cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Warta IHP (Warta Industri Hasil Pertanian)
Published by Politeknik AKA Bogor
ISSN : 02151243     EISSN : 26544075     DOI : -
Warta IHP (Industri Hasil Pertanian) is a Scientific Journal which is sourced from research papers, new theoretical/interpretive findings, and critical studies or reviews (by invitation) in the agro-based industry scope that cover any discipline such as: food science and technology, agricultural industry technology, chemistry and essential oils, agricultural products processing machinery, food microbiology, renewable energy, chemical analysis, and food engineering.
Arjuna Subject : -
Articles 804 Documents
Karakteristik Sensori dan Fisiko-Kimia Es Krim Kefir dan Ubi Jalar Ungu Agung Kurniawan; Dewi Fortuna Ayu; Evy Rossi
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 38, No 1 (2021)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32765/wartaihp.v38i1.6365

Abstract

Es krim kefir memiliki karakteristik sensori kurang menarik sehingga perlu ditambahkan bahan pangan alami kaya antioksidan, salah satunya ubi jalar ungu.  Penelitian ini bertujuan mempelajari karakteristik sensori dan fisiko-kimia es krim kefir dan ubi jalar ungu.  Penelitian dilakukan secara eksperimen menggunakan rancangan acak lengkap 4 perlakuan dan 4 ulangan.  Perlakuan adalah perbandingan kefir dan ubi jalar ungu antara lain 50: 50,  60: 40, 70: 30, dan 80: 20 dalam adonan es krim.  Data secara statistik dianalisis menggunakan Anova dan DNMRT pada taraf 5%.  Hasil menunjukkan perbandingan kefir dan ubi jalar ungu mempengaruhi es krim pada uji organoleptik warna, rasa, tekstur, dan penilaian keseluruhan, total padatan, kadar lemak, protein, dan serat kasar, aktivitas antioksidan, waktu leleh, serta overrun. Perlakuan terbaik adalah perbandingan kefir dan ubi jalar ungu sebesar 50: 50 dengan penilaian organoleptik secara deskriptif berwarna ungu tua, rasa manis, tekstur lembut, dan secara hedonik keseluruhan es krim disukai oleh panelis.  Es krim kefir dan ubi jalar ungu memiliki total padatan 40,60%, kadar lemak 4,38%, kadar protein 2,28%, kadar serat kasar 0,73%, IC50 152,93 ppm, waktu leleh 15,42 menit, dan overrun 23,78%.
Formulasi Cookies Kaya Serat Berbasis Tepung Terigu dan Tepung Ganyong (Canna edulis Kerr) dengan Penambahan Tepung Daun Kolesom (Talinum triangulare (Jacq.) Willd) Fajar Wibisono; Hermawan Seftiono; Moh. Taufik
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 38, No 1 (2021)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32765/wartaihp.v38i1.6470

Abstract

Cookies umumnya dibuat dari tepung terigu yang merupakan bahan impor, sehingga ketergantungan terhadap bahan baku impor tersebut sangat besar. Substitusi tepung terigu dengan bahan lokal diperlukan untuk mengurangi ketergantungan bahan tersebut. Bahan lokal yang berpotensi digunakan adalah tepung umbi ganyong dan tepung daun kolesom. Penambahan tepung daun kolesom bertujuan untuk meningkatkan kandungan serat pada produk cookies dan juga sebagai pewarna alami. Tujuan penelitian ini adalah mengkarakterisasi sifat fisikokimia serta sensori cookies yang berbahan dasar tepung terigu dan tepung ganyong dengan penambahan tepung daun kolesom. Penelitian dilakukan dengan menggunakan dua faktor, yaitu persentase tepung umbi ganyong (10; 20 dan 30%) dan tepung daun kolesom (0; 2,5 dan 5,0%). Hasil penelitian ini diperoleh nilai rendemen dari tepung ganyong sebanyak 19,3%, dan nilai rendemen dari tepung kolesom sebesar 8,55%. Hasil uji hedonik terhadap aroma, warna, tekstur, rasa, dan aftertaste menunjukkan nilai yang bervariasi, yaitu tidak suka sampai sangat suka. Formula terpilih berdasarkan uji pembobotan adalah F3 yaitu cookies dengan subtitusi tepung ganyong 30% dan penambahan tepung kolesom sebesar 5%. Hasil analisis fisikokimia cookies ganyong F3 diperoleh kadar air sebesar 2,55%, kadar abu 2,53%, kadar protein 5,38%, kadar lemak 29,8%, kadar karbohidrat 58,69% dan kadar serat pangan 15,60% serta tingkat kekerasan 532,83 gf.
Karakteristik Fisik dan Kimia Kelobot Jagung (Zea mays) sebagai Bahan Pengemas Agatha Intan Wihenti; Supriyadi Supriyadi; Umar Santoso
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 38, No 1 (2021)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32765/wartaihp.v38i1.6416

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik fisik dan kimia kelobot sebagai bahan pengemas. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kelobot jagung hibrida Pertiwi 3. Kelobot dikeringkan menggunakan metode shade drying. Kemudian dilakukan evaluasi karakteristik fisik dan kimia terhadap kelobot segar dan kering, meliputi warna, kuat tarik, mikrostruktur sel, total fenolik, dan aktivitas antioksidan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelobot segar memiliki warna hijau cerah, setelah dikeringkan warna hijau berkurang dan menjadi kekuningan. Kelobot segar hasil pengujian dengan SEM memiliki penampang tidak teratur, permukaan tidak seragam, dan mikrofibril pendek, setelah dikeringkan penampang menjadi lebih teratur, permukaan seragam, dan terdapat sejumlah mikrofibil panjang pada permukaan. Nilai kuat tarik kelobot meningkat setelah dikeringkan. Pada analisis senyawa bioaktif, ekstrak kasar metanol dilakukan fraksinasi dengan pelarut heksana, etil asetat, dan butanol. Total fenolik tertinggi terdapat pada fraksi etil asetat ekstrak kelobot segar 5,45 mg GAE/g dan ekstrak kelobot kering 4,46 mg GAE/g. Aktivitas antioksidan tertinggi terdapat pada fraksi etil asetat ekstrak kelobot segar 58,83% RSA dan ekstrak kelobot kering 56,96% RSA.
Kadar Pati Resisten Pangan Tinggi Karbohidrat Hasil Autoclaving-Cooling 2 Siklus: Studi Meta-Analisis Silitonga, Rhoito Frista; Faridah, Didah Nur; Indrasti, Dias; Afandi, Frendy Ahmad; Jayanegara, Anuraga
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 38, No 1 (2021)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32765/wartaihp.v38i1.6987

Abstract

Autoclaving-cooling merupakan salah satu metode modifikasi pati fisik yang banyak digunakan untuk meningkatkan kadar pati resisten. Namun metode ini memiliki pengaruh yang berbeda-beda pada tiap jenis pangan tinggi karbohidrat. Studi ini bertujuan untuk menganalisis jenis pangan karbohidrat yang memiliki pengaruh signifikan dalam peningkatan kadar pati resisten akibat proses autoclaving-cooling 2 siklus. Studi ini menggunakan 9 artikel yang diseleksi melalui metode panduan PRISMA dari total 279 artikel yang diperoleh. Data dianalisis berdasarkan nilai ukuran efek Hedges’d (standardized mean difference/SMD) dan nilai selang kepercayaan (CI) menggunakan perangkat lunak Meta-Essentials. Studi meta-analisis menunjukkan bahwa metode autoclaving-cooling pada pangan serealia memiliki efek signifikansi yang lebih tinggi dalam meningkatkan kadar pati resisten (SMD: 7,39; 95% CI: 2,8 s.d 11,97; p<0,001) dibandingkan kacang-kacangan dan umbi-umbian. Dalam kelompok serealia, jenis sampel oat (SMD: 10,91; 95% CI: 3,89 s.d 17,94; p<0,001) berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kadar pati resisten dibandingkan sampel beras. Kesimpulan dari studi ini yaitu metode autoclaving-cooling 2 siklus memiliki pengaruh yang signifikan (tingkat kepercayaan 95%) dalam peningkatan kadar pati resisten pada kelompok pangan serealia, yaitu oat.
Pengaruh Penambahan Minyak Zaitun pada Yogurt Susu Kambing terhadap Profil Asam Lemak, Kolesterol, pH dan Jumlah Bakteri Asam Laktat Nurwidada Haritsah Zain, Wieda; Mirdhayati, Irdha
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 38, No 1 (2021)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32765/wartaihp.v38i1.6377

Abstract

Yogurt termasuk jenis produk hasil pengolahan susu yang sangat terkenal saat ini dan diolah dengan memanfaatkan teknologi fermentasi. Produk susu fermentasi banyak diteliti karena telah terbukti mencegah gangguan gastrointestinal. Salah satu jenis yogurt dapat berasal dari susu kambing. Tujuan dilaksanakan penelitian ini ialah untuk mengetahui konsentrasi minyak zaitun terbaik dalam menghasilkan yogurt susu kambing yang memiliki profil asam lemak, kolesterol, pH dan jumlah bakteri asam laktat (BAL) dengan penambahan minyak zaitun. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan perlakuan penambahan minyak zaitun pada lima konsentrasi : 0%, 0,1%,0,2%, 0,3% dan 0,4% (v/v) dan diulang sebanyak dua kali. Penelitian ini mengamati  profil asam lemak, kolesterol, pH serta jumlah BAL. Berdasarkan hasil penelitian, profil asam lemak yogurt susu kambing yang diperkaya minyak zaitun sampai 0,4% mengandung asam oleat sebagai asam lemak tidak jenuh dominan. Penambahan minyak zaitun pada konsentrasi 0,2% menghasilkan kadar kolesterol paling rendah pada yogurt susu kambing. pH yogurt tidak berbeda antar perlakuan. Populasi bakteri asam laktat yogurt susu kambing secara optimum diperoleh pada penambahan minyak zaitun 0,2%-0,3%. Dapat disimpulkan bahwa konsentrasi  minyak zaitun yang dapat digunakan sebesar 0,2% pada yogurt susu kambing.
Pengaruh Waktu Fermentasi terhadap Sifat Fisiko Kimia Kefir Whey dari Susu Kambing Heni Rizqiati; Siti Susanti; Nurwantoro Nurwantoro; Ahmad Ni&#039;matullah Albaari; Yehezkiel Bobby Slamet
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 38, No 1 (2021)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32765/wartaihp.v38i1.6404

Abstract

Kefir adalah salah satu produk susu fermentasi yang dibuat dengan menggunakan starter kefir grain yang berisi Bakteri Asam Laktat (BAL) dan khamir. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh waktu fermentasi pada sifat fisiko kimia kefir whey dari susu kambing. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan. Kefir diberi perlakuan fermentasi selama 12 (T1), 24 (T2), 36 (T3), 48 (T4), dan 60 jam (T5) dengan 4 kali ulangan. Data hasil pengujian diolah dengan aplikasi Statistical Product and Service Solution (SPSS) 16.0 menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji wilayah ganda Duncan. Sifat fisiko kimia kefir whey yang dianalisis terdiri dari kadar lemak, protein, alkohol, kadar air, total asam, pH dan rendemen. Hasil pengujian menunjukkan bahwa perbedaan waktu fermentasi berpengaruh nyata (P<0,05) pada semua sifat fisiko kimia kefir whey. Semakin lama waktu fermentasi kefir whey maka hasil kadar protein, kadar alkohol, kadar air, total asam dan rendemen semakin meningkat, sedangkan kadar lemak serta nilai pH semakin menurun.
Fraksinasi Asam Laurat, Short Chain Triglyceride (SCT) dan Medium Chain Triglyceride (MCT) dari Minyak Kelapa Murni Mirna Isyanti, S.TP, M.Si.; Shinta D. Sirait
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 38, No 2 (2021)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32765/wartaihp.v38i2.7455

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari pengaruh kecepatan putaran pengadukan, suhu pendinginan terhadap fraksinasi asam laurat, SCT (Short Chain Triglyceride), MCT (Medium Chain Triglyceride), dan kondisi pembekuan minyak kelapa murni (VCO). Fraksinasi VCO dilakukan pada kecepatan putaran 12 rpm dan 15 rpm dengan 3 kondisi pembekuan, yaitu ½ beku, ¾ beku, dan membeku seluruhnya. Pengamatan dilakukan terhadap karakteristik pembekuan, karakteristik pelelehan (thawing), kandungan asam lemak VCO pada fase padat dan fase cair, dan bilangan iod.  Proses pendinginan dengan putaran yang konstan dapat merubah komposisi asam lemak dalam VCO dengan kecenderungan peningkatan jumlah SCT, asam laurat dan MCT.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan tertinggi dari asam laurat melalui fraksinasi dengan suhu 10-12 oC dengan kecepatan putaran sebesar 12 rpm atau 15 rpm.  VCO dengan kandungan SCT dan MCT tertinggi (70-71%) dari fraksinasi pada suhu 18-19 oC dan kecepatan putaran 12 rpm atau 15 rpm.  Kandungan asam lauratnya sebesar 49,8-54,0% dan bilangan iod sebesar 6,07-6,79 g iod/100 g serta memenuhi SNI 7381:2008 dan standar APCC.
Pendugaan Masa Simpan Bumbu Rawon dengan Metode Accelerated Shelf Life Testing (ASLT) Tita Aviana; Nobel Christian Siregar; Ning Ima Arie Wardayanie
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 38, No 2 (2021)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32765/wartaihp.v38i2.7523

Abstract

Rawon adalah makanan tradisional Indonesia yang diketahui berasal dari Jawa Timur dan telah dikenal sejak awal abad 18 hingga saat ini. Rawon menggunakan keluak sebagai bumbu penting yang memberikan warna hitam serta rasa dan aroma yang khas. Adanya kandungan sianida pada keluak mentah menyebabkan perlunya penanganan tertentu sebelum dapat dikonsumsi dengan aman. Saat ini, kerumitan persiapan bumbu masakan rawon dapat diatasi dengan adanya bumbu rawon siap masak. Pengembangan bumbu siap masak pun kini mulai dilakukan oleh Industri Kecil Menengah (IKM) sehingga diperlukan studi pendugaan masa simpan pada bumbu siap masak tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pendugaan masa simpan bumbu rawon siap masak yang diproduksi oleh salah satu IKM di Bogor. Pendugaan masa simpan dilakukan menggunakan metode Accelerated Shelf Life Testing (ASLT). Sampel uji disimpan pada 3 suhu yang berbeda kemudian diuji parameter kritisnya pada hari ke-0, 7, 14, dan 21. Hasil uji kemudian diolah sehingga didapatkan masa simpan selama 241 hari berdasarkan parameter kritis asam lemak bebas.
Pengaruh Waktu Fermentasi dan Pengadukan pada Fermentor Tank Lini Proses Mokaf 4.0 terhadap Karakteristik Reologi Mokaf yang Dihasilkan Yuliasri Ramadhani Meutia; Nobel Christian Siregar; Fitri Hasanah; Nami Lestari; Helmi Helmi
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 38, No 2 (2021)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32765/wartaihp.v38i2.7413

Abstract

Balai Besar Industri Agro (BBIA) telah mengembangkan lini proses mokaf berbasis 4.0 dengan proses fermentasi yang dapat terpantau secara real time dimana pH dijadikan patokan bahwa proses fermentasi telah selesai (dapat tercapai dalam 6-9 jam), namun belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa pendeknya waktu fermentasi tersebut dapat mencapai karakteristik reologi tepung mokaf yang dihasilkan berupa peningkatan viskositas dibandingkan dengan tepung ubi kayu tanpa fermentasi. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi karakteristrik reologi mokaf yang dihasilkan dari perlakuan fermentasi dengan fermentor tank line mokaf 4.0. Penelitian ini dilaksanakan dengan menjalankan proses fermentasi mokaf dengan pH based, fermentasi mokaf 12 jam dengan pengadukan dan tanpa pengadukan, fermentasi mokaf 24 jam dengan pengadukan dan tanpa pengadukan, serta menggunakan kontrol tepung singkong tanpa fermentasi. Analisis yang dilakukan meliputi kadar air, Rapid Visco Amylograph (RVA), daya ikat air, dan daya ikat minyak. Hasil menunjukkan bahwa proses fermentasi mokaf dengan pH based pada lini proses mokaf 4.0 dapat menghasilkan peningkatan viskositas puncak dibandingkan kontrol (tepung singkong tanpa fermentasi). Berdasarkan pengamatan daya ikat air dan daya ikat minyak dapat dilihat bahwa semakin lama waktu fermentasi maka daya ikat air dan daya ikat minyak pada tepung juga meningkat.
Pengaruh Proses Fermentasi dan Non-Fermentasi serta Pengeringan dengan Metode Spray Drying terhadap Mutu Serbuk Minuman Instan dari Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) Ir. Lukman Junaidi; Hendra Wijaya; Raisa Shafira Jarief; Dudung Angkasa
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 38, No 2 (2021)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32765/wartaihp.v38i2.6986

Abstract

Konsumsi buah naga merah bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan sistem pencernaan, mengurangi kolesterol dan mencegah konstipasi. Tetapi buah ini mudah rusak sehingga perlu dilakukan penelitian untuk meningkatkan nilai tambahnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh proses fermentasi dan non fermentasi yang dikombinasikan dengan proses pengeringan menggunakan metode spray drying terhadap mutu serbuk minuman instan buah naga merah.  Pada penelitian ini, jus buah naga merah yang diberi perlakuan dicampur air dengan rasio 1:3, dan dipasteurisasi pada suhu 80 °C terlebih dahulu, lalu didinginkan. Kemudian dilanjutkan dengan dua perlakuan, yaitu proses fermentasi anaerob menggunakan Saccharomyces cerevisiae pada suhu 25 °C selama 10 hari, dan tanpa proses fermentasi.  Serbuk minuman instan yang dihasilkan dari proses pengeringan spray drying dan dari dua perlakuan terdiri dari dua formula, yaitu minuman instan non fermentasi (F1) dan fermentasi (F2). Hasil organoleptik yang dianalisis dengan uji one way analysis of variance dan dilanjutkan uji lanjut Bonferroni, diperoleh hasil bahwa F1 lebih disukai panelis tidak terlatih daripada F2.  Secara umum, perlakuan proses non fermentasi lebih berpengaruh terhadap mutu serbuk minuman instan buah naga merah yang terbentuk, dan formulanya (F1) lebih disukai oleh panelis, serta bisa diaplikasikan lebih lanjut.

Filter by Year

1984 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 40, No 1 (2023) Vol 39, No 2 (2022) Vol 39, No 1 (2022) Vol 38, No 2 (2021) Vol 38, No 1 (2021) Vol 37, No 2 (2020) Vol 37, No 1 (2020) Vol 36, No 2 (2019) Vol 36, No 1 (2019) Vol 35, No 2 (2018) Vol 35, No 1 (2018) Vol 34, No 2 (2017) Vol 34, No 1 (2017) Vol 34, No 1 (2017) Vol 33, No 02 (2016) Vol 33, No 02 (2016) Vol 33, No 01 (2016) Vol 33, No 01 (2016) Vol 33, No 1 (2016) Vol 32, No 02 (2015) Vol 32, No 02 (2015) Vol 32, No 01 (2015) Vol 32, No 01 (2015) Vol 31, No 02 (2014) Vol 31, No 02 (2014) Vol 31, No 01 (2014) Vol 31, No 01 (2014) Vol 31, No 2 (2014) Vol 30, No 02 (2013) Vol 30, No 02 (2013) Vol 30, No 01 (2013) Vol 30, No 01 (2013) Vol 29, No 02 (2012) Vol 29, No 02 (2012) Vol 29, No 01 (2012) Vol 29, No 01 (2012) Vol 28, No 02 (2011) Vol 28, No 02 (2011) Vol 28, No 01 (2011) Vol 28, No 01 (2011) Vol 27, No 02 (2010) Vol 27, No 02 (2010) Vol 27, No 01 (2010) Vol 27, No 01 (2010) Vol 26, No 02 (2009) Vol 26, No 02 (2009) Vol 26, No 01 (2009) Vol 26, No 01 (2009) Vol 25, No 02 (2008) Vol 25, No 02 (2008) Vol 25, No 01 (2008) Vol 25, No 01 (2008) Vol 24, No 02 (2007) Vol 24, No 02 (2007) Vol 24, No 01 (2007) Vol 24, No 01 (2007) Vol 23, No 02 (2006) Vol 23, No 01 (2006) Vol 23, No 01 (2006) Vol 22, No 02 (2005) Vol 22, No 02 (2005) Vol 22, No 01 (2005) Vol 22, No 01 (2005) Vol 21, No 02 (2004) Vol 21, No 02 (2004) Vol 21, No 01 (2004) Vol 21, No 01 (2004) Vol 20, No 1-2 (2003) Vol 20, No 1-2 (2003) Vol 19, No 1-2 (2002) Vol 19, No 1-2 (2002) Vol 18, No 1-2 (2001) Vol 18, No 1-2 (2001) Vol 17, No 1-2 (2000) Vol 17, No 1-2 (2000) Vol 16, No 1-2 (1999) Vol 16, No 1-2 (1999) Vol 15, No 1-2 (1998) Vol 15, No 1-2 (1998) Vol 14, No 1-2 (1997) Vol 14, No 1-2 (1997) Vol 13, No 1-2 (1996) Vol 13, No 1-2 (1996) Vol 12, No 1-2 (1995) Vol 12, No 1-2 (1995) Vol 11, No 1-2 (1994) Vol 11, No 1-2 (1994) Vol 10, No 1-2 (1993) Vol 10, No 1-2 (1993) Vol 9, No 1-2 (1992) Vol 9, No 1-2 (1992) Vol 8, No 02 (1991) Vol 8, No 02 (1991) Vol 8, No 01 (1991) Vol 8, No 01 (1991) Vol 7, No 02 (1990) Vol 7, No 02 (1990) Vol 7, No 01 (1990) Vol 7, No 01 (1990) Vol 6, No 02 (1989) Vol 6, No 02 (1989) Vol 6, No 01 (1989) Vol 6, No 01 (1989) Vol 5, No 02 (1988) Vol 5, No 02 (1988) Vol 5, No 01 (1988) Vol 5, No 01 (1988) Vol 4, No 02 (1987) Vol 4, No 02 (1987) Vol 4, No 01 (1987) Vol 4, No 01 (1987) Vol 3, No 02 (1986) Vol 3, No 02 (1986) Vol 3, No 01 (1986) Vol 3, No 01 (1986) Vol 2, No 02 (1985) Vol 2, No 02 (1985) Vol 2, No 01 (1985) Vol 2, No 01 (1985) Vol 1, No 02 (1984) Vol 1, No 02 (1984) Vol 1, No 1 (1984) Vol 1, No 1 (1984) More Issue