Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Julinar, Julinar
JUPIIS: Jurnal Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial Vol 6, No 2 (2014): JUPIIS: Jurnal Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study uses an action research in implementing a ‘picture to picture’ model of cooperative learning in the teaching-learning of Social Sciences. The learning model can provide an opportunity for pupils to try and interpret the materials, ideas and opinions in line with their capability and potency through observation and interpretation media of images. The research was conducted to 25 of pupils grade 3 at the Primary School of Tanah Baru in Regency of Southeast Aceh in the school year of 2012/2013, with the subject matter regarding natural and artificial environments. As in knowing in teaching, Standard of Competency and Basic Competency of Social Science is full of materials with a wider and memorized scope. It causes lower achieving in learning at the school, showing by monthly test as its result of 83,34 percent pupils obtained the Minimal Passing Score. While only 16,67 percent of them reached Minimal Passing Score with the average score of 4,83. Based on the finding, it could be concluded that the ‘picture to picture’ model of cooperative learning impacts positively in elevating pupils achievement in learning marked by increasing in passing of learning on every cycle, such as 64.00 percent in the first , 76.00 in the second and 88.00 percent in the third cycle.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Julinar, Julinar
JUPIIS: Jurnal Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial Vol 6, No 2 (2014): JUPIIS (Jurnal Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial) DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study uses an action research in implementing a ‘picture to picture’ model of cooperative learning in the teaching-learning of Social Sciences. The learning model can provide an opportunity for pupils to try and interpret the materials, ideas and opinions in line with their capability and potency through observation and interpretation media of images. The research was conducted to 25 of pupils grade 3 at the Primary School of Tanah Baru in Regency of Southeast Aceh in the school year of 2012/2013, with the subject matter regarding natural and artificial environments. As in knowing in teaching, Standard of Competency and Basic Competency of Social Science is full of materials with a wider and memorized scope. It causes lower achieving in learning at the school, showing by monthly test as its result of 83,34 percent pupils obtained the Minimal Passing Score. While only 16,67 percent of them reached Minimal Passing Score with the average score of 4,83. Based on the finding, it could be concluded that the ‘picture to picture’ model of cooperative learning impacts positively in elevating pupils achievement in learning marked by increasing in passing of learning on every cycle, such as 64.00 percent in the first , 76.00 in the second and 88.00 percent in the third cycle.
FLIPPED LEARNING MODEL: SATU CARA ALTERNATIF UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA SISWA Julinar, Julinar; Yusuf, Fazri Nur
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 19, No 3 (2019): PERMASALAHAN PENDIDIKAN
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengurangan jam mengajar bahasa Inggris dalam penerapan kurikulum 2013 menimbulkan beberapa masalah karena guru tidak memiliki cukup waktu untuk menyampaikan semua konten pelajaran dan memfasilitasi kegiatan siswa. Pembelajaran terbalik adalah salah satu pendekatan pengajaran yang bisa menjadi alternatif dalam menghadapi kekurangan jam mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan flipped learning model/pembelajaran terbalik dalam meningkatkan keterampilan berbicara siswa dan bagaimana respon siswa terhadap penerapan flipped learning model. Speaking test, observasi dan semi structured interview digunakan untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa flipped learning model dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa dan siswa merespon positif penerapan flipped learning model sebagai salah satu cara belajar yang efektif. Penerapan flipped learning model membuat siswa menjadi lebih percaya diri untuk berbicara bahasa Inggris dan meningkatkan prestasi belajar mereka.
PENGARUH PENGETAHUAN DAN DUKUNGAN SUAMI TERHADAP PEMERIKSAAN IVA (INSPEKSI VISUAL ASAM ASETAT) UNTUK DETEKSI DINI KANKER SERVIKS Syaffa, Rumaisha As; Lidyawati, Merry; Julinar, Julinar
Jurnal Sains Riset Vol 13, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jabal Ghafur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47647/jsr.v13i2.1678

Abstract

Kanker leher rahim atau lebih dikenal dengan kanker serviks merupakan penyebab kematian akibat kanker yang terbesar bagi wanita di negera-negara berkembang. Secara global terdapat 600.000 kasus baru dan 300.000 kematian setiap tahunnya, yang hampir 80% terjadi di Negara berkembang. Banyak wanita yang masih belum mengetahui dan mau melakukan pemeriksaan IVA, hal ini dipengaruhi oleh pengetahuan, sikap dan tindakan serta motivasi dan tidak menutup kemungkinan dukungan dari suami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengetahuan dan dukungan suami terhadap pemeriksaan IVA untuk deteksi dini kanker serviks. Penelitin ini merupakan penelitian observasional kuantitatif dengan pendekatan Cross sectional. Penelitian ini termasuk jenis penelitian lapangan (field research). Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober hingga Desember 2022 di Puskesmas Bandar Kecamatan Bandar Kabupaten Bener Meriah Provinsi Aceh. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuisioner. Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan Pengujian validitas dan reliabilitas melalui SPSS. Hasil penelitian menunjjukan ada pengaruh pengetahuan dan dukungan suami terhadap perilaku pemeriksaan IVA dengan nilai NegelkerkeR2 sebesar 39,2% yang berarti bahwa pengetahuan, dan dukungan suami mampu menjelaskan perilaku pemeriksaan IVA sebesar 39,2% dan sisanya yaitu sebesar 61,8% dijelaskan oleh faktor lain diluar model penelitian. Kata kunci: Pengetahuan, Dukungan Suami, Pemeriksaan IVA
Karakteristik Klinis Pneumonia Pada Anak Usia 1 Sampai 5 Tahun Yang Dirawat Di RSUD Meuraxa Radjivshah, Muhammad; Aslinar, Aslinar; Julinar, Julinar
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 11 (2024): Volume 11 Nomor 11
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i11.17149

Abstract

Bakteri, virus, atau jamur dapat menghirup udara luar ruangan yang tidak sehat dan menyebabkan pneumonia, penyakit radang paru-paru. Streptococcus pneumonia adalah penyebab paling umum dari pneumonia, terutama yang menyerang anak-anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui usia, jenis kelamin, tanda vital, gejala klinis, dan pemeriksaan fisik pada anak usia 1-5 tahun yang akan dirawat di Rumah Sakit Meuraxa pada tahun 2023 dan menderita pneumonia. Desain cross-sectional digunakan dalam jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian terdiri dari 59 anak yang dirawat di Rumah Sakit Meuraxa pada tahun 2023 dengan menggunakan metode total sampling. Menggunakan uji univariat, analisis data Analisis univariat menunjukkan bahwa pasien pneumonia dengan usia antara satu hingga tiga tahun sebanyak 39 (66,1%), pasien laki-laki sebanyak 30 (50,8%), denyut nadi normal sebanyak 39 (66,1%), pernapasan takipnea sebanyak 39 (66,1%). 1%), frekuensi napas takipnea sebanyak 32 (54,2%), demam sebanyak 50 (84,7%), batuk berdahak sebanyak 56 (94,9%), sesak napas sebanyak 38 (64,4%), pasien tanpa retraksi dinding dada sebanyak 41 (69,5%), pasien pneumonia dengan suara ronkhi sebanyak 41 (69,5%), pasien pneumonia dengan suara ronkhi sebanyak 41 (69,5%).
Peningkatan Kesehatan Masyarakat dengan Pembuatan Cairan Fermentasi dari Limbah Sayur dan Buah sebagai Obat Kumur dan Obat Aneka Luka Fahma Riyanti; Desnelli, Desnelli; Nova Yuliasari; Fatma, Fatma; Julinar, Julinar
ABDIKAN: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi Vol. 3 No. 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/abdikan.v3i2.3112

Abstract

The liquid product resulting from fermentation of leftover vegetables and fruit that is still fresh and not rotten for approximately 100 days has the characteristics of being brown in color, has an aroma like vinegar or fresh sourness and a very acidic pH, namely less than 4. This fermented product contains acertic acid and lactic acid and is a natural antimicrobial source, so it has antibacterial and anti-fungal capabilities. This antibacterial activity can inhibit the activity of bacteria that cause tooth decay such as L.acidophilus and S.mutans bacteria so it can be used as a mouthwash. The wound healing process can be accelerated due to the presence of antibacterial compounds by stimulating the body's immune response. So that this fermented liquid can be used as a wound medicine. Community service activities in the form of counseling, practice of making fermented liquid and providing ready-made products are topics carried out at RT 07 LK IV, Timbangan Indralaya Utara, Ogan Ilir Sumatera Sealatan. The counseling participants were mothers and young women, estimated to be 15 - 25 people. To make it easier for the extension participants to understand and the aim of the activity to be achieved, a demonstration was carried out on making fermentation liquid, harvesting F2 products with mint leaves for gargling and distributing the product. The extension participants were very enthusiastic about participating in the activity, seen from the many questions asked.
Hubungan Riwayat Pemberian Asi Eksklusif Dengan Angka Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Atas Pada Balita Di Rumah Sakit Pertamedika Ummi Rosnati Mahara, Cut; Julinar, Julinar; Amna, Eka Yunita
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 3 (2025): Volume 12 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i3.17555

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Atas ialah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh invasi virus dan bakteri yang menimbulkan reaksi inflamasi pada jalur pernapasan, seperti nasofaringitis, faringitis, sinusitis, laringitis, rinitis dan tonsilitis. Salah satu faktor yang mempengaruhi timbulnya ISPA ialah balita yang tidak diberikan ASI eksklusif berisiko lebih besar mengidap ISPA karena efek proteksi ASI mampu mencegah timbulnya gangguan kesehatan di awal kehidupan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hasil pemberian ASI eksklusif dengan frekuensi ISPA pada anak di bawah lima tahun. Desain cross-sectional dipakai dalam studi observasional analitik. Sampel penelitian terdiri dari 74 anak berumur 6-59 bulan dengan menggunkan metode total sampling. Analisis data univariat dan bivariat didapatkan umur balita < 35 bulan sebanyak 58,1%, jenis kelamin  balita laki- laki yaitu sebanyak 51,4%, balita yang tidak diberikan ASI eksklusif yaitu sebanyak 52,7%, balita yang mengalami ISPA sebanyak 59,5%. Klasifikasi penyakit ISPA paling banyak yaitu kategori faringitis sebanyak 25,7%. Menurut hasil uji Chi-square (p-value 0,785 > α = 0,05), tidak ada hubungan antara usia balita dengan kejadian ISPA dan Berdasarkan hasil uji Chi-square (p-value = 0,006 < α = 0,05), terdapat korelasi antara riwayat pemberian ASI dengan insiden ISPA.
Response Surface Methodology to Optimize Laccase Produced from Pleurotus ostreatus Using Corn Cob and Rice Bran as Substrate Hermansyah, Hermansyah; Gozali, Maftuh; Julinar, Julinar; Fanani, Zainal; Loekitowati Hariani, Poedji
Molekul Vol 20 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jm.2025.20.1.14472

Abstract

ABSTRACT. Laccase is an industrially significant enzyme capable of oxidizing a broad range of phenolic compounds, making it valuable for applications such as bioremediation, textile dye decolorization, and pulp bleaching. Therefore, this study aimed to optimize laccase production from Pleurotus ostreatus using agricultural waste substrates corn cob (BJ), rice bran (DP), and their 1:1 mixture (BJ:DP) through Response Surface Methodology (RSM). Extracellular laccase was obtained by centrifuging the cultured medium, followed by ammonium sulfate precipitation and dialysis. The enzyme activity was quantified, and the fraction with the highest specific activity was analyzed using SDS-PAGE. Furthermore, Central Composite Design (CCD) was used to assess the effects of three independent variables, namely ABTS concentration (0.01–0.1 mM), incubation temperature (20–30 °C), and reaction time (20–30 minutes). The results showed that for BJ substrate, the highest enzyme activity (13.7 ± 0.05 U/mL) was observed in the 0–20% ammonium sulfate fraction, with specific activities of 76.25 ± 0.09 U/mg and 90.28 ± 0.03 U/mg in the 0–20% and 20–40% fractions, respectively. Conversely, DP substrate achieved a maximum specific activity of 209.67 ± 0.028 U/mg in the 20–40% fraction. The crude extract from BJ:DP mixture showed a high protein content (0.636 ± 0.006 mg/mL) but the specific activity was substantially lower (19.33 ± 0.003 U/mg). Based on RSM analysis, the optimal conditions were ABTS concentration of 0.05 mM, incubation temperature of 22.21 °C, and reaction time of 28.64 minutes, resulting in a predicted laccase activity of 13.99 U/mL. Keywords: Corn cob, Laccase, Pleurotus ostreatus, Response Surface Methodology, Rice bran
Hubungan Antara Bystander Effect dengan Perilaku Prososial pada Mahasiswa Pekanbaru Julinar, Julinar; Syarif, Khairunnisa’; Aiyuda, Nurul
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 3 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i3.787

Abstract

Perilaku prososial adalah perilaku yang terdapat dalam diri individu yang beguna untuk membantu orang lain, tanpa mengharapkan imbalan apapun dari penerima bantuan. Salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku prososial yaitu bystander effect. Bystander effect merupakan suatu kondisi dimana individu memilih untuk tidak melakukan apapun saat terjadi suatu keadaan darurat, dikarenakan terdapat orang lain ditempat yang sama sehingga membuat individu merasa takut untuk terlibat dalam situasi tersebut dan cenderung memilih untuk tidak melakukan apapun karena menganggap bahwa orang lain lebih dapat diandalkan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara bystander effect dengan perilaku prososial pada mahasiswa Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan instrument skala bystander effect dan skala perilaku prososial. Subjek dalam penelitian ini 350 mahasiswa di Pekanbaru yaitu 76 laki-laki dan 274 perempuan dengan rentang usia dari 18-35 tahun. Teknik pengambilan sampel menggunakan probability sampling dengan metode cluster random sampling. Berdasarkan hasil analisis korelasi pada penelitian ini terdapat hubungan negatif antara bystander effect dengan perilaku prososial dengan nilai signifikan 0,000, yaitu semakin tinggi bystander effect maka semakin rendah perilaku prososial, sebaliknya semakin rendah bystander effect maka akan semakin tinggi perilaku prososial. Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk memberikan kesadaran terkait pentingnya meningkatkan perilaku prososial guna menghindari terjadinya bystander effect.
Biosourced Reduced Graphene Oxide and Its Application for Methylene Blue Adsorption Rachmat, Addy; Ahadito, Bijak Riyandi; Suryani, Sri; Meiliza, Cici; Hidayati, Nurlisa; Julinar, Julinar; Said, Muhammad
The Journal of Pure and Applied Chemistry Research Vol. 14 No. 3 (2025): Edition September-December 2025
Publisher : Chemistry Department, The University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpacr.2025.014.03.7926

Abstract

Graphene oxide and reduced graphene oxide have been widely studied as a biomass-sourced alternative to graphene for their various capabilities, e.g. as adsorbent. This publication reports the preparation of graphite (g), graphene oxide (GO), and reduced graphene oxide (rGO) from coconut shell (1) and sugarcane bagasse (2) using matoa leaves extract as reducing agent, characterized by XRD, FT-IR, and Raman spectroscopy. The X-ray diffractogram showed 2θ peaks between 22.8°–23.8° for g1, GO1, and rGO1, and between 23.6°–25.8° for g2, GO2, and rGO2. FT-IR spectra of both sets of GO and rGO showed common peaks of O–H (~3400 cm–1), C–H (~2900 cm–1), and C–OH (~1600 cm–1), while also some noticeable differences between the sets. Raman spectra of both rGO showed D peak (~1400 cm–1), G peak (~1700 cm–1), and weak 2D peaks (2700–3300 cm–1) with ID/IG of 0.93 and 0.91 for rGO1 and rGO2, respectively. The obtained g, GO, and rGO were used as adsorbent for methylene blue dye. The adsorption study involved variation in dye concentration, contact time, and amount of adsorbent. It was found that rGO performs best as adsorbent compared to GO and g, with maximum adsorption capacity of 22.308 μg/mg (rGO1) and 47.533 μg/mg (rGO2). Adsorbents prepared from sugarcane bagasse were found to perform better due to its easiness of carbonization compared to coconut shell.