cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Tataloka
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 23560266     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Tataloka is a peer reviewed journal publishing scientific articles, focusing mainly on research and studies in the field of urban and regional planning. TATALOKA Journal is published quarterly by Biro Penerbit Planologi (Planologi Publishing), Diponegoro University every February, May, August, and November.
Arjuna Subject : -
Articles 463 Documents
Tinjauan Implikasi Pusat Pertumbuhan terhadap Penggunaan Air Bersih Septiani, Aulia Irina; Muslimah, Hanifa
TATALOKA Vol 27, No 3 (2025): Volume 27 No. 3 August 2025
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.27.3.221-235

Abstract

Kesenjangan dalam pembangunan menjadi tantangan yang tak terhindarkan karena perbedaan sumber daya alam dan kondisi demografi. Konsep pusat pertumbuhan diterapkan untuk mengatasi kesenjangan ini, namun peningkatan populasi dan konsentrasi kegiatan mendorong tingginya penggunaan air bersih yang seringkali tidak selaras dengan ketersediaan air. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara pusat pertumbuhan dan penggunaan air bersih di sektor-sektor seperti pariwisata, industri, pertanian dan peternakan. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi literatur, penelitian ini mengidentifikasi karakteristik penggunaan air yang berbeda di masing-masing sektor. Temuan menunjukkan bahwa pertimbangan perencanaan kebutuhan air tidak hanya berdasarkan jumlah penduduk tetapi juga karakteristik spesifik dari setiap sektor kegiatan. Hasil temuan memberikan kontribusi penting terhadap pengetahuan tentang pengelolaan sumber daya air yang efektif dan berkelanjutan dalam konteks pembangunan pusat pertumbuhan, serta menawarkan rekomendasi untuk penyediaan air yang lebih responsif terhadap kebutuhan multisektor.
Analisis Capaian Kecamatan Layak Anak di Kota Malang Hermawan, Romy; Alim, Syahirul; Sibyan, Istifada Alhidayatus; Widastri, Amanda Rahmat
TATALOKA Vol 27, No 3 (2025): Volume 27 No. 3 August 2025
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.27.3.236-252

Abstract

Konsep Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) adalah sistem pembangunan berbasis hak anak melalui pengintegrasian komitmen dan sumber daya pemerintah, masyarakat dan dunia usaha, yang terencana secara menyeluruh dan berkelanjutan dalam kebijakan, program dan kegiatan untuk menjamin terpenuhinya hak dan perlindungan anak. Kota Malang telah mengimplementasikan program Malang Kota Layak Anak mulai dari tahun 2009, dan per tahun 2023 mendapatkan predikat Nindya. Penyelenggaraan Kecamatan Layak Anak (KELANA) turut memainkan peran penting dalam menciptakan Kota Layak Anak. Analisis capaian KELANA di Kota Malang dilakukan melalui pendekatan campuran kuantitatif dan kualitatif, dimana capaian dihitung melalui teknik skoring. Hasil analisis menunjukkan bahwa dari 16 indikator capaian KELANA, telah tercapai 14 indikator atau 88% dari seluruh indikator. 2 indikator yang belum tercapai adalah tidak adanya perkawinan anak dan tidak adanya permasalahan gizi. Langkah untuk memperbaiki indikator yang belum tercapai sekaligus meningkatkan capaian KELANA, dirumuskan rekomendasi yang menggunakan pendekatan inklusif dan kolaboratif. 
Standardisasi Versus Komersialisasi: Studi Perbandingan Tipologi Rumah Khusus dan Rumah Subsidi Gaputra, Agara Dama; Minggra, Restu
TATALOKA Vol 27, No 4 (2025): Volume 27 No 4, November 2025
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.27.4.347-361

Abstract

Permasalahan keterjangkauan dan kualitas hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Indonesia ditangani melalui dua jalur utama, yaitu rumah khusus sebagai representasi standardisasi negara dan rumah subsidi sebagai wujud komersialisasi oleh pengembang. Namun, kesenjangan antara standar normatif dan realisasi pasar masih menjadi isu mendasar. Penelitian ini bertujuan membandingkan tipologi rumah khusus dan rumah subsidi dalam kerangka standardisasi versus komersialisasi. Metode penelitian menggunakan analisis dokumen resmi untuk rumah khusus serta observasi lapangan terhadap empat sampel rumah subsidi di Bandung Raya. Analisis tipologi dilakukan pada aspek fungsional (utilitas), geometrik (firmitas), dan langgam (venustas). Hasil menunjukkan bahwa rumah khusus menekankan modularitas, proporsi ruang, adaptasi kontekstual, serta inklusivitas bagi kelompok rentan, sedangkan rumah subsidi cenderung seragam, berorientasi pada efisiensi biaya, dan minim kontekstualitas budaya. Kesenjangan paling nyata terlihat pada aspek organisasi ruang dan ekspresi fasad. Penelitian ini menegaskan perlunya integrasi prinsip standardisasi ke dalam mekanisme komersialisasi agar rumah subsidi tidak hanya memenuhi standar administratif, tetapi juga mampu mendukung kualitas hidup secara berkelanjutan.
Keterikatan Tempat Berdasarkan Tipe Tindakan Menetap Masyarakat Suku Bajo di Pulau Bungin Baskara, Alvito Cakra; Surjono, Surjono; Rukmi, Wara Indira
TATALOKA Vol 27, No 4 (2025): Volume 27 No 4, November 2025
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.27.4.362-374

Abstract

Penelitian ini menelaah keterikatan tempat (place attachment) masyarakat Bajo di Pulau Bungin, Kabupaten Sumbawa, yang dikenal sebagai pulau terpadat di dunia. Kepadatan ekstrem dan wacana relokasi dari pemerintah menimbulkan pertanyaan bagaimana keterikatan masyarakat dapat bertahan lintas generasi. Penelitian ini bertujuan mengukur tingkat keterikatan tempat dan menilai bagaimana keterikatan tersebut diwujudkan dalam tindakan masyarakat. Metode yang digunakan adalah mixed-methods dengan 157 responden yang dipilih menggunakan rumus Slovin dan teknik purposive, sehingga mewakili beberapa kelompok lama tinggal. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan wawancara mendalam, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan dilengkapi interpretasi kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan indeks afektif dan konatif berada pada kategori tinggi pada semua kelompok, dengan ikatan yang berakar pada hubungan leluhur, identitas kolektif, serta praktik rekonstruksi ruang. Analisis kualitatif menegaskan bahwa Pulau Bungin dipandang sebagai tanah warisan dan bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengaitan keterikatan afektif dan konatif dengan adaptasi ruang dalam konteks permukiman padat pesisir. Temuan ini menegaskan bahwa kebijakan penataan kawasan dan program hunian hanya akan efektif bila mengintegrasikan identitas budaya dan ikatan emosional masyarakat.
Perceptions of Foreign Tourists towards Public Transportation Integration with Tourism Destination in the Special Region of Yogyakarta Fasya, Muhammad Najih
TATALOKA Vol 27, No 4 (2025): Volume 27 No 4, November 2025
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.27.4.306-326

Abstract

The development of tourism in the Special Region of Yogyakarta (DIY) is still experiencing problems, especially in the aspect of tourism transportation. The main problem is the absence of an adequate transportation management system in the tourism transportation system by integrating supply (tourism transportation) and demand (tourists). Previous studies have only partially explained the integration between modes of transportation and tourism, so there has been no integration between supply (tourism transportation) and demand (tourists) and it is not integrated holistically, especially foreign tourists as respondents. So, this study aims to analyze the effect of public transportation mode integration on the type of tourism and characteristics of foreign tourists. This study uses a quantitative research type using primary data collection techniques carried out by researchers through observation of tourist attractions, interviews with agencies and submitting questionnaires to foreign tourists. In addition, the secondary data source for this study comes from official government documents. The results of the study showed that most foreign tourist respondents in DIY were included in the Mid-centric psychographic characteristics of 92.52%. All respondents were Individual Mass Tourists. From the assessment of integration between public transportation modes in DIY at four DIY transportation nodes, it is also considered good. Although the average integration value reaches 95.31%. Then the results of the statistical test through ordinal regression analysis produced a figure of 22.47%, this percentage is the figure for the influence of public transportation integration on tourist attractions, because most foreign tourists prefer to use vehicle rentals.
Penerapan Urban Network Analysis Dalam Pengukuran Aksesibilitas Pejalan Kaki di Transit Oriented Development Dukuh Atas Setyanida, Hafidha Aulia; Fatimah, Endrawati; Adriana, Martina Cecilia
TATALOKA Vol 27, No 4 (2025): Volume 27 No 4, November 2025
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.27.4.294-305

Abstract

Transit Oriented Development (TOD) merupakan paradigma perencanaan perkotaan yang sedang berkembang pada kota-kota di dunia sebagai salah satu strategi untuk mencapai kota berkelanjutan, termasuk DKI Jakarta. Dukuh Atas adalah kawasan TOD percontohan di Jakarta karena memiliki infrastruktur pejalan kaki yang memadai.  Akan tetapi, masih sedikit masyarakat yang memilih untuk berjalan kaki dari dan ke stasiun untuk jarak yang dekat. Masyarakat cenderung menggunakan angkutan umum dan angkutan online sebagai first mile dan last mile. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat aksesbilitas kawasan Transit Oriented Development (TOD) Dukuh Atas terhadap pemilihan rute pejalan kaki. Dalam penelitian ini, metode kuantitatif dilakukan dengan menggunakan Urban Network Analysis (UNA) yang merupakan metode spasial dalam menganalisis konektivitas, aksesibilitas, dan efisiensi jalur pejalan kaki.  Adapun UNA yang dilakukan terbagi kedalam empat indeks perhitungan, yaitu Reach, Betweenness, Closeness, dan Straighness. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kawasan TOD Dukuh Atas indeks reach yang masih cenderung rendah dengan 53% dari total luas bangunan; indeks betweenness memiliki kecenderungan ke arah sedang–tinggi; indeks closeness yang rendah yang mengindikasikan kondisi yang baik; dan indeks straightness memiliki kecenderungan rendah. Nilai indeks yang tinggi diperlukan untuk mencapai fungsi maksimal bangunan stasiun sebagai simpul transit. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan agar stasiun memiliki nilai aksesibilitas yang tinggi.
Penentuan Prioritas Penyediaan Taman Kota Baru di Kota Semarang Sitanggang, Febrina; Yuliastuti, Nany
TATALOKA Vol 27, No 4 (2025): Volume 27 No 4, November 2025
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.27.4.327-346

Abstract

Penyediaan dan pemanfaatan taman kota kawasan perkotaan merupakan wujud komitmen pemerintah dalam mencapai Sustainable Development Goals, khususnya Pilar Pembangunan Lingkungan Tujuan ke-11. Elemen lingkungan yang penting pada suatu lingkungan perkotaan adalah ruang terbuka hijau yang krusial terhadap kehidupan masyarakat, yaitu taman kota. Taman kota memiliki signifikansi kuat dalam menjaga aspek hidrologis maupun ekologis. Keberadaan taman kota juga memiliki peran penting mengurangi suhu permukaan pada kawasan perkotaan yang relatif lebih tinggi. Kurang meratanya distribusi taman kota di Kota Semarang pada kawasan perkotaan mengurangi kualitas lingkungan perkotaan. Tujuan penelitian ini adalah menentukan daerah-daerah prioritas dan lahan potensial dalam penyediaan tambahan kuantitas taman kota di Kota Semarang. Metodologi penelitian ini bersifat kuantitatif dengan pemanfaatan perangkat lunak sistem informasi geografis (SIG). Metode SIG yang digunakan adalah weighted overlay dari variabel penentu, yaitu analisis tingkat kenyamanan termal, kerapatan vegetasi, kepadatan penduduk, dan aksesibilitas. Kebaruan penelitian ini adalah penambahan variabel aksesibilitas dengan analisis SIG yang belum digunakan dalam studi serupa di wilayah ini, sehingga menghasilkan pemetaan spasial daerah prioritas dan lahan potensial penyediaan taman kota di Kota Semarang yang lebih adatif dan komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kota Semarang sangat perlu untuk disediakan penambahan taman kota, hal ini dapat dilihat dari luas daerah dengan tingkat prioritas “Sangat Tinggi” sebesar 19.146,01 ha (49,90%) dan luas lahan potensial sebesar 2.374,71 ha (5,96%) dari luas total Kota Semarang. Kecamatan dengan prioritas dan persentase tertinggi yaitu Kecamatan Semarang Tengah, Semarang Selatan, Semarang Utara, Semarang Timur, dan Gayamsari.
Environmental Factors Affecting Carbon Stock in Land Use Rights (HGU) Land in Tanah Laut Regency, South Kalimantan Province Fuadina, Lutfia Nursetya; Bimasena, Agung Nugroho; Irsal, Nur Aliyyah
TATALOKA Vol 28, No 1 (2026): Volume 28 No 1, February 2026
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.28.1.27-41

Abstract

By granting Land Use Rights (HGU) for plantation and agricultural sectors, which in the future is expected to facilitate carbon trading as well, the Ministry of Agrarian Affairs and Spatial Planning/National Land Agency (ATR/BPN) plays a crucial role in adapting for climate change. However, the authorities claimed that implementing the Polluter Pay Principles (PPP) for companies producing GHG emissions, such as palm oil plantations, are real steps in increasing the potential for carbon absorption and trading in Indonesia. Therefore, efforts are needed to clarify this statement by analyzing the impact of vegetation cover converted from forest to HGU areas towards the carbon stock values. The purpose of this study was to identify the variables influencing the spatial distribution of carbon stock values in the Tanah Laut Regency's HGU area. In order to map regions with high carbon stocks and meet emission reduction goals, the findings are then utilized to generate policy suggestions in the domain of sustainable plantation. The research employed quantitative methods alongside spatial analysis techniques, as well as qualitative methods through interviews with stakeholders in HGU management, including the Ministry of ATR/BPN, the South Kalimantan Regional Office, the Tanah Laut Regency Government, and HGU holders. The analysis results indicate that the carbon stock value differs across each HGU commodity, specifically rubber, cocoa, and palm oil. The mapping results of carbon stock distribution reveal that areas with minimal conversion possess high potential for carbon absorption.  The Geographically Weighted Regression (GWR) analysis indicates that each variable influences locations differently. Water quality index and built-up land area show opposite values to carbon stock. The forest area has a positive value so that increasing forest area in a location will be directly proportional to the increase in carbon stock value, while the HGU area has a range of positive to negative values. It is expected that the study's findings will contribute to manage HGU permits more sustainably by taking environmental issues into account, particularly regarding assessing carbon stocks. 
Komodifikasi Rumah dan Perubahan Sosial-Ekonomi di Kawasan Peri-Urban Sekitar Universitas Telkom, Kabupaten Bandung Santoso, Rahmawati; Winarso, Haryo
TATALOKA Vol 28, No 1 (2026): Volume 28 No 1, February 2026
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.28.1.1-14

Abstract

Kawasan peri-urban mengalami adaptasi dari menyebarkan kegiatan perkotaan. Perwujudan dari hubungan ruang dan sistem sosial ekonomi yang kompleks dan dinamis pada kawasan peri-urban terlihat jelas dari kemunculan praktik komodifikasi rumah. Pada kawasan peri-urban di sekitar Universitas Telkom, berbagai kegiatan perkotaan yang menjamur berpotensi mempengaruhi pemanfaatan rumah penduduk yang dikomodifikasikan menjadi bukan sekedar rumah saja. Tulisan ini mengidentifikasi komodifikasi rumah beserta asosiasinya terhadap perubahan sosial ekonomi di kawasan peri sekitar Universitas Telkom, Kabupaten Bandung. Tulisan disusun berdasarkan penelitian yang menggunakan metode kualitatif untuk menjelaskan keberadaan, karakteristik, dan proses terjadinya komodifikasi rumah.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan kegiatan perkotaan berupa kegiatan pendidikan yang bergeser ke pinggiran mendorong terjadinya komodifikasi rumah di kawasan peri-urban. Pertumbuhan penduduk pada kawasan peri-urban sekitar Universitas Telkom karena adanya pendatang yang sebagian besar adalah mahasiswa berasosiasi pada terjadinya komodifikasi rumah. Dalam pengembangan kawasan, komodifikasi rumah terjadi melalui perubahan guna lahan yang memicu adanya perumahan maupun melalui perubahan fungsi rumah dan peningkatan intensitas bangunan rumah.  Komodifikasi rumah yang terjadi di kawasan peri-urban tidak membawa perubahan yang hanya terbatas pada keuntungan modal akumulatif/sumber penghasilan saja, tetapi juga dapat menghilangkan fungsi hunian dari rumah yang mengalami komodifikasi.
Assessing Urban Planning Effectiveness in Jakarta with A Penta-Helix Lens on Public Dananjaya, Ahmad Ghazy
TATALOKA Vol 28, No 1 (2026): Volume 28 No 1, February 2026
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.28.1.15-26

Abstract

This study rigorously assesses the efficacy of urban planning and development in Jakarta, a dynamic megacity confronting multifaceted urbanization challenges and complex governance issues. Employing a mixed-methods research design, the investigation critically analyzes the interactive role of the Penta-helix collaboration model and the nuanced perceptions of its populace. Qualitative data were meticulously gathered through in-depth interviews with key Penta-helix stakeholders, providing rich contextual insights. Concurrently, quantitative data were systematically collected via a comprehensive survey administered to 400 Jakarta residents, enabling broader statistical generalization. The research focuses on five pivotal variables: policy inclusivity, program implementation effectiveness, environmental sustainability, public participation, and spatial innovation. Preliminary findings indicate varying degrees of success across these areas, often revealing disparities between policy intentions and on-the-ground realities. While an initial congruence of 70-85% between qualitative themes and quantitative perceptions was anticipated, the actual outcomes, particularly concerning inclusivity and participation, suggest a lower alignment, underscoring significant gaps in urban governance. This study offers empirically-driven recommendations for fostering more adaptive, equitable, and sustainable urban development strategies in Jakarta, contributing valuable insights to the discourse on megacity management in developing contexts.

Filter by Year

2009 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 28, No 1 (2026): Volume 28 No 1, February 2026 Vol 27, No 4 (2025): Volume 27 No 4, November 2025 Vol 27, No 3 (2025): Volume 27 No. 3 August 2025 Vol 27, No 2 (2025): Volume 27 No. 2 May 2025 Vol 27, No 1 (2025): Volume 27 No. 1 February 2025 Vol 26, No 4 (2024): Volume 26 No 4, November 2024 Vol 26, No 3 (2024): Volume 26 No. 3 August 2024 Vol 26, No 2 (2024): Volume 26 No. 2, May 2024 Vol 26, No 1 (2024): Volume 26 No. 1 February 2024 Vol 25, No 4 (2023): Volume 25 No. 4 November 2023 Vol 25, No 3 (2023): Volume 25 No. 3 August 2023 Vol 25, No 2 (2023): Volume 25 No. 2 May 2023 Vol 25, No 1 (2023): Volume 25 No. 1 February 2023 Vol 24, No 4 (2022): Volume 24 No 4, November 2022 Vol 24, No 3 (2022): Volume 24 No. 3 August 2022 Vol 24, No 2 (2022): Volume 24 No. 2, May 2022 Vol 24, No 1 (2022): Volume 24 No. 1, February 2022 Vol 23, No 4 (2021): Volume 23 No. 4, November 2021 Vol 23, No 3 (2021): Volume 23 No. 3, August 2021 Vol 23, No 2 (2021): Volume 23 No. 2, May 2021 Vol 23, No 1 (2021): Volume 23 No. 1, February 2021 Vol 22, No 4 (2020): Volume 22 No. 4, November 2020 Vol 22, No 3 (2020): Volume 22 No. 3, August 2020 Vol 22, No 2 (2020): Volume 22 No. 2, May 2020 Vol 22, No 1 (2020): Volume 22 No. 1, February 2020 Vol 21, No 4 (2019): Volume 21 No 4, November 2019 Vol 21, No 3 (2019): Volume 21 No. 3, August 2019 Vol 21, No 2 (2019): Volume 21 No. 2, May 2019 Vol 21, No 1 (2019): Volume 21 No. 1, February 2019 Vol 20, No 4 (2018): Volume 20 Number 4, November 2018 Vol 20, No 3 (2018): Volume 20 Number 3, August 2018 Vol 20, No 2 (2018): Volume 20 Number 2, May 2018 Vol 20, No 1 (2018): Volume 20 Number 1, February 2018 Vol 19, No 4 (2017): Volume 19 Number 4, November 2017 Vol 19, No 3 (2017): Volume 19 Number 3, August 2017 Vol 19, No 2 (2017): Volume 19 Number 2, May 2017 Vol 19, No 1 (2017): Volume 19 Number 1, February 2017 Vol 18, No 4 (2016): Volume 18 Number 4, November 2016 Vol 18, No 3 (2016): Volume 18 Number 3, August 2016 Vol 18, No 2 (2016): Volume 18 Number 2, May 2016 Vol 18, No 1 (2016): Volume 18 Number 1, February 2016 Vol 17, No 4 (2015): Volume 17 Number 4, November 2015 Vol 17, No 3 (2015): Volume 17 Number 3, August 2015 Vol 17, No 2 (2015): Volume 17 Number 2, May 2015 Vol 17, No 1 (2015): Volume 17 Number 1, February 2015 Vol 16, No 4 (2014): Volume 16 Number 4, November 2014 Vol 16, No 3 (2014): Volume 16 Number 3, August 2014 Vol 16, No 2 (2014): Volume 16 Number 2, May 2014 Vol 16, No 1 (2014): Volume 16 Number 1, February 2014 Vol 15, No 4 (2013): Volume 15 Number 4, November 2013 Vol 15, No 3 (2013): Volume 15 Number 3, August 2013 Vol 15, No 2 (2013): Volume 15 Number 2, May 2013 Vol 15, No 1 (2013): Volume 15 Number 1, February 2013 Vol 14, No 4 (2012): Volume 14 Number 4, November 2012 Vol 14, No 3 (2012): Volume 14 Number 3, August 2012 Vol 14, No 2 (2012): Volume 14 Number 2, May 2012 Vol 14, No 1 (2012): Volume 14 Number 1, February 2012 Vol 13, No 4 (2011): Volume 13 Number 4, November 2011 Vol 13, No 3 (2011): Volume 13 Number 3, August 2011 Vol 13, No 2 (2011): Volume 13 Number 2, May 2011 Vol 13, No 1 (2011): Volume 13 Number 1, February 2011 Vol 11, No 1 (2009): Februari 2009 More Issue