cover
Contact Name
Husna Parluhutan Tambunan
Contact Email
jpkm.lpm@unimed.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jpkm.lpm@unimed.ac.id
Editorial Address
LPPM Universitas Negeri Medan Jalan Willem Iskandar, Pasar V Medan Estate, Kec.Medan Tembung, Sumatera Utara 20221 Telephone: (061) 6618754 FAX: (061) 6614002 / 6613319
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
ISSN : 08522715     EISSN : 25027220     DOI : 10.24114
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Medan (LPPM UNIMED) adalah peer-reviewed journal yang memuat artikel-artikel ilmiah dari berbagai disiplin ilmu yang diadopsi dalam berbagai aktivitas pengabdian kepada masyarakat dan penelitian terapan lainnya. Artikel-artikel yang dipublikasikan di JPKM LPPM UNIMED meliputi hasil-hasil penelitian ilmiah asli, artikel ulasan ilmiah yang bersifat baru, atau komentar atau kritik terhadap tulisan yang ada dimuat di JPKM LPPM UNIMED maupun dalam terbitan berkala ilmiah lainnya. JPKM menerima manuskrip atau naskah artikel dalam bidang riset terapan dan hilirisasi hasil penelitian ilmiah kuantitatif maupun kualitatif berbasis komunitas kedalam format pengabdian masyarakat yang mencakup bidang keilmuan yang relevan mencakup: Sosial Kependidikan Sains Keolahragaan Bahasa Bisnis dan Ekonomi Teknik dan Kejuruan Kesenian
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 23, No 2 (2017): APRIL - JUNI" : 13 Documents clear
UPAYA PENINGKATAN PENDAPATAN WANITA PENGRAJIN PURUN (ELEOCHARIS DULCIS) DI KECAMATAN PERBAUNGAN Wanapri Pangaribuan; Robert Silaban
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 23, No 2 (2017): APRIL - JUNI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v23i2.6882

Abstract

Abstrak Purun (Eleocharis Dulcis) adalah tanaman rumput-rumputan yang tumbuh di daerah rawa, memiliki karakteristik daya tarik dan regang yang cukup tinggi. Purun, bagi wanita suku Banjar adalah sangat erat kaitannya dengan budaya, kerajinan, dan peningkatan ekonomi keluarga. Pemanfaatan purun sebagai bahan baku tikar, tas, topi, dan berbagai wadah produk pertanian, sangat memasyarakat, sehingga memberi peluang bisnis bagi ibu-ibu rumah tangga. Sebelum dimanfaatkan dalam proses penganyaman, purun terlebih dahulu dipipihkan. Pemipihan purun, secara tradisional dengan cara meletakkan ikatan-ikatan purun di jalan raya agar digilas kenderaan dan juga dengan menumbuknya hingga pipih. Hal tersebut memperlambat produksi, dan juga purun banyak yang rusak. IbM memberi solusi dengan rancang bangun mesin pemipih purun, yang secara signifikan meningkatkan pendapatan penrajin purun tersebut. Peningkatan pendapatan wanita pengrajin purun (Eleocharis Dulcis) melalui peningkatan sikap positif terhadap peluang pasar dan pemanfaatan mesin pemipih purun berkapasitas 20 Kg/jam, serta inovasi produk anyaman tikar aneka warna. Sikap wanita pengrajin purun terhadap peluang pasar yang lebih luas meningkat secara signifikan, aneka produk tikar semakin bervariasi, serta menghasilkan keuntungan produksi dalam satu minggu untuk dua kelompok dengan jumlah 31 orang meningkat dari Rp. 3. 642.500,- menjadi Rp. 4. 882.500,-.  Kata Kunci: Peningkatan pendapatan, sikap postif, pengarajin purun, mesin pemipih. Abstract Purun (Eleocharis Dulcis) is a plant of grass growing in the swamp area, has a high attraction and tensile characteristics. Purun, for Banjar women is very closely related to culture, craft, and economic improvement of the family. Utilization of purun as raw material of mats, bags, hats, and various containers of agricultural products, is very popular, thus providing business opportunities for housewives. Before utilized in the process of weaving, purun first flaked. Purun slaughter, traditionally by putting pentang ties on the highway to be crushed by the vehicle and also by pounding it flat. It slows down the production, and also the much-broken purun. IbM provides a solution with the design of the purun scavenger, and significantly increases the income of the purun craftsmen. Increased income of craftsmen women (Eleocharis Dulcis) through the improvement of positive attitude to market opportunities and utilization of machine enumeration purun with a capacity of 20 Kg / hour, and innovation of woven mat products of various colors. The attitude of the craftsmen women to the wider market opportunities increased significantly, the variety of mat products varied, as well profit production in one week for two groups with total 31 people increased from Rp. 3. 642.500, - to Rp. 4. 882.500, -. Keywords: Increased revenue, positive attitude, cost reducer, fraud machine
INDUSTRI RUMAH TANGGA STICK WORTEL DI DELI SERDANG Siti Sutanti; Erli Mutiara
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 23, No 2 (2017): APRIL - JUNI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v23i2.6873

Abstract

Abstrak Stick adalah camilan yang disenangi karena rasanya yang gurih. Stik di buat dengan berbagai rasa, salah satunya rasa wortel.  Mitra kegiatan yaitu usaha industri rumahtangga Mekar Mandiri dan usaha industri rumahtangga Merpati Putih di Kecamatan Tanjung Morawa. Tujuan Kegiatan ini pengembangan usaha pengolahan stick wortel. Kegiatan dilaksanakan 8 bulan tahun 2016. Metode Pelaksanaan melalui pendidikan, pelatihan produksi, pelatihan manajemen usaha, penggunaan mesin dan pendampingan. Target luaran yaitu : a) mesin pencetak stick wortel; b) stick wortel. Hasil kegiatan yang diperoleh adalah mitra mampu memproduksi stick wortel. Mitra dapat mengoperasikan mesin pencetak stick wortel dengan baik. Produksi mitra semakin banyak dan omset mitra semakin bertambah. Kata kunci: Stick, Wortel, Industri, Rumahtangga  Abstract Stick is a favorite snack because it tastes savory. Sticks are made with a variety of flavors, one of which is the taste of carrots. Activity Partners are home industry of Mekar Mandiri and Merpati Putih household business in Tanjung Morawa sub district. The purpose of this activity is the development of carrot stick processing business. Activity is implemented 8 months in 2016. Method Implementation through education, production training, business management training, machine use and assistance. Output targets are: a) carrot sticking machine; B) carrot sticks. The results of the activities obtained are the partners are able to produce carrot sticks. Partner can operate the carrot sticking machine well. Partner production is growing and partner turnover is growing. Keywords: Stick, Carrot, Industry, Household Abstrak Stick adalah camilan yang disenangi karena rasanya yang gurih. Stik di buat dengan berbagai rasa, salah satunya rasa wortel. Mitra kegiatan yaituusaha industri rumahtangga Mekar Mandiri dan usaha industri rumahtangga Merpati Putih di Kecamatan Tanjung Morawa. Tujuan Kegiatan ini pengembangan usaha pengolahan stick wortel.Kegiatan dilaksanakan 8 bulan tahun 2016. Metode Pelaksanaan melalui pendidikan, pelatihan produksi, pelatihan manajemen usaha, penggunaan mesin dan pendampingan. Target luaran yaitu : a) mesin pencetak stick wortel; b) stick wortel. Hasil kegiatan yang diperoleh adalahmitra mampu memproduksi stick wortel. Mitra dapat mengoperasikanmesin pencetak stick wortel dengan baik. Produksi mitra semakin banyak dan omset mitra semakin bertambah. Kata kunci:Stick, Wortel, Industri, Rumahtangga  Abstract Stick is a favorite snack because it tastes savory. Sticks are made with a variety of flavors, one of which is the taste of carrots. Activity Partners are home industry of Mekar Mandiri and Merpati Putih household business in Tanjung Morawa sub district. The purpose of this activity is the development of carrot stick processing business. Activity is implemented 8 months in 2016. Method Implementation through education, production training, business management training, machine use and assistance. Output targets are: a) carrot sticking machine; B) carrot sticks. The results of the activities obtained are the partners are able to produce carrot sticks. Partner can operate the carrot sticking machine well. Partner production is growing and partner turnover is growing. Keywords: Stick, Carrot, Industry, Household
PEMBINAAN PENGELOLAAN MANAJEMEN USAHA DAN E-MARKETING PADA PELAKU USAHA INDUSTRI MIKRO PENGRAJIN SEPATU DI KECAMATAN MEDAN DENAI Muhammad Irfan Nasution; Muhammad Andi Prayogi; Satria Mirsya Affandy Nasution
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 23, No 2 (2017): APRIL - JUNI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v23i2.7028

Abstract

                                                         AbstrakKegiatan program pengabdian masyarakat dari Lembaga Pengabdian Pada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara ini bertujuan untuk melakukan Pembinaan Pengelolaan Manajemen Usaha dan E-Marketing pada Pelaku Usaha Industri Mikro Pengrajin Sepatu di Kecamatan Medan Denai.  Kegiatan pengabdian masyarakat ini melibatkan pengrajin Sepatu yang akan menjadi Mitra pengabdian masyarakat yaitu Jondy Shoes dan Whindy Shoes. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan selama 8 (delapan) bulan dengan target luaran utama adalah publikasi jurnal ilmiah pengabdian masyarakat, memperoleh ijin usaha, mempunyai website dann peningkatan wawasan dan keterampilan. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat  ini adalah  pendekatan partisipatif, pendekatan kognitif, pendekatan afektif dan pendekatan keterampilan dan tahapan tahapan yang digunakan adalah persiapan, investigasi, transformasi. Incubation, verification, implementation, evaluasi, pengembangan secara bertahap yang dimulai dengan Plan, do, action, check. Selanjutnya para mitra sudah mempunyai email dan webblog sebagai sarana promosi usaha yang mitra jalankan dan sudah memiliki izin usaha dan telah terdaftar di Dinas Koperasi Kota medan. Kata Kunci: manajemen usaha, e-marketing                                                        AbstractThe activities of the public service program of the community service Society or LP2M Univesity of Muhammadiyah Sumatera Utara aims to perform the construction Management Business Management and E-Marketing in Micro Industry Trade Craftsmen shoes in Medan Denai. This outreach activities involving craftsmen shoes that will become a partner of public service i.e. Jondy Whindy Shoes and Shoes. Public service was conducted for 8 (eight) months with the outer primary target was the publication of the scientific journal public service, obtaining a business license, have increased insight and dann website skills. Methods used in this outreach activity is a participatory approach, the approach of cognitive, affective and approach the approach phase and stage skills used are preparation, investigation, transformation. Incubation, verification, implementation, evaluation, development gradually, beginning with a Plan, do, check, action. Furthermore the partners already have email and webblog as a means of promotion of the business partners who run and already have a business license and has been registered with the Department of Cooperatives of medan Keywords: Business Management, E-Marketing
PENYULUHAN HUKUM HAK DAN KEWAJIBAN WAJIB PAJAK BAGI PESERTA DIDIK SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI (SMAN) 10 JAKARTA PUSAT Evie Rachmawati Nur Ariyanti; Nurul Fajri Chikmawati; Liza Evita
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 23, No 2 (2017): APRIL - JUNI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v23i2.6874

Abstract

Abstrak Pasal 23 A Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menyatakan bahwa pajak dan pungutan lain yang bersifat memaksa untuk keperluan negara diatur dengan undang-undang. Kewenangan pemerintah untuk memungut pajak merupakan lingkup pengertian dari hukum pajak. Pemberian penyuluhan hukum pajak kepada peserta didik di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) perlu dilakukan karena mereka merupakan calon wajib pajak. Kegiatan penyuluhan hukum tentang hak dan kewajiban wajib pajak ditujukan kepada peserta didik kelas XII jurusan IPS karena pengetahuan tentang pajak telah sedikit mereka ketahui dari mata pelajaran ekonomi. Kewajiban warga negara bersinergi dengan hak yang telah diterima oleh warga negara. Artinya, ketika hak itu menjadi bagian yang dituntut warga negara, maka muncul kewajiban warga negara sebagai penyeimbangnya. Pengabdian kepada masyarakat ini memberikan manfaat bagi kelompok mitra di SMAN 10 Jakarta Pusat sehingga para peserta didik memperoleh pengetahuan tentang hak dan kewajiban wajib pajak. Kata Kunci: Hak, Kewajiban, Pajak Abstract Article 23A of the Constitution of the Republic of Indonesia 1945 states that taxes and other coercivelevies for the state purposes is regulated by law. Government authority collecting taxes is the definitionscope of tax law. The education of tax law for SMA students is necessary because they are the candidates of taxpayer. This activity was addressed for IPS major XII grade students because they have known a little about taxes in the economic subjects. The obligation of citizens is followed with the rights which they have accepted. It means when citizens sue their rights, then they have some obligation for balancing.The community dedication give some benefit for partners group at SMAN 10 Jakarta with the result that the students acquire some knowledge about the rights and obligations of the taxpayer. Keywords: Rights, Obligation, Tax
PENINGKATAN INCOME GENERATE MELALUI UNIT USAHA COUNCELING CENTRE BERBASIS INTELEKTUAL KAMPUS Rosmala Dewi; Muhammad Bukhori Dalimunthe
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 23, No 2 (2017): APRIL - JUNI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v23i2.7027

Abstract

                                                         AbstrakCounseling centre Universitas Negeri Medan, yang disebut juga sebagai COCE, memiliki tujuan untuk memperoleh pendapatan dan menciptakan wirausaha baru yang dikelola dosen dan mahasiswa. COCE menyediakan pelayanan mutu peminatan di sekolah. Pelayanan dilakukan dengan cara holistik, kreatif, inovatif, cepat, tuntas, pantas, dan baik. Pengelolaan manajemen menggunakan managemen mutu sehingga lebih mengutamakan strategi pemberdayaan dari pada birokrasi. Teknik pemasaran usaha ini dimulai dengan sosialisasi melalui penyebaran brosur dan infromasi melalui radio, harga bersaing, promosi, dan penentuan posisi. Klien COCE berasal dari siswa dan mahasiswa yang mengalami masalah dalam belajar yang berlokasi di Propinsi Sumatera Utara.  Hasil pelayanan tes pada tahun pertama (2015) yang telah dilakukan COCE melayani 4.127 klien dan margin keuntungan operasi diperoleh sebesar 91,07%. Pada tahun kedua (2016), pelaksanaan tes yang dilakukan COCE telah memberikan pelayanan sebanyak 3.659 klien dan margin keuntungan sebesar 86,99%. Bentuk pelayanan yang diberikan berupa layanan konseling, psikotes, dan bimbingan belajar. Kata kunci: income generate, counseling centre, intelektual kampus. AbstractCounseling center at Medan State University, also known as COCE, has a goal to earn income and create new entrepreneurship managed by lecturers and students. COCE provides quality services in schools and colleges. The service is done in a holistic, creative, innovative, quick, exhaustive, proper, and excellent. Management management uses quality management so as to prioritize empowerment strategy rather than bureaucracy. This business marketing technique begins with socialization through the spread of brochures and information via radio, competitive prices, promotion, and positioning. COCE clients come from students and students who have learning problems located in North Sumatra Province. The results of the test service in the first year (2015) that has been conducted COCE serves 4.127 clients and operating profit margin is 91,07%. In the second year (2016), the implementation of tests conducted COCE has provided service for 3,659 clients and profit margin of 86.99%. Form of services provided in the form of counseling services, psychology, and tutoring. Keywords: income generate, counseling centre, campus intellectuals.
PEMBERDAYAAN KOMUNITAS KOPA DI KAMPUNG AUR DALAM PEMANFAATAN LIMBAH KONSTRUKSI MENJADI GREEN WALL Irma Novrianty Nasution; Syahreza Alvan; Novalinda Novalinda
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 23, No 2 (2017): APRIL - JUNI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v23i2.6870

Abstract

Abstrak Kondisi Kampung Aur yang memprihatinkan dari segi sosial, ekonomi, lingkungan, psikologi, mental, dan pendidikan masyarakat yang jauh dari kemapanan hidup banyak menimbulkan berbagai permasalahan. Masalah utama yang terlihat jelas yaitu lingkungan permukiman yang padat, kumuh, kurang sehat, tidak asri dan nyaman. Keterbatasan lahan dan ketersediaan ruang hijau yang minim semakin memberi kesan lingkungan yang kumuh. Untuk itu, perlu dikembangkan langkah-langkah nyata untuk menciptakan lingkungan permukiman yang lebih asri, hijau, dan nyaman tersebut. Upaya pengembangan berkelanjutan yang didengung-dengungkan, baik dalam lingkup lingkungan maupun arsitektur, menuntut setiap individu untuk waspada atas bahaya yang mengancam kelangsungan hidup manusia di masa mendatang akibat mengabaikan permasalahan lingkungan. Salah satu bahaya yang mengancam adalah praktek konstruksi dengan limbah yang dihasilkannya. Dalam upaya mendukung program berkelanjutan, maka kegiatan ini direncanakan untuk memanfaatkan limbah konstruksi seperti batu-bata, pipa paralon, bambu dan atau kayu untuk dimanfaatkan sebagai green wall yang dapat diaplikasikan sebagai pekarangan vertikal menggantikan pekarangan yang tidak tersedia karena keterbatasan lahan yang ada. Melalui pemberdayaan komunitas yang ada di Kampung Aur dalam memanfaatkan limbah konstruksi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas lingkungan permukiman yang lebih baik lagi dari kondisi awalnya. Dengan begitu, anggota masyarakat memiliki wawasan baru, inisiatif dan kreativitas untuk mengembangkan konsep serupa secara mandiri di masa-masa mendatang. Kata kunci: Kampung Aur, komunitas, limbah konstruksi, green wall  Abstract Many problamatic conditions of Kampung Aur concern in terms of social, economic, environmental, psychological, mental, and educational communities far from the establishment of life. The clearly main problem show the  neighborhoods are crowded, unsanitary, not beautiful and comfortable enough. The limitation of land use and the less availability of green space are gives the impression of a polluted environment. Therefore, it is necessary to develop real ways to create a more beautiful living environment, green, and comfortable. The sustainable development efforts that was touted, both in environmental and architectural, require individuals to be aware of the dangers that threaten human survival in the future as a result of ignoring environmental problems. One of the dangers is practice of construction with the waste it generates. The  effort to support the sustainable program by doing activities are planned to take advantage of construction waste such as bricks, the pipe, bamboo or wood to be used as a green wall which can be applied as vertical garden. It can be replacing its grounds are not available because of limitation of land use which exists. Through the empowerment of communities in Kampung Aur in the use of construction waste is expected to improve the quality of the living environment better than the initial conditions. Therefore, the community have a new insight, initiative and creativity to develop similar concepts independently in the future. Keywords: Kampung Aur, community, construction waste, green wall
KAJIAN AWAL PENGAWETAN IKAN PINDANG BANDENG DAN MOJANG DENGAN PENGEMASAN VAKUM DI DESA CUKANGGENTENG Hans Kristianto; Ariestya Arlene Arbita; Jenny N M Soetedjo; Budi H Bisowarno; Katherine Katherine; Sharon Pricillia; Hanna Priescilia
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 23, No 2 (2017): APRIL - JUNI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v23i2.7026

Abstract

                                          AbstrakWarga Desa Cukanggenteng, Ciwidey, Kabupaten Bandung memproduksi panganan khas berupa ikan pindang sebagai penghasilan tambahan. Berbagai jenis pindang yang dihasilkan di antaranya pindang mojang, pindang bandeng dan pindang ikan mas. Produk pindang ikan yang dihasilkan dijajakan secara berkeliling dan laku terjual. Masalah yang dihadapi adalah produk pindang ikan relatif tidak tahan lama, sehingga pemasarannya terbatas. Pemindangan ikan sendiri sebetulnya sudah merupakan suatu upaya pengawetan. Akan tetapi tanpa pengemasan yang baik, produk pindang ikan akan cenderung mudah rusak dan tidak tahan lama. Kegiatan pengabdian ini berupa kegiatan tahun pertama yang melakukan kajian awal terhadap masalah pengawetan ikan pindang Desa Cukanggenteng. Kegiatan yang dilakukan terdiri atas studi awal kondisi produksi ikan pindang, uji coba laboratorium pengemasan ikan pindang dan sosialisasi kepada masyarakat. Berdasarkan uji coba laboratorium, diketahui bahwa pengemasan vakum untuk produk ikan pindang bandeng dan mojang memberikan umur simpan 14 hari pada suhu ruang, dibanding ikan yang tidak dikemas (5 hari). Pada tahap sosialisasi dijelaskan cara pengemasan yang dilakukan, serta memperkenalkan Good Manufacturing Practices (GMP), selain menjaring aspirasi mengenai kebutuhan warga untuk pengembangan produksi ikan pindang. Kata kunci: GMP; ikan pindang; pengemasan vakum                                                     AbstractPeople in Cukanggenteng Village, Ciwidey, Bandung, produce indigenous food product, which is cooked salted fish. Various salted cooked fish is available, such as milk fish, mojang fish, carp, etc. The products is sold from house to house and well sold. However this product has relatively short shelf life, thus limiting its marketing area. Salting is known as easy preservation method, but in this case, without proper food packaging, the fish shelf life is still not long enough for business expansion. This community service activity was the first year activity to do initial study about salted cooked fish preservation problem in Cukanggenteng Village. In this stage we did initial study of salted cooked fish production process, laboratory test to observe the shelf life of salted cooked fish with and without vaccuum packaging, and socialization of its result to fish producer in the village. Based on the test, we obtained that vaccuum packaged fish had 14 days shelf life, compared to ones not packaged. This result had been socialized to the fish producer, along with introduction of good manufacturing practices. Keywords: good manufacturing practices, salted cooked fish, vacuum packaging
PENGUATAN KINERJA PERAWAT DALAM PEMBERIAN ASUHAN KEPERAWATAN MELALUI PELATIHAN RONDE KEPERAWATAN DI RUMAH SAKIT ROYAL PRIMA MEDAN Roymond H. Simamora; Evicarota Bukit; Jenni Marlindawani Purba; Juwita Siahaan
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 23, No 2 (2017): APRIL - JUNI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v23i2.6880

Abstract

Abstrak Ronde keperawatan merupakan suatu metode dalam pelayanan keperawatan yang berguna untuk meningkatkan pelayanan kepada pasien dan memberikan masukan kepada perawat tentang asuhan keperawatan yang dilakukan. Ronde keperawatan mampu meningkatkan kinerja perawat dalam hal kognitif, afektif dan psikomotor. Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk  meningkatkan kinerja Perawat melalui  pelatihan ronde keperawatan di rumah sakit Royal Prima Medan. Kegiatan ini dilakukan selama satu bulan, dengan Metode Kegiatan yang dilakukan adalah: Kegiatan I. Melakukan  Forum Group Discussion denganPerawat RS Royal Prima Medan. Kegiatan  II Merumuskan masalah dan melkukan pemilihan Design kegiatan yang dilanjutkan dengan penyusunan Materi. Kegiatan III Melakukan Pretest, yang dilanjutkan dengan Pemberian Materi. Kegiatan IV.  Simulasi, Role Play,dan Kegiatan  V Melakukan observasi dan choaching, Post Test dan Penutupan Kegiatan. Peserta Pelatihan berjumlah 32 orang perawat. Hasil dari kegiatan menemukan bahwa deskripsi kategori kinerja perawat sebelum pelatihan mayoritas kinerja rendah (33,75%) dan kinerja perawat sesudah pelatihan mayoritas kinerja tinggi (42,62%). Berdasarkan uji statistik menunjukkan bahwa ada perbedaan kinerja perawat dalam pemberian asuhan keperawatan sebelum dan sesudah pelatihan ronde keperawatan perbedaan nilai mean -31,62 dan nilai signifikansi pvalue=0,00 (p < 0,05).  Kesimpulan ada pengaruh pelatihan ronde keperawatan terhadap kinerja perawat dalam pemberian asuhan keperawatan di rumah sakit Royal Prima Medan.  Kata kunci:  ronde keperawatan, kinerja perawat, asuhan keperawatan  Abstract             Nursing round is a method of nursing services that aims to improve patients services and nurses understanding about nursing care as well. It’s also improving nurses’ performance in terms of cognitive, affective and psychomotor. The outreach aimed to improve nurses’ performance through nursing round training at Royal Prima hospital, Medan. This activity was carried out for one month. There were three activities in this outreach. The first activity was: 1) conducted group discussion forum with nurses staf at Royal Prima hospital. The second activity including identified the problems and selected activities design which continue to make material of the training. The third activity was conducted pre-test and continue to provide material of the training to each nurse. The last activities were observation, coaching, post-test and terminated the activity. The number of participants were 32. The resulf of the study showed that the nurses’ performance before training was low (33.75%). Meanwhile, the nurses’ performance after training was significantly improved (42.62%).Test statistic indicated that there was significant difference between nurses’ performance in providing nursing care before and after nursing round training (Mean -31,62; SD = ); pvalue=0.00; p< 0.05. It can be concluded that nursing round training was positive effect to improve nurses’ performance in providing nursing care at Royal Prima hospital, Medan.  Keywords: nursing round, nurses’ performance, nursing care
PRODUK KERUPUK PANGSIT HERBAL SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN PENGUSAHA HOME INDUSTRY DI KOTA MEDAN Mastarina Barus; Adikahriani Adikahriani
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 23, No 2 (2017): APRIL - JUNI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v23i2.6871

Abstract

Abstrak Tujuan Kegiatan ini adalah pengembangan usaha pengolahan melalui kerupuk pangsit. Kegiatan dilaksanakan mulai bulan April-November 2016. Metode pelaksanaan kegiatan  adalah  pendidikan,  pelatihan produksi, pelatihan manajemen usaha, penggunaan mesin dan pendampingan. Mitra kegiatan yaitu home industri Ofita dan home industri Uci Snack di Kota Medan. Target luaran kegiatan ini adalah  mengembangkan usaha mita melalui pembuatan kerupuk pangsit herbal. Hasil kegiatan yang diperoleh yaitu mitra memiliki pengetahuan tentang pengolahan kerupuk pangsit herbal, mitra berpartisipasi aktif, mitra  terampil menggunakan alat pencetak kerupuk pangsit herbal. Produksi mitra semakin baik dan penghasilan mitra juga semakin meningkat. Kata Kunci : Home Industri, Kerupuk, Pangsit, Herbal  Abstract The purpose of this activity is the development of processing business through dumpling crackers. Activities are conducted from April to November 2016. The method of activity implementation is education, production training, business management training, machine use and mentoring. Partners of the activities of home industry Ofita and home industry Uci Snack in the city of Medan. The outcome target of this activity is to develop the business of mita through the manufacture of herbal dumpling crackers. The result of the activity obtained is that the partners have knowledge about the processing of herbal dumpling crackers, actively participating partners, skilled partners using herbal dumpling cracker tool. Partner production is getting better and partner income is also increasing. Keywords: Home Industry, Crackers, Dumplings, Herbs
PEMANFATAN PEKARANGAN SEMPIT DENGAN HIDROPONIK SEDERHANA DI PEKANBARU Surtinah Surtinah; Rini Nizar
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 23, No 2 (2017): APRIL - JUNI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v23i2.6876

Abstract

Abstrak Teknik budidaya konvensional dengan menggunakan media tanam tanah menimbulkan masalah.  Masalah yang dihadapi adalah ketersediaan tanah untuk proses budidaya sulit didapat, dan harganya mahal.  Tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Pertanian Universitas Lancang Kuning (Faperta UNILAK)  memperkenalkan Sistem budidaya hidroponik, dengan memanfaatkan bahan-bahan yang harganya lebih murah. Kelompok mitra pada umumnya lebih menggemari budidaya dengan menggunakan air sebagai media tanam dibandingkan dengan media tanah, karena lebih bersih, dan bisa dijadikan pajangan yang bernilai estetika lebih tinggi.  Tujuan kegiatan IbM ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan mitra dalam melakukan budidaya sayur dengan sistem hidroponik.  Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan adalah dengan cara: 1) penyuluhan. 2) demontrasi.  3) bantuan paket teknologi, dan 4) pendampingan. Hasil kegiatan disimpulkan bahwa pengetahuan peserta tentang budidaya hidroponik meningkat setelah mengikuti kegiatan P2M ini.  Peningkatan pengetahuan ini disebabkan adanya demonstrasi, dan peserta dibekali alat dan bahan untuk mempraktekan sendiri. Sehingga minat untuk melakukan budidaya hidroponik peserta juga meningkat. Kata Kunci: Hidroponik, Budidaya, dan Air. Abstract Conventional cultivation techniques by using a planting medium ground pose a problem. The problem faced is the availability of land for cultivation process is hard to come by, and expensive. The community service team from Faperta UNILAK introduce hydroponic cultivation system, by utilizing materials that are cheaper. Partner groups are generally more fond of cultivation by using water as a growing medium compared to medium soil, because it is free, and can be used as a display estetique higher. The objective of community service activity is to increase the knowledge partner in doing vegetable farming with hydroponics system. The method used to achieve the objectives are to: 1) extension. 2) demonstration. 3) aid package technology, and 4) assistance. The results concluded that the activities of the participants' knowledge about hydroponic cultivation increased after following this P2M activity. Increased knowledge is due to the demonstrations, and participants were given tools and materials for the practice itself. So the interest to do hydroponic cultivation of participants also increased.  Keywords: Hydroponics, cultivation, and Water.

Page 1 of 2 | Total Record : 13


Filter by Year

2017 2017


Filter By Issues
All Issue Vol. 32 No. 1 (2026): Januari-Maret Vol. 31 No. 4 (2025): Oktober-Desember Vol. 31 No. 3 (2025): JULI-SEPTEMBER Vol. 31 No. 2 (2025): APRIL-JUNI Vol. 31 No. 1 (2025): JANUARI-MARET Vol. 30 No. 4 (2024): OKTOBER-DESEMBER Vol. 30 No. 3 (2024): JULI-SEPTEMBER Vol 30, No 2 (2024): APRIL-JUNI Vol. 30 No. 2 (2024): APRIL-JUNI Vol. 30 No. 1 (2024): JANUARI-MARET Vol 30, No 1 (2024): JANUARI-MARET Vol 29, No 4 (2023): OKTOBER-DESEMBER Vol. 29 No. 4 (2023): OKTOBER-DESEMBER Vol 29, No 3 (2023): JULI-SEPTEMBER Vol 29, No 2 (2023): APRIL-JUNI Vol 29, No 1 (2023): JANUARI-MARET Vol 28, No 4 (2022): OKTOBER-DESEMBER Vol 28, No 3 (2022): JULI-SEPTEMBER Vol 28, No 2 (2022): APRIL-JUNI Vol 28, No 1 (2022): JANUARI-MARET Vol 27, No 4 (2021): OKTOBER-DESEMBER Vol 27, No 3 (2021): JULI-SEPTEMBER Vol 27, No 2 (2021): APRIL-JUNI Vol 27, No 1 (2021): JANUARI-MARET Vol 26, No 4 (2020): OKTOBER-DESEMBER Vol 26, No 3 (2020): JULI - SEPTEMBER Vol 26, No 2 (2020): APRIL - JUNI Vol 26, No 1 (2020): JANUARI - MARET Vol. 25 No. 4 (2019): OKTOBER - DESEMBER Vol 25, No 4 (2019): OKTOBER - DESEMBER Vol 25, No 3 (2019): JULI - SEPTEMBER Vol 25, No 2 (2019): APRIL - JUNI Vol 25, No 1 (2019): JANUARI - MARET Vol 24, No 4 (2018): OKTOBER - DESEMBER Vol 24, No 3 (2018): JULI - SEPTEMBER Vol 24, No 2 (2018): APRIL - JUNI Vol 24, No 1 (2018): JANUARI - MARET Vol 23, No 4 (2017): OKTOBER - DESEMBER Vol 23, No 3 (2017): JULI - SEPTEMBER Vol 23, No 2 (2017): APRIL - JUNI Vol 23, No 1 (2017): JANUARI - MARET Vol 22, No 4 (2016): Edisi Khusus SNEHPKM 2016 Vol 22, No 3 (2016) Vol 22, No 2 (2016) Vol 22, No 1 (2016) Vol 21, No 82 (2015) Vol 21, No 81 (2015) Vol 21, No 80 (2015) Vol 21, No 79 (2015) Vol 20, No 78 (2014) Vol 20, No 77 (2014) Vol. 20 No. 76 (2014) Vol 20, No 76 (2014) Vol 20, No 75 (2014) Vol 19, No 74 (2013) Vol 19, No 73 (2013) Vol 19, No 72 (2013) Vol 19, No 71 (2013) More Issue