cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Tataloka
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 23560266     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Tataloka is a peer reviewed journal publishing scientific articles, focusing mainly on research and studies in the field of urban and regional planning. TATALOKA Journal is published quarterly by Biro Penerbit Planologi (Planologi Publishing), Diponegoro University every February, May, August, and November.
Arjuna Subject : -
Articles 468 Documents
Transformasi Ruang Kota: Studi Perkembangan Coffee Shop Sebagai Bagian dari Urban Lifestyle di Perkotaan Majene Mukhlis, Jafar; Astinawaty, Astinawaty
TATALOKA Vol 28, No 1 (2026): Volume 28 No 1, February 2026
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.28.1.53-71

Abstract

Perkembangan coffee shop di Perkotaan Majene menunjukkan transformasi signifikan dalam ruang kota kecil yang melibatkan aspek sosial, ekonomi, dan fisik. Transformasi ini berupa pergeseran fungsi ruang publik tradisional menjadi ruang multifungsi modern yang melayani interaksi sosial, produktivitas, dan rekreasi, terutama bagi generasi muda. Penelitian ini bertujuan menganalisis sebaran spasial coffee shop dan gaya hidup urban yang terwujud dalam praktik third place di coffee shop, serta mengkaji keterkaitan aktivitas nongkrong dengan transformasi gaya hidup, pola konsumsi, dan dinamika tata ruang serta sosial-ekonomi di Majene. Metode yang digunakan adalah mixed-methods, menggabungkan analisis spasial GIS dan survei kuesioner terhadap 200 responden dengan analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian mengungkapkan sebaran coffee shop yang mengelompok di Kecamatan Banggae Timur, dengan karakteristik pengunjung didominasi mahasiswa, frekuensi kunjungan malam, pengeluaran terjangkau, dan preferensi desain interior serta fasilitas digital. Coffee shop berperan sebagai katalis perubahan gaya hidup urban yang inklusif, memperkuat jejaring sosial, serta mendukung transformasi identitas urban perkotaan Majene ke arah pembangunan yang positif dan berdaya saing.
Integrasi Data Lanskap Kota dan Façade Bangunan di Jalan Merak Situs Kota Lama Semarang dalam Perencanaan Bangunan dan Lingkungan Diliawan, Yudha Bhakti; Sari, Suzanna Ratih; Sukawi, Sukawi
TATALOKA Vol 28, No 1 (2026): Volume 28 No 1, February 2026
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.28.1.72-88

Abstract

Kawasan Kota Lama Semarang merupakan situs cagar budaya yang memiliki nilai sejarah, arsitektur, dan estetika tinggi, namun menghadapi tantangan dalam menjaga keselarasan antara pelestarian warisan kolonial dan perkembangan fungsi modern. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mengintegrasikan data lanskap perkotaan serta fasade bangunan di ruas Jalan Merak sebagai dasar pengelolaan dan perencanaan kawasan heritage. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif-kualitatif melalui observasi lapangan, dokumentasi visual, dan analisis tipologi fasade, yang dikaitkan dengan arahan Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 2 Tahun 2020 tentang Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) Situs Kota Lama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elemen lanskap di kawasan ini telah merepresentasikan karakter kolonial, seperti penggunaan trotoar bata merah, lampu bergaya klasik, dan vegetasi peneduh, meskipun penyebarannya belum merata dan sebagian memerlukan revitalisasi. Sementara itu, tipologi fasade bangunan memperlihatkan variasi gaya Indische hingga Empire Style, yang sebagian besar masih mempertahankan orisinalitas bentuk, ornamen, dan materil yang terdapat modifikasi modern yang berpotensi mengurangi keaslian visual. Integrasi data lanskap dan fasade ke dalam basis data spasial mendukung pengendalian pembangunan, penetapan zona konservasi, dan penyusunan pedoman desain yang selaras dengan identitas kawasan. Integrasi data lanskap dan fasade ke dalam basis data spasial terbukti menjadi instrumen efektif dalam mendukung pengendalian pembangunan, pelestarian karakter visual, serta penguatan identitas kawasan heritage secara berkelanjutan.
Identifikasi Keterikatan Tempat di Alun-alun Kota Probolinggo Fayazid, Muhammad Syauqi Hikam; Agustiananda, Putu Ayu Pramanasari; Sholihah, Arif Budi
TATALOKA Vol 28, No 1 (2026): Volume 28 No 1, February 2026
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.28.1.42-52

Abstract

Keterikatan tempat terbentuk melalui proses interaksi manusia yang lama. Efek urbanisasi mempercepat perubahan yang berpotensi melemahkan dan menghancurkan ikatan manusia dengan tempat tersebut. Penting untuk memahami keterikatan tempat sebagai konsep untuk perencanaan ruang publik, seperti halnya yang terjadi di Alun-alun sebagai pusat aktivitas bagi masyarakat urban. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor pembentuk keterikatan tempat pada Alun-alun Kota Probolinggo. Dengan pendekatan explanatory sequential mixed methods, penelitian dimulai dengan pengumpulan data kuantitatif melalui kuesioner, kemudian dianalisis dan diperdalam dengan wawancara serta observasi, sehingga menghasilkan pemahaman komprehensif mengenai 3 dimensi keterikatan tempat.  Penelitian menganalisis 3 aspek: (1) budaya (nilai historis dan tradisi), (2) pengalaman personal (intensitas kunjungan), dan (3) karakteristik demografis. Hasil menunjukkan keterikatan terbentuk melalui dimensi afektif (kenyamanan), kognitif (pemaknaan simbolik), dan budaya (partisipasi kegiatan). Hasil menunjukkan bahwa pemahaman pengguna terhadap sejarah terbatas, namun keterikatan tetap kuat karena pengalaman berulang. Sebanyak 68% responden merasa nyaman dan bangga, didorong oleh aspek fisik dan interaksi sosial. Alun-alun berfungsi multigenerasi: muda untuk sosialisasi; dewasa untuk relaksasi; dan lansia untuk interaksi sosial. Keberlanjutannya tidak hanya bergantung pada nilai historis, tetapi pada partisipasi aktif masyarakat. Strategi pengembangan perlu fokus pada inklusivitas, kenyamanan, dan pelibatan warga agar alun-alun tetap relevan sebagai ruang publik yang bermakna.
Strategi Pengembangan Wisata Pantai Mangunharjo Kecamatan Tugu Kota Semarang Riza Irwianto Tirana
TATALOKA Vol 28, No 2 (2026): Volume 28 No. 2 May 2026
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.28.2.132-140

Abstract

Pantai Mangunharjo merupakan salah satu potensi wisata pesisir di Kota Semarang yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan, baik dari aspek alam, sosial, maupun ekonomi. Namun, kawasan ini masih menghadapi berbagai tantangan, seperti abrasi pantai, minimnya sarana prasarana wisata, dan rendahnya partisipasi masyarakat dalam pengelolaan. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan wisata Pantai Mangunharjo yang berkelanjutan dan berbasis potensi lokal. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dengan pendekatan SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats). Tahapan analisis yang dilakukan yaitu evaluasi terhadap kekuatan dan kelemahan serta melakukan penyesuaian berdasarkan posisi Kuadran I (pendekatan progresif) pada diagram Kartesius. Temuan analisis SWOT menunjukkan bahwa area-area berikut harus menjadi penekanan utama strategi SO (Strengths Opportunities): meningkatkan pemberdayaan masyarakat dalam pelestarian lingkungan; meningkatkan peran serta pemerintah dalam penciptaan daya tarik wisata; dan meningkatkan infrastruktur untuk memfasilitasi perluasan pariwisata pesisir.
Klasterisasi Sektor Pertanian Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Menurut Lapangan Usaha untuk Perencanaan Wilayah Berkelanjutan di Indonesia Ayub Sahala Gultom; Nicea Roona Paranoan; Caecilia Bintang Girik Allo; Lolita Tuhumena
TATALOKA Vol 28, No 2 (2026): Volume 28 No. 2 May 2026
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.28.2.105-120

Abstract

Pembangunan wilayah berkelanjutan memerlukan pemetaan struktur ekonomi regional yang komprehensif, terutama pada sektor primer di bidang pertanian yang menjadi basis utama perekonomian di banyak provinsi Indonesia. Penelitian ini bertujuan mengklasterisasi sektor pertanian Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) menurut lapangan usaha guna mengidentifikasi pola dan karakteristik pertumbuhan antar wilayah. Data diambil dari publikasi Statistik Nilai Tukar Petani BPS, mencakup subsektor tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, dan perikanan, dianalisis menggunakan metode K-Means dan Hierarchical. Evaluasi dengan Davies-Bouldin Index (DBI) menunjukkan K-Means lebih unggul (DBI 0,17) dibandingkan Hierarchical (DBI 1,36), menandakan klaster yang lebih kompak dan terpisah jelas. Hasil analisis menghasilkan empat klaster utama: dua klaster berorientasi ekspor melalui perkebunan dan perikanan, serta dua lainnya fokus pada subsektor pangan dan hortikultura dengan diversifikasi seimbang. Empat klaster ini dinilai paling bermakna secara konseptual dan kebijakan karena mencerminkan tipologi struktural utama ekonomi primer Indonesia. Pembagian tersebut konsisten dengan teori regional differentiation dan place-based development, yang menekankan pentingnya keunggulan komparatif lokal dalam perencanaan pembangunan. Setiap klaster merepresentasikan arah kebijakan berbeda penguatan ekspor, ketahanan pangan, diversifikasi pedesaan, dan keberlanjutan lingkungan. Hasil penelitian ini yaitu berupa klasterisasi dapat digunakan sebagai place based policy untuk mendorong pertumbuhan inklusif, memperkuat ketahanan pangan, mengembangkan ekspor berbasis sumber daya lokal, serta mendukung pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan. Pendekatan ini memperkuat dasar empiris bagi pengambilan keputusan pembangunan wilayah, sehingga strategi pembangunan dapat disesuaikan dengan karakteristik spesifik tiap provinsi, sekaligus mendorong tercapainya target SDGs terkait ekonomi, pengentasan kemiskinan, dan pembangunan berkelanjutan
Reinforcing Post-Disaster Place Identity through Historical Tourism Grounded in the Sense of Place Framework: A Case Study of Gampong Pande Yumna Alifa; Bagas Dwipantara Putra
TATALOKA Vol 28, No 2 (2026): Volume 28 No. 2 May 2026
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.28.2.121-131

Abstract

Gampong Pande, a historically significant toponym marking the origin of the port city of the Aceh Darussalam Sultanate and the foundation of Banda Aceh city, possesses substantial potential for development as a historical tourism destination. However, in the aftermath of the 2004 Indian Ocean tsunami, a critical paradox has emerged: while physical reconstruction efforts have successfully restored the tangible fabric of the area, they have simultaneously diminished its intangible heritage, including cultural memory and symbolic meaning. This study addresses that gap by identifying the constituent elements of sense of place that can inform the revitalisation of Gampong Pande’s identity as a post-disaster heritage site. The research employs a qualitative methodology, drawing on field observations, semi-structured interviews, and documentary analysis of planning instruments. The analytical framework integrates the triadic model of sense of place comprising form (physical setting), activity (social practices), and meaning (symbolic and cultural associations) with the evaluative dimensions of the Project for Public Spaces (1998). The findings reveal that Gampong Pande retains a rich constellation of historical, symbolic, and ecological assets. However, these assets remain underutilised due to fragmented management, insufficient interpretive infrastructure, the absence of designed public spaces to support community participation, and the lack of a coherent visual and spatial narrative. In response, the study proposes a set of multi-dimensional development principles grounded in place-based theory, encompassing spatial, socio-cultural, and symbolic dimensions. These principles are operationalised through context-sensitive design criteria and modular guidelines aimed at guiding future revitalisation initiatives. The study contributes to the academic discourse on heritage-based tourism planning and offers an applicable model for the sustainable redevelopment of disaster-impacted historic environments.
Pengaruh Modal Sosial, Urbanisasi Terhadap Penurunan Kemiskinan di Provinsi Sumatera Utara Ilham Martadona; Ferry Setiawan; Jondeway Andi Hasan; Eka Sumarna
TATALOKA Vol 28, No 2 (2026): Volume 28 No. 2 May 2026
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.28.2.89-104

Abstract

Kemiskinan merupakan persoalan multidimensional yang tidak hanya dipengaruhi oleh aspek ekonomi, tetapi juga oleh faktor sosial dan spasial seperti modal sosial dan urbanisasi. Provinsi Sumatera Utara menunjukkan tren kemiskinan yang fluktuatif dengan tingkat kemiskinan perkotaan yang relatif tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tipologi modal sosial dan urbanisasi serta pengaruhnya terhadap penurunan kemiskinan di Provinsi Sumatera Utara. Penelitian menggunakan data sekunder dari Badan Pusat Statistik tahun 2020–2024 dan menerapkan analisis tipologi klassen serta regresi multivariat. Hasil penelitian tipologi klassen modal sosial dan kemiskinan meliputi kuadran I 45.45%, kuadran II 24.25%, kuadran III 21.21%, dan kuadran IV 9.09%. Selanjutnya tipologi klassen urbanisasi dan PDRB per kapita meliputi kuadran I 6.06%, kuadran II 51.52%, kuadran III 24.24%, dan kuadran IV 18.18%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal sosial berpengaruh signifikan secara simultan terhadap penurunan kemiskinan dan peningkatan PDRB per kapita.
Prioritas Pengembangan Pariwisata Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember Bagus Virman Kurniawan; Ratih Novi Listyawati; Rindang Alfiah
TATALOKA Vol 28, No 2 (2026): Volume 28 No. 2 May 2026
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.28.2.141-156

Abstract

Heterogenitas jenis daya tarik wisata dan jumlahnya yang terbanyak dibanding kecamatan lain menjadikan Kecamatan Ambulu sebagai kecamatan dengan potensi daya tarik terbesar di Kabupaten Jember. Keragaman destinasi tersebut memunculkan urgensi untuk dikembangkan sebagai upaya pemerataan destinasi wisata Kecamatan Ambulu guna pengoptimalan kontribusi sektor pariwisata terhadap Pendapatan Asli Daerah. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan prioritas pengembangan pariwisata berdasarkan komponen Attraction, Amenities, Accessibility, Activity, Accomodation, Ancillary (6A) sebagai upaya peningkatan dan pemerataan kunjungan wisatawan pada seluruh destinasi wisata di Kecamatan Ambulu. Penelitian ini menggunakan metode regresi linier berganda untuk menganalisis keterkaitan antar komponen 6A serta pengaruhnya terhadap keputusan berkunjung wisatawan yang kemudian dianalisis menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP) guna menentukan prioritas pengembangan pada komponen terpenting yang memberi dampak terbesar berdasarkan persepsi berkunjung wisatawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh komponen 6A memiliki nilai Sig. = <0,001 yang menandakan pengaruh signifikan komponen 6A terhadap keputusan berkunjung wisatawan dengan pengaruh sebesar 71,2%. Karena hasil regresi dari keenam komponen mempunyai pengaruh secara simultan terhadap keputusan berkunjung, maka keenam komponen dianalisis menggunakan AHP untuk menetapkan prioritas pengembangan. Analisa AHP menghasilkan faktor prioritas dimana pengembangan pada komponen Atraksi (daya tarik wisata) merupakan prioritas pengembangan utama berdasarkan pendapat para stakeholder dengan nilai eigen sebesar 0,656.

Filter by Year

2009 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 28, No 2 (2026): Volume 28 No. 2 May 2026 Vol 28, No 1 (2026): Volume 28 No 1, February 2026 Vol 27, No 4 (2025): Volume 27 No 4, November 2025 Vol 27, No 3 (2025): Volume 27 No. 3 August 2025 Vol 27, No 2 (2025): Volume 27 No. 2 May 2025 Vol 27, No 1 (2025): Volume 27 No. 1 February 2025 Vol 26, No 4 (2024): Volume 26 No 4, November 2024 Vol 26, No 3 (2024): Volume 26 No. 3 August 2024 Vol 26, No 2 (2024): Volume 26 No. 2, May 2024 Vol 26, No 1 (2024): Volume 26 No. 1 February 2024 Vol 25, No 4 (2023): Volume 25 No. 4 November 2023 Vol 25, No 3 (2023): Volume 25 No. 3 August 2023 Vol 25, No 2 (2023): Volume 25 No. 2 May 2023 Vol 25, No 1 (2023): Volume 25 No. 1 February 2023 Vol 24, No 4 (2022): Volume 24 No 4, November 2022 Vol 24, No 3 (2022): Volume 24 No. 3 August 2022 Vol 24, No 2 (2022): Volume 24 No. 2, May 2022 Vol 24, No 1 (2022): Volume 24 No. 1, February 2022 Vol 23, No 4 (2021): Volume 23 No. 4, November 2021 Vol 23, No 3 (2021): Volume 23 No. 3, August 2021 Vol 23, No 2 (2021): Volume 23 No. 2, May 2021 Vol 23, No 1 (2021): Volume 23 No. 1, February 2021 Vol 22, No 4 (2020): Volume 22 No. 4, November 2020 Vol 22, No 3 (2020): Volume 22 No. 3, August 2020 Vol 22, No 2 (2020): Volume 22 No. 2, May 2020 Vol 22, No 1 (2020): Volume 22 No. 1, February 2020 Vol 21, No 4 (2019): Volume 21 No 4, November 2019 Vol 21, No 3 (2019): Volume 21 No. 3, August 2019 Vol 21, No 2 (2019): Volume 21 No. 2, May 2019 Vol 21, No 1 (2019): Volume 21 No. 1, February 2019 Vol 20, No 4 (2018): Volume 20 Number 4, November 2018 Vol 20, No 3 (2018): Volume 20 Number 3, August 2018 Vol 20, No 2 (2018): Volume 20 Number 2, May 2018 Vol 20, No 1 (2018): Volume 20 Number 1, February 2018 Vol 19, No 4 (2017): Volume 19 Number 4, November 2017 Vol 19, No 3 (2017): Volume 19 Number 3, August 2017 Vol 19, No 2 (2017): Volume 19 Number 2, May 2017 Vol 19, No 1 (2017): Volume 19 Number 1, February 2017 Vol 18, No 4 (2016): Volume 18 Number 4, November 2016 Vol 18, No 3 (2016): Volume 18 Number 3, August 2016 Vol 18, No 2 (2016): Volume 18 Number 2, May 2016 Vol 18, No 1 (2016): Volume 18 Number 1, February 2016 Vol 17, No 4 (2015): Volume 17 Number 4, November 2015 Vol 17, No 3 (2015): Volume 17 Number 3, August 2015 Vol 17, No 2 (2015): Volume 17 Number 2, May 2015 Vol 17, No 1 (2015): Volume 17 Number 1, February 2015 Vol 16, No 4 (2014): Volume 16 Number 4, November 2014 Vol 16, No 3 (2014): Volume 16 Number 3, August 2014 Vol 16, No 2 (2014): Volume 16 Number 2, May 2014 Vol 16, No 1 (2014): Volume 16 Number 1, February 2014 Vol 15, No 4 (2013): Volume 15 Number 4, November 2013 Vol 15, No 3 (2013): Volume 15 Number 3, August 2013 Vol 15, No 2 (2013): Volume 15 Number 2, May 2013 Vol 15, No 1 (2013): Volume 15 Number 1, February 2013 Vol 14, No 4 (2012): Volume 14 Number 4, November 2012 Vol 14, No 3 (2012): Volume 14 Number 3, August 2012 Vol 14, No 2 (2012): Volume 14 Number 2, May 2012 Vol 14, No 1 (2012): Volume 14 Number 1, February 2012 Vol 13, No 4 (2011): Volume 13 Number 4, November 2011 Vol 13, No 3 (2011): Volume 13 Number 3, August 2011 Vol 13, No 2 (2011): Volume 13 Number 2, May 2011 Vol 13, No 1 (2011): Volume 13 Number 1, February 2011 Vol 11, No 1 (2009): Februari 2009 More Issue