cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE
ISSN : 24424706     EISSN : 2615109X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE publishes original research or theoretical papers, notes, and minireviews on new knowledge and research or research applications on current issues in basic sciences (biology, phsycology, pharmacy, midwifery, public health and physics). The journal is published by the Directorate of Research and Community Service, Universitas Ubudiyah Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 1,226 Documents
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PENDIDIKAN IBU DENGAN STATUS GIZI IBU HAMIL DI PUSKESMAS INDRA PURI ACEH BESAR Siti Prawitasari Br. Hasibuan; Syarbani Mawarni
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 3, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v3i2.1023

Abstract

AbstrakTelah  diketahui  bahwa  berbagai  permasalahan  gizi  lebih banyak terjadi pada kelompok masyarakat pedesaan yang mengkonsumsi bahan pangan yang kurang baik jumlah dan mutunya, sebagian besar dari masalah tersebut   disebabkan   oleh   faktor   pengetahuan,   pendidikan   dan   ekonomi masyarakat. Upaya untuk menciptakan kondisi gizi di masyarakat yang sehat di mulai dari tingkat keluarga perlu memahami konsep pengetahuan ilmu tentang gizi untuk memenuhi kebutuhan gizi selama kehamilan (Depkes RI,2005). Berdasarkan survei Pemantauan Status Gizi (PSG) tahun 2010 diketahui bahwa terdapat 17,5% ibu hamil di Provinsi Aceh yang menderita Kurang Energi Kalori terdiri dari 2,6% ibu hamil dengan status gizi buruk dan 14,9% ibu hamil dengan gizi kurang (Dinas Kesehatan Provinsi Aceh, 2012). Untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan Dan Pendidikan Ibu dengan Status Gizi Ibu Hamil Di Puskesmas Labuhan Haji Kabupaten Aceh Selatan. Survey yang bersifat analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang datang berkunjung ke puskesmas Labuhan Haji Kabupaten Aceh Selatan yang berjumlah 109 orang. Dengan jumlah sampel 53 responden. Dilaksanakan di puskesmas Labuhan  Haji  Kabupaten  Aceh  Selatan  pada tanggal  23  –  25  Juni  2014.cara pengumpulan data dengan mengukur LILA, HB dan membagikan kuesioner. Ada hubungan pengetahuan dengan status gizi ibu hamil di pukesmas Labuhan Haji Kabupaten Aceh Selatan, ditandai dengan nilai p-value (0,044) < a-value (0,05). Ada hubungan pendidikan dengan status gizi ibu hamil di puskesmas Labuhan Haji kabupaten Aceh Selatan, ditandai dengan nilai p- value (0,023) < a-value (0,05). Ada hubungan pengetahuan dan pendidikan dengan status gizi ibu hamil  di  pukesmas  Labuhan  Haji  Kabupaten Aceh  Selatan  dengan  p  < 0,05. Diharapkan sebagai masukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan antenatal care dan dapat meningkatkkan kesehatan ibu dan bayi. Kata Kunci    : Status Gizi, Pengetahuan Dan Pendidikan
PENGARUH BEBAN KERJA TERHADAP KINERJA PERAWAT DENGAN MODEL SWAT (SUBJECTIVE WORKLOAD ASSESSMENT TECHNIQUE) DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM DELIMA MEDAN TAHUN 2019. Muttaqin Al Ridha; Arifah Devi Fitriani; Megawati .
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 6, No 2 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v6i2.1093

Abstract

 Abstark - Peneliti memiliki harapan yang besar bahwa dengan Model Seperti SWAT (Subjective Workload Assessment Technique) di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Delima Medan (2019). Penelitian ini di harapkan dapat memberikan masukan tentang pengaruh faktor keseimbangan beban kerja yang dipersepsi subjektif oleh perawat rawat inap, memberikan perbaikan pada hasil Kinerja yang terpengaruhi secara optimal.Penelitian ini adalah penelitian survey bersifat analitik eksploratory dengan menggunakan rancangan cross sectional yang berciri khas yaitu menemukan data primer yang sedang dialami responden pada waktu wawancara dilaksanakan. Penelitian ini dilakukan di RSU Delima Jl KL Yos Soedarso KM 13,6 Simpang Martubung Medan.Populasi dalam penelitian ini adalah 64 orang.  Responden yang terpilih atau tersisihkan melalui proses adalah yang sudah berpengalaman lebih dari 3 bulan masa percobaan perawat. Sampel dalam penelitian ini adalah 64 orang perawat rawat inap.Hasil Penelitian menunjukkan ada hubungan antara 4 subvariabel biodata dengan kinerja, berkorelasi signifikan (α <0,05), memiliki korelasi rendah s/d tinggi (p => 0,115 s/d 0,817), kecuali oleh subvariabel kelompok umur. Nilai kinerja diukur secara dikotomi dari nilai 1 – 16 pencapaian kriteria CARE.  Penilaian akhir menunjukkan hasil perumusan regresi logistik dari kriteria kinerja responden :  Y = - 11.309 + 1.125 Rasio Beban Mental. Dengan sederhana ditunjukkan bahwa RBM (Beban Mental) adalah variabel yang berkaitan signifikan dengan kinerja / karakteristik CARE pada keperawatan. Kesimpulan dalampenelitian ini menunjukkan adanya peningkatan pencapaian kinerja dengan indikator kenaikan BOR ke 75% di unit rawat inap.  Hal tersebut terkait dengan kualitas CARE pada petugas yang dievaluasi dengan karakteristik CARE. Hal tersebut telah diungkapkan dengan regresi logistik. Saran. Lanjutkan pengembangan mutu petugas keperawatan dengan : a). memelihara kenyamanan mentalitas;  b) terus melengkapi fasilitas serta c) melaksanakan pelatihan kerja yang cukup dan konsisten  
HUBUNGAN ASUPAN ENERGI, STATUS GIZI DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN DAYA TAHAN (ENDURANCE) PADA ATLET SEPAK BOLA PSSI KABUPATEN ACEH PIDIE Mira Abdullah; Heni Diansyah Putri
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 3, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v3i1.1014

Abstract

AbstrakDaya tahan (endurance) adalah keadaan atau kondisi tubuh yang mampu untuk bekerja lama tanpa mengalami kelelahan yang berlebihan setelah menyelesaikan suatu kegiatan. Status gizi dan daya tahan  atlet sepak bola di Banda Aceh berjumlah 18 orang, menunjukkan bahwa daya tahan   pada atlet sebesar 71,3% berada pada kategori kurang. Untuk mengetahui hubungan asupan asupan energi, status gizi dan aktivitas fisik dengan daya tahan (endurance) pada atlet sepak bola PSSI kabupaten Aceh Pidie. Penelitian ini menggunakan desain dengan cross sectional dengan populasi yaitu seluruh pemain sepak bola di Klub Binaan PSSI Cabang Aceh Pidie, berjumlah 30 orang, usia 16-19 tahun. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 22-31 Maret 2017. Pada masa atlet sedang tidak ada pertandingan. Cara pengumpulan data dengan metode kuesioner. Selanjutnya dilakukan uji chi-square dengan tingkat kepercayaan 95% dan batas kemaknaan (α=0,05). Ha diterima bila p-value < 0,05.: Dari hasil penelitian  menunjukkan bahwa  atlet  dengan  asupan  energi  kurang  dan  memiliki  daya  tahan (endurance) cukup berjumlah 13 orang (87,6%). Atlet dengan status gizi kurus dan memiliki daya tahan (endurance) kurang berjumlah 8 orang (57,1%). Atlet dengan aktivitas fisik ringan dan memiliki daya tahan (endurance) kurang berjumlah 9 orang (60%). Terdapat hubungan asupan energi dengan daya tahan (endurance) pada atlet sepat bola dengan nilai (p = 0,023), tidak terdapat hubungan antara status gizi dengan daya tahan (endurance) pada atlet sepak bola  dengan nilai (p = 0,072), ada hubungan antara aktivitas fisik dengan daya tahan (endurance) pada atlet sepak bola dengan nilai (p = 0,023). Diharapkan atlet dapat meningkatkan asupan energi, status gizi dan aktivitas fisik serta memotivasi diri agar dapat meningkatkan daya tahan (endurance) menjadi lebih baik. Kata Kunci : Asupan Energi, Status Gizi, Aktivitas Fisik, Daya Tahan (endurance), Atlet Sepak Bola
PEMERIKSAAN PAPSMEAR PADA WANITA USIA SUBUR (WUS) DI KECAMATAN SUSOH KABUPATEN ACEH SELATAN Fauziah Andika; Faradilla Safitri; Ayuni Safira
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 6, No 2 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v6i2.1081

Abstract

ABSTRAK Peningkatan terhadap kejadian kanker leher Rahim memerlukan adanya tindakan pencegahan, diantaranya vaksinasi (pencegahan primer) dan skrining atau deteksi dini dengan pap smear (pencegahan sekunder). Puskesmas di kecamatan Susoh menjadi kecamatan terendah ke 5 dari 13 Puskesmas di kecamatan lain yang ada di Aceh barat Daya untuk tingkat cakupan pemeriksaan Pap Smear/IVA Test terhadap Wanita Usia Subur. Hal ini menunjukkan masih sangat rendah tingkat kesadaran Wanita Usia Subur untuk melakukan pemeriksaan Pap Smear. Rendahnya tingkat kesadaran wanita terhadap Pap Smear bisa ddipengaruhi karena rendahnya tingkat pengetahuan terhadap Pap Smear. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui factor yang berhubungan dengan pengetahuan WUS tentang pemeriksaan Pap smear. Metode penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan crossectional. Populasi pada penelitian ini berjumlah 72 orang dengan jumlah sampel 31 orang. Pengumpulan data diambil pada tanggal 12 Juni dan 13 Juni 2020. Analisa data yang digunakan analisa univariat dan bivariate dengan uji staistik Chi-Square dengan CI 95%. Hasil penelitian didapatkan hasil hubungan pengetahuan WUS tentang pemeriksaan Pap smear  dengan umur (p=1.000) pendidikan p(=0.042) dan sikap (p=0.002). Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara pendidikan dan sikap dengan pengetahuan WUS tentang pemeriksaan Papsmear dan tidak ada hubungan antara umur dengan pengetahuan WUS tentang pemeriksaan Papsmear.  Kata Kunci: Umur, Pendidikan, sikap, pengetahuan WUS tentang pemeriksaan Pap smear
EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DENGAN METODE ATC/DDD DAN DU 90% DI PUSKESMAS PAYO SELINCAH KOTA JAMBI PERIODE 2017-2019 Rusliansyah Rusliansyah; Yuni Andriani; Medi Andriani
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 6, No 2 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v6i2.977

Abstract

AbstrakPenggunaan antibiotik yang meningkat dapat menimbulkan berbagai permasalahan dan ancaman global bagi kesehatan, penyalahgunaan medis terkait obat antibiotik dapat menyebabkan resistensi antiobiotik, mengakibatkan kurangnya obat-obatan yang efektif dan peningkatan biaya perawatan kesehatan dan sedikitnya penelitian dibeberapa Puskesmas di Indonesia maupun di Kota Jambi khususnya di Puskesmas Payo Selincah, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan obat antibiotik. ATC/DDD dan DU 90% adalah suatu metode kuantitatif yang digunakan dalam penelitian penggunaan obat untuk mengetahui dan meningkatkan kualitas penggunaan obat. Hasil yang didapatkan dari obat yang paling sering digunakan ialah amoxicillin, ciprofloxacin, cefadroxil dan kloramfenikol. Didapatkan dari tahun 2017-2019 penggunaan obat amoxicillin dan ciprofloksasin masuk dalam segmen DU 90% dari total penggunaan sehingga perlu dipantau karena berpotensi sebagai penyebab resistensi bakteri terhadap antibiotik. Kata kunci : Antibiotik, ATC/DDD, Segmen DU 90%.
HUBUNGAN ANTARA USIA PENYAPIHAN DAN PENGETAHUAN IBU TENTANG GIZI DENGAN STATUS GIZI PADA ANAK BALITA DI TK. BUNGOENG SEULEUPOEK KECAMATAN SYIAH KUALA KOTA BANDA ACEH ismiati ismiati; Cici Puspita Sari
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 2, No 2 (2016): Oktober 2016
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v2i2.1005

Abstract

AbstrakPada usia 0-6 bulan ASI masih menjadi andalan karena itu bayi di Indonesia masih bisa tumbuh secara optimal. Penyapihan dini merupakan salah satu pencetus masalah gizi kurang pada bayi, dan penyapihan terlalu lama tanpa diimbangi dengan pemberian makanan yang tepat dapat pula mengakibatkan masalah gizi kurang pada anak. Dari hasil Susenas tahun 2007 menunjukkan bahwa secara nasional terdapat 94,57% yang mendapat ASI. Persentase balita yang pernah mendapat ASI pada tahun 2007 cenderung mengalami penurunan jika di bandingkan dengan dua tahun sebelumnya. Penurunan persentase pada tahun 2006 relatif rendah yaitu 96,02% menjadi 95,24%.Untuk   mengetahui   hubungan   usia   penyapihan   dan pengetahuan   ibu   tentang   gizi   dengan   status   gizi   pada   anak   balita   di Tk.Bungoeng Seuleupoek Kec. Syiah Kuala Kota Banda Aceh tahun 2016. Penelitian  survey  analitik,  dengan  pendekatan  cross sectional dilakukan pada tanggal 9 s/d 11 Desember tahun 2016 di TK. Bungoeng Seuleupoek Kecamatan Syiah Kuala Kota Banda Aceh. Populasi penelitian ialah anak berusia 1-5 tahun yang berjumlah 100 orang. Pengambilan sampel melalui total   sampling.   Data   yang   dikumpulkan   adalah   usia   penyapihan   melalui wawancara terpimpin menggunakan kuesioner serta menilai status gizi dengan mengukur  Berat  Badan  menggunakan  indikator  Antropometri  dengan  Indeks BB/U.  Pengolahan  data  dilakukan  dengan  menggunakan  chi  square  dengan tingkat kemaknaan 95% (p<0,05). Menunjukkan  bahwa  anak  balita  yang  memiliki  status  gizi kurang berjumlah sebesar 13,0%. rata-rata usia penyapihannya berada pada kategori  tidak  sesuai  (<2  tahun  atau  >2  tahun)  sebesar  76,0%.  ibu  yang mempunyai pengetahuan kurang  sebesar 27,0%. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia penyapihan dengan status gizi (nilai p= 0,996 yaitu p>0,05),terdapat  hubungan  yang  signifikan  antara  pengetahuan  gizi  dengan status gizi (nilai p=0,001 yaitu p<0,05). Tidak  Ada  hubungan  yang  signifikan  antara  Usia penyapihan dan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan gizi dan status gizi . Diharapkan kepada Ibu Kepala TK dan tenaga kesehatan agar dapat meningkatkan upaya penyuluhan pemberian ASI sampai usia 2 tahun dan peningktan pengetahuan mengenai gizi. Kata Kunci : Usia Penyapihan, Pengetahuan, Status Gizi 
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN RUPTUR PERENIUM PADA PERSALINAN NORMAL DI BPM Hj.ROSDIANA, S.SiT KECAMATAN JEUNIB KABUPATEN BIREUEN Ferinawati .; Marjuani .
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 6, No 2 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v6i2.1121

Abstract

AbstrakLatar Belakang : World Health Organization (WHO) pada tahun 2015 memperkirakan di seluruh dunia setiap tahunnya lebih dari 585.000 ibu meninggal akibat komplikasi kehamilan dan persalinan. Di Asia ruptur perineum dalam masyarakat, 50% dari kejadian ruptur perineum di dunia. Tujuan : Untuk mengetahui Faktor Yang Berhubungan Dengan Terjadinya Ruptur  Perineum Pada Ibu Persalinan Normal di BPM Hj. Rosdiana, S.SiT Kecamatan Jeunieb Kabupaten Bireuen. Metode : Penelitian ini menggunakan survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan di BPM Hj. Rosdiana, S.SiT Kecamatan Jeunib Kabupaten Bireuen. Populasi dalam  penelitian  ini  seluruh ibu nifas berusia 0-44 hari yang melakukan persalinan normal di BPM Hj. Rosdiana, S.SiT sebanyak 36 orang dengan teknik pengambilan sampel total population yaitu seluruh populasi dijadikan sampel. Teknik pengumpulan data menggunakan data primer dan  sekunder dan diolah ke dalam analisis univariat dan bivariat. Hasil : Berdasarkan hasil penelitian dengan uji statistik chi square yang telah dilakukan pada bulan agustus 2020 menunjukkan ada hubungan antara berat badan bayi lahir dengan kejadian ruptur perineum (nilai p value 0,000), tidak ada hubungan antara paritas dengan kejadian ruptur perineum (nilai p value 0,377) dan tidak ada hubungan antara jarak kelahiran dengan kejadian ruptur perineum (nilai p value 0,289). Kesimpulan : Ada hubungan yang signifikan antara berat badan bayi lahir dengan kejadian ruptur  perineum, Tidak ada hubungan yang signifikan antara paritas dan jarak kelahirak dengan kejadian ruptur di BPM Hj. Rosdiana, S.SiT Kecamatan Jeunib Kabupaten Bireuen. Diharapkan kepada BPM Hj.Rosdiana, S.SiT agar dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, bidan juga diharapkan dapat bekerja sama dengan ibu dalam proses persalinan dan lebih memperhatikan faktor-faktor risiko yang dapat mempengaruhi kejadian ruptur perineuem sehingga kejadian ruptur perineum dapat dicegah. Kata kunci            : Berat Badan Bayi Lahir, Paritas, Jarak Kelahiran, Ruptur Perenium
ANALISIS FAKTOR ANEMIA PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BAITUSSALAM KABUPATEN ACEH BESAR Nuzulul Rahmi; Asmaul Husna
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 6, No 2 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v6i2.1241

Abstract

Anemia merupakan salah satu kelainan darah yang umum terjadi ketika kadar sel darah merah (eritrosit) dalam tubuh menjadi terlalu rendah. Hal ini menyebabkan masalah kesehatan karena sel darah merah mengandung hemoglobin, yang membawa oksigen ke jaringan tubuh (Proverawati, 2011). Menurut Badriah (2011), ibu hamil dengan anemia berat (< 7 g/dl) mempunyai risiko kematian pada persalinan 3,6 kali lebih besar dibandingkan dengan ibu hamil tanpa anemia. Kontribusi anemia terhadap kematian ibu dan bayi diperkirakan lebih tinggi lagi, antara 50-70%. Hasil Riskesdas tahun 2018 kejadian anemia pada ibu hamil meningkat dibandingkan Riskesdas tahun 2013 yaitu sebesar 48,9 %, dari 37,1 %.   Tujuan penelitian ini  untuk mengetahui faktor faktor yang mempengaruhi anemia pada ibu hamil di Puskesmas Baitussalam Kabupaten Aceh Besar. Jenis penelitian yaitu penelitian observasional dengan rancangan case control. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode  purposive sampling yaitu pengambilan sampel didasarkan pada suatu pertimbangan tertentu yang dibuat oleh peneliti sendiri, berdasarkan ciri atau sifat-sifat populasi yang sudah diketahui sebelumnya, pada kelompok kasus diambil sampel sebanyak 30 ibu dan kelompok kontrol sebanyak 30 orang dengan menggunakan tehnik acak sederhana, analisis data menggunakan uji Chi square dan Odd ratio. Analisis data didapatkan faktor umur (p=0,038, OR=3,5), paritas (p=0,009, OR=4,7), usia kehamilan (p=0,119, OR=0,3) dan pendidikan (p=0,111, OR=2,7). Hasil penelitian menunjukan ada pengaruh faktor, paritas dengan anemia pada kehamilan dan tidak ada pengaruh antara usia kehamilan dan pendidikan dengan kejadian anemia dalam kehamilan. Kata Kunci    : anemia dalam kehamilan, faktor anemia
Hubungan Jarak Kelahiran Dan Berat Bayi Lahir Dengan Kejadian Ruptur Perineum Pada Persalinan Normal Di Rsu Tgk Chik Ditiro Tahun 2019 Juliati Juliati; Zulfa Riskina; Cut Afra Riska
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 6, No 1 (2020): APRIL 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v6i1.931

Abstract

ABSTRAKRuptur perineum terjadi pada hampir semua persalinan pertama dan tidak jarang terjadi pada persalinan berikutnya. Jenis penelitian deskriptif analitik dengan penelitian kuantitatif. Jenis studi korelasional, meneliti pengaruh variabel secara retrospektif, yaitu melakukan penelitian terhadap data yang terjadi di masa lalu. Penelitian dilakukan tanggal 28 Oktober sampai 5 November 2019 di RSUD Tgk Chik Di Tiro Sigli. Populasi penelitian ini seluruh wanita persalinan normal di Ruang Kebidanan berjumlah 97 orang. Sampel dalam penelitian menggunakan teknik total populasi 97 orang. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berada pada kategori jarak kelahiran <2 tahun sebanyak 53 responden (54,6%). Mayoritas berat badan lahir bayi yang lahir berada pada kategori berat lahir> 2500-4000 gram sebanyak 43 responden (44,3%). Hasil penelitian, dari hasil uji bivariat P-value = 0,005 terdapat hubungan jarak lahir dengan kejadian ruptur perineum, dan berat badan lahir.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN OBESITAS PADA PELAJAR DI SMA NEGERI 4 BANDA ACEH TAHUN 2018 Syarifah Asyura; Novi Yanti
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 4, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v4i1.996

Abstract

Obesitas disebabkan oleh ketidakseimbangan antara jumlah energi yang masuk dengan yang dibutuhkan oleh tubuh. Masalah obesitas/overweight pada anak dan remaja dapat meningkatkan kejadian diabetes mellitus (DM) tipe 2. Selain itu, juga berpotensi mengakibatkan gangguan metabolisme glukosa dan penyakit degeneratif seperti penyakit jantung, penyumbatan pembuluh darah dan lain-lain. untuk mengetahui hubungan jenis kelamin, asupan makanan, asupan serat, pola makan dan aktivitas fisik dengan kejadian obesitas pada pelajar di SMAN 4 Banda Aceh Tahun 2018. penelitian bersifat deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan tehnik simple random sampling dengan jumlah 84 responden. Penelitian dilakukan pada tanggal 16 - 30 April 2018 pada pelajar di SMAN 4 Banda Aceh. Cara pengumpulan data dengan mengisi kuesioner, selanjutnya dilakukan uji chi-square dengan tingkat kepercayaan 95 % dan batas kemaknaan (α=0,05) Ha diterima p value < 0,05. dengan asupan energi lebih mengalami obesitas sebanyak 28 responden (100%), responden dengan asupan karbohidrat lebih mengalami obesitas sebanyak 31 responden (100%), dari 27 responden dengan asupan protein lebih mengalami obesitas sebanyak 25 responden (92,6%), dari 33 responden dengan asupan lemak lebih mengalami obesitas sebanyak 32 responden (97%), dari 53 responden dengan asupan serat kurang mengalami obesitas sebanyak 36 responden (67,9%), dari 39 responden dengan pola makan tidak baik mengalami obesitas sebanyak 27 responden (69,2%) dan dari 53 responden yang memiliki aktivitas ringan mengalami obesitas sebanyak 27 responden (50,9%). hubungan asupan makanan dengan kejadian obesitas (p=0,000), ada hubungan jenis kelamin dengan kejadian obesitas (p=0,006), ada hubungan asupan serat dengan kejadian obesitas (p=0,001), ada hubungan pola makan dengan kejadian obesitas (p=0,011) dan ada hubungan aktivitas fisik dengan kejadian obesitas (p=0,001). Diharapkan remaja menghindari obesitas dengan cara menyesuaikan asupan makanan yang dikonsumsi dengan aktivitas fisik, melakukan olahraga rutin, yang disertai dengan asupan makanan, pola makan yang sesuai dengan anjuran kesehatan Kata Kunci : jenis kelamin, asupan makanan, asupan serat, pola makan,  aktivitas fisik, obesitas

Page 30 of 123 | Total Record : 1226