cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Tataloka
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 23560266     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Tataloka is a peer reviewed journal publishing scientific articles, focusing mainly on research and studies in the field of urban and regional planning. TATALOKA Journal is published quarterly by Biro Penerbit Planologi (Planologi Publishing), Diponegoro University every February, May, August, and November.
Arjuna Subject : -
Articles 457 Documents
Kolaborasi Pembangunan Kawasan Perdesaan Margomarem Kabupaten Wonosobo Ainaqo, Ayu Annisa Annasihatul; Handayani, Wiwandari; Mardiansyah, Fadjar Hari
TATALOKA Vol 26, No 4 (2024): Volume 26 No 4, November 2024
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.26.4.266-279

Abstract

Pembangunan kawasan perdesaan adalah pembangunan beberapa desa melalui kolaborasi multi aktor dengan tahapan antara lain pembentukan, penetapan, perencanaan, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi. Kawasan Perdesaan Margomarem merupakan kawasan gabungan lima desa di Kabupaten Wonosobo yang terbentuk atas inisiatif pemerintah yang kemudian disambut baik oleh masyarakat lokal. Dengan modal sosial dan kerja sama yang kuat, Kawasan Margomarem ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Wonosobo melalui SK Bupati Wonosobo Nomor 050/383/2020. Kawasan Margomarem kemudian menyusun perencanaan kawasan dan mulai melaksanakan pembangunan sejak akhir tahun 2021. Dalam setiap tahap, pembangunan Kawasan Margomarem melibatkan kolaborasi dari berbagai aktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kolaborasi pembangunan Kawasan Margomarem. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis stakeholder mapping, analisis bentuk kolaborasi, dan analisis collaborative governance. Studi ini menunjukkan bahwa aktor kunci dalam kolaborasi pembangunan Kawasan Margomarem yaitu BKAD, Pemerintah Desa, Bumdesma, Sekolah Lapang, Shirvano Consulting, dan Dinas Pariwisata & Kebudayaan. Aktor-aktor kunci tersebut saling berkolaborasi dengan aktor pendukung lainnya membentuk quadruple helix yang terdiri dari unsur pemerintah, masyarakat, swasta, dan komunitas. Kawasan Margomarem berjalan atas dasar kolaborasi, bergerak secara kolaboratif, dan dalam prosesnya mengalami dinamika kolaborasi. Kolaborasi yang terjadi dalam setiap tahap pembangunan Kawasan Margomarem telah mendorong akselerasi pembangunan wilayah berbasis perdesaan. 
Implementasi Metode Machine Learning: Penentuan Sistem Pusat Permukiman Azhary, Kiagus Muhammad Benyamin; Rilansari, Valendya
TATALOKA Vol 26, No 4 (2024): Volume 26 No 4, November 2024
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.26.4.230-240

Abstract

Metode yang umum dilakukan pada penetapan hirarki pusat pelayanan saat menentukan sistem pusat permukiman adalah analisis skalogram berdasarkan beberapa variabel, lalu dilakukan identifikasi kesesuaian dengan rencana tata ruang. Teknologi informasi mengubah sudut pandang kota dalam mengatur kebijakan, kota cerdas merupakan strategi pemanfaatan teknologi informasi dalam beberapa bidang dan tata kelola perkotaaan untuk mengubah infrastruktur kota dan pelayanan publik. Oleh karena itu, pemanfaatan teknologi informasi pada proses perlu dilakukan agar terwujudnya kota cerdas berbasis pemanfaatan teknologi informasi. Pemanfaatan teknologi pada penentuan pusat pelayanan masih sedikit dikarenakan kurangnya penelitian yang memiliki konsentrasi terhadap pemanfaatan teknologi informasi pada perencanaan tata ruang kota. Menggunakan metode machine learning dalam klasifikasi hirarki berdasarkan variabel pembentuk kota sangatlah memungkinkan. Proses input-process data menggunakan python. Pemilihan dataset didasarkan karakteristik kota yang serupa untuk mencapai nilai akurasi yang tinggi serta validasi data yang akurat. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa pengujian model Random Forest memiliki nilai akurasi paling tinggi diantara empat metode lain. Tujuan penelitian adalah untuk melakukan simulasi penentuan pusat pelayanan dengan memanfaatkan metode machine learning sehingga dapat menjadi preseden untuk kabupaten/kota di Indonesia dalam mewujudkan inovasi dan pemanfaatan teknologi pada perencanaan wilayah dan kota. Penelitian ini sangat diperlukan untuk melihat sejauh mana metode machine learning dapat dimanfaatkan pada perencanaan wilayah dan kota.
Preferensi Atas Perumahan Berpagar di Wilayah Jabodetabek Safitri, Gita; Wiranegara, Hanny Wahidin; Supriyatna, Yayat
TATALOKA Vol 26, No 4 (2024): Volume 26 No 4, November 2024
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.26.4.241-249

Abstract

Perkembangan perumahan berpagar di wilayah metropolitan Jabodetabek terlihat dari tingginya permintaan atas hal tersebut. Namun, perumahan berpagar mencerminkan bentuk segregasi spasial yang berkontribusi terhadap segregasi sosial yang makin meluas. Tren ini bertentangan dengan tujuan pembangunan perumahan, yaitu menciptakan komunitas yang kohesif. Tujuan studi ini untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi preferensi pemilihan perumahan berpagar. Terdapat tiga tipe perumahan berpagar di wilayah Jabodetabek: single-gated community, clustered gated community, dan private city. Pengumpulan data menggunakan metode survei kuesioner dengan menggunakan Skala Likert dengan sampel 100 responden. Teknik analisis menggunakan Regresi Linier Berganda. Responden berasal dari tiga kategori perumahan berpagar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel lokasi dan aksesibilitas, kontrol keamanan di tingkat cluster, dan fisik rumah berpengaruh signifikan pada preferensi penghuni pada tiga tipe komunitas berpagar di wilayah ini. Berdasarkan preferensi responden, tipe private cities adalah yang paling tinggi. Dalam mengurangi segregasi sosial melalui pembangunan tipe ini perlu dipertimbangkan penyediaan diversifikasi tipe rumah dan penyediaan fasilitas dan ruang komunal yang lebih luas agar menarik penduduk dari berbagai latar belakang.
Food Environment: Sebuah Kerangka Konseptual Untuk Analisis Spasial pada Stunting Pandangwati, Sri Tuntung; Widiyanto, Dodi
TATALOKA Vol 26, No 4 (2024): Volume 26 No 4, November 2024
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.26.4.280-293

Abstract

Salah satu permasalahan ketahanan pangan yang menjadi prioritas nasional adalah tingginya angka prevalensi stunting di beberapa daerah. Berbagai program telah dikembangkan untuk mengatasi permasalahan ini, seperti pemberian bantuan makanan dan suplemen untuk perbaikan gizi, serta penyuluhan dan penggalakan vaksinasi balita. Sudah cukup banyak juga penelitian mengenai stunting, tetapi belum banyak penelitian yang meneliti permasalahan stunting dari sisi keruangan terutama yang melihat keterkaitan stunting dengan aksesibilitas pangan baik dari sisi geografis maupun ekonomi. Sudah cukup banyak riset dalam bidang ilmu perencanaan wilayah dan kota yang meneliti mengenai keterkaitan status gizi masyarakat (seperti obesitas atau malnutrisi) dengan aksesibilitas terhadap makanan sehat dan bergizi. Namun, penelitian serupa belum diaplikasikan pada konteks permasalahan stunting di Indonesia. Oleh karena itu, tujuan utama dari artikel ini adalah untuk memformulasikan sebuah kerangka koseptual Food Environment (FE) yang dapat digunakan para perencana wilayah dan kota untuk menganalisis permasalahan stunting di Indonesia. Kerangka konseptual merupakan hasil sintesis dari literatur terdahulu mengenai konsep food environment dan disesuaikan dengan konteks di Indonesia. Berdasarkan hasil sintesis literatur, dirumuskan sebuah kerangka konseptual FE yang dapat digunakan sebagai dasar analisis spasial terhadap stunting. Dalam kerangka konseptual ini FE ditempatkan sebagai bagian dari sistem pangan keluarga dan individu. Namun, terdapat lima tantangan utama bagi penerapan kerangka konseptual FE yaitu ketersediaan dataset sumber pangan yang akurat, kategorisasi outlet pangan yang lebih spesifik, bagaimana mengakomodir keragaman jenis outlet pangan, bagaimana menganalisis dampak kesehatan dari keberadaan beragam outlet pangan secara simultan, dan penerjemahan aksesibilitas pangan.
Penyediaan Infrastruktur Dasar di Ibu Kota Baru: Tantangan dan Rekomendasi Novitasari, Fika; Maryati, Sri; Andani, I Gusti Ayu
TATALOKA Vol 27, No 1 (2025): Volume 27 No. 1 February 2025
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.27.1.42-56

Abstract

Penyediaan infrastruktur dasar sangat dibutuhkan untuk mendukung aktivitas masyarakat, dan menciptakan lingkungan yang berkelanjutan. Komponen utama dari infrastruktur dasar meliputi transportasi; air bersih; sanitasi; dan pengelolaan sampah. Penyediaan infrastruktur dasar merupakan bagian penting untuk mendukung tercapainya SDGs 11 “make cities and human settlement inclusive, safe, resilient and sustainable”. Prinsip ini sejalan dengan tujuan Ibu Kota Nusantara (IKN “kota berkelanjutan di dunia” yaitu memberikan pelayanan infrastruktur secara efektif seperti pemanfaatan sumber daya air dan energi yang efisien, pengelolaan sampah berkelanjutan, moda transportasi terpadu, lingkungan layak huni dan sehat.  Mengingat pentingnya peran infrastruktur dasar untuk mendukung pengembangan ibu kota baru Nusantara Indonesia, studi terkait penyediaan dan perencanaan infrastruktur dasar menjadi sangat diperlukan. Beberapa tantangan dalam penyediaan infrastruktur dasar bagi Ibukota Negara Baru sudah dinyatakan dalam berbagai studi sebelumnya. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan dari penyediaan infrastruktur dasar di beberapa ibu kota negara baru seperti Abuja (Nigeria), Brasilia (Brazil) dan Putrajaya (Malaysia); dan memberikan pembelajaran serta rekomendasi bagi penyediaan infrastruktur dasar di Nusantara, Indonesia. Metode yang digunakan dalam studi ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan systematic literature review (SLR). Studi ini menemukan bahwa tantangan penyediaan infrastruktur di beberapa ibu kota negara baru berkaitan dengan tata kelola infrastruktur lintas wilayah, disparitas regional penyediaan infrastruktur dari ibu kota negara baru dan wilayah sekitarnya, serta beberapa tantangan yang bersifat teknis. Rekomendasi yang dapat diambil dari temuan tersebut bagi IKN ditekankan pada pertimbangan potensi ketimpangan penyediaan infrastruktur dasar antara wilayah inti IKN dengan wilayah sekitarnya yang seiring waktu dapat menjadi tekanan bagi lingkungan dan masyarakat IKN sendiri. 
Studi Pendahuluan: Pengaruh Pandemi COVID-19 terhadap Perilaku Wisatawan di Indonesia Kamila, Naimah Putri; Fatmadewi, Rose; Indradjati, Petrus Natalivan
TATALOKA Vol 27, No 1 (2025): Volume 27 No. 1 February 2025
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.27.1.57-71

Abstract

Dampak pandemi COVID-19 sangat dirasakan oleh masyarakat Indonesia dalam berbagai sektor perekonomian, termasuk industri pariwisata. Banyak penelitian telah mengkaji pengaruh pandemi terhadap pariwisata, namun tidak banyak yang membahas perubahan perilaku berwisata masyarakat Indonesia. Preferensi wisata perkotaan saat dan setelah pandemi lebih pada objek wisata outdoor dengan sirkulasi udara baik, serta wisata dalam kelompok kecil. Wisatawan juga cenderung menggunakan kendaraan pribadi daripada kendaraan umum. Penelitian ini bertujuan memperkaya studi tentang dampak pandemi terhadap perubahan perilaku wisatawan di Indonesia terkait dengan pola pergerakan, preferensi objek wisata, kelompok wisata dan kendaraan untuk wisata. Pendekatan kuantitatif melalui analisis statistik deskriptif digunakan untuk menggambarkan perubahan perilaku berwisata sebelum dan selama pandemi, dan analisis perubahan perilaku dilakukan dengan membandingkan hasil penelitian dengan tinjauan literatur di negara lainnya. Data dikumpulkan melalui kuesioner kepada orang dewasa (18 tahun ke atas). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku berwisata berubah saat pandemi dimana sebagian besar responden memilih wisata outdoor, dalam kelompok kecil (1-2 orang) atau sedang (3-5 orang), serta menggunakan kendaraan pribadi.
Perencanaan Transportasi Umum Penghubung Kawasan IKN dengan Kota Balikpapan sebagai Upaya Percepatan Pembangunan Wilayah Kishandoko, Irham Annafi; Risna, Anandharu; Ramadhanti, Jasmine Akhiru; Yusuf, Frigate Rario
TATALOKA Vol 27, No 1 (2025): Volume 27 No. 1 February 2025
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.27.1.72-94

Abstract

Pemindahan Ibu Kota Negara Indonesia dari DKI Jakarta menuju Provinsi Kalimantan Timur menghadapi berbagai tantangan signifikan. Penggunaan lahan hutan dan kondisi topografi yang beragam menjadi tantangan bagi proses pembangunan IKN (Ibu Kota Nusantara). Kota Balikpapan menjadi salah satu daerah penyangga IKN yang memiliki tingkat perkonomian tinggi di Provinsi Kalimantan Timur. Kota Balikpapan sebagai salah satu kota yang berbatasan secara langsung dengan Kawasan Pengembangan IKN, seharusnya memiliki keterkaitan paling besar dalam menunjang proses pembangunan IKN. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan moda transportasi umum yang menghubungkan kawasan IKN dengan Kota Balikpapan sebagai upaya percepatan pembangunan. Metode yang digunakan mencakup analisis spasial yang terdiri dari analisis fisik dasar dan perubahan tutupan lahan dengan data citra. Hasil analisis menunjukkan IKN didominasi dengan kemiringan lereng landai dan sebagian lainnya curam, sehingga moda transportasi umum yang sesuai antara lain kereta gantung, monorel, dan bus rapid transit, serta rencana pengembangan jaringan jalan tol bisa menghubungkan kawasan IKN dengan Kota Balikpapan sesuai prioritas jangka waktu pembangunannya. Perencanaan transportasi umum yang berkelanjutan diharapkan dapat mengatasi tantangan dalam pembangunan IKN serta meningkatkan konektivitas antara IKN dan Kota Balikpapan.
Kumpul Bocah: Analisis Spasial Lokasi Kumpul Anak-Anak di Kalurahan Wonokromo, Kapanewon Pleret, Bantul Reinhart, Hilary; Purwohandoyo, Joni; Saputra, Erlis; Rachmawati, Rini; Kurniawan, Andri; Widiyastuti, Dyah; Retnowati, Arry; Sadali, Mohammad Isnaini; Ghiffari, Rizki Adriadi
TATALOKA Vol 27, No 1 (2025): Volume 27 No. 1 February 2025
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.27.1.1-12

Abstract

Kalurahan Wonokromo merupakan salah satu kalurahan di Kapanewon Pleret, Bantul yang kini menjadi salah satu pusat pemukiman di kawasan peri urban Jogja. Akibatnya, jumlah pertumbuhan anak-anak juga terus bertambah. Guna mengakomodir hal tersebut, diperlukan pengembangan RPTRA untuk menjawab kebutuhan anak-anak untuk tumbuh dan berkembang. Tujuan Penelitian ini adalah menganalisis pola sebaran dan titik kumpul anak-anak untuk mendapatkan gambaran dan faktor yang mendorong anak-anak tersebut berkumpul. Cara memperolehnya, digunakan analisis keruangan secara kuantitatif dengan perhitungan indeks moran, hot spot menggunakan kernel density, dan analisis nearest neighborhood. Berdasarkan hasil analisis, didapatkan lokasi berkumpul anak-anak tersebar secara acak dan lokasi kumpul anak-anak terkonsentrasi pada pekarangan dengan aktivitas seperti permainan tradisional dan olah fisik. Berdasarkan pertimbangan tersebut, didapatkan bahwa titik kumpul anak-anak tersebar secara random dan acak. Guna mengakomodir hal tersebut, maka pengembangan RPTRA perlu dilakukan secara mikro dan tersebar dengan luasan yang cukup untuk menampung hingga rata-rata 7 orang anak. 
Forerunners of the Study and Analysis of the Basics of the Typology of Buildings and Elements of Landscape Architecture of Modern Wellness Centers Makhamova, Makhbura; Azimova, Dilrabo
TATALOKA Vol 27, No 1 (2025): Volume 27 No. 1 February 2025
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.27.1.95-115

Abstract

The research is dedicated to exploring the impact of landscape architecture on the quality of healthcare in modern wellness centers. The goal of the study was to conduct a literature review on the history of landscape architecture in medical facilities, analyze the findings of a study carried out at a sanatorium in Samarkand, Uzbekistan, and develop recommendations for establishing a favorable landscape architecture environment in healthcare settings. The analysis methods employed both qualitative and quantitative approaches. The research results demonstrated that landscape architecture has a positive influence on the quality of healthcare, contributing to patient relaxation and recovery, as well as enhancing the effectiveness of medical personnel. The authors' conclusions underscore the significance of landscape architecture in healthcare facilities and suggest that the development of new landscape architecture projects could substantially enhance the quality of healthcare by providing more comfortable conditions for patients and medical staff.
Dana Desa dan Upaya Pengentasan Kemiskinan di Kabupaten Subang Pratama, Teguh Aditia; Juanda, Bambang; Mulatsih, Sri
TATALOKA Vol 27, No 1 (2025): Volume 27 No. 1 February 2025
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.27.1.13-24

Abstract

Proses pembangunan wilayah selalu disertai dengan isu sosial didalamnya seperti kemiskinan dan ketimpangan pendapatan terutama di daerah perdesaan. Dana Desa merupakan amanat Undang-Undang Desa Nomor 6 sebagai bentuk implementasi kebijakan dalam mendorong pemerataan pembangunan di wilayah perdesaan. Kajian ini bertujuan untuk dapat memetakan kemiskinan secara spasial serta mengetahui faktor lain yang memiliki pengaruh terhadap kemiskinan di Kabupaten Subang. Perhitungan Indeks Moran menunjukkan sebaran spasial kemiskinan di Kabupaten Subang memiliki pola menggerombol (clustered) dengan nilai indeks sebesar 0.425. Selain itu, terdapat 42 Desa yang berada dalam cluster High-High dan 48 desa yang masuk ke dalam Cluster Low-Low berdasarkan Moran Scatterplot. Adapun faktor berpengaruh terhadap kemiskinan berdasarkan analisis regresi yaitu jarak tempuh dari desa ke ibukota kabupaten, belanja bidang pemerintahan, belanja bidang pembangunan, belanja bidang pemberdayaan, luas sawah dan luas desa.

Filter by Year

2009 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 4 (2025): Volume 27 No 4, November 2025 Vol 27, No 3 (2025): Volume 27 No. 3 August 2025 Vol 27, No 2 (2025): Volume 27 No. 2 May 2025 Vol 27, No 1 (2025): Volume 27 No. 1 February 2025 Vol 26, No 4 (2024): Volume 26 No 4, November 2024 Vol 26, No 3 (2024): Volume 26 No. 3 August 2024 Vol 26, No 2 (2024): Volume 26 No. 2, May 2024 Vol 26, No 1 (2024): Volume 26 No. 1 February 2024 Vol 25, No 4 (2023): Volume 25 No. 4 November 2023 Vol 25, No 3 (2023): Volume 25 No. 3 August 2023 Vol 25, No 2 (2023): Volume 25 No. 2 May 2023 Vol 25, No 1 (2023): Volume 25 No. 1 February 2023 Vol 24, No 4 (2022): Volume 24 No 4, November 2022 Vol 24, No 3 (2022): Volume 24 No. 3 August 2022 Vol 24, No 2 (2022): Volume 24 No. 2, May 2022 Vol 24, No 1 (2022): Volume 24 No. 1, February 2022 Vol 23, No 4 (2021): Volume 23 No. 4, November 2021 Vol 23, No 3 (2021): Volume 23 No. 3, August 2021 Vol 23, No 2 (2021): Volume 23 No. 2, May 2021 Vol 23, No 1 (2021): Volume 23 No. 1, February 2021 Vol 22, No 4 (2020): Volume 22 No. 4, November 2020 Vol 22, No 3 (2020): Volume 22 No. 3, August 2020 Vol 22, No 2 (2020): Volume 22 No. 2, May 2020 Vol 22, No 1 (2020): Volume 22 No. 1, February 2020 Vol 21, No 4 (2019): Volume 21 No 4, November 2019 Vol 21, No 3 (2019): Volume 21 No. 3, August 2019 Vol 21, No 2 (2019): Volume 21 No. 2, May 2019 Vol 21, No 1 (2019): Volume 21 No. 1, February 2019 Vol 20, No 4 (2018): Volume 20 Number 4, November 2018 Vol 20, No 3 (2018): Volume 20 Number 3, August 2018 Vol 20, No 2 (2018): Volume 20 Number 2, May 2018 Vol 20, No 1 (2018): Volume 20 Number 1, February 2018 Vol 19, No 4 (2017): Volume 19 Number 4, November 2017 Vol 19, No 3 (2017): Volume 19 Number 3, August 2017 Vol 19, No 2 (2017): Volume 19 Number 2, May 2017 Vol 19, No 1 (2017): Volume 19 Number 1, February 2017 Vol 18, No 4 (2016): Volume 18 Number 4, November 2016 Vol 18, No 3 (2016): Volume 18 Number 3, August 2016 Vol 18, No 2 (2016): Volume 18 Number 2, May 2016 Vol 18, No 1 (2016): Volume 18 Number 1, February 2016 Vol 17, No 4 (2015): Volume 17 Number 4, November 2015 Vol 17, No 3 (2015): Volume 17 Number 3, August 2015 Vol 17, No 2 (2015): Volume 17 Number 2, May 2015 Vol 17, No 1 (2015): Volume 17 Number 1, February 2015 Vol 16, No 4 (2014): Volume 16 Number 4, November 2014 Vol 16, No 3 (2014): Volume 16 Number 3, August 2014 Vol 16, No 2 (2014): Volume 16 Number 2, May 2014 Vol 16, No 1 (2014): Volume 16 Number 1, February 2014 Vol 15, No 4 (2013): Volume 15 Number 4, November 2013 Vol 15, No 3 (2013): Volume 15 Number 3, August 2013 Vol 15, No 2 (2013): Volume 15 Number 2, May 2013 Vol 15, No 1 (2013): Volume 15 Number 1, February 2013 Vol 14, No 4 (2012): Volume 14 Number 4, November 2012 Vol 14, No 3 (2012): Volume 14 Number 3, August 2012 Vol 14, No 2 (2012): Volume 14 Number 2, May 2012 Vol 14, No 1 (2012): Volume 14 Number 1, February 2012 Vol 13, No 4 (2011): Volume 13 Number 4, November 2011 Vol 13, No 3 (2011): Volume 13 Number 3, August 2011 Vol 13, No 2 (2011): Volume 13 Number 2, May 2011 Vol 13, No 1 (2011): Volume 13 Number 1, February 2011 Vol 11, No 1 (2009): Februari 2009 More Issue