cover
Contact Name
Arif Widiyanto
Contact Email
-
Phone
+628132716766
Journal Mail Official
buletinkeslingmas@poltekkes-smg.ac.id
Editorial Address
Jl Raya Baturaden Km. 12 Purwokerto, Jawa Tengah, Indonesia.
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Buletin Keslingmas
ISSN : 0215742X     EISSN : 26558033     DOI : http://dx.doi.org/10.31983/keslingmas
Core Subject : Health, Social,
Buletin Keslingmas mencakup bidang penelitian bidang sanitasi /penyehatan air, penyehatan udara, penyehatan makanan, penyehatan tanah/ pengelolaan sampah, pengendalian vektor, penyehatan sarana fasilitas, Kesehatan dan Keselamat Kerja, Epidemiologi Kesehatan Lingkungan.
Articles 516 Documents
STUDI KADAR CO, SO2. NO2 PADA RUANG TUNGGU PENUMPANG DI TERMINAL BUS BULUPITU PURWOKERTO TAHUN 2017 Arina Maraya Sandi; Hari Rudijanto I.W
Buletin Keslingmas Vol 37, No 2 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 2 TAHUN 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.657 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v37i2.3865

Abstract

AbstrakTerminal Bus Bulupitu Purwokerto merupakan salah satu sarana transportasi darat yang bertipe A, pengunjungterminal mencapai 3000 per hari. Masalah yang terjadi pada pengunjung rata-rata mengeluh terganggu denganasap dan bau asap kendaraan. Tujuan dari hal tersebut adalah mengukur kadar CO, SO2, NO2, suhu, kelembaban,kecepatan angin, dan menentukan arah angin pada ruang tunggu penumpang di terminal. Metode penelitian inideskriptif. Penelitian dilakukan di ruang tunggu penumpang Terminal Bus Bulupitu Purwokerto selama 2 hari padapagi dan sore. Pengukuran kadar CO,SO2, dan NO2 lalu dibandingkan dengan PP nomor 41 tahun 1999 tentangPengendalian Pencemaran Udara. Hasil pengukuran kadar CO hari pertama di ruang tunggu AKDP, AKAP danangkot menghasilkan 0 μg/Nm3 pada periode pagi dan sore, hari kedua pada ruang tunggu yang samamenghasilkan 0 μg/Nm3 pada periode yang sama. Hasil pengukuran kadar SO2 hari pertama di ruang tungguAKDP, AKAP, dan angkot menghasilkan rata-rata 120 x 103 μg/Nm3 pada periode pagi dan sore dan untukpengukuran hari kedua pada ruang tunggu yang sama menghasilkan 115,65 x 103 μg/Nm3 pada periode yang sama.Hasil pengukuran kadar NO2 hari pertama di ruang tunggu AKDP, AKAP, dan angkot menghasilkan 190 x 103μg/Nm3 pada periode yang sama. Hari kedua di tempat yang sama menghasilkan 300,7 x 109 μg/Nm3 pada periodeyang sama. Simpulan dari pengukuran kadar CO, SO2, dan NO2 pada ruang tunggu penumpang di Terminal BusBulupitu Purwokerto tidak memenuhi syarat. Saran dapat dilakukan pemantauan kadar udara ambient.
HUBUNGAN ANTARA PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN KECACINGAN MURID MI MA’ARIF NU BANTERAN KECAMATAN SUMBANG KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2017 Nunung Andini; BUDI UTOMO
Buletin Keslingmas Vol 37, No 2 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 2 TAHUN 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (635.138 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v37i2.3836

Abstract

AbstrakKecacingan merupakan salah satu penyakit berbasis lingkungan yang menjadi masalah bagi kesehatanmasyarakat. Kecacingan dapat disebabkan oleh sejumlah cacing perut yang ditularkan melalui tanahdisebut Soil Transmitted Helminths (STH) seperti cacing gelang (Ascaris lumbricoides), cacing tambang(Ancylostoma duodenale), cacing cambuk (Trichuris trichiura). Personal hygiene dan sanitasilingkungan yang kurang baik pada anak -anak merupakan faktor yang memudahkan penularankecacingan.Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara Personal hygiene dengan kejadiank ecacingan pada murid MI Ma’arif NU Banteran. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptifanalitik dengan rancangan crossectional, 45 sampel tinja dikumpulkan secara acak dan diperiksa secarak ualitatif dengan metode langsung. Analisa data menggunak an uji statistik fisher’s exact. Hasil penelitianyang diperoleh menunjukan bahwa Personal Hygiene murid MI Ma’arif NU Banteran kategori baiksebanyak 41 orang atau 91,1%, dan kategori tidak baik sebanyak 4 orang atau 8,8%. Murid yang positifkecacingan sebanyak 13,3%, infeksi kecacingan terbanyak adalah Ascaris lumbricoides. Disimpulkanada hubungan antara personal hygiene dengan kejadian kecacingan pe rut pada murid MI Ma’arif NUBanteran, k arena nilai “p” atau 0,000 0,05 .
HUBUNGAN FAKTOR RISIKO LINGKUNGAN FISIK RUMAH DAN KONTAK PENDERITA DENGAN KEJADIAN PENYAKIT TUBERKULOSIS PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS JATILAWANG KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2016 Devi Ratna Yuliani; M. Choiroel Anwar; Marsum Marsum
Buletin Keslingmas Vol 37, No 1 (2018): Buletin Keslingmas Vol 37 No1 Tahun 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.9 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v37i1.3826

Abstract

AbstrakTuberkulosis Paru adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman TB (Mycobacteriumtuberculosis), kuman itu hidup di dalam rumah dan dapat mempengaruhi udara dalam lingkungan fisik rumah.Puskesmas Jatilawang merupakan puskesmas yang memiliki jumlah penderita Tb Paru BTA (+) yang mengalamikenaikan kasus dalam 3 tahun terakhir 21 kasus (2012), 22 kasus (2013) dan 46 kasus (2014). Penelitian ini bersifatobservasional dengan menggunakan metode case control. Sampel sebanyak 64 orang, terdiri dari 32 kasus dan 32kontrol. Variabel yang diteliti meliputi Intensitas pencahayaan rumah,kelembaban,luas ventilasi, jenis lantai, jenisdinding, kepadatan hunian dan kontak penderita. Analisis univariat dan bivariate menggunakan SPSS dengan UjiChi Square dan OR dengan CI 95% dan α : 0,05. Analisis Multivariat menggunakan Uji Regresi Logistik dan metodebackward ; LR CI 95% dan α : 0,25. Hasil penelitian ini adalah Intensitas pencahayaan rumah (intensitaspencahayaan ruang keluarga (p=0,132;OR 0,407) dan intensitas pencahayaan ruang kamar (p=0,024;OR 0,209)),kelembaban (p=1,00; OR 0,802), luas ventilasi (luas ventilasi ruang keluarga (p=1,00;OR 1,00) dan luas ventilasiruang kamar (p=1,00;OR 1,152)), jenis lantai (p=1,00;OR 2,067), jenis dinding (p=1,00; OR 1,296), kepadatanhunian (p=0,606;OR 3,207) dan kontak penderita (p=1,00;OR 1,140). Kesimpulan dari penelitian ini adalah adahubungan antara intensitas pencahayaan ruang kamar dengan Kejadian Tb Paru. Disarankan untuk penderita TbParu membuka jendela kamar dan menambah lubang ventilasi agar cahaya dapat masuk dalam ruang kamar.
PENGARUH BERBAGAI KONSENTRASI AIR PERASAN DAUN PANDAN WANGI (Pandanus ammaryllifolius) SEBAGAI INSEKTISIDA TERHADAP KEMATIAN KECOA TAHUN 2017 Kintani Kemalasari; Djamaluddin Ramlan
Buletin Keslingmas Vol 37, No 2 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 2 TAHUN 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.814 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v37i2.3871

Abstract

AbstrakInsektisida nabati (daun pandan wangi) dengan komposisi kimia tannin, flavonoid, saponin, alkaloid, polifenol,dan zat warna mampu mematikan kecoa. Tujuan penelitian menemukan cara membunuh kecoa menggunakanbahan nabati (daun pandan wangi). Jenis penelitian pra eksperimental dengan rancangan one shot case study.Populasi dan sampel penelitian yaitu kecoa dewasa Periplaneta americana. Hasil penelitian ini kematian kecoayang tertinggi pada konsentrasi 35% yaitu 4 ekor dengan lama paparan 3 jam dan 5 jam, konsentrasi 5% yaitu 0ekor, 10% yaitu 0 ekor, 15% yaitu 0 ekor, 20% yaitu 0 ekor, 25% yaitu 0 ekor, 30% yaitu 2 ekor dengan lamapaparan 4 jam. Hasil analisis statistik terbukti tidak signifikan dengan nilai K=0,162 ≥ α 0,05, sehingga tidakada pengaruh antara air perasan daun pandan wangi terhadap kematian kecoa. Hasil penelitian ini dapatdisimpulkan bahwa konsentrasi yang efektif untuk mematikan kecoa yaitu 35%. Perlu dilakukan penelitian lanjutsupaya mendapatkan hasil yang maksimal.
ANALISIS TREND PENETASAN TELUR NYAMUK Aedes sp BERDASARKAN DERET WAKTU DI KELURAHAN TELUK KECAMATAN PURWOKERTO SELATAN KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2017 Kurnia Saraswati; Aris Santjaka
Buletin Keslingmas Vol 37, No 2 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 2 TAHUN 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.405 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v37i2.3841

Abstract

AbstrakPelaksanaan fogging foccus bertujuan untuk membasmi vektor Aedes sp serta memutus mata rantaipenularannya . Fogging foccus dilaksanakan dua kali dengan interval waktu 7 hari. Fogging foccusdidasarkan pada teori siklus perkembangbiakan nyamuk dari jentik ke nyamuk dewasa kurang lebih 7hari. Apakah proses perkembangbiakan nyamuk dari telur sampai dewasa paling banyak terjadi pada7 hari atau lebih. Tujuan penelitian adalah mengetahui persentase terbesar mulai dari telur menjadinyamuk dewasa guna dibandingkan dengan efektifitas fogging foccus. Jenis penelitian adalahpenelitian observasional menggunakan trend series dengan 3 siklus aquatic sebanyak 100 telur yangditetaskan selama 21 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu yang diperlukan untuk telursampai menjadi nyamuk dewasa adalah 2-10 hari. Pada suhu rendah perkembangannya bisa sangatlama yaitu berkisar 2-18 hari. Persentase penetasan telur yang dilakukan di rumah peneliti diKelurahan Kober yaitu sebesar 75%. Sedangkan yang dilakukan di Laboratorium Kampus 7Poltekkes Kemenkes Semarang sebesar 90%. Hasil di Kelurahan Kober siklus aquatic 1 belum adayang menjadi nyamuk dewasa, siklus aquatic 2 sebanyak 14,67%, siklus aquatic 3 sebanyak 30,67%.Hasil di laboratorium Kampus 7 Poltekkes Kemenkes Semarang pada siklus aquatic 1 dan siklusaquatic 2 belum ada yang menjadi nyamuk dewasa, pada siklus aquatic 3 sebanyak 3,33%. Adapunkondisi lingkungan pada saat penelitian yaitu suhu udara 27°C-30°C dan kelembaban 70%-90%.Simpulan penelitian yaitu pelaksanaan fogging foccus yang dilakukan dalam dua tahapi denganinterval waktu 7 hari didasarkan siklus aquatic ternyata larva belum menjadi nyamuk dewasasehingga fogging yang dilakukan akan kurang efektif dan belum tepat pada sasaran yaitu membunuhnyamuk dewasa.
PENILAIAN FAKTOR FISIK LINGKUNGAN KERJA DI RUANG RAWAT INAP KELAS TIGA RUMAH SAKIT PERTAMINA CILACAP TAHUN 2016 Dika Kristiana; Zaeni Budiono
Buletin Keslingmas Vol 37, No 1 (2018): Buletin Keslingmas Vol 37 No1 Tahun 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.586 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v37i1.3831

Abstract

AbstrakRumah Sakit adalah salah satu tempat kerja yang mempunyai risiko bahaya kesehatan, mudahnyaterjangkit penyakit. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi, yaitu faktor fisik lingkungan kerja,apabila tidak segera dilakukan upaya penanggulangan akan mengakibatkan penyakit akibat kerja,seperti leukimia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas nilai faktor fisik lingkungankerja di ruang rawat inap kelas tiga Rumah Sakit Pertamina Cilacap.Metode penelitian menggunakanpenelitian deskriptif yang menggambarkan tentang faktor fisik lingkungan kerja di ruang rawat inapkelas tiga Rumah Sakit Pertamina Cilacap. Pengambilan data dilakukan dengan cara observasi danpengukuran.Hasil pengukuran lingkungan fisik kerja terhadap intensitas suara, pencahayaan, suhudan kelembaban di 16 kamar yang diukur tidak memenuhi syarat. Intensitas suara tertinggi terdapatdi ruang 106 dan terendah di ruang 117. Intensitas pencahayaan tertinggi terdapat di ruang 211kamar B dan terendah di ruang 106 kamar B. Suhu tertinggi terdapat di ruang 211 kamar D danruang 117 kamar A dan B, suhu terendah berada di ruang 211 kamar B dan ruang 106 kamar A danB. Kelembaban tertinggi berada di ruang 211 kamar A,B dan D serta ruang 212 kamar B,kelembaban terendah berada di ruang 214 kamar A, B, C dan B.Berdasarkan uraian diatas dapatdisimpulkan nilai faktor fisik lingkungan kerja di ruang rawat inap kelas tiga Rumah Sakit PertaminaCilacap tidak memenuhi syarat. Disarankan agar pihak Rumah Sakit dapat meningkatkan kualitaslingkungan fisik Rumah Sakit.
DESKRIPSI PENGGUNAAN ZAT PEWARNA SINTETIS RHODAMIN B PADA MAKANAN JAJANAN JELLY YANG DIJUAL DI SEKOLAH DASAR NEGERI DI KECAMATAN TAMAN KABUPATEN PEMALANG TAHUN 2017 Liwe, Stella Evangelista; Widiyanto, Arif
Buletin Keslingmas Vol 36, No 3 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 3 Tahun 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (30.497 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v36i3.3876

Abstract

AbstrakMakanan yang memenuhi standar kesehatan, yakni makanan yang bebas dari zat-zat berbahaya sepertipewarna sintetis, pengawetan, serta pemanis buatan yang dilarang. Jelly merupakan salah satu jajananyang digemari anak-anak karena bentuk dan warna yang menarik. Hal ini sering dimanfaatkan pedaganguntuk mengejar keuntungan dengan menggunakan zat pewarna sintetis agar warna makanan terlihat lebihmenarik. Penelitian ini bertujuan untuk memeriksa ada tidaknya zat pewarna sintetis rhodamin B,mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi para penjual bebas menjual jelly yang mengandungrhodamin B dan memeriksa kualitas jelly secara organoleptik.Metode penelitian adalah deskriptif yaitu dengan melakukan observasi, wawancara, pemeriksaanrhodamin B pada jelly dan pemeriksaan kualitas jelly secara organoleptik. Jumlah sampel dalampenelitian ini adalah 15 sampel jelly.Berdasarkan hasil yang didapat, 3 dari 15 sampel yang diperiksa positif rhodamin B. PengetahuanMrs C,D,E dalam kategori sangat baik (80%). Mrs J,K,M,N,O dalam kategori baik (57,1% dan 71,4%) danMrs A,B,F,G,H,I,L dalam kategori cukup (42,8%). Perilaku Mrs A,C,D,E,M,N,O dalam kategori sangatbaik (83,3%). Mrs F,G,I,K,L dalam kategori baik (66,6%), Mrs H,B dalam kategori cukup (50%) dan MrsJ dalam kategori kurang (33,3%). Ketersediaan zat pewarna sintetis Mrs A,B,C,D,H,J dalam kategorimudah dan Mrs E,F,G,I,K,L,M,N,Odalam kategori tidak mudah. Mrs A yang mendapatkan penyuluhansangat baik sisanya dalam kategori baik. Mrs A yang mendapatkan pengawasan sangat baik sisanya dalamkategori baik.Dari 15 sampel ada 4 jelly yang berwarna merah mencolok.Kesimpulan penelitian adalah terdapat 3 sampel jelly positif rhodamin B dari 15 sampel yangdiperiksa di Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang. Disarankan agarmasyarakat lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak, untuk pedagang yang belum memiliki suratperijinan dagang sebaiknya mengurus surat perijinan dagang, untuk petugas kesehatan disarankan agarmeningkatkan penyuluhan dan pengawasan dan untuk pihak sekolah sebaiknya memberikan pengertiankepada siswanya agar lebih berhati-hati dalam membeli makanan serta memberi peraturan untukberdagang di lingkungan sekolah harus memiliki ijin dari Dinas Kesehatan.
STUDI SANITASI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIB DIKABUPATEN CILACAPTAHUN 2017 Dwi Sundaryati Apri Rahayu; Agus Subagiyo
Buletin Keslingmas Vol 37, No 2 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 2 TAHUN 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.033 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v37i2.3866

Abstract

AbstrakLembaga Pemasyarakatan atau LAPAS adalah tempat untuk melakukan pembinaan terhadap narapidanadan anak didik permasyarakatan di Indonesia.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisisanitasi di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Cilacap. Jenis penelitian ini adalah deskriptif denganmelakukan pengamatan, pengukuran dan wawancara, hasilnya diolah dan disajikan dalam bentuk narasidan tabel. Hasil penilaian sarana sanitasi Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Cilacap sudah memenuhisyarat.Hasil presentase sanitasi di Lembaga Pemasyarakatan kelas IIB Cilacap sudah memenuhi syarat.Banguanan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Cilacap dari kondisi lantai terbuat dari bahan kuat(terbuat dari keramik), dinding (terbuat dari bahan batu bata atau beton), atap (kuat, tidak bocor), pintu(dapat dibuka, ditutup dan dikunci dengan baik,terbuat dari bahan kayu atau besi), hasil pengukuransuhu 28 ˚C sampai 30˚C dan kelembaban 50% sampai 51%, air bersih dan air minum denganpemeriksaan E-coli 0 per 100 ml sampel dan secara fisik air tidak berbau,tidak berasa dan tidakbewarna, sampah ditampung ditempat sampah tertutup,tidak ada genangan air, tidak ada pemisahsampah organik dan anorganik. Simpulan bahwa Sanitasi Lembaga Permasyarakatan Kelas IIB Cilacapmasuk dalam katagori baik namun ada beberapa aspek yang belum memenuhi syarat dari pengumpulansampah.Saran agar petugas LAPAS memberikan penyuluhan tentang pengolahan sampah.
DESKRIPSI EPIDEMIOLOGI DAN PENGENDALIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI KECAMATAN PURBALINGGA KABUPATEN PURBALINGGA TAHUN 2012-2016 Nur Zahra Priharyati; ARIF WIDYANTO
Buletin Keslingmas Vol 37, No 2 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 2 TAHUN 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.738 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v37i2.3837

Abstract

AbstrakPemberantasan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) selain dengan pengobatan terhadap penderita,dapat dilakukan dengan cara pengendalian vektornya. Berdasarkan laporan DKK Purbalingga kaustertinggi DBD di Kabupaten Purbalingga adalah Kecamatan Purbalingga sebnyak 42 kasus.Tujuanpenelitian ini untuk mengetahui gambaran epidemiologi dan pengendalian DBD di KecamatanPurbalingga Kabupaten Purbalingga pada tahun 2012-2016.Jenis penelitian yang digunakan adalahdeskriptif.Data disajikan dalam bentuk narasi terstruktur, grafik, dan table.Hasil penelitian menunjukkanbahwa kasus DBD pada tahun 2012 sampai tahun 2016 berdasarkan penderita yang meliputi umur danjenis kelamin yaitu untuk umur tertinggi penderita pada usia 12 sampai dengan 25 tahun dengan jumlah53 kasus, jenis kelamin terbanyak pada penderita DBD adalah laki-laki yaitu 273 kasus. Penyebarankasus berdasarkan pada waktu kejadian tertinggi pada bulan Februari, dan kondisi persebaran tertinggidi kelurahan Wirasana.Tindakan pengendalian vektor DBD telah dilakukan beberapa kegiatan secaraberkala dan berkelanjutan seperti survey jentik berkata, abatisasi, PSN, fogging, dan penyuluhan.Kesimpulan penelitian menunjukan kasus DBD sejak tahun 2012-2016 adalah untuk umur penderitatertinggi umur 12-25 tahun, jenis kelamin tertinggi adalah laki-laki. Penyebaran kasus tertinggi berdasarwaktu tertinggi adalah bulan Februari, dan tempat dengan kasus tertinggi adalah Wirasana.tindakanpengendalian vektor yang telah dilakukan adalah Pemeriksaan Jentik Berkala, Pemberantasan SarangNyamuk, abatisasi, fogging, dan penyuluhan. Saran untuk ini adalah meningkatkan program PSN untuk mencegah persebaran kasus DBD.
STUDI PENGELOLAAN SAMPAH DI PASAR SAYUR DAN BUAH KECAMATAN PEMALANG KABUPATEN PEMALANG TAHUN 2016 Muhammad Fadli Rachman; Retno Kusumaningrum; Khomsatun Khomsatun
Buletin Keslingmas Vol 37, No 1 (2018): Buletin Keslingmas Vol 37 No1 Tahun 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.158 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v37i1.3827

Abstract

AbstrakPasar merupakan tempat untuk melakukan aktifitas transaksi antara penjual dan pembeli. Pasar selalumenghasilkan sampah dengan jumlah banyak. Sampah yang tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan dampaknegatif bagi manusia , pencemaran lingkungan hingga menimbulkan penularan penyakit. Tujuan penelitian iniadalah mendeskripsikan tentang penimbulan sampah, pewadahan sampah, pengumpulan sampah, pengangkutansampah, pengolahan sampah dan pembuangan akhir sampah.Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif yaitu mendiskripsikan tentang pengelolaan sampah di PasarSayur dan Buah Kecamatan Pemalang, meliputi penimbulan sampah, pewadahan sampah, pengumpulan sampah,pengangkutan sampah, pengolahan sampah dan pembuangan akhir sampah.Hasil penelitian menunjukan bahwa pengelolaan sampah di Pasar Sayur dan Buah Kecamatan Pemalangdengan jumlah penimbulan sampah rata-rata yaitu : 17,67 m3, yang terdiri dari sampah organik 15,57 m3 dansampah anorganik 2,10 m3. Permasalahan yang ditemukan di Pasar Sayur dan Buah Kecamatan PemalangKabupaten Pemalang antara lain jumlah sarana pewadahan sampah tidak mencukupi, kontruksi tempat sampah tidakberpenutup, berkarat dan pegangan tangan sudah hilang.Kesimpulan dalam penelitian ini adalah sistem pengelolaan sampah di Pasar Sayur dan Buah KecamatanPemalang belum memenuhi syarat, yaitu seperti belum adanya pengawasan dari pengelola pasar, sarana tempatsampah yang belum memenuhi syarat dan jumlah sarana tempat sampah tidak sesuai dengan jumlah kios dan lospasar serta Alat Pelindung Diri (APD) yang digunakan petugas kebersihan belum lengkap. Saran bagi pihakpengelola pasar yaitu lebih meningkatkan pengawasan, tersedianya sarana pewadahan sampah yang memenuhisyarat dan menyediakan APD yang lengkap bagi petugas kebersihan.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 44, No 3 (2025): BULETIN KESLINGMAS VOL. 44 NO. 3 TAHUN 2025 Vol. 44 No. 3 (2025): BULETIN KESLINGMAS: VOL. 44 NO. 3 TAHUN 2025 Vol. 44 No. 2 (2025): BULETIN KESLINGMAS: VOL. 44 NO. 2 TAHUN 2025 Vol 44, No 2 (2025): BULETIN KESLINGMAS VOL. 44 NO. 2 TAHUN 2025 Vol. 44 No. 1 (2025): BULETIN KESLINGMAS: VOL. 44 NO. 1 TAHUN 2025 Vol 44, No 1 (2025): BULETIN KESLINGMAS VOL. 44 NO. 1 TAHUN 2025 Vol 43, No 4 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO.4 TAHUN 2024 Vol. 43 No. 4 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO.4 TAHUN 2024 Vol 43, No 3 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO.3 TAHUN 2024 Vol. 43 No. 3 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO.3 TAHUN 2024 Vol. 43 No. 2 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 2 TAHUN 2024 Vol 43, No 2 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 2 TAHUN 2024 Vol 43, No 1 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 1 TAHUN 2024 Vol. 43 No. 1 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 1 TAHUN 2024 Vol 42, No 4 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.4 TAHUN 2023 Vol. 42 No. 4 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.4 TAHUN 2023 Vol 42, No 3 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.3 TAHUN 2023 Vol 42, No 2 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.2 TAHUN 2023 Vol 42, No 1 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.1 TAHUN 2023 Vol 41, No 4 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.4 TAHUN 2022 Vol 41, No 3 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.3 TAHUN 2022 Vol 41, No 2 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.2 TAHUN 2022 Vol 41, No 1 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.1 TAHUN 2022 Vol 40, No 4 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.4 TAHUN 2021 Vol 40, No 3 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.3 TAHUN 2021 Vol 40, No 2 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.2 TAHUN 2021 Vol 40, No 1 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.1 TAHUN 2021 Vol. 40 No. 1 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.1 TAHUN 2021 Vol 39, No 3 (2020): BULETIN KESLINGMAS VOL.39 NO.3 TAHUN 2020 Vol 39, No 2 (2020): BULETIN KESLINGMAS VOL.39 NO.2 TAHUN 2020 Vol 39, No 1 (2020): BULETIN KESLINGMAS VOL.39 NO.1 TAHUN 2020 Vol 39, No 4 (2020): Edisi Spesial Seminar Internasional Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Keme Vol 38, No 4 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 4 TAHUN 2019 Vol. 38 No. 4 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 4 TAHUN 2019 Vol 38, No 3 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 3 TAHUN 2019 Vol 38, No 2 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 2 TAHUN 2019 Vol 38, No 1 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 1 TAHUN 2019 Vol 37, No 4 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 4 TAHUN 2018 Vol 37, No 3 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 3 TAHUN 2018 Vol 37, No 2 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 2 TAHUN 2018 Vol 37, No 1 (2018): Buletin Keslingmas Vol 37 No1 Tahun 2018 Vol 37, No 1 (2018): Buletin Keslingmas Vol 37 No1 Tahun 2018 Vol 36, No 4 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 4 Tahun 2017 Vol 36, No 3 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 3 Tahun 2017 Vol 36, No 3 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 3 Tahun 2017 Vol 36, No 2 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 2 Tahun 2017 Vol 36, No 1 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 1 Tahun 2017 Vol 35, No 4 (2016): Bulletin Keslingmas Volume 35 Nomor 4 Tahun 2016 Vol 35, No 2 (2016): Bulletin Keslingmas Volume 35 Nomor 2 Tahun 2016 Vol 35, No 1 (2016): Bulletin Keslingmas Volume 35 Nomor 1 Tahun 2016 Vol 34, No 4 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 4 Tahun 2015 Vol 34, No 4 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 4 Tahun 2015 Vol 34, No 3 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 3 Tahun 2015 Vol 34, No 2 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 2 Tahun 2015 Vol 34, No 1 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 1 Tahun 2015 Vol 33, No 124 (2014): Bulletin Keslingmas Vol 33 No 124 Tahun 2014 Vol 33, No 123 (2014): Bulletin Keslingmas Vol 33 No 123 Tahun 2014 Vol 33, No 122 (2014): Bulletin Keslingmas Vol 33 No 122 Tahun 2014 Vol 33, No 121 (2014): Bulletin Keslingmas Vol 33 No 121 Tahun 2014 More Issue