cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
GEA, Jurnal Pendidikan Geografi
ISSN : 14120313     EISSN : 25497529     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Geografi Gea is the information media academics and researchers who have attention to developing the educational disciplines and disciplines of Geography Education in Indonesia. GEA taken from the Greek Ghea means "God of Earth." Jurnal Geografi Gea provides a way for students, lectures, and other researchers to contribute to the scientific development of Geography Education. GEA received numerous research articles in the field of Geography Education Science and Geography.
Arjuna Subject : -
Articles 352 Documents
PERAN PEMBELAJARAN GEOGRAFI TERHADAP PEMAHAMAN MITIGASI BENCANA Noviansyah, Rony
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 14, No 1 (2014)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v14i1.3364

Abstract

Geography is a process of learning and interaction between teacher and pupil in reviewing interaction, interrelation and integration of symptoms - symptoms surface of the earth, learning is one of the priorities in disaster risk reduction actions. This study aims to determine the level of students' understanding of disaster mitigation in North Bandung area, which is one of the disaster-prone areas, be it earthquakes, volcanoes and ground movement. The approach in this study uses a quantitative approach to survey methods with a sample of 176 were conducted by proportional random sampling of 2769 students in the areas of disaster-prone areas of North London which consists of 10 schools both public and private schools. Based on the results of the study, students who do not understand the disaster and disaster mitigation in the North London area is still quite high with a percentage of 43.7%, while quite aware of the potential for disaster in the North London area of 31.8% and are aware of the potential for disaster in the Region North Bandung by 24.5%. There is still a lack of understanding of the students in North Bandung disaster mitigation factors that cause is the method used by the teacher in presenting material related to disaster mitigation and disaster only use the lecture method. Recommendations in the study include making a concept in which the charged device pembeajaran mitigation and expected learning device is charged mitigation tested on high school students by further research.Keywords: The Role of Learning, Understanding Disasters and Disaster Mitigation.
KETERBACAAN PETA ANDA DI SINI (ADS) KAMPUS UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA (UPI) BANDUNG Nurfauziah, Sih Aulia
Jurnal Gea Vol 15, No 1 (2015)
Publisher : Rizki Offset

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peta Anda di Sini (ADS) merupakan sarana informasi yang menggambarkan struktur ruang suatu tempat dan telah banyak digunakan karena informasinya yang spesifik mengenai lokasi tertentu. Umumnya di dalam peta terdapat tanda khusus mengenai lokasi peta (sekaligus lokasi pembaca) misalnya berupa tanda panah dengan tulisan ‘Anda di Sini’ atau menggunakan warna yang mencolok. Semua peta, termasuk peta ADS memuat informasi kunci berupa arah, oleh karena itu idealnya diposisikan sesuai dengan prinsip cermin terhadap pembaca sehingga arah peta berhimpit dengan orientasi pembaca.  Hal ini akan mengurangi hambatan atau gangguan pada sistem navigasi kognitif pembaca. Misalnya peta ADS yang menggunakan prinsip Orientasi Arah Utara (OUA) sebaiknya diletakkan menghadap arah selatan. Pada tahun 2014, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) memasang dua peta ADS yang masing-masing diletakkan di seberang Gedung Museum Pendidikan dan di depan Gedung Geugeut-Winda. Akan tetapi penempatan kedua peta ADS yang tidak sesuai dengan orientasi pembaca tersebut mengakibatkan rotasi mental peta ADS UPI ≠ 0 sehingga menyulitkan pembaca menginterpretasi informasi yang ada di dalam peta.  Makalah ini bertujuan untuk mendeskripsikan peta ADS kampus UPI dalam sudut pandang teori-teori yang berkaitan dengan aktivitas membaca peta. Kata kunci: Peta ADS, arah, orientasi, rotasi mental
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARANCREATIVE PROBLEM SOLVING DAN INQUIRYBERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI UNTUK MENUMBUHKANPEMAHAMAN MATERI GEOGRAFI (Studi Eksperimen di SMA Taruna Bakti Bandung) Widiawati, Erni
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 13, No 2 (2013)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v13i2.3354

Abstract

Mata pelajaran Geografi membangun dan mengembangkan pemahaman peserta didik tentang variasi dan organisasi spasial masyarakat, tempat dan lingkungan pada muka bumi. Proses pembelajaran yang dilaksanakan di dalam kelas lebih diarahkan pada kemampuan peserta didik untuk menghafalkan informasi dan kurang mampu menggunakan informasi tersebut jika menemukan masalah dalam kehidupan nyata yang berhubungan dengan konsep yang dimiliki. Indikator dari kekurang berhasilan tersebut adalah pemahaman peserta didik terhadap materi pembelajaran masih rendah, hal ini terlihat dari tidak sesuainya prestasi belajar peserta didik dengan standar atau KKM yang telah ditentukan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X di SMA Taruna Bakti Bandung tahun ajaran 2012/2013 sebanyak 107 peserta didik yang terbagi dalam tiga kelas. Sampel yang digunakan sebanyak tiga kelas, diambil dengan menggunakan teknik purpose sampling. Analisis data dalam penelitian ini terbagi menjadi dua tahap, yaitu tahap awal (pre test) untuk memadankan kelompok eksperimen dengan problem solving dan inquiry dan kelompok kontrol dengan ekspositori dengan menggunakan uji normalitas, uji kesamaan dua varian, dan uji kesamaan dua rata-rata. Hasil perhitungan uji –t, diperoleh berdasarkan data lampiran C.3 diperoleh hasil P-Value = 0,044, maka 0,044 ˂ 0,05 sehingga Hoditolak artinya untuk taraf signifikan 5% upaya menumbuhkan pemahaman materi geografi kelas yang menggunakan metoda Creative Problem Solving Berbasis Teknologi Informasi lebih baik dari peserta didik yang mendapatkan pembelajaran metoda Ekspositori Berbasis Teknologi Informasi.Hasil perhitungan dilakukan uji –t, diperoleh berdasarkan data lampiran C.3 diperoleh hasil P-Value = 0,215, maka 0,215 ˃ 0,05 sehingga Hoditerima artinya untuk taraf signifikan 5% upaya menumbuhkan pemahaman materi geografi kelas yang menggunakan metoda Inquiry Berbasis Teknologi Informasi tidak ada perbedaan dari peserta didik yang mendapatkan pembelajaran metodaEkspositori Berbasis Teknologi InformasiKata kunci: Model Pembelajaran Creative Problem Solving Berbasis Teknologi informasi,Model pembelajaran InquiryBerbasis Teknologi Informasi, Pemahaman Materi Geografi.
PELESTARIAN SUMBER AIR SEBAGAI KEARIFAN LOKAL MELALUI PETUAH PADA MASYARAKAT CIBIRU UTARA KOTA BANDUNG Suryadi, Edi
Jurnal Gea Vol 14, No 2 (2014)
Publisher : Rizki Offset

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan sumber air di Kawasan Cibiru Utara Kota Bandung di tengah keterbatasan sumber air memperlihatkan kondisi yang masih terpelihara dengan baik, sehingga kondisi ini menjadi hal yang menarik untuk dikaji. Penelitian bertujuan menggali bentuk kearifan lokal yang masih nampak dalam pelestarian sumber air di Kawasan Cibiru Utara Kota Bandung. Metode dalam penelitian ini adalah kualitatif-verifikatif dengan pendekatan fenomenologi berusaha mengungkap makna dibalik fakta. Hasil penelitian ini menunjukan bentuk kearifan yang masih tersisa berupa nilai-nilai yang terdiri dari nilai adaptasi, nilai integrasi teknologi, nilai integrasi keruangan, nilai religi, nilai sosial budaya, nilai praktis, nilai keseimbangan lingkungan, dan nilai sustainability. Nilai-nilai tersebut memiliki makna yang sama dengan petuah dari karuhun (leluhur) orang Sunda. Fenomena bentuk kearifan lokal yang masih bisa ditelusuri sisanya terdapat 5 dari 12 kearifan yaitu Gawir awian, Cinyusu rumatan, Lebak Caian, Legok balongan, dan Lembur uruseun. Wujud kearifan inilah yang mempunyai fungsi perlindungan, pelestarian, pengendalian dan pengawetan sumber air bagi masyarakat. Langkah pemberdayaan kearifan lokal masyarakat dalam bentuk petuah dan tindakan mampu menjaga keselarasan interaksi manusia dengan lingkungannya dalam pelestarian sumber air. Maka fenomena ini menjadi hal yang penting untuk diinventarisasi dengan melibatkan peran serta pemerintah dan masyarakat setempat sehingga nilai-nilai kearifan lokal tesebut mampu diakses oleh masyarakat dan komponen lainnya. Kata Kunci: Pelestarian, Petuah, Local Wisdom, Sumber Air, Pembelajaran Geografi
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE DAN MODEL PEMBELAJARAN SEARCH, SOLVE, CREATE, AND SHARE TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP-KONSEP GEOGRAFI Rifani, Irfan
Jurnal Gea Vol 13, No 1 (2013)
Publisher : Rizki Offset

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya kemampuan pemahaman konsep pada peserta didik. Rendahnya pemahaman konsep ini disebabkan oleh penggunaan pola pikir yang rendah pada proses perubahan konseptual. Peneliti mencoba menerapkan model pembelajaran Learning Cycle dan model pembelajaran Search, Solve, Create, and Share (SSCS) untuk meningkatkan pemahaman konsep. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen desain kelompok pembanding pretes dan postest (pretest-posttest comparasion group design). Perolehan data dilakukan dengan tes (pretes postes), LKS dan pedoman observasi. Analisis data dilakukan dengan teknik persentase dan Uji z. Hasil penelitian menunjukkan: pertama, pemahaman konsep pada peserta didik dengan penerapan model pembelajaran Learning Cycle dan Search, Solve, Create, and Share (SSCS) mengalami peningkatan setelah perlakuan. Kedua, sebagian besar indikator pemahaman konsep telah dikuasai oleh peserta didik. Indikator yang belum optimal dikuasai adalah kemampuan mencontohkan (exemplifying). Ketiga, masih terdapat peserta didik yang mengalami miskonsepsi dan tidak menguasai konsep. Keempat, efektifitas penerapan model pembelajaran Learning Cycle dan Search, Solve, Create, and Share (SSCS) dapat disimpulkan: pertama, terjadi peningkatan aktivitas peserta didik yang mendukung efektivitas pembelajaran yang mencerminkan proses pembelajaran dari pertemuan kesatu, kedua dan ketiga mengalami perkembangan ke arah lebih baik. Kedua, guru berupanya memberi dorongan kepada peserta didik untuk selalu mengikuti pembelajaran dengan baik. Nilai afeksi dan non kognitif lainnya diperhatikan oleh guru sebagai upaya memberikan pembelajaran lain selain materi yang sedang dipelajari oleh peserta didik. Berdasarkan hal tersebut guru berperan baik dalam proses pembelajaran dan mendukung terhadap efektifitas pembelajaran yang dilakukan. Kata kunci: model pembelajaran, learning cycle, SSCS, pemahaman konsep
FENOMENA GEOGRAFIS DI BALIK MAKNA TOPONIMI DI KOTA CIREBON Ruspandi, Jeko
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 14, No 2 (2014)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v14i2.3394

Abstract

Manusia selalu memberi nama unsur-unsur lingkungannya sejak manusia berbudaya dan menetap di suatu tempat.  Nama-nama gunung, sungai, bukit, bahkan nama desa tempat tinggalnya diberi nama untuk acuan masyarakat dan nama-nama tersebut terkait dengan bahasa dan budaya masyarakat itu sendiri. Kota Cirebon sebagai salah satu kota di Jawa Barat, memiliki keunikan tersendiri dari segi bahasa. Meskipun daerah Jawa Barat sebagian besar berbahasa Sunda, namun masyarakat di Kota Cirebon tidak menggunakan bahasa Sunda dalam bahasa sehari-harinya melainkan bahasa Cirebon. Perbedaan bahasa yang dimiliki Kota Cirebon dengan daerah lain di Jawa Barat ini mengakibatkan toponim di Kota Cirebon juga berbeda dengan daerah lain di Jawa Barat pada umumnya. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian tentang toponimi yang ada di Kota Cirebon. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif, dengan variabel penelitian yaitu fenomena geografis yang melatarbelakangi toponimi di Kota Cirebon danpersepsi masyarakat terhadap toponimi yang ada di Kota Cirebon. Teknik pengumpulan data berupastudi literatur,wawancara, studi dokumentasi, danobservasi. Analisis data menggunakanmodel analisis interaktif Miles dan Huberman dengan teknik analisis persentase dan perhitungan skala Likert. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa toponimi di Kota Cirebon secara garis besar dilatarbelakangi aspek fisikal, aspek sosial, dan aspek kultural. 1) Aspek fisikal meliputi a) unsur biologis, yaitu Kecapi, Kesambi, Majasem, Cangkring, Api-api, Benda Kerep. b) unsur hidrologis (sungai), yaitu Kalitanjung. c) unsur geomorfologis, yaitu Larangan, Argasunya, Lemahwungkuk. 2) Aspek sosial meliputi a) tempat spesifik, yaitu Kejaksan, Kebonbaru, Pekiringan, Pegambiran, Panjunan, Jagasatru, Pekalipan, Pekalangan, Kesunean, Pagongan, Prujakan, Pasuketan, Petratean, Kebumen, Pegajahan, Kejawanan, Jagabayan, Pesantren, Pesayangan. b) aktivitas masa lampau, yaitu Pronggol, Cangkol. c) harapan, yaitu Harjamukti, Karyamulya, Sukapura. d) nama bangunan bersejarah, yaitu Kesepuhan, Sunyaragi, Benteng, Lawanggada, Kutagara, Talang, Keprabonan, Kanoman, Astana Garib, Kacirebonan. e) nama tokoh yaitu Kalijaga, Kesenden, Drajat, Pulasaren, Kanggraksan, Penggung. 3) Aspek kultural yaitu legenda/cerita rakyat seperti Karanggetas, Kemlaten. Sedangkan persepsi masyarakat terhadap makna dan asal-usul dari toponimi yang ada di Kota Cirebon sangat beragam dan tidak banyak yang sesuai dengan makna dan asal-usul toponimi tersebut. Hanya 31,52% toponimi yang makna dan asal-usulnya diketahui oleh responden. Ini berarti responden mengetahui kurang dari setengah sampel toponimi yang ditanyakan. Hal ini menunjukkan tingkat pengetahuan masyarakat Kota Cirebon terhadap makna dan asal-usul toponimi yang ada di daerahnya masih rendah. Kata kunci : Toponimi, Fenomena geografis, Persepsi masyarakat terhadap toponimi.
KETERBACAAN PETA ANDA DI SINI (ADS) KAMPUS UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA Nurfauziah, Sih Aulia
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 15, No 2 (2015)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v15i2.3546

Abstract

Anda di Sini (ADS) map is a tool that showed spatial structures of specific place, therefore the ADS map have been used at many places as guidepoint for reader to explore the place. Generally, ADS map is containing mark about location map of (at once the location of readers) using the arrow with the inscription ‘Anda di Sini’ on it, or using striking color. As another map, the ADS map contains information of direction as the key of orientation for reader to interpret the map. Therefore the location of the ADS map must be compatible with reader orientation, that means the ADS map face the reader as same as a mirror. The mirror position can decrease distractions of reader’s cognitive navigation that caused by complex stimuli. In 2014, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) placed two ADS maps at opposite of  Museum Pendidikan Building and at front of Geugeut-Winda Building. But both of them have incompatible position with reader orientation which causing the mental rotation of maps is not equal to zero and the reader is hard to interpret the ADS maps. The purpose of this paper is to examine the ADS maps of UPI by exploring theories about map-reading activity and used survey to collect the data.Keywords: ADS map, direction, orientation, mental rotation  
FILOSOFI HIDUP SEBAGAI BASIS KEARIFAN LOKAL Hermanto, Hermanto
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 12, No 1 (2012)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v12i1.2593

Abstract

Tujuan penelitian untuk memahami sistem sosial-budaya Masyarakat Kasepuhan di Kabupaten Sukabumi. Penelitian bersifat deskriptif menggunakan pendekatan kualitatif dengan metoda etnografi dan metoda fenomenologi, teknik pengumpulan data melalui wawancara secara mendalam, observasi patisipasi dan studi dokumentasi. Informan dipilih secara purposive dengan kriteria informan awal (pokok) dan informan yang ditunjuk (pangkal). Hasil penelitian menunjukan filosofi hidup yang dilandasi doktrin “Pancer pangawinan” yaitu mempersatukan manusa jeung kemanusaanna (manusia dan kemanusiaannya) pembinaan moral “Ngaji diri”(mawas diri) tercermin dalam semboyan “Tilu sapamulu, dua sakarupa nu hiji eta keneh”mempunyai arti; tiga kesesuaian/menyatu, dua serupa dan yang satu itu juga, pilar kehidupan tekad, ucap jeung lampah (kemauan/niat, perkataan dan perilaku), nyanghulu ka hukum nyanghunjar ka nagara mufakat kudu sarerea (taat pada hukum dan berlindung pada negara mufakan harus keseluruhan)yang tercermin dalam sistem kepercayaan, kemasyarakatan dan kelembagaan sebagai tatali paranti karuhun mampu mempertahankan kearifan lokal mereka. Perubahan nilai-nilaisosial budaya masyarakat Kasepuhan lebih bersifat pragmatis dalam meningkatkan kualitas hidup sedangkan tatali paranti karuhun, agama dan nagara tetap berada pada kerangka ideologis. Kata kunci: Filososfi hidup, sistem sosial-budaya dan kearifan lokal.
PERANAN LINGKUNGAN SOSIAL TERHADAP PEMBENTUKAN SIKAP PEDULI LINGKUNGAN PESERTA DIDIK DI SMA NEGERI KABUPATEN CIANJUR Tamara, Riana Monalisa
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 16, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v16i1.3467

Abstract

Peranan lingkungan sosial memiliki peranan penting terhadap pembentukan sikap peduli lingkungan peserta didik. Adapun lingkungan sosial yaitu lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat terhadap pembentukan sikap peduli lingkungan peserta didik di SMA Negeri Kabupaten Cianjur. Penelitian ini menggunakan metode penelitian survey. Sampel penelitian berjumlah 100 peserta didik. Instrumen dalam penelitian ini berupa kuesioner, studi literatur, dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis regresi linear ganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat memberikan peranan yang berarti dan lingkungan masyarakat yang berperan paling tinggi terhadap pembentukan sikap peduli lingkungan peserta didik.Kata kunci: Lingkungan Sosial, Sikap Peduli Lingkungan.
ANALISIS KESESUAIAN LAHAN UNTUK PERUMAHAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI KABUPATEN GARUT Iskandar, Purwaamijaya Muda; Torik, Fikri
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 9, No 2 (2009)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v9i2.2444

Abstract

Penelitian analisis kesesuaian lahan untuk perumahan menggunakan sistem informasi geografis di Kabupaten Garut ini, merupakan penelitian untuk mengkaji diwilayah kecamatan mana saja yang sesuai untuk dijadikan  lahan perumahan. Dengan hasil ini supaya terbentuk pembangunan yang berkelanjutan dimana dapat memenuhi kebutuhan masa sekarang tanpa membahayakan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhannya. Dengan menggunakan ketujuh tema dalam analisis fisik lingkungan ini diantaranya tema drainase, tema erosi, tema kemiringan/lereng, tema banjir, tema kedalaman efektif tanah, tema tekstur tanah, tema batuan kerikil ditambah tema administrasi supaya mempermudah dalam analisis sampai tingkat kecamatan. Penggunaan Software ArcView GIS 3.3 dalam analisis kesesuaian lahan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan melakukan analisis spasial  yang menghasilkan luasan wilayah kesesuaian 35,560% dari luas wilayah Kabupaten Garut berada diwilayah yang baik, 32,827% berada pada wilayah sedang, dan 31,613% berada pada wilayah buruk untuk perumahan. Faktor kendala terbesar pada kawasan baik adalah drainase, kendala terbesar pada kawasan sedang selain erosi juga kemiringan lahan. Dimana kawasan hutan lindung termasuk pada wilayah sedang. Kata kunci: Garut, SIG, Luasan sesuai untuk perumahan.