Jurnal Kajian Komunikasi
JKK aims to encourage research in communication studies. Topics addressed within the journal include but not limited to: -Political communication is a communication that employs message and political actor or related to power, government, and policy. -Cross-cultural communication is a communication between people with different culture (for instance race, ethnic, or socio-economic) -Business communication is an idea or opinion exchange, information, instruction among people (personal or non-personal) through a various symbol to achieve company goal. -Organizational communication discusses organizational behavior and explained about interactions between people within the organization. -Health communication discusses communication strategy to distribute health information within community or society. The aim of health communication is persuading individual or society in making decision about health activity
Articles
360 Documents
PERANAN PUBLIC RELATIONS DALAM MENJARING PEMASANG IKLAN PADA RADIO REPUBLIK INDONESIA CABANG MADYA – DENPASAR
I Dewa Ayu Hendrawathy Putri
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 3, No 2 (2015): December 2015
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (330.034 KB)
|
DOI: 10.24198/jkk.v3i2.7402
RRI sebagai salah satu unit pelayanan teknis pemerintah di bidang jasa penyiaran, sejalan dengan tingkat perkembangan dan kemajuan pelayanan, perlu memiliki landasan kerja guna meningkatkan dan menjamin mutu pelayanan jasa penyiarannya. Public Relations yang merangkap bagian divisi Pemasaran dan Pembangunan Usaha secara struktural berada di bawah pimpinan perusahaan. Pada bagian divisi Pemasaran dan Pembangunan Usaha hanya terdiri dari sepuluh orang dan semuanya berperan penting menjadi seorang PR yang mampu mempromosikan RRI. PR diberi wewenang untuk menjalankan tugas sebaik-baiknya khususnya dalam menjalin hubungan dengan pemasang iklan agar dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk memasangkan iklan khususnya bagi masyarakat pendengar. Team kerja PR dituntut untuk berkreativitas dalam mempromosikan dan memasangkan produk perusahaan sesuai dengan tugasnya masing-masing. Dengan cara demikian PR dapat terlaksana dengan baik dan lancar sehingga dapat tercapainya tujuan perusahaan. Kegiatan PR juga berupaya untuk mewujudkan hubungan yang harmonis antara badan usaha atau organisasi dengan publiknya. Hal ini dilakukan untuk menarik perhatian pemasang iklan untuk memasangkan iklannya, usaha untuk menanamkan kesan yang menyenangkan, sehingga timbul opini publik yang menguntungkan bagi kelangsungan hidup perusahaan. Sikap yang simpatik, ramah dan sopan yang menunjukkan perhatian terhadap publik akan menciptakan suatu kerja sama yang baik antara Public Relations dengan para pemasang iklan sehingga dapat menghasilkan kerja sama yang profesional.
Selebtwits: Micro-Celebrity Practitioners in Indonesian Twittersphere
Detta Rahmawan
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 2, No 1 (2014): June 2014
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1655.938 KB)
|
DOI: 10.24198/jkk.v2i1.6046
Drawn from the notion that Twitter is a suitable context for micro-celebrity practices (Marwick, 2010) this research examines interactions between Indonesian Twitter-celebrities called selebtwits and their followers. The results suggest that several strategies include: stimulated conversation, audience recognition, and various level of self-disclosure that have been conducted by the selebtwits to maintain the relationship with their followers. This research also found that from the follower viewpoint, interaction with selebtwits is often perceived as an “endorsement” and “achievement”. However, there are others who are not particularly fond of the idea of the selebtwits-follower’s engagement. Some selebtwits-followers’ interactions lead to “digital intimacy”, while others resemble parasocial interaction and one-way communication. Furthermore, this study suggests that in the broader context, selebtwits are perceived in both positive and negative ways.
PENGEMBANGAN MODEL KOMUNIKASI KELOMPOK FASILITATOR KELURAHAN BADAN KESWADAYAAN MASYARAKAT DALAM PROGRAM PERBAIKAN RUMAH TIDAK LAYAK HUNI DI KOTA CIMAHI PROPINSI JAWA BARAT
Iwan Koswara;
Slamet Mulyana
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 4, No 2 (2016): December 2016
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (841.806 KB)
|
DOI: 10.24198/jkk.v4i2.7814
Penduduk Propinsi Jawa Barat berdasarkan Sensus Penduduk Tahun 2010 berjumlah 43,7 juta jiwa, dengan pertumbuhan 1,49 persen per tahun diproyeksikan pada tahun 2030 jumlah penduduk Jawa Barat akan mencapai 60 juta jiwa, suatu jumlah yang fantastis. Ledakan penduduk seperti itu akan akan menciptakan berbagai persoalan pelik seperti krisis pangan, kemiskinan, keterbatasan lahan tempat tinggal, kerusakan lingkungan, dan tingginya angka kriminalitas. Undang-Undang No. 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman, menyatakan bahwa setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat. Rumah memiliki fungsi yang sangat besar bagi individu dan keluarga tidak saja mencakup aspek fisik, tetapi juga mental dan sosial. Pemerintah Jawa Barat memiliki komitmen untuk memperbaiki kondisi kesejahteraan masyarakat miskin melalui program perbaikan rumah tidak layak huni. Kebutuhan perbaikan rumah tidak layak huni di wilayah perkotaan Provinsi Jawa Barat (9 Kota) sampai pada tahun 2014 sebanyak 17.511 unit yang tersebar di 378 kelurahan. Penelitian ini berusaha untuk melihat sejauhmana pengembangan model komunikasi kelompok Fasilitator Kelurahan terhadap upaya mensukseskan program Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni di 3 kecamatan di Kota Cimahi Propinsi Jawa Barat. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan model komunikasi kelompok Fasilitator Kelurahan Badan Keswadayaan Masyarakat dalam menjalankan tugasnya menyukseskan Program Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni di Kota Cimahi Propinsi Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Analisis penelitian yang digunakan adalah studi kasus berdasarkan metode, data, dan triangulasi sumber. Dalam penelitian ini akan digali hal-hal yang berkenaan dengan model komunikasi Fasilitator Kelurahan dan perannya dalam meyukseskan program Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni di Kota Cimahi Propinsi Jawa Barat. DOI: 10.24198/jkk.vol4n2.7
STRATEGI PEMASARAN PUBLIC RELATIONS MD ENTERTAINMENT PADA PEMASARAN FILM HABIBIE & AINUN
Trisna Adi Permana;
Lilis Puspitasari
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 3, No 1 (2015): June 2015
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (231.076 KB)
|
DOI: 10.24198/jkk.v3i1.7391
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perencanaan, implementasi serta evaluasi dari strategiMarketing Public Relations yang ditetapkan PR MD Entertainment pada film Habibie & Ainun pada tahun2012-2013. Metode yang dilakukan adalah metode deskriptif yang bertujuan melukiskan secara sistematisfakta atau karakteristik populasi tertentu atau bidang tertentu secara faktual dan cermat. Hasil penelitianmenunjukan PR MD Entertainment telah melakukan tahapan-tahapan atau Teknik PR pada film Habiebie danAinun dengan melakukan perencanaan, implementasi serta evaluasi dari program tersebut dari tahun 2012–2013. Kesimpulan penelitian ini adalah PR MD Entertainment melakukan perencanaan Strategi Marketing PRFilm Habibie & Ainun, telah dilakukan dengan baik dan melalui proses persiapkan yang sangat matang, tahapimplementasi strategi MPR MD Entertainment pada pemasaran Film Habibie & Ainun meliputi apa, siapadan bagaimana proses penyampaian pesan-pesan yang akan disampaikan kepada masyarakat. Penggunaanberbagai taktik MPR baik dalam bentuk Offline, Online dan Ground Activity yang menekankan pada UniqueSelling point dari tokoh yang diangkat, disertai advertising/iklan, publisitas, merchandising dan dibantu olehkekuatan word of mouth yang dilakukan oleh media serta Evaluasi Strategi juga dilakukan oleh PR MDEntertainment, diawali dengan melakukan Media Monitoring, serta mencari apa kekurangan, kelebihan,kendala yang dihadapi timnya dalam melaksanakan tugas.Saran penelitian ini dari semua kegiatan MPRyang dilakukan, maka Merchandising tampaknya kurang begitu menarik perhatian. Hal ini disebabkan olehpenjualan semua merchandise Film Habibie & Ainun yang hanya dijual melalui sosial media dan website MDEntertainment, dan diharapkan setelah ini dilakukan penelitian lain mengenai pentingnya kegiatan PublicRelations dalam mendukung pemasaran Film yang lebih spesifik dan mendalam, terutama dari para pekerjafilm Indonesia untuk semakin menggairahkan kembali perfilman nasional yang berkualitas.
Profil Penyandang Filariasis di Kabupaten Bandung
Purwanti Hadisiwi;
Henny Sri Mulyani
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 1, No 2 (2013): December 2013
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (688.186 KB)
|
DOI: 10.24198/jkk.v1i2.6037
Filariasis (kaki gajah) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh cacing filaria yang ditularkan oleh berbagai jenis nyamuk. Filariasis dapat menimbulkan cacat menetap berupa pembesaran kaki, lengan dan payudara serta alat kelamin, baik pada laki-laki maupun pada perempuan. Cacat menetap pada penyandang filariasis menyebabkan hambatan sosiologis dan fisiologis. Penelitian dengan pendekatan fenomenologis ini berupaya mengungkap profil penyandang filariasis yang meliputi usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, pekerjaan, status perkawinan dan status penyakitnya. Dengan melibatkan 10 orang penyandang filariasis di wilayah Kabupaten Bandung dan melalui wawancara mendalam yang telah dilakukan terungkap bahwa semua penyandang filariasis mengalami cacat bengkak yang menetap, yang berimplikasi pada kesempatanannya memperoleh pendidikan dan pekerjaan. Dalam interaksinya dengan orang lain, ada yang menampilkan diri apa adanya, namun ada juga yang berdramaturgi dan ada yang menolak disebut sakit filariasis. Sedangkan penyandang filariasis perempuan sulit mendapatkan pasangan hidup atau mengalami perceraian.
Pemberitaan di Media Online untuk Pengurangan Risiko Bencana Gunung Sinabung
Puji Lestari;
Berliyan Ramadhaniyanto;
Damayanti Wardyaningrum
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 6, No 1 (2018): June 2018
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (538.721 KB)
|
DOI: 10.24198/jkk.v6i1.15168
Gunung Sinabung di Kabupaten Karo Provinsi Sumatera Utara memiliki risiko bencana alam yang tinggi. Selama lima tahun terakhir aktivitas erupsi yang terjadi membuat masyarakat senantiasa waspada serta memerlukan informasi yang komprehensif dan cepat dari media termasuk media online. Pemberitaan bencana Gunung Sinabung diperlukan oleh masyarakat di wilayah lain yang memiliki tingkat kerawanan bencana alam yang sama maupun berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran media online dalam pengurangan risiko bencana erupsi Gunung Sinabung dengan teori dan konsep tanggung jawab sosial media, peran media, serta pengurangan risiko bencana. Metode yang digunakan yaitu analisis isi media online, objek penelitian dua media online Kompas.com dan Hariansib.com. Fokus analisis isi media online pada unsur waktu tayang, penempatan, narasumber, dan tema berita. Hasil penelitian menemukan bahwa waktu tayang berita di kedua media lebih dominan berita pada periode pasca bencana dibandingkan periode bencana lainnya seperti periode pra bencana dan periode tanggap darurat. Pada unsur penempatan berita terdapat pembagian jenis berita regional dan nasional. Untuk narasumber berita terdapat dua kategori yaitu narasumber pemerintah dan narasumber lainnya. Narasumber yang lebih banyak dipilih adalah pemerintah dibanding narasumber lain seperti masyarakat lokal atau korban bencana. Tema berita terbanyak diangkat tema keamanan dan berbagai peristiwa pada periode pasca bencana. Kontribusi penelitian ini memberi masukan kepada kedua media online agar lebih memberikan keseimbangan pemberitaan pada unsur waktu tayang berita, penempatan berita, narasumber berita, dan tema berita. Selain itu, berita juga meliputi saat pra bencana, saat tanggap darurat bencana maupun pasca bencana. Berita juga perlu diperoleh dari berbagai sumber yang lebih beragam termasuk korban bencana.
DISMANTLING THE STEREOTYPES OF ISLAM, ARAB, AND MUSLIM WOMEN IN THE VISUAL AND PRINT MEDIA OF THE WESTERN WORLD
Tsuroyya Amz
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 2, No 2 (2014): December 2014
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (612.657 KB)
|
DOI: 10.24198/jkk.v2i2.7381
Reel Bad Arabs movie indicated that the 9/11 attacks provided a basis for bipolarizing the Western and theMuslims worlds. As a result, a lot of misconceptions of the Muslim world presented in the media embodya rigid concept, comparing and contrasting Western and Islamic/Arabic values in which Western values arefavored after the 9/11 attack. Grounded in Reel Bad Arabs and several studies of print media about Islamrepresentations, this paper examined the concepts of Islamophobia focusing on stereotypes of Islam and Arabwomen as well as the relationship of modernity, capitalism, and Islam as they are perceived by the Muslimworld. Employing the agenda-setting theory and basic concepts of Islamophobia, this paper analyzed theselected texts in-depth qualitatively. Correspondingly, previous researches were used to expand the accountof the relationship between Islam and the Western media. The analysis claimed that selected print and visualmedia depict Islam unfavorably leading to a misconception of Islam in the Western world. In fact, stereotypesof Islam proved to be more salient as promoted by the Western media. However, the Muslim media attemptedto challenge this by producing several media products such as Kalam Nawaem to show a more “balanced”Islam.Keywords: Stereotypes, media, Muslim, Islamophobia, IslamDOI: 10.24198/jkk.vol2n2.5
TREN KEBUTUHAN KUALIFIKASI JURNALIS RADIO PADA INDUSTRI RADIO SIARAN DI KOTA BANDUNG
Pandan Yudhapramesti;
Efi Fadilah
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 1, No 1 (2013): June 2013
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1021.028 KB)
|
DOI: 10.24198/jkk.v1i1.6028
Untuk mengetahui kualifikasi sumber daya manusia yang dibutuhkan dunia kerja, perguruan tinggi seyogyanya aktif melakukan pendekatan serta penelitian terhadap dunia kerja. Penelitian ini diarahkan untuk mengetahui serta merumuskan kualifikasi sumber daya manusia di bidang jurnalistik radio yang dibutuhkan oleh radio siaran dalam aspek pemahaman terhadap filosofi jurnalistik, karakter media, kemampuan mengolah pesan untuk siaran radio, serta pemahaman etika profesi.Penelitian dilakukan terhadap tiga stasiun radio siaran di Bandung yaitu Radio PR FM, Radio Republik Indonesia, dan Radio Litasari FM. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dimana data diperoleh melalui pengamatan dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwajurnalis radio yang dibutuhkan adalahyang memahami filosofi perannya sebagai pembawa pesan serta memahami karakteristik radio siaran agar optimal mengolah pesan untuk radio. Mereka juga diharapkan dapat menjunjung tinggi etika profesi. Sejalan dengan perkembangan teknologi berbasis internet, para jurnalis radio juga dituntut bekerja dalam pola kerja media konvergensi. Pengelola radio menyadari kesenjangan antara kondisi ideal dan real kualifikasi jurnalis radio,namun mengaku kesulitan mengatasinya. Kondisi ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi perguruan tinggi untuk menyediakan calon jurnalis radio dengan kualifikasi yang memadai.
POLA KOMUNIKASI TRADISI MAROSOK ANTARA SESAMA PENJUAL DALAM BUDAYA DAGANG MINANGKABAU
Samia Fadhilah;
Evie Ariadne Shinta Dewi
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 5, No 2 (2017): December 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (411.434 KB)
|
DOI: 10.24198/jkk.v5i2.10464
Penelitian ini bertujuan untuk untuk memahami pola komunikasi tradisi marosok antara sesama penjual dalam budaya dagang Minangkabau. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan studi etnografi komunikasi. Subjek penelitian adalah para penjual ternak di Balai Cubadak. Subjek dipilih secara purposive sampling (sampel bertujuan) dengan jumlah 6 orang. Data penelitian diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dokumentasi, studi pustaka. Adapun teknis analisis dengan mengumpulkan data, mendeskripsikan, menganalisis, dan melakukan interpretasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa peristiwa komunikasi diantara sesama penjual yaitu (1) menanyakan harga (2) memberikan nasihat (3) berdiskusi mengenai pengalaman bertransaksi. Peristiwa terjadi diparkiran, los, dan warung. Pesan disampaikan bernada santai menggunakan bahasa Minangkabau baik verbal dan non verbal, dilandaskan kepada norma dan nilai luhur yang telah diwariskan dari generasi kegenerasi lainnya, meskipun beberapa tradisi mulai ditinggalkan. Pola komunikasi tradisi marosok antara sesama penjual dalam budaya dagang minangkau dibentuk atas dasar kesadaran untuk menjaga silaturahmi melalui forum diskusi antara sesama penjual, keharusan mewariskan nilai-nilai dan membantu sesama. Oleh karena itu, semua penjual berpartisipasi aktif menuangkan semua pengalaman yang didapatkan selama bertransaksi dan kemudian dibagi ke forum, dan mengambil pelajaran. Pelajaran inilah yang kemudian digunakan sebagai landasan bertindak dalam berdagang di kemudian hari.
PEMAKNAAN GENDER PEREMPUAN PEKERJA MEDIA
Maimon Herawati
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 4, No 1 (2016): June 2016
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (699.441 KB)
|
DOI: 10.24198/jkk.v4i1.7851
Keterlibatan perempuan di ranah publik sering berhadapan dengan pandangan bias gender yang lebih menempatkan peran perempuan di ranah domestik. Pekerjaan di media pada umumnya dipandang sebagai pekerjaan laki-laki. Perempuan pekerja media berada dalam dunia yang maskulin. Oleh karena itu konflik peran gender pekerja wartawan di rumah dan kantor menarik untuk diteliti. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan fenomenologi untuk mengeksplorasi pemaknaan gender perempuan pekerja media di Jawa Barat. Subjek penelitian adalah perempuan pekerja media di Jawa Barat. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam, observasi dan studi literatur. Hasil penelitian dianalisis secara kualitatif dan interpretatif. Hasil penelitian menemukan bahwa perempuan pekerja media memaknai dirinya 1) sebagai perempuan memiliki perbedaan dengan laki-laki akan tetapi tidak dimaknai negatif, 2) sebagai perempuan sama dan setara dengan laki-laki, 3) sebagai perempuan diperlakukan adil dalam keluarga dan sekolah, 4) memaknai dirinya lebih kuat atau memiliki kelebihan dibanding laki-laki disekitarnya, 5)memandang tugas mengurus anak adalah tugas perempuan, dan 6)memilih keluar pekerjaan jika terjadi benturan antara pilihan mengasuh anak dengan bekerja .DOI: 10.24198/jkk.vol4n1.8