cover
Contact Name
Risa Nurisani
Contact Email
risa@unpad.ac.id
Phone
+6282316731181
Journal Mail Official
jurnalkajiankomunikasi@gmail.com
Editorial Address
Gedung Pascasarjana Lantai 2 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran Jl. Raya Bandung-Sumedang Km. 21, Jatinangor, Jawa Barat 45363, Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kajian Komunikasi
ISSN : 23032006     EISSN : 24775606     DOI : http://jurnal.unpad.ac.id/jkk/index
Core Subject : Education, Social,
JKK aims to encourage research in communication studies. Topics addressed within the journal include but not limited to: -Political communication is a communication that employs message and political actor or related to power, government, and policy. -Cross-cultural communication is a communication between people with different culture (for instance race, ethnic, or socio-economic) -Business communication is an idea or opinion exchange, information, instruction among people (personal or non-personal) through a various symbol to achieve company goal. -Organizational communication discusses organizational behavior and explained about interactions between people within the organization. -Health communication discusses communication strategy to distribute health information within community or society. The aim of health communication is persuading individual or society in making decision about health activity
Articles 360 Documents
RELASI KUASA DAN SIMBOL EKONOMI-POLITIK GEREJA DALAM KONTESTASI POLITIK LOKAL PROVINSI NTT Mikhael Rajamuda Bataona; Atwar Bajari
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 5, No 2 (2017): December 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.871 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v5i2.8831

Abstract

Studi ini menyingkap relasi kuasa antara aktor atau rezim politik dengan otoritas gereja dalam kontestasi politik lokal di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bagaimana relasi kuasa tersebut menyembunyikan barter kepentingan ekonomi-politik. Menggunakan empat pisau analisis, yaitu: Dekonstruksi dari Jaques Derida; Modal, Habitus, Kekuasaan simbolik, dan Kekerasan Simbolik dari Pierre Bourdieu; Relasi Kuasa/Pengetahuan dari Michel Foucault; dan Diskursus dari Jurgen Habermas, studi ini menemukan fakta adanya dominasi dan hegemoni terhadap umat dan adanya motif ekonomi-politik di balik relasi kuasa tersebut. Studi tentang barter kepentingan gereja dan rezim politik di NTT belum pernah dilakukan. Praktik politik ini bahkan telah menjadi sebuah budaya politik di NTT yang terus berulang dalam setiap Pemilu. Kesadaran umat di NTT juga telah dimanipulasi. Baik melalui dominasi langsung, yaitu melalui perintah dan aturan gereja. Maupuan hegemoni, yaitu melalui wacana ideologis yang didistribusikan untuk menormalisasi cara pandang umat. Tujuannya adalah untuk mendapat manfaat elektoral dalam setiap pemilu. Umat akhirnya terus mengalami kekerasan simbolik. Tujuan studi ini adalah untuk menginisiasi sebuah gerakan emansipasi lewat wacana-wacana kontra-hegemoni di ruang-ruang publik di NTT dan advokasi terhadap umat. Sasarannya adalah untuk mentransformasi kesadaran umat dan masyarakat NTT pada umumnya, untuk menjadi lebih demokratis dan manusiawi. 
MAKNA TRI TANGTU DI BUANA YANG MENGANDUNG ASPEK KOMUNIKASI POLITIK DALAM FRAGMEN CARITA PARAHYANGAN Rangga Saptya Mohamad Permana
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 3, No 2 (2015): December 2015
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.519 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v3i2.7407

Abstract

Dahulu, di Kerajaan Sunda berlaku sistem pemerintahan yang unik, yang disebut Tri Tangtu di Buana. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna Tri Tangtu di Buana yang mengandung aspek komunikasi politik dalam Fragmen Carita Parahyangan. Penelitian ini menggunakan metode analisis hermeneutik Paul Ricoeur. Data penelitian diperoleh dari teks naskah Sunda kuno Fragmen Carita Parahyangan. Berdasarkan hasil penelitian terhadap teks naskah Sunda kuno Fragmen Carita Parahyangan diketahui bahwa secara umum, Tri Tangtu di Buana yang terdiri dari prebu, rama, dan resi di dalam naskah Sunda kuno Fragmen Carita Parahyangan ini merupakan tiga lembaga yang secara bersamaan memegang jabatan di pemerintahan Kerajaan Sunda; ketiganya memiliki hak dan kewajiban yang berbeda dalam memimpin Kerajaan Sunda, yang di dalamnya mengandung aktivitas komunikasi politik dalam dua peristiwa, yaitu peristiwa pembagian kekuasaan dan pembagian wilayah kekuasaan.
Penggunaan E-Magazine sebagai Bentuk Public Relations 2.0 Theresia Intan Putri Hartiana
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 2, No 1 (2014): June 2014
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1104.08 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v2i1.6051

Abstract

Pertumbuhan Internet, menuntut praktisi Humas untuk mengembangkan media komunikasi humas yang digunakan. Begitupula bagi praktisi humas pendidikan Universitas Katolik Widya Mandala (UKWSM). E-magazine, adalah salah satu bentuk house journal berbentuk majalah elektronik yang dikembangkan humas UKWMS sejak Agustus 2013. tulisan ini akan mengkaji : 1). Mengapa Humas UKWMS mengubah bentuk Majalah House Journal-nya yang semula berbentuk cetak menjadi elektronik (e-magazine) 2). Bagaimanakah cara pendistribusian majalah elektronik Potentia? 3. Bagaimanakah dampak elektronik magazine (e-magazine) sebagai house journal di UKWMS. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan teknik pengambilan data dengan wawancara mendalam.
KOMUNIKASI POLITIK MEDIA SURAT KABAR DALAM STUDI PESAN REALITAS POLITIK PADA MEDIA CETAK RIAU POS DAN TRIBUN PEKANBARU Hefri Yodiansyah
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 5, No 1 (2017): June 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.755 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v5i1.8889

Abstract

Pada era demokrasi, kebebasan informasi masih dalam tataran pemikiran, niat, kekuatan, dan pemodalan media massa. Politik berdampak terhadap tuntutan demokratisasi bernegara yang ”good ideas” melalui pemilihan umum yang berkeadilan, dan kesadaran pemilih akan situasi dan kondisi masyarakatnya. Penelitian ini membahas tentang iklim komunikasi politik dan pemilihan umum kepala negara. Untuk menganalisis data, peneliti menggunakan perangkat analisis framing berdasarkan model Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosciki yang pernah dikemukakan oleh Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosciki yang terdiri dari 4 (empat) elemen makna dalam memaknai ideologi, yaitu struktur sintaksis, skrip, struktur tematik, dan retoris. Dengan analisis framing tidak hanya terbatas pada kerangka teori dalam mewacanakan bahasa politik dalam teks berita media massa. Akan tetapi, sekaligus dapat sebagai metode analisis untuk studi media massa (media studies). Temuan penelitian mencakup dinamika komunikasi politik, komunikator, pasangan kandidat, massa pendukung, media massa, dan partisipasi pemilih dalam menggunakan hak pilihnya, dan kualitas legitimasi politik menuju pemilihan umum berwibawa dan bermartabat. Ini merupakan faktor-faktor penting pendukung keberhasilan pelaksanaan pemilihan umum yang berkualitas.
TATO: REPRESENTATIF GENDER DALAM PERSPEKTIF FEMINISME Rangga Galura Gumelar; Iman Mukhroman
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 3, No 1 (2015): June 2015
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.332 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v3i1.7396

Abstract

Fenomena wanita bertato seringkali kita lihat bagaikan sebuah jaringan, yang berkembang dengan pesat layaknya sebuah virus yang masuk kedalam sel-sel jaringan dan akhirnya menyebabkan orang mengikutinya tanpa kemudian mereka takut ataupun memikirkan nilai yang ada di masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan melakukan wawancara mendalam dan observasi sebagai metode pengumpulan data yang didapatkan dari dua orang key informan yang diambil secara purposif. Indentitas diri dan keindahan estetis adalah bagian dari motivasi bagi kedua key informan ini. Bahwa mereka ingin membuktikan bahwa apa yang dipikirkan tentang stereotip yang negatif tentang wanita bertato sedikit demi sedikit terpatahkan. Pembuktian dengan cara bekerja dan memberikan kontribusi serta memiliki andil besar terhadap pekerjaan yang mereka emban adalah sebuah contoh pergerakan feminism, yang dapat diibaratkan sebagai perjuangan dalam meraih persamaan gender. Adapun masyarakat sebagai jaringan sosial yang terbentuk dari sebuah persepsi yang sama, dan juga suatu bentuk persepsi pengalaman yang sama, sehingga mereka merasa nyaman untuk saling terhubung satu sama lain. Ketika budaya tato ini menjadi popular maka tidaklah salah jika media memiliki andil yang sangat besar. Kognisi dari masyarakat kemudian dipenuhi dengan nilai dan norma yang sesuai dengan kebutuhan media. Tidaklah adil kita memberi sanksi sosial hanya dikarenakan mereka bukan publik figur. Harus diakui bahwasannya mengubah suatu paradigma adalah sesuatu yang sangat sulit, oleh karenanya memberikan pencerahan pada masyarakat adalah hal yang tidak dapat dielakan.
Pola Komunikasi Kesehatan dalam Pelayanan dan Pemberian Informasi mengenai Penyakit TBC pada Puskesmas di Kabupaten Bogor Kokom Komariah; Susie Perbawasari; Aat Ruchiat Nugraha; Heru Ryanto Budiana
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 1, No 2 (2013): December 2013
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (873.896 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v1i2.6042

Abstract

Penyakit Tuberkulosis (TBC) sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat karena merupakan salah satu penyakit infeksi pembunuh utama yang menyerang golongan usia produktif (15-50 tahun) dan anak-anak serta golongan sosial ekonomi lemah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif survei. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) proses pelayanan kesehatan Puskesmas dalam pengendalian penyakit TBC di wilayah Kabupaten Bogor; 2) Model pemberian informasi yang dilakukan oleh Puskesmas dalam pengendalian penyakit TBC di wilayah Kabupaten Bogor; 3) pelayanan pemberian informasi kaitannya dengan tingkat pengetahuan penderita dalam menanggulangi penyakit TBC di wilayah Kabupaten Bogor. Hasil menunjukkan bahwa proses pelayanan kesehatan yang dilakukan Puskesmas Citeureup dalam pengendalian penyakit TBC mengikuti standar pelayanan puskesmas yang sudah baku. Dengan mengusung motto Pelayanan Prima, Responsif, Efektif, Strategis, Tangguh, Asih, Senyum, Sapa, Salam dan Inovatif). Model pelayanan dalm pemberian informasi dilakukan secara anterpersona yang dialogis, transaksional, sesuai model sirkuler Schramm. Pelayanan pemberian informasi secara linier dapat meningkatkan tingkat pengetahuan penderita dalam menanggulangi penyakit TBC di wilayah Kabupaten Bogor.
HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DENGAN KEEFEKTIVAN KOMUNIKASI ANTARPRIBADI: Studi pada Anggota AIESEC Local Committee (LC) Bandung Tine Agustin Wulandari
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 2, No 2 (2014): December 2014
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (659.631 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v2i2.7386

Abstract

Konsep diri merupakan faktor yang sangat menentukan dalam komunikasi antarpribadi, karena setiap orang bertingkah laku sedapat mungkin sesuai dengan konsep dirinya. Setiap manusia memiliki konsep diri, maka hal tersebut juga berlaku pada anggota AIESEC Local Commitee (LC) Bandung. Metode korelasional digunakan untuk mengetahui sejauhmana hubungan antara konsep diri anggota AIESEC dengan keefektifan komunikasi antarpribadi.Populasi penelitian ini adalah anggota AIESEC Local Committee (LC) Bandung. Sampel penelitian diperoleh dengan menggunakan teknik sampling acak (random). Hasil penelitian menunjukkan hubungan antara konsep diri anggota AIESEC dengan keefektifan komunikasi antarpribadi adalah sangat kuat dengan koefisien korelasi 0,839. Nilai korelasi positif menunjukkan hubungan yang searah. Uji hipotesis menghasilkan penolakan H0 sehingga terdapat hubungan yang signifikan diantara keduanya.
Seni Ruang dan Waktu dalam Mapacci pada Upacara Perkawinan Adat Bugis Danang Tandyonomanu; Tuti Bahfiarti
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 1, No 1 (2013): June 2013
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (923.048 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v1i1.6033

Abstract

Pembagian ruang dalam rumah memiliki tujuan dan berdasarkan pada adat istiadat tertentu.  Konsep rumah bahkan mencerminkan status penghuninya. Konsep ruang rumah adat Bugis kaitannya dengan tingkatan status dan penggunaan ruang dan waktu yang digunakan oleh mereka dalam prosesi perkawinan adat Bugis, khususnya tradisi ”mappacci”.Tujuannya untuk mengetahui seni ruang dan waktu dalam “mapacci” pada upacara perkawinan adat Bugis. Untuk tujuan tersebut metode yang digunakan adalah metode penelitian etnografi. Etnografi adalah penelitian untuk mendeskripsikan kebudayaan sebagaimana adanya. Penelitian ini berupaya mempelajari peristiwa kultural, yang menyajikan pandangan hidup subyek sebagai obyek studi. Hasilnya adalah upacara “mappaci” perkawinan adat bugis tentang proksemik dengan pembagian ruang dalam rumah dapat memberikan gambaran bahwa semakin dekat jarak sosial seseorang dengan pemangku hajat menentukan ruang mana dia ditempatkan dan menentukan juga lama waktu yang dibutuhkan untuk mengikuti prosesi perkawinan adat tersebut. Semakin dekat jarak sosial semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk mengikuti prosesi tersebut. 
Pengalaman Komunikasi Penyandang Kanker Serviks dalam Pencarian Informasi Pengobatan di Jawa Barat Purwanti Hadisiwi; Hadi Suprapto Arifin
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 6, No 1 (2018): June 2018
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.014 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v6i1.15388

Abstract

Banyak penyandang kanker serviks yang terdiagnosis awal sudah berada pada stadium lanjut. Hal ini diantaranya disebabkan oleh perbedaan aksesnya terhadap informasi kesehatan serta tingkat pemahaman yang berbeda terhadap informasi yang diterimanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengalaman komunikasi penyandang kanker serviks di Jawa Barat, pola pencarian informasi kesehatan dan jenis informasi kesehatan yang diperlukan penyandang kanker serviks. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Melalui wawancara mendalam terhadap delapan penyandang kanker serviks yang berasal dari Bandung, Bekasi, Karawang, Indramayu, Cirebon dan Pangandaran diperoleh pemahaman bahwa, penyandang kanker serviks yang berasal dari strata sosial ekonomi rendah cenderung merasa terstigma sehingga menghambat aksesnya terhadap informasi dan berimplikasi pada kondisi stadium kanker serviks yang tinggi; mereka yang berasal dari strata sosial ekonomi rendah mendapatkan informasi kesehatan dari teman/kerabat dan dokter, sedangkan yang berasal dari strata yang lebih tinggi selain mendapatkan informasi kesehatan dari dokter, mereka juga mendapatkan informasi dari teman/komunitas dan media massa; mereka memerlukan informasi tentang penyakitnya, pengobatan dan jenis tindakan yang harus dijalani, nutrisi serta gaya hidup yang dapat memperpanjang harapan hidupnya. Diperlukan informasi tentang kanker serviks yang mudah diakses dan mudah dipahami disertai dengan pemberdayaan kader kesehatan yang dapat memberikan pendampingan kepada perempuan yang memiliki gejala awal kanker serviks.
LITERASI MEDIA SEBAGAI STRATEGI KOMUNIKASI TIM SUKSES RELAWAN PEMENANGAN PEMILIHAN PRESIDEN JOKOWI JK DI BANDUNG Annisa Senova
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 4, No 2 (2016): December 2016
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1687.544 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v4i2.7411

Abstract

Memahami kegiatan literasi media yang terjadi dalam kehidupan berorganisasi akan memberikan gambaran yang jelas tentang kemampuan mengidentifikasi, menentukan, mengorganisir, dan menggunakan media, serta menjadikan informasi sebagai bahan pertimbangan pembuatan keputusan tim sukses relawan pemenangan Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla di Bandung. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menemukan kegiatan literasi media sebagai strategi komunikasi tim sukses relawan pemenangan pemilihan presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Teknik pemeriksaan keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan triangulasi data sumber. Media sosial menjadi media utama dalam proses penyampaian pesan kepada khalayak di kota Bandung. Terdapat beberapa jenis media sosial yang akan digunakan secara rutin dalam proses tersebut, yaitu Twitter, Facebook, Instagram, dan Youtube. Namun, timses relawan media sosial hanya fokus kepada dua jenis media sosial yang dianggap dapat mempengaruhi pandangan publik. Twiter dan Instagram dianggap mampu menjadi jejaring sosial yang efektif dalam proses penyampaian pesan politik pemilu 2014. Penyampaian informasi oleh timses relawan media sosial kepada masyarakat melalui Twitter dan Instagram dianggap sangat efektif dan tepat. Konten-konten yang disediakan oleh akun Twitter sangat mudah untuk diakses oleh semua kalangan. Penelitian tantang proses literasi media tim sukses relawan pemenangan presiden Jokowi-Jk ini dapat menambah masukan bagi ilmu komunikasi, terutama dalam bidang literasi media, bahwa saat ini keberadaan media dapat menjadi sebuah strategi komunikasi yang cukup efektif. DOI: 10.24198/jkk.vol4n2.3