cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Edukasi Matematika dan Sains
ISSN : 23379049     EISSN : 25024671     DOI : -
Core Subject : Education,
Terbit dua kali setahun, pada bulan Maret dan September.
Arjuna Subject : -
Articles 389 Documents
ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENGERJAKAN SOAL-SOAL FISIKA TERMODINAMIKA PADA SISWA SMA NEGERI 1 MAGETAN Suroso, Suroso
JEMS Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : IKIP PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Temuan dilapangan beberapa jenis kesalahan dan penyebab kesalahan yang dilakukan oleh siswa dalam menyelesaikan soal-soal Fisika bahasan Termodinamika adalah: (1) Kesalahan terjemahan (58,24%) berupa kesalahan dalam menuliskan apa yang diketahui dan ditanyakan pada soal ke dalam simbol Fisika, memahami maksud soal, serta menuliskan data yang diketahui pada soal secara tepat. (2) Kesalahan konsep (57,14%) berupa kesalahan dalam memahami konsep usaha yang dilakukan lingkungan pada sistem, proses Termodinamika, usaha pada proses Termodinamika, kapasitas kalor, Hukum I Termodinamika, perubahan energi dalam, siklus termodinamika, mesin Carnot, perubahan entropi, dan mesin pendingin, serta mengkonversikan ke Satuan Internasional (SI). (3) Kesalahan strategi (60,44%) berupa kesalahan dalam menggunakan data dan dalam penentuan langkah penyelesaian soal. (4) kesalahan hitung (34,07%) berupa kesalahan dalam melakukan operasi hitung.
PERBANDINGAN METODE EXPLICIT INSTRUCTION DAN STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA DALAM POKOK BAHASAN LINGKARAN DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS VIII SMPN 1 SAWAHAN Andari, Tri
JEMS Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : IKIP PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui: 1) Pembelajaran mana yang lebih baik antara metode STAD dengan metode Explicit Instruction dalam meningkatkan prestasi belajarsiswa, 2) Metode mana yang memberikan prestasi belajar matematika yang lebih baik antarasiswa yang mempunyai motivasi belajar tinggi, sedang, dan rendah, 3) Ada tidaknya interaksiantara metode pembelajaran dengan motivasi pada prestasi belajar siswa. Teknikpengumpulan data yang digunakan adalah angket untuk data motivasi siswa dan teknik tesuntuk data prestasi belajar matematika siswa. Data yang diperoleh dianalisis dengan ujistatistik analisis variansi dua jalan frekuensi sel tak sama. Kesimpulan dari penelitian iniadalah 1) tidak ada perbedaan pengaruh antara Pembelajaran dengan menggunakan metodeSTAD maupun pembelajaran yang menggunakan metode Explicit Instruction dalammeningkatkan prestasi belajar siswa kelas VIII SMP N 1 Sawahan pada pokok bahasanLingkaran, 2) tidak ada perbedaan pengaruh antara motivasi tinggi, sedang maupun rendahterhadap prestasi belajar siswa kelas VIII SMP N 1 SAWAHAN pada pokok bahasanLingkaran, 3) tidak ada interaksi antara pengajaran dengan model STAD dan pengajarandengan model Explicit Instruction dengan motivasi siswa tinggi, sedang maupun rendahterhadap prestasi belajar siswa kelas VIII SMPN 1 Sawahan pada pokok bahasan Lingkaran.Kata Kunci: Metode Student Teams Achievement Division, Explicit Instruction, Motivasi siswa, Prestasi belajar matematika.
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR KIMIA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD PADA KOMPETENSI LAJU REAKSI KELAS XI IPA 3 SEMESTER 1 SMA N 1 POLOKARTO TAHUN PELAJARAN 2014/2015 Suyono, Edi
JEMS Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : IKIP PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: apakah model pembelajaran Student Team Achievement Divisions (STAD) dapat meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar peserta didik terhadap materi ajar laju reaksi yang dipelajarinya.Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas, Populasinya adalah kelas Kelas XI IPA 3. Data dikumpulkan dengan tes untuk prestasi kognitif dan observasi untuk nilai psikomotorik serta aktivitas peserta didik. Teknik analisis data menggunakan analisis kwalitatif deskriptif dengan membandingkan hasil pada siklus 1 dan siklus 2. Kesimpulan hasil penelitian: 1) Penggunaan model pembelajaran Student Teams Achivement Division (STAD) dalam pembelajaran laju reaksi dapat meningkatkan prestasi belajar kimia, dengan prosentase kenaikan secara klasikal antara siklus 1 ke siklus 2 sebesar 25 %. 2) Penggunaan model pembelajaran Student Teams Achivement Division (STAD) dapat meningkatkan aktivitas siswa, dengan prosentase peningkatan nilai sikap antara siklus 1 ke siklus 2, nilai yang diperoleh dari jurnal 14,68 %, nilai observasi 18,7%, Penilaian teman sejawat 16,7%, dan penilaian diri sebesar 9,21 %
PROFIL PEMAHAMAN MAHASISWA DALAM MENGAPLIKASIKAN METODE PENYELESAIAN SISTEM PERSAMAAN LINIER Lusiana, Restu
JEMS Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : IKIP PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar mahasiswa  memahami pengaplikasian metode penyelesaian sistem persamaan linier. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengambilan subyek dilakukan dengan cara memberikan tes kemampuan kognitif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini diperoleh berdasarkan hasil tes, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan serta verifikasi. Teknik keabsahan data dalam penelitian inidengan triangulasi data. Hasil penelitian ini adalah (1) Mahasiswa kategoritinggi menunjukkan bahwa mahasiswa berkecenderungan memiliki pemahaman yang baik saat mengaplikasikan metode dalam menyelesaikan  masalah sistem persamaan linier. Mahasiswa dapat memberikan penjelasan penyelesaian masalah dengan tepat, (2) Mahasiswa kategori sedang menunjukkan bahwa mahasiswa berkecenderungan memiliki pemahaman yang cukup baik saat mengaplikasikan metode dalam menyelesaikan masalah sistem persamaan linier. Secara umum mahasiswa dapat memberikan penjelasan penyelesaian masalah, tetapi belum tepat, dan (3) Mahasiswa kategori rendah menunjukkan bahwa mahasiswa berkecenderungan memiliki pemahaman yang kurang baik saat mengaplikasikan metode dalam menyelesaikan masalah sistem persamaan linier. Secara umum mahasiswa tidak dapat memberikan penjelasan dalam penyelesaian masalah dengan tepat. 
PENERAPAN PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR IPA PADA SISWA KELAS VIII-B SMPN 4 MADIUN Muchindasari, Dwi
JEMS Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : IKIP PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi pembelajaran yang efektif dan berkualitas dapat tercipta bila siswa terlibat secara aktif, siswa memiliki motivasi belajar tinggi, siswa mempunyai minat dan perhatian dalam belajar. Dalam proses pembelajaran diharapkan siswa mendapat pengalaman untuk membangun konsep sehingga belajar tidak berorientasi pada guru tetapi lebih terpusat pada siswa. Oleh karena itu peningkatan kualitas pendidikan harus ditopang oleh tumbuhnya daya inovasi guru. Hasil studi pendahuluan dengan melakukan observasi selama mengajar siswa kelas VIII-B  di SMP Negeri 4 Madiun ditemukan beberapa permasalahan. Tanggung jawab guru berusaha untuk mengaktifkan siswa dalam pembelajaran sehingga siswa memperoleh konsep bukan dari menghafal atau hanya transfer ilmu melainkan melalui proses. Permasalahan di atas dapat diatasi dengan memberikan model pembelajaran yang variatif yang menjadikan siswa sebagai pusat kegiatan belajar yang salah satunya melalui model pembelajaran Inkuiri Terbimbing.
PENINGKATAN KETUNTASAN BELAJAR MATAKULIAH FISIKA INTI MAHASISWA PRODI PENDIDIKAN FISIKA IKIP PGRI MADIUN MELALUI KEGIATAN LESSON STUDY Huriawati, Farida; Handhika, Jeffry; Kurniadi, Erawan
JEMS Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : IKIP PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan data tentang prestasi belajar mahasiswa untuk matakuliah Fisika Inti mempunyai ketuntasan belajar 65% dengan nilai ketuntasan 65. Ketuntasan belajar mahasiswa juga ditentukan oleh keprofesionalan dosen dalam melaksanakan kegiatan perkuliahan. Untuk  itu setiap dosen diharapkan selalu merencanakan pembelajaran, merefleksi pembelajaran yang telah dilakukan dan kemudian merencanakan perbaikan untuk pembelajaran berikutnya yang dilakukan secara terus menerus. Kegiatan perencanaan, pelaksanaan, dan refleksi  pembelajaran akan lebih baik jika dilakukan secara kolaboratif di antara dosen matakuliah  serumpun. Hal ini sesuai dengan prinsip-prinsip Lesson Study (Sumar Hendayana,dkk.: 2006: 20). Dari latar belakang di atas maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut: Apakahkegiatan Lesson Study dapat meningkatkan ketuntasan belajar Fisika Inti bagi mahasiswa program studi pendidikan Fisika? Untuk memperjelas rumusan masalah tersebut, perlu diajukan pertanyaan-pertanyaan penelitian sebagai berikut: (1) Bagaimanakah interaksimahasiswa-mahasiswa, mahasiswa-dosen, dosen-dosen dalam kegiatan Lesson Study pada matakuliah Fisika Inti? (2) Bagaimanakah pengelolaan pembelajaran Fisika Inti oleh dosen dalam mengimplementasikan Lesson Study? (3) Bagaimanakah ketuntasan belajar Fisika Inti bagi mahasiswa program studi pendidikan Fisika dengan mengimplementasikan LessonStudy?. Tujuan Penelitian (1) Mendeskripsikan interaksi mahasiswa-mahasiswa, mahasiswadosen,dosen-dosen dalam kegiatan Lesson Study pada matakuliah Fisika Inti. (2)Mendeskripsikan pengelolaan pembelajaran Fisika Inti oleh dosen dalammengimplementasikan Lesson Study. (3) Mendeskripsikan ketuntasan belajar Fisika Inti bagimahasiswa program studi pendidikan Fisika dengan mengimplementasikan Lesson Study.Adapun manfaat penelitian ini adalah: (1) Dosen dapat memilih bentuk kegiatan yangmenunjang keprofesionalannya melalui Lesson Study. (2) Sebagai masukan bagi dosen lainbahwa Lesson Study dapat meningkatkan aktivitas dan ketuntasan belajar mahasiswa. (3)Dapat terjalin kerjasama antar dosen matakuliah serumpun (kolegalitas), meningkatkanpenguasaan materi dan cara pembelajarannya. Hasil penelitian: a) terjadinya interaksi yangefektif antara mahasiswa-mahasiswa, mahasiswa-dosen dan mahasiswa dengan lingkunganbelajar, ini berarti pengelolaan pembelajaran oleh dosen lebih baik dari sebelumnya, dan (b)sebagai akibatnya ketuntasan belajar mahasiswa meningkat menjadi 75%.Kata Kunci: Lesson Study, Fisika Inti, Ketuntasan Belajar
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN PADA MATAKULIAH STATISTIKA DASAR DENGAN METODE PROBLEM BASED LEARNING Krisdiana, Ika
JEMS Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : IKIP PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research is the development of learning in basic statistics courses with Problem Based Learning method. This research is the development that follows the mechanism and design of the development of teaching materials (Fenrich, 1997). The steps include the development of teaching materials analysis phase (analysis), planning (planning), design (design), development (development), implementation (implementation), evaluation and revision (evaluation and revision). The initial phase of the study in the first year is to develop an instrument for the investigation, analysis (analysis), planning (planning) and designing (design) prototype. In this study, the learning device that has been designed include: Syllabus, SAP, Student Worksheet, and Textbook of Basic Statistics.The results of this study are learning the basic statistics covering the syllabus, SAP, Worksheet Student and Instructional Materials. From the results of the study showed that the learning tools that have been developed can be regarded as a good learning tool because it meets the criteria of validity, practicality, and effectiveness.
FENOMENOGRAFI KONSEP CAHAYA DALAM OPTIK GEOMETRI UNTUK MAHASISWA CALON GURU FISIKA Murtono, Murtono
JEMS Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : IKIP PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan pengukuran terhadap kemampuan mahasiswa calon guru fisika dalam memahamikonsep cahaya. Beberapa konsep yang yang lain adalah konsep warna benda, konsep melihat oleh mata, dankonsep pperanan cahaya dalam alat-alat optik. Selain itu dilakuan sebuah soal singkat tentang pemantulanpada cermin dua cermin datar yang saling tegak lurus. Tujuan dari penelitian ini untuk mengekplorasipemahaman mahasiswa tentang konsep-konsep tersebut sesuai dengan model mental yang dibangun olehmahasiswa. Penelitian dilakukan dengan memberikan soal terbuka terhadap 46 mahasiswa Pendidikan Fisikayang telah menempuh mata kuliah Fiska Dasar II dan mata kuliah Optik. Hasil menunjukkan bahwa terdapatbeberapa pemahaman konsep yang berbeda-beda diantara responden sesuai dengan interaksi dinamis antarapenguasaan konseptual dan kemampuan membangun model mental individu. Hal ini juga tergantung daripengalaman individu dalam berpikir dan komunikasi selama belajarnya. Kata kunci : fenomenografi, cahaya, calon guru.
PENERAPAN PEMBELAJARAN PROBLEM POSING MELALUI TUTORIAL ONLINE DAN TATAP MUKA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DITINJAU DARI TINGKAT AKTIVITAS BELAJAR MAHASISWA PADA PEMAHAMAN MATERI FISIKA DASAR Kartikawati, Sulistyaning
JEMS Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : IKIP PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dan dilaksanakan pada semester gasal tahun akademik 2011/2012 dengan populasi sebanyak 83 mahasiswa dengan sampel sebanyak 54 mahasiswa terdiri dari klas 3A sebanyak 26 mahasiswa dan klas 3B sebanyak 28 mahasiswa. Dari hasil analis data diperoleh: 1) Terdapat perbedaan pengaruh pembelajaran problem osing melalui tutorial online dan tatap muka terhadap prestasi belajar, karena F hitung lebih besar dari F tabel, 2) Terdapat perbedaan pengaruh antara mahasiswa yang memiliki aktivitas tinggi dan yang memiliki aktivitas rendah terhadap prestasi belajar, karena F hitung lebih besar dari F tabel, 3) Tidak terdapat interaksi antara pembelajaran problem posing melalui tutorial online dan tatap muka dengan aktivitas tinggi dan aktivitas rendah terhadap prestasi belajar, karena F hitung lebih kecil dari F tabel. 
PEMBELAJARAN GI DAN GI-PROBLEM POSING (GI-PP) PADA MATA KULIAH KALKULUS LANJUT DITINJAU DARI SIKAP MAHASISWA TERHADAP MATEMATIKA Maharani, Swasti
JEMS Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : IKIP PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objectives of this research were to find out: (1) which learning model of the GI or GI-ProblemPosing results in a better learning achievement; (2) which students’ attitudes of thepositive, neutral, or negative types results in a better learning achievement; (3) in each students’attitudes, which learning model of the GI or GI-Problem Posing results in a better learningachievement; and (4) in each learning model, which students’ attitudes of the positive, neutral, ornegative types results in a better learning achievement. This research used the quasi experimental research method with the factorial design of 2x3. Itspopulation was all of the students of Mathematics department of IKIP PGRI Madiun in academicyear 2014/2015. The samples were taken by using the random sampling technique. The data weregathered through test and questionnaire method and its were analyzed by using the unbalanced twowayanalysisofvarianceatthesignificancelevelof5%.The results showed that: (1) the GI and GI-ProblemPosing result in the same good learningachievement; (2) the learning achievement with positive was better than that with neutral andnegative, that with neutral was better than that with negative; (3) in each students’ attitudes type,the GI and GI-ProblemPosing result in the same good learning achievement; (4) in general, thelearning achievement with positive was better than neutral and negative, that neutral was betterthan negative. However, if viewed from GI with a positive and neutral have the same achievementand better than negative.Keywords: learning model, GI, Problem Posing, students attitudes towards Mathematics.

Page 6 of 39 | Total Record : 389