cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE
ISSN : 24424706     EISSN : 2615109X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE publishes original research or theoretical papers, notes, and minireviews on new knowledge and research or research applications on current issues in basic sciences (biology, phsycology, pharmacy, midwifery, public health and physics). The journal is published by the Directorate of Research and Community Service, Universitas Ubudiyah Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 1,226 Documents
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Hygiene Sanitasi Indutri Pengerajin Kue Julia Ulfa M; H. H. Subakir; Sugiarto Sugiarto
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 6, No 2 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v6i2.1040

Abstract

AbstrakBadan POM tahun 2017 di Indonesia telah mencatat 57 penderita keracunan makanan. Dilaporkan jumlah orang yang terpapar sebanyak 5293 orang, kasus KLB keracunan pangan yang dilaporkan sebanyak 2041 orang sakit dan 3 orang meninggal dunia. Puskesmas Putri Ayu Kota Jambi memiliki 14 (46,7%) industri pengrajin kue yang tidak memenuhi syarat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan hygiene sanitasi industri pengrajin kue di Wilayah Kerja Puskesmas Putri Ayu Kota Jambi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara kemudian dianalisis secara Univariat dan Bivariat. Instrumen yang digunakan kuesioner dan form inspeksi kesehatan lingkungan. Total populasi penelitian ini adalah seluruh pemilik industri kue di Wilayah Kerja Puskesmas Putri Ayu Kota Jambi sebanyak 30 industri kue. Penelitian ini dilakukan tanggal 14-23 Agustus. Dari 30 responden, sebanyak 60% memiliki pengetahuan buruk, 53,3% memiliki sikap negatif, 63,3% memiliki motivasi rendah dan 53,3% menyatakan peran petugas kurang baik. Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan antara pengetahuan (p-value=0,030) sikap (p-value =0,030) motivasi (p-value=0,046) dan peran petugas (p-value=0,003) dengan hygiene sanitasi industri pengrajin kue.Kata Kunci : Hygiene sanitasi, Industri pengrajin kue
FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEPUASAN PASIEN PADA INSTALASI RAWAT JALAN DI RSUD MUNYANG KUTE REDELONG BENER MERIAH TAHUN 2019 Eriza Dinamika; Arifah Devi Firiani; Deli Theo
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 6, No 2 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v6i2.1150

Abstract

AbstrakKesehatan merupakan salah satu kebutuhan dasar masyarakat, maka kesehatan adalah hak bagi setiap warga masyarakat yang dilindungi oleh UndangUndang Dasar. Setiap negara mengakui bahwa kesehatan menjadi modal terbesar untuk mencapai kesejahteraan. Oleh karena itu, perbaikan pelayanan kesehatan pada dasarnya merupakan suatu investasi sumber daya manusia untuk mencapai masyarakat yang sejahtera (welfare society) dimana pemerintah mempunyai peran yang sangat besar. Rumah sakit sebagai salah satu fasilitas pelayanan kesehatan diharapkan dapat memberikan pelayanan yang efektif, dan efisien untuk memberikan informasi kesehatan yang tepat dalam pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk  mengetahui  faktor yang memengaruhi kepuasan pasien pada Instalasi Rawat Jalan di RSUD Munyang Kute Redelong Tahun 2019.Jenis penelitian menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan Cross Sectional, Waktu penelitian ini akan dilakukan pada bulan juli sampai dengan agustus 2019, populasi adalah seluruh pasien rawat jalan, dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling yaitu sebanyak 96 orang.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh jenis kelamin dengan nilai p value 0,025, ada pengaruh umur dengan nilai pvalue 0,020, tidak ada pengaruh pendidikan dengan nilai pvalue 0,399, tidak ada pengaruh dengan nilai pvalue 0,700, tidak ada pengaruh status kepesertaan nilai pvalue 0,275, ada pengaruh pelayanan perawat nilai pvalue 0,005, ada pengaruh pelayanan obat nilai pvalue 0,025, ada pengaruh pelayanan dokter nilai pvalue 0,005,ada pengaruh pelayanan administrasi nilai pvalue 0,005, ada pengaruh fasilitas nilai pvalue 0,016 terhadap kepuasan pasien pada Instalasi Rawat Jalan di RSUD Munyang Kute Redelong Tahun 2019.Saran peneliti kepada Rumah Sakit Munyang Kute Redelong agar lebih meningkatkan dan membenahi fasilitas yang ada di Instalasi Rawat RS Munyang Kute Redelong serta meningkatkan pealatihan untuk meningkatkan standar pelayanan minimal rumah sakit.Kata Kunci                : Kepuasan, Pasien, Rumah Sakit 
PENGGUNAAN ANTIBIOTIK RESTRIKSI PADA PASIEN GEA, ISK DAN DEMAM TIFOID DI BANGSAL PENYAKIT DALAM RSUD H. ABDUL MANAP KOTA JAMBI PERIODE 2017-2019 Bunga Debi Lestari; Yuni andriani; Rahmadevi Rahmadevi
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 6, No 2 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v6i2.987

Abstract

ABSTRAKTingginya penggunaan antibiotik dapat menyebabkan tingginya kejadian resistensi antibiotik. Semua pihak yang berkaitan melakukan berbagai upaya untuk mengatasi masalah tersebut salah satunya dengan antibiotik restriksi atau pembatasan jenis antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui Persentase Penggunaan antibiotik restriksi pada pasien GEA, ISK dan demam tifoid di bangsal penyakit dalam RSUD H. Abdul Manap Kota Jambi periode 2017-2019. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif yang didasarkan pada data rekam medik dan diperoleh 47 pasien yang sesui dengan kriteria inklusi. Dari hasil penelitian penggunaan antibiotik restriksi lebih banyak ditemukan pasien perempuan dari pada laki-laki serta pada kategori usia remaja akhir ( 17-25 tahun ). Jenis antibiotik restriksi yang digunakan di bangsal penyakit dalam RSUD H. Abdul Manap Kota Jambi periode 2017-2019 adalah ciprofloxacin 20%, levofloxacin 8% dan meropenem 1%. Presentase penggunaan antibiotik restriksi periode 2017-2019 pada diagnosis GEA mengalami peningkatan pada tahun 2017 sebesar 22% dan meningkat menjadi 44% ditahun 2018 dan 2019. Pada diagnosis ISK mengalami penurunan dan peningkatan, yaitu ditahun 2017 sebesar 16%, mengalami peningkatanan menjadi 43% ditahun 2018. Kemudian ditahun 2019 menurun kembali menjadi 29%. Pada diagnosis demam tifoid mengalami penurunan dan peninkatan yaitu pada tahun 2017 sebesar 19%, mengalami penurunan sebesar 12% ditahun 2018. Kemudian ditahun 2019 meningkat menjadi 25%. Kesimpulan yang didapat pada penelitian ini adalah Presentase penggunaan antibiotik restriksi periode 2017-2019 Pada diagnosis GEA sebesar 22%, 44%, dan 44%. Pada diagnosis ISK sebesar 16%, 43%, dan 29%. Pada diagnosis demam tifoid sebesar 19%, 12%, dan 25%.Kata Kunci : Antibiotik Restriksi, Demam Tifoid, ISK, GEA, Resistensi.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PENDAPATAN DENGAN STATUS GIZI PADA BALITA DI WILAYAH KEJA PUSKESMAS DELIMA KABUPATEN PIDIE Zulfahmi Zulfahmi; rauzah Tunnur
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 3, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v3i2.1024

Abstract

AbstrakGizi  adalah  suatu  proses  organisme  menggunakan  makanan yang dikonsumsi secara normal melalui proses pencernaan, penyerapan, transportasi, penyimpanan, metabolisme dan zat gizi untuk mempertahankan kehidupan, pertumbuhan dan fungsi normal organ tubuh untuk menghasilkan tenaga   (Djoko,    2006).  Di Puskesmas Delima  Kabupaten Pidie  diperoleh  permasalahan  Hubungan  Pengetuan  Dan Pendapatan  Dengan  Status Gizi Pada Balita, yaitu dari 15  ibu didapatkan 5 ibu (33,3 %) yang tidak mengerti tentang status gizi, karena tamatan SD dan tidak pernah menanyakan pada petugas kesehatan (bidan), dan dari 15 ibu didapatkan 8 ibu (53,5 %) yang pendapatanya kurang dari Rp 1350.000,- perbulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan  Pengetahun  Dan  Pendapatan  Dengan  Status  Gizi  Pada  Balita  di wilayah kerja Puskesmas Delima Kabupaten Pidie. ini bersifat analitik   dengan desain Cross secsional, yang dilakukan di wilayah Puskesmas Delima pada tanggal 22 sampai dengan 26 juli 2015 dengan jumlah populasi 696 ibu yang mempunyai balita dan menggunakan teknik pengambilan random sampling sehingga diperoleh sampel 88 responden. Analisa data menggunakan metode univariat dan bivariat yaitu dengan melihat presentase data yang terkumpul dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan juga menggunakan teori keputakaan yang ada. dari 88 responden terdapat status gizi baik yaitu 59 responden (67,1%), 46 responden (53,4%) pengetahuan sedang, dan 59 responden (67,1%) diantaranya pendapatan tinggi. Berdasarkan uji chi-square dengan menggunakan bantuan program SPSS bahwa ada hubungan antara pengetahuan dengan status gizi balita yaitu (p-Value = 0,005  <  0,05) dan ada hubungan antara pendapatan dengan status gizi balita yaitu (p-Value = 0,010 < 0,05). Kepada petugas Puskesmas Delima khususnya  bagian gizi agar  dapat meningkatkan penyuluhan sehingga dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kebutuhan gizi pada baita dan dapat memberikan informasi kepada ibu- ibu yang memiliki balita agar dalam penyajian makanan untuk lebih memperoritaskan balita. Kata Kunci: Status Gizi Pada Balita, Pengetahuan, Pendapatan
Determinan Kelengkapan Imunisasi Lanjutan pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Leupung Kabupaten Aceh Besar Faradilla Safitri; Fauziah Andika
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 6, No 2 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v6i2.1083

Abstract

AbstrakImunisasi lanjutan merupakan ulangan imunisasi dasar untuk mempertahankan tingkat kekebalan dan untuk memperpanjang masa perlindungan optimal dari pemberian imunisasi lanjutan dan ini hanya didapatkan apabila anak tersebut telah mendapatkan imunisasi dasar secara lengkap. Cakupan balita yang mendapatkan imunisasi lanjutan (DPT-HB-Hib dan campak) pada tahun 2019 adalah 75,95%, namun 50% provinsi masih belum dapat mencapai target, salah satunya Provinsi Aceh (26,91%). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap, dukungan suami dan dukungan peran petugas kesehatan dengan kelengkapan imunisasi lanjutan pada balita diwilayah kerja Puskesmas Leupung Aceh Besar. Penelitian ini bersifat analitik dengan pendekatan crossectional, populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang memiliki balita usia 3-5 tahun sebanyak 132 orang, sampel diambil secara simple random sampling sebanyak 57 orang. Pengumpulan data penelitian telah dilakukan dari tanggal  9 Juni – 17 Juni 2020, instrument penelitian menggunakan kuesioner, pengolahan data  menggunakan computer dan analisis data secara univariate dan bivariate. Hasil penelitian analisis bivariate didapatkan pada variabel pengetahuan (p value=0.0001, OR=29.333), sikap (p value=0.0001, OR=40.250), dukungan suami (p value=0.0001, OR=70.000), dukungan petugas kesehatan (p value=0.045, OR=5.804). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada hubungan pengetahuan, sikap, dukungan suami dan dukungan keluarga dengan kelengkapan imunisasi lanjutan pada balita di wilayah kerja Puskesmas Leupung Kabupaten Aceh Besar. Diharakan kepada petugas kesehatan agar dapat memberikan edukasi kepada ibu, suami dan keluarganya tentang pentingnya pemberian imunisasi lanjutan pada balita guna untuk mengurangi angka kesakitan, kecacatan dan kematian yang disebabkan oleh penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Kata Kunci   : Imunisasi lanjutan, pengetahuan, sikap, dukungan suami, dukungan petugas kesehatan
FAKTOR RISIKO KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIMPANG PANDAN KECAMATAN GERAGAI KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR Isma Ambarwati; Ratna Sari Dewi; Parman Parman
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 6, No 2 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v6i2.978

Abstract

ABSTRAK Stunting adalah masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu lama. Faktor penyebab stunting adalah faktor perilaku dan faktor lingkungan. Prevalensi kejadian stunting di Puskesmas Simpang Pandan tahun 2019 sebesar 12,64%. Tujuan penelitian untuk melihat besar risiko sosial ekonomi, akses sanitasi dan pengetahuan dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Simpang Pandan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan analitik menggunakan desain case control. Sampel kasus adalah ibu balita yang menderita stunting, sampel kontrol adalah ibu balita yang tidak menderita stunting. Instrumen penelitian adalah kuesioner dan lembar observasi. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 6,7% responden memiliki sosial ekonomi rendah, 58,3% responden memiliki akses sanitasi resiko sedang dan 47,9% responden memiliki pengetahuan kurang baik. ada hubungan antara sosial ekonomi (p=0,032; OR=5,0), akses sanitasi (p=0,014; OR=5,33; OR=2,54) dan pengetahuan (p=0,021; OR=0,206) dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Simpang Pandan. Diharapkan puskesmas meningkatkan kunjungan serta penyuluhan kepada masyarakat mengenai pentingnya penggunaan jamban yang layak, meningkatkan kebersihan diri dan lingkungan sekitar. Kata Kunci       :  Stunting, Sosial Ekonomi, Akses Sanitasi, Pengetahuan
HUBUNGAN STATUS GIZI DAN GENETIK DENGAN USIA MENSTRUASI PERTAMA (MENARCHE) PADA SISWI SMP NEGERI 17 BANDA ACEH Ruri Widyasari; Darma Suri
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 3, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v3i1.1015

Abstract

AbstrakMenarche merupakan tanda awal masuknya seorang perempuan dalam masa reproduksi. Rata-rata usia menarche pada umumnya adalah 12,4 tahun. Menarche dapat terjadi lebih awal pada usia 9-10 tahun atau lebih lambat pada usia 17 tahun Berdasarkan data yang diperoleh dari SMP Negeri 17 Banda Aceh terdiri dari 27 kelas dengan jumlah keseluruhan sisiwi putri 372 orang. Kelas VII terdiri dari 9 kelas dengan jumlah siswi putrinya 136 orang. Untuk mengetahui hubungan status gizi dan genetik dengan usia menstruasi pertama (menarche) pada siswi SMP Negeri 17 Banda Aceh Tahun 2017. Jenis penelitian bersifat analitik dengan pendekatan crossectional yang dilakukan di SMP Negeri 17 Banda Aceh pada bulan Juni jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 79 orang dengan tehnik random sampling Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan uji statistik menggunakan korelasi sperman. Berdasarkan hasil uji statistik, adanya hubungan status Gizi Dengan Usia Menstruasi Pertama (Menarche) Pada Siswi, dengan nilai P value=0,000 adanya hubungan genetik Dengan Usia Menstruasi Pertama (Menarche) Pada Siswi, dengan nilai P value=0,000. Ada hubungan antara status gizi, genetik dengan usia menstruasi pertama (Menarche) Diharapkan unutk dapat menambah pengetahuan siswa tentang hubungan status gizi dan genetik dengan usia menarche Kata Kunci :  Status Gizi Dan Genetik Dengan Usia Menstruasi Pertama
Korelasi Paparan Benzene Dengan Gambaran Jenis Hitung Leukosit Pada Karyawan SPBU X Dan Y Leo Pardon Sipayung; Dwi Suryanto; Eka Roina Megawati
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 6, No 2 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v6i2.1138

Abstract

AbstrakBenzene (C6H6) merupakan salah satu kandungan produk migas bensin yang berfungsi untuk meningkatkan nilai oktan. Paparan benzene secara kronis dapat menyebabkan penurunan produksi sel-sel darah di sumsum tulang. Penelitian ini bertujuan untuk melihat korelasi paparan benzene melalui pemeriksaan kadar ttMA (trans, trans-Muconic Acid) dalam urin dengan gambaran  jenis hitung leukosit  pada karyawan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum X dan Y Medan. Penelitian ini merupakan suatu penelitian deskriptif analitik dengan desain cross sectional study. Responden penelitian ini adalah karyawan beberapa SPBU di Medan (n=43) dengan masa kerja ≥ 6 bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 9 dari 43 responden memiliki kadar  ttMA lebih dari 500 µg/g creatinin. Korelasi kadar ttMA dengan jenia hitung leukosit tidak signifikan (p>0,05), ttMA berkorelasi negatif dengan jenis hitung leukosit. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa perbedaan rata-rata kadar  ttMA pada masa kerja ≤ 1 tahun dan masa kerja > 1 tahun tidak signifikan (p=0,45), dan perbedaan rata-rata kadar ttMA pada subjek yang merokok dan tidak merokok tidak signifikan (p=0,559).Kata Kunci: benzene, ttMa, leukosit 
ISOLASI SENYAWA FENOLIK DARI BUAH PUNTI (DIPLOKNEMA OLIGOMERA H.J.LAM) DENGAN ANALISIS FT-IR Furqan, Muhammad; Amalia Putri, Novi
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 6, No 2 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v6i2.1198

Abstract

Penelitian tentang buah punti (Diploknema oligomera H.J. Lam) telah dilakukan. Hasil skrining fitokimia fenolik ekstrak etanol dengan penambahan FeCl3 5% memberikan warna hitam kehijauan menunjukkan bahwa ekstrak etanol Diploknema oligomera positif mengandung fenolik. Dari 44,13 gram ekstrak etil asetat isolat diploknema oligomera dihasilkan senyawa berupa pasta berwarna kekuningan sebanyak 0,0025 gram dengan eluen n-Heksana: Etil Asetat 80:20 (v v). Hasil analisis dengan Infrared Spectrocopy (FT-IR) menunjukkan hasil isolasi Diploknema oligomera  merupakan senyawa fenolik, dengan spektrum yang identik menunjukkan adanya kandungan fenol yang diperkuat dengan adanya gugus OH pada pita serapan luas yang ditunjukkan pada bilangan gelombang 3252,12 cm-1 dan 3468,16 cm-1, C-H aromatik pada 723,34 cm-1, C = O karbonil pada 1734, 08 cm-1, dan pada pita serapan 1263,43 cm-1 yang menunjukkan adanya gugus C-O.Kata kunci: Diploknema oligomera, isolasi, skrinning, spektroskopi infra merah (FT-IR)
DETERMINAN KEJADIAN KEKURANGAN ENERGI KRONIK (KEK) PADA IBU HAMIL DI PUSTU LAM HASAN KECAMATAN PEUKAN BADA KABUPATEN ACEH BESAR Asmaul Husna; Fauziah Andika; Nuzulul Rahmi
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 6, No 1 (2020): APRIL 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v6i1.944

Abstract

AbstrakAngka kematian bayi dan ibu serta bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) yang tinggi pada hakekatnya juga ditentukan oleh status gizi ibu hamil. Ibu hamil dengan status gizi buruk atau mengalami KEK (Kurang Energi Kronis) cenderung melahirkan bayi BBLR dan dihadapkan pada risiko kematian yang lebih besar dibanding dengan bayi yang dilahirkan ibu dengan berat badan yang normal. Sampai saat ini masih banyak ibu hamil yang mengalami 3 masalah gizi khususnya gizi kurang seperti Kurang Energi Kronik (KEK) dan animea. Kejadian KEK dan anemia pada ibu hamil umumnya disebabkan karena rendahnya asupan zat gizi ibu selama kehamilan bukan hanya berakibat pada ibu bayi yang dilahirkannya, tetapi juga faktor resiko kematian ibu (Almatsier, 2014).Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan umur dan pendidikan dengan kejadian KEK pada ibu hamil. Penelitian telah dilaksanakan di Pustu Lam Hasan Kecamatan Peukan Bada Kabupaten Aceh Besar pada tanggal 18 - 21 Maret 2020. Jadi jumlah total sampel penelitian ini adalah 40 responden, yaitu 20 sampel kasus (Ibu hamil yang mengalami KEK) dan 20 sampel kontrol (Ibu hamil yang tidak mengalami KEK). Hasil analisis bivariat di dapat bahwa Ibu hamil yang berumur < 20 tahun dan > 35 tahun mempunyai peluang 13,5 kali lebih besar mengalami KEK dibandingkan yang berumur 20 – 35 tahun Ibu hamil yang berpendidikan rendah mempunyai peluang 13,2 kali lebih besar mengalami KEK dibandingkan yang berpendidikan tinggi di Pustu lam Hasan Kecamatan Peukan Bada Aceh Besar tahun 2020. Kata kunci : Umur, Pendidikan.

Page 32 of 123 | Total Record : 1226