cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Warta IHP (Warta Industri Hasil Pertanian)
Published by Politeknik AKA Bogor
ISSN : 02151243     EISSN : 26544075     DOI : -
Warta IHP (Industri Hasil Pertanian) is a Scientific Journal which is sourced from research papers, new theoretical/interpretive findings, and critical studies or reviews (by invitation) in the agro-based industry scope that cover any discipline such as: food science and technology, agricultural industry technology, chemistry and essential oils, agricultural products processing machinery, food microbiology, renewable energy, chemical analysis, and food engineering.
Arjuna Subject : -
Articles 804 Documents
Pendugaan Umur Simpan Kerupuk Tulang Ikan Tenggiri (Scomberomorus commerson) dengan Proses Penirisan dan Tanpa Penirisan dengan Metode Akselerasi Kadar Air Kritis Fitri Hasanah; Nobel Christian Siregar; Yuliasri Ramadhani Meutia; Souvia Rahimah; Georgina Jeanette
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 38, No 2 (2021)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32765/wartaihp.v38i2.7412

Abstract

Kerupuk rentan mengalami kerusakan, salah satunya dari parameter kerenyahan. Perbedaan proses produksi dapat memengaruhi umur simpan produk. Salah satu produk yang dapat memberikan perbedaan adalah proses penirisan minyak dengan alat spinner. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan umur simpan kerupuk tulang ikan tenggiri yang melalui proses penirisan minyak dan tidak. Penelitian dilakukan dengan metode Accelerated Shelf-life Testing (ASLT) kadar air kritis dan penentuan kadar air dilakukan dengan metode oven (gravimetri). Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penirisan minyak memengaruhi umur simpan produk, yaitu 5 bulan untuk produk yang melalui proses penirisan dengan kadar air kritis sebesar 0,0840 g H2O/g padatan kering, dan 4,1 bulan untuk produk tanpa melalui proses penirisan dengan kadar air kritis sebesar 0,0769 g H2O/g padatan kering.
Formulasi Ekstrak Etanol Mikroalga Chroococcus turgidus untuk Sediaan Masker Peel-off sebagai Antibakteri Ni Wayan Sri Agustini; M Apriastini; Yuni Susilowati
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 38, No 2 (2021)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32765/wartaihp.v38i2.6929

Abstract

 ABSTRAK: Bakteri merupakan salah satu penyebab penyakit kulit wajah, terutama jerawat. Hal ini sering terjadi pada wajah yang disebabkan karena adanya sumbatan oleh lemak pada pori kulit. Akibat dari sumbatan tersebut, dapat terjadi komedo dan pada kondisi meradang karena infeksi bakteri dapat menyebabkan terjadinya jerawat. Penelitian sebelumnya menyatakan bahwa Chroococcus turgidus memiliki senyawa flavonoid  yang berpotensi sebagai antibakteri dan antioksidan.  Penelitian ini  bertujuan untuk megetahui aktivitas antibakteri dari bakteri Propionibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis pada sediaan masker peel-off yang mengandung ekstrak etanol C. turgidus dengan variasi konsentrasi 0%, 2%, 3% dan 4%. Evaluasi sediaan yang dilakukan meliputi organoleptik, pH, viskositas, homogenitas, waktu sediaan mengering, daya sebar, sifat mekanik, , uji hedonik, dan uji stabilitas cycling test. Hasil penelitian menunjukan semua formulasi sediaan masker peel-off mempunyai aktivitas antibakteri terhadap bakteri P. acnes dan S. epidermidis. Semakin tinggi ekstrak etanol C. turgidus yang ditambahkan ke dalam sediaan masker peel-off, zona hambat yang terbentuk pada kedua bakteri uji  semakin besar.     Oleh karena itu, ekstrak etanol dari C. turgidus dapat sebagai salah satu senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai antibakteri pada sedian masker peel-off Kata kunci: Antibakteri, masker peel - off, Chroococcus turgidus ABSTRACT: Bacteria are one of the causes of facial skin disease, especially acne. This often occurs on the face due to blockages by fat in the skin pores. As a result of this blockage, blackheads can occur and in inflamed conditions due to bacterial infection can cause acne. Previous research states that Chroococcus turgidus has a flavonoid compound that has potential as an antibacterial and antioxidant This study aims to know the antibacterial activity of the bacteria Propionibacterium acnes and Staphylococcus epidermidis on the peel-off mask preparations containing ethanol extract of C. turgidus with varying concentrations of 0%, 2%, 3% and 4%. Evaluation of preparations carried out included organoleptic, pH, viscosity, homogeneity, drying time, dispersibility, mechanical properties, hedonic test, and stability test (cycling test). The results showed all dosage formulations peel-off mask has antibacterial activity against bacteria P. acnes and S. epidermidis. The higher the ethanol extract of C. turgidus added to the peel-off mask preparation, the larger the inhibition zone formed in the two test bacteria. Therefore, ethanol extract from C. turgidus can be a bioactive compound that has potential as antibacterial properties in the peel-off mask. Keywords: Antibacterial, Peel-off mask, Chroococcus turgidus 
Pengaruh Penambahan Mikropartikel Ekstrak Gambir (Uncaria gambir Roxb) Terhadap Sifat Fisik dan Sensori Sabun Transparan Minyak Kelapa Sawit Neswati, Neswati; Didi Ismanto, Sahadi; Derosya, Vioni
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 38, No 2 (2021)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32765/wartaihp.v38i2.6380

Abstract

Penelitian ini bertujuan menentukan tingkat penambahan yang terbaik dari ekstrak gambir (Uncaria gambir, Roxb) dalam bentuk mikropartikel pada sabun transparan berbasis minyak sawit. Penambahan berbagai tingkat mikropartikel ekstrak gambir akan mempengaruhi sifat fisik dan sensori sabun transparan. Berdasarkan hasil pengukuran menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM) dengan perbesaran 200x ukuran mikropartikel ekstrak gambir berkisar antara 12,1 – 22,8 µm. Penelitian ini menggunakan 8 perlakuan dengan 2 ulangan, yaitu penambahan mikropartikel ekstrak gambir dengan konsentrasi 3%, 4%, 5%, 6%, 7%, 8%, 9% dan 10%. Penambahan 3% mikropartikel ekstrak gambir memberikan hasil yang terbaik dengan karakteristik kekerasan 17,53± 1,99 kg/cm2, stabilitas busa 84,18 ± 0,08 %, uji iritasi 0, nilai warna 4,70 ± 0,47  dan transparansi 4,60 ±  0,60.
Ekstraksi dan Karakterisasi Alergenisitas Protein Belut Sawah (Monopterus javanensis La Cepéde, 1800) untuk Pembuatan Reagen Uji Tusuk Kulit Lusiana Lusiana; Fransiska Zakaria Rungkat; Endang Prangdimurti; Hendra Wijaya
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 38, No 2 (2021)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32765/wartaihp.v38i2.7151

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi protein alergen belut segar (BS) dan belut rebus (BR) dengan buffer Tris Glisin (TG), Tris Glisin DTT (TGD) dan Phosphat buffer saline (PBS) serta mengkarakterisasi alergenisitas isolat protein dengan uji elektroforesis SDS-PAGE, ELISA dan immunoblotting. Rendemen protein yang dihasilkan pada BSTG, BSTGD dan BSPBS sebesar 2166 mg/L, 2083 mg/L dan 2284 mg/L. Rendemen ekstrak protein BRTG, BRTGD, BRPBS adalah 1445 mg/L, 1805 mg/L dan 1207 mg/L. Hasil SDS-Page menunjukkan profil protein BSTG memiliki 16 pita protein dengan bobot molekul dari 22 kDa-233 kDa dan BSTGD sebanyak 6 pita dengan bobot molekul 22 kDa-112 kDa, BSPBS sebanyak 16 pita dengan bobot molekul 22 kDa-93 kDa, BRTG memiliki 7 pita dengan berat molekul 24 kDa-267 kDa, BRTGD terdeteksi sebanyak 10 pita dengan berat molekul 24 kDa-235 kDa, BRPBS memiliki 10 pita protein dengan berat molekul 24 kDa-297 kDa. Hasil immunobloting dari 10 subjek yang positif alergi menunjukkan ada 3 subjek yang memberikan reaksi positif yaitu subjek 2 pada BSPBS, subjek 4 pada BSTG, BSTGD dan BSPBS serta subjek 8 pada BSTGD, BSPBS, BRTG dan BRTGD. Buffer PBS dapat meningkatkan rendemen ekstrak protein belut dan meningkatkan alergenitas reagen sehingga dapat digunakan sebagai buffer untuk pembuatan reagen uji tusuk kulit.
Analisis Teknik dan Tekno Ekonomi Pengusahaan Minyak Kayu Putih sebagai Alternatif Pasca Panen Skala Produksi Desa Cikembang Kecamatan Kertasari Andis Priswantoro; Nana Sulaksana; Cipta Endyana; Anggoro Tri Mursito
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 38, No 2 (2021)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32765/wartaihp.v38i2.6591

Abstract

Tujuan penelitian untuk menganalisis kelayakan pengusahaan penyulingan minyak kayu putih (MKP) di Desa Cikembang apakah dapat memberikan alternatif pasca panen dengan memberikan kontribusi ekonomi skala produksi. Mesin penyulingan MKP terpasang dengan sistem steam/uap di Kecamatan Kertasari memiliki standar peralatan mesin penyulingan yang dapat mendukung MKP bermutu sesuai SNI. Distilasi skala laboratorium dihasilkan tetesan pertama pada 3 jam pertama. Warna jernih sesuai spesifikasi warna standar minyak atsiri kayu putih berwarna jernih, untuk bau minyak yang dihasilkan khas bau kayu putih dan bobot jenis 0.913 g/ml masuk dalam spesifikasi standar rentang bobot jenis yang dipersyaratkan 0,900 – 0,930 g/ml. Analisis tekno ekonomi ditunjukkan bahwa pengusahaan MKP layak dijalankan dengan parameter dengan beberapa parameter yaitu NPV sebesar Rp. 323.302.615,-; nilai IRR: 22.5% dan pay back period (PB) 6.31 tahun atau 76 bulan. Sesuai analisis sensivitas, pengusahaan MKP tersebut sangat sensitif terhadap parameter menurunnya jumlah produksi bahan baku MKP yaitu daun tanaman kayu putih.
Pengembangan Teknologi Pengolahan Serbuk Minyak Buah Merah (Pandanus conoideus Lamk) untuk Sediaan Bahan Tambahan Pangan Nami Lestari; Lukman Junaidi; Hendra Wijaya; Ning Ima Arie Wardayanie; Santi Ariningsih, M.Si
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 38, No 2 (2021)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32765/wartaihp.v38i2.7371

Abstract

Pemanfaatan minyak buah merah sebagai bahan tambahan pangan masih terbatas. Penelitian sebelumnya menghasilkan serbuk minyak buah merah yang menggumpal dan mempunyai kelarutan yang rendah dalam fase cair. Penelitian ini bertujuan mengembangkan teknologi dan formulasi pembuatan serbuk minyak buah merah yang tidak menggumpal serta mempunyai kelarutan dalam air dan kandungan beta karoten yang cukup tinggi. Metode penelitian dilakukan dengan penambahan proses homogenisasi sebelum proses pengeringan semprot dan variasi bahan pengisi (maltodekstrin dan siklodekstrin). Hasil penelitian menunjukkan mutu serbuk minyak buah merah dipengaruhi oleh proses homogenisasi menggunakan emulsifier (lesitin) sebelum dilakukan pengeringan dengan alat pengering semprot. Serbuk minyak yang dihasilkan berbentuk kristal, berwarna merah oranye dan teksturnya tidak menggumpal. Kadar β-karoten tertinggi didapat pada serbuk minyak buah merah dengan penambahan siklodekstrin (1:2), yaitu 5,97 mg/kg.  Rendemen berkisar antara 16,5 – 29,8 % dan kelarutan berkisar antara 49,13 sampai 89,32%. Sedangkan Analisis morfologi menggunakan SEM memperlihatkan bahwa serbuk minyak buah merah berbentuk bulat tidak beraturan, tersebar secara merata dan tidak membentuk flokulasi dengan ukuran 20-70 µm.
Pengaruh Waktu Fermentasi terhadap Serat Pangan dan Daya Cerna Protein Tepung Jewawut (Setaria italica) Menggunakan Ekstrak Kubis Terfermentasi Diode Yonata; Boby Pranata; Nurhidajah Nurhidajah
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 39, No 1 (2022)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32765/wartaihp.v39i1.6650

Abstract

Produk turunan serealia lokal Indonesia yang salah satunya adalah tepung Jewawut umumnya mengandung nilai serat pangan (SP) dan daya cerna protein (DCP) yang rendah. Dari banyak hasil penelitian sebelumnya dilaporkan bahwa proses fermentasi diketahui dapat meningkatkan nilai SP dan DCP produk serealia, namun prosesnya membutuhkan waktu yang relatif lama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan waktu optimum fermentasi pembuatan tepung jewawut dengan menggunakan ekstrak kubis terfermentasi (EKT). Waktu fermentasi yang digunakan di dalam penelitian ini adalah 0, 12, 24, 36, dan 48 jam. Kemudian, terhadap produk tepung jewawut dilakukan analisis proksimat, serat pangan total (SPT), serat pangan larut (SPL), serat pangan tidak larut (SPTL), dan DCP, sedangkan terhadap EKT dilakukan analisis total bakteri, nilai pH, dan total asam. Dari hasil penelitian ini terlihat bahwa proses fermentasi terhadap tepung jewawut yang terbentuk dengan menggunakan EKT memberikan waktu optimum selama 36 jam. Pada waktu tersebut menyebabkan terjadinya peningkatan kadar SPT, SPL, dan DCP berturut-turut sebesar 4,43; 25,35; dan 24,29 %, serta penurunan kadar SPTL sebesar 4,11 %. Kemudian hasil analisis terhadap EKT pada jam ke-36 terjadi peningkatan total bakteri sebesar 4,53 log CFU/ml, peningkatan total asam sebesar 2,59 %, serta penurunan pH cairan EKT sebesar 1,4.
Penentuan Struktur Tiga Dimensi dan Profil Hasil Hidrolisis Protein Alergen Arginin Kinase Secara in silico Indria Mahgfirah; Endang Prangdimurti; Nurheni Sri Palupi; Hendra Wijaya
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 39, No 1 (2022)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32765/wartaihp.v39i1.7612

Abstract

Alergi pangan ialah suatu reaksi hipersensitivitas melalui mekanisme imunologis setelah terpapar alergen dari suatu bahan pangan. Arginin kinase dengan kode alergen (Pen m 2) merupakan alergen yang terdapat di bahan pangan udang windu (Penaeus monodon) dan dapat memicu terjadinya alergi. Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan struktur tiga dimensi dan mendapatkan profil hidrolisat arginin kinase secara in silico. Metode penelitian dengan tahap pertama ialah pencarian identitas dan karakteristik fisikokimia arginine kinase berupa family, berat molekul, nilai pI teoritis, nilai grand average of hidropathicity (GRAVY) dan indeks kestabilan. Selanjutnya tahap kedua ialah penentuan struktur tiga dimensi. Tahap ketiga ialah memprediksi profil hasil hidrolisis protein alergen arginin kinase secara enzimatis (pepsin, tripsin dan kimotripsin) dan non-enzimatis (asam format). Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa Pen m 2 merupakan family ATP:guanido phosphotransferase dengan pola kinase fosfagen. Struktur tiga dimensi Arginin kinase (Pen m 2) memiliki hasil identitas sekuens 96,91% dan nilai Ramachandran favoured ialah 97,18%. Hidrolisis arginin kinase menggunakan enzim pepsin, kimotripsin dan tripsin menghasilkan peptida terpanjang 11 asam amino (berat molekul 1210 Da), sehingga menunjukkan penurunan alergenisitas arginin kinase (Pen m 2). Hidrolisis menggunakan asam format menghasilkan peptida terpanjang ialah 69 asam amino (berat molekul 7590 Da) yang masih berpotensi alergenik.
Penerapan Sistem GMP (Good Manufacturing Practices) pada Usaha Mikro Tahu Tempe Benjo di Desa Lambusa Kabupaten Konawe Selatan Dhian Herdhiansyah; Fitrawati Fitrawati; Tamrin Tamrin; Asriani Asriani
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 39, No 1 (2022)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32765/wartaihp.v39i1.6639

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan sistem GMP  pada usaha mikro tahu tempe benjo di Desa Lambusa Kecamatan Konda  Kabupaten Konawe Selatan. Metode penelitian menggunakan metode survey pada usaha mikro tahu tempe benjo dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian adalah (a) bangunan tempat penyelengaraan produk makanan, (b) cara pengolahan produk makanan, (c) peralatan yang digunakan, dan (d) tenaga karyawan. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan sistem Good Manufacturing Practices (GMP) usaha mikro tahu tempe benjo tergolong dalam kategori efektif, terlihat pada: (a)  keadaan sanitasi bangunan (66%); (b) keadaan sanitasi cara pengolahan produk makanan (86%); (c) keadaan peralatan yang digunakan (58%), dan (d) keadaan hygiene karyawan (55%). Jumlah dari: (a) keadaan sanitasi bangunan; (b) sanitasi cara pengolahan produk makanan; (c) sanitasi keadaan peralatan yang digunakan, dan (d) keadaan higiene karyawan,  yang jika dirata-ratakan dari ke empat aspek yang dinilai diperoleh hasil sebesar 66,25% sehingga masuk dalam kategori efektif.
Potensi Multiherbal Daun Benalu Teh (Scurrula oortiana), Batang Pasak Bumi (Eurycoma longifolia Jack) dan Batang Pulai (Alstonia scholaris) Sebagai Antioksidan Prof. (Riset) Dr. Partomuan Simanjuntak M.Sc.; Andi Saptaji Kamal; Nofeli Waruwu; Bustanussalam Bustanussalam; Leny Helawati
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 39, No 1 (2022)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32765/wartaihp.v39i1.6947

Abstract

Daun benalu teh (Scurrula oortiana), batang pasak bumi (Eurycoma longifolia Jack), dan batang pulai (Alstonia scholaris) telah diketahui sebagai antioksidan yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi aktivitas antioksidan kombinasi multi ekstrak daun benalu teh, batang pasak bumi, dan batang pulai berdasarkan perbedaan metode ekstraksi dan jenis pelarut serta analisis senyawa kimia yang mempunyai potensi aktivitas antioksidan paling tinggi. Ekstraksi dilakukan dengan cara maserasi dalam  etanol 96 % dan refluks dengan akuades. Kombinasi gabungan ekstrak dan gabungan herbal dibuat dengan ratio (1:1:1), (1:1:2), (1:2:1), dan (2:1:1) kemudian diuji aktivitas antioksidan dengan reagen DPPH (2,2-Difenil-1-pikrilhidrazil). Kombinasi multi-ekstrak dan multi-herbal yang memiliki daya hambat paling tinggi diidentifikasi dengan analisis Kromatografi Gas-Spektrometri Massa (KG-MS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi multi-ekstrak etanol memiliki aktivitas antioksidan sebesar IC50 19,18 ppm dan kombinasi multi-herbal etanol sebesar IC50 17,98 ppm. Hasil analisa KG-MS pada ekstrak etanol multi-herbal menunjukkan bahwa senyawa kimia aktif yang berperan  sebagai antioksidan dalam kombinasi 2:1:1 adalah senyawa caffein.

Filter by Year

1984 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 40, No 1 (2023) Vol 39, No 2 (2022) Vol 39, No 1 (2022) Vol 38, No 2 (2021) Vol 38, No 1 (2021) Vol 37, No 2 (2020) Vol 37, No 1 (2020) Vol 36, No 2 (2019) Vol 36, No 1 (2019) Vol 35, No 2 (2018) Vol 35, No 1 (2018) Vol 34, No 2 (2017) Vol 34, No 1 (2017) Vol 34, No 1 (2017) Vol 33, No 02 (2016) Vol 33, No 02 (2016) Vol 33, No 01 (2016) Vol 33, No 01 (2016) Vol 33, No 1 (2016) Vol 32, No 02 (2015) Vol 32, No 02 (2015) Vol 32, No 01 (2015) Vol 32, No 01 (2015) Vol 31, No 02 (2014) Vol 31, No 02 (2014) Vol 31, No 01 (2014) Vol 31, No 01 (2014) Vol 31, No 2 (2014) Vol 30, No 02 (2013) Vol 30, No 02 (2013) Vol 30, No 01 (2013) Vol 30, No 01 (2013) Vol 29, No 02 (2012) Vol 29, No 02 (2012) Vol 29, No 01 (2012) Vol 29, No 01 (2012) Vol 28, No 02 (2011) Vol 28, No 02 (2011) Vol 28, No 01 (2011) Vol 28, No 01 (2011) Vol 27, No 02 (2010) Vol 27, No 02 (2010) Vol 27, No 01 (2010) Vol 27, No 01 (2010) Vol 26, No 02 (2009) Vol 26, No 02 (2009) Vol 26, No 01 (2009) Vol 26, No 01 (2009) Vol 25, No 02 (2008) Vol 25, No 02 (2008) Vol 25, No 01 (2008) Vol 25, No 01 (2008) Vol 24, No 02 (2007) Vol 24, No 02 (2007) Vol 24, No 01 (2007) Vol 24, No 01 (2007) Vol 23, No 02 (2006) Vol 23, No 01 (2006) Vol 23, No 01 (2006) Vol 22, No 02 (2005) Vol 22, No 02 (2005) Vol 22, No 01 (2005) Vol 22, No 01 (2005) Vol 21, No 02 (2004) Vol 21, No 02 (2004) Vol 21, No 01 (2004) Vol 21, No 01 (2004) Vol 20, No 1-2 (2003) Vol 20, No 1-2 (2003) Vol 19, No 1-2 (2002) Vol 19, No 1-2 (2002) Vol 18, No 1-2 (2001) Vol 18, No 1-2 (2001) Vol 17, No 1-2 (2000) Vol 17, No 1-2 (2000) Vol 16, No 1-2 (1999) Vol 16, No 1-2 (1999) Vol 15, No 1-2 (1998) Vol 15, No 1-2 (1998) Vol 14, No 1-2 (1997) Vol 14, No 1-2 (1997) Vol 13, No 1-2 (1996) Vol 13, No 1-2 (1996) Vol 12, No 1-2 (1995) Vol 12, No 1-2 (1995) Vol 11, No 1-2 (1994) Vol 11, No 1-2 (1994) Vol 10, No 1-2 (1993) Vol 10, No 1-2 (1993) Vol 9, No 1-2 (1992) Vol 9, No 1-2 (1992) Vol 8, No 02 (1991) Vol 8, No 02 (1991) Vol 8, No 01 (1991) Vol 8, No 01 (1991) Vol 7, No 02 (1990) Vol 7, No 02 (1990) Vol 7, No 01 (1990) Vol 7, No 01 (1990) Vol 6, No 02 (1989) Vol 6, No 02 (1989) Vol 6, No 01 (1989) Vol 6, No 01 (1989) Vol 5, No 02 (1988) Vol 5, No 02 (1988) Vol 5, No 01 (1988) Vol 5, No 01 (1988) Vol 4, No 02 (1987) Vol 4, No 02 (1987) Vol 4, No 01 (1987) Vol 4, No 01 (1987) Vol 3, No 02 (1986) Vol 3, No 02 (1986) Vol 3, No 01 (1986) Vol 3, No 01 (1986) Vol 2, No 02 (1985) Vol 2, No 02 (1985) Vol 2, No 01 (1985) Vol 2, No 01 (1985) Vol 1, No 02 (1984) Vol 1, No 02 (1984) Vol 1, No 1 (1984) Vol 1, No 1 (1984) More Issue