cover
Contact Name
Husna Parluhutan Tambunan
Contact Email
jpkm.lpm@unimed.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jpkm.lpm@unimed.ac.id
Editorial Address
LPPM Universitas Negeri Medan Jalan Willem Iskandar, Pasar V Medan Estate, Kec.Medan Tembung, Sumatera Utara 20221 Telephone: (061) 6618754 FAX: (061) 6614002 / 6613319
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
ISSN : 08522715     EISSN : 25027220     DOI : 10.24114
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Medan (LPPM UNIMED) adalah peer-reviewed journal yang memuat artikel-artikel ilmiah dari berbagai disiplin ilmu yang diadopsi dalam berbagai aktivitas pengabdian kepada masyarakat dan penelitian terapan lainnya. Artikel-artikel yang dipublikasikan di JPKM LPPM UNIMED meliputi hasil-hasil penelitian ilmiah asli, artikel ulasan ilmiah yang bersifat baru, atau komentar atau kritik terhadap tulisan yang ada dimuat di JPKM LPPM UNIMED maupun dalam terbitan berkala ilmiah lainnya. JPKM menerima manuskrip atau naskah artikel dalam bidang riset terapan dan hilirisasi hasil penelitian ilmiah kuantitatif maupun kualitatif berbasis komunitas kedalam format pengabdian masyarakat yang mencakup bidang keilmuan yang relevan mencakup: Sosial Kependidikan Sains Keolahragaan Bahasa Bisnis dan Ekonomi Teknik dan Kejuruan Kesenian
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 25, No 2 (2019): APRIL - JUNI" : 10 Documents clear
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENANGANAN BALITA STUNTING MELALUI PEMANFATAN PANGAN LOKAL SUMBER PROTEIN DAN ZINK BERBASIS KERANG DI KABUPATEN POHUWATO PROVINSI GORONTALO Margaretha Solang; Dewi Wahyuni K. Baderan; Syam S. Kumaji
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 25, No 2 (2019): APRIL - JUNI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v25i2.14517

Abstract

Desa Iloheluma merupakan salah satu desa yang menjadi prioritas penanganan stunting tahun 2019. Intervensi stunting dapat dilakukan melalui pemanfaatan pangan lokal sumber protein dan zink seperti kerang dan kelor. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang potensi pangan lokal, dan menghasilkan produk pangan lokal yang dapat dimanfaatkan dalam pencegahan dan penanggulangan stunting di desa Iloheluma. Target yang diharapkan dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan masyarakat tentang sadar stunting, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemberdayaan potensi lokal untuk perbaikan gizi, dan dihasilkannya produk pangan yang bervariasi berbasis kerang dan kelor yang dapat dimanfaatkan sebagai makanan tambahan balita. Metode pelaksanan kegiatan adalah pelatihan dan pendampingan.  Hasil yang dicapai dalam kegiatan ini, yaitu mahasiswa peserta KKN PPM dan masyarakat telah memiliki pengetahuan tentang stunting, faktor penyebab, memahami sumber sumber makanan lokal yang berkaitan dengan pencegahan stunting, mampu menghasilkan produk yang berupa kerupuk kerang darah, bakso kerang darah, nugget kerang darah, dan bubur daun kelor, dan terbentuk kelompok ibu –ibu PKK yang secara mandiri mempraktekkan pembuatan bubur kelor yang diimplementasi dalam kegiatan Posyandu. Kegiatan KKN PPM ini mendapat dukungan yang sangat besar dari pemerintah Desa dan Kecamatan yang diwujudkan dengan program penanaman 1000 pohon kelor di desa desa Kecamatan Patilanggio. Kata kunci: Kelor., Kerang., Pemberdayaan, Stunting. Abstract  Iloheluma village is one of the priority villages for stunting eradication program in 2019. Stunting intervention can be implemented through the utilization of local food sources as the sources of protein and zinc, including clams and moringa. This study was aimed at increasing people’s knowledge of local food products potential and producing local food products that could be utilized to prevent and curb stunting in Iloheluma village. The main activity was to increase community awareness on stunting, to increase community participation in local potential empowerment to improve nutritional status, and to produce local food products variety based on clams and moringa that could be used as additional meals for under five-year-old children. These objectives were met through training and intensive community assistance. This activity revealed that the students as participants of community outreach (KKN PPM) and the local community have understood the notion of stunting and the causes as well as the source of local food products related to stunting prevention. Further, they can produce blood cockle chips, and blood cockle -based meatballs, blood cockle nugget, and moringa leave porridge, and have established women’s group, which independently practiced the making of moringa porridge in Posyandu activity. The KKN PPM activity has gained support from village and sub-district level governments, in which they have planted 1000 moringa trees in villages around the Patilanggio sub-district. Keywords: Moringa, Clams, Empowerment, Stunting.
EDUKASI TATA LAKSANA NON FARMAKOLOGI UNTUK PENCAPAIAN TEKANAN DARAH TERKONTROL PADA PENYANDANG HIPERTENSI DI POSBINDU PTM DESA DUKUHWALUH KEMBARAN Tri Sumarni; Reni Dwi Setyaningsih
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 25, No 2 (2019): APRIL - JUNI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v25i2.14269

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah utama kesehatan masyarakat. Prevalensinya yang cenderung meningkat serta potensi risiko komplikasi yang mengancam menyebabkan dibutuhkan upaya yang sistematis dalam rangka pengendalian penyakit melalui program Posbindu PTM. Manajemen terapi  hipertensi harus dilakukan seumur hidup, baik terapi farmakologi maupun non farmakologi, untuk dapat menurunkan munculnya risiko komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup penyandang. Hal ini menyebabkan perlunya pendampingan melalui pemberian edukasi bagi penyandang hipertensi dalam rangka pencapaian tekanan darah terkontrol dan pengurngan gejala Hipertensi sehingga risiko komplikasi dapat ditekan. Posbindu Desa Dukuh waluh masih didapatkan beberapa peserta yang tidak rutin datang, dan tidak mengetahui pentingnya pengontrolan gaya hidup sebagai bagian dari terapi non farmakologi. Pemberian edukasi tentang hipertensi dan tata laksanan non farmakologik dilakukan dengan  metode pendidikan kelompok melalui ceramah dan diskusi dengan sasaran peserta posbindu yang teridentifikasi sebagai penyandang hipertensi, yaitu sebanyak 25 peserta. Hasil akhir kegiatan didapatkan adanya peningkatan rerata skor pengetahuan sasaran sebesar 2.6 point dan penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik masing-masing sebesar 15.6 dan 7.6 point. Pemberian edukasi penting bagi penyandang hipertensi untuk dapat mematuhi manajemen terapi farmakologik dan non farmakologik. Kata kunci: Hipertensi, posbindu, edukasi, non farmakologi Abstract  Hypertension is one of the non-communicable diseases (PTM) which is a major problem for public health. The prevalence that tends to increase and the potential risk of threatening complications causes systematic efforts to control disease through the Integrated Development Post (Posbindu) program. Management of therapy for hypertension must be carried out for life, both pharmacological and non-pharmacological therapies, to reduce the risk of complications and to improve the quality of life for people. This causes the need for assistance through the provision of education for people with hypertension in order to achieve controlled blood pressure and reduce symptoms of hypertension so that the risk of complications can be reduced. In Posbindu Dukuhwaluh, there are still some participants who do not routinely come, and do not know the importance of controlling lifestyle as part of non-pharmacological therapy. Providing education about hypertension and non-pharmacological procedures was carried out by the method group discussion with the aim of 25 Posbindu participants identified as having hypertension. The final result of the activity found an increase in the mean target knowledge score of 2.6 points and a decrease in systolic and diastolic blood pressure of 15.6 and 7.6 points respectively. Providing education is important for people with hypertension to be able to adhere to the management of pharmacological and non-pharmacological therapies. Keywords: Hypertension, posbindu, education, non-pharmacological
PELATIHAN CLASSROOM TASK UNTUK GURU PAUD DI DESA PALINGGIHAN KECAMATAN PLERED KABUPATEN PURWAKARTA Cynantia Rachmijati; Anita Anggraeni; Aseptiana Parmawati
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 25, No 2 (2019): APRIL - JUNI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v25i2.13357

Abstract

Anak-anak usia dini secara umum di Desa Palinggihan daerah Purwakarta ini masih belum mendapatkan pelatihan dan exposure terkait bahasa Inggris karena masih jarangnya pelatihan TEYL untuk para guru pengajar PAUD. Terlebih latar belakang pendidikan para guru cenderung tidak sesuai dengan bidang yang diajar. Berdasarkan penjelasan diatas, berikut ini merupakan beberapa masalah yang dapat diidentifikasi: 1) pembelajaran TEYL yang masih belum optimal 2) belum adanya pemahaman dari para guru PAUD tentang pentingnya classroom task dalam pembelajaran bahasa inggris bagi anak-anak usia dini. Metode yang dilaksanakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah pelatihan kepada para guru PAUD dengan menggunakan optimalisasi media gambar. Pelatihan yang diberikan berupa pelatihan classroom task yang meliputi: 1) classroom language, 2) penggunaan media dan materi pembelajaran yang efektif serta menyenangkan. Berdasarkan penjelasan tersebut tim kami mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan judul ‘Pelatihan classroom task untuk guru paud di Desa Palinggihan Kecamatan Plered Kabupaten Purwakarta”. Kegiatan mendapatkan tanggapan positif dan diharapkan pelatihan tersebut juga diterapkan oleh para guru saat mengajar di kelas.Kata kunci: Classroom Task, Classroom Language, TEYL. AbstractIn general, children in the Desa Pallinggiran Purwakarta still haven’t received proper training and English exposure due to the rarity of TEYL training for PAUD teachers. Moreover, the educational background of teachers tends to be incompatible with the field that being taught. Based on the explanation above, the following are some of the problems that can be identified: 1) TEYL learning which is still not optimal 2) there is no understanding from PAUD teachers about the importance of the classroom task in learning English for early childhood. The method implemented in this community service activity is training PAUD teachers using image media optimization. The training is in the form of classroom task training which includes: 1) classroom language, 2) the use of media and learning materials that are effective and fun. Based on this explanation, our team held a community service activity with the title ”Classroom training for PAUD teachers in Desa Palinggihan, Plered District, Purwakarta". The activity received a positive response and it was hoped that the training would also be applied by the teachers while teaching in the classroom.Keywords :classroom task,classroom language, TEYL.
PENGELOLAAN KEUANGAN BERBASIS APLIKASI SISTEM KEUANGAN DESA Rita Martini; Resy Agustin; Amira Fairuzdita; Anggun Noval Murinda
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 25, No 2 (2019): APRIL - JUNI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v25i2.13916

Abstract

Pengalokasian dana membutuhkan pengelolaan keuangan desa yang bersih, tertib, efektif, dan efisien. Sebagai pertanggungjawabannya, desa menyusun laporan keuangan yang dipermudah dengan adanya Aplikasi Sistem Keuangan Desa (SISKEUDES). Dalam penerapannya, perangkat desa mengalami kesulitan dalam pengoperasianya. Kajian ini bertujuan mengetahui penerapan aplikasi SISKEUDES dalam pengelolaan keuangan termasuk kendala-kendala yang terjadi sebenarnya di lapangan. Metode pelaksanaan dilakukan dengan pendampingan dan observasi kemudian dipaparkan secara kualitatif. Hasilnya penerapan aplikasi SISKEUDES mendukung penyediaan laporan keuangan berbasis komputer, namun dalam pelaksanaaannya terkendala oleh kompetensi sumber daya manusia dan fasilitas desa yang kurang memadai.  Kata kunci: Pengelolaan keuangan, aplikasi SISKEUDES AbstractThe allocation of village funds requires village finance management that is compassionate, subordinate, effective and efficient. As a responsibility, the village prepares financial reports that are facilitated by the application of the village financial system (SISKEUDES). In its implementation, village officials have difficulties in the operation of this application. The purpose of this article is to find out the application of SISKEUDES in financial management including the actual obstacles that occur in the field. The implementation method is carried out with assistance and observations are then presented qualitatively. The result of the application implementation supports the provision of computer-based financial reports, but in the implementation there some obstacles come from inadequate competence of human resources and village facilities. Keywords: Financial management, SISKEUDES application
PELATIHAN MOBILE APPS DIGITAL MARKETING UNTUK UMKM DI JATINANGOR Desty Hapsari Kirana; Kurnia Khafidhatur Rafiah; Rora Puspita Sari
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 25, No 2 (2019): APRIL - JUNI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v25i2.13123

Abstract

Kota Sumedang sebagai kota penopang yang ada di Jatinangor memiliki banyak UMKM yang tumbuh, terutama UMKM Makanan dan Minuman. Mayoritas UMKM Makanan dan Minuman di daerah Jatinangor belum menggunakan fitur Instagram for Business yang tersedia gratis sebagai media promosi maupun media untuk memasarkan produk yang mereka jual. Hal ini menyebabkan keterbatasan dalam pemasaran produk yang dimiliki. Ketidaktahuan wirausahawan mengenai praktik pemasaran yang menggunakan media digital dan berbiaya rendah, serta belum adanya UMKM makanan dan minuman di wilayah jatinangor yang menggunakan fitur Instagram for business dalam menunjang promosi produk pada usaha miliknya menjadi fokus utama para akademisi untuk melaksanakan kegiatan pelatihan yang dianggap mampu memaksimalkan pemanfaatan media sosial kegiatan bisnis.Berdasarkan hasil kegiatan pelatihan terdapat 30 UMKM Makanan dan Minuman di wilayah Jatinangor yang langsung menggunakan fitur Instagram for Business dalam memasarkan dan mempromosikan produk yang mereka jual. Selain itu, para pemilik UMKM tersebut juga memperoleh edukasi mengenai teori dan paktek pengambilan foto produk yang baik dan benar, serta teori pemasaran produk secara digital melalui media sosial yang efektif dan tepat sasaran. Kata kunci : UMKM, Pemasaran Digital, Media Sosial.
PENCEGAHAN KARIES DENGAN APLIKASI TOPIKAL FLUORIDE PADA ANAK USIA 12-13 TAHUN Prastiwi Setianingtyas; Nita Nurniza; Fathimah Azzahra Attamimmi
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 25, No 2 (2019): APRIL - JUNI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v25i2.13177

Abstract

Abstrak Kesehatan gigi dan mulut telah mengalami peningkatan pada beberapa tahun terakhir, tetapi prevalensi terjadinya karies gigi pada anak tetap merupakan masalah klinis yang signifikan. Anak yang berisiko karies tinggi harus segera dilakukan perawatan untuk mengurangi terjadinya karies atau mencegahnya. Upaya pencegahan yang paling efektif salah satunya adalah dengan aplikasi topikal fluoride. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan mengenai pencegahan karies khususnya pada anak usia 12-13 dan mendorong perubahan perilaku dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut. Metode yang digunakan adalah penyuluhan, sikat gigi bersama dan pengaplikasian topical fluoride. Kegiatan ini dilakukan pada bulan Februari – Maret 2019. Hasil yang didapatkan adalah setelah dilakukan penyuluhan terjadi peningkatan pengetahuan tentang karies dan pencegahannya sebesar 48% berdasarkan hasil pre test dan post test. Kata Kunci : pencegahan karies, topikal fluoride Abstract Oral and dental health has increased in recent years, but the prevalence of dental caries in children remains a significant clinical problem. High caries risk children should immediately be treated to reduce or prevent the occurrence of dental caries. One of the most effective prevention efforts is the application of topical fluoride. The purpose of this activity is to increase knowledge about prevention of caries especially in children aged 12-13 and encourage behavioral changes in maintaining dental and oral health. The method used is counseling, toothbrush together and the application of topical fluoride. This activity was conducted in February - March 2019. The results obtained were after counseling there was an increase in knowledge about caries and prevention by 48% based on the pre test and post test. Keywords : caries prevention, topical fluoride
PENINGKATAN POPULASI TERNAK SAPI DAN PENGETAHUAN PETANI DALAM PEMBUATAN PUPUK ORGANIK DI KELOMPOK TANI SUMBER REZEKI DESA BUALO KABUPATEN BOALEMO Nurdin Nurdin; Fitriah S. Jamin; Siswatiana R. Taha; Amelia Murtisari
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 25, No 2 (2019): APRIL - JUNI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v25i2.14403

Abstract

Peningkatan populasi ternak sapi dapat dilakukan melalui kegiatan Inseminasi Buatan (IB) yang diharapkan juga dapat meningkatkan hasil kotoran ternak (feases) sebagai sumber bahan baku pupuk organik. Kegiatan ini bertujuan untuk: (1) meningkatkan populasi ternak sapi sebagai penghasil bahan baku pupuk organik, dan (2) meningkatkan pengetahuan Kelompok Tani Sumber Rezeki dalam pembuatan pupuk organik. Kegiatan ini dimulai bulan Maret sampai Agustus 2019 di Desa Bualo Kecamatan Paguyaman Kabupaten Boalemo. Kegiatan ini terdiri dari: (1) Kegiatan IB terhadap sapi induk yang sehat dan siap (masa birahi) oleh inseminator., dan (2) Pembuatan pupuk organik yang dilakukan melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan. Sebelum dan sesudah pelatihan, dilakukan tes tingkat pengetahuan tentang pupuk organik kepada 25 orang peserta pelatihan yang dianalisis menggunakan Skala Likert. Bahan pembuatan pupuk organik meliputi: limbah jagung, bungkil kakao, feases, urin, EM4, gula dan air. Semua bahan dicampur merata dalam bak fermentasi, ditutup dengan terpal dan dibiarkan selama 3 minggu. Selama kegiatan berlangsung, antusias peserta dalam mengikuti seluruh kegiatan sangat tinggi dengan capaian 100%. Kegiatan IB telah menghasilkan sebanyak 12 ekor sapi bunting. Kegiatan pelatihan dan pendampingan kepada petani di Kelompok Tani Sumber Rezeki telah mampu meningkatkan pengetahuan tentang pembuatan pupuk organik dengan capaian sebesar 88,0% dari total peserta pelatihan.Kata kunci: Populasi, Sapi, Inseminasi Buatan, Pengetahuan, Pupuk Organik. Abstract Increasing cattle population can be done through Artificial Insemination (IB) activities which are also expected to increase livestock manure yields (feases) as a source of raw material for organic fertilizer. This activity aims to: (1) increase the population of cattle as a producer of raw materials for organic fertilizer, and (2) increase the knowledge of Sumber Rezeki Farmer Groups in making organic fertilizer. This activity began in March to August 2019 in Bualo Village, Paguyaman District, Boalemo Regency. This activity consists of: (1) IB activities towards healthy and ready mother cows (incubation period) by inseminators, and (2) Making organic fertilizer carried out through training and mentoring activities. Before and after the training, a knowledge level test about organic fertilizer was conducted on 25 trainees who were analyzed using a Likert Scale. Organic fertilizer manufacturing materials include: corn waste, cocoa meal, feases, urine, EM4, sugar and water. All ingredients are mixed evenly in a fermentation tank, covered with tarpaulin and left for 3 weeks. During the activity, participants' enthusiasm in participating in all activities was very high with 100% achievement. IB activities have produced as many as 12 pregnant cows. Training activities and assistance to farmers in the Sumber Rezeki Farmer Group have been able to increase knowledge about making organic fertilizer with an achievement of 88.0% of the total training participants. Keywords: Population, Cow, Artificial Insemination, Knowledge, Organic Fertilizer.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA BENDAR KECAMATAN JUWANA KABUPATEN PATI MENUJU DESA SENTRA KERUPUK IKAN Dina Prasetyowati; Rasiman Rasiman; Ipah Budi Minarti
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 25, No 2 (2019): APRIL - JUNI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v25i2.14593

Abstract

Desa Bendar dikenal sebagai desa Nelayan karena mayoritas penduduk Desa Bendar adalah nelayan dengan jumlah sebesar 55,7% atau 880 orang. Root of problem yang dihadapi oleh Desa Bendar, Kecamatan Juana, Kabupaten Pati adalah banyaknya hasil tangkapan ikan para nelayan serta sumber daya manusia yang belum terberdayakan secara maksimal, sehingga belum dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat baik secara kelompok maupun individu di Desa Bendar. Mitra dalam pengabdian ini adalah KUB Mina Melati. Dalam menjalankan usahanya, KUB Kerupuk Ikan Mina Melati masih menerapkan manajemen tradisional. Rendahnya pengetahuan anggota KUB Kerupuk Ikan Mina Melati menjadi salah satu penyebabnya terutama dalam hal proses produksi dan pengolahan kerupuk yang baik dan manajemen pengelolaan usaha. Kegiatan yang dilaksanakan pengabdian ini adalah pelatihan dan workshop teknik-teknik produksi kerupuk, serta praktik produksi kerupuk. Dengan adanya program pengabdian ini diharapkan masyarakat Desa Bendar dapat menghasilkan produksi kerupuk ikan yang memiliki nilai jual yang tinggi. Apabila nilai jual dari hasil pengolahan kerupuk ikan tinggi, maka penghasilan warga akan meningkat, dan selanjutnya memberi dampak kepada peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Bendar dan menjadikan Desa Bendar sebagai Desa Sentra Kerupuk Ikan. Kata kunci: Desa Nelayan, Kerupuk Ikan,Pemberdayaan. Abstract Bendar Village is well- known as a Fishing Village because the majority of Bendar Village residents are fishermen with a total of 55.7% or 880 people. The root of the problem faced by Bendar Village, Juana Subdistrict, Pati Regency was the number of fish catches of the fishermen and human resources that have not been maximally empowered yet, so that they have not been able to improve the welfare of the community yet both individually and in groups in Bendar Village. The partner in this service was KUB Mina Melati. In running its business, KUB Kerupuk Ikan Mina Melati still applied traditional management. The low knowledge of members of KUB Kerupuk Ikan Mina Melati was one of the causes, especially in terms of good cracker production and processing and business management. The activities carried out by this service were training and workshops on cracker production techniques, as well as cracker production practices. With this community service program, it is hoped that the people of Bendar Village can produce fish crackers that have a high selling value. If the selling value of fish cracker processing results is high, the income of citizens will increase, and subsequently, have an impact on improving the welfare of the people of Bendar Village and making Bendar Village a Center Village of Fish Crackers. Keywords: Fishing Village, Fish Crackers, empowerment.
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN PERUBAHAN SIKAP TERHADAP PENGOLAHAN MINYAK JELANTAH MENJADI SABUN (SABUN MIJE) Yusnita Yusnita; Syukrini Bahri; Insan Sosiawan A Tunru
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 25, No 2 (2019): APRIL - JUNI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v25i2.14187

Abstract

Food safety atau keamanan pangan merupakan kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah pangan dari kemungkinan kerusakan akibat cemaran biologis, kimia dan fisika. Kerusakan kimia pada makanan dapat terjadi dengan pemakaian berulang minyak jelantah yang menimbulkan efek negative bagi kesehatan dan jika dibuang dapat mencemari lingkungan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan membuat materi dan memberikan pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap pengolahan minyak jelantah menjadi sabun (sabun mije). Metode yang dilakukan pada kegiatan ini adalah penyusunan materi dan pelatihan pembuatan sabun mije. Materi panduan yang disusun berupa bahan presentasi dengan PPT, leaflet dan video demonstrasi. Sebelum dan setelah pelatihan diukur pengetahuan dan sikap peserta dengan kuesioner. Data hasil kuesioner akan dianalisis univariate untuk melihat karakteristik responden dan bivariate dengan uji t berpasanagn untuk menilai peningkatan pengetahuan dan uji Mc nemar untuk menilai perubahan sikap. Kegiatan pelatihan dilakukan di (RPTRA) Harapan Mulia, Kemayoran Jakarta Pusat dengan diikuti 20 peserta. Pengetahuan peserta sebelum dan sesudah pelatihan meningkat dari rata-rata 46,25 menjadi 72,65 (p=0,000). Perubahan sikap juga terjadi dimana sebelum pelatihan sikap positif sebanyak 45 % menjadi 85% setelah pelatihan (p=0,031). Peningkatan pengetahuan dan sikap yang significan ini diharapkan dapat meningkat peningkatan perilaku yang baik dalam pengolahan limbah minyak jelantah. Kata Kunci. Pengolahan limbah, pengetahuan, sikap, minyak jelantah, sabun mijeAbstractThe use of used cooking oil for cooking can cause negative effects for health. The used cooking oil when disposed can pollute the environment. This community service aims to create materials and provide training for the enhancement of the knowledge and attitude of the processing of used cooking oil to soap. The methods performed on this activity are training of soap making. This activity was done Kelurahan Harapan Mulia, Kemayoran, central Jakarta with the target of 20 housewives. The guide material is composed of presentation materials with PPT, leaflets and video demonstrations. Before and after training measured participants knowledge and attitudes with the questionnaire. The Data analyzed univariate to see the characteristics of respondents and bivariate with a postwar test to assess the increase in knowledge and test Mc Nemar to assess the change in attitudes. There were increasing knowledge from an average of 46.25 to 72.65 (P = 0,000). Attitude changes also occurred before the training of positive attitudes as much as 45% to 85% after training (P = 0,031). The increased knowledge and attitudes that are statistic significan are expected to increase the increase in good behaviour in the processing of household waste, especially processing the waste oil. Keywords : Sewage treatment, knowledge, attitude, cooking oil
PELATIHAN CAREGIVER ODHA DI JAKARTA DENGAN MEDIA AUDIOVISUAL Titiek Djannatun; Erlina Wijayanti; Yusnita Yusnita
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 25, No 2 (2019): APRIL - JUNI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v25i2.14019

Abstract

Edukasi bagi caregiver ODHA tidak selalu diberikan dengan lengkap mengingat kurangnya tenaga kesehatan yang mendampingi dan belum terstandarnya metode pendampingan caregiver. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan pengetahuan caregiver pasien HIV/AIDS melalui film edukasi. Sasaran kegiatan adalah pelaku rawat pasien HIV AIDS di Jakarta sebanyak 10 orang. Metode kegiatan yang digunakan berupa pemberian edukasi bagi caregiver mengenai urgensi pengobatan dan motivasi kepatuhan berobat serta testimoni dari role model. Sebanyak 10 orang caregiver terlibat dalam pelatihan. Sebagian besarnya laki-laki (90%), berusia 35-35 tahun (90%), dan berpendidikan menengah (60%). Dari pelatihan didapatkan rata-rata pengetahuan meningkat dari cukup menjadi baik. Evaluasi terhadap video berdurasi 6 menit yang dibuat adalah diperlukannya animasi yang lebih banyak dan perlu menampilkan pasangan ODHA di sesi testimoni role model. Diharapkan pengabdian masyarakat ini dapat menjadi solusi bagi tenaga kesehatan dalam menyampaikan pendidikan kesehatan untuk pelaku rawat HIV AIDS Kata kunci: media, edukasi, caregiver, ODHA. Abstract Education for HIV caregivers is not always provided in full considering the lack of health workers who assist and have not yet standardized caregiver assistance methods. The purpose of the activity is to improve caregiver knowledge of HIV / AIDS patients through educational films. The target of the activity was 10 people caring for HIV AIDS patients in Jakarta. The method of activity used was in the form of providing education for caregivers regarding the urgency of treatment and motivation for treatment compliance and testimony of role models. A total of 10 caregivers were involved in the training. Most are male (90%), aged 35-35 years (90%), and middleclass education (60%). From the training, the average knowledge increased from fair to good. The evaluation of the 6-minute video that was made was the need for more animations and needed to present HIV partners in a testimonial role model session. It is hoped that this community service can be a solution for health workers in delivering health education for HIV/AIDS caregivers Keywords: media, education, caregiver, HIV.

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2019 2019


Filter By Issues
All Issue Vol. 32 No. 1 (2026): Januari-Maret Vol. 31 No. 4 (2025): Oktober-Desember Vol. 31 No. 3 (2025): JULI-SEPTEMBER Vol. 31 No. 2 (2025): APRIL-JUNI Vol. 31 No. 1 (2025): JANUARI-MARET Vol. 30 No. 4 (2024): OKTOBER-DESEMBER Vol. 30 No. 3 (2024): JULI-SEPTEMBER Vol 30, No 2 (2024): APRIL-JUNI Vol. 30 No. 2 (2024): APRIL-JUNI Vol. 30 No. 1 (2024): JANUARI-MARET Vol 30, No 1 (2024): JANUARI-MARET Vol 29, No 4 (2023): OKTOBER-DESEMBER Vol. 29 No. 4 (2023): OKTOBER-DESEMBER Vol 29, No 3 (2023): JULI-SEPTEMBER Vol 29, No 2 (2023): APRIL-JUNI Vol 29, No 1 (2023): JANUARI-MARET Vol 28, No 4 (2022): OKTOBER-DESEMBER Vol 28, No 3 (2022): JULI-SEPTEMBER Vol 28, No 2 (2022): APRIL-JUNI Vol 28, No 1 (2022): JANUARI-MARET Vol 27, No 4 (2021): OKTOBER-DESEMBER Vol 27, No 3 (2021): JULI-SEPTEMBER Vol 27, No 2 (2021): APRIL-JUNI Vol 27, No 1 (2021): JANUARI-MARET Vol 26, No 4 (2020): OKTOBER-DESEMBER Vol 26, No 3 (2020): JULI - SEPTEMBER Vol 26, No 2 (2020): APRIL - JUNI Vol 26, No 1 (2020): JANUARI - MARET Vol. 25 No. 4 (2019): OKTOBER - DESEMBER Vol 25, No 4 (2019): OKTOBER - DESEMBER Vol 25, No 3 (2019): JULI - SEPTEMBER Vol 25, No 2 (2019): APRIL - JUNI Vol 25, No 1 (2019): JANUARI - MARET Vol 24, No 4 (2018): OKTOBER - DESEMBER Vol 24, No 3 (2018): JULI - SEPTEMBER Vol 24, No 2 (2018): APRIL - JUNI Vol 24, No 1 (2018): JANUARI - MARET Vol 23, No 4 (2017): OKTOBER - DESEMBER Vol 23, No 3 (2017): JULI - SEPTEMBER Vol 23, No 2 (2017): APRIL - JUNI Vol 23, No 1 (2017): JANUARI - MARET Vol 22, No 4 (2016): Edisi Khusus SNEHPKM 2016 Vol 22, No 3 (2016) Vol 22, No 2 (2016) Vol 22, No 1 (2016) Vol 21, No 82 (2015) Vol 21, No 81 (2015) Vol 21, No 80 (2015) Vol 21, No 79 (2015) Vol 20, No 78 (2014) Vol 20, No 77 (2014) Vol. 20 No. 76 (2014) Vol 20, No 76 (2014) Vol 20, No 75 (2014) Vol 19, No 74 (2013) Vol 19, No 73 (2013) Vol 19, No 72 (2013) Vol 19, No 71 (2013) More Issue