cover
Contact Name
Arif Widiyanto
Contact Email
-
Phone
+628132716766
Journal Mail Official
buletinkeslingmas@poltekkes-smg.ac.id
Editorial Address
Jl Raya Baturaden Km. 12 Purwokerto, Jawa Tengah, Indonesia.
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Buletin Keslingmas
ISSN : 0215742X     EISSN : 26558033     DOI : http://dx.doi.org/10.31983/keslingmas
Core Subject : Health, Social,
Buletin Keslingmas mencakup bidang penelitian bidang sanitasi /penyehatan air, penyehatan udara, penyehatan makanan, penyehatan tanah/ pengelolaan sampah, pengendalian vektor, penyehatan sarana fasilitas, Kesehatan dan Keselamat Kerja, Epidemiologi Kesehatan Lingkungan.
Articles 516 Documents
ANGKA KUMAN PADA ALAS SHOLAT DI MASJID-MASJID WILAYAH KECAMATAN AJIBARANG KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2017 Noni Sarastiana; Teguh Widiyanto
Buletin Keslingmas Vol 37, No 3 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 3 TAHUN 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.711 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v37i3.3903

Abstract

Kondisi sanitasi masjid yang kurang baik berpotensi menjadi media penularan penyakit dan dapatmenimbulkan masalah kesehatan di lingkungan sekitarnya yang akan merugikan masyarakat disekitarmasjid.Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif yaitu dengan melakukan pengamatandan wawancara.Hasil penelitian menunjukkan angka kuman pada sampel A1 adalah 221 CFU/cm²,sampel A2 adalah 23 CFU/cm², sampel A3 adalah 56 CFU/cm², sampel B1 adalah 76 CFU/cm², sampelB2 adalah 196 CFU/cm², sampel B3 adalah 535 CFU/cm², sampel C1 adalah 79 CFU/cm², sampel C2adalah 3 CFU/cm² dan sampel C3 adalah 20 CFU/cm². Kondisi sanitasi masjid yang memenuhi syaratadalah Masjid Al-Kholifah dengan nilai sebesar 60,11% dan Masjid Al-Hidayah dengan nilai sebesar60,71%. Masjid yang tidak memenuhi syarat adalah Masjid Baiturrohman dengan nilai sebesar51,18%.Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa rata-rata angka kuman yang terdapatpada alas sholat adalah 134 CFU/cm² dengan angka kuman terkecil 3 CFU/cm² dan terbesar 535CFU/cm². Kondisi sanitasi 2 masjid memenuhi syarat dan 1 masjid tidak memenuhi syarat. Disarankanagar alas sholat dibersihkan secara rutin 1 minggu sekali menggunakan ion plasma dan dijemur kenasinar matahari agar mengurangi jumlah angka kuman serta dipasang kain berukuran ±30 cm² sebagaialas sujud dan diganti 2 hari sekali.
STUDI EPIDEMIOLOGI PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PURWOKERTO SELATAN KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2018 Erna Lusianah; Budi Utomo
Buletin Keslingmas Vol 38, No 2 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 2 TAHUN 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (717.216 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v38i2.4871

Abstract

Dengue hemorrhagic disease (DHF) is an infectious disease transmitted by dengue virus and transmitted by Aedes Aegypti mosquitoes. Based on the report of Banyumas District Health Office, the number of Dengue Hemorrhagic Fever cases in Banyumas District in 2015 amounted to 264 cases, 2016 with 990 number, 2017 with 68 cases. the southern Purwokerto Kecamtan region from 2015 to 2017 with (IR = 2.20). The purpose of this research is to know the description of DHF incidence based on Epidemiology variable (person, time and place) in South Purwokerto Sub-district of Banyumas Regency 2015 until 2017. The type of research used is descriptive. Data collection is done by data search and interview. Data is presented in the form of narrative structures, graphs and tables. Data analysis is done by analysis of tables and graphs. The conclusions of the study were general patients between 16 - 55 years old with female gender and with the work of the Student. The time of the highest incidence of dengue cases was in January. The highest dispersion area is the Teluk district. And has been done dengue vector control periodically and continuously. The trick is to conduct PSN program and community counseling 1 week 1 times to maintain clean environment and do 3M plus activities to prevent the spread of DHF cases
EKSPLORASI STATUS RESISTENSI NYAMUK Aedes Sp TERHADAP INSEKTISIDA GOLONGAN ORGANOFOSFAT SECARA BIOKIMIA DI KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2017 Aryanti Puspitasari; Aris Santjaka; Arif Widyanto
Buletin Keslingmas Vol 38, No 1 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 1 TAHUN 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (715.975 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v38i1.4076

Abstract

Jumlah kasus DBD pada tahun 2016 meningkat tajam bila dibandingkan tahun 2015 di Kabupaten Banyumas. Penggunaan insektisida telah dilakukan untuk pengendalian vektor Demam Berdarah dalam waktu yang lama. Insektisida Golongan Organofosfat jenis malathion telah digunakan sejak tahun 1991 dan sudah tidak digunakan lagi sejak tahun 2013 di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status resistensi terhadap insektisida golongan organofosfat pada populasi nyamuk Aedes Sp di Kabupaten Banyumas dengan uji biokimia. Jenis penelitian ini eksploratif. Metode penelitian menggunakan uji biokimia (uji mikroplat/ uji enzimatis). Peningkatan aktivitas enzim esterase dibaca dengan menggunakan ELISA reader dengan panjang gelombang 450 nm. Hasil penelitian secara keseluruhan menunjukkan bahwa di Desa Kedungrandu nyamuk resisten 8,33%, nyamuk toleran 66,67% dan rentan 25% sedangkan di Desa Sidamulih nyamuk toleran masih 90,9% dan nyamuk rentan 9,1%. Hasil uji statistik independent T-Test dengan nilai siginifilkansi =0,565, menunjukkan bahwa pemeriksaan kandungan enzim esterase di dalam tubuh nyamuk diantara kedua desa tersebut dinyatakan tidak ada perbedaan, artinya paparan insektisida organofosfat yang diterima oleh nyamuk Aedes Sp dikedua desa tersebut relatif sama.Kesimpulan penelitian yaitu status resistensi nyamuk Aedes Sp terhadap insektisida golongan organofosfat di Desa Kedungrandu 8,33% nyamuk dinyatakan resisten sedangkan yang toleran Desa Sidamulih 1,36% lebih tinggi dibandingkan Desa Kedungrandu. Disarankan kepada pemerintah Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas hendaknya pergantian insektisida menggunakan insektisida yang belum pernah digunakan dalam program pengendalian vektor penyakit DBD di Indonesia demi efektivitas dan keberhasilan program itu sendiri serta mengutamakan upaya pemberantasan sarang nyamuk di masyarakat.
PENGARUH PERASAN DAUN LIDAH MERTUA (Sansevieria trifasciata prain) TERHADAP ANGKA KUMAN UDARA DI RUANG KELAS R226, R221, dan R222 KAMPUS 7 POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SEMARANG TAHUN 2018 Hadita Deni Ayu Puspitasari; Teguh Widyanto; Hari Rudijanto I. W
Buletin Keslingmas Vol 38, No 1 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 1 TAHUN 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.523 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v38i1.4071

Abstract

Latar belakang Kualitas udara di ruang perkuliahan perlu diperhatikan karena udara menjadi media penularan penyakit. Alternatif yang bisa digunakan adalah dengan pemanfaatan perasan daun lidah mertua (Sansevieria trifasciataprain).Tanaman lidah mertua memiliki berbagai manfaat salah satunya sebagai antibakteri.Hal ini dikarenakan dalam beberapa penelitian, tumbuhan Sansevieria diketahui memiliki potensi sebagai zat antibakteri. Tujuan menganalisis pengaruh perasan lidah mertua terhadap penurunan angka kuman udara di ruang R226, R221, dan R222 Jurusan Kesehatan Lingungan Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang Tahun 2018. Jenis penelitian ini adalah pra eksperimen dengan rancangan pre post design. Variable bebas perasan daun lidah mertua konsentrasi 10%,15%, dan 25%, variable terikat angka kuman udara. Hasil pemeriksaan angka kuman udara rata-rata sebelum  perlakuan diruang R226 didapatkan hasil 331.5 koloni/jam/feet2 dan rata setelah perlakuan 10% 355.33 koloni/jam/feet2. Pada R221 angka kuman sebelum perlakuan 355.5 koloni/jam/feet2 dan setelah perlakuan 233.167 koloni/jam/feet2. Pada R222 angka kuman sebelum perlakuan 433 koloni/jam/feet2 dan setelah perlakuan sebesar 225.5 koloni/jam/feet2. Dosis efektif perlakuan (10%,15% dan 25%) terhadap penurunan angka kuman udara ruang R226, R221 dan R222 adalah konsentrasi 15% sebesar 57.67 % dalam 4 ml/m3. Simpulan dari hasil penelitian bahwa secara statistik pemakaian perasan lidah mertua tidak ada pengaruh terhadap penurunan angka kuman udara di ruang kelas R226, R221 dan R222 Jurusan Kesehatan Lingkungan Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang. Disarankan sebaiknya meningkatkan kebersihan perilaku pengguna ruangan, lantai dibersihkan menggunakan antiseptik, membuka jendela dipagi hari sebelum menyalakan AC, dan untuk peneliti selanjutnya sebaiknya menggunakan butiran mist dengan konsentrasi perasan yang lebih tinggi.
KADAR KLORIN PADA MIE SOHUN DI PASAR KEMANTRAN KABUPATEN TEGAL TAHUN 2018 Wahyu Nusantara Putri; Tri Marthy Mulyasari
Buletin Keslingmas Vol 38, No 2 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 2 TAHUN 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.898 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v38i2.4876

Abstract

Sohun is a dry food product made from starch with a distinctive shape. In the process of making sohun using chlorine as a bleach agent and there are still chlorine remaining. The effects of chlorine in the short term cause ulcer disease and in the long term lead to liver and kidney cancer. The purpose of this research is to know the chlorine level in sohun noodle in Kemantran Traditional Market of Tegal Regency. The research method used with descriptive approach that aims to measure chlorine levels in sohun noodle in the Kemantran Traditional Market of Tegal Regency and to know the level of knowledge of sohun noodle traders with the number of samples of 5 traders of sohun noodle. The result of chlorine content in samples obtained 2 sohun noodles samples of positive using chlorine is sample B with chlorine level of 0.1 mg / L and sample C with chlorine level of 0.2 mg / L while the other 3 samples, were samples of sohun noodles A, D and E showed negative results using chlorine. And the knowledge level of sohun noodles traders in Kemantran Traditional Market of Tegal Regency is still bad. The research conclusion showed 2 samples of sohun noodles tested positive using chlorine and 3 samples of sohun noodles that were examined negatively using chlorine. Suggestions in cooperation with Tegal District Health Office to increase supervision on the use of Food Added Substances (BTP), especially in food industries and conduct guidance or counseling to existing traders in Kemantran Traditional Market of Tegal Regency about Food Added Substances (BTP) which allowed or not allowed by the government
ANALISIS FAKTOR RISIKO TUBERKULOSIS PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KALIGONDANG KABUPATEN PURBALINGGA TAHUN 2017 May Fadilla; Budi Utomo
Buletin Keslingmas Vol 37, No 3 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 3 TAHUN 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.202 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v37i3.3899

Abstract

Penyakit TBC di Indonesia merupakan penyebab kematian terbesar ketiga dan penyebab kematianterbesardalam kelompokpenyakit infeksi.Setiap tahunnya terjadi 583.000 penderita baru dan kematiankarena TBC sekitar 140.000 dan setiap 100.000 penduduk Indonesia terdapat 130 penderita TBCdenganBTA. Tujuan penelitian ini menganalisis hubungan antara riwayat kontak, kelembaban,pencahayaan dan kepadatan hunian dengan penyakit Tuberkulosis paru di wilayah kerja PuskesmasKaligondang.Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian observasional denganmenggunakan case control study (penelitian kasus pembanding). Metode analisis yang digunakan adalahanalisis univariat dan biariat dengan uji chi-square.Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yangberpengaruh terhadap kejadian TB Paru adalah riwayat kontak (p-0,002) pencahayaan kamar tidur (p-0,000), dan jenis lantai (p-0,022) sedangkan pencahayaan ruang keluarga (p-0,240) kelembaban (p-0,215)dan kepadatan kepadatan hunian (p-0,132).Peneliti menyimpulkan bahwa variabel yang berhubungandengan kejadian TB paru adalah riwayat kontak, pencahayaan kamar tidur dan jenis lantai. Penelitimenyarankan kepada warga agar meningkatkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan meminimalisirkontak dengan penderita TB Paru, bagi tenaga kesehatan diharapkan memberikan penyuluhan tentangtanda dan gejala, cara penularan dan cara pencegahan tuberkulosis paru.
STUDI TENTANG SANITASI SARANA AIR BERSIH DI PONDOK PESANTREN AL AMIN KELURAHAN PABUARAN KECAMATAN PURWOKERTO UTARA TAHUN 2018 Muhammad Firza Kurnia Robbi; Khomsatun Khomsatun
Buletin Keslingmas Vol 38, No 1 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 1 TAHUN 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.747 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v38i1.4082

Abstract

Air sangat penting bagi kehidupan manusia maka untuk dapat digunakan dan bermanfaat bagi kehidupan manusia, air harus memenuhi persyaratan baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya. Penelitian ini bertujuan mengetahui sanitasi sarana air bersih di Pondok Pesantren Al Amin Kelurahan Pabuaran Kecamatan Purwokerto Utara. Jenis penelitian ini termasuk penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasidan wawancara. Data diolah secara deskriptif dilakukan dengan analisis tabel dan prosentase untuk menggambarkan kondisi kualitas air bersih di Pondok Pesantren Al Amin Kelurahan Pabuaran Kecamatan Purwokerto Utara. Pemeriksaan kualitas mikrobiologi air sumur gali  menggunakan metode MPN Coliform di laboratorium Kampus 7 Poltekkes Kemenkes Semarang. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 2 sampel air bersih di Pondok Pesantren Al Amin yang menjadi objek penelitian adalah kondisi fisik air meliputi (bau, rasa, warna) dan kondisi mikrobiologi yaitu kandungan coliform tidak memenuhi syarat kesehatan Hasil penelitian menunjukkan kualitas mikrobiologi air sumur gali di Pondok Pesantren Al Amin tidak memenuhi syarat kesehatan dengan hasil SGL 1 ≥ 2400 Coliform per 100ml sampel dan SGL 2 1100 Coliform per 100ml sampel. Peneliti menyimpulkan hasil pemeriksaan Coliform pada air bersih di Pondok Pesantren Al Amin tidak memenuhi persyaratan Permenkes RI No. 32 Tahun 2017 tentang Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan dan Persyaratan Kesehatan Air Untuk Keperluan Higiene Sanitasi, Kolam Renang, Solus Per Aqua, dan Pemandian Umum yaitu 50 per 100 ml sampel. 
HUBUNGAN KEBERSIHAN DAPUR DAN KONSTRUKSI RUMAH DENGAN KEBERADAAN TIKUS DI RUMAH WARGA DUSUN MAJAPAHIT KELURAHAN KALIERANG KECAMATAN BUMIAYU KABUPATEN BREBES TAHUN 2018 Devi Widya Arianti; Djamaluddin Ramlan; Budi Utomo
Buletin Keslingmas Vol 38, No 2 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 2 TAHUN 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.671 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v38i2.4881

Abstract

Basically, the house has important role for human as their living place in order to fulfill their basic necessary and it is a citizen health determiner. The kind of this research is observational cross sectional approach. The method used is observation and interview directly on the respondent. Data analysis using table analysis, that is analyzed descriptively. As the result, it is known that from 86 houses, there are 52 houses (60.5%) with clean kitchen, 34 houses (39.5%) with dirty kitchen, 38 houses (44.2%) with house construction which is closed of mouse, and 48 houses (33.7%) with house construction which is not closed of mouse. The conclusion of this research is based on statistic test by using Chi-Square test, it is resulted sig score in the amount of 0.00 so sig0.005 means that there is relation between house construction and kitchen cleanness with mouse existence. Suggestion should always clean the kitchen from leftover food / food and other scattered waste, construction of a house that has not been tightly mice to make a tight house construction rats
STUDI HYGIENE SANITASI DAN PEMERIKSAAN JUMLAH ANGKA KUMAN PADA PENJUAL CIMOL DI JALAN KAMPUS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO TAHUN 2017 Reko Indra Khoirurrozaq; Asep Tata Gunawan
Buletin Keslingmas Vol 37, No 3 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 3 TAHUN 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.472 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v37i3.3904

Abstract

Hygiene Sanitasi makanan seperti jumlah angka kuman adalah hal kebersihan yang sangat penting. Seperti cimol, cimolmerupakan jajanan yang sangat di gemari banyak orang. Cimol yang tidak bersih dapat menyebabkan sakit perutmaupun keracunan baik dari cara pengolahan, bahan makanan dan penjamah. Tujuan dari penelitian ini adalah untukmengetahui angka kuman dan hygiene sanitasi yang terdapat pada pedagang cimol yang di jual di jalan kampusUniversitas Muhammadiyah Purwokerto.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif.Pengumpulan data dilakukan melalui analisis laboratorium dengan metode Angka Lempeng Total ( ALT ) untukmenghitung angka kuman pada pedagang cimol yang di jual di jalan kampus Universitas Muhammadiyah Purwokerto.Hasil penelitian menunjukan bahwa angka kuman pada 8 sampel cimol. Pada sampel A adonan dan B adonan adalah 1,7x 102 koloni/gram dan 1 x 101 koloni/gram ; A1 dan B1 adalah 2,4 x 101 koloni/gram dan 9,3 x 101 koloni/gram ; A2dan B2 adalah 1 x 101 koloni/gram dan 2,3 x 102 koloni/gram; A3 dan B3 adalah 1 x 101 koloni/gram dan 1 x 101koloni/gram. Disimpulkan penelitian menunjukan bahwa semua hasil dari pemeriksaan laboratorium menunjukan angkakuman yang berada di bawah batas maksimum cemaran mikroba dalam pangan yaitu 1 x 104 Koloni/gram. Akan tetapidilihat dari sarana dan juga penjamah masih kurang. Disarankan kepada penjual untuk meningkatkan pengetahuantentang hygiene sanitasi sarana dan penjamah untuk memberikan hasil yang sehat dan bersih dari cimol yang dijual.Serta juga mengurangi potensi cemaran kuman oleh paparan udara dilingkungan sekitar.
HYGIENE SANITASI PEMBUATAN SOHUN PT. SOKA INDAH DESA KARANGSOKA KECAMATAN KEMBARAN KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2018 Izza Anzili Rizqi; Zaeni Budiono
Buletin Keslingmas Vol 38, No 2 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 2 TAHUN 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.034 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v38i2.4872

Abstract

Sohun is a dry food product made from starch with a distinctive shape. Utilization of vermicelli is still limited as a mixture of foods such as soup, soup, meatballs, kimlo and salad. Sohun is often used in vegetarian food or is added in drinks, sweets or dessert soups. Along with the use of vermicelli, consuming noodles should pay attention to the quality of the noodles. Improper quality of noodles can interfere with health, decreased health status due to poor sanitary hygiene conditions. The purpose of this research is to know the score of assessment of applying sanitation hygiene making of vermicelli at PT. Soka Indah Karangsoka Village Kembaran Sub-district Banyumas Regency In 2018. The results showed the scores of sanitation hygiene scores on the selection of foodstuffs were eligible because of the 100% score. Storage of foodstuffs, food processing, food transport, food packaging, food storage and sanitation facilities are not eligible for a score of 76%. Sanitary condition of making vermicelli as a whole did not meet the requirement because obtained score 58.4%. Hygiene sanitation making vermicelli PT. Soka Indah Karangsoka Village Kembaran Sub-district Banyumas Regency is not eligible, sanitation hygiene problem can be overcome with special attention to improve the hygienic principles of sanitation of vermicelli management from the selection process of foodstuff, food storage, food processing, food transportation, food packaging and food storage, sanitation facilities and conditions of temperature, humidity and lighting in each workspace of PT. Soka Indah

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 44 No. 3 (2025): BULETIN KESLINGMAS: VOL. 44 NO. 3 TAHUN 2025 Vol 44, No 3 (2025): BULETIN KESLINGMAS VOL. 44 NO. 3 TAHUN 2025 Vol. 44 No. 2 (2025): BULETIN KESLINGMAS: VOL. 44 NO. 2 TAHUN 2025 Vol 44, No 2 (2025): BULETIN KESLINGMAS VOL. 44 NO. 2 TAHUN 2025 Vol 44, No 1 (2025): BULETIN KESLINGMAS VOL. 44 NO. 1 TAHUN 2025 Vol. 44 No. 1 (2025): BULETIN KESLINGMAS: VOL. 44 NO. 1 TAHUN 2025 Vol 43, No 4 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO.4 TAHUN 2024 Vol. 43 No. 4 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO.4 TAHUN 2024 Vol 43, No 3 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO.3 TAHUN 2024 Vol. 43 No. 3 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO.3 TAHUN 2024 Vol. 43 No. 2 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 2 TAHUN 2024 Vol 43, No 2 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 2 TAHUN 2024 Vol 43, No 1 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 1 TAHUN 2024 Vol. 43 No. 1 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 1 TAHUN 2024 Vol 42, No 4 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.4 TAHUN 2023 Vol. 42 No. 4 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.4 TAHUN 2023 Vol 42, No 3 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.3 TAHUN 2023 Vol 42, No 2 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.2 TAHUN 2023 Vol 42, No 1 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.1 TAHUN 2023 Vol 41, No 4 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.4 TAHUN 2022 Vol 41, No 3 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.3 TAHUN 2022 Vol 41, No 2 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.2 TAHUN 2022 Vol 41, No 1 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.1 TAHUN 2022 Vol 40, No 4 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.4 TAHUN 2021 Vol 40, No 3 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.3 TAHUN 2021 Vol 40, No 2 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.2 TAHUN 2021 Vol 40, No 1 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.1 TAHUN 2021 Vol. 40 No. 1 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.1 TAHUN 2021 Vol 39, No 3 (2020): BULETIN KESLINGMAS VOL.39 NO.3 TAHUN 2020 Vol 39, No 2 (2020): BULETIN KESLINGMAS VOL.39 NO.2 TAHUN 2020 Vol 39, No 1 (2020): BULETIN KESLINGMAS VOL.39 NO.1 TAHUN 2020 Vol 39, No 4 (2020): Edisi Spesial Seminar Internasional Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Keme Vol 38, No 4 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 4 TAHUN 2019 Vol. 38 No. 4 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 4 TAHUN 2019 Vol 38, No 3 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 3 TAHUN 2019 Vol 38, No 2 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 2 TAHUN 2019 Vol 38, No 1 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 1 TAHUN 2019 Vol 37, No 4 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 4 TAHUN 2018 Vol 37, No 3 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 3 TAHUN 2018 Vol 37, No 2 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 2 TAHUN 2018 Vol 37, No 1 (2018): Buletin Keslingmas Vol 37 No1 Tahun 2018 Vol 37, No 1 (2018): Buletin Keslingmas Vol 37 No1 Tahun 2018 Vol 36, No 4 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 4 Tahun 2017 Vol 36, No 3 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 3 Tahun 2017 Vol 36, No 3 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 3 Tahun 2017 Vol 36, No 2 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 2 Tahun 2017 Vol 36, No 1 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 1 Tahun 2017 Vol 35, No 4 (2016): Bulletin Keslingmas Volume 35 Nomor 4 Tahun 2016 Vol 35, No 2 (2016): Bulletin Keslingmas Volume 35 Nomor 2 Tahun 2016 Vol 35, No 1 (2016): Bulletin Keslingmas Volume 35 Nomor 1 Tahun 2016 Vol 34, No 4 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 4 Tahun 2015 Vol 34, No 4 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 4 Tahun 2015 Vol 34, No 3 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 3 Tahun 2015 Vol 34, No 2 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 2 Tahun 2015 Vol 34, No 1 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 1 Tahun 2015 Vol 33, No 124 (2014): Bulletin Keslingmas Vol 33 No 124 Tahun 2014 Vol 33, No 123 (2014): Bulletin Keslingmas Vol 33 No 123 Tahun 2014 Vol 33, No 122 (2014): Bulletin Keslingmas Vol 33 No 122 Tahun 2014 Vol 33, No 121 (2014): Bulletin Keslingmas Vol 33 No 121 Tahun 2014 More Issue