil wawancara dengan informan, kemudian sumber data sekunder dari foto dan dokumen yang ada di Persada Kabupaten Magetan yaitu Desa Milangasri. Validasi yang dipergunakan untuk menguji kebenaran data yaitu menggunakan validasi sumber. Menggunakan analisis data model interaktif Miles dan Huberman yang didalamnya terdapat 3 tahapan yaitu melalui proses reduksi data, sajian data dan verifikasi atau proses penarikan kesimpulan.Sapta Darma telah ada di Kabupaten Magetan sejak tahun 1957. Sapta Darma itu sendiri terjadi melalui wahyu yang di terima oleh Hardjosapoero dari Kediri pada tahun 1956. Selanjutnya Hardjosapoero bergelar Panuntun Agung Sri Gutama dan menyebarkan ajarannya ke seluruh wilayah di Indonesia. Dalam penyebarannya di Kabupaten Magetan, Sri Gutama melakukan peruwatan di beberapa tempat, di antaranya adalah Telaga Sarangan, Air Terjun dan Hargo Dalem Gunung Lawu, dibantu oleh Sri Pawenang dan berhasil menuntun sujud masyarakat Magetan.
Pengaruh Dinamika Politik Indonesia Terhadap Eksistensi Harian Kompas (1965-2012) Andik Kurniawan; Abraham Nurcahyo
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 3, No 01 (2013)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (799.253 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v3i01.904

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menemukan asal-usul dan peran tokoh pendiri Kompas; 2) mendapatkan gambaran sejarah cara bertahan Kompas dalam melewati Orde Baru; 3)  mendapatkan pemahaman sejarah bagaimana strategi Kompas menempatkan diri di kultur politik era reformasi. Penelitian dilaksanakan dengan metode historis. Digunakan jenis penulisan kajian pustaka untuk mendapatkan hasil fakta sejarah yang diinginkan, yakni: asal-muasal berdiri, tokoh pendiri, serta strategi dan taktik yang dilakukan Kompas dalam menjaga eksistensinya di dunia pers Indonesia dan di dalam konteks sejarah politik tanah air. Sumber data dalam penelitian ini berasal dari peraturan perundang-undangan, dokumen kerja lembaga, jurnal ilmiah, publikasi internet, dan buku-buku. Teknik yang digunakan dalam mendapatkan sumber adalah teknik studi pustaka. Diseleksi sejumlah dokumen primer dan publikasi-publikasi pendukung lainnya yang valid dan relevan dengan permasalahan guna mencapai tujuan penelitian. Teknik analisis data yang digunakan mengacu pada metodologi historis yang sistematikanya dimulai dari pertama, tahap heuristik, atau pencarian sumber. Kedua, kritik sumber, atau seleksi fakta. Ketiga, interpretasi, atau pemaknaan dari serangkaian bukti sejarah yang didapat. Keempat, penulisan hasil akhir dalam suatu bentuk narasi penjelasan sejarah. Hasil penelitian membuktikan bahwa terdapat hubungan timbal-balik antara dinamika politik nasional dengan strategi umum yang menjadi kebijakan Dewan Redaksi Kompas. Kompas berhasil melalui tiga jaman ini dengan baik dan mengalami perkembangan skala usaha dengan luar biasa. Prinsip jurnalisme kepiting, suatu cara jurnalisme santun dan cenderung bermain aman, membantu Kompas berhasil melalui tiga jaman ini dengan baik, sekaligus mengalami perkembangan skala usaha dengan luar biasa.
Peran Perempuan Dalam Perkembangan Ekonomi Di Kampung TKI (Studi Di Desa Lembah Kecamatan Babadan Kabupaten Ponorogo Tahun 2008-2013) Norfia Eka Praesti; Novi Triana Habsari
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 3, No 02 (2013)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (641.814 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v3i02.1472

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran yang lebih mendalam tentang peran perempuan dalam menunjang ekonomi keluarga di Desa Lembah. Hal tersebut disebabkan karena jumlah penduduk Desa Lembah yang bekerja sebagai TKI sangat besar dan didominasi oleh kaum wanita. Penelitian ini dilakukan di Desa Lembah Kecamatan Babadan Kabupaten Ponorogo selama enam bulan. Data dalam penelitian ini diperoleh dari data primer dan data sekunder. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi.Analisis data yang digunakan yaitu analisis kualitatif model interaktif. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa peran dan kontribusi wanita terhadap ekonomi keluarga di Desa Lembah sangat besar sekali. Hal tersebut dapat dilihat dari tercukupinya kebutuhan finansial dan kebutuhan sehari-hari. Penghasilan yang diperoleh selama bekerja di luar negeri seringkali menjadi penentu ketercapaian kesejahteraan keluarga. Semua penghasilan yang didapat selama bekerja menjadi TKW digunakan sebagai modal untuk membuka usaha atau berinvestasi dengan membeli tanah. Hal tersebut dilakukan sebagai langkah awal untuk mengatasi ekonomi keluarga dalam jangka panjang. Dari semua fakta di atas dapat disimpulkan bahwa peran wanita dalam pemenuhan ekonomi keluarga sangat besar, sehingga hal tersebut menunjukkan bahwa kemandirian wanita secara ekonomi mulai terbangun.
STRATEGI BERCERITA CERITA SEJARAH Tadkiroatun Musfiroh
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.624 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v1i1.127

Abstract

Sejarah memiliki bahan dasar cerita. Cerita sejarah merupakan cerita faktual yang bernilai kebenaran tinggi. Sejarah yang disajikan dalam bentuk cerita memiliki efektivitas yang sulit ditandingi oleh metode lain. Bercerita sejarah memerlukan strategi. Strategi dilakukan dalam tiga tahap, yakni tahap persiapan, penyajian, dan evaluasi. Pengemasan sejarah dalam bentuk cerita dapat menjadi alternatif pembelajaran karena sejarah memiliki materi beragam yang mampu menyedot perhatian anak didik. Cerita sejarah juga mampu merangsang minat baca peserta didik.