cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Tataloka
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 23560266     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Tataloka is a peer reviewed journal publishing scientific articles, focusing mainly on research and studies in the field of urban and regional planning. TATALOKA Journal is published quarterly by Biro Penerbit Planologi (Planologi Publishing), Diponegoro University every February, May, August, and November.
Arjuna Subject : -
Articles 473 Documents
Kinerja Kerja Sama Antardaerah dalam Pengelolaan Persampahan: Studi Kasus Kartamantul Muhammad Fajri Nugraha; Hadi Wahyono
TATALOKA Vol 28, No 3 (2026): Volume 28 No. 3 August 2026
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.28.3.208-220

Abstract

Pengelolaan persampahan di kawasan perkotaan menghadapi persoalan yang semakin kompleks karena keterbatasan kapasitas pemerintah daerah serta adanya eksternalitas yang melampaui batas administratif. Kondisi tersebut mendorong perlunya kerja sama antardaerah untuk mengintegrasikan sumber daya, koordinasi, dan pelaksanaan pelayanan persampahan secara lebih efektif dan efisien. Kerja sama Kartamantul yang melibatkan Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman dan Kabupaten Bantul merupakan salah satu praktik kerja sama antardaerah di Indonesia dengan salah satu bidang kerja sama adalah pengelolaan persampahan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja kerja sama Kartamantul dalam pengelolaan persampahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis yaitu analisis skoring & pembobotan serta analisis deskriptif kuantitatif terhadap data yang dikumpulkan melalui instrumen penilaian mandiri dan wawancara mendalam dengan narasumber kunci yang dipilih secara purposive untuk mewakili institusi terkait. Hasil studi menunjukkan bahwa kinerja kerja sama Kartamantul dalam pengelolaan persampahan terkategori baik. Kinerja tersebut didukung oleh intensitas komunikasi dan koordinasi yang rutin, komitmen bersama untuk mempertahankan kerja sama, kapabilitas dalam melaksanakan program kerja sama, mekanisme kerja sama yang terstruktur dan sistematis, serta pengelolaan kerja sama yang relatif mandiri dan transparan. Namun, beberapa aspek masih memerlukan penguatan, terutama aspek kompetensi, efisiensi, integrasi, efektivitas, evaluasi berkala, dan transparansi. Temuan ini dapat menjadi dasar rekomendasi bagi peningkatan kinerja kerja sama antardaerah di Kartamantul sekaligus menjadi pembelajaran bagi daerah lain yang ingin mengembangkan kerja sama antardaerah khususnya dalam mengelola persampahan.
Transformasi Spasial dan Fungsi Ruang Alun-Alun Kota Magelang Galih Setyo Aji
TATALOKA Vol 28, No 3 (2026): Volume 28 No. 3 August 2026
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.28.3.221-240

Abstract

Penelitian ini mengkaji transformasi bentuk ruang dan pengaruhnya terhadap perubahan fungsi ruang terbuka Alun-Alun Kota Magelang dari tahun 1810 hingga 2024. Sebagai elemen utama dalam tata ruang kota tradisional Jawa, alun-alun memiliki fungsi kosmologis, politis, dan komunal yang merefleksikan keharmonisan antara kekuasaan, agama, dan kehidupan masyarakat. Namun, seiring waktu, konfigurasi fisik dan makna simbolik Alun-Alun Kota Magelang mengalami perubahan signifikan akibat intervensi kolonial, modernisasi, dan perkembangan kota kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deduktif dengan analisis ruang diakronik–sinkronik untuk menelusuri evolusi bentuk ruang dari era tradisional, kolonial, hingga modern. Data dikumpulkan melalui studi arsip, observasi lapangan, serta wawancara dengan sejarawan lokal dan perencana kota. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan bentuk ruang, seperti pergeseran orientasi alun-alun, transformasi bangunan di sekitarnya, dan munculnya fungsi-fungsi baru perkotaan telah memengaruhi pergeseran fungsi dan makna alun-alun. Pada periode tradisional (1810–1830), alun-alun berfungsi sebagai pusat kosmologis dan politik, dengan keterhubungan ruang antara keraton, masjid, dan pusat pemerintahan yang melambangkan keseimbangan tatanan semesta. Selama periode kolonial (1830–1945), harmoni ruang tersebut terganggu karena alun-alun diubah menjadi instrumen kekuasaan kolonial, dikelilingi kantor pemerintahan, benteng, dan gereja. Sedangkan pada era modern (1945–2024), fungsi alun-alun bertransformasi menjadi ruang publik perkotaan yang berorientasi pada rekreasi, pariwisata, dan interaksi sosial, mencerminkan modernitas urban sekaligus memudarnya nilai-nilai kosmologis tradisional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi bentuk ruang Alun-Alun Kota Magelang berpengaruh signifikan terhadap perubahan fungsi ruang terbukanya dari makna sakral dan hierarkis menuju fungsi ruang kota yang sekuler dan inklusif. Pergeseran ini menggambarkan transisi urban di Jawa dari tatanan kosmologis simbolik menuju pemanfaatan ruang yang pragmatis. Hasil penelitian menekankan pentingnya integrasi nilai-nilai sejarah dan budaya dalam perencanaan kota masa depan guna menjaga identitas alun-alun sebagai ruang publik sekaligus penanda sejarah Kota Magelang.
Pengembangan Sarana dan Prasarana di Desa Dalung, Bali: Pemrioritasan melalui Analytical Hierarchy Process Irsyadi Siradjuddin; Muhammad Anshar; Fitriani Fitriani
TATALOKA Vol 28, No 3 (2026): Volume 28 No. 3 August 2026
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.28.3.157-170

Abstract

Pembangunan sarana dan prasarana desa merupakan bagian penting dalam mendukung pelayanan masyarakat, meningkatkan kualitas hidup, serta menunjang keberlanjutan pembangunan wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi eksisting sarana dan prasarana serta menentukan prioritas pengembangannya di Desa Dalung, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan dukungan data kualitatif yang diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara, kuesioner, dan data sekunder. Analisis skoring digunakan untuk mengidentifikasi tingkat ketersediaan dan kondisi sarana dan prasarana, sedangkan Analytical Hierarchy Process (AHP) digunakan untuk menentukan bobot dan urutan prioritas pengembangan berdasarkan tingkat kepentingan relatif masing-masing jenis sarana dan prasarana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum kondisi sarana dan prasarana di Desa Dalung berada pada kategori baik. Rata-rata tingkat ketersediaan prasarana mencapai 92,0% dengan kondisi sebesar 92,8%, sedangkan rata-rata ketersediaan sarana mencapai 92,0% dengan kondisi sebesar 94,0%. Meskipun demikian, hasil pemrioritasan menunjukkan adanya perbedaan tingkat kepentingan antarjenis infrastruktur. Pada kelompok prasarana, drainase menjadi prioritas utama dengan bobot 52,5%, diikuti jaringan jalan dan jaringan listrik masing-masing sebesar 12,7%, air bersih sebesar 11,8%, dan sanitasi sebesar 10,4%. Pada kelompok sarana, pendidikan menjadi prioritas utama dengan bobot 50,8%, diikuti kesehatan sebesar 26,5%, peribadatan sebesar 15,1%, dan perdagangan sebesar 7,5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penentuan prioritas pengembangan perlu mempertimbangkan kondisi eksisting dan tingkat kepentingan masing-masing infrastruktur, sehingga dapat menjadi dasar dalam mengarahkan pengembangan sarana dan prasarana Desa Dalung secara lebih terarah dan sesuai kebutuhan wilayah.

Filter by Year

2009 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 28, No 3 (2026): Volume 28 No. 3 August 2026 Vol 28, No 2 (2026): Volume 28 No. 2 May 2026 Vol 28, No 1 (2026): Volume 28 No 1, February 2026 Vol 27, No 4 (2025): Volume 27 No 4, November 2025 Vol 27, No 3 (2025): Volume 27 No. 3 August 2025 Vol 27, No 2 (2025): Volume 27 No. 2 May 2025 Vol 27, No 1 (2025): Volume 27 No. 1 February 2025 Vol 26, No 4 (2024): Volume 26 No 4, November 2024 Vol 26, No 3 (2024): Volume 26 No. 3 August 2024 Vol 26, No 2 (2024): Volume 26 No. 2, May 2024 Vol 26, No 1 (2024): Volume 26 No. 1 February 2024 Vol 25, No 4 (2023): Volume 25 No. 4 November 2023 Vol 25, No 3 (2023): Volume 25 No. 3 August 2023 Vol 25, No 2 (2023): Volume 25 No. 2 May 2023 Vol 25, No 1 (2023): Volume 25 No. 1 February 2023 Vol 24, No 4 (2022): Volume 24 No 4, November 2022 Vol 24, No 3 (2022): Volume 24 No. 3 August 2022 Vol 24, No 2 (2022): Volume 24 No. 2, May 2022 Vol 24, No 1 (2022): Volume 24 No. 1, February 2022 Vol 23, No 4 (2021): Volume 23 No. 4, November 2021 Vol 23, No 3 (2021): Volume 23 No. 3, August 2021 Vol 23, No 2 (2021): Volume 23 No. 2, May 2021 Vol 23, No 1 (2021): Volume 23 No. 1, February 2021 Vol 22, No 4 (2020): Volume 22 No. 4, November 2020 Vol 22, No 3 (2020): Volume 22 No. 3, August 2020 Vol 22, No 2 (2020): Volume 22 No. 2, May 2020 Vol 22, No 1 (2020): Volume 22 No. 1, February 2020 Vol 21, No 4 (2019): Volume 21 No 4, November 2019 Vol 21, No 3 (2019): Volume 21 No. 3, August 2019 Vol 21, No 2 (2019): Volume 21 No. 2, May 2019 Vol 21, No 1 (2019): Volume 21 No. 1, February 2019 Vol 20, No 4 (2018): Volume 20 Number 4, November 2018 Vol 20, No 3 (2018): Volume 20 Number 3, August 2018 Vol 20, No 2 (2018): Volume 20 Number 2, May 2018 Vol 20, No 1 (2018): Volume 20 Number 1, February 2018 Vol 19, No 4 (2017): Volume 19 Number 4, November 2017 Vol 19, No 3 (2017): Volume 19 Number 3, August 2017 Vol 19, No 2 (2017): Volume 19 Number 2, May 2017 Vol 19, No 1 (2017): Volume 19 Number 1, February 2017 Vol 18, No 4 (2016): Volume 18 Number 4, November 2016 Vol 18, No 3 (2016): Volume 18 Number 3, August 2016 Vol 18, No 2 (2016): Volume 18 Number 2, May 2016 Vol 18, No 1 (2016): Volume 18 Number 1, February 2016 Vol 17, No 4 (2015): Volume 17 Number 4, November 2015 Vol 17, No 3 (2015): Volume 17 Number 3, August 2015 Vol 17, No 2 (2015): Volume 17 Number 2, May 2015 Vol 17, No 1 (2015): Volume 17 Number 1, February 2015 Vol 16, No 4 (2014): Volume 16 Number 4, November 2014 Vol 16, No 3 (2014): Volume 16 Number 3, August 2014 Vol 16, No 2 (2014): Volume 16 Number 2, May 2014 Vol 16, No 1 (2014): Volume 16 Number 1, February 2014 Vol 15, No 4 (2013): Volume 15 Number 4, November 2013 Vol 15, No 3 (2013): Volume 15 Number 3, August 2013 Vol 15, No 2 (2013): Volume 15 Number 2, May 2013 Vol 15, No 1 (2013): Volume 15 Number 1, February 2013 Vol 14, No 4 (2012): Volume 14 Number 4, November 2012 Vol 14, No 3 (2012): Volume 14 Number 3, August 2012 Vol 14, No 2 (2012): Volume 14 Number 2, May 2012 Vol 14, No 1 (2012): Volume 14 Number 1, February 2012 Vol 13, No 4 (2011): Volume 13 Number 4, November 2011 Vol 13, No 3 (2011): Volume 13 Number 3, August 2011 Vol 13, No 2 (2011): Volume 13 Number 2, May 2011 Vol 13, No 1 (2011): Volume 13 Number 1, February 2011 Vol 11, No 1 (2009): Februari 2009 More Issue