Jurnal Kajian Komunikasi
JKK aims to encourage research in communication studies. Topics addressed within the journal include but not limited to: -Political communication is a communication that employs message and political actor or related to power, government, and policy. -Cross-cultural communication is a communication between people with different culture (for instance race, ethnic, or socio-economic) -Business communication is an idea or opinion exchange, information, instruction among people (personal or non-personal) through a various symbol to achieve company goal. -Organizational communication discusses organizational behavior and explained about interactions between people within the organization. -Health communication discusses communication strategy to distribute health information within community or society. The aim of health communication is persuading individual or society in making decision about health activity
Articles
10 Documents
Search results for
, issue
" Vol 1, No 1 (2013)"
:
10 Documents
clear
Komunikasi Antarbudaya dalam Masyarakat Multikultur
Heryadi, Hedi;
Silvana, Hana
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (726.452 KB)
|
DOI: 10.24198/jkk.v1i1.6034
Tulisan ini bermaksud untuk mengetahui âBagaimana komunikasi antarbudaya etnis Sunda dalam masyarakat multikultur?â Untuk mengungkap fenomena tersebut penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan model interaksionisme simbolik untuk melihat perilaku dan interaksi manusia yang dapat diperbedakan karena ditampilkan melalui melalui simbol dan maknanya. Untuk mendapatkan data, penulis menggunakan tiga teknik pengumpulan data, yaitu observasi, wawancara mendalam dan telaah dokumentasi. Hasil penelitian ini menemukan telah terjadi adaptasi timbal balik antara etnis Sunda sebagai pendatang dengan etnis Rejang sebagai pribumi. Adanya sikap saling menghargai dan menghormati antara etnis pendatang dan pribumi memungkinkan setiap kelompok etnis tersebut untuk menjalankan kebudayaannya masing-masing. Masyarakat dari etnis Sunda dengan Rejang saat berdialog dapat menggunakan bahasa Sunda, bahasa Rejang atau bahasa melayu dialek Bengkulu. Hubungan antara kedua etnis tersebut sejauh ini telah berlangsung tanpa hambatan yang berarti karena masing-masing etnis telah saling menerima apa adanya.
MEMBANGUN KERUKUNAN MASYARAKAT BEDA AGAMA MELALUI INTERAKSI DAN KOMUNIKASI HARMONI DI DESA TALANG BENUANG BENGKULU
Mahadi, Ujang
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (779.518 KB)
|
DOI: 10.24198/jkk.v1i1.6030
Penelitian ini mencoba mengangkat pola interaksi masyarakat beda agama di Desa Talang Benuang Kecamatan Air Periukan Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu. Paradigma dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan pendekatan sosiologi dan interaksionisme simbolik. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerukunan hidup masyarakat beda agama di Desa Talang Benuang Kecamatan Air Periukan Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu terbangun melalui interaksi dan komunikasi harmoni yang saling menghargai, saling menghormati, saling memberikan toleransi dan tidak menyinggung masalah agama dalam kehidupan masyarakat. Faktor lain yang mendukung adalah: pertama, adanya kesadaran tinggi dari masyarakat akan pentingnya kerukunan hidup beragama yang ditanamkan sejak kecil secara turun temurun oleh pendahulunya; kedua, tumbuhnya jiwa nasionalisme dalam kehidupan masyarakat; dan ketiga, adanya ikatan kekerabatan yang dihasilkan dari pernikahan yang sebelumnya beda agama.
Membangun Trust terhadap Pelanggan Tukang Kiridit
Aziz, Abdul
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1127.434 KB)
|
DOI: 10.24198/jkk.v1i1.6035
Profesi tukang kiridit keliling yang menjual berbagai peralatan rumah tangga, merupakan profesi khas orang Tasikmalaya. Ciri khas usaha kiridit ini di antaranya; tidak menggunakan jaminan, tidak mengharuskan uang muka, dan pembayaran angsuran sangat fleksibel bisa dilakukan secara harian, mingguan, dan bulanan. Dalam bisnis seperti ini, trust merupakan faktor utama yang dijadikan pegangan tukang kiridit. Realitas demikian menyebabkan tidak sedikit pelanggan kiridit yang mengkhianati dan lari dari kewajibannya menyelesaikan pembayaran angsuran. Tujuan penelitian adalah untuk memahami dan menganalisis: latar belakang dan proses menjadi tukang kiridit; persepsi tukang kiridit terhadap diri dan profesinya; proses komunikasi interpersonal tukang kiridit dengan pelanggannya; dan konstruksi sosial tukang kiridit tentang faktor trust terhadap pelanggannya. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian menggunakan paradigma konstruktivisme dan metode penelitian kualitatif, dengan subjek penelitian terdiri dari 13 orang tukang kiridit yang dipilih secara purposif. Pendekatan yang dipakai dalam penelitian ini adalah interaksionisme simbolik dan teori konstruksi sosial atas realitas, dan untuk mengumpulkan data digunakan wawancara mendalam, observasi partisipan dan studi dokumentasi. Temuan penelitian di antaranya: proses menjadi tukang kiridit dikategorikan menjadi tukang kiridit milu dulur dan milu batur. Pandangan tukang kiridit terhadap diri dan profesinya umumnya sangat positif. Proses komunikasi interpersonal tukang kiridit dengan pelanggannya banyak diwarnai dengan pengelolaan kesan baik secara verbal dan nonverbal. Konstruksi trust terhadap pelanggan banyak didasarkan pada perilaku komunikasi nonverbal pelanggan dan kondisi ekonomi pelanggan.
KONSTRUKSI SOSIAL ANGGOTA GENG MOTOR DI KOTA BANDUNG
Hadisiwi, Purwanti;
Suminar, Jenny Ratna
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (855.378 KB)
|
DOI: 10.24198/jkk.v1i1.6026
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi makna diri anggota geng motor, pengharapan anggota geng motor akan diri yang ideal, dan dinamika pembentukan makna diri geng motor yang meliputi latar belakang komunikasi dengan keluarga, sesama anggota geng motor, dan lingkungan sekitar mereka. Kejahatan geng motor selalu meresahkan masyarakat karena kebrutalannya dalam merusak dan membunuh korban tanpa alasan yang jelas. Pola kejahatannya sama, yaitu dengan mengendarai sepeda motor, mereka merusak dan merampok mini market atau mengejar korban yang tidak bersalah, melukai atau bahkan membunuhnya. Melalui wawancara mendalam terhadap sembilan informan, penelitian ini mencoba membangun realitas geng motor di Kota Bandung. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa sebelum bergabung dengan geng motor, mereka melihat dirinya biasa saja, namun setelah bergabung dengan geng motor mereka merasa diri âpang aingnaâ. Anggota geng motor secara kognitif sebenarnya menyadari kalau diri yang ideal adalah menjadi âpemuda baik-baikâ seperti yang diharapkan masyarakat. Namun, interaksi dengan teman-teman dalam geng motornya membuat mereka berperilaku âidealâ versi kelompok itu. Selain itu, tidak sepenuhnya benar anggapan tentang anggota geng motor berasal dari keluarga âbroken homeâ namun, komunikasi dalam keluarga memang sangat minim.
Komunikasi Mitigasi Bencana oleh Badan Geologi KESDM di Gunung Api Merapi Prov. D. I. Yogyakarta
Roskusumah, Titan
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (669.38 KB)
|
DOI: 10.24198/jkk.v1i1.6031
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman mengenai komunikasi mitigasi bencana oleh masyarakat sekitar Gunung Merapi, upaya dan pola komunikasi yang dilakukan Badan Geologi terkait kepercayaan lokal masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan paradigma konstruktivisme menggunakan teori interaksionisme simbolik dan jenis studi kasus. Masyarakat Desa Umbulharjo Kecamatan Cangkringan Kabupaten Sleman Provinsi D.I. Yogyakarta yang merupakan masyarakat yang tinggal di sekitar Gunung Merapi menjadi subjek dari penelitian ini. Data penelitian diperoleh melalui wawancara mendalam dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat sekitar Gunung Merapi memahami inti dari Komunikasi Mitigasi Bencana sebagai sumber pemberian informasi mengenai keadaan Gunung Merapi dan sumber pemberian informasi mengenai tindakan yang harus dilakukan oleh masyarakat. Peningkatan keikutsertaan masyarakat dan peran Juru Kunci merupakan upaya Badan Geologi dalam melakukan Komunikasi Mitigasi Bencana. Pola Komunikasi Mitigasi Bencana yang dilakukan Badan Geologi KESDM terkait kepercayaan lokal masyarakat sekitar Gunung Merapi terdiri dari dua jenis yaitu terstruktur dan melalui media. Dalam rangka meningkatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi dan menanggulangi bencana geologi untuk menghindari ketidakselarasan dalam penerimaan informasi, Komunikasi Mitigasi Bencana perlu dikaji lebih dalam oleh Badan Geologi KESDM. Badan Geologi KESDM diharapkan dapat pula meningkatkan frekuensi sosialisasi dan simulasi bencana langsung pada masyarakat pada level bawah, tidak hanya mengundang perwakilan dari aparat pemerintah saja. Selain itu Badan Geologi sebaiknya melibatkan Juru Kunci Merapi dengan memberikan pelatihan khusus mengenai istilah-istilah teknis kebencanaan sehingga Juru Kunci bisa menjadi agen sosialisasi bagi masyarakat.
REALITAS POLITIK INDONESIA DALAM "KACAMATA" PENGGUNA TWITTER
Wibowo, Kunto Adi;
Mirawati, Ira
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (708.648 KB)
|
DOI: 10.24198/jkk.v1i1.6027
Twitter sebagai media baru mulai menunjukkan keperkasaannya di bidang politik. Bukti nyata peran besar twitter dalam dunia politik adalah gejolak politik dan sosial di kawasan Timur Tengah yang melanda seluruh negara Arab. Rakyat terpanggil dan tersatukan haluan serta geraknya melalui jejaring sosial digital untuk menentukan jalannya masa depan negara mereka. Penting untuk diketahui pengaruh pandangan tentang politik padapengguna twitter di Indonesia, sebagai Negara dengan pengguna twitter terbanyak. Dengan metode survei yang berpedoman pada teori kultivasi, penelitian ini mencari tahu bagaimana pandangan politik di Indonesia pada pengguna berat dan pengguna ringan.Hasilnya menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan pada pengguna berat dan pengguna ringan dalam memandang politik di Indonesia. Metode survey online dilakukan terhadap tiga puluh enam responden. Mereka ragu akan masa depan Indonesia yang lebih baik, dan tidak percaya bahwa kasus korupsi akan dapat diselesaikan, bahkan pengguna ringan ternyata lebih negatif dalam memandang realitas politik Indonesia. Kondisi ini tidak terlepas dari fakta bahwa twitter bukan sumber utama berita politik mereka. Sumber informasi utama mereka tetap media konvensional, terutama televisi.
Persepsi Mahasiswa tentang Posisi Strategis Profesi Public Relations
Damayanti, Trie;
Perbawasari, Susie
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (718.088 KB)
|
DOI: 10.24198/jkk.v1i1.6032
Penelitian berjudul Persepsi Mahasiswa Tentang Posisi Strategis Profesi Public Relations ini bertujuan untuk mengetahui (a) Bagaimana mahasiswa Jurusan Humas memaknai posisi strategis Profesi PR dalam organisasinya, (b) Bagaimana mahasiswa Jurusan Humas memandang dan memaknai Ilmu Kehumasan yang dimiliki untuk diterapkan pada Profesi PR, (c) Bagaimana mahasiswa Jurusan Humas memandang dan memaknai kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang PRO. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis, dengan perspektif teoretis konstruksi sosial atas realitas.Nara sumber diambil dari mahasiswa Jurusan Humas semester III, V, dan VII sebanyak enam orang. Penentuan sampel dilakukan secara purposif. Hasil penelitian menun- jukkan bahwa (1) mahasiswa memaknai posisi strategis PR dilihat dari kedekatannya dengan pengambil kebijakan seperti realitas yang memang beredar di masyarakat bahwa semakin dekat seseorang dengan pimpinan akan semakin strategis posisi tersebut; (2) mahasiswa memandang dan memaknai Ilmu Kehumasan yang dimiliki sesuai dengan materi perkuliahan yang pernah didapat dan realitas yang berkembang di masyarakat tentang profesi ke-PRan. Ilmu Kehumasan lebih dilihat dari materi yang membutuhkan skill dan materi yang aplikatif; (3) mahasiswa memandang dan memaknai kemampuan yang harus dimiliki pada hal yang berkaitan dengan materi perkuliahan ditambah dengan bahasa asing, dan komputer seperti halnya realitas yang memandang kemampuan komputer dan penguasaan bahasa asing menjadi hal yang membuat orang dipandang lebih kompeten dibandingkan yang lain. Kesimpulan didapat bahwa pandangan mahasiswa terhadap posisi strategis Ilmu Kehumasan yang akan diterapkan, sampai dengan kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang PRO sangat dipengaruhi oleh realitas dan pengetahuan sebelumnya pada pemahaman tentang strategi, pemaknaan pada Ilmu Kehumasan juga dipengaruhi pada pengalaman mereka pada Ilmu Kehumasan dan pengetahuan yang berkembang sebelum mereka menjadi mahasiswa. Saran yang bisa diberikan terutama dalam hal pemberian pemaknaan tentang Public Relations, sebaiknya diperkaya juga tentang PR pemerintah karena terbukti minim sekali pemahaman mahasiswa pada PR di pemerintahan.
TREN KEBUTUHAN KUALIFIKASI JURNALIS RADIO PADA INDUSTRI RADIO SIARAN DI KOTA BANDUNG
Yudhapramesti, Pandan;
Fadilah, Efi
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1021.028 KB)
|
DOI: 10.24198/jkk.v1i1.6028
Untuk mengetahui kualifikasi sumber daya manusia yang dibutuhkan dunia kerja, perguruan tinggi seyogyanya aktif melakukan pendekatan serta penelitian terhadap dunia kerja. Penelitian ini diarahkan untuk mengetahui serta merumuskan kualifikasi sumber daya manusia di bidang jurnalistik radio yang dibutuhkan oleh radio siaran dalam aspek pemahaman terhadap filosofi jurnalistik, karakter media, kemampuan mengolah pesan untuk siaran radio, serta pemahaman etika profesi.Penelitian dilakukan terhadap tiga stasiun radio siaran di Bandung yaitu Radio PR FM, Radio Republik Indonesia, dan Radio Litasari FM. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dimana data diperoleh melalui pengamatan dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwajurnalis radio yang dibutuhkan adalahyang memahami filosofi perannya sebagai pembawa pesan serta memahami karakteristik radio siaran agar optimal mengolah pesan untuk radio. Mereka juga diharapkan dapat menjunjung tinggi etika profesi. Sejalan dengan perkembangan teknologi berbasis internet, para jurnalis radio juga dituntut bekerja dalam pola kerja media konvergensi. Pengelola radio menyadari kesenjangan antara kondisi ideal dan real kualifikasi jurnalis radio,namun mengaku kesulitan mengatasinya. Kondisi ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi perguruan tinggi untuk menyediakan calon jurnalis radio dengan kualifikasi yang memadai.
Seni Ruang dan Waktu dalam Mapacci pada Upacara Perkawinan Adat Bugis
Tandyonomanu, Danang;
Bahfiarti, Tuti
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (923.048 KB)
|
DOI: 10.24198/jkk.v1i1.6033
Pembagian ruang dalam rumah memiliki tujuan dan berdasarkan pada adat istiadat tertentu. Konsep rumah bahkan mencerminkan status penghuninya. Konsep ruang rumah adat Bugis kaitannya dengan tingkatan status dan penggunaan ruang dan waktu yang digunakan oleh mereka dalam prosesi perkawinan adat Bugis, khususnya tradisi âmappacciâ.Tujuannya untuk mengetahui seni ruang dan waktu dalam âmapacciâ pada upacara perkawinan adat Bugis. Untuk tujuan tersebut metode yang digunakan adalah metode penelitian etnografi. Etnografi adalah penelitian untuk mendeskripsikan kebudayaan sebagaimana adanya. Penelitian ini berupaya mempelajari peristiwa kultural, yang menyajikan pandangan hidup subyek sebagai obyek studi. Hasilnya adalah upacara âmappaciâ perkawinan adat bugis tentang proksemik dengan pembagian ruang dalam rumah dapat memberikan gambaran bahwa semakin dekat jarak sosial seseorang dengan pemangku hajat menentukan ruang mana dia ditempatkan dan menentukan juga lama waktu yang dibutuhkan untuk mengikuti prosesi perkawinan adat tersebut. Semakin dekat jarak sosial semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk mengikuti prosesi tersebut
PENCITRAAN ABURIZAL BAKRI MELALUI TELEVISI
Tamaka, Glendy Indra;
Susanto, Eko Harry
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1099.842 KB)
|
DOI: 10.24198/jkk.v1i1.6029
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pencitraan Aburizal Bakrie sebagai calon presiden Republik Indonesia melalui iklan televisi ARB Versi Motivasi Untuk Anak Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis semiotika. Sumber data penelitian ini terdiri atas sumber data primer berupa iklan televisi ARB versi Motivasi Untuk Anak Indonesia yang terdiri atas ucapan, gerakan, dan berbagai objek pendukung penggambaran Aburizal Bakrie, dan sumber data sekunder berupa buku, karya ilmiah, dan sumber informasi online. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi dan studi pustaka. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data dilakukan melalui triangulasi penyidik. Penelitian ini dilakukan di Jakarta dari bulan Februari 2013 - Juli 2013. Hasil penelitian menunjukan bahwa pencitraan Aburizal Bakrie sebagai calon Presiden secara denotasi ditunjukan melalui penggambaran latar belakang ayahnya untuk memberikan gambaran bahwa dirinya merupakan bagian dari rakyat kecil sebagaimana ayahnya dulu. Pencitraan Aburizal Bakrie sebagai calon Presiden secara konotasi banyak memperlihatkan makna kesuksesan dan pengalaman Aburizal Bakrie. Citra Aburizal Bakrie juga terlihat sebagai sosok yang mendukung akan kepentingan anak muda, pendidikan, dan pengembangan potensi mereka. Aburizal Bakrie juga merepresentasikan diri sebagai orang yang tepat untuk dijadikan sebagai contoh kesuksesan karena pengalamannya serta kemampuannya. Aburizal Bakrie merupakan sosok yang terbuka, bersih dan memiliki komitmen tinggi serta memiliki kepekaan relijiusitas yang dapat membentuknya sebagai pemimpin yang bermoral. Makna mitos dari pencitraan Aburizal Bakrie sebagai calon Presiden menunjukan bahwa kepentingan politiknya dibangun atas kepentingan rakyat kecil. Rakyat kecil senantiasa menjadi komoditas untuk membangun citra politik yang pro rakyat.