cover
Contact Name
Husna Parluhutan Tambunan
Contact Email
jpkm.lpm@unimed.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jpkm.lpm@unimed.ac.id
Editorial Address
LPPM Universitas Negeri Medan Jalan Willem Iskandar, Pasar V Medan Estate, Kec.Medan Tembung, Sumatera Utara 20221 Telephone: (061) 6618754 FAX: (061) 6614002 / 6613319
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
ISSN : 08522715     EISSN : 25027220     DOI : 10.24114
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Medan (LPPM UNIMED) adalah peer-reviewed journal yang memuat artikel-artikel ilmiah dari berbagai disiplin ilmu yang diadopsi dalam berbagai aktivitas pengabdian kepada masyarakat dan penelitian terapan lainnya. Artikel-artikel yang dipublikasikan di JPKM LPPM UNIMED meliputi hasil-hasil penelitian ilmiah asli, artikel ulasan ilmiah yang bersifat baru, atau komentar atau kritik terhadap tulisan yang ada dimuat di JPKM LPPM UNIMED maupun dalam terbitan berkala ilmiah lainnya. JPKM menerima manuskrip atau naskah artikel dalam bidang riset terapan dan hilirisasi hasil penelitian ilmiah kuantitatif maupun kualitatif berbasis komunitas kedalam format pengabdian masyarakat yang mencakup bidang keilmuan yang relevan mencakup: Sosial Kependidikan Sains Keolahragaan Bahasa Bisnis dan Ekonomi Teknik dan Kejuruan Kesenian
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 883 Documents
PEMBINAAN USAHA RUMAH TANGGA DI DESA SEI ROTAN KECAMATAN PERCUT SEI TUAN Miftahuddin Miftahuddin; Hery Syahrial; Sunaryo Sunaryo
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 26, No 4 (2020): OKTOBER-DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v26i4.20592

Abstract

Sebagian masyarakat di Desa Sei Rotan Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang berpenghasilan rendah. Untuk menambah penghasilan kaum ibu yang tergabung di Kelompok PKK Desa Sei Rotan membantu untuk mencari penghasilan tambahan dengan membuat makanan olahan rumahan untuk dijual. Permasalahan yang dihadapi oleh para ibu – ibu tersebut adalah metode pembungkusan yang tidak praktis, plastik yang sangat tipis, untuk merekatkan bungkusan menggunakan lilin dengan cara membakar plastik pembungkus, kemudian metode pemasarannya belum memanfaatkan media sosial. Tujuan pengabdian ini dilakukan agar permasalahan pembungkusan produk, jangkauan pemasaran yang terbatas dapat diselesaikan dengan baik. Metode pengabdian ini dilakukan dengan cara memberikan pelatihan teknik pembungkusan dengan menggunakan mesin vacuum sealer, membimbing mereka mempromosikan produknya di media sosial. Hasil pengabdian dini menunjukkan pengabdian masyarakat ini berjalan dengan lancar, serta tim pengabdi akan melaksanakan pengabdian untuk tahun berikutnya, dengan rencana membuat desain merek dan pengurusan sertifikat halal bagi produk olahannya. Khalayak sasaran telah memiliki peningkatan kemampuan dalam membungkus produknya secara baik dengan memanfaatkan mesin vacuum sealer, hal ini berdasarkan adanya 67% yang sudah mampu menggunakan mesin vacuum sealer yang sebelumnya tidak mampu menggunakannya. Terdapat 86% khalayak sasaran telah menggunakan media sosial untuk memasarkan produk olahan rumahnya. Kata kunci: Usaha Rumah Tangga, Manajemen Kewirausahaan, PKK, Desa Sei Rotan.
PENINGKATAN KOMPETENSI KELOMPOK USAHA TANGAN DI ATAS (TDA) DI BIDANG MANAJEMEN KEUANGAN DAN ADMINISTRASI Tetty Yuliaty; Hermansyur Hermansyur; Kiki Farida Ferina; Wan Fahruddin; Syamsul Bahri Arifin
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 22, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v22i2.4655

Abstract

Sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) adalah sangat penting dan semakin tumbuh berkembang di Indonesia, namun sayangnya para pelaku UMKM ini belum memiliki kemampuan mengelola manajemen keuangan dan administrasi yang baik. Padahal UMKM sebagai pelaku usaha harus memiliki performance keuangan dan administrasi yang baik agar pihak-pihak ketiga yang ingin berhubungan dan bekerjasama dengan UMKM merasa yakin akan mitranya ini, apalagi bila para pelaku UMKM ini ingin mengembangkan usahanya, maka mereka harus memperbaiki kinerja keuangan dan administrasinya. Tujuan dari pengabdian ini adalah agar para pelaku UMKM khususnya Kelompok Usaha TDA (Tangan Di Atas) Kota Medan, memiliki kemampuan dalam mengelola manajemen keuangan dan administrasi terutama dalam implementasi di usahanya masingmasing, serta diharapkan dapat mengembangkan usahanya lebih baik. Metode Pelaksanaan dilakukan dengan cara Metode  Ceramah, Metode Praktek dan Latihan, Demonstrasi dan Diskusi. Setelah pelatihan selesai dilakukan, para peserta akhirnya mampu menerapkan manajemen keuangan dalam hal ini melakukan pembukuan dengan baik, termasuk melakukan pekerjaan administrasi diantaranya penyimpanan arsip dan korespondensi. Untuk memberikan keberhasilannya maka peserta pelatihan diberikan pendampingan.
PENGARUH PENCEMARAN UDARA DI DAERAH TERMINAL AMPLAS BAGI KEHIDUPAN MASYARAKAT Yeni Megalina
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 21, No 79 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v21i79.4832

Abstract

Pencemaran udara pada suatu tingkat tertentu dapat merupakan campuran dari satu atau lebih bahanpencemar,baik berupa padatan,cairan atau gas yang masuk terdispersi ke udara dan menyebar kelingkungan sekitarnya. Salah satu tempat yang paling banyak tercemar polusi udara adalah Terminal.Terminal Amplas merupakan salah satu Terminal di kota Medan yang  terletak di Kecamatan MedanAmplas. Ditempat ini banyak ditemui bus-bus,angkot, dan kendaraan lainnya yang menggunakan bahanbakar seperti solar,bensin dll Sehinggga menyebabkan udara yang kita hirup  menjadi tercemar oleh gasgas hasilpembakaran. Selain dari bahan bakar, udara tercemar juga dapat timbul akibat asap rokok oleh supir,penumpang serta masyarakat lainnya dan sampah yang ada di Terminal. Kehadiran polusi udara  dapat mengganggu kehidupan manusia,tumbuhan, dan hewan. Maka itu pemerintah kota Medan perlu memikirkan langkah-langkah penganggulangan pencemaran udara seperti pembenahan pada sektortranportasi,merancang emisi yang ramah lingkungan, dan adanya kesadaran diri terhadap lingkungan.Apabila ini tidak cepat diatasi maka dapat merugikan masyarakat di sekitar terminal
PEMBERDAYAAN SUMBER DAYA LOKAL DALAM PENGELOLAAN SEKTOR INDUSTRI KREATIF DI KECAMATAN BANDA SAKTI KOTA LHOKSEUMAWE: STUDI KUALITATIF ATAS PERAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) PT. PERTAMINA (PERSERO) MARKETING OPERATION REGION (MOR) I – TERMINAL BAHAN BAKAR MINYAK (TBBM) LHOKSEUMAWE Joko Suhariyanto; Andri Zainal; Kustoro Budiarta
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 24, No 3 (2018): JULI - SEPTEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v24i3.11616

Abstract

AbstrakMakalah ini merupakan kajian kualitatif atas pelaksanaan CSR oleh PT. PERTAMINA (Persero) MOR I – TBBM Lhokseumawe yang dipusatkan di Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe pada tahun 2017. Realisasi CSR yang dimaksud meliputi kegiatan: 1) Pengembangan Sentra Industri Ikan Kering; 2) Peningkatan Kapasitas Kelompok Masyarakat Peduli Wisata: Workshop Kebencanaan dan Search and Rescue (SAR) bagi Relawan dan Pemandu Wisata; 3) Pelayanan Kesehatan: Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) untuk Relawan. 4) Pengembangan Usaha Souvenir Decopage; 5) Pelatihan Pengembangan Wirausaha Baru di Bidang Sablon dan Reparasi Mesin Penyejuk Udara (Air Conditioner/AC) Bagi Angkatan Kerja Produktif Putus Sekolah. Merujuk kepada capaian dari pelaksanaan kegiatan yang ditinjau dari sisi dampak yang ditimbulkan terhadap perubahan perilaku masyarakat secara berkesinambungan; realisasi program CSR oleh TBBM Lhokseumawe yang dimaksud relatif telah efektif dan efisien meletakkan fondasi yang kuat bagi masyarakat setempat dalam transformasi paradigma dan etos kewirausahaan secara mandiri pasca pelaksanaan kegiatan. Pelaksanaan kegiatan berlandaskan kemitraan yang melibatkan berbagai komponen stakeholder dengan target penerima manfaat kepada kelompok masyarakat miskin setempat telah berhasil menciptakan sebuah sistem pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan melalui penguatan modal sosial, intelektual dan organisasional yang berlaku. Aspek modal organisasional merupakan tantangan terbesar dalam capaian dan konsistensi keberlangsungan program terhadap kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat setempat. Optimalisasi kelembagaan ekonomi desa menjadi isu sentral yang menjadi prioritas untuk ditindaklanjuti sehingga dapat menjamin keberlanjutan hingga ke generasi wirausaha di milenial lainnya.Kata kunci: CSR, Pemberdayaan Masyarakat, TBBM Lhokseumawe, Kecamatan Banda SaktiAbstractThis paper qualitatively discusses relevant outcomes resulted from the implementation of CSR by PT. PERTAMINA (Persero) MOR I - TBBM Lhokseumawewhich was conducted in Subdistrict of Banda Sakti at Lhokseumawe City on 2017. The realization of CSR consisted several activities: 1) Development of Dry Fish Industry Centers; 2) Capacity Building of the Community Concerned Tourism Group: Workshop on Disaster and Search and Rescue (SAR) for Volunteers and Tour Guides; 3) Health Services: Basic Life Assistance Training (BHD) for Volunteers. 4) Decopage Souvenir Business Development; 5) New Entrepreneurship Development Training in Screen Printing and Repair of Air Conditioning Machines for School Dropout Productive Workers. Referring to the achievement of the implementation of activities in terms of the impact that are reflected in changes of community behavior on an ongoing basis; the realization of the CSR program by TBBM Lhokseumawe is considered relatively effective and efficient in building a strong foundation for local communities leading to the transformation of the paradigm and entrepreneurial ethos independently after the implementation of activities. The implementation of activities based on partnerships involving various components of stakeholders with the target beneficiaries to local poor groups has succeeded in creating a sustainable community empowerment system through the strengthening of prevailing social, intellectual and organizational capital. The aspect of organizational capital is the biggest challenge in the achievement and consistency of program sustainability towards the economic and social life of the local community. Optimizing village economic institutions is a central issue that is a priority to be followed up so as to ensure sustainability to the next generation of entrepreneurial entrepreneurs.Keywords: CSR, Community Development, TBBM Lhokseumawe, Subdistrict of Banda Sakti
PENCIPTAAN BATIK MEDAN Wahyu Tri Atmojo
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 19, No 71 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v19i71.4708

Abstract

Keterbatasan pengetahuan materi seni budaya sub bab membatik, karena mereka memang belumpernah megang canting dan proses membuat batik, menginpsirasi penulis untuk menciptakan batikbersama mitrayakni guru-guru seni budaya gugus 5 Kota Medan dan Yayasan Panca Budi Medan yangberjumlah 15 orang. Metode pelaksanaan kegiatan adalah pelatihan membuat batik. Proses pembuatanbatik dimulai dari pembuatan desain di atas kertas gambar, pemindahan desain ke kain mori primisima,pencantingan pertama dan kedua, proses pewarnaan pertama dan kedua hingga pada proses pelorotan(menghilangkan lilin). IbM Penciptaan Batik Medan yang dilakukan oleh tim pelaksana bersama mitramerupakan langkah nyata untuk mewujudkan terintegrasinya perguruan tinggi dengan masyarakat.Kegiatan IbM Penciptaan Batik Medan dilakukan bersama mitra telah berjalan dengan menghasilkanproduk batik. Produk yang dihasilkan berupa baju batik lengan panjang dan pendek, syall, kain panjang,sarung bantal lantai dan kursi. Komunitas guru seni budaya yang bergabung dengan program IbMPenciptaan Batik Medan sudah mengetahui proses pembuatan batik tulis yang selama ini hanya melihatdan membaca buku teori; (2) komunitas guru seni budaya yang bergabung dengan program IbMPenciptaan Batik Medan akan melanjutkan bersama siswa di sekolahnya masing-masing.
EDUKASI GIZI DAN PEMBUATAN MENU PROGRAM MAKAN BERSAMA PADA IBU SISWA/I PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Retno Mardhiati
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 25, No 1 (2019): JANUARI - MARET
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v25i1.13091

Abstract

Anak usia dini masih termasuk tahapan usia kehidupan yang rentan terhadap penyakit dan permasalahan kesehatan. Tahapan kehidupan usia 3-5 tahun sangat membutuhkan zat gizi yang menopang pertumbuhan dan perkembangan organ tubuh terutama otak. Oleh karena itu asupan makanan yang bergizi sangat penting diberikan untuk anak usia dini. Program Makan Bersama (PMB) merupakan salah satu program yang sering diadakan di PAUD, biasanya diselenggarakan setiap hari Jum’at. Pelaksanaan PMB ini bervariasi tiap PAUD, umumnya makanan dimasak oleh beberapa orang tua siswa/i, namun ada juga makanan dibawa oleh masing-masing siswa/i dari rumah. PMB yang dilaksanakan seringkali tidak sesuai dengan prinsip gizi seimbang dan bervariasi. Tujuan kegiatan yang dilakukan adalah melakukan edukasi gizi pada ibu siswa/i PAUD dan pembuatan menu makanan anak usia dini. Menu yang dibuat untuk diterapkan pada PMB di PAUD. Pembuatan menu makanan yang memenuhi prinsip gizi seimbang dan bervariasi. Metode dilapangan diawali dengan penyuluhan kebutuhan gizi anak usia dini dengan media Flip Chart terdiri edukasi zat gizi makro dan mikro, edukasi tentang komposisi piringku, dan pengarahan pembuatan menu makanan PMB. Hasil kegiatan, menu makanan yang disusun untuk PMB adalah Nasi Goreng Rilakuma, Nasi Ayam Teriyaki dan Telor Gulung, dan Fettucini Cambora. Setelah dievaluasi, semua peserta menyatakan kegiatan ini sangat bermanfaat dan meningkatkan pengetahuan orang tua siswa/i tentang gizi seimbang.Kata kunci: Program Makan Bersama, PAUD, Gizi, Menu, Pendidikan Gizi.AbstractEarly childhood is considered as a phase of life that is susceptible to disease and health problem. At the age range of 3 to 5 years, nutrients that account for organ growth, particularly brain, is required. Therefore, it is very important to give children in their early childhood nutritious food intake. School Feeding Programme (SFP), abbreviated as SFP, is one of the program that is often held by Early Childhood Education Institution (ECEI), usually on Friday. The SFP administration is varied among ECEIs, but generally, some of the children’s parents cook the meals for the program in the school, though in some other ECEIs the meals are brought by the children from home. Nevertheless, SFP implementation is often incompatible with balanced and varied diet principles. The purpose of activity conducted is to deliver nutritional education and to make menu that meets the balanced and varied diet principle for SFP in ECEIs. The method used in field includes socialization of nutrients needed for early childhood children using slides, giving education regarding macro and micronutrient, and directing on menu making for SFP. The activity generated a menu for SFP comprises Rilakuma Fried Rice, Chicken Teriyaki with Rice, Rolled Egg, and Cambora Fettuccini. After being evaluated, all of the participants stated that this activity is beneficial as it improved children’s parrents’ knowledge in respect of balanced nutrition.Keywords: Eating Together Program, Early Childhood Education Institution, nutrition, menu, nutritional education.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD (STUDENT TEAMS ACHIEVEMENTS DIVISION) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA X SMA NEGERI 1 KUTACANE TAHUN PELAJARAN 2012/2013 Suhadi habibi; Kartina Samosir; Yasifa tihia
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 20, No 77 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v20i77.3401

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di kelas X-A SMA N 1 Kutacane. Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh pada semester genap tahun ajaran 2012/2013. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X-A SMAN 1 Kutacane yang berjumlah 40 orang sedangkan objek dalam penelitian ini adalah penerapan achievement division (STAD) pada pembelajaran trigonometri di SMA N 1 Kutacane tahun ajaran 2012/2013. Instrument penelitian dalam pengumpulan data adalah tes dan lembar observasi dari tes awal hingga tes hasil belajar II terus mengalami peningkatan yang pada awalnya hanya 3 siswa (7,5%) menjadi 24 siswa (60%)hingga 36 siswa (90%). Nilai rata-rata siswa meningkat dari tes awal yang hanya 48,625 menjadi 73,575 (meningkat sebesar 24,95). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Trigonometri. Aktivitas siswa pada siklus I  belum memenuhi kategori ideal karena persentase aktivitas siswa berdiskusi dengan temannya maupun guru belum memenuhi PWI ( PersentaseWaktu Ideal) karena hanya bernilai 17,73% dan 2,27% (total 20%) dari total waktu keseluruhan dalam proses belajar mengajar, yang akan idealnya berkisar antara 25% sampai 35%. Namun pada siklus II aktivitas berdiskusi dengan teman maupun guru sudah memenuhi PWI yaitu dan 5,91% (total 32,73%). Karena semua kriteria sudah dipenuhi maka aktivitas siswa dalam pembelajaran pada siklus II telah ideal.
KAJIAN AWAL PENGAWETAN IKAN PINDANG BANDENG DAN MOJANG DENGAN PENGEMASAN VAKUM DI DESA CUKANGGENTENG Hans Kristianto; Ariestya Arlene Arbita; Jenny N M Soetedjo; Budi H Bisowarno; Katherine Katherine; Sharon Pricillia; Hanna Priescilia
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 23, No 2 (2017): APRIL - JUNI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v23i2.7026

Abstract

                                          AbstrakWarga Desa Cukanggenteng, Ciwidey, Kabupaten Bandung memproduksi panganan khas berupa ikan pindang sebagai penghasilan tambahan. Berbagai jenis pindang yang dihasilkan di antaranya pindang mojang, pindang bandeng dan pindang ikan mas. Produk pindang ikan yang dihasilkan dijajakan secara berkeliling dan laku terjual. Masalah yang dihadapi adalah produk pindang ikan relatif tidak tahan lama, sehingga pemasarannya terbatas. Pemindangan ikan sendiri sebetulnya sudah merupakan suatu upaya pengawetan. Akan tetapi tanpa pengemasan yang baik, produk pindang ikan akan cenderung mudah rusak dan tidak tahan lama. Kegiatan pengabdian ini berupa kegiatan tahun pertama yang melakukan kajian awal terhadap masalah pengawetan ikan pindang Desa Cukanggenteng. Kegiatan yang dilakukan terdiri atas studi awal kondisi produksi ikan pindang, uji coba laboratorium pengemasan ikan pindang dan sosialisasi kepada masyarakat. Berdasarkan uji coba laboratorium, diketahui bahwa pengemasan vakum untuk produk ikan pindang bandeng dan mojang memberikan umur simpan 14 hari pada suhu ruang, dibanding ikan yang tidak dikemas (5 hari). Pada tahap sosialisasi dijelaskan cara pengemasan yang dilakukan, serta memperkenalkan Good Manufacturing Practices (GMP), selain menjaring aspirasi mengenai kebutuhan warga untuk pengembangan produksi ikan pindang. Kata kunci: GMP; ikan pindang; pengemasan vakum                                                     AbstractPeople in Cukanggenteng Village, Ciwidey, Bandung, produce indigenous food product, which is cooked salted fish. Various salted cooked fish is available, such as milk fish, mojang fish, carp, etc. The products is sold from house to house and well sold. However this product has relatively short shelf life, thus limiting its marketing area. Salting is known as easy preservation method, but in this case, without proper food packaging, the fish shelf life is still not long enough for business expansion. This community service activity was the first year activity to do initial study about salted cooked fish preservation problem in Cukanggenteng Village. In this stage we did initial study of salted cooked fish production process, laboratory test to observe the shelf life of salted cooked fish with and without vaccuum packaging, and socialization of its result to fish producer in the village. Based on the test, we obtained that vaccuum packaged fish had 14 days shelf life, compared to ones not packaged. This result had been socialized to the fish producer, along with introduction of good manufacturing practices. Keywords: good manufacturing practices, salted cooked fish, vacuum packaging
KEGIATAN TRANSFER PENGETAHUAN DENGAN METODE DRILL TERHADAP SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI (SDN) BENGKAYANG DAERAH PERBATASAN Priska Vasantan; Helena Anggraeni Tjondro Sugianto; Apriyon Yosef; Arlianto Atet; Panra Panra
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 25, No 4 (2019): OKTOBER - DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v25i4.14610

Abstract

Kabupaten Bengkayang merupakan salah satu kabupaten di daerah perbatasan dan baru terentaskan dari ketertinggalan namun di beberapa pelosok daerah masih tergolong tertinggal baik dalam dunia pendidikan, spiritual. Pendidikan merupakan salah satu aspek yang berperanan penting pada peningkatan kualitas sumber daya manusia pada era revolusi industri 4.0 ini melalui programnya yaitu Making Indonesia 4.0. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan bertujuan untuk meningkatkan sumber daya manusia mulai dari pendidikan dasar. Kegiatan pendampingan ini dilakukan dengan metode drill dengan pelbagai latihan yang memotivasi keaktifan siswa berdasarkan kearifan lokal yang dimiliki sehingga memengaruhi proses transfer pengetahuan dan student learning center. Kegiatan pendampingan proses pembelajaran ini diberlakukan terhadap siswa kelas 4, 5 dan 6 khususnya pada mata pelajaran Matematika dan pengenalan Bahasa Inggris. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah diperolehnya metode pembelajaran yang lebih baik melalui metode drill serta penggunaan poster pembelajaran sehingga mempermudah transfer pengetahuan kepada siswa SDN ini. Metode pembelajaran ini dapat digunakan oleh pihak sekolah sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa.Kata kunci: Revolusi Industri 4.0; Making Indonesia 4.0; Transfer Pengetahuan.AbstractBengkayang Regency is one of the regencies in the border area and has only been eliminated from underdevelopment, but in some areas the region is still classified as good in the world of education, spiritual. Education is one aspect that plays an important role in improving the quality of human resources in the era of the industrial revolution 4.0 through its program, Making Indonesia 4.0. Therefore, this community service activity is carried out aimed at increasing human resources starting from basic education. This mentoring activity is carried out by the drill method with various exercises that motivate student activity based on local wisdom that is owned so that it affects the process of knowledge transfer and student learning center. The learning process assistance activities are applied to students in grades 4, 5 and 6, especially in Mathematics and English introduction. The results of these community service activities are getting better learning methods through the drill method and the use of learning posters so as to facilitate the transfer of knowledge to these SDN students. This learning method can be used by the school so that it can improve student learning outcomes.Keywords: Industrial Revolution 4.0; Making Indonesia 4.0; Knowledge Transfer.
IbM Kelompok Tani dan Ternak Paluh Getah Dua dan Paluh 80, Pembuatan Pupuk Organik Cair dari Limbah Ternak Sapi Ratna Sari Dewi; Rudi Munzirwan Siregar; Ahmad Nasir Pulungan; Dewi Syafriani
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 21, No 81 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v21i81.3428

Abstract

Penggunaan pupuk organik makin meningkat seiring dengan berkembangnya pertanian organik. Pangan organik makin diminati sejalan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan makanan sehat dan bergizi serta pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Limbah peternakan merupakan bahan andalan dalam pemenuhan kebutuhan pupuk organik, namun karena pengelolaannya yang kurang memadainya akibat dari kurangnya pengetahuan , ketrampailan dan keahlian para petani dan peternak, maka sebagian besar limbah peternakan justru masih menjadi penyebab utama pencemaran lingkungan. Hal ini juga menjadi masalah prioritas yang dihadapi kelompok petani dan peternak Sapi “Paluh Getah Dua” dan “Paluh 80” Desa Tanjung Rejo dalam pemgembangan usaha pertanian dan peternakannya. Berdasarkan hal tersebut maka pelaksanaan kegiatan program IbM dilakukan dengan metode sosialisasi, penyuluhan dan pelatihan pembuatan pupuk organik cair biourine dan biokulture. Hasil yang telah dicapai dalam kegiatan IbM ini, yaitu: 1) Anggota (kader) dari kelompok mitra telah memiliki pengetahuan dan ketrampilan teknik pembuatan pupuk organik cair dari limbah ternak sapi baik secara biokulture dan biourine. 2)Anggota kader dari kedua mitra telah memilki pengetahuan dan ketrampilan dalam proses pembuatan pupuk organik cair dari sumber limbah peternakan yang lain. 3) Produk pupuk organik cair biokulture dan biourine dengan mutu yang baik.

Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 32 No. 1 (2026): Januari-Maret Vol. 31 No. 4 (2025): Oktober-Desember Vol. 31 No. 3 (2025): JULI-SEPTEMBER Vol. 31 No. 2 (2025): APRIL-JUNI Vol. 31 No. 1 (2025): JANUARI-MARET Vol. 30 No. 4 (2024): OKTOBER-DESEMBER Vol. 30 No. 3 (2024): JULI-SEPTEMBER Vol 30, No 2 (2024): APRIL-JUNI Vol. 30 No. 2 (2024): APRIL-JUNI Vol 30, No 1 (2024): JANUARI-MARET Vol. 30 No. 1 (2024): JANUARI-MARET Vol. 29 No. 4 (2023): OKTOBER-DESEMBER Vol 29, No 4 (2023): OKTOBER-DESEMBER Vol 29, No 3 (2023): JULI-SEPTEMBER Vol 29, No 2 (2023): APRIL-JUNI Vol 29, No 1 (2023): JANUARI-MARET Vol 28, No 4 (2022): OKTOBER-DESEMBER Vol 28, No 3 (2022): JULI-SEPTEMBER Vol 28, No 2 (2022): APRIL-JUNI Vol 28, No 1 (2022): JANUARI-MARET Vol 27, No 4 (2021): OKTOBER-DESEMBER Vol 27, No 3 (2021): JULI-SEPTEMBER Vol 27, No 2 (2021): APRIL-JUNI Vol 27, No 1 (2021): JANUARI-MARET Vol 26, No 4 (2020): OKTOBER-DESEMBER Vol 26, No 3 (2020): JULI - SEPTEMBER Vol 26, No 2 (2020): APRIL - JUNI Vol 26, No 1 (2020): JANUARI - MARET Vol 25, No 4 (2019): OKTOBER - DESEMBER Vol. 25 No. 4 (2019): OKTOBER - DESEMBER Vol 25, No 3 (2019): JULI - SEPTEMBER Vol 25, No 2 (2019): APRIL - JUNI Vol 25, No 1 (2019): JANUARI - MARET Vol 24, No 4 (2018): OKTOBER - DESEMBER Vol 24, No 3 (2018): JULI - SEPTEMBER Vol 24, No 2 (2018): APRIL - JUNI Vol 24, No 1 (2018): JANUARI - MARET Vol 23, No 4 (2017): OKTOBER - DESEMBER Vol 23, No 3 (2017): JULI - SEPTEMBER Vol 23, No 2 (2017): APRIL - JUNI Vol 23, No 1 (2017): JANUARI - MARET Vol 22, No 4 (2016): Edisi Khusus SNEHPKM 2016 Vol 22, No 3 (2016) Vol 22, No 2 (2016) Vol 22, No 1 (2016) Vol 21, No 82 (2015) Vol 21, No 81 (2015) Vol 21, No 80 (2015) Vol 21, No 79 (2015) Vol 20, No 78 (2014) Vol 20, No 77 (2014) Vol 20, No 76 (2014) Vol. 20 No. 76 (2014) Vol 20, No 75 (2014) Vol 19, No 74 (2013) Vol 19, No 73 (2013) Vol 19, No 72 (2013) Vol 19, No 71 (2013) More Issue