cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Penelitian Pendidikan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 346 Documents
Pengembangan Social Emotional Competencies melalui Outdoor Education Ihsan, Muhammad; Ma’mun, Amung; Yusup, Ucup
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 19, No 2 (2019): PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpp.v19i2.19772

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh dari program outdoor education diintegrasi social emotional learning terhadap pengembangan social emotional competencies. Metode penelitian eksperimen dengan desain pretest-posttest control group design with more than one experimental group digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukan bahwa program outdoor education integrasi social emotional learning terstruktur secara terencana memiliki hasil dan pengaruh signifikan terhadap pengembangan social emotional competencies. Selanjutnya, guru pendidikan jasmani dapat menggunakan program terstruktur secara terencana untuk pengembangan aspek afektif melalui berbagai aktivitas outdoor education.
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik dengan Menggunakan Rancang Bangun Lego pada Pemahaman Konsep Titik Berat Rukmi, Rr. Dyah Endah
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 19, No 2 (2019): PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpp.v19i2.19761

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang tertuang dalam laporan ini ingin melihat bagaimana minat, pemahanan, terampil, tanggung jawab peserta didik dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar dan juga bagaimana hasil pembelajaran peserta didik dalam memahami konsep Titik Berat dengan menggunakan model rancang bangun lego. Tahapan PTK bersifat refleksi tindakan dengan pola proses “Perencanaan – Tindakan – Observasi – Refleksi”. Sampel yang diambil dalam penelitian tindakan kelas ini adalah satu kelas XI MIPA-2 terdiri dari 34 siswa. Dari 34 peserta didik tersebut diberikan lembar kegiatan peserta didik untuk melakukan kegiatan sesuai instruksi yang tertuang dalam LKS tersebut. Hasil yang diperoleh dari penelitian dengan menggunakan metode pengajaran yang tepat yaitu menggunakan model rancang bangun lego jadi lebih menarik dan tidak cenderung membosankan siswa, hal ini dapat dilihat dari hasil perolehan aktivitas peserta didik dari 2.24 pada kegiatan siklus ke 1 naik menjadi 3.18 pada siklus ke 3. Pemahaman konsep titik berat dengan menggunakan model rancang bangun lego diperoleh hasil sebesar 76.12 pada siklus 1 naik menjadi 94.44 pada siklus 3, hal ini dapat dikatakan bahwa ada keterkaitan yang signifikan antara perolehan hasil praktik dengan aktivitas peserta didik, sehingga perolehan pemahaman konsep yang baik dan benar dapat tercapai. Sedangkan hasil belajar peserta didik adanya kenaikan sebesar 83.24, hal ini dapat dikatakan bahwa daya serap peserta didik baik karena dapat dibuktikan dengan hasil ketuntasan peserta didik yang sudah memenuhi standar ketuntasan yaitu 72.
Pengaruh Pendekatan Permainan dan Tingkat Intelligence Quotient (IQ) terhadap Keterampilan Bermain Bola Basket Risjanna, Masayu Rizka; Ma’mun, Amung; Juliantine, Tite
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 19, No 2 (2019): PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpp.v19i2.19768

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendekatan permainan dan tingkat intelligence quotient (IQ) terhadap keterampilan bermain bola basket yang diterapkan pada atlet UKM bola basket putri UPI Bandung. Penelitan ini menerapkan dua pendekatan permainan yaitu Tactical Games Approach dan Game Sense Approach. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Experimental, dan desain penelitian faktorial 2x2 yang dilakukan pada 30 orang atlet yang dibagi dalam 4 kelompok yaitu 2 kelompok di IQ tinggi dan 2 kelompok di IQ rendah. Instrumen yang digunakan untuk mengukur tingkat IQ adalah Advanced Progressive Matrices (APM) dan Games Performance Assessment Intrument (GPAI) untuk mengukur keterampilan bermain bola basket. Hasil pengolahan dan analisis data penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa 1) Terdapat perbedaan pengaruh antara pendekatan permainan dan tingkat IQ terhadap keterampilan bermain bola basket. 2) Terdapat interaksi antara pendekatan permainan dan tingkat IQ terhadap keterampilan bermain bola basket. 3) Terdapat perbedaan pengaruh pendekatan permainan pada kelompok tingkat IQ tinggi terhadap keterampilan bermain bola basket. 4) Terdapat perbedaan pengaruh pendekatan permainan pada kelompok tingkat IQ rendah terhadap keterampilan bermain bola basket. Dan berdasarkan hasil olah data tersebut diketahui bahwa pendekatan Tactical Games Approach lebih baik diterapkan pada kelompok yang memiliki tingkat IQ tinggi dan pendekatan Game Sense Approach lebih baik diterapkan pada kelompok yang memiliki tingkat IQ rendah.
Pengaruh Sekolah Inklusi terhadap Kepekaan Sosial Siswa Sekolah Dasar Wijayanti, Tarindra Puspa
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 19, No 2 (2019): PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpp.v19i2.19773

Abstract

Kepekaan sosial adalah kemampuan seseorang untuk bereaksi secara cepat dan tepat terhadap objek atau situasi sosial tertentu yang ada di sekitarnya. Lingkungan sekitar anak akan sangat mempengaruhi kepekaan sosial anak. Sekolah inklusi adalah salah satu sarana untuk meningkatkan kepekaan sosial anak karena di dalamnya terdapat anak berkebutuhan khusus yang dapat melatih kepedulian terhadap sesama. Penelitian yang telah dilakukan bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan pengaruh sekolah inklusi terhadap kepekaan sosial anak SD Slerok 2 Kota Tegal. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Populasi dan sampel penelitian adalah siswa ATBK (anak tanpa berkebutuhan khusus) kelas III, IV, V, dan VI SD Slerok 2 Kota Tegal yang berjumlah 117 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik jenis sampling jenuh. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan: 1) Wawancara; 2) Angket; dan 3) Dokumentasi. Metode analisis data terdiri dari: analisis deskriptif, uji prasyarat, dan analisis regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukan bahwa sekolah inklusi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepekaan sosial anak sebesar 37,5%, sedangkan sisanya 73,5% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Hasil penelitian diperoleh t hitung t tabel (8,087 1,982) dan korelasi keduanya sebesar 0,612, yaitu dalam kategori kuat.
Program Pelatihan Wasit Bola Basket Tingkat Pemula: Sebuah Studi Eksperimen Prakasa, Fahmi Respati; Ma’mun, Amung; Budiana, Dian
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 19, No 2 (2019): PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Melihat kinerja tugas wasit basket merupakan suatu hal yang penting dalam sebuah pertandingan karena akan menyangkut hasil yang diperolah dalam pertandingan basket. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menguji pengaruh dari pengembangan wasit melalaui program pembelajaran asynchronous learning, program pembelajaran campuran, dan program pembelajaran melalui metode konvensional dan melihat hubungan anatara nilai pengetahuan wasit dengan performa wasit saat memimpin pertandingan. Metode dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan desain a three-threatment counterbalanced design, sebanyak 30 sampel yang digunakan dalam penelitian ini dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrument dalam penelitian ini menggunakan format evaluasi wasit basket yang di keluarkan oleh Perbasi. Teknik pengolahan data menggunakan software mini tab 17 dengan menggunakan paired t test sample. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: 1) Terdapat pengaruh yang signifikan program pembelajaran asynchronous learning terhadap kinerja wasit bola basket. 2) Terdapat pengaruh yang signifikan program pembelajaran campuran terhadap kinerja wasit bola basket. 3) Terdapat pengaruh yang signifikan program pembelajaran konvensional terhadap kinerja wasit bola basket. 4) Terdapat hubungan yang signifikan antara ilmu pengetahuan wasit dengan performa wasit. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu betapa pentingnya memilih program pembelajaran atau pelatihan guna meningkatkan pemahaman dan performa wasit basket.
Meningkatkan Pengetahuan, Minat dan Bakat Peserta Didik terhadap Seni Tari dengan Model Pembelajaran Explicit Intruction di SMK Negeri 7 Kota Bandung Hermawati, Yuniar Farita
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 19, No 3 (2019): PERMASALAHAN PENDIDIKAN
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpp.v19i3.22339

Abstract

Perkembangan pendidikan tentunya berpengaruh terhadap kehidupan global yang dapat melatih sumber daya manusia agar lebih kompetitif dan inovatif. Untuk memiliki sumber daya tersebut, maka komponen-komponen pembelajaran yang bekerja didalamnya pun harus lebih ditingkatkan. Seni Budaya merupakan salah satu materi pembelajaran yang terdapat di sekolah, dalam pembelajaran Seni Budaya salah satunya terdapat kompetensi dasar mengenai Seni Tari. Dalam proses pembelajaran ini perlu adanya pendekatan mengenai minat dan bakat yang dimiliki oleh peserta didik dengan metode pembelajaran explicit instruction. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan hasil belajar, motivasi, dan keterampilan dalam mengekspresikan Seni Tari melalui model pembelajaran yang lebih baik. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa dan siswi kelas X-F1 SMK Negeri 7 Kota Bandung tahun ajaran 2017/2018 yang berjumlah 31 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan metode pembelajaran explicit instruction, hasil prestasi belajar siswa kelas X-F1SMK Negeri 7 Kota Bandung tahun ajaran 2017/2018 dalam tari kreasi baik individu maupun kelompok terdapat peningkatan. Secara individu dan kelompok, siswa memperoleh rata-rata kriteria baik dan sangat baik. Disarankan bagi guru dapat meningkatkan kinerjanya sebagai guru seni budaya dalam pembelajaran seni tari, dengan mengoptimalkan peran guru sebagai mediator, fasilitator, narasumber dan pembimbing bagi siswa. Diharapkan dengan adanya metode pembelajaran explicit instruction dapat meningkatkan motivasi belajar siswa sebagai upaya mengembangkan seni budaya, khususnya tarian nusantara.
FLOW DI DALAM KELAS PEMBELAJARAN BERBASIS-GIM Sanjadireja, Roki Ranjani; Suherdi, Didi
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 19, No 3 (2019): PERMASALAHAN PENDIDIKAN
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vidio gim memiliki sejumlah nilai untuk pengajaran di kelas seperti menyediakan lingkungan multimodal dan lingkungan dengan permasalahan yang dapat dieksplorasi. Sekitar 183 juta pemain bermain gim di AS, dan sekitar 17 % dari populasi dunia terlibat dalam aktivitas bermain gim. Para peneliti telah mencoba memanfaatkan permainan untuk pendidikan saat ini. Namun, penggunaan pembelajaran berbasis-gim masih baru dan perlu diuji. Pemanfaatan gim untuk pengajaran di kelas dipertanyakan karena karakteristik permainan yang lebih bersifat menghibur daripada belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana siswa mempersepsikan pengalaman belajar dalam pembelajaran berbasis gim. Penelitian ini dilakukan di perguruan tinggi dengan 24 peserta. Mereka belajar menulis narasi melalui pembelajaran berbasis-gim. Pada penelitian ini, gim dibangun khusus dalam platform HTML5. Para siswa harus terhubung daring untuk mengakses permainan. Setelah melaksanakan pembelajaran, kuesioner dan wawancara disebarkan. Kuesioner mengadaptasi teori flow untuk mengukur pengalaman belajar. Hasilnya menunjukkan bahwa siswa dalam keadaan flow ketika belajar dengan menggunakan metode berbasis-gim. Mereka tidak memiliki pengalaman berbasis-gim sebelumnya, dan mereka merasa belajar menulis melalui GBL itu menyenangkan, menantang, serius dan mudah diikuti.
ANALISIS KEBUTUHAN PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN: SEBUAH UPAYA PENGEMBANGAN KEMANDIRIAN EKONOMI BAGI PENYANDANG DISABILITAS Aprilia, Imas Diana; Permana, Johar; Syarifah, Liah Siti
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 19, No 3 (2019): PERMASALAHAN PENDIDIKAN
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Melalui Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 pemerintah berupaya mengakomodasi pemenuhan hak penyandang disabilitas di antaranya dalam hal pekerjaan. Dari hasil survey, wirausaha menjadi pilihanbidang usahabagi sebagian besar responden dari penyandang disabilitas yang sudah bekerja maupun belum bekerja. Mengingat akan transisi kebutuhan penyandang disabilitas saat dewasa, dengan akses pendidikan dan pekerjaan yang masih sangat terbatas, penelitian ini ditujukan untuk menganalisis kebutuhan pelatihan kewirausahaan bagi penyandang disabilitas. Penelitian menggunakan pendekatan kualitati-kuantitatif dengan metode deskriptif ex-post-facto. Populasi terdiri dari anggota Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Subang dan sampel penelitian diambil dengan metode purposive sampling yaitu anggota Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Subang pada usia kerja (15-64 tahun). Data penelitian didapat melalui angket yang dibagikan kepada responden, wawancara dengan ketua Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Subang dan wawancara langsung dengan beberapa responden, serta beberapa dokumen yang relevan. Kemudian data dianalisis secara induktif, dan untuk membantu mendapatkan keakurasian kebutuhan pelatihan digunakan skema proses atau langkah analisis kebutuhan dari Kementerian Sosial Republik Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bidang dan jenis pelatihan yang dibutuhkan responden adalah keilmuan dasar wirausaha dan pemasaran digital (digital marketing). Dari penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa kemandirian penyandang disabilitas bisa diupayakan dengan pengembangan karir di antaranya melalui kegiatan pelatihan dalampembekalansoft skill dan hard skillyang dibutuhkan.Kegiatan ini diharapkan dapat mengakomodir penyandang disabilitas baik yang baru mulai bisnis atau sedang mengembangkannya.
MENCARI IDENTITAS INDONESIA: PERSPEKTIF GURU BAHASA INGGRIS ANAK Anisarahma, Sarah; Safrina, Rd.
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 19, No 3 (2019): PERMASALAHAN PENDIDIKAN
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses konstruksi identitas bergantung pada hubungan antara individu dan lingkungan sosial terkait. Mengenai hal ini, lingkungan kelas dapat menjadi sumber utama dalam mengidenttifkasi identitas Indonesia, khususnya pada konteks pembelajaran Bahasa Inggris untuk anak. Pada prinsipnya, identitas di dalam kelas Bahasa Inggris dikonstruksi ketika guru dan siswa secara kogntif, emosional dan fisik sedang terlibat dalam proses pembelajaran. Meski demikian, konstruksi identitas sering diabaikan oleh guru Bahasa Inggris yang merupakan salah satu kunci utama dalam proses pembentukan identitas yang dibangun dari kesadaran tentang identitas dan pengetahuan sosiolinguistik. Kedua hal ini dapat membantu guru dan pembelajar mengatasi masalah komunikasi. Oleh karena itu, studi kasus kualitatif ini dilakukan untuk menganalisa bagaimana guru Bahasa Inggris anak mengkonstruksi identitas ke-Indonesia-an di dalam kelas Bahasa Inggris. Dari hasil penelitian tersebut ditemukan bahwa identitas Indonesia diidentifikasi melalui beberapa faktor, diantaranya melalui norma, aturan kelas, kelas inventoris, serta dikonstruksi melalui strategi linguistik yang digunakan dalam berinteraksi di dalam kelas. Selain itu, penelitian ini juga menemukan bahwa guru tersebut memisahkan pembelajaran Bahasa Inggris dengan pemahaman mengenai identitas Indonesia. Persepsi ini mungkin menguatkan pandangan mengenai diabaikannya konstruksi identias Indonesia di dalam kelas. Lebih jauh lagi, guru tersebut juga meyakini bahwa identitas Indonesia seharusnya dikonstruksi didalam lingkungan keluarga dan di luar kelas. Oleh karena itu, guru seharusnya dilatih unuk memahami strategi-strategi linguistik dalam pengajaran Bahasa Inggris
FLIPPED LEARNING MODEL: SATU CARA ALTERNATIF UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA SISWA Julinar, Julinar; Yusuf, Fazri Nur
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 19, No 3 (2019): PERMASALAHAN PENDIDIKAN
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengurangan jam mengajar bahasa Inggris dalam penerapan kurikulum 2013 menimbulkan beberapa masalah karena guru tidak memiliki cukup waktu untuk menyampaikan semua konten pelajaran dan memfasilitasi kegiatan siswa. Pembelajaran terbalik adalah salah satu pendekatan pengajaran yang bisa menjadi alternatif dalam menghadapi kekurangan jam mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan flipped learning model/pembelajaran terbalik dalam meningkatkan keterampilan berbicara siswa dan bagaimana respon siswa terhadap penerapan flipped learning model. Speaking test, observasi dan semi structured interview digunakan untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa flipped learning model dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa dan siswa merespon positif penerapan flipped learning model sebagai salah satu cara belajar yang efektif. Penerapan flipped learning model membuat siswa menjadi lebih percaya diri untuk berbicara bahasa Inggris dan meningkatkan prestasi belajar mereka.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 25, No 2 (2025) Vol 25, No 1 (2025) Vol 23, No 1 (2023): Pendidikan Vol 22, No 3 (2022) Vol 22, No 2 (2022) Vol 22, No 1 (2022) Vol 21, No 3 (2021) Vol 21, No 2 (2021) Vol 21, No 1 (2021) Vol 20, No 3 (2020) Vol 20, No 2 (2020) Vol 20, No 1 (2020): MEDIA PEMBELAJARAN Vol 19, No 3 (2019): PERMASALAHAN PENDIDIKAN Vol 19, No 2 (2019): PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN Vol 19, No 1 (2019): STRATEGI PROSES BELAJAR MENGAJAR Vol 19, No 1 (2019): STRATEGI PROSES BELAJAR MENGAJAR Vol 18, No 3 (2018): PENGEMBANGAN MUTU PENDIDIKAN Vol 18, No 3 (2018): PENGEMBANGAN MUTU PENDIDIKAN Vol 18, No 2 (2018): KOMPETENSI PENDIDIKAN Vol 18, No 2 (2018): KOMPETENSI PENDIDIKAN Vol 18, No 1 (2018): MUTU PENDIDIKAN Vol 18, No 1 (2018): MUTU PENDIDIKAN Vol 17, No 3 (2017): MANAJEMEN MUTU PENDIDIKAN DAN MODEL PEMBELAJARAN Vol 17, No 3 (2017): MANAJEMEN MUTU PENDIDIKAN DAN MODEL PEMBELAJARAN Vol 17, No 2 (2017): BAHASA, BUDAYA DAN PEMBELAJARAN Vol 17, No 2 (2017): BAHASA, BUDAYA DAN PEMBELAJARAN Vol 17, No 1 (2017): PENGEMBANGAN PROFESIONALISME TENAGA PENDIDIK Vol 17, No 1 (2017): PENGEMBANGAN PROFESIONALISME TENAGA PENDIDIK Vol 16, No 3 (2016): KREATIFITAS DAN TEKNOLOGI INFORMASI Vol 16, No 3 (2016): KREATIFITAS DAN TEKNOLOGI INFORMASI Vol 16, No 2 (2016): PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN Vol 16, No 2 (2016): PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN Vol 16, No 1 (2016): PENGEMBANGAN DAN STRATEGI PEMBELAJARAN Vol 16, No 1 (2016): PENGEMBANGAN DAN STRATEGI PEMBELAJARAN Vol 15, No 3 (2015): STRATEGI DAN PEMBELAJARAN Vol 15, No 3 (2015): STRATEGI DAN PEMBELAJARAN Vol 15, No 2 (2015): PENGEMBANGAN MODEL Vol 15, No 2 (2015): PENGEMBANGAN MODEL Vol 15, No 2 (2015): Penelitian Pendidikan Vol 15, No 1 (2015): INOVASI MODEL DALAM PENDIDIKAN Vol 15, No 1 (2015): INOVASI MODEL DALAM PENDIDIKAN Vol 15, No 1 (2015): Penelitian Pendidikan Vol 14, No 2 (2014): PEMBELAJARAN DAN PENDIDIKAN KARAKTER Vol 14, No 2 (2014): PEMBELAJARAN DAN PENDIDIKAN KARAKTER Vol 14, No 1 (2014): INOVASI MODEL DALAM PENDIDIKAN Vol 14, No 1 (2014): INOVASI MODEL DALAM PENDIDIKAN Vol 13, No 2 (2013): APLIKASI MODEL PEMBELAJARAN Vol 13, No 2 (2013): APLIKASI MODEL PEMBELAJARAN Vol 13, No 1 (2013): MODEL PEMBELAJARAN Vol 13, No 1 (2013): MODEL PEMBELAJARAN More Issue