cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
GEA, Jurnal Pendidikan Geografi
ISSN : 14120313     EISSN : 25497529     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Geografi Gea is the information media academics and researchers who have attention to developing the educational disciplines and disciplines of Geography Education in Indonesia. GEA taken from the Greek Ghea means "God of Earth." Jurnal Geografi Gea provides a way for students, lectures, and other researchers to contribute to the scientific development of Geography Education. GEA received numerous research articles in the field of Geography Education Science and Geography.
Arjuna Subject : -
Articles 352 Documents
PENINGKATAN SPATIAL LITERACY SISWA SEKOLAH DASAR MELALUI PEMANFAATAN MEDIA PETA Maharani, Winda
Jurnal Gea Vol 15, No 1 (2015)
Publisher : Rizki Offset

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih kurangnya pemanfaatan media dalam melakukan pembelajaran yang berhubungan dengan ruang, membuat spatial literacy siswa kurang tergali. Selain itu, siswa cenderung lebih pasif dan cepat merasa bosan pada saat  guru  dalam menyampaikan pembelajaran hanya bersumber dari buku teks siswa. Rendahnya spatial literacy siswa tersebut, pada akhirnya menyebabkan siswa menjadi kurang cermat dalam hal mengambil keputusan dan juga memecahkan masalah keruangan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini dilakukan berkaitan dengan pemanfaatan media peta dalam pembelajaran IPS di SD Laboratorium Percontohan UPI khususnya pada siswa kelas IV. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk meningkatkan spatial literacy siswa khususnya dalam materi yang berkaitan dengan ruang pada mata pelajaran IPS. Adapun jenis penelitian ini adalah penelitian ekperimen kuasi dengan menggunakan desain nonequivalent groups pre test - post test dari Fraenkel and Wallen. Desain nonequivalent groups pre test - post test ini diawali dengan menetapkan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, kemudian dilakukan pre test, dilanjutkan dengan pemberian perlakuan kepada kedua kelas dan diakhiri dengan melakukan post test. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Laboratorium Percontohan UPI. Teknik pengumpulan data berupa tes dan juga angket respon siswa. Instrumen penelitiannya berupa lembar tes spatial literacy dan lembar angket respon siswa. Data dianalisis menggunakan uji normalitas dan uji Mann Whitney. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan media peta dalam pembelajaran IPS dapat meningkatkan spatial literacy siswa kelas IV SD Laboratorium Percontohan UPI. Hal ini terlihat dari peningkatan jumlah benar pada setiap indikator spatial literacy yang diberikan. Indikator tersebut adalah menentukan lokasi, mengidentifikasi orientasi keruangan, menentukan jarak terdekat serta mengidentifikasi objek melalui simbol-simbol pada peta. Hasil penelitian ini dapat menjadi saran bagi guru dan pihak sekolah untuk terus memfasilitasi pembelajaran IPS dengan media yang sesuai terutama media peta untuk materi yang terkait dengan ruang, sehingga dapat meningkatkan spatial literacy siswa.Kata kunci: media peta, spatial literacy. 
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN POE TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF PESERTA DIDIK Wiguna, Cipta Suhud
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 13, No 1 (2013)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v13i1.3306

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pemahaman konsep dan kemampuan berpikir kreatif peserta didik pada pembelajaran geografi. Model pembelajaran POE dapat mengembangkan pemahaman konsep dan kemampuan berpikir kreatif. Metode penelitian menggunakan quasi ekperimen non equivalent control group design. Populasi penelitian adalah seluruh peserta didik Kelas X SMAN Darmaraja Sumedang. Sampelnya terdiri atas kelas X5 (kelas eksperimen) dan kelas X6 (kelas kontrol). Instrumen untuk pengukuran pemahaman konsep adalah test dan kemampuan berpikir kreatif adalah LKS. Pengujian hipotesis menggunakan uji t. Hasil penelitian: 1) Terdap at perbedaan hasil pre test-post test pemahaman konsep erosi peserta didik pada kelas eksperimen dengan model pembelajaran POE; 2) Terdapat perbedaan hasil pre test-post test pemahaman konsep erosi peserta didik pada kelas kontrol dengan model konvensional; 3) Terdapat perbedaan pemahaman konsep erosi peserta didik pada kelas eksperimen dengan kelas kontrol; 4) Terdapat perbedaan kemampuan berpikir kreatif peserta didik pada kelas eksperimen dengan kelas kontrol. Dengan demikian, penggunaan model pembelajaran POE berpengaruh terhadap pemahaman konsep dan kemampuan berpikir kreatif peserta didik. Untuk itu, direkomendasikan penggunaan model pembelajaran POE pada pembelajaran geografi. Perlu diperhatikan dalam pelaksanaan model pembelajaran POE yaitu guru harus memahami model POE, matang dalam persiapan, serta senantiasa memantau dan membimbing peserta didik dalam tahapan-tahapan pembelajaran POE.Kata kunci: model pembelajaran, POE, pemahaman konsep, kemampuan berpikir kreatif
PENGARUH PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL TERHADAP HASIL BELAJAR (STUDI EKSPERIMEN PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI KELAS VII DI SMPN 4 PADALARANG) Latief, Hilman
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 14, No 2 (2014)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v14i2.3395

Abstract

Belajar adalah aktivitas yang dapat menghasilkan perubahan dalam diri seseorang, baik secara aktual maupun potensial. Belajar akan lebih bermakna jika anak mengalami apa yang dipelajarinya, bukan mengetahuinya. Salah satu metode pembelajaran yang memposisikan peran aktif siswa dalam pembelajaran ini adalah metode pembelajaran kontekstual. Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah apakah terdapat  perbedaan nilai tes awal dan nilai tes akhir serta perbedaan hasil belajar pada kelas eksperimen yang menggunakan metode pembelajaran kontekstual dan kelas kontrol yang menggunakan metode konvensional. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuasi eksperimen Nonequivalent  (pretest and posttest) Control-Group Design pada siswa kelas VII SMPN 4 Padalarang. Variabel bebas adalah pembelajaran kontekstual. Sedangkan variabel terikat adalah hasil belajar siswa. Pengujian perbedaan nilai pretest dan rata-rata nilai hasil posttest dengan menggunakan uji t pada taraf signifikansi α = 0,05, dengan dasar pengambilan keputusan  Ho diterima jika t hitung t tabel, sebaliknya Ho ditolak jika t hitung t tabel. Hasil yang didapat dari perhitungan perbedaan rata-rata menggunakan uji t pada α = 0,05, df 39 diperoleh t hitung = 6,773, sedangkan t tabel = 11,090. Karena menggunakan uji dua sisi, maka daerah penerimaannya adalah –t tabel ≤ t hitung ≤ t tabel. Sementara itu t hitung (6,773)   t tabel (1,690), oleh karena itu maka Ho = diterima. Dari hasil perhitungan N-gain tiap kelas penelitian sebanyak 12,5% peserta didik termasuk kategori tinggi, 72,5% kategori sedang dan 15% kategori rendah. Dari perhitungan tersebut dapat disimpulkan terjadi pengaruh hasil belajar yang lebih besar pada kelas eksperimen daripada kelas kontrol. Kesimpulan dari penelitian ini terdapat pengaruh yang signifikan dari pembelajaran kontekstual terhadap hasil belajar yang ditunjukkan dengan adanya perubahan nilai hasil belajar yang lebih baik dari nilai hasil belajar sebelumnya pada siswa kelas VII SMPN 4 Padalarang.Kata Kunci: Pembelajaran Kontekstual, Hasil Belajar, Pretest, Posttest, N-Gain
PENGEMBANGAN BUKU TEKS DIGITAL INTERAKTIF UNTUK PEMAHAMAN KONSEP GEOGRAFI Suryani, Nani
Jurnal Gea Vol 15, No 2 (2015)
Publisher : Rizki Offset

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research aims to develop Interactive Digital Textbooks for Geography concept understanding on the topic of the Environment by adopting R&D (Research and Development) method. The design of Interactive Digital Textbooks was validated by three validators, namely two validators for content and one validator for the media. To find the effectiveness of the Interactive Digital Textbooks, an experiment with randomized control group pretest–posttest design was employed. Meanwhile, the research subjects for the product testing were the eleventh grade students of UPI (Indonesia University of Education) Laboratory Senior High School.  Based on empirical test, it is found that there was a difference in experimental class students’ scores before and after treatment with Interactive Digital Textbooks I and II. The difference was evidenced in the increased average score after the treatment. It is also found that there was a difference in control class students’ test results before and after treatment with conventional Textbooks I and II. The difference is showed by increased average score after treatment. Furthermore, there was a difference in concept understanding between experimental class students who used Interactive Digital Textbooks I and II and those of the control class treated with Textbooks I and II. The difference suggests that there was improvement in the concept understanding of both experimental and control class students. Hence, the developed Interactive Digital Textbooks had influence on students’ concept understanding in Geography subject.Keywords: interactive digital textbooks, concept understanding.
PENERAPAN PRINSIP GEOGRAFI UNTUK KONSERVASI SUMBER DAYA ALAM DI WILAYAH BOGOR BARAT KABUPATEN BOGOR JAWA BARAT Widiyati, Ana
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 12, No 1 (2012)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v12i1.2594

Abstract

Geografi sebagai salah satu ilmu yang menelaah tentang fenomena di permukaan bumi serta timbal balik antara manusia dan lingkungan diharapkan mampu memberikan solusi pemecahan berbagai masalah di suatu wilayah. Salah satunya memberikan solusi dalam upaya konservasi sumber daya alam melalui penerapan prinsip geografi.Provinsi Jawa Barat dikenal memiliki sumber daya alam yang melimpah di antaranya termasuk Kabupaten Bogor. Wilayah Bogor Barat merupakan wilayah di Kabupaten Bogor yang kaya akan sumber daya alam. Penulisan ini bertujuan menerapkan prinsip geografi dalam upaya konservasi sumber daya alam di wilayah Bogor Barat Kabupaten Bogor Jawa Barat. Melalui tulisan ini diharapkan dapat memberikan wawasan serta solusi kepada masyarakat dan pemerintah dalam upaya konservasi sumber daya alam di Wilayah Bogor Barat, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Dari hasil analisis disimpulkan bahwa penerapan prinsip geografi dalam upaya konservasi sumber daya alam di wilayah Bogor Barat Kabupaten Bogor Jawa Barat dilakukan dengan cara mengidentifikasi dan inventarisasi sumber daya alam di setiap wilayah dari wilayah yang terkecil kemudian hasil dari identifikasi dan inventarisasi sumber daya alam di tiap daerah diuraikan dan dijelaskan melalui tabel, peta, dan grafik. Berikutnya menjelaskan keterkaitan antara faktor-faktor yang memengaruhi sumber daya alam di suatu wilayah. Penulis memberikan saran agar dalam upaya konservasi sumber daya alam pemerintah melakukan sosialisasi kepada masyarakat sehingga timbul kesadaran dan tanggung jawan untuk menjaga lingkungan. Selain itu, diperlukan kebijakan yang tepat oleh pemerintah dalam upaya konservasi sumber daya alam di wilayah Bogor Barat Kabupaten Bogor. Kata kunci : Prinsip geografi, konservasi, sumber daya alam.
PERBEDAAN KEBERHASILAN MODEL PEMBELAJARAN SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT DENGAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP PENINGKATAN RANAH KOGNITIF PESERTA DIDIK Pradana, Rego
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 16, No 1 (2016)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v16i1.3468

Abstract

Learning activity can be developed by making various activity in the class. The learning activity can make student more dominant in the classroom. It can be done by using various learning models that can improve student to study means. With the result that cognitive of student can be improve. This research aims to see differences from learning models of science technology society with learning model problem based learning. The method that is used in this research is quasi experimental design with research design nonequivalent Pretest-Posttest Control Group Design. To get the data is done with cognitive test (pretest and posttest), and also observation sheets to see learning activity. Technique of analyzing the data use statistic test normalize, homogeny and test T with helping of SPSS Statistic 21. Besides that, this research analyzes enhance cognitive students, and analyze successful of learning model science technology society and learning model problem based learning. The result of this research shows that learning model science technology society and learning model problem based learning can improve students cognitive. The conclusion from this research is learning model problem based learning and learning model science technology society are successful to improve students cognitive in State Senior High School 1 of Kroya. Meanwhile Learning model of problem based learning is more successful to improve students cognitive better than Science technology society model.Keywords: Learning model of science technology society, Learning model of problem based learning, Improvement cognitive.
DEGRADASI LAHAN SUB DAERAH ALIRAN SUNGAI (SUB DAS) CITARIK HULU DI KAB. BANDUNG DAN SUMEDANG Wanjat, Kastolani
Jurnal Gea Vol 9, No 2 (2009)
Publisher : Rizki Offset

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekosistem Sub Das Citarik Hulu telah mengalami degradasi lingkungan baik itu sumberdaya lahan maupun sumberdaya air.  Penyebab tersebut antara lain disebabkan oleh karakteristik dan kemampuan lahan, iklim dan curah hujan, jenis tanah, serta perilaku petani dalam melakukan usaha tani. Selain itu, berdasarkan karakter fisik dari lahan tersebut yang pada umumnya berada pada kelas kemampuan lahan Ive, yang memiliki faktor pembatas berupa ancaman erosi, kemiringan lereng dan kepekaan erosi. Untuk mengatasi terhadap hal itu, perlu adanya upaya-upaya untuk pelestarian sumberdaya lahan dan sumberdaya air yaitu melalui berbagai teknik konservasi lahan dengan melibatkan seluruh stakeholder.Kata Kunci: degradasi lahan, SUB DAS  Citarik Hulu.
PERANAN LINGKUNGAN SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN GEOGRAFI DALAM MENUMBUHKAN SIKAP DAN PERILAKU KERUANGAN PESERTA DIDIK Nurlaela, Asti
Jurnal Gea Vol 14, No 1 (2014)
Publisher : Rizki Offset

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lingkungan mempunyai peranan yang sangat penting dalam pembelajaran geografi. Peserta didik diharapkan paham mengenai fenomena geografi. Lingkungan dapat membantu peserta didik dalam meningkatkan pemahaman dan diharapkan dapat menumbuhkan sikap dan perilaku keruangan peserta didik. Penelitian ini menggunakan penelitian survey dengan teknik analisis multigroup sample. Penelitian ini di lakukan di SMA yang ada di kabupaten Majalengka. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik SMA kelas XI IPS di kabupaten majalengka. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 81 peserta didik. Metode pengambilan sampel penelitian ini adalah dengan proportional random sampling. Data primer diperoleh dari alat ukur penelitian yang berupa instrument kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lingkungan sebagai sumber pembelajaran geografi memiliki peranan terhadap sikap keruangan dengan dipengaruhi oleh kompetensi professional guru sebesar 14,1 %. Begitu juga dengan sikap berpengaruh terhadap perilaku keruangan peserta didik SMA kelas XI IPS di kab majalengka sebesar 23,5%.Kata kunci: lingkungan sebagai sumber pembelajaran, sikap keruangan, perilaku keruangan.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK DALAM PEMBELAJARAN IPS UNTUK MENGEMBANGKAN KEPEDULIAN SISWA TERHADAP LINGKUNGAN Oktavian, Catur Nurrochman
Jurnal Gea Vol 15, No 1 (2015)
Publisher : Rizki Offset

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research was prompted by students’ lack of environmental awareness. Cultivating concern and responsibility for environmental awareness can be carried out through social studies teaching and learning. The use of a learning model highly determines the success of teaching and learning, including in developing attitude and behaviors towards the environment. In general, the research aimed to see differences in the effectiveness of project-based learning model in social studies teaching and learning in the experimental class and the use of problem-based learning model in the control class to develop students’ environmental awareness. It employed quantitative approach with quasi-experimental method. The design used was Non-Equivalent Pretest-Posttest Control Group Design. The population of this research included all seventh graders of SMP Negeri (State Junior Secondary School) 1 Kemang, Bogor Regency. Sample was taken for two classes, namely class VII-9 as the experimental class, and class VII-5 as the control class. Data were collected through attitude-scale questionnaires, observation, and interview. The test of the research hypothesis reveals the following: (1) There was a significant difference in environmental awareness between pre-test and post-test after teaching and learning in the experimental class; (2) There was a significant difference in environmental awareness between pre-test and post-test after teaching and learning in the control class; (3) There was no difference in environmental awareness between students of the experimental and control classes. Students’ environmental awareness appeared to improve after teaching and learning, as can be observed from their discipline in putting trash to its place, communal work to clean up scribbles on the desk and classroom walls, and active participation in keeping the classroom clean. The research results also show positive responses from students because project-based learning gives project assignments that provided them with opportunities to develop their confidence and hone their creativity. Students’ activity in teaching and learning increased, as observed from their active involvement and independence in completing the projects during the teaching and learning process. Teachers responded positively and viewed that social studies teaching and learning process implementing project-based model had more advantages, namely: It could improve teachers’ knowledge and understanding of the syntax of innovative learning models and improve their abilities and skills in managing, organizing, and conducting instruction in the classroom. The obstacles encountered in the implementation of this project-based learning model were time allocation and the long preparation for teachers in order for the model to work well. In addition, teachers’ view and skills of innovative learning models are highly needed for effective model implementation.Keywords: Project-Based Learning Model, Environmental Awareness, Social Studies Teaching and Learning
PEMBELAJARAN OUTDOOR STUDY UNTUK MEMBENTUK KEPEDULIAN LINGKUNGAN Rasmilah, Ikeu
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 13, No 1 (2013)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v13i1.3312

Abstract

Program pengajaran memungkinkan terciptanya suatu lingkungan yang memberi peluang untuk proses belajar yang efektif dan bermakna bagi peserta didik.Peneliti dalam tesis ini berhipotesa bahwa pendekatan pembelajaran di luar kelas dapat mendorong dan memotivasi belajar anak, menambah aspek kegembiraan dan kesenangan, mengekspolarasi dan menciptakan suasana belajar sambil bermain, mengasah aktivitas fisik dan kreativitas peserta didik. Untuk mewujudkan suasana pembelajaran seperti itu tidak terlepas dari kondisi sumber dan metode pembelajaran yang digunakan. Tesis ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pengaruh pemanfaatan potensi lingkungan sebagai sumber belajar dan pemanfaatan strategi pembelajaran Outdoor Study dalam pembentukan sikap kepedulian terhadap lingkungan dengan mengimplikasikan agar peserta didik memiliki sikap bertanggung jawab terhadap pemanfaatan dan pelestarian lingkungan. Untuk menganalisis hasil penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menerapkan strategi pree eksperimen designs/non designs, (tidak menggunakan variabel kontrol dan sampel tidak dipilih secara random), jenis metode one-shot case study, (memberikan perlakuan terhadap suatu kelompok dan hasilnya diobservasi) sehingga hasil penelitian menunjukan pengaruh pemanfaatan potensi lingkungan dan penerapan strategi pembelajaran Outdoor Study dengan menggunakan metode karyawisata pada pembelajaran geografi dalam mencapai kompetensi dasar pembelajaran yang diharapkan sangat tepat. Pemanfaatan lingkungan dalam kegiatan pembelajaran telah menunjukkan keterlibatanpara peserta didik pada dunia nyata, maka dengan menjadikan lingkungan alam sebagai sumber belajar telah menghilangkan pandangan verbalisme peserta didik terhadap pembelajaran geografi. Pembelajaran yang menggunakan pendekatan di luar kelas (kontektual) sangat mendukung khususnya pada materi pembelajaran lingkungan hidup, karena memiliki nilai pendorong yang memotivasi belajar anak. Sebab itu dengan penggunaan setting alam terbuka sebagai sarana kelas telah memberikan dukungan terhadap proses belajar secara menyeluruh dan menambah aspek kegembiraan serta kesenangan bagi para peserta didik dalam pembelajarannya. Kata kunci: pembelajaran outdoor study, metode karyawisata, kepedulian lingkungan.