cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Litbang Industri
ISSN : 22523367     EISSN : 25025007     DOI : 10.24960
Core Subject : Engineering,
Jurnal Litbang Industri (JLI) adalah jurnal ilmiah yang terbit secara berkala dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember. JLI memuat artikel primer yang bersumber langsung dari hasil riset industri, olahan hasil pertanian, penanggulangan pencemaran industri. Semua naskah direview oleh mitra bestari. Jurnal Litbang Industri Padang diterbitkan oleh Balai Riset dan Standardisasi industri Padang, Badan Penelitian dan Pengembangan Industri, Kementerian Perindustrian Republik Indonesia. p-ISSN: 2252-3367 e-ISSN: 2502-5007
Arjuna Subject : -
Articles 357 Documents
Front Matter Jurnal Litbang Industri Vol. 10 No. 1 Juni Tahun 2020 Sofyan Sofyan
Jurnal Litbang Industri Vol 10, No 1 (2020)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24960/jli.v10i1.6271.i-ii

Abstract

Front Matter Jurnal Litbang Industri Vol. 10 No. 1 Juni Tahun 2020
Pengaruh pencampuran bengkuang (Pachyrhizus erosus L) dengan terung belanda (Cyphomandra betacea Sendtn) terhadap karakteristik velva dihasilkan Diana Sylvi; N. Novelina; Anisa Kurniati
Jurnal Litbang Industri Vol 10, No 1 (2020)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24960/jli.v10i1.5542.23-31

Abstract

Velva adalah  jenis makanan penutup atau pencuci mulut yang dihidangkan dalam bentuk beku. Penelitian bertujuan menentukan pengaruh pencampuran bengkuang dan terung belanda terhadap karakteristik velva yang dihasilkan, untuk mendapatkan perbandingan velva terbaik. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan, 3 ulangan (perbandingan bengkuang dan terung belanda 50%:50%, 60%:40%, 70%:30%, 80%:20%, dan 90%:10%). Hasil menunjukkan perbandingan bengkuang dan terung belanda memberikan pengaruh nyata terhadap overrun, waktu pelelehan, padatan terlarut, kadar air, total gula, total asam, vitamin C, aktivitas antioksidan, warna, dan aroma. Namun tidak memberikan pengaruh nyata terhadap kadar abu, rasa dan tekstur. Berdasarkan sifat fisik, kimia dan sensori velva terbaik yaitu pada perlakuan A (50% bengkuang: 50% terung belanda). Karakteristik dari perlakuan A overrun 12,12%, waktu pelelehan 16,69 menit, padatan terlarut 27,07oBrix, kadar air 71,50%, kadar abu 1,22%, total gula 29,80%, total asam 0,41%, kadar vitamin C 41,99mg/100g, aktivitas antioksidan 22,44%, angka lempeng total 2,3x103CFU/g, kadar inulin 0,63%, serat pangan 4,10% dan rata-rata uji organoleptik yaitu warna 4,96 (sangat suka), aroma 3,76 (suka), rasa 3,88 (suka)  dan tekstur 4,04 (suka).
Kenaikan nilai aktivitas antioksidan nanokatekin dibanding katekin sediaan konvensional dan peluang aplikasinya pada hard candy Yefsi Malrianti; Anwar Kasim; Alfi Asben; Gustri Yeni
Jurnal Litbang Industri Vol 10, No 1 (2020)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24960/jli.v10i1.6111.7-14

Abstract

Katekin memiliki banyak manfaat dalam kehidupan manusia diantaranya pada dunia pangan, kosmetik dan farmasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kenaikan nilai aktivitas antioksidan dari nanokatekin dibanding dengan katekin sediaan konvensional dan peluang aplikasinya pada hard candy (HC). Preparasi nanokatekin menggunakan high speed homogenizer (HSH) kecepatan 12.000 rpm selama 90 menit pada campuran katekin dalam air konsentrasi 1%. Ukuran partikel diamati dengan PSA dan uji aktivitas antioksidan menggunakan metode IC50. Ukuran diameter rata-rata partikel nanokatekin yang didapat adalah 229,21 nm. Nilai IC50 nanokatekin adalah 0,63±0,18 μg/mL sedangkan IC50 katekin sediaan konvensional adalah 2,62±1,75 μg/mL sehingga untuk mencapai nilai IC50 oleh nanokatekin hanya dibutuhkan 24,04% saja dibanding dengan katekin sediaan konvensional, jadi terlihat peningkatan sifat antioksidan yang sangat tinggi pada nanokatekin. Aplikasi katekin dan nanokatekin pada HC mempengaruhi aktivitas antioksidan HC. HC dengan penambahan katekin sediaan konvensional menghasilkan aktivitas antioksidan 9 kali lebih tinggi dibanding dengan HC tanpa katekin, sedangkan HC dengan penambahan nanokatekin menghasilkan aktivitas antioksidan 13 kali lebih tinggi dibanding dengan HC tanpa katekin.
Abstrak Jurnal Litbang Industri Vol. 10 No. 1 Juni Tahun 2020 Sofyan Sofyan
Jurnal Litbang Industri Vol 10, No 1 (2020)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24960/jli.v10i1.6273.iii-xi

Abstract

Abstrak Jurnal Litbang Industri Vol. 10 No. 1 Juni Tahun 2020
Aplikasi teknik biosorpsi menggunakan biosorben kulit batang sagu, arang aktif kulit buah kakao dan cangkang langkitang untuk mengolah air limbah CPO Rahmiana Zein; Imran Nazar; Zilfa Zilfa
Jurnal Litbang Industri Vol 10, No 1 (2020)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24960/jli.v10i1.5946.47-59

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan biosorben kulit batang sagu, arang aktif kulit buah kakao dan cangkang langkitang dalam mengolah air limbah CPO. Penelitian dilakukan pada massa dan laju alir terbaik untuk pengolahan air limbah CPO dengan sistem aliran kontinu dan sistem aliran siklus serta menentukan kapasitas biosorpsi biosorben. Pengujian air limbah dan air olahan adalah pH, TSS, BOD dan COD. Analisis biosorben dilakukan untuk melihat gugus fungsi dengan FTIR, morfologi permukaan dengan SEM dan komposisi kimia biosorben dengan XRF. Massa dan laju alir terbaik masing-masing biosorben yang didapatkan dari percobaan yaitu 100 gram dan 100 mL/menit. Penelitian dengan sistem kontinu didapatkan hasil air olahan dengan nilai pH 6 s.d 7 dan persentase penurunan nilai TSS 99,53%; BOD 57,23% dan COD 90,85%. Penelitian dengan sistem kontinu dan siklus sebanyak 3 siklus didapatkan hasil air olahan dengan pH 6 s.d 7 dan persentase penurunan nilai TSS 99,66%; BOD 81,69% dan COD 95,90%. Hasil penelitian uji kinerja sistem, biosorben mampu mengolah air limbah sebanyak 12,5 L. Analisis biosorben menggunakan SEM, FTIR dan XRF didapatkan hasil yang berbeda antara biosorben sebelum dan sesudah kontak dengan air limbah yang menunjukan biosorben dan air limbah terjadi interaksi (biosorpsi).
Analisis hasil pewarnaan benang sutera menggunakan ekstrak gambir dengan mordan CaO F. Failisnur; S. Sofyan; S. Silfia; M. Marlusi
Jurnal Litbang Industri Vol 10, No 1 (2020)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24960/jli.v10i1.6161.15-22

Abstract

Pewarnaan benang dengan pewarna alami untuk kain tenun sudah menjadi trend saat ini. Sutera merupakan serat alam yang sering digunakan untuk kain tenun dan menghasilkan intensitas warna yang baik ketika diwarnai dengan pewarna alami seperti ekstrak gambir. Pewarna alami yang diekstrak ulang dari gambir asalan telah diaplikasikan untuk mewarnai benang sutera. Penelitian bertujuan untuk menganalisis ukuran dan dispersi partikel dari ekstrak gambir serta melihat pengaruhnya terhadap hasil pewarnaan pada temperatur dan waktu pencelupan yang berbeda. Mordan CaO digunakan untuk membangkitkan dan mengunci warna dengan metoda pasca mordanting. Proses pewarnaan dilakukan pada temperatur 30, 50 dan 70 °C dengan waktu pencelupan 5, 15 dan 25 menit. Ekstrak gambir dianalisis dispersi ukuran partikelnya menggunakan particle size analyzer (PSA), sedangkan benang sutera yang telah diwarnai dievaluasi nilai kolorimetri dan ketahanan luntur warnanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pada temperatur 70 °C dengan waktu pencelupan 15 menit memberikan intensitas warna optimal dan ketahanan luntur warna terhadap pencucian 40 °C rata-rata bernilai baik sampai sangat baik (4–5), terhadap panas penyeterikaan bernilai baik sampai sangat baik untuk semua perlakuan, sedangkan terhadap paparan sinar matahari bernilai cukup (3).
Back Matter Jurnal Litbang Industri Vol. 10 No. 1 Juni Tahun 2020 Sofyan Sofyan
Jurnal Litbang Industri Vol 10, No 1 (2020)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24960/jli.v10i1.6276.xiii-xv

Abstract

Back Matter Jurnal Litbang Industri Vol. 10 No. 1 Juni Tahun 2020
Isolasi dan identifikasi spesies mikroalga air tawar sebagai antioksidan dan antihiperglikemik Anggela Marta Tasman; Abdi Dharma; Syafrizayanti Syafrizayanti
Jurnal Litbang Industri Vol 10, No 1 (2020)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24960/jli.v10i1.5956.61-71

Abstract

Mikroalga memiliki kinerja yang hampir sama dengan tumbuhan bersel banyak, akan tetapi tidak memiliki akar, daun, dan batang untuk berfotosintesis. Mikroalga diibaratkan sebagai pabrik kecil dalam ukuran sel mikro yang mengubah karbondioksida menjadi material potensial. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi mikroalga, mengidentifikasi spesiesnya secara morfologi dan molekuler, selanjutnya menentukan kandungan total fenolik, bioaktivitas antioksidan dan antihiperglikemik dari ekstrak mikroalga tersebut. Uji antioksidan dilakukan dengan metode DPPH dan uji antihiperglikemik dengan metode inhibitor enzim α-amilase. Mikroalga yang berhasil diisolasi termasuk dalam jenis Chlorella vulgaris. Ekstrak metanol dari biomassa kering mikroalga memberikan kandungan fenolik total paling tinggi yaitu sebesar 10,8 mg GAE/g jika dibandingkan ekstrak air (1,8 mg GAE/g) dan heksana (1,1 mg GAE/g). Nilai IC50 ekstrak metanol dalam menangkap radikal bebas DPPH adalah 75,9 µg/mL dan mampu menginhibisi 50% aktivitas enzim α-amilase pada konsentrasi 839,9 µg/mL. Berdasarkan hasil uji bioaktivitas ekstrak metanol mikroalga Chlorella vulgaris yang diisolasi dari perairan Sungai Kincir Kamba Tigo memiliki kemampuan yang rendah sebagai antioksidan dan antihiperglikemik.
Pengaruh penambahan limbah tongkol jagung untuk pembuatan batu bata ringan A. Ardinal; Rahma Wirni; Nur Aini Haryati
Jurnal Litbang Industri Vol 10, No 1 (2020)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24960/jli.v10i1.6180.39-45

Abstract

Pemakaian tanah lempung sebagai bahan baku batu bata dapat dikurangi dengan menambahkan serat. Salah satu sumber serat yang pemanfaatannya belum optimal yaitu limbah tongkol jagung. Untuk itu, telah dilakukan penelitian dengan memanfaatkan tongkol jagung untuk substitusi pembuatan batu bata dengan mengacu kepada SNI 15-2094-2000. Perlakuan pembuatan batu bata komposit menggunakan bahan substitusi tongkol jagung yang dihaluskan hingga mencapai ukuran butir lolos ayakan >60 mesh dan <60 mesh dengan masing-masing penambahan tongkol jagung 0%, 2,5%, 5,0%, 7,5%, 10% dan 12,5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa kualitas batu bata dengan ukuran butir tongkol jagung >60 mesh dengan perlakuan substitusi tongkol jagung hingga 12,5% masih memenuhi kuat tekan kelas 50 menurut SNI 15-2094-2000, sedangkan untuk ukuran butir <60 mesh hanya substitusi tongkol jagung sampai 7,5% yang memenuhi kelas 50 menurut SNI 15-2094-2000. Uji daya serap air menunjukkan bahwa semakin besar penambahan tongkol jagung, baik dengan ukuran butiran >60 mesh maupun <60 mesh,  daya serap air semakin naik. Daya serap air rata-rata yang diperoleh lebih dari 20% sehingga belum memenuhi persyaratan daya serap air maksimum yang ditetapkan oleh SNI 15-2094-2000 yaitu sebesar 20%. Dari hasil pemanfaatan tongkol jagung untuk substitusi pembuatan batu bata, perlakuan ukuran butir lolos >60 mesh dengan penambahan sampai 12,5% dapat digunakan karena telah memenuhi syarat kuat tekan SNI 15-2094-2000 kelas 50.
Pemanfaatan limbah lumpur aktif (LLA) sebagai adsorben untuk meminimalisir zat pencemar dalam air dan air limbah : Sebuah Ulasan Salmariza Sy
Jurnal Litbang Industri Vol 10, No 2 (2020)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24960/jli.v%vi%i.6640.%p

Abstract

Artikel review ini merangkum tentang pemanfaatan limbah lumpur aktif (LLA) sebagai  bahan prekursor untuk menghasilkan adsorben dan aplikasinya terhadap material pencemar lingkungan seperti pewarna dan logam berat.  Kinerja adsorben berbasis lumpur (ABL) telah direview, dimana hasilnya bervariasi tergantung pada jenis prekursor lumpur, jenis pencemar, waktu dan suhu karbonisasi  dan jenis kondisi aktivasi yang digunakan. Hasil review menunjukkan bahwa aktivasi kimia secara langsung mempengaruhi sifat adsorben, kapasitas adsorpsi dan mekanisme penyisihan zat pencemar oleh ABL. Dilaporkan bahwa aktivasi kimiawi menggunakan berbagai jenis aktivator menghasilkan adsorben yang jauh lebih unggul dengan luas spesifik area yang tinggi dibandingkan dengan metode aktivasi secara fisika. Disamping itu pada proses aktifvasi fisika sendiri, dilaporkan bahwa sejalan dengan semakin tinggi suhu pirolisis dan suhu aktivasi, maka semakin dapat meningkatkan luas spesifik area sehingga dapat meningkatkan kapasitas penjerapan zat warna dan logam dalam larutan