cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Arena Tekstil
ISSN : 05184010     EISSN : 25487264     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal ini memuat artikel dalam bidang tekstil yang meliputi teknik, kimia, material, desain serta konservasi energi dan lingkungan. Jurnal ini mempublikasikan artikel hasil penelitian orisinal yang menyampaikan informasi baru pada bidang tekstil, hasil penelitian teknis yang menggambarkan suatu pengembangan, kemajuan teknis, dan inovasi dalam manufaktur dan processing, teknik laboran dengan data eksperimental yang cukup yang mengilustrasikan kegunaan suatu metoda atau peralatan tertentu, atau artikel tinjauan ilmiah (review) yang mengupas secara kritis suatu topik pada bidang tekstil yang cukup penting. Topik bahasan tidak bersifat umum, tetapi berupa suatu aspek yang dibahas secara mendalam.
Arjuna Subject : -
Articles 254 Documents
SINTESIS NANOPARTIKEL PERAK DAN UJI AKTIVITASNYA TERHADAP BAKTERI E. coli DAN S. aureus Tatang Wahyudi; Doni Sugiyana; Qomarudin Helmy
Arena Tekstil Vol 26, No 1 (2011)
Publisher : Balai Besar Tekstil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (813.881 KB) | DOI: 10.31266/at.v26i1.1442

Abstract

Pada penelitian ini dipelajari sintesis nanopartikel perak dan uji aktivitasnya sebagai anti-mikroba terhadapEscherichia coli dan Staphylococcus aureus. Nanopartikel perak disintesis melalui pembentukan larutan koloidperak dengan metode reduksi perak nitrat dengan zat pereduksi natrium borohidrida. Performa hasil sintesis larutankoloid nanopartikel perak dalam menghambat pertumbuhan mikroba dievaluasi melalui uji aktivitas terhadapEscherichia coli dan Staphylococcus aureus. Pada perbandingan molar NaBH4/AgNO3 = 1,2 dan perbandinganberat Ag/asam poli akrilat (PAA) = 10,7, diperoleh diameter rata-rata nanopartikel perak sebesar 71,8 nm dengannilai polydispersity index (PI) sebesar 0,293. Hasil sintesis larutan koloid nanopartikel memperlihatkan kemampuandalam menghambat pertumbuhan bakteri, dan daya hambat terhadap Staphylococcus aureus ditemukan 30% lebihkuat dibanding terhadap bakteri Escherichia coli. Hasil uji aktivitas antimikroba secara kuantitatif menunjukkanbahwa persentase reduksi bakteri dapat mencapai hingga lebih dari 99%.
PEMBUATAN KARBOKSIMETIL SELULOSA DARI LIMBAH TONGKOL JAGUNG UNTUK PENGENTAL PADA PROSES PENCAPAN TEKSTIL Rifaida Eriningsih; Rizka Yulina; Theresia Mutia
Arena Tekstil Vol 26, No 2 (2011)
Publisher : Balai Besar Tekstil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.18 KB) | DOI: 10.31266/at.v26i2.1177

Abstract

Limbah pertanian, antara lain tongkol jagung sampai saat ini belum dimanfaatkan secara optimal. Untukitu dilakukan penelitian dengan tujuan menaikkan nilai tambah limbah tersebut melalui proses karboksimetilasi,sehingga dihasilkan produk, yaitu karboksimetil selulosa (CMC) yang dapat digunakan sebagai pengental padaproses pencapan tekstil. Penelitian dilakukan melalui beberapa tahapan proses, meliputi pemurnian awal,delignifikasi, alkalisasi, karboksimetilasi, pemurnian CMC, penetralan dan pengeringan. Reaksi karboksimetilasiyang terjadi dapat diketahui melalui analisa dengan spektra FTIR yang menunjukkan adanya gugus fungsi C=O.Percobaan dilakukan dengan 4 (empat) variasi proses, dan kondisi optimal dicapai pada Variasi Proses IV,yaitu proses tanpa pemurnian awal dan delignifikasi yang menghasilkan derajat substitusi (DS) 0,55. Pada prosespencapan kain kapas dengan zat warna reaktif menggunakan kasa datar, digunakan CMC tongkol jagung tersebutdengan viskositas 1750 cps. Untuk mencapai viskositas tersebut diperlukan CMC 16,5%, sedangkanpembandingnya (CMC komersil) hanya 2,1%. Namun demikian memberikan kualitas pencapan yang cukup baik,yaitu tidak memberikan efek migrasi dan ketuaan warnanya terhadap CMC komersil relatif sama (rata - rata Δ E <1). Selain itu tahan luntur warnanya terhadap pencucian, gosokan, keringat dan sinar menunjukkan nilai baik dankekakuan kainnya relatif sama dengan kain tanpa cap. Dengan demikian CMC hasil penelitian ini memenuhipersyaratan sebagai pengental untuk proses pencapan tersebut, karena tidak menodai kain putih, tidak berpengaruhterhadap warna dari zat warna yang digunakan dan mudah dihilangan pada proses pencucian.
STUDI MUTU KAIN KERUDUNG HASIL PRODUKSI DI JAWA BARAT Ineu Widiana; Rini Marlina
Arena Tekstil Vol 29, No 1 (2014)
Publisher : Balai Besar Tekstil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.528 KB) | DOI: 10.31266/at.v29i1.850

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji mutu kain kerudung hasil produksi di Jawa Barat. Pengambilan sampel dilakukan di daerah-daerah yang menjadi sentra kerudung di Jawa Barat, diantaranya : Cicalengka, Soreang dan Bandung sebanyak 50 sampel terdiri dari 25 kerudung tenun dan 25 kerudung rajut. Selain itu pengambilan sampel dilakukan  juga terhadap kerudung impor  dari China sebanyak 10 sampel terdiri dari 5 kerudung tenun dan 5 kerudung rajut. Data yang diperoleh dari hasil pengujian dianalisa secara deskriptif,  kemudian dibandingkan dengan standar internasional produk sejenis yang berlaku, yaitu:  ASTM D 3785-02, Standard performance specification for woven necktie and scarf fabrics dan ASTM D 4035-02, Standard performance specification for knitted necktie and scarf fabrics. Berdasarkan hasil pengujian terhadap sampel-sampel tersebut, diketahui bahwa hasil uji sifat fisik serta ketahanan luntur warna  kerudung hasil produksi di Jawa Barat memiliki nilai yang  memenuhi  persyaratan  pada ASTM D 3785-02 dan ASTM D 4035-02, yaitu : kekuatan tarik sebanyak 84% sampel,  kekuatan sobek sebanyak 100% sampel, kekuatan jebol  sebanyak 100% sampel, kenampakan kain setelah pencucian berulang sebanyak 96% sampel kerudung tenun & 100% sampel kerudung rajut, perubahan dimensi pada pencucian dan pengeringan sebanyak 92% sampel kerudung tenun dan 88% sampel kerudung rajut, dan ketahanan luntur warna (pencucian, pencucian kering, keringat, ludah, gosokan dan sinar)  sebanyak 100% sampel. Kekuatan kain dan perubahan dimensi yang tidak memenuhi mutu standar, disebabkan pengaruh konstruksi kain, desain dan jenis serat. Namun seluruh sampel mempunyai ketahanan luntur warna yang baik terhadap pencucian, pencucian kering, keringat, ludah, gosokan dan sinar.
Preface Arena Tekstil Vol 32 No 1 2017 Arena Tekstil
Arena Tekstil Vol 32, No 1 (2017)
Publisher : Balai Besar Tekstil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (29.041 KB) | DOI: 10.31266/at.v32i1.3784

Abstract

POLYBLEND DARI POLISAKARIDA DAN POLIVINIL ALKOHOL UNTUK KANJI PADA INDUSTRI TEKSTIL Wulan Safrihatini; Zubaidi Zubaidi
Arena Tekstil Vol 27, No 1 (2012)
Publisher : Balai Besar Tekstil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.464 KB) | DOI: 10.31266/at.v27i1.1165

Abstract

Polyblend dari polisakarida dan polivinil alkohol telah diteliti untuk kanji benang lusi pada proses tekstilpertenunan. Polyblend dibuat dengan cara pencampuran dalam bentuk gel dari polisakarida dan polivinil alkohol denganperbandingan 9:1. Beberapa polisakarida tumbuh-tumbuhan ditentukan titik gel dan viskositas untuk memilihkompatibilitasnya dengan polivinil alkohol. Penganjian dilakukan pada tiga macam benang lusi yaitu benang kapas 100%,benang poliester-kapas 65/35%, dan benang filamen poliester 100%. Terhadap hasil penganjian dilakukan pengujian sifatelektrostatik menggunakan rotary electrostatic meter, kekuatan tarik dan mulur menggunakan tensile tester, daya tahangesekan, dan uji penghilangan kanji (desizing). Sebagai pembanding digunakan kanji sintetik dari jenis akrilik. Hasilpengujian menunjukkan bahwa polyblend dari polisakarida jagung dan polivinil alkohol dapat menurunkan sifatelektrostatik secara signifikan terutama pada benang filamen poliester yaitu dari 1000 volt menjadi 8 volt. Polyblenddapat meningkatkan kekuatannya pada benang staple kapas sebesar 64,286%, dan pada benang staple poliester-kapassebesar 26,07%, sedangkan pada benang filamen poliester naik 2,14%. Polyblend dapat mempertahankan kekuatannyagesekan benang kapas sampai 3000 kali yang berarti menyamai ketahanan gesekan kanji akrilik. Hasil uji penghilangankanji menunjukkan bahwa kanji polyblend dapat dihilangkan secara sempurna.
IDENTIFIKASI SIFAT FISIK DAN SIFAT TERMAL SERAT-SERAT SELULOSA UNTUK PEMBUATAN KOMPOSIT Agus Surya Mulyawan; Arif Wibi Sana; Zubaidi Kaelani
Arena Tekstil Vol 30, No 2 (2015)
Publisher : Balai Besar Tekstil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1409.132 KB) | DOI: 10.31266/at.v30i2.1955

Abstract

Penelitian sifat fisik dan termal pada serat-serat selulosa yaitu rami, kapas, dan rayon viskosa telah dilakukan dalam rangka pemanfaatannya sebagai bahan komposit. Sifat-sifat tersebut perlu diketahui agar didapatkan satu serat selulosa dengan sifat fisik dan termal yang optimal sehingga berpotensi menghasilkan bahan komposit yang anti korosi, ramah lingkungan, dan ringan. Untuk mengetahui sifat fisik dan termal maka dilakukan pengujianpengujian, yaitu pengujian kekuatan tarik, mulur, moisture regain, perubahan panjang pada suhu (30-250)oC, danperubahan berat pada suhu (30-350)oC. Hasil penelitian menunjukan bahwa serat rami mempunyai kekuatan paling tinggi yaitu 5,5 g/den, mulur (5%), dan moisture regain (6%), serta sifat termalnya paling stabil. Serat kapas mempunyai kekuatan lebih kecil dibandingkan dengan rami yaitu 3,95 g/den, tetapi mulur (6,5%), dan moisture regain-nya (8,5%) lebih tinggi, serta mempunyai sifat termal sedang. Serat rayon mempunyai sifat termal dan kekuatan paling kecil yaitu 1,95 g/den, tetapi mulur (14,5%), dan moisture regain-nya (12,5) paling tinggi. Komposit dari rami dengan resin polivinil asetat dan pelarut air telah dibuat. Semakin kecil penggunaan resin maka volume dan berat komposit relatif semakin kecil pula.
PENGGUNAAN KATALIS KOMPOSIT TERIMMOBILISASI BERBASIS NANOFIBER TiO2 DALAM PENGOLAHAN FOTOKATALITIK LIMBAH CAIR BERWARNA TEKSTIL Sugiyana Doni; Notodarmojo Suprihanto
Arena Tekstil Vol 27, No 2 (2012)
Publisher : Balai Besar Tekstil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (979.567 KB) | DOI: 10.31266/at.v27i2.1115

Abstract

Dalam penelitian ini telah dilakukan evaluasi penggunaan material katalis komposit terimmobilisasi berbasis nanofiber TiO2 untuk pengolahan fotokatalitik limbah cair berwarna tekstil. Sintesis nanofiber TiO2 dilakukan dengan menggunakan metoda electrospinning, diimmobilisasikan pada media pelat gelas kemudian dikalsinasi pada temperatur 500oC. Komposit nanofiber – nanopartikel dibuat dengan melekatkan nanopartikel TiO2 pada permukaan katalis nanofiber. Perlekatan lapisan katalis komposit pada pelat gelas ditemukan lebih kuat terhadap pengaruh aliran fluida air dan sonikasi dibandingkan dengan lapisan katalis nanofiber dan nanopartikel. Katalis komposit TiO2 memberikan aktivitas dekolorisasi lebih tinggi dibanding katalis nanofiber TiO2 dalam pengolahan air limbah simulasi dan efluen IPAL tekstil. Katalis terimmobilisasi berbasis nanofiber dapat digunakan secara berulang meski terjadi sedikit penurunan efisiensi pengolahan.
PENINGKATAN KUALITAS KOMPOSIT SERAT LIMBAH PEMINTALAN KAPAS MELALUI PROSES PENGEPRESAN MENGGUNAKAN PROTOTIPE MESIN KEMPA PANAS (HOT PRESS) Mukti Widodo; Tony Setiawan; Sudaryono Sudaryono; Saeful Islam
Arena Tekstil Vol 34, No 1 (2019)
Publisher : Balai Besar Tekstil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.801 KB) | DOI: 10.31266/at.v34i1.4380

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan rancang bangun dan perekayasaan prototipe mesin kempa panas (hot press) yang dapat menghasilkan lembaran komposit. Adapun tujuan dari kegiatan ini, adalah mendapatkan teknologi tepat guna untuk meningkatkan sifat mekanik dari komposit. Mesin kempa panas hasil rekayasa dilakukan kalibrasi temperatur pada 7 (tujuh) tingkat temperatur dengan 5 (lima) titik lokasi pada masing-masing pelat pemanas. Sedangkan eksperimen lapangan melalui pembuatan komposit dengan komposisi : 80% serat limbah pemintalan kapas dan 20% low melt. Percobaan dalam pembuatan komposit ini melalui proses pres-panas pada bahan baku berbentuk lembaran nirtenun (nonwoven) dengan ukuran 30cmx30cm. Hasil percobaan terhadap mesin kempa panas hasil rekayasa tersebut menunjukkan mesin tersebut dapat digunakan dengan maksimal sampai dengan temperatur 200 oC dengan gaya tekan 12 ton. Hasil percobaan dan pengujian terhadap komposit yang diproses melalui mesin kempa panas pada temperatur  140 0C, tekanan = 100 bar, dan waktu = 20 detik. Sifat mekanik dari komposit yang dihasilkan sebelum diproses kekuatan tarik rata-rata sebesar 21,54 kgf, kemuluran rata-rata sebesar 12,23 mm, dan setelah diproses kekuatan tarik rata-rata menjadi 41,62 kgf, kemuluran rata-rata menjadi 18,03 mm. Melalui proses pengepresan dan pemanasan ini didapatkan kenaikan kekuatan tarik sebesar 93,23% dan kemuluran sebesar 47,40%. Dengan melihat hasil penelitian ini diharapkan dapat diperoleh peningkatan kualitas mekanik dari proses pembuatan komposit berbahan dasar limbah pemintalan serat kapas melalui kombinasi temperatur dan tekanan dengan menggunakan mesin kempa panas ini.
PENGGUNAAN MEMBRAN ALGINAT SEBAGAI PRODUK ALTERNATIF TEKSTIL MEDIS PEMBALUT LUKA PRIMER PADA KELINCI ALBINO JANTAN Theresia Mutia; Ratu Safitri; Rifaida Eriningsih
Arena Tekstil Vol 26, No 1 (2011)
Publisher : Balai Besar Tekstil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.372 KB) | DOI: 10.31266/at.v26i1.1438

Abstract

Untuk mengetahui apakah membran alginat dapat digunakan sebagai produk alternatif tekstil medispembalut luka primer, maka telah dilakukan uji pre klinis untuk mengobati luka pada kulit kelinci albino jantan,sesuai dengan standar yang berlaku (OCDC Guidelines for the testing of Chemicals, 404). Percobaan dilakukanterhadap tiga ekor kelinci albino jantan, yaitu dengan melukai bagian kiri dan kanan punggung kelinci. Bagiankanan punggung kelinci ditempelkan pembalut luka yang kontak langsung dengan luka, sedangkan bagian kirinyatidak (sebagai kontrol). Adapun waktu pengamatannya adalah 1 jam, 24 jam, 48 jam dan 72 jam. Dari hasilpercobaan diketahui bahwa membran dapat mempercepat penyembuhan luka dan tidak menyebabkan iritasi kulit,bahkan setelah tiga hari hampir tidak terlihat adanya goresan bekas luka.
AKTIFITAS BIODEGRADASI IN VITRO DAN IN VIVO SERAT KITOSAN YANG TELAH DIBERI PERLAKUAN DEHIDRASI DAN PLASTISISASI Wiwin Winiati; Wulan Septiani
Arena Tekstil Vol 28, No 1 (2013)
Publisher : Balai Besar Tekstil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3811.118 KB) | DOI: 10.31266/at.v28i1.873

Abstract

Pada penelitian ini dipelajari aktifitas biodegradasiin vitro dengan menggunakan enzim lisozim untuk serat kitosan yang telah diberi perlakuan proses dehidrasi dan plastisisasidan biodegradasi in vivo terhadap kucing.  Dengan tujuan  untuk mengetahui parameter yang dapat menurunkan kecepatan biodegradasi yang ditunjukkan oleh penurunan besarnya kehilangan  kekuatan tarik, padabiodegradasi in vitro dilakukan pengukuran diameter dan densitas, kekuatan tarik dan morfologi. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa biodegradasi serat kitosan dengan enzim lisozim dalam media larutan PBS (phosphat buffer saline)pada suhu 37oC selama 3 hari, menyebabkan terjadinya penurunan kekuatan tarik, dan besarnya penurunan kekuatan tarik dipengaruhi oleh diameter serat, densitas serat,  proses dehidrasi dan plastisisasi yang dilakukan, derajat deasetilasi kitosan serta jumlah enzim yang diberikan. Peningkatan densitas, melakukan proses dehidrasi dilanjutkan  plastisisasi (DP) dan penggunaan kitosan dengan  derajat deasetilasi (DD) yang lebih rendah berhasil mengurangi kehilangan kekuatan tarik serat karena biodegradasi. Biodegradasi menyebabkan terjadinya hidrolisa ikatan kimia dalam rantai polimer pada serat kitosan  yang mengakibatkan terjadinya pengikisan/keropos pada serat.  Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa biodegradasi yang terjadi adalah menurut mekanisma bulk degradation. Uji biodegradasi in vivo menunjukkan serat kitosan biodegradable dan biokompatabel dengan jaringan kulit kucing, dan pada biodegradasi in vivo secara visual terlihat serat kitosan lebih cepat melebur dari pada saat uji in vitro.