cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Edukasi Matematika dan Sains
ISSN : 23379049     EISSN : 25024671     DOI : -
Core Subject : Education,
Terbit dua kali setahun, pada bulan Maret dan September.
Arjuna Subject : -
Articles 389 Documents
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) BERBASIS LESSON STUDY UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP DAN AKTIVITAS MAHASISWA PENDIDIKAN BIOLOGI UNIVERSITAS NEGERI MALANG PADA MATA KULIAH PENGEMBANGAN KURIKULUM Prasmala, Erfitra Rezqi
JEMS Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : IKIP PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of research to improve the activity and student understanding of conceptsCurriculum Development at S1 Department of Biology, State University ofMalang by applying the model of Problem Based Learning (PBL) based Lessonstudy. Type of research is action Action Research (PTK) based Lesson study. PBLmodel application can increase the activity and student understanding of concepts.Based on the discussion of the suggestions in this study was not able to be doneindependently entirely by students as well as the need for time management aseffectively as possible.
PENGARUH MODEL RECIPROCAL TEACHING DIPADUKAN DENGAN THINK PAIR SHARE TERHADAP KEMAMPUAN METAKOGNISI MAHASISWA MK MIKROBIOLOGI IKIP BUDI UTOMO Lestari, Purwaning Budi; Wijayanti, Titik
JEMS Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : IKIP PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran mikrobiologi perlu lebih ditingkatkan harapannya mahasiswa dapat membentuk kepribadian mandiri, kreatif, dan objektif yang memiliki karakter (softskill) dalam penampilan, sikap, dan tingkat laku. Hasil observasi dilokasi penelitian diperoleh data sebagai berikut nilai rata-rata  hasil belajar mikrobiologi yang diperoleh dari mahasiswa angkatan 2012 sebesar 48 dan data nilai rata-rata metakognisi yang diperoleh sebesar 46. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah design dengan factor 4x2. Teknik analisis data hasil penelitian dilakukan dengan menggunakan analisis kovarian (Anacova). Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai terkoreksi dari yang paling rendah  adalah control dengan pendekatan konvensional sebesar 63.102 kemudian disusul TPS sebesar  68.923, selanjutnya Reciprocal Teaching sebesar 71.587 dan TPS+RT sebesar 81.644.  Uji homogenitas varian antar kelompok data tidak berbeda atau homogen. Rata-rata nilai kemampuan metakognisi terkoreksi pada masing-masing model dari yang paling rendah  adalah control dengan pendekatan konvensional sebesar 53.546 kemudian disusul TPS sebesar 64.001, selanjutnya Reciprocal Teaching sebesar  71.479 dan TPS+RT sebesar 84.351.  Rata-rata terkoreksi dari 4 model diatas yang menunjukkan signifikan yaitu: integrasi TPS+RT berbeda nyata RT, berbeda nyata terhadap TPS dan berbeda nyata terhadap konvensional (control). Namun untuk model TPS dan RT tidak  berbeda nyata.
PENGARUH MODUL BERBASIS KONSTRUKTIVIS TERHADAP KEMANDIRIAN BELAJAR MAHASISWA PADA MATA KULIAH FISIKA KUANTUM Nurhayati, Nurhayati
JEMS Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : IKIP PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan modul berbasiskonstruktivis terhadap kemandirian belajar mahasiswa pada mata kuliah fisika kuantum danrespon mahasiswa terhadap penggunaan modul berbasis konstruktivis. Metode penelitianyang digunakan adalah metode eksperimen. Populasi adalah seluruh mahasiswa pendidikanfisika semester enam IKIP PGRI Pontianak tahun akademik 2014-2015, sejumlah tigakelas. Sampel diambil dengan teknik cluster random sampling sejumlah dua kelas. Satukelas eksperimen menggunakan modul konstruktivis dan satu kelas eksperimenmenggunakan modul konvensional. Data kemandirian belajar dan respon mahasiswa diukurmenggunakan teknik non-tes dengan alat ukur angket. Uji hipotesis menggunakan ujiKruskal Wallis yang terdapat pada program SPSS. Berdasarkan hasil analisis data dapatdisimpulkan bahwa: (1) tidak terdapat pengaruh penggunaan modul berbasis konstruktivisterhadap kemandirian belajar mahasiswa, (2) respon mahasiswa terhadap penggunaanmodul berbasis konstruktivis adalah positif. Kata Kunci : Modul, konstruktivis, kemandirian belajar
Implementasi Kurikulum 2013 (K-13) dengan Pendekatan Saintifik (Metode 5M) Terhadap Siswa pada Mata Pelajaran Matematika di SMA/MA Negeri Kec. Sape Edi Mulyadin; Khaldun Riyadi
JEMS: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (656.887 KB) | DOI: 10.25273/jems.v6i2.5374

Abstract

Berdasarkan hasil observasi di SMA Negeri 1 Sape diperoleh informasi bahwa masih banyak permasalahan yang berkaitan dengan pelaksanaan Kurikulum 2013 (K-13 di sekolah khususnya jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat yang statusnya Negeri yang ada di wilayah Kecamatan Sape Kabupaten Bima. Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui sejauh mana efektifitas implementasi kurikulum 2013 dengan pendekatan saintifik (metode 5M) terhadap siswa pada mata pelajaran matematika. Menulis laporan penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum implementasi K-13 di kecamatan Sape masih kurang efektif karena masih ditemukan beberapa kendala di masing-masing sekolah yang peneliti kunjungi sebagai tempat penelitian, karena memang setiap sekolah memiliki keunggulan dan ciri khas dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM) maupun dalam mengimplementasikan kurikulum yang berlaku di sekolah tersebut, salah satu hal yang mempengaruhinya adalah karakter siswa yang berbeda dimasing-masing sekolah. Based on observations at Sape 1 Public High School, information was obtained that there were still many problems related to the implementation of the 2013 Curriculum (K-13 in schools, especially the equivalent status of high schools in the State in Sape District, Bima District. The purpose of this study was to determine how far the effectiveness of applying the 2013 curriculum with a scientific approach (5M method) to students in mathematics. Writing a qualitative research report The results showed that in general, the implementation of K-13 in Sape District was still ineffective because there were still some obstacles encountered in every school visited by researchers. as a place of research, because indeed each school has advantages and characteristics in the implementation of teaching and learning activities (KBM). As well as in implementing the curriculum that applies to schools, one of the things that influence it is the different character of students in each school.
PERBANDINGAN METODE EXPLICIT INSTRUCTION DAN STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA DALAM POKOK BAHASAN LINGKARAN DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS VIII SMPN 1 SAWAHAN Tri Andari
JEMS: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.646 KB) | DOI: 10.25273/jems.v3i2.149

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui: 1) Pembelajaran mana yang lebih baik antara metode STAD dengan metode Explicit Instruction dalam meningkatkan prestasi belajar siswa, 2) Metode mana yang memberikan prestasi belajar matematika yang lebih baik antara siswa yang mempunyai motivasi belajar tinggi, sedang, dan rendah, 3) Ada tidaknya interaksi antara metode pembelajaran dengan motivasi pada prestasi belajar siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket untuk data motivasi siswa dan teknik tes untuk data prestasi belajar matematika siswa. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji statistik analisis variansi dua jalan frekuensi sel tak sama. Kesimpulan dari penelitian ini adalah 1) tidak ada perbedaan pengaruh antara Pembelajaran dengan menggunakan metode STAD maupun pembelajaran yang menggunakan metode Explicit Instruction dalam meningkatkan prestasi belajar siswa kelas VIII SMP N 1 Sawahan pada pokok bahasan Lingkaran, 2) tidak ada perbedaan pengaruh antara motivasi tinggi, sedang maupun rendah terhadap prestasi belajar siswa kelas VIII SMP N 1 SAWAHAN pada pokok bahasan Lingkaran, 3) tidak ada interaksi antara pengajaran dengan model STAD dan pengajaran dengan model Explicit Instruction dengan motivasi siswa tinggi, sedang maupun rendah terhadap prestasi belajar siswa kelas VIII SMPN 1 Sawahan pada pokok bahasan Lingkaran. 
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF JIGSAW YANG BERORIENTASI PADA KETERAMPILAN KOMUNIKASI ILMIAH MAHASISWA DALAM MATAKULIAH FISIKA KUANTUM Mislan Sasono
JEMS: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.801 KB) | DOI: 10.25273/jems.v2i2.224

Abstract

Penelitian ini bertujuan: 1) mengembangkan perangkat pembelajaran fisika kuantum pokok bahasan persamaan Max Planck, Schrodinger, dan ketidakpastian Hiesenberg dengan model pembelajaran kooperati jigsaw yang berorientasi pada keterampilan komunikasi ilmiah mahasiswa, 2) memperoleh gambaran kualitas produk dan kualitas proses belajar mahasiswa dengan mengimplementasikan perangkat pembelajaran dalam pembelajaran kooperatif jigsaw, 3) mengetahui pengaruh pembelajaran kooperatif jigsaw terhadap keterampilan komunikasi ilmiah mahasiswa. Perangkat pembelajaran tersebut diimplikasikan oleh dosen model pada matakuliah fisika kuantum dan dengan terpenuhinya tujuan tersebut diharapkan keterampilan komunikasi ilmiah mahasiswa dan hasil belajar meningkat melalui model pembelajaran kooperatif jigsaw.Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian pengembangan (Developmental Research). Dalam mengembangkan perangkat pembelajaran digunakan Four-D Model, yaitu tahap pendefinisian (define), tahap perancangan (design), tahap pengembangan (develop), tahap ujicoba terbatas (disseminate). Perangkat pembelajaran yang telah berhasil dikembangkan didiseminasikan satu kali untuk tiga kali pembelajaran pada mahasiswa fisika kelas VIB IKIP PGRI Madiun. Setiap perangkat pembelajaran yang dikembangkan divalidasi oleh pakar, di samping itu untuk data pengamatan dilakukan iterasi (perulangan). Setiap komunikasi dan hasil belajar siswa selama pembelajaran dicatat sebagai data kuantitatif dan dianalisis secara deskriptif kualitatif.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: Langkah-langkah pengembangan perangkat pembelajaran model kooperati jigsaw yang berorientasi keterampilan komunikasi ilmiah mahasiswa pada matakuliah fisika kuantum, mengikuti pola 4-D Model : Define, Design, Develop, Disseminate. Tahap Define ditandai dengan dihasilkannya kebutuhan-kebutuhan di dalam proses pembelajaran, Design ditandai dengan hasil akhir berupa Draft awal perangkat pembelajaran yang akan dikembangkan, sedangkan tahap Develop berupa pengembangan perangkat pembelajaran lebih lanjut, dan sebagai akhir tahapan yaitu Disseminate dengan pengujian perangkat pembelajaran. Analisis deskriptif data aktivitas mahasiswa menunjukan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan mampu meningkatkan kecenderungan mahasiswa untuk melakukan komunikasi berkaitan dengan materi adalah 75,1%, Analisis keterampilan komunikasi ilmiah mahasiswa menunjukan bahwa keterampilan komunikasi ilmiah mahasiswa sedang pada pembelajaran kooperatif jigsaw adalah 2,67 dan hasil belajar mahasiswa tuntas.
Pengembangan LKS IPA untuk Meningkatkan Ketrampilan Proses Sains Dan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMP Abas Susilo; Sri Atun
JEMS: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (924.868 KB) | DOI: 10.25273/jems.v5i1.1781

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan: (1) kelayakan dan (2)  keefektifan LKS IPA dengan pendekatan guided inquiry untuk meningkatkan ketrampilan proses sains dan kemampuan berpikir kritis siswa SMP kelas VII. Prosedur pengembangan mengacu langkah-langkah dari Borg & Gall yang meliputi studi pendahuluan, perencanaan, pengembangan draf, validasi dan revisi, uji coba terbatas dan revisi, uji coba lapangan dan penyempurnaan produk, dan diseminasi. Hasil penelitian adalah sebagai berikut. (1) LKS IPA dengan pendekatan guided inquiry dengan kelayakan menurut penilaian ahli nilai rata-rata sebesar 4,16 dengan kategori “Baik”, dan guru serta teman sejawat nilai rata-rata ≥ 4,2 dengan kategori “Sangat Baik”. LKS IPA dengan pendekatan guided inquiry mampu meningkatkan ketrampilan proses sains, kemampuan berpikir kritis, dan hasil belajar kognitis siswa SMP kelas VII.
Pengaruh Model Pembelajaran Matematika Realistik Berbasis Media Terhadap Kesulitan Belajar Siswa Firda Halawati
JEMS: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.121 KB) | DOI: 10.25273/jems.v6i1.5318

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh model pembelajaran matematika realistik terhadap kesulitan belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode Pre-experimental dengan one group pretest posttest design. Populasi didalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMP 1 Kuningan Jawa Barat yang berjumlah 960 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampling purposive. Penguasaan materi diukur dengan menggunakan tes pilihan ganda. Tes diberikan pada tes awal (pre-test) dan tes akhir (post-test). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata tes awal dan tes akhir terdapat kenaikkan 30% dan terdapat pengaruh model pembelajaran matematika realistik berbasis media terhadap kesulitan belajar siswa. The purpose of this study is to determine whether there is an influence of realistic mathematics learning models on student learning difficulties. This study uses a pre-experimental method with one group pre-test and post-test design. The population in this study were all students of SMP 1 Kuningan West Java, amounting to 960 students. The sampling technique uses a purposive sampling technique. Material mastery is measured using a multiple-choice test. Tests are given at the initial test (pre-test) and final test (post-test). The results of this study indicate that the average of the initial test and the final test there is an increase of 30%, and there is an influence of media-based realistic mathematics learning models on student learning difficulties. 
PENGEMBANGAN MEDIA MODUL BERBASIS KOMPUTER PADA MATAKULIAH FISIKA MODERN Jeffry Handhika; Erawan Kurniadi
JEMS: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (706.975 KB) | DOI: 10.25273/jems.v1i2.115

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media modul berbasis komputer padamatakuliah fisika modern pada materi relativitas. Pengembangan media modul tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa dalam belajar mandiri dan memahami konsep fisika modern yang bersifat abstrak. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan produk, berupa modul berbasis komputer. Pengembangan media modul menggunakan model pengembangan ADDIE yang meliputi 5 tahap, yaitu Analysis (Analisis), Design (Perancangan), Development (Pengembangan), Implementation (Implementasi), Evaluation (Evaluasi). Subjek penelitian ini adalah semester 4 (empat) program studi pendidikan fisika IKIP PGRI Madiun. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah serta pedoman wawancara, kuisioner media modul dan evaluasi materi beserta saran dari pakar maupun respon mahasiswa kelas kecil, dan kuisioner respon mahasiswa pengguna. Berdasarkan hasil wawancara dengan mahasiswa menunjukkan bahwa dosen yang menggunakan media berbasis komputer hanya tiga orang pada matakuliah tertentu, sembilan dari 10 mahasiswamenyatakan lebih tertarik jika dosen mengajar menggunakan media berbasis komputer, hanya satu dari 10 orang mahasiswa yang mampu berfikir analitik dan abstrak. Kuisioner desain dan penggunaan media modul memberikan presentase skor tinggi (77,78%), evaluasi materi pada skor sedang pada tahap I (58,33%), dan diperbaiki pada tahap II (72,22%), mahasiswa kelas kecil memberikan persentase respon tinggi (77,33%) dan mahasiswa pengguna 79,93% (tinggi). 
PENERAPAN PEMBELAJARAN PROBLEM POSING MELALUI TUTORIAL ONLINE DAN TATAP MUKA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DITINJAU DARI TINGKAT AKTIVITAS BELAJAR MAHASISWA PADA PEMAHAMAN MATERI FISIKA DASAR Sulistyaning Kartikawati
JEMS: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.535 KB) | DOI: 10.25273/jems.v4i1.206

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dan dilaksanakan pada semester gasal tahun akademik 2011/2012 dengan populasi sebanyak 83 mahasiswa dengan sampel sebanyak 54 mahasiswa terdiri dari klas 3A sebanyak 26 mahasiswa dan klas 3B sebanyak 28 mahasiswa. Dari hasil analis data diperoleh: 1) Terdapat perbedaan pengaruh pembelajaran problem osing melalui tutorial online dan tatap muka terhadap prestasi belajar, karena F hitung lebih besar dari F tabel, 2) Terdapat perbedaan pengaruh antara mahasiswa yang memiliki aktivitas tinggi dan yang memiliki aktivitas rendah terhadap prestasi belajar, karena F hitung lebih besar dari F tabel, 3) Tidak terdapat interaksi antara pembelajaran problem posing melalui tutorial online dan tatap muka dengan aktivitas tinggi dan aktivitas rendah terhadap prestasi belajar, karena F hitung lebih kecil dari F tabel. 

Page 7 of 39 | Total Record : 389