cover
Contact Name
Husna Parluhutan Tambunan
Contact Email
jpkm.lpm@unimed.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jpkm.lpm@unimed.ac.id
Editorial Address
LPPM Universitas Negeri Medan Jalan Willem Iskandar, Pasar V Medan Estate, Kec.Medan Tembung, Sumatera Utara 20221 Telephone: (061) 6618754 FAX: (061) 6614002 / 6613319
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
ISSN : 08522715     EISSN : 25027220     DOI : 10.24114
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Medan (LPPM UNIMED) adalah peer-reviewed journal yang memuat artikel-artikel ilmiah dari berbagai disiplin ilmu yang diadopsi dalam berbagai aktivitas pengabdian kepada masyarakat dan penelitian terapan lainnya. Artikel-artikel yang dipublikasikan di JPKM LPPM UNIMED meliputi hasil-hasil penelitian ilmiah asli, artikel ulasan ilmiah yang bersifat baru, atau komentar atau kritik terhadap tulisan yang ada dimuat di JPKM LPPM UNIMED maupun dalam terbitan berkala ilmiah lainnya. JPKM menerima manuskrip atau naskah artikel dalam bidang riset terapan dan hilirisasi hasil penelitian ilmiah kuantitatif maupun kualitatif berbasis komunitas kedalam format pengabdian masyarakat yang mencakup bidang keilmuan yang relevan mencakup: Sosial Kependidikan Sains Keolahragaan Bahasa Bisnis dan Ekonomi Teknik dan Kejuruan Kesenian
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 883 Documents
Perbedaan Kualitas Ikan Lele Dumbo Dengan Ikan Lele Lokal Dalam Pembuatan Abon Ikan Dwi Diar Estellita; Umi Andriani
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 20, No 78 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v20i78.4671

Abstract

Ikan Lele Dumbo maupun Ikan Lele Lokal adalah produk hasil perikanan yang dalam beberapa tahunterakhir ini sangat meningkat dan cukup signifikan kira-kira 175.000 ton pertahun secara nasional.Departemen Kelautan dan Perikanan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat melaluikegiatan pemberdayaan ekonomi kerakyatan berbasis pedesaan melakukan budidaya ikan lele. Untukmeningkatkan nilai tambah komoditas ikan lele masyarakat dapat mengolah ikan lele menjadi abon ikan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan ikan lele dumbo dengan ikan lele lokal dari segiwarna, aroma, tekstur dan rasa. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen, denganmemberikan lembar penilaian yang dibagikan kepada panelis yang akan menilai perbedaan rasa, warna,aroma dan tekstur dari ikan lele dumbo dan ikan lele lokal.Hasil penelitian yang diperoleh adalah tidak terdapat perbedaan yang nyata antara warna abon ikan leledumbo dengan lele lokal, warna yang baik adalah coklat tua. Tidak terdapat perbedaan aroma yang nyataantara aroma abon ikan lele dumbo dengan ikan lokal, aroma abon ikan yang baik adalah gurih danharum. Tidak terdapat perbedaan yang nyata antara rasa abon ikan lele dumbo dengan ikan lele lokal, rasaabon ikan yang baik adalah sedikit manis dan gurih. Tidak terdapat perbedaan tekstur yang nyata antaraabon ikan lele dumbo dengan ikan lele lokal, tekstur abon ikan yang baik adalah gembur dan kering.Secara umum dapat disimpulkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan kualitas dalam hal warna,aroma, rasa dan tekstur antara abon ikan lele dumbo dengan abon ikan lele lokal.
PENGEMBANGAN SISTEM DAN PENGUATAN MANAJEMEN KOPERASI OK Sofyan Hidayat; Esa Setiana; Chandra Situmeang
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 22, No 4 (2016): Edisi Khusus SNEHPKM 2016
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v22i4.5758

Abstract

Koperasi adalah salah satu pilar perekonomian yang telah terbukti menjadi penyokong perekonomian nasional. Namun demikian kebanyakan koperasi masih kurang optimal dikelola sehingga tidak mampu berkembang dengan baik. Perbedaan pengelolaan yang paling umum antara koperasi dengan institusi keuangan lainnya adalah penerapan teknologi informasi untuk mendukung administrasi keuangan. Namun kekurangoptimalan pengelolaan tersebut tidak hanya terbatas pada hal tersebut namun juga meliputi kurangbaiknya penerapan prinsip-prinsip manajemen secara umum. Hal ini tentu mengakibatkan pengembangan koperasi tidak dapat dicapai secara optimal. Hal ini sangat kontradiktif dengan siginifikansi  peran koperasi terutama untuk pemberdayaan masyarakat dengan kemampuan ekonomi menengah kebawah. Kondisi diatas menjadi faktor pendorong, tim mengusulkan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan daya saing koperasi atas dua aspek yaitu pembenahan sistem dan penguatan manajemen. Tim mengusulkan untuk melakukan pelatihan dan pendampingan terkait sistem dan manajemen secara umum pada dua koperasi yang memiliki anggota yang cukup besar yaitu “Koperasi Guru dan pegaai negeri Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan” dan “Koperasi Guru dan Pegawai negeri Unit Kecamatan Medan Tuntungan”. Kedua koperasi tersebut berdasarkan hasil observasi tim tidak memiliki sistem yang memadai karena hanya melakukan pencatatan secara manual sehingga proses layanan yang diberikan kepada anggota membutuhkan waktu yang relatif lama. Pengelolaan manajemennya juga masih kurang optimal pada sisi perolehan dana yang menjadi sumber pendanan kredit serta pengembangan usaha diluar usaha pokok simpan pinjam. Hal ini membuat koperasi tidak berkembang dengan pesat dan cenderung stabil. Tim telah merancang sebuah sistem sesuai karakteristik kedua koperasi tersebut. Sistem tersebut telah mampu mempersingkat waktu layanan yang diberikan kepada anggota dari sebelumnya berkisar lima sampai sepuluh menit sementara setelah penggunaan sistem dapat dipersingkat menjadi satu menit. Pelatihan dan pendampingan yang diberikan pada sisi penguatan manajemen telah mampu memberikan beberapa perbaikan. Namun tidak semua perbaikan perbaikan tersebut dapat langsung diterapkan karena harus menunggu persetujuan Rapat Anggota Tahunan. Perbaikan yang langsung dapat diterapkan adalah revitalisasi toko yang dimiliki oleh koperasi yang menjadi mitra kegiatan ini. Hal ini telah mampu meningkatkan penjulan toko pada kisaran 10%. Rekomendasi lainnya terkait pengembangan usaha diluar usaha simpan pinjam, pada saat ini baru dapat diagendakan untuk dibahas dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) untuk disetujui sebagai rencana pengembangan. Rekomendasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan pendapatan koperasi dari berbagai usaha yang akan dikembangkan..
PENINGKATAN DAYA SAING BRIKET ARANG BATOK KELAPA MELALUI PENDAMPINGAN MANAJEMEN PRODUKSI, PEMASARAN DAN KEUANGAN PADA USAHA BRIQCO DAN D’BRIQUETTES DI KABUPATEN BANTUL Diyah Candra Anita; Retno Wulandari; Hendrato Setiabudi Nugroho
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 24, No 4 (2018): OKTOBER - DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v24i4.11829

Abstract

AbstrakUnit Kegiatan Masyarakat (UKM) briket arang batok kelapa mempunyai peluang ekspor yang cukup besar. Kebutuhan akan briket arang oleh negara Barat dan Timur Tengah mendorong permintaan luar negeri semakin meningkat. Dua UKM di Bantul yang sudah melakukan ekspor produk briket arang kelapa adalah BriqCo dan D’Briquettes. Kedua UKM tersebut mempunyai permasalahan yaitu permasalahan pengelolaan keuangan yang masih konvensional, belum maksimalnya penggunaan internet dan perlunya peningkatan kapasitas produksi. Metode yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah pelatihan dan pembelian software akuntasi untuk memudahkan pembukuan keuangan. Metode yang dilakukan untuk mengatasi masalah minimnya penggunaan internet yaitu dilakukan pemasangan Wifi dan pendampingan secara intensif dalam penggunaan internet untuk tujuan bisnis. Metode yang dilakukan untuk mengatasi masalah peningkatan produksi yaitu dengan pembuatan belt conveyor yang dapat menambah kecepatan dan jumlah produksi.Kata kunci: Briket arang batok kelapa, Manajemen keuangan, Software akuntansi, Pelatihan internet, Mesin belt conveyorAbstractThe Small and Medium Enterprise (SME) of coconut shell charcoal briquettes has considerable export opportunities. The need for charcoal briquettes by Western and Middle Eastern countries has pushed foreign demand to increase. Two SMEs in Bantul that have exported coconut charcoal briquettes are BriqCo and D’Briquettes. The two SMEs have problems, namely the problem of still conventional financial management, not yet the maximum use of the internet and the need to increase production capacity. The method used to overcome these problems is training and purchasing accounting software to facilitate financial accounting. The method used to overcome the problem of the minimal use of the internet is the installation of Wifi and intensive assistance in the use of the internet for business purposes. The method used to overcome the problem of increasing production is by making conveyor belts that can increase the speed and amount of production.Keywords: Coconut shell charcoal briquettes, Financial management, Accounting software, Internet training, Machines conveyor belt
PEMANFAATANBRIKET SEKAM PADI SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIFPENGGAANTI MINYAK TANAH Muhammad Kadri; Rugaya Rugaya
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 19, No 71 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v19i71.4717

Abstract

Sekarang ini minyak tanah sangat sulit untuk didapatkan dan kalaupun ada maka harganya sangatmahal. Oleh sebab itulah maka sangat diperlukan penelitian yang dilakukan untuk mencari alternatifpengganti minyak tanah sebagai bahan bakar. Sekam padi merupakan bahan sisa atau limbah daripenggilingan gabah yang banyak terdapat di Indonesia khususnya di daerah Sumatera Utara. Sekampadi juga memiliki kadar selulosa yang cukup tinggi sehingga dapat memberikan pembakaran yangmerata dan stabil dan dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi panas dan dapat dimanfaatkansebagai alternatif pengganti minyak tanah.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kalor briket yang terbuat dari sekam padi yangtekanannya divariasikan pada seat pencetakan dan pengujian nilai kalornya menggunakan kalorimeterbomb. Dari hasil pengujian diperoleh hasil nilai kalor sebesar 4435,12 kkal/, 4814,44 kkal/kg,5806,50kkal/kg, dan 61556,44 kkal/kg masing–masing untuk tekanan 3 ton, 4 ton, 5 ton dan 6 ton. Dari hasilpenelitian yang didapat maka nilai kalor dengan tekanan 6 ton lebih memenuhi standar nilai kalor briketarang aktif jepang yaitu 6000–7000 kkal/kg.Dari hasil ini dapat disimpulkan bahwa briket sekam padi sangat cocok untuk dimanfaatkan sebagaialternatif energi pengganti minyak tanah.
PENYULUHAN BUDIDAYA LIDAH BUAYA SEBAGAI BAHAN BAKU ALTERNATIF DODOL BENGKEL DI DESABENGKEL SERDANG BEDAGAI Pristi Suhendro L; Prihatin Ningsih Sagala
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 19, No 73 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v19i73.4742

Abstract

Lidah buaya atau yang disebut Aloevera yang dikenal sebagai “The Miracle Plant” karenamempunyai multi kegunaan baik untuk kesehatan , kecantikan, dan dapat digunakan sebagai bahanmakanan. Tanaman ini kaya akan kandungan zat-zat seperti enzim,asam amino,mineral,vitamin,polisakaridadan komponen lain yang sangat bermanfaat bagi kesehatan. Adapun manfaat daripenyuluhan yang dilakukan adalah meningkatkan kesadaran bagi para pedagang dodol, bahwa adabahan baku alternatif yang bisa dijadikan dodol yaitu lidah buaya. Menstimulus kreatifitas parapedagang dodol dalam mengkresikan rasa–rasa dodol yang baru dan unik. Membangun sinergisitasantara universitas, pemerintah daerah, pedagang dodol, dan petani lidah buaya, sehingga dapatmembantu pemda setempat untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar pasar bengkel.Produktivitas masyarakat juga akan meningkat, sebab setiap ibu rumah tangga dapatmembudidayakan lidah buaya dirumahnya masing-masing. Dan untuk tim penyuluhan dapatmenerapkan ilmu yang dimiliki untuk membantu masyarakat dalam mengupgrade kualitas hidupnya.
REDESAIN MESIN PEMUTAR DAN REVITALISASI MANAJERIAL PENGUSAHA ES KRIM DI MEDAN Muslim Muslim
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 23, No 3 (2017): JULI - SEPTEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v23i3.7471

Abstract

Abstrak Pembuatan es krim atau "es puter" yang dilakukan oleh pengusaha kecil selama ini adalah dengan cara memutar tabung sederhana, dengan cara pembuatan seperti ini kurang efisien dan tidak produktif. Manajemen pengelolaan masih konvensional, tidak memiliki ijin usaha, sebagai produk makanan tidak ada ijin dari Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) dan sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Tujuan kegiatan Iptek bagi Masyarakat (IbM) ini adalah membantu mitra dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapinya untuk mengembangkan usaha mitra agar dapat meningkatkan efisiensi produksi, mandiri secara eknomi baik dalam aspek permodalan maupun ekonomi. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan kegitan IbM adalah metode pendampingan perbaikan proses produksi, penyuluhan, pelatihan produksi, pelatihan manajemen usaha. Hasil kegiatan IbM ini adalah sebagai berikut: (1) mesin pemutar es krim memiliki efisiensi dua kali lipat dibanding sebelumnya, (2) mudah mengoperasika (3) terbuat dari bahan stainless sehingga lebih higienis (4) mitra usaha memiliki buku laporan keuangan (buku kas, neraca rugi laba, perhitungan keuntungan) (5) mitra usaha dapat membuat proposal kredit usaha untuk mengembangkan usahanya  dan (6)  mitra usaha  mengurus perijinan usaha dan membuat merek serta setifikasi produk dari BPOM dan MUI. Kata Kunci: Es Krim Putar, Redesain Mesin, Pengembangan Usaha Abstract Making ice cream or "ice puter" which is done by small entrepreneurs so far is by turning simple tubes, by way of making like this less efficient and not productive. The production management is still conventional, does not have a business license, as a food product there is no permit from BOM Hall and halal lebel from MUI. The purpose of science and technology activities for the Society (IbM) is to help partners in solving problems faced to develop business partners in order to improve production efficiency, independently eknomi both in capital and economic aspectsThe methods used to achieve IbM's aims of interest are the method of assisting the improvement of production processes, counseling, production training, business management training. The results of IbM's activities are as follows: (1) the ice-cream machine has boosted a more efficient production (2) more effective production time (3) made of stenles so that higihenes (4) the business partner has a book of financial statements (cash book, (5) business partners can prepare a loan proposal to expand their business from financial services and (6) business partners take care of business licenses and make brands and furniture from BPOM and MUI.. Keywords: Scoop Ice Cream, Redesigning Ice Cream Maker, Business Development
PENDAMPINGAN TERPADU BISNIS GULA MERAH PADA IBU RUMAH TANGGA DI DESA DAMAK MALIHO Arasy Ayu Setiamy; Winda Ardiani; Rizki Fillhayati Rambe
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 26, No 1 (2020): JANUARI - MARET
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v26i1.14746

Abstract

Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mengembangkan masyarakat yang mandiri secara ekonomi ibu-ibu rumah tangga Desa Damak Maliho Kecamatan Bangun Purba yang membuat gula merah berbahan baku air nira kelapa sawit. Permasalahan yang dihadapi oleh mitra adalah 1) belum memiliki mindset berwirausaha, 2) peralatan produksi kurang efisien, 3) mitra tidak melakukan pencatatan pengeluaran, 4) kualitas hasil produksi berbeda dengan hasil produksi masyarakat lain. Solusi dan target luaran yang dihasilkan dari PKM Ibu-Ibu Rumah Tangga Desa Damak Maliho adalah 1) Terbentuknya mindset berwirausaha pada mitra, 2) mesin pemotong pohon, tungku, kuali besar, sikai besar. memberikan peralatan produksi yang efisien, 3) laporan keuangan, 4) pengujian laboratorium, 5) legalitas. Metode yang dipakai untuk mencapai tujuan adalah diberikan pelatihan dan pendampingan tentang mindset berwirausaha, melakukan pengadaaan peralatan untuk proses produksi yang efesien, pelatihan dan pendampingan penyusunan laporan keuangan, dan pengujian laboratorium di Balai Riset dan Standarsasi Industri Medan, serta membuat merek di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kemenkumham Republik Indonesia. Melalui PKM ini maka pengetahuan mitra bertambah, dan mampu mengaplikasikan pengetahuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari selanjutnya berdampak pada meningkatkan pendapatan ibu-ibu rumah tangga Desa Damak Maliho untuk kemudian mampu memberikan pengetahuan bagi usaha sejenis dan usaha lain yang terkait dengannya.Kata kunci: Ibu Rumah Tangga; Gula Merah; Kelapa Sawit.AbstractProgram Kemitraan Masyarakat (PKM) aims to develop an economically independent community of housewives in Damak Maliho Village, Bangun Purba District, which makes brown sugar made from palm oil palm juice. The problems faced by partners are 1) not having an entrepreneurial mindset, 2) inefficient production equipment, 3) partners do not record expenses, 4) the quality of production is different from the products of other communities. The solutions and the output targets produced by PKM of Housewives in Malako Damak Village are 1) Establishment of an entrepreneurial mindset on partners, 2) tree cutting machines, stoves, large cauldrons, large sikai. provide efficient production equipment, 3) financial reports, 4) laboratory testing, 5) legality. The methods used to achieve the objectives are training and mentoring on the entrepreneurial mindset, providing equipment for efficient production processes, training and assistance in preparing financial reports, and testing laboratories at the Medan Industrial Research and Standardization Center, and creating a brand at Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kemenkumham Republik Indonesia. Through this PKM the partner's knowledge increases, and being able to apply that knowledge in daily life subsequently has an impact on increasing the income of the housewives of Maliho Damak Village to then be able to provide knowledge for similar businesses and other businesses associated with it.Keywords: Housewife; Brown Sugar; Palm Oil.
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN PASSING DENGAN MENGGUNAKAN VARIASI LATIHAN PERTAHANAN PADA ATLET JUNIOR KLUB BOLA VOLI TVRI MEDAN TAHUN 2013 MUHAMMAD NUSTAN HASIBUAN; SWELIEZER LAOLI
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 20, No 76 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v20i76.3442

Abstract

Penelitian ini bertujuan untukmeningkatkan kemampuan teknik passing dalam permainan bola voli dengan menggunakan bentuk variasi latihan pertahanan pada atlet junior klub bola voli TVRI Medan Tahun 2013. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan, yang terdiri dari II siklus. Sebelum dilakukan tindakan pada siklus I peneliti melakukan tes awal untuk mengetahui tingkat kemampuan teknik passing bola voli atlet, kemudian dilakukan tindakan dalam bentuk variasi latihan pertahanan dan diakhiri dengan memberikan tes di akhir siklus II dan dengan tes teknik passing ke dinding. Setelah data dikumpulkan kemudian dilakukan analisis maka diperoleh hasil analisisnya yaitu: (1) dari data tes awal latihan diperoleh data 9 atlet masih belum sesuai dengan target teknik passing bawah yang diinginkan dengan nilai rata – rata 30,8 % dan 11 atlet masih belum sesuai dengan target teknik passing atas dengan nilai rata – rata15,4 %. (2) dari data hasil tes latihan siklus I diperoleh 6 orang yang mengalami peningkatan pada teknik passing bawah (46,2 %) dan 4 orang pada teknik passing atas (30,8 %).(3)data hasil tes latihan siklus II diperoleh 9 orang mencapai target latihan teknik passing bawah (69,2 %) dan 8 orang mencapai target latihan teknik passing atas (61,5 %). Dalam hal ini dapat dilihat bahwa telah terjadi peningkatan nilai rata – rata hasil latihan atlet dari tes awal (pre-test) ke akhir siklus II (Post-Test). Berdasarkan hasil analisis data di atas maka dapat dikatakan bahwa dengan menggunakan bentuk variasi latihan pertahanan dapat memberikan peningkatan terhadap kemampuan teknik passing atlet junior klub bola voli putri TVRI Medan Tahun 2013. Kata Kunci : Kemampuan teknik passing bawah, Kemampuan Teknik Passing atas, variasi latihan pertahanan.
Peningkatan Pemberdayaan UPPKS Al-Riska Melalui Inovasi Pengemasan Produk di Kota Tanjung Balai Alkhafi Maas Siregar
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 21, No 80 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v21i80.4784

Abstract

Berbagai macam upaya telah dilakukan oleh pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.Salah satunya melalui institusi pemerintah (BKKBN) yang telah lama melakukan kegiatan yang ditujukanbagi keluarga agar memperoleh kehidupan yang lebih baik dengan membentuk kelompok UPPKS yangdiharapkan mampu mendukung perekonomian keluarga anggota UPPKS dengan berwirausaha. Pada tahun2013 LPM Unimed telah melakukan MOU dengan BKKBN dengan fokus utama pada pembinaan UsahaPeningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS). UPPKS sebagai bagian dari UMKM menjadi prioritasutama untuk dilakukan pembinaan dan pendampingan oleh dosen Unimed. Fokus pembinaan yang akandilakukan adalah melakukan pemberdayaan kelompok UPPKS melalui inovasi pengemasan produk di KotaTanjung Balai. Kelompok UPPKS Al-Riska merupakan salah satu UPPKS yang ada di Kota Tanjung Balai.Bentuk kegiatan berupa workshop dan mendokumentasikan kelompok uppks sesuai focus kegiatan.Tahapan pelaksanaan kegiatan meliputi : persiapan (pengembangan proposal, instrument, dan penyiapanlapangan). Sedangkan pelaksanaan pengabdian/penelitian (pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif,pengolahan dan analisis data dan pembuatan laporan). Alokasi anggaran dipergunakan untuk kegiatanpersiapan, pelaksanaan, serta pembuatan laporan komponen anggaran antara lain biaya pertemuan, alattulis kantor, honor, pengumpulan data, pendampingan lapangan, pengolahan data, dan penyusunanlaporan. Dan kegiatan ini diharapkan dapat ditindak lanjuti oleh dinas terkait pada masa-masa yang akandatang sehingga pembinaan peningkatan usaha kelompok uppks berkelanjutan dan dapat dilakukan untukmeningkatkan kemandirian ekonomi dan usaha.
PEMANFAATAN URIN SAPI MENJADI PUPUK ORGANIK CAIR KELOMPOK TANI DESA SUKADAMAI TIMUR Jasmidi Jasmidi; Zainuddin M; Puji Prastowo
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 24, No 1 (2018): JANUARI - MARET
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v24i1.9079

Abstract

AbstrakTelah dilakukan kegiatan pengabdian berupa pemanfaatan urin sapi menjadi pupuk organik cair pada kelompok tani “Sidodadi” dan “Maju II” desa Sukadamai Timur. Tujuan kegiatan ini adalah 1) meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani/peternak dalam membuat pupuk organik cair dari urin sapi sebagai bahan utama 2) membantu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani/peternak dari sub-sektor pertanian. Kegiatan pengabdian ini dimulai dengan metode pendekatan dengan menjalin kerjasama tim pelaksana dengan LPM Unimed dan pemerintah setempat serta kedua Kelompok Tani, dilanjutkan dengan penyuluhan dan pelatihan serta penerapan langsung oleh petani/peternak. Hasil-hasil yang diperoleh adalah anggota kader dari masing-masing kelompok mitra telah : (1) memiliki pengetahuan dan wawasan tentang potensi dan pemanfaatan urin sapi menjadi pupuk organik cair, (2) memiliki keterampilan dalam pembuatan pupuk organik cair, (3) pupuk yang dihasilkan berpengaruh positif terhadap tanaman.Kata kunci : urin sapi, pupuk organik cairAbstract The service activities have been carried out at the “Sidodadi" and "Maju II” farmer groups, East Sukadamai village by the utilization of cow urine as the starter in liquid organic fertilizer. The main purpose of this activity is 1) to improve the knowledge and skills of farmer/ranchers in making liquid organic fertilizer from cow urine as a main ingredient 2) to help improving the income and welfare of farmers/ranchers from the agricultural sub-sector. This service activities began with a partnership approach with the implementation team with LPM Unimed and local governments as well as the Farmers Group, followed by counseling and training as well as direct application by farmers. The results of implementation of the project showed that the member of each groups; (1) have the knowledge and insight about the potential and the usage of cow urine as starter in fabrication of liquid organic fertilizer; (2) have good skill to prepare liquid organic fertilizer; (3) have shown the positive effect of the liquid organic fertilizer on growing the plant. Keywords : cow urine, liquid organic fertilizer

Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 32 No. 1 (2026): Januari-Maret Vol. 31 No. 4 (2025): Oktober-Desember Vol. 31 No. 3 (2025): JULI-SEPTEMBER Vol. 31 No. 2 (2025): APRIL-JUNI Vol. 31 No. 1 (2025): JANUARI-MARET Vol. 30 No. 4 (2024): OKTOBER-DESEMBER Vol. 30 No. 3 (2024): JULI-SEPTEMBER Vol 30, No 2 (2024): APRIL-JUNI Vol. 30 No. 2 (2024): APRIL-JUNI Vol. 30 No. 1 (2024): JANUARI-MARET Vol 30, No 1 (2024): JANUARI-MARET Vol 29, No 4 (2023): OKTOBER-DESEMBER Vol. 29 No. 4 (2023): OKTOBER-DESEMBER Vol 29, No 3 (2023): JULI-SEPTEMBER Vol 29, No 2 (2023): APRIL-JUNI Vol 29, No 1 (2023): JANUARI-MARET Vol 28, No 4 (2022): OKTOBER-DESEMBER Vol 28, No 3 (2022): JULI-SEPTEMBER Vol 28, No 2 (2022): APRIL-JUNI Vol 28, No 1 (2022): JANUARI-MARET Vol 27, No 4 (2021): OKTOBER-DESEMBER Vol 27, No 3 (2021): JULI-SEPTEMBER Vol 27, No 2 (2021): APRIL-JUNI Vol 27, No 1 (2021): JANUARI-MARET Vol 26, No 4 (2020): OKTOBER-DESEMBER Vol 26, No 3 (2020): JULI - SEPTEMBER Vol 26, No 2 (2020): APRIL - JUNI Vol 26, No 1 (2020): JANUARI - MARET Vol 25, No 4 (2019): OKTOBER - DESEMBER Vol. 25 No. 4 (2019): OKTOBER - DESEMBER Vol 25, No 3 (2019): JULI - SEPTEMBER Vol 25, No 2 (2019): APRIL - JUNI Vol 25, No 1 (2019): JANUARI - MARET Vol 24, No 4 (2018): OKTOBER - DESEMBER Vol 24, No 3 (2018): JULI - SEPTEMBER Vol 24, No 2 (2018): APRIL - JUNI Vol 24, No 1 (2018): JANUARI - MARET Vol 23, No 4 (2017): OKTOBER - DESEMBER Vol 23, No 3 (2017): JULI - SEPTEMBER Vol 23, No 2 (2017): APRIL - JUNI Vol 23, No 1 (2017): JANUARI - MARET Vol 22, No 4 (2016): Edisi Khusus SNEHPKM 2016 Vol 22, No 3 (2016) Vol 22, No 2 (2016) Vol 22, No 1 (2016) Vol 21, No 82 (2015) Vol 21, No 81 (2015) Vol 21, No 80 (2015) Vol 21, No 79 (2015) Vol 20, No 78 (2014) Vol 20, No 77 (2014) Vol. 20 No. 76 (2014) Vol 20, No 76 (2014) Vol 20, No 75 (2014) Vol 19, No 74 (2013) Vol 19, No 73 (2013) Vol 19, No 72 (2013) Vol 19, No 71 (2013) More Issue