cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
GEA, Jurnal Pendidikan Geografi
ISSN : 14120313     EISSN : 25497529     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Geografi Gea is the information media academics and researchers who have attention to developing the educational disciplines and disciplines of Geography Education in Indonesia. GEA taken from the Greek Ghea means "God of Earth." Jurnal Geografi Gea provides a way for students, lectures, and other researchers to contribute to the scientific development of Geography Education. GEA received numerous research articles in the field of Geography Education Science and Geography.
Arjuna Subject : -
Articles 352 Documents
PERLINDUNGAN HUTAN MELALUI KEARIFAN LOKAL Pasya, Gurniwan Kamil
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 7, No 1 (2007)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v7i1.1714

Abstract

Kerusakan hutan di Indonesia sudah sangat parah sebagai akibat banyak perusahaan kayu yang membabat hutan secara besar-besaran, pencurian tanpa kendali, bahkan kebakaran hutan, akibatnya luas hutan setiap tahun semakin berkurang, sedangkan usaha untuk penghutanan kembali tidak seimbang dengan banyaknya pohon yang hilang. Karena itu, kita harus bercermin dari masyarakat adat yang memiliki kearifan dalam memelihara dan melindungi hutan, mereka membagi hutan sesuai dengan peruntukkannya, bahkan di dalam kehidupan mereka terdapat hutan lindung yang pohonnya dilarang untuk ditebang untuk alasan apa pun. Walaupun demikian, aturan adat yang dilaksanakan secara turun temurun tidak akan berdaya menghadapi rongrongan dari luar terhadap hutan mereka, sehingga perlu adanya campur tangan dari pemerintah untuk mengakui keberadaan mereka beserta hutannya melalui peraturan yang jelas. Hutan sebagai bagian dari lingkungan hidup masyarakat adat jangan sampai terjadi penurunan kualitas, karena akan menurunkan kualitas hidup mereka. Dengan demikian, untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat adat di antaranya melalui pengakuan hak kehutanan agar kualitas lingkungannya menjadi lebih baik dan optimal, sehingga mereka tetap bertahan hidup dan berkesinambungan. Kata kunci: Kearifan lokal, sistem nilai, etika lingkungan.
PENERAPAN METODE PENUGASAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMAHAMI PETA PADA SISWA SEKOLAH DASAR Sutarna, Nana
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 16, No 1 (2016)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v16i1.3466

Abstract

This research is based on researcher’s concern in the lack of social studies improvement regarding to students’ map understanding. This research aims to improve elementary students’ ability in understanding map. This research uses qualitative approach with classroom action research method. The research model uses cycle model which covers four components: planning, action, observation, and reflection. The research subjects are 35 fourth grade students of SDN 1 Cengal. The instrument uses quistionare, observation sheet, and field data records. Based on the research can be concluded as follow: first, lesson plan in applying assignment method has its own characteristic compared to another lesson plan method. Second, there is learning development process in each cyclus. Assignment method encourages students to be active in learning and stimulates to improve learning process to be better. Third, the average score in the cyclus I is 70,07, the average score in the cyclus II is 73,83 and the average score in the cyclus III is 82,00. From the explaination above, can be concluded that there is the development in each cyclus which means that assignment method can improve the map understanding ability in elementary students. Keywords: learning, map, assignment method, cycle.
PENGARUH PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL TERHADAP HASIL BELAJAR Latief, Hilman
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 14, No 1 (2014)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v14i1.3358

Abstract

Learning is an activity that can result in changes in a person, both actual and potential. Learning will be more meaningful if the child has learned what not to know. One of the methods that position the active role of students in this study is a method of contextual learning. Issues raised in this study is whether there are differences in initial test scores and final scores as well as differences in learning outcomes in the experimental class using contextual learning and classroom control using conventional methods. The design used in this study is a quasi experimental, Nonequivalent (Pretest and posttest) Control-Group Design on class VII SMP 4 Padalarang. The independent variables are contextual learning. The dependent variable is the student learning outcomes. Testing the difference of the average pretest and posttest score results using the t test at significance level α = 0.05, with a basis for decision making Ho is accepted if t t table, otherwise the Ho is rejected if t count t table. The result of the calculation is the average difference using t-test at α = 0.05, df 39 is obtained t = 6.773, whereas the t table = 11.099. Because it uses a two-sided test, the acceptance region is a table-t ≤ t ≤ t table. Meanwhile t (6.773) t table (1.690), therefore the Ho = accepted. From the calculation of N-gain per class research 12.5% of students were high, 72.5% medium category and 15% lower category. From these calculations it can be concluded occur influence learning outcomes were greater in the experimental class than the control class. The conclusion of this study that there is a significant effect of contextual learning on learning outcomes as indicated by he change in the value of better learning outcomes than the value of the results of the previous study on class VII SMP 4 Padalarang Keywords: Contextual Teaching and Learning, Learning Outcomes, Pretest, Posttest, N-Gain
TINGKAT KESEJAHTERAAN BURUH SADAP KARET PTPN VIII WANGUNREJA DI KECAMATAN DAWUAN KABUPATEN SUBANG Kanah, Kanah
Jurnal Gea Vol 15, No 1 (2015)
Publisher : Rizki Offset

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buruh sadap karet di Kecamatan Dawuan yang bekerja di perkebunan PTPN VIII Wangunreja mendapatkan upah yang di bawah UMR Kabupaten Subang. Upah yang diperoleh tersebut tidak mampu mencukupi kebutuhan keluarga yang terus meningkat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kesejahteraan buruh sadap karet berdasarkan indikator BPS tahun 2005. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif. Populasi penelitian ini adalah seluruh masyarakat buruh sadap karet PTPN VIII Wangunreja Kecamatan Dawuan. Sampel pada penelitian ini berjumlah 60 orang yang terdiri dari 3 wara yakni wara 1 sebanyak 24 orang, wara 2 sebanyak 6 orang dan wara 3 sebanyak 30 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Proportional Random Sampling. Variabel penelitian terdiri dari variabel bebas yang meliputi pendapatan, pengeluaran keluarga, keadaan tempat tinggal, fasilitas tempat tinggal, kesehatan anggota keluarga, kemudahan mendapatkan pelayanan kesehatan, kemudahan menyekolahkan anak dan kemudahan mendapatkan fasilitas transportasi, dan variabel terikatnya yaitu tingkat kesejahteraan. Analisis data penelitian ini menggunakan persentase dan skoring. Hasil penelitian menunjukan bahwa buruh sadap karet memiliki pendapatan yang rendah sedangkan pengeluarannya tinggi, buruh sadap karet sebagian besar tinggal di rumah yang permanen dengan fasilitas yang kurang lengkap, tingkat kesehatan buruh sadap karet termasuk kategori baik karena mereka mudah mendapatkan pelayanan kesehatan, buruh sadap karet cukup mudah dalam menyekolahkan anak dan kesulitan dalam mendapatkan fasilitas transportasi. Berdasarkan indikator kesejahteraan menurut BPS tahun 2005 sebagian besar buruh sadap karet di Kecamatan Dawuan termasuk ke dalam tingkat kesejahteraan sedang sebanyak 78,3% dan sebagian lagi termasuk ke dalam tingkat kesejahteraan rendah sebanyak 15% serta tingkat kesejahteraan tinggi sebanyak 6,7%. Kata kunci : perkebunan , kesejahteraan, buruh sadap karet.
ANALISIS HARGA LAHAN BERDASARKAN CITRA PENGINDERAAN JAUH RESOLUSI TINGGI Hidayati, Iswari Nur
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 13, No 1 (2013)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v13i1.3309

Abstract

Pemetaan harga lahan di Yogyakarta sangat diperlukan, hal ini dikarenakan kenaikan harga lahan sangat pesat seiring dengan pertumbuhan ekonomi. Pemetaan harga lahan menggunakan parameter yang bisa disadap menggunakan data penginderaan jauh seperti aksesibilitas lahan, penggunaan lahan, dengan aksesibilitas negatif. Oleh karena itu, peneliti mempunyai gagasan untuk melakukan penelitian tentang harga lahan. Adapun tujuan penelitian adalah a) Mengetahui kemampuan citra Quickbird untuk mengetahui tingkat harga lahan, b) Untuk mengetahui distribusi spasial tentang harga lahan di Kecamatan Jetis. Data penginderaan jauh akan digunakan untuk ekstrasi data penggunaan lahan. Penelitian ini terdiri atas tiga tahapan yaitu tahap persiapan, tahap pemrosesan data, dan tahap analisis data. Data penggunaan lahan akan dianalisis lebih lanjut untuk mengetahui aksesibilitas lahan positif dan lahan negatif. Beberapa parameter ini digunakan untuk mendukung dalam memetakan harga lahan di Kecamatan Jetis.Untuk menambah informasi, pengumpulan data lapangan sangat diperlukan untuk mendukung pemetaan ini. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa citra Quickbird dapat digunakan untuk penelitian ini dengan akurasi pemetaan sebesar 92,49%. Hasil pemetaan harga lahan ini dibagi menjadi empat kelas dengan kelas harga lahan tertinggi terdapat 52,35%. Harga lahan tinggi terdapat 22,94%, kelas lahan sedang terdapat 21,76%, dan kelas lahan rendah mempunyai luasan sekitar 2,75%.Kata kunci : harga lahan, penginderaan jauh, pemetaan.
PENGARUH METODE SIMULASI DAN DEMONSTRASI TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP BENCANA TANAH LONGSOR (Study Eksperimen Pada Peserta Didik Kelas X SMA Negeri 1 Sirampog) Priyono, Adi
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 14, No 2 (2014)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v14i2.3398

Abstract

Salah satu kompetensi dasar geografi yang harus dikuasai siswa kelas X adalah kompetensi Menganalisis dinamika dan kecenderungan perubahan litosfer dan pedosfer serta dampaknya terhadap kehidupan di muka bumi dengan topik mitigasi bencana yang secara kebetulan daerah penelitian merupakan daerah labil dengan potensi tanah longsor dan amblasan tanah. Untuk itu diperlukan metode pembelajaran yang tepat dalam penanaman konsep tanah longsor tersebut. Metode yang akan diteliti adalah metode demonstrasi dan metode simulasi. Berapa besar pengaruh metode ini menjadikan timbul pertanyaan penelitian;1)Apakah terdapat perbedaan pemahaman konsep bencana tanah longsor pada peserta didik dikelas yang tidak menggunakan metode simulasi sebelum dan sesudah perlakuan diberikan (pretes – posttest) ? ”2)Apakah terdapat perbedaan pemahaman konsep bencana tanah longsor pada   peserta didik dikelas yang  menggunakan metode simulasi sebelum dan sesudah perlakuan diberikan (pretes – posttest)?”3)Apakah terdapat perbedaan pemahaman konsep bencana tanah longsor pada peserta didik dikelas yang menggunakan dan tidak menggunakan metode simulasi sesudah perlakuan diberikan (posttest) ? Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi eksperimen (Quasi exsperiment design) dengan pengukuran dua faktor dalam versi faktorial pretes - posttest nonequivalent control group design .Sampel diambil dua kelas dari tiga kelas pada populsi penelitian yang memiliki karakteristik nilai yang tidak terlalu jauh. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrumen  tes untuk variabel 1 dan 2. Perhitungan statistik yang digunakan adalah statistik non parametrik (Two Related Samples Test dan Two Independent Samples Test) dan statistik parametrik (Paired Samples T Test). Hasil penelitian ini menjawab semua pertanyaan penelitian dan membuktikan hipotesis yang diajukan. Pertama, Ada perbedaan hasil tes antara pretes dan posttes yang yang diperoleh pada peserta didik dikelas pada kelas eksperimen yang menggunakan metode simulasi dengan signifikansi 0,032. Kedua,  Ada perbedaan hasil tes antara pretes dan posttes yang yang diperoleh pada peserta didik dikelas pada kelas eksperimen yang menggunakan metode simulasi signifikan 0,00 .Ketiga, Ada perbedaan hasil belajar pada kelas eksperimen yang menggunakan metode simulasi (PostSimulasi) dan kelas kontrol yang menggunakan metode demonstrasi (PostDemonstrasi) dengan nilai Mean Rank Metode Simulasi sebesar 22,14 dan Mean Rank metode Demonstrasi sebesar 45. Jadi hasil belajar pada kelas kontrol yang menggunakan metode demonstrasi lebih besar dari pada metode simulasi.Kata Kunci: Pemahaman Konsep, Metode Simulasi, Metode Demonstrasi
TINGKAT KESEJAHTERAAN BURUH SADAP KARET PTPN VIII WANGUNREJA DI KECAMATAN DAWUAN KABUPATEN SUBANG Kanah, Kanah; Ningrum, Epon; Waluya, Bagja
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 15, No 2 (2015)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v15i2.3550

Abstract

Pendapatan buruh sadap karet di perkebunan PTPN VIII Wangunreja, Kecamatan Dawuan Subang, masih minim di bawah UMR. Pendapatan seseorang sangat berpengaruh pada tingkat kesejahteraan, selain factor lainnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kesejahteraan buruh sadap karet berdasarkan indikator BPS tahun 2005. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Populasi penelitiannya adalah seluruh masyarakat buruh sadap karet di PTPN VIII Wangunreja Kecamatan Dawuan. Sampel pada penelitian ini berjumlah 60 orang, yakni wara 1 (24 orang), wara 2 (6 orang), dan wara 3 (30 orang). Variabel penelitian terdiri dari variabel bebas (pendapatan, pengeluaran keluarga, keadaan tempat tinggal, fasilitas tempat tinggal, kesehatan anggota keluarga, kemudahan mendapatkan pelayanan kesehatan, kemudahan menyekolahkan anak dan kemudahan mendapatkan fasilitas transportasi), dan variabel terikatnya tingkat kesejahteraan. Analisis data penelitian ini menggunakan persentase dan skoring. Hasil penelitian menunjukan bahwa buruh sadap karet memiliki pendapatan yang rendah sedangkan pengeluarannya tinggi, buruh sadap karet sebagian besar tinggal di rumah yang permanen dengan fasilitas yang kurang lengkap, tingkat kesehatan buruh sadap karet termasuk kategori baik karena mereka mudah mendapatkan pelayanan kesehatan, buruh sadap karet cukup mudah dalam menyekolahkan anak dan kesulitan dalam mendapatkan fasilitas transportasi. Berdasarkan indikator kesejahteraan menurut BPS tahun 2005 sebagian besar buruh sadap karet di Kecamatan Dawuan  termasuk dalam tingkat kesejahteraan sedang, sebanyak 78,3%  dan sebagian lagi termasuk dalam tingkat kesejahteraan rendah sebanyak 15%, dan tingkat kesejahteraan tinggi sebanyak 6,7%.Kata kunci : perkebunan , kesejahteraan, buruh sadap karet.
PERSEPSI MASYARAKAT PETANI TAMBAK TERHADAP KELESTARIAN HUTAN MANGROVE DI DESA PABEAN ILIR KECAMATAN PASEKAN KABUPATEN INDRAMAYU Sodikin, Sodikin
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 12, No 1 (2012)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v12i1.2597

Abstract

Latar belakang penulis melakukan penelitian ini adalah adanya perbedaan persepsi masyrakat petani tambak terhadap kelestarian hutan mangrove baik dari segi teknis, ekonomi maupun sosial yang berpengaruh terhadap usaha kelestarian hutan mangrove di Desa Pabean Ilir. Tujuan yang ingin di capai dalam penelitian ini adalah mengidentifikasi kondisi hutan mangrove, kodisi sosial ekonomi masyarakat dan perbedaan persepsi masyarakat petani tambak terhadap kelestarian hutan mangrove.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, studi kepustakaan, studi dokumentasi, dan wawancara. Populasi adalah semua penduduk yang ada di Desa Pabean Ilir yang berjumlah 6.367 jiwa. Sampel penelitian adalah petani tambak yang diambil secara random (acak) dengan jumlah sampel sebanyak 75 orang. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukan bahwa secara umum kondisi fisik daearah penelitian sesuai untuk pertumbuhan hutan mangrove, kondisi sosial ekonomi masyarakat di daerah penelitian tergolong mempunyai tingkat pendidikan yang tidak begitu tinggi, dan masyarakat mempunyai persepsi bahwa secara ekonomi masyarakat memandang hutan mangrove sangat bermanfaat untuk tempat mencari ikan dan kepiting, secara teknis bermanfaat untuk mencegah terjadinya abrasi, sedangkan dari segi sosial masyarakat mempunyai persepsi bahwa hutan mangrove sangat bermanfaat untuk menambah keindahan pemandangan. Kata kunci : persepsi, masyarakat, kelestarian, mangrove.
ANALISIS PEMANFAATAN LAHAN UNTUK PENGEMBANGAN BAHAN AJAR IPS (Studi Kasus pada Materi Pelestarian Lingkungan Hidup di SMP Kecamatan Argapura Kabupaten Majalengka) Yanti, Enok
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 16, No 1 (2016)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v16i1.3472

Abstract

The research aims at analyzing the land use by farmers, identifying the causes, knowing the relationship of the students’ understanding with their attitudes, and formulating materials about using of land on environmental preservation materials. The method is descriptive analytic. Data were collected through field surveys, interviews, literature studies and documentation. The population includes farmers, eighth grade students and MTs teachers in Argapura District. Farmer samples were randomly stratified, learners were taken using a proportional random sampling and teacher samples were the whole population. Data were analyzed using percentages and simple and multiple linear regression. The results show that the land use in the Argapura District was largely incompatible with the slope and the frequency of attending counseling as a causative factor of land use has a negative significance level. Students’ understanding of the land condition is parallel with their attitude towards land use so learning materials should be suited to the conditions of their environment to produce meaningful learning. It is recommended that the land use follow the environmental land management rules to preserve the environment, and existing materials were only concepts. Therefore further research should be on land use materials on environmental preservation materials in Class VIII Semester 1. Keywords: Land use, teaching materials, preservation of the environment.
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB DAN DAMPAK KONVERSI LAHAN PERTANIAN Ridwan, Ita Rustiati
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 9, No 2 (2009)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v9i2.2448

Abstract

Semakin meningkatnya jumlah penduduk berarti jumlah kebutuhan menjadi lebih besar, salah satunya kebutuhan pada lahan. Mengingat sebagian besar penduduk Indonesia bermata pencaharian dalam bidang pertanian, maka semakin sempitlah lahan garapan karena telah dikonversi menjadi lahan permukiman, jalan, industri dan lainnya. Konversi lahan pada dasarnya merupakan hal yang wajar terjadi, namun pada kenyataannya konversi lahan menjadi masalah karena terjadi di atas lahan pertanian yang masih produktif dan ketersediaannya yang terbatas. Proses terjadinya alih fungsi lahan pertanian ke penggunaan non pertanian disebabkan oleh beberapa faktor meliputi faktor eksternal (adanya dinamika pertumbuhan perkotaan, demografi maupun ekonomi), faktor internal (kondisi sosial-ekonomi rumah tangga pertanian pengguna lahan), dan faktor kebijakan (aspek regulasi yang dikeluarkan pemerintah pusat maupun daerah yang berkaitan dengan perubahan fungsi lahan pertanian). Dampak konversi lahan sawah antara lain menurunkan produksi padi nasional, kerugian akibat investasi dana untuk mencetak sawah, membangun waduk dan sistem irigasi. Dampak lainnya adalah menurunnya kesempatan kerja dalam bidang pertanian dan degradasi lingkungan. Upaya pencegahan konversi lahan sawah yang dapat dilakukan hanya bersifat pengendalian yang bertitik tolak dari faktor-faktor penyebab terjadinya konversi lahan sawah, yaitu faktor ekonomi, sosial, dan perangkat hukum. Selain itu, hendaknya didukung oleh keakuratan pemetaan dan pendataan penggunaan lahan yang dilengkapi dengan teknologi yang memadai. Kata kunci: konversi lahan pertanian, faktor eksternal, faktor internal.