cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Edukasi Matematika dan Sains
ISSN : 23379049     EISSN : 25024671     DOI : -
Core Subject : Education,
Terbit dua kali setahun, pada bulan Maret dan September.
Arjuna Subject : -
Articles 381 Documents
KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MAHASISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL ANALISIS MELALUI PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERDASARKAN MASALAH Fransiskus Gatot Iman Santoso
JEMS: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.181 KB) | DOI: 10.25273/jems.v1i1.772

Abstract

The research was conducted aimed to determine students' critical thinking skills in solving problems in thecourse of analysis Geometric Transformations through problem based learning in mathematics. The ability tothink critically examined is the ability to solve problems, in this matter of the analysis, the correct procedureand reasoned, correctly draw conclusions based on the facts and the arguments are valid. Students' criticalthinking skills in solving problems related to the analysis of subject matter Geometric Transformations, namely translational, half-round, reflection and rotation. This research is descriptive qualitative approach.This study was conducted at Catholic University of Widya Mandala Madiun, and research subjects arestudents majoring in Mathematics Education Geometric Transformations course overflow Even semesteracademic year 2011/2012. Data collection techniques in this study using a test method, namely CriticalThinking Test. The results of this study are based on learning mathematics through problem obtained that theaverage Critical Thinking Skills (CBC) students in solving problems overall analysis on the subjectTransformation Geometry of 5.53 and qualifies as being 'critical thinking skills.
Kemampuan Spasial dalam Pengkonstruksian Jaring-Jaring Kubus dan Balok Shinta Wulandari
JEMS: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.821 KB) | DOI: 10.25273/jems.v7i1.5289

Abstract

Jaring-jaring dapat membantu siswa membuat konsep hubungan antara objek dua dimensi dan tiga dimensi. Namun masih ada ketidakakuratan dalam menyusun jaring-jaring yang disebabkan oleh kemampuan spasial yang lemah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan kemampuan spasial siswa dalam membangun jaring-jaring kubus dan balok. Subjek penelitian adalah empat puluh siswa Sekolah Dasar kelas lima. Dari empat puluh siswa dipilih dua siswa untk diwawancara lebih mendalam terkait penyelesaian tugas jaring-jaring kubus dan balok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam menyelesaikan tugas penyusunan jaring-jaring kubus dan balok, subjek menunjukkan kelemahan dalam kemampuan orientasi spasial dan visualisasi spasial. Kelemahan pada orientasi spasial terlihat pada kemampuan subjek untuk melihat objek dari sudut pandang tertentu yaitu dalam mengenali dua jaring-jaring yang kongruen tetapi dianggap tidak kongruen. Sedangkan kelemahan visualisasi spasial nampak pada saat subjek yang tidak dapat membayangkan bahwa jaring-jaring dapat dilipat menjadi kubus dan balok. Nets can help students conceptualize the relationship between two-dimensional and three-dimensional objects. But there are still inaccuracies in composing the webs caused by weak spatial ability. The purpose of this study is to describe the spatial ability of students in constructing cube and beam webs. The research subjects were forty-fifth-grade elementary school students. Of the forty students, two students were chosen to be interviewed more deeply related to the completion of the task of the cube nets and the beam. The results showed that in completing the task of arranging cube and beam nets, the subject showed weaknesses in the ability of spatial orientation and spatial visualization. Weaknesses in spatial orientation are seen in the subject's ability to see objects from a certain point of view, namely in recognizing two nets that are congruent but considered incongruent while the weaknesses of spatial visualization are seen when subjects cannot imagine that the webs can be folded into cubes and blocks.
FENOMENOGRAFI KONSEP CAHAYA DALAM OPTIK GEOMETRI UNTUK MAHASISWA CALON GURU FISIKA Murtono Murtono
JEMS: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.129 KB) | DOI: 10.25273/jems.v3i2.188

Abstract

Telah dilakukan pengukuran terhadap kemampuan mahasiswa calon guru fisika dalam memahami konsep cahaya. Beberapa konsep yang yang lain adalah konsep warna benda, konsep melihat oleh mata, dan konsep pperanan cahaya dalam alat-alat optik. Selain itu dilakuan sebuah soal singkat tentang pemantulan pada cermin dua cermin datar yang saling tegak lurus. Tujuan dari penelitian ini untuk mengekplorasipemahaman mahasiswa tentang konsep-konsep tersebut sesuai dengan model mental yang dibangun oleh mahasiswa. Penelitian dilakukan dengan memberikan soal terbuka terhadap 46 mahasiswa Pendidikan Fisika yang telah menempuh mata kuliah Fiska Dasar II dan mata kuliah Optik. Hasil menunjukkan bahwa terdapat beberapa pemahaman konsep yang berbeda-beda diantara responden sesuai dengan interaksi dinamis antara penguasaan konseptual dan kemampuan membangun model mental individu. Hal ini juga tergantung dari pengalaman individu dalam berpikir dan komunikasi selama belajarnya.
Pembelajaran Kooperatif Investigatif Untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa Materi Barisan Dan Deret Masjudin Masjudin
JEMS: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.927 KB) | DOI: 10.25273/jems.v4i2.687

Abstract

Berdasarkan hasil observasi awal di SMAN 1 Batu, ditemukan permasalahan dalam pembelajaran matematika di kelas XII IPA 3. Permasalahan tersebut adalah: (a) Siswa tidak terlibat secara aktif dalam proses belajar mengajar; (b) Sebagian besar siswa belajar matematika hanya dengan menghafal rumus; dan (c) guru mendominasi dalam pembelajaran. Akibatnya, siswa tidak dapat memahami materi pelajaran dengan baik sehingga  hasil belajar matematika siswa menjadi rendah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa materi barisan dan deret melalui pembelajaran kooperatif investigatif  di kelas XII IPA 3 SMAN 1 Batu. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Instrumen pengumpulan data meliputi Lembar evaluasi, lembar observasi aktivitas guru dan siswa, format wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi yang meliputi Lembar Kerja Siswa (LKS) dan dokumentasi pembelajaran di kelas (photo). Kriteria keberhasilan yang ditetapkan pada penelitian ini adalah siswa mendapatkan nilai lebih dari atau sama dengan 75. Data hasil tes akhir menunjukkan bahwa nilai terendah yang diperoleh siswa adalah 77. Dengan demikian, kiteria keberhasilan yang ditetapkan untuk hasil tes akhir telah tercapai. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa melalui pembelajaran kooperatif investigatif dapat meningkatkan pemahaman siswa pada materi barisan dan deret.
PENGARUH MODUL BERBASIS KONSTRUKTIVIS TERHADAP KEMANDIRIAN BELAJAR MAHASISWA PADA MATA KULIAH FISIKA KUANTUM Nurhayati Nurhayati
JEMS: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.827 KB) | DOI: 10.25273/jems.v3i2.160

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan modul berbasiskonstruktivis terhadap kemandirian belajar mahasiswa pada mata kuliah fisika kuantum dan respon mahasiswa terhadap penggunaan modul berbasis konstruktivis. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen. Populasi adalah seluruh mahasiswa pendidikan fisika semester enam IKIP PGRI Pontianak tahun akademik 2014-2015, sejumlah tiga kelas. Sampel diambil dengan teknik cluster random sampling sejumlah dua kelas. Satu kelas eksperimen menggunakan modul konstruktivis dan satu kelas eksperimen menggunakan modul konvensional. Data kemandirian belajar dan respon mahasiswa diukur menggunakan teknik non-tes dengan alat ukur angket. Uji hipotesis menggunakan uji Kruskal Wallis yang terdapat pada program SPSS. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa: (1) tidak terdapat pengaruh penggunaan modul berbasis konstruktivis terhadap kemandirian belajar mahasiswa, (2) respon mahasiswa terhadap penggunaan modul berbasis konstruktivis adalah positif.
PENGGUNAAN MEDIA ANIMASI BERBASIS VISUAL BASIC (VBA) SPREADSHEET EXCEL UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP MAHASISWA PADA MATERI POTENSIAL OSILATOR HARMONIK SEDERHANA Nurhayati Nurhayati
JEMS: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.394 KB) | DOI: 10.25273/jems.v2i2.234

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan media berbasis visual basic (VBA) spreadsheet excel dalam membelajarkan materi potensial osilator harmonik dan menganalisis pengaruh penggunaan media tersebut terhadap penguasaan konsep dan mahasiswa fisika. Selain itu penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan gambaran tentang tanggapan mahasiswa terhadap implementasi media berbasis visual basic (VBA) spreadsheet excel pada materi potensial osilator harmonik. Metode yang digunakan adalah metode kuasi eksperimen dengan rancangan Nonrandomized Groups Posttest-Only. Uji hipotesis menggunakan uji U Mann Whitney yang terdapat pada program SPSS. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa: (1) penguasaan konsep potensial osilator harmonik sederhana bagi mahasiswa yang memperoleh pembelajaran menggunakan media berbasis visual basic spreadsheet excel lebih tinggi secara signifikan dibandingkan mahasiswa yang memperoleh pembelajaran tanpa menggunakan media berbasis visual basic spreadsheet excel dan (2) pembelajaran dengan menggunakan media berbasis visual basic spreadsheet excel dapat menumbuhkan motivasi belajar mahasiswa pada materi potensial osilator harmonik sederhana.
Assesmen Portofolio untuk Meningkatkan Hasil Belajar Fisika Muhammad Syahrul Kahar
JEMS: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.04 KB) | DOI: 10.25273/jems.v5i2.1987

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan meningkatkan hasil belajar fisika Mahasiswa di Prodi Pendidikan Matematika  UM-Sorong dengan penerapan assesmen portofolio. Penelitian ini terdiri dari dua siklus yaitu siklus I selama 5 kali pertemuan dan siklus II selama 3 kali pertemuan. Dalam penelitian ini terdapat tiga aspek dalam pembelajaran fisika yang menjadi perhatian, yaitu hasil belajar, penilaian portofolio dan partisipasi. Subjek penelitian ini adalah Mahasiswa Kelas D Prodi Pendidikan Matematika  UM-Sorong yang berjumlah 30 orang. Data yang terkumpul diolah dengan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Untuk hasil belajar skor rata-rata yang dicapai setelah penerapan assesmen portofolio dari 30 Mahasiswa pada Siklus I  adalah yang diperoleh sebesar 87,5 dengan kategori sangat tinggi dari skor ideal 100 dengan standar deviasi 6,4 sedangkan pada siklus II sebesar 89,3 dengan kategori sangat tinggi dari skor ideal 100 dengan standar deviasi 10. Untuk hasil portofolio skor rata-rata yang diperoleh pada siklus I sebesar 82,7 dengan kategori tinggi dari skor ideal 100 dengan standar deviasi 12,6 sedangkan pada siklus II sebesar 86,5 dengan kategori sangat tinggi dari skor ideal 100 dengan standar deviasi 10,7. Partisipasi Mahasiswa dalam pembelajaran mengalami peningkatan. Hal ini di lihat dari perhatian Mahasiswa dalam proses belajar mengajar, mahasiswa mengajukan pertanyaan, Mahasiswa menjawab pertanyaan dosen, dan mahasiswa yang mengumpul tugas.
Analisis Pemahaman Konsep Siswa Kelas VII Berdasarkan Taksonomi Bloom Ditinjau dari Kemampuan Kognitif Restu Lusiana; Ika Krisdiana; Siti Aisyah
JEMS: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1063.107 KB) | DOI: 10.25273/jems.v6i2.5354

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman konsep berdasarkan taksonomi bloom dalam memecahkan masalah aljabar ditinjau dari kemampuan kognitif. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMPN 2 Wungu. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Subjek dengan kemampuan kognitif tinggi dapat memenuhi semua tahapan pemecahan masalah dan memenuhi semua indikator pemahaman konsep berdasarkan taksonomi bloom. (2) Subjek dengan kemampuan kognitif sedang hanya memenuhi beberapa tahapan pemecahan masalah yang meliputi memahami masalah, merencanakan pemecahan masalah, dan menyelesaikan pemecahan masalah, serta memenuhi beberapa indikator pemahaman konsep yaitu pengetahuan, pemahaman, penerapan, dan analisis. (3) Subjek dengan kemampuan kognitif rendah hanya memenuhi tahapan penyelesaian masalah memahami masalah dan merencanakan pemecahan masalah, serta memenuhi beberapa indikator pemahaman konsep yaitu pengetahuan, pemahaman, dan penerapan. This study aims to describe the understanding of concepts based on bloom's taxonomy in solving algebra problems in terms of cognitive abilities. The research method used is a qualitative approach. The subjects of this study were eighth grade students of SMPN 2 Wungu. Data analysis techniques using data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results showed that (1) Subjects with high cognitive abilities can meet all stages of problem solving and meet all indicators of understanding concepts based on bloom taxonomy. (2) Subjects with cognitive abilities are only fulfilling several stages of problem solving which include understanding the problem, planning problem solving, and solving problem solving, as well as fulfilling several indicators of concept understanding namely knowledge, understanding, application, and analysis. (3) Subjects with low cognitive abilities only meet the stages of problem solving, understanding problems and planning problem solving, as well as meeting several indicators of concept understanding, namely knowledge, understanding, and application.
POTENSI PENGGUNAAN PARASITOID DALAM PENGENDALIAN LALAT BUAH Bactrocera DI PULAU LOMBOK Akhmad Sukri; Gito Hadi Prayitno
JEMS: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.994 KB) | DOI: 10.25273/jems.v1i2.135

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan potensi penggunaan parasitoid dalam pengendalian lalat buah Bactrocera di Pulau Lombok. Data atau informasi diperoleh melalui kajian pustaka (studi referensi). Hasil kajian pustaka menunjukkan bahwa di Pulau Lombok telah ditemukan beberapa spesies lalat buah dari genus Bactrocera yang menyerang beberapa jenis buah yaitu mangga, jambu air dan belimbing. Ditemukannya beberapa jenis parasitoid dari lalat buah yaitu Biosteres vandenboschi Fullaway, Opius makii Sonan, Chalcidoidea, Eurytomide, Diapriidae dan Eulophidae di Pulau Lombok dapat digunakan untuk pengendalian populasi lalat buah. Konsep penggunaan parasitoid dalam mengendalikan populasi lalat buah dapat diterapkan melalui tahapan berikut: isolasi parasitoid, pengembangan parasitoid dan pelepasan ke alam. 
KUALITAS PROSES DAN HASIL BELAJAR BIOLOGI MELALUI PENGAJARAN DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW PADA MADRASAH ALIYAH NEGERI 2 MADIUN Sri Utami
JEMS: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.037 KB) | DOI: 10.25273/jems.v2i2.214

Abstract

Pendidikan saat ini dihadapkan pada tuntutan yang semakin meningkat, baik ragam, lebih-lebih kualitasnya, termasuk pendidikan pada MAN 2 Madiun. Di sisi lain, berdasarkan hasil evaluasi dengan kurikulum 2007, diketahui bahwa siswa belum mencapai kemampuan optimalnya. Siswa hanya tahu banyak fakta tetapi kurang mampu memanfaatkannya, oleh sebab itu sistem pendidikan saat ini dan di masa depan harus dikembangkan agar lebih responsif terhadap tuntutan masyarakat dan tantangan yang akan dihadapi.Penelitian pengembangan ini dilakukan dengan tujuan untuk; (1) Mengembangkan perangkat pembelajaran biologi SMU/MA yang bercirikan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw, dan (2) Mengetahui kualitas proses dan hasil belajar biologi melalui penerapan perangkat pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw.Penelitian dilakukan pada bulan Februari sampai Juni 2010 dalam dua tahap, yaitu (1) Tahap Pengembangan Perangkat, dan (2) Tahap Pembelajaran Nyata. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan adalah Materi Ajar, Rencana Pembelajaran, Lembar Kegiatan Siswa, dan Instrumen Tes Hasil Belajar.Hasil penelitian menunjukkan; (1) Guru mampu melakukan keseluruhan aspek pembelajaran dengan kategori baik, (2) Aktivitas guru yang dominan adalah mengelola KBM sesuai kaidah pembelajaran kooperatif, dan melatihkan siswa keterampilan kooperatif, (3) Aktivitas siswa yang dominan adalah membaca Materi Ajar, LKS, dan menulis yang relevan, (4) Keterampilan kooperatif siswa yang dominan adalah mengambil giliran dan berbagi tugas, (5) Siswa menyatakan senang dan baru terhadap perangkat dan model pembelajaran, (6) Guru menganggap perangkat pembelajaran cukup membantu dan bermanfaat, dan (7) KBM yang menerapkan perangkat dan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat menuntaskan belajar siswa.

Page 8 of 39 | Total Record : 381