cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Candrasangkala Pendidikan Sejarah
ISSN : 24772771     EISSN : 24778214     DOI : -
Core Subject : Economy,
Journal of History Education Department in Faculty of Teacher Training and Education named Candrasangkala. In Indonesia Candrasangkala is the year of Saka as one of the influence of Hinduism. As a journal name, Candrasangkala is unique and closely related to history in terms of temporal aspects. Thus, Candrasangkala is a scientific journal of education and history as a place for critical thinking.
Arjuna Subject : -
Articles 138 Documents
SITUS ASTANA GEDE KAWALI SEBAGAI SUMBER BELAJAR BAGI MAHASISWA SEJARAH Ayu Septiani
Candrasangkala: Jurnal Pendidikan dan Sejarah Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.319 KB) | DOI: 10.30870/candrasangkala.v2i1.1601

Abstract

This paper discusses the use of Situs Astana Gede Kawali as a source of learning. The elements discussed in this paper include the historicity Situs Astana Gede Kawali, the site as a source of learning history, learning strategies, and learning methods Situs Astana Gede Kawali as a source of learning. To discuss these elements used historical methods and descriptive method.
PENGGUNAAN MEDIA PETA PENGARUHNYA TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SEJARAH PADA SMA ISLAM PB. SOEDIRMAN CIJANTUNG JAKARTA TIMUR Arief Hidayat
Candrasangkala: Jurnal Pendidikan dan Sejarah Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.705 KB) | DOI: 10.30870/candrasangkala.v4i1.3427

Abstract

Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis seberapa besar pengaruh penggunaan media peta terhadap motivasi belajardalam mata pelajaran sejarah kelas X IPS di SMA Islam PB. Soedirman Jakarta Timur.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif.Besarnya pengaruh penggunaan media peta terhadap motivasi belajar pada pembelajaran IPS sejarah kelas X di Sekolah Menengah Atas. Penulis mengambil kesimpulan bahwa pengaruh media peta IPS sejarah terhadap motivasi belajar sebesar 29,3% terhadap motivasi hasil belajar Kata Kunci: media peta dan motivasi belajar Abstract: This study aims to analyze how much influence the use of map media on learning motivation in the subjects of History class X in SMA Islam PB Soedirman East Jakarta. This research uses quantitative research methods. the magnitude of the effect of media use of the map on learning motivation in learning History of class X in High School. the authors conclude that the influence of IPS history map media to the motivation to learn as much as 29.3% of the motivation of learning outcomes. Keywords: map media and learning motivation
PEMANFAATAN BLOG SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS CALON GURU SEJARAH Oka Agus Kurniawan Shavab; Gurdjita Gurdjita
Candrasangkala: Jurnal Pendidikan dan Sejarah Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.861 KB) | DOI: 10.30870/candrasangkala.v3i1.2883

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran pemanfaatan blog sebagai media pembelajaran sejarah dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa calon guru sejarah angkatan 2014 di Universitas Siliwangi. Berdasarkan dari penelitian yang sudah dilakukan bahwa kemampuan berpikir kritis calon guru sejarah meningkat. Hal ini dilihat dari adanya peningkatan yang signifikan antara hasil pretest dan post test. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan berpikir kritis calon guru sejarah. T hitung = 10.934 dan T tabel adalah 1.684 maka keputusannya adalah H0 ditolak dan Ho sendiri adalah tidak adanya perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kritis calon guru sejarah setelah memanfaatkan media pembelajaran blog. Respon dari calon guru sejarah setelah melakukan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan blog terdapat berbagai macam pendapat. Sebagaian besar calon peserta didik memahami dengan apa yang disampaikan pada saat kegiatan pembelajaran dengan menggunakan blog dan menurut mereka pembelajaran ini sangat bagus
PERANAN ORGANISASI KEAMANAN DESA (OKD) SEBAGAI WAHANA BAGI PARA PEMUDA DALAM MENANGGAPI GEROMBOLAN DI/TII 1962 Alex Anis Ahmad
Candrasangkala: Jurnal Pendidikan dan Sejarah Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.531 KB) | DOI: 10.30870/candrasangkala.v3i2.3480

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran mengenai peran OKD (Organisasi Keamanan Desa) dalammenanggapi Gerombolan DI/TII 1962. Adapun metode penelitian yang dilakukan adalah dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. OKD dan TNI bekerja sama untuk menjaga keamanan masyarakat dari gangguan DI/TII. Tenaga sukarela ini tidak mendapat upah, tapi hanya diberi makan setiap hari oleh masyarakat secara bergiliran yang diatur oleh ketua RT.setiap malam OKD selalu siap siaga bahkan mengadakan patrol bersama TNI, kendati mereka selalu berada di baris terdepan waktu menghadapi aksi gerombolan DI/TII. Dengan adanya integrasi kekuatan warga masyarakat yang tergabung dalam OKD dan TNI telah menampakkan hasil, isalnya ada beberapa anggota-anggota gerombolan yang berhasil ditangkap atau menyerahkan diri sehingga bisa didapat keterangan-keterangan mengenai kegiatan mereka. Kerjasama antara kelompok ini ternyata sangat efektif diterapkan sebagai pertempuran territorial,dan sementara itu pun menjadi gerakan pukul mundur dan lari dari aksi gerombolan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LIVING HISTORY DALAM MATERI SEJARAH LOKAL GEGER CILEGON 1888 SEBAGAI UPAYA MEMBANGUN NILAI PATRIOTISME SISWA Rikza Fauzan
Candrasangkala: Jurnal Pendidikan dan Sejarah Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.737 KB) | DOI: 10.30870/candrasangkala.v2i2.2851

Abstract

Abstrak : Tulisan ini menjelaskan mengenai penerapan pembelajaran sejarah melalui pemanfaatan materi sejarah lokal (local history) Geger Cilegon 1888 dalam mengembangkan nilai patriotisme di kalangan siswa. Penulisan ini dilatarbelakangi permasalah yang terjadi di lapangan dalam pembelajaran sejarah ialah anggapan yang mengatakan bahwa sejarah adalah pembelajaran yang menjenuhkan, membosankan, model pembelajaran yang monoton, dan kemampuan guru yang tidak optimal dalam melakukan pengembangan. Salah satu model pembelajaran sejarah lokal yang bisa di terapkan adalah sejarah dari lingkungan sekitar (Living History). Pembelajaran dengan menggunakan materi sejarah lokal mengenai peristiwa heroik di sekitar siswa dapat dijadikan sumber belajar dan mengembangkan nilai-nilai perjuangan para pahlawan lokal.
PEMERTAHANAN KEPERCAYAAN PADA MASYARAKAT TALAGA, MAJALENGKA DAN MASYARAKAT NAGOYA, JEPANG Asri Soraya Afsari; Ayu Septiani; Risma Rismelati
Candrasangkala: Jurnal Pendidikan dan Sejarah Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.001 KB) | DOI: 10.30870/candrasangkala.v3i2.3474

Abstract

Kepercayaan sebagai salah satu dari tujuh unsur kebudayaan tentu dimiliki oleh setiap suku bangsa tidak terkecuali dimiliki pula oleh suku bangsa Sunda dan Jepang. Dengan sifat universal yang terkandung dalam tujuh unsur kebudayaan maka tidak menutup kemungkinan akan terdapat kesamaan dalam kepercayaan yang ada di suku bangsa Sunda (hal ini masyarakat Talaga) dan suku bangsa Jepang (masyarakat Nagoya). Hal ini menarik untuk dikaji, mengingat Talaga merupakan satu di antara kecamatan yang ada di Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat yang masih kental dengan nilai sakral dan sejarahnya karena di daerah ini pernah terdapat kerajaan tradisional yaitu Kerajaan Talaga Manggung sehingga banyak peninggalan sejarah dan kepercayaan yang sampai sekarang masih dilestarikan oleh masyarakat Talaga. Begitu pula dengan Nagoya. Masyarakat Nagoya merupakan satu di antara masyarakat Jepang yang masih menjunjung tinggi tradisi leluhur. Dengan demikian, melalui penelitian ini akan dikaji perbandingan kepercayaan masyarakat Talaga di Majalengka dan masyarakat Nagoya di Jepang, serta cara mereka mempertahankan kepercayaan tersebut di tengah arus globalisasi. Untuk mencapai tujuan tersebut digunakan metode kualitatif deskripstif dan pendekatan sejarah. Dalam pengumpulan data digunakan metode lapangan karena peneliti terjun langsung ke masyarakat. Di samping itu, digunakan pula metode survey melalui penyebaran daftar kuesioner.
LOCAL HISTORY IN DEVELOPING PATRIOTISM (STUDY ON THE HISTORY OF THE PHYSICAL REVOLUTION IN BANTEN 1945-1949) Muhammad Ilham Gilang
Candrasangkala: Jurnal Pendidikan dan Sejarah Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.886 KB) | DOI: 10.30870/candrasangkala.v2i1.1602

Abstract

Kurang diminatinya pelajaran sejarah menjadi satu masalah serius bagi pendidikan di Indonesia. Sebab pelajaran sejarah sesungguhnya sangat berfungsi sebagai pembentuk karakter generasi muda. Masalah ini tentu menggambarkan kondisi yang rawan bagi keberlangsungan kehidupan bangsa dan negara Indonesia. Pemerintah dengan cepat merespons masalah ini dengan cara memposisikan mata pelajaran sejarah sebagai unsur utama yang diperhatikan dalam Kurikulum 2013. Pada Kurikulum 2013, pelajaran sejarah terbagi menjadi dua bagian: Sejarah Indonesia dan Sejarah (Peminatan Ilmu-ilmu sosial). Hal ini menyebabkan terjadinya perubahan jam mata pelajaran sejarah yang meningkat lebih dari dua kali lipat dari sebelumnya. Hal ini memungkinkan lebih leluasanya berbagai materi sejarah diajarkan kepada peserta didik. Salah satu diantaranya ialah materi sejarah lokal. Sejarah lokal merupakan sejarah yang terjadi dalam hal spasial (ruang) lokalitas tertentu dalam suatu komunitas masyarakat dengan temporal (waktu). Kejadian ini dapat terjadi secara bersamaan dengan sejarah nasional. Sejarah lokal mengenai Revolusi Fisik di Banten Tahun 1945-1949 menjadi satu diantara materi yang kurang diperhatikan sebagai bagian integral dalam periodesasi mempertahankan kemerdekaan pada Sejarah Nasional. Pembelajaran sejarah dengan materi sejarah lokal lebih mudah dipahami peserta didik, karena dapat melihat secara langsung realitas kehidupan sesungguhnya di lingkungan terdekat. 
MEDIA PEMBELAJARAN DALAM INTERNALISASI NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL BERBASIS VCT (VALUE CLARIFICATION TECHNIQUE) PADA PEMBELAJARAN SEJARAH Adhitya Rol Asmi
Candrasangkala: Jurnal Pendidikan dan Sejarah Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.732 KB) | DOI: 10.30870/candrasangkala.v4i1.3429

Abstract

Abstrak:Dewasa ini nilai-nilai kearifan lokal sering diangkat menjadi materi dalam pembelajaran sejarah karena didalamnya tersimpan banyak sekali unsur-unsur kebaikan yang dapat diintegrasikan di kehidupan sehari-hari  dalam konteks karakter siswa. Media pembelajaran merupakan salah satu cara untuk menyampaikan pesan yang ada didalam nilai-nilai kearifan lokal tersebut, namun  dengan pengembangan media pembelajaran yang konvensional dan tanpa diiringi dengan pendekatan nilai, maka hal tersebut sulit untuk terealisasi.  VCT (Value Clarification Technique) adalah salah satu pendekatan nilai yang dapat diintegrasikan dengan pemakaian media pembelajaran yang bertujuan untuk membantu menginternalisasikan dan juga mengintegrasikan pemahaman peserta didik terhadap nilai-nilai kearifan lokal baik dari segi visualiasasi hingga eksplorasi sumber melalui media pembelajaran. Diharapkan dengan pengaplikasian media pembelajaran yang dikolaborasikan dengan pendekatan nilai VCT (Value Clarification Technique) dapat selain mempermudah jalannya proses pembelajaran, selain itu juga membantu siswa memahami kebermaknaan dari nilai-nilai kearifan lokal.
PROBLEMATIKA DALAM PELAKSANAAN PENDIDIKAN SEJARAH DI SEKOLAH MENEGAH ATAS KOTA DEPOK Yusuf Budi Prasetya Santosa
Candrasangkala: Jurnal Pendidikan dan Sejarah Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.283 KB) | DOI: 10.30870/candrasangkala.v3i1.2885

Abstract

Pendidikan sejarah adalah suatu wahana penting dalam pendidikan suatu bangsa. Ada adagium yang mengatakan sejarah membuat orang menjadi arif dan bijaksana. Berawal dari sejarah seseorang dapat belajar dan menggunakan pelajarannya untuk masa depan yang lebih baik. Pendidikan sejarah sebagai sebuah konsep besar memiliki turunan yang lebih kecil, yaitu pembelajaran sejarah. Pembelajaran sejarah diberikan secara formal sejak mengenyam pendidikan dasar hingga menengah atas. Pada proses tersebut Guru Sejarah memiliki peran yang sangat besar demi keberhasilan pendidikan sejarah. Guru Sejarah sebagai garda terdepan dalam melaksanakan pendidikan sejarah. Namun di dalam prosesnya terdapat beberapa masalah yang dapat menghambat keberhasilan pembelajaran sejarah. Masalah itu dapat diatasi bilamana Guru Sejarah kembali kepada “rel” pendidikan sejarah yang sejati.
PROTES SOSIAL PETANI INDRAMAYU MASA PENJAJAHAN JEPANG (1942-1945) Wahyu Iryana
Candrasangkala: Jurnal Pendidikan dan Sejarah Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/candrasangkala.v2i2.2852

Abstract

Abstrak: Lahirnya peristiwa protes sosial petani Indramayu terhadap kewajiban serah padi pada masa penjajahan Jepang tahun 1944. Berawal dari amanat Syuuchokan yang diberlakukan pada tanggal 1 April 2603 sampai 31 Maret 2604 selama satu tahun, hal ini sesuai data yang tertera pada surat kabar Tjahaja, Rebo 12 Itigatu 2604, No.11 Tahoen ke III. Selain hasil bumi sebanyak 200 gram untuk makan seorang sehari dan 20 kg untuk bibit per hektar, semua hasil bumi harus diserahkan kepada Jepang. Hal ini telah menimbulkan inisiatif petani Indramayu untuk melakukan tindakan-tindakan preventif menolak adanya kewajiban serah padi, dan pada akhirnya mengakibatkan pemberontakan petani Indramayu, yang merembet pada terbunuhnya Camat Sindang. Keadaan Indramayu yang kacau mengakibatkan Indramayu tidak mengeluarkan orang untuk Romusha, Heiho, dan PETA yang berimbas pada pemecatan, pemindahan dan pergantian pangreh praja termasuk Bupati Indramayu R.T.A.A. Mohamad Soediono digantikan oleh Dokter Muhammad Moerdjani tanggal 8 Agustus 1944 untuk memulihkan ketertiban di Indramayu. Menurut Sartono Kartodirdjo sejarah merupan hubungan kausalitas yang berangkat pada suatu gejolak sosial dalam masyarakat yang menimbulkan keresahan dan perubahan sosial. Dalam kasus protes sosial petani Indramayu yang dipicu oleh faktor nilai, ekonomi, politik, kultur sosial dalam bentuk struktural sosial di Indramayu. Penulis berpendapat bahwa kesemuanya itu menciptakan kondisi yang harus ada (Neccesery Condition) bagi terjadinya gejolak dan suatu yang pantas untuk menimbulkan ledakan peristiwa (Sufficient condition). (Sartono Kartodirdjo, 1997:75). Pelaku sejarah perlawanan menentang penjajahan Jepang umumnya terdiri dari ulama desa seperti Kiai Sualaiman, Kiai Srengseng, Haji Akhsan, Kiai Abdul Ghani (Kaplongan), Kiai Madrais (Cidempet), Kiai Muktar (Kertasmaya), Tasiah (Pranggong), Haji Dulkarim (Panyindangan Kidul), Sura (Sindang) dan Karsina ( Slijeg). Kendati pun mereka berasal dari desa terpencil, namun mereka mampu memiliki rasa kebangsaan nasional yang terandalkan. Kenyataan sejarah yang demikian itu, memberikan gambaran bahwa penindasan penjajahan telah dirasakan beratnya oleh segenap bangsa Indonesia, dan penduduk hingga ke pelosok desa. Kesamaan sejarah yang dialaminya inilah, menjadi bahan dasar bila terjadi gerakan perlawanan terhadap Jepang, memperoleh dukungan dari rakyat walaupun di desa ataupun di daerah-daerah lain baik dipegunungan ataupun daerah pantai. Sekalipun hampir tak pernah ditulis dalam buku resmi sejarah, petani Indramayu sudah menorehkan tinta emas dalam sejarah perjuangan bangsa.

Page 2 of 14 | Total Record : 138