cover
Contact Name
Arif Widiyanto
Contact Email
-
Phone
+628132716766
Journal Mail Official
buletinkeslingmas@poltekkes-smg.ac.id
Editorial Address
Jl Raya Baturaden Km. 12 Purwokerto, Jawa Tengah, Indonesia.
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Buletin Keslingmas
ISSN : 0215742X     EISSN : 26558033     DOI : http://dx.doi.org/10.31983/keslingmas
Core Subject : Health, Social,
Buletin Keslingmas mencakup bidang penelitian bidang sanitasi /penyehatan air, penyehatan udara, penyehatan makanan, penyehatan tanah/ pengelolaan sampah, pengendalian vektor, penyehatan sarana fasilitas, Kesehatan dan Keselamat Kerja, Epidemiologi Kesehatan Lingkungan.
Articles 516 Documents
HUBUNGAN INTENSITAS SUARA MESIN PRODUKSI DAN LAMA PAPARAN DENGAN AMBANG DENGAR PEKERJA PENGGILING PADI DI DESA BANJARSARI KECAMATAN SUMBANG KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2017 Agdatia Rakhmawati; Djamaluddin Ramlan; Yulianto Yulianto
Buletin Keslingmas Vol 37, No 3 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 3 TAHUN 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.573 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v37i3.3872

Abstract

AbstrakKemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi masa sekarang berpengaruh pada industri yangsangat bergantung pada tenaga manusia dan mesin-mesin yang menimbulkan intensitas suara,semakin lama paparan intensitas suara berpengaruh pada ambang dengar. Tujuan dari penelitian iniadalah untuk memperoleh gambaran intensitas suara mesin produksi dan lama paparan yangdihubungkan dengan ambang dengar pekerja penggiling padi.Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian observasi analitik dengan pendekatancrossectional. Variabel yang diteliti adalah intensitas suara mesin produksi, lama paparan danambang dengar. Penelitian dilakukan di 3 unit lokasi penggilingan padi. Populasi dan sampel dalampenelitian ini adalah semua pekerja penggiling padi sebanyak 11 orang.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 3 titik pengukuran intensitas suara yang tidakmemenuhi syarat (85 dBA), yaitu titik A1 sebesar 86,72 dBA , titik A2 sebesar 86,61 dBA dan titikC3 sebesar 85,45 dBA. Pengukuran ambang dengar pekerja penggiling padi yaitu normal sebanyak 5orang, tuli ringan sebanyak 5 orang dan tuli sedang 1 orang. Lama paparan pekerja terbanyak yaitu6-8 jam/hari.Simpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan intensitas suara mesin produksi dan lama paparandengan ambang dengar pekerja penggiling padi. Disarankan untuk pihak penggilingan padimenyediakan APT (Alat Pelindung Telinga) untuk pekerja dan diharapkan penelitian lanjutan.
GAMBARAN FAKTOR LINGKUNGAN FISIK RUMAH PENDERITA DBD DI KELURAHAN TELUK KECAMATAN PURWOKERTO SELATAN KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2017 Rahma Widiantari; M. Choiroel Anwar
Buletin Keslingmas Vol 37, No 2 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 2 TAHUN 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.169 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v37i2.3842

Abstract

AbstrakPenyakit Demam Berdarah adalaah penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue, yang ditularkan olehnyamuk Aedes aegypti. Berdasarkan laporan Puskesmas Purwokerto Selatan jumlah kasus DBD padatahun 2016 tercatat 22 kasus.Tujuan penelitian ini adalah menggambarkan kondisi lingkungan fisikrumah penderita DBD antara lain pencahayaan, suhu, kelembaban, jenis tempat penampungaan air, dankepadatan jentik (CI, HI, BI). Jumlah sampel adalah 16 orang penderita DBD di Kelurahan TelukKecamatan Purwokerto Selatan tahun 2017.Hasil penelitian terhadap 16 responden bahwa respondenterbanyak adalah perempuan berjumlah 11 orang (69%), berusia 11-20 tahun berjumlah 8 orang (50%)dan 11 orang pelajar (69%). Ketinggian tempat rata-rata 74 m diatas permukaan laut. Curah hujan 233mm. pencahayaan rata-rata dalam rumah 61 Lux, bagian luar rumah 543 lux. suhu udara rata-ratabagian dalam rumah 330C, bagian luar rumah 340C. kelembaban udara bagian dalam rumah 56%,bagian luar rumah 58%. Jumlah container yang ditemukan 35 container dengan kepadatan jentik CI=3,5%, HI= 6,25%, dan BI= 6,25%. Jenis container yang ditemukan antara lain tempayan, bak mandi,ember, kolam ikan, pot, tempat minum burung, kulkas, dispenser, dan botol bekas. Kepadatan jentik CImemenuhi batas WHO, (≤5%), H.I memenuhi batas WHO (≤10%), B.I memenuhi batas WHO(≤50%).Tetapi masyarakat juga harus rutin untuk membersihkan lingkungan rumah dan rutinmembersihkan tempat penampugan air minimal seminggu sekali dan dinas kesehatan untuk tetap lebihaktif dalam menggalakkan kegiatan PSN di Kabupaten Banyumas agar kasus DBD di KabupatenBanyumas dapat berkurang.
KEEFEKTIFAN HANDRUB DALAM MENURUNKAN ANGKA KUMAN DI RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH GOMBONG KABUPATEN KEBUMEN TAHUN 2017 Masrur Puji Pangestu; Zaeni Budiono
Buletin Keslingmas Vol 37, No 2 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 2 TAHUN 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.51 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v37i2.3833

Abstract

AbstrakUpaya mengatasi kejadian Infeksi Nosokomial salah satunya adalah dengan hand hygiene, karena tanganmerupakan media transmisi patogen tersering di rumah sakit. Dalam pelaksanaan program hand hygieneRumah Sakit PKU Muhammadiyah Gombong awalnya menggunakan handrub buatan pabrik, karenaterkendala biaya, maka bagian farmasi Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gombong membuat handrubsendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan handrub dalam menurunkan angka kumanpada telapak tangan perawat di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gombong. Jenis penelitian ini adalahdeskriptif analitik. Subyek penelitian adalah perawat di lima ruang rawat inap, yaitu ruang barokah,salma, husna, hidayah, dan inayah yang bekerja pada shift pagi sebanyak lima belas orang denganmasing-masing ruangan tiga perawat. Hasil penelitian menunjukan rata-rata angka kuman pada telapaktangan sebelum menggunakan handrub adalah 64,867 CFU/cm2 dan rata-rata angka kuman pada telapaktangan sesudah menggunakan handrub adalah 26,867 CFU/cm2, sedangkan keefektifan handrub dalammenurunkan angka kuman adalah 81,934%. Simpulan dari penelitian adalah keefektifan handrub dalammenurunkan angka kuman di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gombong sebesar 81,934%. Sebaiknyahandrub dibuat sesuai prosedur yang direkomendasikan oleh WHO (World Health Organization).
DESKRIPSI PENGGUNAAN ZAT PEWARNA SINTETIS RHODAMIN B PADA MAKANAN JAJANAN JELLY YANG DIJUAL DI SEKOLAH DASAR NEGERI DI KECAMATAN TAMAN KABUPATEN PEMALANG TAHUN 2017 Stella Evangelista Liwe; Arif Widiyanto
Buletin Keslingmas Vol 37, No 3 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 3 TAHUN 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.216 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v37i3.3877

Abstract

AbstrakMakanan yang memenuhi standar kesehatan, yakni makanan yang bebas dari zat-zat berbahaya sepertipewarna sintetis, pengawetan, serta pemanis buatan yang dilarang. Jelly merupakan salah satu jajananyang digemari anak-anak karena bentuk dan warna yang menarik. Hal ini sering dimanfaatkan pedaganguntuk mengejar keuntungan dengan menggunakan zat pewarna sintetis agar warna makanan terlihat lebihmenarik. Penelitian ini bertujuan untuk memeriksa ada tidaknya zat pewarna sintetis rhodamin B,mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi para penjual bebas menjual jelly yang mengandungrhodamin B dan memeriksa kualitas jelly secara organoleptik.Metode penelitian adalah deskriptif yaitu dengan melakukan observasi, wawancara, pemeriksaanrhodamin B pada jelly dan pemeriksaan kualitas jelly secara organoleptik. Jumlah sampel dalampenelitian ini adalah 15 sampel jelly.Berdasarkan hasil yang didapat, 3 dari 15 sampel yang diperiksa positif rhodamin B. PengetahuanMrs C,D,E dalam kategori sangat baik (80%). Mrs J,K,M,N,O dalam kategori baik (57,1% dan 71,4%) danMrs A,B,F,G,H,I,L dalam kategori cukup (42,8%). Perilaku Mrs A,C,D,E,M,N,O dalam kategori sangatbaik (83,3%). Mrs F,G,I,K,L dalam kategori baik (66,6%), Mrs H,B dalam kategori cukup (50%) dan MrsJ dalam kategori kurang (33,3%). Ketersediaan zat pewarna sintetis Mrs A,B,C,D,H,J dalam kategorimudah dan Mrs E,F,G,I,K,L,M,N,Odalam kategori tidak mudah. Mrs A yang mendapatkan penyuluhansangat baik sisanya dalam kategori baik. Mrs A yang mendapatkan pengawasan sangat baik sisanya dalamkategori baik.Dari 15 sampel ada 4 jelly yang berwarna merah mencolok.Kesimpulan penelitian adalah terdapat 3 sampel jelly positif rhodamin B dari 15 sampel yangdiperiksa di Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang. Disarankan agarmasyarakat lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak, untuk pedagang yang belum memiliki suratperijinan dagang sebaiknya mengurus surat perijinan dagang, untuk petugas kesehatan disarankan agarmeningkatkan penyuluhan dan pengawasan dan untuk pihak sekolah sebaiknya memberikan pengertiankepada siswanya agar lebih berhati-hati dalam membeli makanan serta memberi peraturan untukberdagang di lingkungan sekolah harus memiliki ijin dari Dinas Kesehatan.
DESKRIPSI SARANA SANITASI OBYEK WISATA SANGGALURI PARK PURBALINGGA TAHUN 2017 Siam Nur Dwi Cakhyono; Lagiono Lagiono
Buletin Keslingmas Vol 37, No 2 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 2 TAHUN 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.918 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v37i2.3868

Abstract

AbstrakTempat wisata merupakan tempat kegiatan bagi umum yang mempunyai tempat, sarana dan kegiatantetap maupun terus menerus, secara membayar ataupun tidak membayar yang diselenggarakan olehbadan pemerintah, swasta maupun perseorangan yang dipergunakan langsung oleh masyarakat. Salahsatu tempat wisata yang diminati masyarakat adalah Sanggaluri Park. Sanggaluri Park memiliki potensisebagai tempat terjadinya penularan penyakit, pencemaran lingkungan, ataupun gangguan kesehatanlainya. Kondisi lingkungan yang tidak terpelihara akan menambah besarnya risiko penyebaran penyakitserta pencemaran lingkungan sehingga perlu dilakukan upaya pencegahan dengan menerapkan sanitasilingkungan yang baik.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kondisi sarana sanitasi wisata SanggaluriPark Purbalingga Tahun 2017. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif denganpendekatan verikatif yang bertujuan untuk menguji kebenaran dari suatu fenomena yang ada di alammelalui penelitian/ pengujian, yang datanya didapatkan dari hasil pengumpulan data di lapangan.Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi. Analisis yang digunakan dalampenelitian ini adalah nilai persentase. Hasil penelitian yang didapat dari observasi dan wawancara yaitusarana sanitasi pengelolaan air limbah termasuk dalam kategori cukup dengan (60 %), saranapengelolaan sampah padat termasuk dalam kategori cukup dengan (50%), sarana pembuangan tinjatermasuk dalam kategori sangat baik dengan (93,75%), sarana penyediaan air bersih termasuk dalamkategori sangat baik dengan (90,90%), sarana pengendalian vektor termasuk dalam kategori baikdengan (75%), sarana penyediaan makanan dan minuman termasuk dalam kategori sangat baik dengan(100%). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa sarana sanitasi di obyek wisataSanggaluri Park Purbalingga tahun 2017 secara keseluruhan sudah dalam kategori baikdengan(70,37%). Disarankan kepada pihak pengelola obyek wisata Sanggaluri Park untuk melakukanperbaikan dan penyediaan sarana pengelolaan sampah padat dan pembuangan limbah cair.
Deskripsi Sanitasi Sarana PembuanganTinja Di Desa Jebeng palmitan Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Wonosobo Tahun 2017 Syafiah Rifa Adina; Suparmin Suparmin
Buletin Keslingmas Vol 37, No 2 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 2 TAHUN 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.761 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v37i2.3838

Abstract

AbstractDescription Sanitation of Excreta Disposal Facility in Jebengplampitan Village, sub district of Sukoharjo,WonosoboRegency 2017.Excreta disposal facility is the important part of environment health. To preventFaecal Borne Diseases disruption and spreading, feces need to handle sanitarily. Depend on the previousstudy found out that the sanitation of excreta disposal facility in Jebengplampitan Village, sub district ofSukoharjo, WonosoboRegency still low, from 228 KK (100%) there are 20 KK (8,8%) has up to standardtoilet, there is water seal latrine. Whereas 208 KK (91,2%) has below standard toilet. The purpose of thisresearch is to know the sanitation of excreta disposal facility in Jebengplampitan Village, sub district ofSukoharjo, WonosoboRegency in the year 2017.The kind of this research is descriptive research. Samplingtaken by random sampling. The collecting data methods are observation and interview by using checklist andquestioner. The subject of this research is excreta disposal facility that used by society in JebengplampitanVillage, sub district of Sukoharjo, WonosoboRegency.The result of this research point out that the sanitationcondition of excreta disposal facilityin Jebengplampitan Village, sub district of Sukoharjo, WonosoboRegencyfrom 47, there are 42 (89,4%) fulfill standard, 5 (10,26%) below of standard. By this result toilets there are45 (95,7%) without septictank, whereas 2 (4,3%) toilet with septictank.This research can be conclude that thesanitation condition of excreta disposal facilityin Jebengplampitan Village, sub district of Sukoharjo, WonosoboRegency are below of standard from 47 houses, only 2 houses that have fulfill standard toilet, andthe other dumping into the fish pool or river. The writer propose in order to the family that has no septictank,should be built quickly, health society center (Puskesmas) preferable to doing Health promotion in everyfamily and the society make it joint budgeting into building excreta disposal facility.
HUBUNGAN KONDISI DAN PERILAKU PEMANFAATAN SANITASI DASAR DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI DESA KECILA KECAMATAN KEMRANJEN KABUPATEN BANYUMAS Rusbandini Warastuti; Suparmin Suparmin; Teguh Widiyanto
Buletin Keslingmas Vol 37, No 1 (2018): Buletin Keslingmas Vol 37 No1 Tahun 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.116 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v37i1.3828

Abstract

ABSTRAKPenyakit diare terkait erat dengan kondisi lingkungan khususnya sanitasi dasar dan pemanfaatannya.Desa Kecila merupakan salah satu desa di wilayah Puskesmas I Kemranjen dengan kasus diare tertinggi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kondisi dan pemanfaatan sanitasi dasar dengankejadian penyakit diare pada balita di Desa Kecila Kecamatan Kemranjen Kabupaten Banyumas.Penelitian menggunakan metode case control dengan pendekatan retrospektif. Sampel kasus diambil secaratotal sampling dari ibu balita yang menderita diare sebanyak 52 orang dan sampel kontrolnya diambil dariibu balita yang rumahnya berdekatan dengan sampel kasus sebanyak 52 orang. Analisis data menggunakanuji chi square. Hasil penelitian diketahui ada hubungan antara kondisi sumber air bersih (p=0,03;OR=3,60), kondisi pembuangan air limbah (p=0,00; OR=10,967), kondisi jamban keluarga (p=0,00;OR=11,111), dan perilaku pemanfaatan sanitasi dasar (p=0,00; OR=12,960) dengan kejadian diare padabalita di Desa Kecila Kecamatan Kemranjen Kabupaten Banyumas. Kondisi dan pemanfaatan sanitasidasar berhubungan dengan kejadian diare pada balita. Warga masyarakat lebih memperhatikan kondisilingkungan rumah yang baik, dengan membersihkan SPAL agar dapat berfungsi baik, menggunakan jambanleher angsa dan membersihkan jamban minimal 1 kali seminggu mencuci tangan sebelum memberikan makananaknya, air yang dikonsumsi selalu di masak terlebih dahulu dan peralatan makan dan minum di cuci dariair yang mengalir.
HUBUNGAN JARAK PENAMPUNGAN TINJA DENGAN KUALITAS MIKROBIOLOGIS (Coliform) AIR SUMUR GALI DI DESA SUMAMPIR KECAMATAN REMBANG KABUPATEN PURBALINGGA TAHUN 2017 Indi Lulu Diyani; Lagiono Lagiono; Marsum Marsum
Buletin Keslingmas Vol 37, No 3 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 3 TAHUN 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.802 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v37i3.3873

Abstract

AbstrakSumur gali merupakan sarana penyediaan air bersih yang digunakan oleh masyarakat untuk memenuhikebutuhan sehari-hari. Kualitas air bersih harus memenuhi syarat mikrobiologis. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui hubungan jarak penampungan tinja dengan kualitas mikrobiologis(Coliform) air sumur gali di Desa Sumampir Kecamatan Rembang Kabupaten Purbalingga. Jenispenelitian yang digunakan yaitu Observasional dengan pendekatan Cross Sectional, penelitian inidilakukan untuk mendapatkan ada tidaknya hubungan jarak penampungan tinja dengan kualitasmikrobiologis (Coliform) air sumur gali. Kandungan Coliform air bersih dibandingkan denganPermenkes No.416/ MENKES/PER/IX/1990 tentang Syarat-syarat dan Pengawasan Air. pemeriksaankandungan Coliform diperiksa di Laboratorium Kesehatan Kabupaten Purbalingga. Hasil penelitianjarak penampungan tinja dengan kualitas mikrobiologis (Coliform) air sumur gali di Desa SumampirKecamatan Rembang Kabupaten Purbalingga dari 39 sampel, sebanyak 8 (20.5%) memenuhi syarat(11 m) dan 31 (79.5%) tidak memenuhi syarat (11 m). Hasil analisis hubungan jarak penampungantinja dengan kualitas mikrobiologis (Coliform) air sumur gali menggunakan Regresi Linearmenunjukkan nilai ρ 0,09 0,05, sehingga dapat disimpulkan tidak ada hubungan jarak penampungantinja dengan kualitas mikrobiologis (Coliform) air sumur gali. Saran yang diberikan kepadamasyarakat, masyarakat harus memperhatikan keadaan sanitasi disekitar sumur gali, dengan selalumenjaga kebersihan sumur gali.
STUDI HYGIENE SANITASI PENGELOLAAN MAKANAN DAN MINUMAN DI RSUD BANYUMASKABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2017 Astri Priyani; Zaeni Budiono
Buletin Keslingmas Vol 37, No 3 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 3 TAHUN 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.567 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v37i3.3881

Abstract

AbstrakPengelolaan makanan di rumah sakit, sebagai bagian dari sistem pelayanan kesehatan di rumah sakityang mendukung upaya penyembuhan dan pemulihan penyakit melalui penyelenggaraan makanan yanghigienis dan sehat.Kualitas makanan harus terjamin terutama bagi pasien karena rentan terhadapberbagai penyakit termasuk penyakit-penyakit yang ditularkan melalui makanan.Tujuan penelitian iniadalah mengetahui skor sanitasi penerapan enam prinsip hygiene sanitasi pengelolaan makanan danminuman di instalasi gizi RSUD Banyumas tahun 2017.Jenis penelitian yang digunakan adalahdeskriptif.Pengumpulan data dengan data primer yang meliputi observasi, wawancara, dan pemeriksaankualitas mikrobiologi makanan minuman dan pemeriksaan kualitas mikrobiologi pada alat makan alat masak yang dilakukan di Laboratorium Kesehatan Masyarakat, serta data sekunder Instalasi GiziRumah Sakit Umum Daerah Banyumas.Hasil penelitian menunjukan penilaian sanitasi pada prosespengadaan bahan makanan, penyimpanan makanan dan penyajian makanan memenuhi syarat karenadiperoleh skor 100%. Penyimpanan bahan makanan, pengolahan makanan dan pengangkutan makanandan tidak memenuhi syarat karena diperoleh skor 100%. Hygiene Sanitasi Pengelolaan Makanan danMinuman Di Rumah Sakit Umum Daerah Banyumas tidak memenuhi syarat, permasalahan hygienesanitasi dapat diatasi dengan menambah ventilasi disertai kasa pada ruang pengolahan, menyediakantempat sampah berpenutup, serta memeriksa kesehatan penjamah secara berkala minimal 6 bulan sekali.
STUDI KUALITAS MIKROBIOLOGI AIR SUMUR GALI SEBELUM DAN SESUDAH MENGGUNAKAN CHLORINE DIFFUSER DI DESA SELABAYA KECAMATAN KALIMANAH KABUPATEN PURBALINGGA TAHUN 2018 Inayatus Sholikhah; Yulianto Yulianto
Buletin Keslingmas Vol 38, No 2 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 2 TAHUN 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (859.101 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v38i2.4880

Abstract

Well water dug from ground water often causes problems. Problems arise that is often found that the quality of groundwater used by the community is less qualified even in some places not worth to be consumed. For example ground water that smells, tastes, colored, turbid, contains iron (Fe) and Coliform (BPPT, 2010). The purpose of this research is to know the number of Coliform in digging well water, and to know the condition of sanitation of dug wells. The type of research used is descriptive research that aims to determine whether or not changes in dug well water after installation of chlorine diffuser in Selabaya Village Kalimanah District Purbalingga District in 2018. The results showed that the number of Coliform in dug well water still exist which is not in accordance with the applicable standards, after installed chlorine diffuser there are 3 dug wells are fixed, and there are 5 wells dug the water quality to be better. The results showed that the number of Coliform in dug well water still exist which is not in accordance with the applicable standards, after installed chlorine diffuser there are 3 dug wells are fixed, and there are 5 wells dug the water quality to be better. The conclusion that the quality of microbiology in Selabaya Village, Kalimanah District, Purbalingga Regency is obtained after the installation of chlorine diffuser water quality there is a better and there are still recommended to the community in order to use chlorine diffuser to disinfect well water dig. 

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 44 No. 3 (2025): BULETIN KESLINGMAS: VOL. 44 NO. 3 TAHUN 2025 Vol 44, No 3 (2025): BULETIN KESLINGMAS VOL. 44 NO. 3 TAHUN 2025 Vol. 44 No. 2 (2025): BULETIN KESLINGMAS: VOL. 44 NO. 2 TAHUN 2025 Vol 44, No 2 (2025): BULETIN KESLINGMAS VOL. 44 NO. 2 TAHUN 2025 Vol 44, No 1 (2025): BULETIN KESLINGMAS VOL. 44 NO. 1 TAHUN 2025 Vol. 44 No. 1 (2025): BULETIN KESLINGMAS: VOL. 44 NO. 1 TAHUN 2025 Vol 43, No 4 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO.4 TAHUN 2024 Vol. 43 No. 4 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO.4 TAHUN 2024 Vol. 43 No. 3 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO.3 TAHUN 2024 Vol 43, No 3 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO.3 TAHUN 2024 Vol 43, No 2 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 2 TAHUN 2024 Vol. 43 No. 2 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 2 TAHUN 2024 Vol 43, No 1 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 1 TAHUN 2024 Vol. 43 No. 1 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 1 TAHUN 2024 Vol 42, No 4 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.4 TAHUN 2023 Vol. 42 No. 4 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.4 TAHUN 2023 Vol 42, No 3 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.3 TAHUN 2023 Vol 42, No 2 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.2 TAHUN 2023 Vol 42, No 1 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.1 TAHUN 2023 Vol 41, No 4 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.4 TAHUN 2022 Vol 41, No 3 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.3 TAHUN 2022 Vol 41, No 2 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.2 TAHUN 2022 Vol 41, No 1 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.1 TAHUN 2022 Vol 40, No 4 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.4 TAHUN 2021 Vol 40, No 3 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.3 TAHUN 2021 Vol 40, No 2 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.2 TAHUN 2021 Vol. 40 No. 1 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.1 TAHUN 2021 Vol 40, No 1 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.1 TAHUN 2021 Vol 39, No 3 (2020): BULETIN KESLINGMAS VOL.39 NO.3 TAHUN 2020 Vol 39, No 2 (2020): BULETIN KESLINGMAS VOL.39 NO.2 TAHUN 2020 Vol 39, No 1 (2020): BULETIN KESLINGMAS VOL.39 NO.1 TAHUN 2020 Vol 39, No 4 (2020): Edisi Spesial Seminar Internasional Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Keme Vol. 38 No. 4 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 4 TAHUN 2019 Vol 38, No 4 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 4 TAHUN 2019 Vol 38, No 3 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 3 TAHUN 2019 Vol 38, No 2 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 2 TAHUN 2019 Vol 38, No 1 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 1 TAHUN 2019 Vol 37, No 4 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 4 TAHUN 2018 Vol 37, No 3 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 3 TAHUN 2018 Vol 37, No 2 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 2 TAHUN 2018 Vol 37, No 1 (2018): Buletin Keslingmas Vol 37 No1 Tahun 2018 Vol 37, No 1 (2018): Buletin Keslingmas Vol 37 No1 Tahun 2018 Vol 36, No 4 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 4 Tahun 2017 Vol 36, No 3 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 3 Tahun 2017 Vol 36, No 3 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 3 Tahun 2017 Vol 36, No 2 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 2 Tahun 2017 Vol 36, No 1 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 1 Tahun 2017 Vol 35, No 4 (2016): Bulletin Keslingmas Volume 35 Nomor 4 Tahun 2016 Vol 35, No 2 (2016): Bulletin Keslingmas Volume 35 Nomor 2 Tahun 2016 Vol 35, No 1 (2016): Bulletin Keslingmas Volume 35 Nomor 1 Tahun 2016 Vol 34, No 4 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 4 Tahun 2015 Vol 34, No 4 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 4 Tahun 2015 Vol 34, No 3 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 3 Tahun 2015 Vol 34, No 2 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 2 Tahun 2015 Vol 34, No 1 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 1 Tahun 2015 Vol 33, No 124 (2014): Bulletin Keslingmas Vol 33 No 124 Tahun 2014 Vol 33, No 123 (2014): Bulletin Keslingmas Vol 33 No 123 Tahun 2014 Vol 33, No 122 (2014): Bulletin Keslingmas Vol 33 No 122 Tahun 2014 Vol 33, No 121 (2014): Bulletin Keslingmas Vol 33 No 121 Tahun 2014 More Issue