cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Tataloka
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 23560266     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Tataloka is a peer reviewed journal publishing scientific articles, focusing mainly on research and studies in the field of urban and regional planning. TATALOKA Journal is published quarterly by Biro Penerbit Planologi (Planologi Publishing), Diponegoro University every February, May, August, and November.
Arjuna Subject : -
Articles 457 Documents
Skenario Tata Ruang Penanganan Banjir Sub-DAS Piji Kabupaten Kudus Rama, Mahardhika Gita; Pamungkas, Adjie
TATALOKA Vol 27, No 1 (2025): Volume 27 No. 1 February 2025
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.27.1.25-41

Abstract

Tata ruang yang tepat dapat berperan dalam pengurangan risiko banjir. Tata ruang yang optimal meningkatkan fungsi lahan sebagai media resapan air serta mengurangi dan/atau membuang kelebihan air dari suatu kawasan. Tata ruang pada Sub Daerah Aliran Sungai (DAS) Piji menunjukkan kondisi yang tidak optimal. Wilayah DAS ini terkategori kritis akibat perkembangan permukiman, penjarahan hasil hutan, dan penebangan liar. Penjarahan dan penebangan liar Kawasan Gunung Muria selama lebih dari 20 tahun menjadikan kawasan ini rentan dan berisiko banjir di wilayah hilir. Permodelan SWAT (Soil Water Assessment Tool) terhadap 31 sub-sub DAS menghasilkan temuan bahwa terdapat 6 daerah yang berpotensi banjir. Keenam daerah ini mencakup sub-sub-DAS 14, 15, 17, 20, 26, dan 31 dengan volume banjir total 154.294,82 m3 dalam sehari pada kondisi curah hujan tertinggi. Penelitian ini mengembangkan skenario penanganan banjir menggunakan analisis sensitivitas dan permodelan SWAT. Dari hasil analisis, skenario ke-4 terpilih sebagai skenario penanganan banjir yang paling optimal dengan strategi berupa: (1) konversi penggunaan lahan menjadi daerah bervegetasi dan penampungan air seperti hutan, ruang terbuka hijau, dan kolam; (2) peningkatan praktek infrastruktur hijau pada area permukiman seperti bioswale, green roof, dan rainwater harvesting; dan (3) peningkatan kapasitas, kemiringan, dan bentuk drainase.
Implementasi Manajemen Rancang Kota pada Pengelolaan Kawasan Sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Kota Semarang Ningrum, Aryani Praba; Nusantara, Danna Prasetya; Mussadun, Mussadun
TATALOKA Vol 27, No 2 (2025): Volume 27 No. 2 May 2025
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.27.2.203-220

Abstract

Mengingat adanya urgensi untuk menormalisasikan Sungai Kanal Banjir Timur, maka Pemerintah Kota Semarang bekerjasama dengan Pemerintah Pusat untuk melakukan pemindahan kegiatan perindustrian di sepanjang Jalan Barito untuk menempati lokasi baru di dalam Kawasan Industri Wijaya Kusuma. Lokasi kawasan industri tersebut telah memenuhi syarat dan digunakan untuk membangun Sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meninjau kondisi, merumuskan strategi dan mengembangkannya skenario yang tepat untuk pengelolaan kawasan industri Sentra IKM di Kota Semarang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif dengan data sekunder yang dikumpulkan melalui dokumen, kajian literatur dan best practice terkait manajemen pengelolaan kawasan industri. Jenis pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yang menghasilkan data deskriptif. Penggunaan metode Linear Responsibility Chart juga digunakan untuk menggambarkan peran dan tanggung jawab individu atau tim dalam suatu proyek, tugas, atau aktivitas Hasil analisis menunjukkan kondisi ideal pengelolaan kawasan industri Sentra IKM di Kota Semarang memerlukan konsep manajemen stakeholder yang baik agar pengembangan kawasan ini dapat berjalan dengan maksimal. Dari penelitian juga ditemukan adanya gap implementasi prinsip dan komponen pengelolaan kawasan kerjasama yang tercermin pada prinsip aktor dimana terdapat kurangnya pemetaan yang jelas mengenai peran dan keterkaitan stakeholder dan pada prinsip strategi dimana masalah muncul akibat tidak adanya skenario manajemen waktu yang memadai, ketergantungan yang tinggi pada anggaran pemerintah untuk biaya, dan kurangnya pelatihan bagi SDM dalam aspek pemasaran dan komunikasi. Kesemua elemen ini menghambat efektivitas dan keberlanjutan dalam pengelolaan kawasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan kawasan Sentra IKM Kota Semarang sudah menerapkan manajemen rancang kota dengan pendekatan keberlanjutan sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Namun, masih terdapat kelemahan dalam pemetaan peran stakeholder, ketergantungan pada anggaran pemerintah, kurangnya pelatihan SDM, dan belum adanya sanksi hukum bagi pelanggar. Sehingga perlu adanya perbaikan dalam pemetaan aktor, diversifikasi sumber pembiayaan, pelatihan, dan penegakan hukum agar pengelolaan kawasan lebih efektif dan berkelanjutan. 
Exploring the Impact of Built Environment Development on Activity Patterns of Public Open Space: The Case of Alun-alun Batu Marhendra, Cantya Paramita
TATALOKA Vol 27, No 2 (2025): Volume 27 No. 2 May 2025
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.27.2.192-202

Abstract

The redesign implemented at Alun-alun Batu in 2011 can be categorized as successful, not only for transforming it into a new social activity space but also as a driver of economic growth significantly impacting the lives of Batu City residents. This success has made Alun-alun Batu a benchmark project for similar projects. Over a decade, the built environment surrounding Alun-alun Batu has significantly transformed. The built environment's consistent development influences individual and community experiences, influenced by variations in spatial functions and designs within the area. This has also affected the quality of urban space, particularly in Alun-alun Batu, where shifts in social activities can alter community interactions and the utilization of its space. This research aims to provide an understanding of the impact of the built environment's development on the utilization of public open spaces at Alun-alun Batu. This study used data collected in 2013 and 2023 to analyze changes in activity patterns at Alun-alun Batu, with the 2013 data sourced from a prior study. The analysis focuses on the impact of built environment developments in the surrounding area and the effects of the pre- and post-COVID-19 periods on both the intangible and spatial aspects of space usage. Data collection in both years involved behavior mapping based on predetermined variables: person, milieu, and temporal aspects. Along with observations and interviews. The data were then qualitatively analyzed using a descriptive-comparative method. This study aims to provide valuable insights for future planning and design of Alun-alun Batu’s development.
Proyeksi Debit dan Limpasan Akibat Perubahan Tutupan Lahan dan Iklim di Sungai Citarum Kecamatan Dayeuhkolot pada Tahun 2045 Suheri, Asep; Suhaya, Yoyo; Kunigara, Andika Putra
TATALOKA Vol 27, No 2 (2025): Volume 27 No. 2 May 2025
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.27.2.161-191

Abstract

Perubahan iklim dan tutupan lahan mengakibatkan peningkatan aliran permukaan (surface runoff) dan debit Sungai yang berpotensi dalam peningkatan frekuensi dan intensitas banjir. Salah satu daerah yang mengalami masalah ini adalah Kecamatan Dayeuhkolot yang terletak di DAS Citarum Hulu. Oleh karena itu, penelitian ini, dengan tujuan memprediksi perubahan debit dan limpasan Sungai Citarum di Kecamatan Dayeuhkolot pada tahun 2045 dengan mempertimbangkan skenario perubahan tutupan lahan dan iklim disusun agar dapat menjadi masukan dalam strategi rehabilitasi lahan di DAS Citarum Hulu. Dalam penelitian ini, dilakukan simulasi perubahan penggunaan lahan dari tahun 2022 hingga 2045 menggunakan model CA-Markov dengan skenario Business as Usual (BAU). Selain itu, dilakukan Statistical Downscalling Model (SDSM) untuk menganalisis tren perubahan iklim pada tiga skenario berbeda. Setelah itu, kombinasi dari masing-masing skenario perubahan penggunaan lahan dan iklim, akan dimodelkan dalam model hidrologi Soil and Water Assessment Tool (SWAT) untuk mensimulasikan aliran air masa depan dan menganalisis risiko banjir masa depan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan limpasan tahunan tertinggi terjadi pada skenario perubahan iklim RCP 8.5 dan skenario perubahan tutupan lahan Business As Usual, yaitu sebesar 24,42%. Selain itu, peningkatan debit tertinggi terjadi pada skenario perubahan tutupan lahan dengan skenario Business As Usual dan skenario iklim RCP 8.5, yaitu sebesar 91,84%.
Karakteristik Perumahan Berdasarkan Preferensi Lansia di Perkotaan (Kasus: Jakarta, Bogor, Depok) Fitri, Afifah Alya; Wiranegara, Hanny Wahidin; Supriyatna, Yayat
TATALOKA Vol 27, No 2 (2025): Volume 27 No. 2 May 2025
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.27.2.128-137

Abstract

Jumlah penduduk lansia di Indonesia diprediksi akan mencapai 20% pada tahun 2045. Namun, perencanaan perumahan yang mempertimbangkan kebutuhan lansia masih sulit ditemui di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik perumahan berdasarkan preferensi lansia. Karakteristik perumahan meliputi variabel dari aspek lingkungan fisik perumahan, lingkungan psikologis perumahan, dan lingkungan sosial perumahan. Sampel sebanyak 100 lansia dari Kota Jakarta, Bogor, dan Depok sebagai kota-kota dengan persentase lansia yang banyak. Desain penelitian menggunakan metode survey angket. Teknik analisis menggunakan second order Confirmatory Factor Analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel lingkungan fisik perumahan, lingkungan psikologis perumahan, dan lingkungan sosial perumahan adalah signifikan. Indikator yang signifikan perlu diperhatikan di dalam perencanaan perumahan bagi lansia adalah kedekatan ke fasilitas kesehatan, niaga, rekreasi, transportasi umum dan ruang terbuka (pada aspek lingkungan fisik); kemudahan menemukan arah dan orientasi lingkungan serta kemudahan mengakses tempat duduk (aspek lingkungan psikologis); keragaman aktivitas sosial, keragaman golongan usia penghuni, keragaman profesi penghuni dan ketersediaan kelembagaan sosial (pada aspek lingkungan sosial).
Strategi Pengembangan Infrastruktur Perdesaan Dalam Mendukung Pengembangan Kawasan Pertanian Di Kecamatan Lappariaja Kabupaten Bone Indriani, Iin; Siradjuddin, Irsyadi; Usman, Khairul Sani; Anshar, Muhammad
TATALOKA Vol 27, No 2 (2025): Volume 27 No. 2 May 2025
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.27.2.138-160

Abstract

Kebijakan pengembangan infrastruktur kawasan perdesaan di Kecamatan Lappariaja belum mampu mengoptimalkan potensi sumber daya alamnya dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Hal tersebut terlihat dari beberapa sarana seperti gudang pangan yang belum tersedia, jaringan jalan yang rusak, pemanfaatan jaringan telekomunikasi belum merata, serta ketersediaan jalan tani yang masih sulit di akses oleh para petani. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat kondisi infrastruktur dan fasilitas wilayah perdesaan di Kecamatan Lappariaja, dan merumuskan strategi pengembangan infrastruktur perdesaan dalam mendukung pengembangan kawasan pertanian. Penelitian ini bersifat kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Analisis kuantitatif yang digunakan adalah analisis skoring, sedangkan analisis deskriptif kualitatif yang digunakan adalah analisis SWOT. Hasil analisis tingkat kondisi infrastruktur di Kecamatan Lappariaja dalam kategori terpenuhi yaitu jaringan listrik, jembatan, irigasi, air bersih dan telekomunikasi. Sedangkan infrastruktur kategori sedang yaitu infrastruktur jalan dan jalan tani. Infrastruktur yang tidak terpenuhi yaitu gudang pangan. Strategi pengembangan, yaitu (a) memanfaatkan dan meningkatkan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan sebagai arus distribusi perekonomian dibidang pertanian maupun perdagangan dan jasa. (b) rutin melakukan pemasokan kebutuhan air pada tanaman agar meningkatkan jumlah produktivitas pertanian secara cepat. (c) memanfaatkan ketersediaan listrik untuk menjalankan aktivitas disektor pertanian seperti penggunaan mesin pompa air irigasi ke lahan pertanian. (d) membangun infrastruktur gudang pangan untuk menyimpan dan memproses hasil-hasil tani. (e) perbaikan infrastruktur jalan penghubung antar desa serta perbaikan jalan tani agar dapat memperlancar proses  pengangkutan hasil produksi maupun mobilisasi alat-alat dan mesin pertanian.
Problems, and Development Priority in Border Area: Muara Tami District, Jayapura Santosa, Endratno Budi; Musfira, Musfira
TATALOKA Vol 27, No 2 (2025): Volume 27 No. 2 May 2025
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.27.2.116-127

Abstract

The Development from the Edge approach undertaken by the Jokowi administration has significantly impacted the East side of Indonesia's border with Papua New Guinea. While physical improvements and infrastructure development have brought positive changes, they also impacted socio-cultural aspects and created land ownership and usage issues. Transmigration programs applied in this area add complexity, mainly due to the unequal advantages that different communities receive. Understanding these problems is crucial for managing them effectively and guiding the area's development process. This study focuses on Muara Tami District in Jayapura, which has a distinct population and development compared to other areas. This study uses library research, interviews, and the Analytic Hierarchy Process (AHP) method to identify the most significant encountered problems, their causes, and alternative solutions that require immediate implementation. Field observations and secondary data support the analysis, and interviews with stakeholders from various government agencies provide multiple perspectives. The study finds that the transmigration program has more direct and positive impacts on the area than recent national strategic projects. Poor infrastructure services remain a significant issue, while the human resources capabilities aspect becomes a determining factor that helps or hampers better area development. The interviewees also prioritised collaboration among all involved actors to address these issues.
Kendaraan Listrik Umum di Kota Denpasar Menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Geographic Information System (GIS) Ramadhani, Dinda Putri; Susetyo, Cahyono
TATALOKA Vol 27, No 3 (2025): Volume 27 No. 3 August 2025
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.27.3.267-280

Abstract

Transportasi merupakan penyumbang terbesar emisi gas rumah kaca dan polusi udara yang menyebabkan perubahan iklim global. Dampak polusi udara paling dirasakan oleh penduduk di daerah perkotaan besar, terutama akibat emisi dari jalan raya yang menurunkan kualitas udara. Guna mengatasi masalah ini, Pemerintah Indonesia mengeluarkan peraturan mengenai Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk mendorong penggunaan kendaraan listrik. Kota Denpasar ditetapkan sebagai kawasan rendah emisi dalam Rencana Aksi Daerah Percepatan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai Provinsi Bali 2022—2026. Dalam mendukung rencana ini, diperlukan pembangunan infrastruktur optimal berupa Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Penelitian ini bertujuan menentukan rekomendasi lokasi potensial sesuai Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2023 di Kota Denpasar. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh melalui studi literatur dan dianalisis menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP). Penelitian ini menemukan delapan variabel yang mempengaruhi penentuan lokasi optimal SPKLU, yaitu aksesibilitas terhadap jalan, jaringan listrik, tempat parkir, integrasi dengan fasilitas lain, hambatan lokasi, jarak dari permukiman, kepadatan penduduk, dan lokasi potensial. Bobot hasil AHP variabel-variabel tersebut kemudian dianalisis menggunakan Weighted Sum untuk memvisualisasikan rekomendasi lokasi optimal SPKLU untuk kendaraan mobil pribadi di Kota Denpasar. Nilai lokasi yang direkomendasikan berkisar antara 0,7–0,97, mencakup 88 lokasi potensial.
Penentuan Lokasi Potensial Ruang Terbuka Hijau Pada Kawasan Perkotaan Banyuwangi Dalam Mengurangi Dampak Urban Heat Island Balqis, Nabila Putri; Koesoemawati, Dewi Junita; Listyawati, Ratih Novi
TATALOKA Vol 27, No 3 (2025): Volume 27 No. 3 August 2025
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.27.3.253-266

Abstract

Fenomena urban heat island (UHI) menggambarkan kelebihan atmosfer panas pada kawasan perkotaan dibandingkan dengan kawasan pedesaan. Salah satu kawasan yang mempunyai spekulasi terjadinya fenomena UHI adalah perkotaan Banyuwangi karena menjadi pusat kegiatan wilayah yang menyebabkan tingginya aktifitas manusia dan transportasi di dalamnya. Penelitian ini berfokus pada solusi mengurangi dampak kenaikan suhu yang disebabkan oleh fenomena urban heat island menggunakan metode overlay variabel NDVI, THI, kepadatan penduduk dan penggunaan lahan dengan output berupa penyediaan lokasi ruang terbuka hijau. Hasil penelitian menunjukan total luas lokasi potensial RTH pada perkotaan Banyuwangi sebesar 60,1 Ha atau 0,92% dari total luas wilayah perkotaan Banyuwangi sebesar 6551,04 Ha. Data tersebut menunjukan kenaikan sebesar 2,48% dari total luas gabungan lokasi potensial RTH sebesar 60,1 Ha dan RTH eksisting sebesar 102,4 Ha. Kenaikan persentase RTH secara tidak langsung menambah jumlah media pengontrol iklim mikro sehingga dapat mereduksi suhu panas dan memberikan efek nyaman akan termal bagi masyarakat.
Perancangan Design of Experiment (DOE) Tingkat Kepuasan Pengguna Transportasi Commuter Line Jakarta Kota-Bogor Novikarany, Riefda; Rifa'i, Bachtiar; Badarudin, Mahmud; Lasmawati, Maysuroh; Kusmantoro, Yeri; Qotrunnada, Farah Mufida; Wajdi, Achmad Farid
TATALOKA Vol 27, No 3 (2025): Volume 27 No. 3 August 2025
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.27.3.281-293

Abstract

Penggunaan moda transportasi Commuter Line di rute Jakarta Kota-Bogor membawa tantangan sekaligus peluang dalam konteks layanan publik dimana jumlah perjalanan rute Jakarta Kota - Bogor masih mendominasi dikarenakan jalur Bogor merupakan jalur dengan jumlah penumpang Commuter Line terbanyak bila dibandingkan dengan jumlah penumpang pada jalur yang lain. Berbagai keberagaman pengguna maupun latar belakang alasan penggunaan Commuter Line, menjadikan tuntutan adanya penetapan kualitas layanan publik yang mempertimbangkan kebutuhan spesifik dari seluruh pengguna. Kajian ini bertujuan pada pengidentifikasian elemen/faktor layanan yang mempengaruhi tingkat kenyamanan pengguna yang perlu ditingkatkan dengan merancang Design of Experiment dari data elemen jumlah gerbong, jadwal operasi commuter line dan ketersediaan informasi. Berdasarkan analisis menggunakan Metode Taguchi didapatkan bahwa faktor yang signifikan mempengaruhi tingkat kepuasan pengguna Commuter Line adalah jadwal operasi Commuter Line dan ketersediaan informasi, hal ini menjadi dasar dari penentuan strategi Commuter Line selanjutnya seperti dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas informasi yang bersifat menunjang operasional Commuter Line setiap harinya.

Filter by Year

2009 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 4 (2025): Volume 27 No 4, November 2025 Vol 27, No 3 (2025): Volume 27 No. 3 August 2025 Vol 27, No 2 (2025): Volume 27 No. 2 May 2025 Vol 27, No 1 (2025): Volume 27 No. 1 February 2025 Vol 26, No 4 (2024): Volume 26 No 4, November 2024 Vol 26, No 3 (2024): Volume 26 No. 3 August 2024 Vol 26, No 2 (2024): Volume 26 No. 2, May 2024 Vol 26, No 1 (2024): Volume 26 No. 1 February 2024 Vol 25, No 4 (2023): Volume 25 No. 4 November 2023 Vol 25, No 3 (2023): Volume 25 No. 3 August 2023 Vol 25, No 2 (2023): Volume 25 No. 2 May 2023 Vol 25, No 1 (2023): Volume 25 No. 1 February 2023 Vol 24, No 4 (2022): Volume 24 No 4, November 2022 Vol 24, No 3 (2022): Volume 24 No. 3 August 2022 Vol 24, No 2 (2022): Volume 24 No. 2, May 2022 Vol 24, No 1 (2022): Volume 24 No. 1, February 2022 Vol 23, No 4 (2021): Volume 23 No. 4, November 2021 Vol 23, No 3 (2021): Volume 23 No. 3, August 2021 Vol 23, No 2 (2021): Volume 23 No. 2, May 2021 Vol 23, No 1 (2021): Volume 23 No. 1, February 2021 Vol 22, No 4 (2020): Volume 22 No. 4, November 2020 Vol 22, No 3 (2020): Volume 22 No. 3, August 2020 Vol 22, No 2 (2020): Volume 22 No. 2, May 2020 Vol 22, No 1 (2020): Volume 22 No. 1, February 2020 Vol 21, No 4 (2019): Volume 21 No 4, November 2019 Vol 21, No 3 (2019): Volume 21 No. 3, August 2019 Vol 21, No 2 (2019): Volume 21 No. 2, May 2019 Vol 21, No 1 (2019): Volume 21 No. 1, February 2019 Vol 20, No 4 (2018): Volume 20 Number 4, November 2018 Vol 20, No 3 (2018): Volume 20 Number 3, August 2018 Vol 20, No 2 (2018): Volume 20 Number 2, May 2018 Vol 20, No 1 (2018): Volume 20 Number 1, February 2018 Vol 19, No 4 (2017): Volume 19 Number 4, November 2017 Vol 19, No 3 (2017): Volume 19 Number 3, August 2017 Vol 19, No 2 (2017): Volume 19 Number 2, May 2017 Vol 19, No 1 (2017): Volume 19 Number 1, February 2017 Vol 18, No 4 (2016): Volume 18 Number 4, November 2016 Vol 18, No 3 (2016): Volume 18 Number 3, August 2016 Vol 18, No 2 (2016): Volume 18 Number 2, May 2016 Vol 18, No 1 (2016): Volume 18 Number 1, February 2016 Vol 17, No 4 (2015): Volume 17 Number 4, November 2015 Vol 17, No 3 (2015): Volume 17 Number 3, August 2015 Vol 17, No 2 (2015): Volume 17 Number 2, May 2015 Vol 17, No 1 (2015): Volume 17 Number 1, February 2015 Vol 16, No 4 (2014): Volume 16 Number 4, November 2014 Vol 16, No 3 (2014): Volume 16 Number 3, August 2014 Vol 16, No 2 (2014): Volume 16 Number 2, May 2014 Vol 16, No 1 (2014): Volume 16 Number 1, February 2014 Vol 15, No 4 (2013): Volume 15 Number 4, November 2013 Vol 15, No 3 (2013): Volume 15 Number 3, August 2013 Vol 15, No 2 (2013): Volume 15 Number 2, May 2013 Vol 15, No 1 (2013): Volume 15 Number 1, February 2013 Vol 14, No 4 (2012): Volume 14 Number 4, November 2012 Vol 14, No 3 (2012): Volume 14 Number 3, August 2012 Vol 14, No 2 (2012): Volume 14 Number 2, May 2012 Vol 14, No 1 (2012): Volume 14 Number 1, February 2012 Vol 13, No 4 (2011): Volume 13 Number 4, November 2011 Vol 13, No 3 (2011): Volume 13 Number 3, August 2011 Vol 13, No 2 (2011): Volume 13 Number 2, May 2011 Vol 13, No 1 (2011): Volume 13 Number 1, February 2011 Vol 11, No 1 (2009): Februari 2009 More Issue