cover
Contact Name
Husna Parluhutan Tambunan
Contact Email
jpkm.lpm@unimed.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jpkm.lpm@unimed.ac.id
Editorial Address
LPPM Universitas Negeri Medan Jalan Willem Iskandar, Pasar V Medan Estate, Kec.Medan Tembung, Sumatera Utara 20221 Telephone: (061) 6618754 FAX: (061) 6614002 / 6613319
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
ISSN : 08522715     EISSN : 25027220     DOI : 10.24114
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Medan (LPPM UNIMED) adalah peer-reviewed journal yang memuat artikel-artikel ilmiah dari berbagai disiplin ilmu yang diadopsi dalam berbagai aktivitas pengabdian kepada masyarakat dan penelitian terapan lainnya. Artikel-artikel yang dipublikasikan di JPKM LPPM UNIMED meliputi hasil-hasil penelitian ilmiah asli, artikel ulasan ilmiah yang bersifat baru, atau komentar atau kritik terhadap tulisan yang ada dimuat di JPKM LPPM UNIMED maupun dalam terbitan berkala ilmiah lainnya. JPKM menerima manuskrip atau naskah artikel dalam bidang riset terapan dan hilirisasi hasil penelitian ilmiah kuantitatif maupun kualitatif berbasis komunitas kedalam format pengabdian masyarakat yang mencakup bidang keilmuan yang relevan mencakup: Sosial Kependidikan Sains Keolahragaan Bahasa Bisnis dan Ekonomi Teknik dan Kejuruan Kesenian
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 883 Documents
PENGEMBANGAN BUKU AJAR GEOMETRI DAN LEMBAR AKTIVITAS SISWA KELAS V SDS INTI NUSANTARA KOTA TEBING TINGGI MAILIANI, ELVI
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 20, No 76 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v20i76.3426

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buku ajar geometri dan lembar aktivitas siswa materi bangun datar kelas V. Penelitian ini dilakukan disebabkan banyaknya buku ajar dan lembar aktivitas siswa yang dipakai tidak sesuai dengan tuntutan yang terdapat dalam KTSP, kelemahan buku ajar dan LAS yang dipakai selama ini diantaranya dari aspek: isi, bahasa, desain grafis, metodologi penulisan, dan strategi indexing. Dampak negatif yang terlihat dari kelemahan pemakaian buku ajar dan lembar aktivitas siswa ini adalah kurangya minat dan motivasi siswa untuk belajar matematika, sehingga hal ini berpengaruh pada rendahnya hasil belajar matematika terutama materi bangun datar. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SDS Inti Nusantara pada Semester Genap Tahun Ajaran 2010/2011 yang berjumlah 34 orang. Siswa laki-laki berjumlah 21 orang dan siswa perempuan berjumlah 13 orang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Jenis penelitian adalah penelitian pengembangan ( Research and Development/R&D), model Van den Akker (1999) yaitu meliputi 3 aspek utama : substantif, prosedur dan teoretis - empiris.. Langkah-langkah yang dilaksanakan adalah (1) Analisis Awal, (2) Evaluasi ahli dan guru, (3) Ujicoba Skala kecil, (4) Data Empiris, (5)Refleksi dan Revisi, (6) Model penelusuran. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah yaitu (1) Analisis data validitas buku ajar dan lembar aktivitas siswa, (2) Analisis data keterpakaian buku ajar dan lembar aktivitas siswa, dan (3) Analisis data hasil belajar siswa Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemahaman siswa terhadap materi bangun datar khususnya trapesium dan layang-layang mengalami peningkatan. Hal ini dapat dilihat dari hasil persentase siswa yang mencapai standar nilai pada  kriteria ketuntasan minimal (KKM) bidang studi matematika di SDS Inti Nusantara sebesar ≥ 65% sebanyak 20 siswa atau 58,82%. Kata Kunci : buku ajar, lembar aktifitas siswa ( LAS ).
PENGEMBANGAN SOFT SKILL DAN KOGNITIF MELALUI PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISTIK Fahri Haswani; Yeni Erlita
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 19, No 74 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v19i74.4761

Abstract

Soft Skill dan Hard Skill merupakan dua jenis keahlian yang harus ditingkatkan kematangannya dalamdiri mahasiswa. Kematangan kedua jenis skill ini akan maksimal dilakukan jika mahasiswa diberikanproses pembelajaran yang bersifat aktif sehingga mahasiswa mampu membangun sendiripengetahuannya. Dengan pendekatan konstruktivistik dosen berperan sebagai fasilitator agarmahasiswa mampu merekonstruksi kognitif atau pengetahuannya sesuai dengan situasi yang nyatadengan mengikutsertakan soft skill sebagai bagian dari proses pembelajaran . Beberapa strategipembelajaran konstruktivistik yang bisa diterapkan adalah problemsolving, seminar, group discussion,report and review activity, mini research.
PENGEMBANGAN VARIAN RASA PRODUK KRIPIK PISANG INDUSTRI RUMAH TANGGA DI KECAMATAN PERCUT SEI TUAN Yulita Triadiarti; Akmal Huda Nasution; Ade Chairunnisa Gultom
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 23, No 4 (2017): OKTOBER - DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v23i4.8600

Abstract

AbstrakKegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah pemberdayaan masyarakat untuk mengembangkan kegiatan sosial ekonomi, khususnya para ibu-ibu rumah tangga untuk meningkatkan perannya dalam keluarga maupun masyarakat, merangsang kelompok untuk dapat mandiri dalam membangun ekonomi keluarga dengan melakukan usaha-usaha produktif, dan memberikan tambahan pengetahuan dan pengalaman berorganisasi maupun mengatur pengelolaan keuangan. Kelompok Usaha Kripik Pisang ini belum pernah mendapatkan pembinaan dari pemerintah. Masalah utama yang mereka hadapi adalah kurangnya modal, minat, serta keterampilan dalam berinovasi. Kurangnya alat seperti mesin press (oven) kripik pisang menjadi kendala untuk belajar. Masih terbatasnya pengetahuan mengenai peluang usaha dan kemampuan mengetahui trend pasar, serta kurangnya pengetahuan mengenai pengelolaan keuangan dan kelayakan usaha yang akan di jalankan. Masalah tersebut mengurangi minat dan motivasi masyarakat untuk belajar dan berusaha. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan anggota kelompok dapat mengembangkan potensinya sehingga dapat meningkatkan taraf hidup keluarga dengan memberikan pelatihan dan pendampingan kewirausahaan untuk memberdayakan anggota kelompok melalui usaha ekonomi produktif. Pendekatan yang di lakukan pertama kali adalah memberikan pemahaman dan pengertian bahwa membangkitkan industri rumah tangga dimaksudkan untuk menjadikan masyarakat yang mandiri dalam mengembangkan perekonomian. Berusaha menumbuhkan semangat berwirausaha dalam meningkatkan pendapatan rumah tangga melalui usaha ekonomi produktif. Karena pengentasan kemiskinan di Indonesia di lakukan dengan pemberdayaan masyarakat untuk memperbaiki dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pendekatan kedua, adalah dengan memberikan materi mengenai pengelolaan keuangan dan kelayakan usaha yang di jalankan. Tahap selanjutnya adalah dengan memberikan alat mesin press (oven) guna menunjang kelancaran usaha yang selalu menjadi kendala dalam menyelesaikan pesanan.Kata Kunci: Pemberdayaan, Pendampingan dan pelatihan kewirausahaan, kelompok usaha industri rumah tangga.Abstract Community service is community empowerment to develop socio-economic activities, especially housewives to improve their role in family and society, stimulate groups to be self-reliant in building family economy by conducting productive efforts, and provide additional knowledge and experience organize and manage financial management. This business group of Banana Chips has never received coaching from the government. The main problem they face is the lack of capital, interest, and skills in innovating. Lack of tools such as a press machine (oven) banana chips became an obstacle to learning. Limited knowledge about business opportunities and ability to know market trends, and lack of knowledge about financial management and business feasibility to be run. The problem reduces people's interest and motivation to learn and work. Through community service activities it is expected that group members can develop their potential so as to improve the living standard of the family by providing training and entrepreneurship assistance to empower group members through productive economic endeavors. The first approach is to provide understanding and understanding that generating home industries is intended to make people self-sufficient in developing the economy. Seeks to foster entrepreneurship spirit in increasing household income through productive economic effort. Because poverty alleviation in Indonesia is done by empowering the community to improve and improve people's welfare. The second approach, is to provide material on financial management and business feasibility in the run. The next stage is to provide a tool press machine (oven) to support the smooth business that is always a constraint in completing the order.Keywords: empowerment, mentoring and entrepreneurship training, business group of home industry.
MANFAAT KEGIATAN SUKARELA TAMAN CERDAS GANESHA DI KABUPATEN BULELENG BAGI MAHASISWA PENGELOLA Ratih Ayu Apsari; Sariyasa Sariyasa; Gede Suweken; I Nyoman Sukajaya
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 26, No 3 (2020): JULI - SEPTEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v26i3.17285

Abstract

Taman Cerdas Ganesha (TCG) merupakan kegiatan mengajar sukarela yang dibentuk atas kerja sama perguruan tinggi dan komunitas sosial yang berlokasi di Kabupaten Buleleng-Bali, Indonesia. Kegiatan ini memberikan kelas gratis setiap hari Minggu bagi siswa-siswa Sekolah Dasar (SD) di beberapa desa binaan. Pengajar sukarela merupakan tim yang terdiri dari mahasiswa dengan dimentori oleh dosen. Selain dimaksudkan untuk membantu pemerataan akses pendidikan, kegiatan ini juga bertujuan untuk memupuk sikap mental sebagai pengajar sukarela di kalangan mahasiswa. Setiap semesternya ada sekitar 100 hingga 120 mahasiswa yang terlibat sebagai sukarelawan. Metode yang dilakukan untuk pengabdian ini adalah dengan Participatory Rural Appraisal dimana subjek diajak terlibat langsung untuk memahami keseluruhan pengabdian, mulai dari merancang, melaksanakan hingga mengevaluasi. Untuk mengevaluasi kegiatan, 75 mahasiswa yang pernah mengajar sukarela di TCG diminta mengisi kuesioner terkait dengan kegiatan yang dilakukan. Data yang masuk kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif untuk melihat bagaimana sikap mental kerelawanan mahasiswa yang terlibat dalam pelaksanaan TCG. Analisis data menunjukkan bahwa mahasiswa yang pernah terlibat sebagai sukarelawan merasakan kegiatan ini berguna dan sangat baik untuk dilanjutkan, tidak mengganggu waktu belajar maupun istirahat dan memotivasi semangat berprestasi.Kata kunci: Kegiatan Sukarela; Sukarelawan; Pengabdian; Taman Cerdas Ganesha.AbstractTaman Cerdas Ganesha (TCG) is a social voluntary teaching program initiated by the cooperation between university and community located in Buleleng-Bali, Indonesia. The program provides a free weekly classroom for elementary school students in several villages and suburbs. The volunteers were the prospective mathematics teachers and mentored by the lecturers. Besides to evenly distribute the educational access, TCG was aimed to promote voluntary attitude of the university students. In every semester, there are 100 to 120 students who participate as voluntary teachers. The method employed in the TCG program was Participatory Rural Appraisal where the subjects were involved to understanding the whole community service started from designing, implementing and evaluating the lesson program. To assess the benefits of the voluntary program to the volunteers, we asked 75 participants to fulfil the questionnaire. The data were analyzed quantitatively using descriptive method to observe how the participants’ voluntary attitudes were developed during the event. The result showed that the university students who participate as volunteers felt the program useful to help the young students in rural area. They also did not think the voluntary program as a burden for them. Hence, it is recommended to continue the program to wider targeted subjects.Keywords: Voluntary Attitudes; Volunteer; Community Service; Taman Cerdas Ganesha.
Pemanfaatan Software Moodle untuk Membangun Sistem Pembelajaran On-Line Bagi Guru MTs Dan MA Muhammadiyah Kota Medan Susiana Susiana; Said Iskandar Al Idrus; Chairunisah Chairunisah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 21, No 82 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v21i82.3464

Abstract

The effective learning requires a good learning system and learning resources which can be obtained easily, not place or time limited. Actually, the Advances of technology today can support the creation of learning resources, but the use of technology  by schools in Medan is still not maximal, including MTs Muhammadiyah 15 dan MA Muhammadiyah 1 Medan. One of the reasons is the teachers did not have skill to manage an e-learning which it has to involve teachers and students at once. Moodle is a learning management system which is most popular today.This dedication activity aims to provide knowledge and skill for the teachers to use moodle as one of the ways to implement learning process. There are two phases of this event:1) workshop; introduction of e-learning and moodle, 2) accompaniment; Participants had guided and assisted in designing a learning device that is packed  in e –learning form. In general, the event had implemented successfully. Outcomes of this activity are : a)learning device such as syllabus , teaching materials  and exam questions, b)learningdevices are packed on-line at www.mam1medan.sch.id and www.mts15muhammadiyah.sch.id, c ) recording a video on how to use e -learning from the web that has been made.
Taksonomi Solo dalam Analisis Kesalahan Menyelesaikan Soal Geometri Bagi Mahasiswa PGSD Daitin Tarigan
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 20, No 75 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v20i75.4807

Abstract

Geometri merupakan pokok bahasan pada Mata kuliah Pendidikan Matematika Dasar Program S-1 PGSD. Berdasarkan data akademik perolehan nilai mahasiswa dalam memahami pokok bahsangeometri khususnya pada bagian geometri transformasi masih rendah, hal ini kemungkinan tipe-tipe kesalahan jawaban mahasiswa belum disikapi dengan baik dan berkesinambungan. Sebagai respon dari kesalahan jawaban mahasiswa diperlukan kontribusi untuk mencapai hasil yang memuaskan, diantaranya dengan taksonomi SOLO (The Structured of the Observed Learning Outcome) atau struktur hasil belajar yang dapat diamati.
SAMPAH ANORGANIK MENJADI KERAJINAN TAS PADA KELOMPOK PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) DI KECAMATAN DELI TUA Adek Cerah Kurnia Azis
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 24, No 2 (2018): APRIL - JUNI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v24i2.10470

Abstract

AbstrakPermasalahan mendasar dari kedua Program Keluarga Harapan (PKH) yang menjadi mitra pada Program Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah relatif rendahnya pengetahuan serta pengalaman untuk berwirausaha terutama mengutamakan potensi di bidang kerajinan. Mengingat di lokasi setempat banyak sampah-sampah anorganik yang belum dioptimalkan kegunaannya. Sampah ini justru dibakar dan dibiarkan begitu saja, padahal “pembakaran plastik tidak sempurna dan akan menghasilkan gas yang akan terurai diudara menjadi dioksin yaitu bahan beracun”. Sementara banyak produk-produk yang bisa dihasilkan dari sampah tersebut seperti kerajinan, yaitu berupa aneka macam ragam tas. Oleh karena itu tim pelaksana melakukan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat melalui pelatihan dan pendampingan kepada para anggota yang terlibat atau yang bergabung di kedua PKH. Dimana kegiatan ini untuk memanfaakan sampah anorganik (kantong plastik, botol minuman, makanan, dan produk kecantikan, plastik sachet makanan, minuman, dan produk kecantikan) menjadi karya kerajinan tas yang bernilai guna dan jual.Kata kunci: PKH, sampah anorganik, kerajinan tasAbstractThe fundamental problem of the two Hope Family Programs (PKH) that become partners in this Community Service Program is the relatively low level of knowledge and experience for entrepreneurship, especially prioritizing the potential in the craft field. Considering that in the local location there are many inorganic wastes that have not been optimized for use. This waste is actually burned and left unchecked, even though "plastic combustion is not perfect and will produce gas that will break down into the air into dioxins which are toxic substances". While many products that can be produced from such waste are like crafts, which are various kinds of bags. Therefore the implementing team carried out Community Service activities through training and mentoring to the members involved or who joined the second PKH. Where this activity is used for inorganic waste (plastic bags, bottled drinks, food, and beauty products, plastic sachets of food, drinks, and beauty products) is a worthwhile and selling bag craft.Keywords: PKH, inorganic waste, bag crafts
IbM Kelompok Usaha Tahu Di Kecamatan Lubuk Pakam Rasita Purba; Elisa Julianti; Kustoro Budiarta; Gamal Kartono
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 20, No 78 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v20i78.4681

Abstract

Utility of fermented soybean waste has a prospect to become afood product interested by the communityand it is the best alternative that can be offered to the businessmen of  fermented soybean.  Previously, thewaste is disposed into a river resulting a problem. The waste contains nutrients (protein, carbohydrate,andothers) in which if disposed into a river, they can results in pollution, but if it is managed, it can produceprofitability to the partners of fermented soybean. The goal : design of nata slicer, rate of nata media,production of starter, production of nata de soya, business management and product packaging. Themethod : education, training of production, training of business  management, design and advocacy. Thesolution of problem is to provide the material (knowledge) of utility of fermented soybeanwaste, nutritionalcontent, soft skill, manufacture of starter, nata desoya, design of nata slicer in capacity of 6 kgs/30minutes, and  application  of  nata  slicer.  The resut : slicer of nat de soya, starter product, nata  de soyaproduct, packaging and the result of organoleptic test for taste, colorand texture  shown a positiveresponse of the partner and participants of IbM.  The nata de soya product has received certificate of homeindustry production  (SPP-IR T). The analysis  of efficiency and economy : previously, the waste is disposedinto a river without benefit (0).  After IbM program, in the beginning production, the Partner can produce 6trays of nata de soya (120cups ) with the total capital of Rp. 161.230. The average selling price of natadesoya is of 120 x Rp. 2500 = Rp 300.000. The profitability is of Rp. 138.170.   Conclusion : nata de soyaproduct has prospect with a higher cellulose content and it is a newer business for the partner of fermentedsoybean business of the local community that can increase in income and it is an alternative of controllingthe environmental pollution.
PELATIHAN PRAKTIKUM SEDERHANA BAGI GURU-GURU IPA SMP DI KECAMATAN MOLLO UTARA KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN Getrudis Wilhelmina Nau; Hildegardis Missa
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 24, No 4 (2018): OKTOBER - DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v24i4.12781

Abstract

AbstrakPembelajaran kini harus mampu mendorong siswa untuk dapat bertindak sebagai saintis terutama pembelajaran sains. Hal ini berarti pembelajaran harus berbasis pada praktikum. Namun, Guru-guru IPA di beberapa SMP se-Kecamatan Mollo Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan memiliki permasalahan yaitu guru belum memahami hakekat pembelajaran sains, pentingnya praktikum dalam pembelajaran IPA, kurangnya kreativitas guru dalam merancang praktikum IPA sederhana dan tidak adanya modul praktikum. Solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan-permasalahan tersebut adalah dengan melakukan pelatihan praktikum sederhana bagi guru-guru IPA SMP se-Kecamatan Mollo Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Metode yang dilakukan adalah pemaparan materi tentang hakekat sains, pentingnya praktikum dalam pembelajaran, cara merancang praktikum sederhana serta cara membuat modul praktikum; penayangan video berbagai praktikum sains dengan alat dan bahan sederhana yang mudah ditemui di lingkungan sekitar; dan demostrasi beberapa praktikum sederhana.Kata kunci: pembelajaran sains; saintis; praktikum sederhanaAbstractThe current learning must be able to encourage student to become scientists especially science learning. This means that learning must be based on practicum. However, science teacher in several junior high school in Mollo Utara sub-district, South Central Timor have any problem; the teacher does not understand the nature of science learning, the importance of practicum in science learning, creativity of teacher to design simple practicum, and absence of module lab. The solution to overcome these problems is to conduct simple practical training for science teachers in junior high school in Mollo Utara sub-district, South Central Timor. The method done is presentation about the nature of science, the importance of practicum in science learning, how to design of simple practical, and how to make lab module; video publisher various simple labs; and demostration of several simple practicum.Keywords: science learnin; scientist; simple practicum
PETERNAKAN BABI BERBASIS ZERO WASTE Redempta Wea; Andy Yumima Ninu; Bernadete Barek Koten
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 23, No 3 (2017): JULI - SEPTEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v23i3.7450

Abstract

                                                     Abstrak Pemeliharaan ternak babi pada kelompok Watu Kusa dan Het Fen tidak memperhatikan limbah sehingga menyebabkan polusi. Oleh karena itu dimanfaatkan dengan teknologi biogas. Tujuan kegiatan adalah menangani limbah ternak babi guna mengatasi pencemaran lingkungan sekaligus meningkatan kesadaran dan ketrampilan masyarakat dan penyelesaian masalah ekonomi dari segi pemanfaatan limbah sebagai biogas. Metode kegiatan yakni penyuluhan, demplot, dan pendampingan. Hasil kegiatan adalah melakukan instalasi biogas, penyuluhan manajemen pemelihaaan ternak dan pemanfaatn feces sebagai pupuk, demplot pengisian digester dan pembukaan lahan untuk penanaman sayuran dan rumput, dan pendampingan pemanfaatan sludge.  Kesimpulannya kegiatan menghasilkan keuntungan berupa pemanfaatan feces menjadi biogas, mengurangi dampak polusi, meningkatkan pemanfaatan lahan, dan menghasilkan keuntungan serta diharapkan akan mendorong peran pemerintah dalam optimalisasi teknologi zero waste pada peternak babi dan hewani lainnya di NTT. Kata kunci: Babi, Biogas, Demplot, Feces                                                         Abstract The maintenance of pigs in the Watu Kusa and Het Fen groups does not pay attention to the waste causing pollution. Therefore it is utilized with biogas technology. The objective of the activity is to handle pig livestock waste in order to overcome environmental pollution as well as to increase community awareness and skills and solve economic problems in terms of waste utilization as biogas. Method of activity that is counseling, demplot, and mentoring. The result of the activity is to install biogas, counseling the management of livestock maintenance and stool utilization as fertilizer, demplot filling digester and clearing land for vegetable and grass planting, and sludge utilization assistance. In conclusion, the activities resulted in the advantages of using feces into biogas, reducing the impact of pollution, increasing land use, and generating profits and expected to encourage the government's role in optimizing zero waste technology in other pig and animal breeders in NTT. Keywords:  Pig, Biogas, demonstration Plots, Waste

Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 32 No. 1 (2026): Januari-Maret Vol. 31 No. 4 (2025): Oktober-Desember Vol. 31 No. 3 (2025): JULI-SEPTEMBER Vol. 31 No. 2 (2025): APRIL-JUNI Vol. 31 No. 1 (2025): JANUARI-MARET Vol. 30 No. 4 (2024): OKTOBER-DESEMBER Vol. 30 No. 3 (2024): JULI-SEPTEMBER Vol 30, No 2 (2024): APRIL-JUNI Vol. 30 No. 2 (2024): APRIL-JUNI Vol. 30 No. 1 (2024): JANUARI-MARET Vol 30, No 1 (2024): JANUARI-MARET Vol 29, No 4 (2023): OKTOBER-DESEMBER Vol. 29 No. 4 (2023): OKTOBER-DESEMBER Vol 29, No 3 (2023): JULI-SEPTEMBER Vol 29, No 2 (2023): APRIL-JUNI Vol 29, No 1 (2023): JANUARI-MARET Vol 28, No 4 (2022): OKTOBER-DESEMBER Vol 28, No 3 (2022): JULI-SEPTEMBER Vol 28, No 2 (2022): APRIL-JUNI Vol 28, No 1 (2022): JANUARI-MARET Vol 27, No 4 (2021): OKTOBER-DESEMBER Vol 27, No 3 (2021): JULI-SEPTEMBER Vol 27, No 2 (2021): APRIL-JUNI Vol 27, No 1 (2021): JANUARI-MARET Vol 26, No 4 (2020): OKTOBER-DESEMBER Vol 26, No 3 (2020): JULI - SEPTEMBER Vol 26, No 2 (2020): APRIL - JUNI Vol 26, No 1 (2020): JANUARI - MARET Vol 25, No 4 (2019): OKTOBER - DESEMBER Vol. 25 No. 4 (2019): OKTOBER - DESEMBER Vol 25, No 3 (2019): JULI - SEPTEMBER Vol 25, No 2 (2019): APRIL - JUNI Vol 25, No 1 (2019): JANUARI - MARET Vol 24, No 4 (2018): OKTOBER - DESEMBER Vol 24, No 3 (2018): JULI - SEPTEMBER Vol 24, No 2 (2018): APRIL - JUNI Vol 24, No 1 (2018): JANUARI - MARET Vol 23, No 4 (2017): OKTOBER - DESEMBER Vol 23, No 3 (2017): JULI - SEPTEMBER Vol 23, No 2 (2017): APRIL - JUNI Vol 23, No 1 (2017): JANUARI - MARET Vol 22, No 4 (2016): Edisi Khusus SNEHPKM 2016 Vol 22, No 3 (2016) Vol 22, No 2 (2016) Vol 22, No 1 (2016) Vol 21, No 82 (2015) Vol 21, No 81 (2015) Vol 21, No 80 (2015) Vol 21, No 79 (2015) Vol 20, No 78 (2014) Vol 20, No 77 (2014) Vol. 20 No. 76 (2014) Vol 20, No 76 (2014) Vol 20, No 75 (2014) Vol 19, No 74 (2013) Vol 19, No 73 (2013) Vol 19, No 72 (2013) Vol 19, No 71 (2013) More Issue